Human-Computer Interaction User Interface Design

Color

“All colours are the friends of their neighbours and the lovers of their opposites.”

Marc Chagall

Topik-topik bahasan:

  1. Pengantar
  2. Teori warna
  3. Harmonisasi warna
  4. Pedoman desain warna
  5. Tools desain

Penjelasan tentang Colors dalam bentuk video dapat diakses pada:


PENGANTAR

Ketika berbicara tentang Color (Warna), sering secara tidak sadar terjadi pengelompokan berdasarkan gender, laki-laki dengan perempuan. Mari melihat pada gambar di bawah ini. Barang atau produk untuk anak laki-laki identik dengan warna biru, sedangkan untuk anak perempuan berwarna pink. Tidak ada teori yang menentukan pengelompokan ini atau membenarkannya. Pandangan ini terbentuk menjadi persepsi publik.

Dari ilustrasi di bawah ini kita dapat melihat, bahwa bisa dikatakan terdapat perbedaan kompleksitas antara perempuan dengan laki-laki, termasuk soal definisi warna. Jadi, perempuan dan laki-laki memang memiliki perbedaan.

Hal ini mempengaruhi pilihan produk-produk yang beredar di pasaran, antara produk untuk laki-laki dengan produk untuk perempuan; termasuk di dalamnya warna-warna yang digunakan untuk masing-masing gender. Contohnya adalah produk shampo merek Clear di bawah ini. Shampo untuk perempuan memiliki varian yang lebih kompleks dibanding dengan laki-laki, dengan dominasi pada warna terang.

Clear Women 1: Variasi Produk untuk Wanita dengan Warnanya Masing-Masing
Clear Women 2: Variasi Produk untuk Wanita dengan Warnanya Masing-Masing

Pada produk shampo Clear untuk laki-laki, variannya lebih sedikit dan didominasi warna-warna gelap.

Clear Men: Variasi Produk untuk Pria

Pemahaman terhadap jenis user dan karakteristiknya, penting sekali untuk diasah oleh seorang desainer, termasuk dalam penentuan preferensi warna untuk produk yang dibangun. Oleh karena itu, penting bagi seorang desainer untuk mempelajari konsep warna dan penggunaannya dalam desain.


Mari memperhatikan desain dua Dialog Box untuk aplikasi “Adaptec Easy CD Creator” di bawah ini. Pada Gambar 1 untuk proses yang berhasil, yang dilambangkan dengan check (v) berwarna merah. Untuk proses yang gagal, ditunjukkan pada Gambar 2, dengan tanda silang (x) yang juga berwarna merah.

Gambar 1: Desain untuk proses yang berhasil
Gambar 2: Desain untuk proses yang gagal

Desain tanda check untuk berhasil dan tanda silang untuk gagal yang sama-sama berwarna merah, dapat menyulitkan user, Alasannya adalah warna merah identik dengan proses gagal atau error, tetapi tandanya adalah check (v) yang identik dengan berhasil. Sementara secara natural, ketika melihat sebuah desain, manusia memperhatikan warna terlebih dahulu, baru bentuknya. Terdapat penggabungan dua simbol yang bertentangan, yaitu check (v) lambang berhasil dengan warna merah lambang gagal atau error, dalam satu desain. Tidak ada yang menentukan bahwa gagal atau error harus berwarna merah, tetapi secara umum arti tersebut sudah melekat pada persepsi sebagian besar manusia.

Contoh Dialog Box di atas menjadi pembelajaran bahwa pemilihan warna harus memperhatikan persepsi umum di publik, dan disusun untuk dapat mempermudah user, bukan memperlambat waktunya dalam menyelesaikan satu pekerjaan.



TEORI WARNA

Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Teori warna pada intinya adalah tentang mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika.

Ide-ide ini diwakili dalam berbagai diagram – color wheels, segitiga dan grafik yang membantu desainer memahami interaksi warna, memilih dan menggabungkan warna, dan membangun palet warna yang menyenangkan dan efektif. Semua teori warna memiliki satu tujuan: menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.



MODEL WARNA

Terdapat beberapa model warna dalam desain:

  • RGB / Additive
  • CMY / Subtractive

Model Warna RGB / Additive

RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue. Model RGB adalah unit kubus, dengan (0,0,0) sama dengan hitam; (1,1,1) sama dengan putih; dan tiga dimensi mengukur tingkat merah, hijau dan biru. Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display, karena setiap piksel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau dan biru yang terpisah.

Ilustrasi Kubus Warna RGB
Model Warna Red-Green-Blue (RGB)

Model Warna CMY / Subtractive

Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:

  • CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black: untuk membentuk CMYK dari proses litografi 4 warna. CMY adalah warna complementary dari RGB.
  • RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue. Meskipun tidak ilmiah, digunakan sebagai dasar untuk sebagian besar teori warna.
Ilustrasi Kubus Warna CMY
Model Warna Cyan-Magenta-Yellow-Black
Model Warna Red-Yellow-Blue


COLOR WHEEL

Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.

Terdapat beberapa jenis color wheel seperti gambar di bawah ini.

Jenis Color Wheel

Hubungan antarwarna dapat ditunjukkan melalui penggunaan color wheel. Color wheel menunjukkan hubungan antara berbagai warna berdasarkan konten warna merah, kuning dan biru dari masing-masing warna. Color wheel pertama kali dikembangkan oleh Sri Isaac Newton pada tahun 1666.

Color Wheel

Varian color wheel yang paling berguna dan paling sering digunakan ditunjukkan pada gambar di bawah, meliputi kombinasi (Stone, 2008):

  • red, red-orange
  • orange, yellow-orange
  • yellow, yellow-green
  • green, blue-green
  • blue, blue-purple
  • purple, red-purple
Ilustrasi Color Wheel

Bleicher (2011) menyatakan bahwa color wheel dapat dikategorikan menjadi tiga jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir, yaitu:

  1. Primary color (warna primer)
  2. Secondary color (warna sekunder)
  3. Intermediate atau tertiary color (warna tersier)

Gambar di bawah ini menunjukkan pengkategorian ketiga jenis warna.

Tiga Kategori Warna Pada Color Wheel

PRIMARY COLOR

Primary color terdiri dari: red, yellow, blue. Primary color adalah warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.

Tiga Primary Color

SECONDARY COLOR

Secondary color terdiri dari: green, orange, purple. Warna ini dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer:

  • yellow + red = orange
  • blue + yellow = green
  • blue + red = purple
Warna-Warna Sekunder (Secondary Color)

TERTIARY COLOR

Tertiary color terdiri dari: yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green. Tertiary color dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color untuk membentuk warna hibrida, sehingga namanya terdiri dari dua kata, misalnya blue-green.

Warna-Warna Tersier (Tertiary Color)

Pemahaman yang menyeluruh tentang color wheel dan hubungan antarwarna memungkinkan desainer untuk:

  • mengerti warna lebih baik, dan
  • tahu bagaimana memilih warna untuk desain mereka.


HARMONISASI WARNA

Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User Experience (UX) yang lebih baik. Hal ini artinya merupakan ide yang baik jika pada awal proses desain Anda memikirkan skema warna apa yang akan Anda gunakan. Cara warna dipadukan dapat menambahkan atau justru mengurangi look & feel dari desain.

Menurut Bleicher (2011), ada 7 skema warna utama (dan beberapa kombinasi dan varian dari skema ini) yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu:

  1. Monochromatic
  2. Analogous
  3. Complementary
  4. Split-Complementary (Compound Harmony)
  5. Triadic
  6. Tetradic
  7. Square

1. MONOCHROMATIC

Skema monochromatic didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna). Secara teori, skema ini adalah yang paling sederhana dari semua skema.

Ilustrasi Warna Monochromatic
Contoh 1 Desain dengan harmonisasi warna Monochromatic
Contoh 2 Desain dengan harmonisasi warna Monochromatic

2. ANALOGOUS

Skema analogous didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple. Skema ini dengan mudah ditemukan di alam – pikirkan saja pepohonan di musim gugur saat daunnya berubah warna.

Skema warna Analogous

3. COMPLEMENTARY

Skema warna complementary didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan (membatalkan satu sama lain jika dipasangkan). Skema ini juga dikenal sebagai skema “warna berlawanan” (opposite color).

Skema warna Complementary
Contoh penggunaan warna Complementary pada website
Contoh penggunaan warna Complementary pada desain pakaian

4. SPLIT COMPLEMENTARY

Skema warna split complementary didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous. Dapat dikatakan, warna complementary dipilih dan kemudian warna di kedua sisi mereka pada color wheel juga digunakan dalam desain.

Skema warna Split Complementary

5. TRIADIC

Skema triadic didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel. Cara termudah untuk menemukan skema triadic adalah dengan meletakkan segitiga sama sisi pada color wheel sehingga setiap sudut menyentuh satu warna. Tiga warna akan persis 120° dari warna yang lain. Anda dapat menemukan skema triadic dalam banyak bidang seni karena lebih mudah untuk memberikan hasil visual yang menyenangkan.

Skeme warna Triadic

6. TETRADIC (DOUBLE COMPLEMENTARY)

Skema tetradic memanfaatkan dua set skema complementary: empat warna. Skema ini dapat menciptakan pengalaman visual yang sangat menarik, tetapi sulit untuk tetap seimbang. Alasannya adalah karena satu warna pada skema tetradic perlu mendominasi warna lain. Jumlah yang sama dari setiap warna sering mengarah ke tampilan yang janggal/ kaku/ aneh /awkward.

Skema warna Tetradic

7. SQUARE

Skema square adalah varian dari skema tetradic, dengan menempatkan bujur sangkar pada color wheel dan memilih warna yang terletak di sudut-sudutnya. Karenanya, Anda akan menemukan empat warna yang berjarak sama rata 90° satu dengan yang lain. Berbeda dengan skema warna tetradic, skema square bekerja paling baik ketika semua warna digunakan secara merata di seluruh desain.

Skema warna Square


TEMPERATUR WARNA

Warna dapat digunakan untuk menyampaikan konten emosi serta membantu tampilan dan nuansa pada desain Anda. Perlu dicatat pada titik ini bahwa budaya, jenis kelamin, pengalaman, dll juga akan mempengaruhi cara warna beresonansi dengan mereka dan bahwa user research adalah indikator respon emosinonal yang lebih baik terhadap warna daripada pedoman yang didasarkan pada color wheel. Misalnya, apakah Anda tahu bahwa di China, merah adalah hal yang mewakili kebahagiaan dan kemakmuran, tetapi putih dianggap warna untuk penguburan atau mewakili kemalangan? Di Yunani, kuning menyampaikan gagasan tentang kesedihan, dll. Warna adalah masalah besar dalam bagaimana orang-orang dari berbagai belahan dunia akan menafsirkan desain Anda.

Jika Anda ingin mengikuti pendekatan color wheel, ada 3 indikator temperatur warna:

  1. Warm
  2. Cool
  3. Neutral
Temperatur Warna pada Color Wheel

TEMPERATUR WARNA COOL

Warna yang terletak di separuh color wheel termasuk yellow, orange dan red. Warna-warna ini mencerminkan perasaan seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.

TEMPERATUR WARNA WARM

Warna yang terletak di sisi lain color wheel termasuk green, blue dan purple. Warna-warna dingin mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.

TEMPERATUR WARNA NEUTRAL

Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu. Warna-warna ini termasuk abu-abu, cokelat, putih dan hitam.

Jenis warna Neutral

Pilihan kategori warna Anda akan tergantung pada apa yang ingin Anda capai pada desain Anda. Anda harus selalu menguji palet warna dengan user untuk memastikan bahwa pilihan yang Anda buat mencerminkan realitas pada user. Hampir selalu lebih mudah untuk mengatur dan menguji palet warna di awal proses pengembangan daripada di akhir; termasuk juga dapat menghemat waktu Anda.



HUE, SATURATION, BRIGHTNESS

Hues, Tints, Tones, Shades

HUE

Dalam istilah praktis, hue mengacu pada tone warna tertentu. Hue bukan nama lain untuk warna karena warna dapat memiliki saturation dan brightness. Misalnya, warna dengan hue yang sama dibedakan dengan kata sifat yang merujuk pada lightness dan/atau saturation-nya, seperti hijau muda (light green) atau biru pastel (pastel blue).

Ilustrasi Hue
Contoh Hue

SATURATION

Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu. Pada saturasi maksimum, warna tidak mengandung abu-abu sama sekali. Pada saturasi minimum, sebagian besar warna akan berwarna abu-abu.

Contoh Saturation

BRIGHTNESS

Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

Contoh Brightness

Penggunaan hue, saturation dan brigtness dalam desain dapat dilihat pada gambar Color Picker di aplikasi Adobe Photoshop di bawah ini. Pada bagian bawah kiri menunjukkan saturation dan brightness dari hue cyan. Saturation ditingkatkan dengan menyeret pilihan secara horizontal ke kanan kotak dan menurun ke kiri. Brightness ditingkatkan dengan menyeret secara vertical ke arah atas kotak dan menuruh ke arah bawah.

Color Picker pada aplikasi Adobe Photoshop
Penggunaan Saturation dan Brightness


ARTI WARNA

Setiap warna memiliki makna masing-masing dan sangat erat berkaitan dengan wilayah, budaya dan kepercayaan.

RED

YELLOW

BLUE

GREEN

PURPLE

Anda dapat membaca penjelasan rinci terkait definisi warna ungu dan kaitannya dengan dukacita pada link Colours of Mourning Around the World.

ORANGE

BLACK

WHITE

GRAY



PEDOMAN DESAIN WARNA

Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:

  • Hindari warna saturated
  • Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
  • Konsisten dengan ekspektasi

HINDARI WARNA SATURATED

Secara umum, hindari warna saturated. Saturated color dapat menyebabkan kelelahan visual. Contoh warna saturated dapat dilihat pada contoh di bawah ini.

Contoh Saturated Color pada background halaman aplikasi

Saturasi yang sangat kontras antara warna merah dan kuning akan membuat mata lelah. Contoh lainnya dapat dilihat dibawah ini.

Contoh warna saturated pada teks dan background teks

Sebaliknya, gunakan warna “pastel” yang kurang jenuh, yang mencampur warna abu-abu atau putih ke dalam warna murni.

Contoh penggunaan warna pastel

GUNAKAN SEDIKIT WARNA

Secara umum, warna harus digunakan dengan hemat. Interface dengan banyak warna tampak lebih kompleks, lebih berantakan dan lebih mengganggu. Gunakan sejumlah kecil dengan hue yang berbeda.

Toolbar dengan warna terlalu banyak

Toolbar di atas menggunakan terlalu banyak warna (termasuk banyak di antaranya warna saturated), sehingga tidak ada tombol yang menonjol dan toolbar ini terasa sulit untuk di-scan.

Sebaliknya, toolbar di bagian bawah hanya menggunakan sedikit warna. Toolbar ini lebih tenang untuk dilihat dan tombol-tombol mengunakan warna (seperti tombol Open File) yang benar-benar dimunculkan.

Toolbar dengan sedikit warna

Kuning pucat dan abu-abu sangat terang merupakan warna background yang baik. Background gelap cenderung rumit; terlalu mudah mengacaukan kontras dan membuat teks kurang terbaca, seperti gambar di bawah.

Penggunaan background gelap dalam desain

KONSISTEN DENGAN EKSPEKTASI

Salah satu masalah dengan Adaptec di awal tulisan ini adalah penggunaan warna merah untuk OK. Merah umumnya berarti berhenti, peringatan, kesalahan atau panas. Hijau secara konvensional berarti GO atau OK. Yellow berarti berhati-hati atau lambat. Tetapi perhatikan bahwa makna konvensional untuk warna ini tergantung pada budaya dan apa yang berfungsi dalam budaya Barat misalnya tidak berfungsi untuk semua user.

Adaptec Easy CD Creator

MEMILIH WARNA YANG BAIK

Beberapa cara untuk dapat menentukan atau memilih warna yang baik adalah:

  • Copy warna dari Interface lain
  • Pilih warna dari foto dengan warna alami
  • Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu (pilihan aman)
  • Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi (minta pendapat orang lain tentang ini).


TOOLS UNTUK DESAIN

Terdapat beberapa tools yang dapat Anda gunakan sebagai alat bantu dalam pemilihan warna untuk desain yang sedang Anda kerjakan.

BROWSER DEVELOPER TOOLS

Gunakan browser developer tools untuk melihat CSS style:

  • https://developer.mozilla.org/en-US/docs/Tools/Page_Inspector/UI_Tour#CSS_pane
  • https://developer.mozilla.org/en-US/Learn/Common_questions/What_are_browser_developer_tools

DIGITAL COLOR METER / COLORPIC

DigitalColorMeter (Macintosh), ColorPic (Windows) adalah tool yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi warna daripada screen.

Aplikasi Digital Color Meter

ADOBE COLOR

Adobe Color dapat digunakan untuk memilih jenis harmonisasi warna. Tool ini dapat diakses pada link https://color.adobe.com.

Adobe Color meter mengidentifikasi warna dari sebuah gambar
Pemilihan jenis harmonisasi warna pada Adobe Color

HTML COLOR

HTML Color dapat diakses pada link https://www.w3schools.com/colors/colors_hex.asp.


100 Color Combinations oleh Canva



REFERENSI



61 thoughts on “Color

  1. Nama : Danuri Nainggolan
    NIM : 11419043
    Kelas : 42TRPL2
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.

    Color wheel adalah kombinasi dari 12 warna untuk memetakan harmonisasi.
    Color wheel dapat dikategorikan menajdi 3 jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yaitu:
    1 primary color : red, blue and yellow
    2 secondary color : green, orange, purple
    3 tertiary color : red-violet, red-orange, yellow-orange, blue-violet, blue-green, yellow-green.

    Adapun 7 skema warna utama yaitu :
    -monochromatic
    -analogous
    -complementary
    -split-complementary
    -triadic
    -tetradic (double complementary)
    -square.
    Memilih warna yang baik:
    1 copy warna dari interface lain
    2 pilih warna dari photo dengan warna alami
    3 pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu
    4 pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi

  2. Nama : Malino Win Crisnando Sihotang
    NIM : 11419039
    Prodi : D4-TRPL-2

    COLORS

    Teori Warna adalah perpaduan antara warna yang satu dengan yang lain untuk menjadikan kombinasi warna yang harmonis.

    Model Warna

    Terdapat beberapa model warna dalam desain:

    RGB / Additive
    CMY / Subtractive

    Model Warna RGB / Additive

    RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue

    Model Warna CMY / Subtractive

    Warna subtraktif

    COLOR WHEEL

    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.

    Varian color wheel yang paling berguna dan paling sering digunakan ditunjukkan pada gambar di bawah, meliputi kombinasi (Stone, 2008):

    ~ red, red-orange
    ~ orange, yellow-orange
    ~ yellow, yellow-green
    ~ green, blue-green
    ~ blue, blue-purple
    ~ purple, red-purple

    PRIMARY COLOR

    Primary color terdiri dari: red, yellow, blue.

    SECONDARY COLOR

    Secondary color terdiri dari: green, orange, purple.

    TERTIARY COLOR

    Tertiary color terdiri dari: yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green.

    HARMONISASI WARNA

    merupakan ide yang baik jika pada awal proses desain Anda memikirkan skema warna apa yang akan Anda gunakan. Cara warna dipadukan dapat menambahkan atau justru mengurangi look & feel dari desain.

    untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu:

    ~ Monochromatic
    ~ Analogous
    ~ Complementary
    ~ Split-Complementary (Compound Harmony)
    ~ Triadic
    ~ Tetradic
    ~ Square

    1. MONOCHROMATIC

    Skema monochromatic didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna).

    2. ANALOGOUS

    Skema analogous didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple.

    3. COMPLEMENTARY
    Skema warna complementary didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan (membatalkan satu sama lain jika dipasangkan).

    4. SPLIT COMPLEMENTARY
    Skema warna split complementary didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous.

    5. TRIADIC
    Skema triadic didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel.

    6. TETRADIC (DOUBLE COMPLEMENTARY)
    Skema tetradic memanfaatkan dua set skema complementary: empat warna.

    7. SQUARE
    Skema square adalah varian dari skema tetradic, dengan menempatkan bujur sangkar pada color wheel dan memilih warna yang terletak di sudut-sudutnya.

    TEMPERATUR WARNA

    Warna dapat digunakan untuk menyampaikan konten emosi serta membantu tampilan dan nuansa pada desain Anda.

    Jika Anda ingin mengikuti pendekatan color wheel, ada 3 indikator temperatur warna:

    1. Warm
    2. Cool
    3. Neutral

    HUE, SATURATION, BRIGHTNESS

    1. HUE

    Dalam istilah praktis, hue mengacu pada tone warna tertentu. Hue bukan nama lain untuk warna karena warna dapat memiliki saturation dan brightness.

    2. SATURATION
    Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu. Pada saturasi maksimum, warna tidak mengandung abu-abu sama sekali.

    3. BRIGHTNESS
    Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    PEDOMAN DESAIN WARNA

    Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:

    1. Hindari warna saturated
    2. Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    3. Konsisten dengan ekspektasi

  3. Nama : Zico Andreas Aritonang
    NIM : 11419049
    Kelas : 42 TRPL2

    ◾ Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat
    digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis dan untuk
    mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika.

    ◾ MODEL WARNA
    Terdapat beberapa model warna dalam desain:
    – RGB (Red-Green-Blue) / Additive
    Model RGB digunakan langsung oleh monitor dan display, karena setiap piksel
    dalam monitor memiliki komponen Red-Green-Blue yang terpisah.
    – CMY / Subtractive
    1. CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). CMY adalah warna
    complementary
    dari RGB.
    2. RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.

    ◾ COLOR WHEEL
    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna,
    yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.

    kombinasi warna dasar Bleicher (2011)

    1 .Primary color (warna primer)
    Primary color terdiri dari: red, yellow, blue karena warna dasar
    yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.

    2. Secondary color (warna sekunder)
    Secondary color terdiri dari: green, orange, purple.

    3. Intermediate atau tertiary color (warna tersier/campuran warna primary dan sekunder)
    Tertiary color terdiri dari: yellow-orange, red-orange,
    red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green.

    ◾ HARMONISASI WARNA
    1. Monochromatic
    warna yang dibuat dengan variasi tones, tints, dan shades dari hue (warna).
    Merupakan kombinasi warna yang paling sederhana.
    2. Analogous
    tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange,
    red-purple. Skema mudah ditemukan di alam.
    3. Complementary
    satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan. Skema warna berlawanan (opposite color).
    4. Split-Complementary (Compound Harmony)
    Kombinasi skema warna complementary dengan analogous.
    Skema akan membentuk segitiga sama kaki.
    5. Triadic
    Penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya.
    Ketiga warna akan persis 120 derajat dari warna lain (membentuk segitiga sama sisi).
    6. Tetradic
    Memanfaatkan dua set skema complementary menjadi empat warna.
    7. Square
    Varian dari skema tetradic. Warna yang berjarak sama rata 90 derajat satu dengan lainnya.

    ◾ TEMPERATUR WARNA
    1. Warm
    Warna yang terletak di separuh color wheel termasuk yellow, orange dan red.
    2. Cool
    Warna yang terletak di sisi lain color wheel termasuk green, blue dan purple.
    3. Neutral
    Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu.

    ◾ HUE
    Hue bukan nama lain untuk warna karena warna dapat memiliki saturation dan brightness.
    ◾ SATURATION
    Intensitas hue dengan abu-abu.
    ◾ BRIGHTNESS
    Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung
    dalam satu warna.

    ◾ PEDOMAN DESAIN WARNA
    1. Hindari warna saturated
    Saturated color dapat menyebabkan kelelahan visual.
    2. Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    Interface dengan banyak warna tampak lebih kompleks, lebih berantakan dan lebih mengganggu.
    3. Konsisten dengan ekspektasi
    penggunaan warna

    MEMILIH WARNA YANG BAIK
    1. Copy warna dari Interface lain
    2. Pilih warna dari foto dengan warna alami
    3. Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu (pilihan aman)
    4. Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi (minta pendapat orang lain tentang ini).

  4. Nama : Josua Simbolon
    Nim : 11419032
    Kelas : 42 TRPL 1

    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.

    Model warna
    1. RGB (Red, Green, Blue) => digunakan untuk konsep design yang akan dilihat di komputer.
    2. CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black) => digunakan untuk konsep design yang akan dicetak.
    3. RYB (Red, Yellow, Blue) => digunakan untuk mulai membuat harmonisasi warna. Lingkaran warna mengacu pada model warna RYB.

    Color wheel adalah kombinasi 12 warna yang dapat digunakan untuk memetakan harmonisasi-harmonisasi antar warna yang mengacu pada warna dasar. Color wheel dapat dikategorikan menjadi tiga jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir:
    1. Primary Color, warna dasar yang tidak dapat dipecah.
    2. Secondary Color, gabungan dari 2 warna primer.
    3. Tertiary Color, dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color untuk membentuk warna hibrida, sehingga namanya terdiri dari dua kata, contohnya blue-green.

    7skema warna utama dan beberapa kombinasi/varian :
    1. Monochromatic:
    – didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue(warna)
    – skema yang paling sederhana dari semua skema
    2. Analogous:
    – Tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple
    – Skema ini mudah ditemukan di alam
    3. Complementary:
    – Menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan
    – Skema warna berlawanan(opposite color)
    4. Split – complementary:
    – Kombinasi skema warna Complementary dengan analogous
    – Warna complementary dipilih dan kemuadian warna dikedua sisi mereka pada color wheel juga digunakan dalam desain
    5. Triadic:
    – Pengunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya
    – Tiga warna akan persis 120 derajat dari warna lain
    6. Tetradic:
    – Memanfaatkan dua set skema complementary menjadi empat warna
    7. Square:
    – Varian dari skema tetradic
    – Warna yang berjarak sama rata 90 derajat satu dengan yang lain

  5. Nama : Jerikho Silaban
    NIM : 114190542
    Kelas : 42 TRPL2

    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.

    Ketika berbicara tentang Color (Warna), sering secara tidak sadar terjadi pengelompokan berdasarkan gender, laki-laki dengan perempuan. Mari melihat pada gambar di bawah ini. Barang atau produk untuk anak laki-laki identik dengan warna biru, sedangkan untuk anak perempuan berwarna pink. Tidak ada teori yang menentukan pengelompokan ini atau membenarkannya. Pandangan ini terbentuk menjadi persepsi publik.

    Color wheel dapat dikategorikan menajdi 3 jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yaitu:
    1.Primary color : blue, red and yellow
    2.Secondary color : green, orange, purple
    3.Tertiary color : red-violet, red-orange, yellow-orange, blue-violet, blue-green, yellow-green.

    Ada 7 skema warna utama yaitu :
    1.Monochromatic
    2.Analogous
    3.Complementary
    4.Split-complementary
    5.Triadic, tetradic (double complementary)
    6.Square

    Memilih warna yang baik:
    1.Copy warna dari interface lain
    2.Pilih warna dari photo dengan warna alami
    3.Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu, atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi

    Pedoman desain warna :
    1. Hindari warna saturated
    2. Gunakan sedikit warna
    3. Konsisten dengan ekspektasi

    TOOLS UNTUK DESAIN
    Terdapat beberapa tools yang dapat Anda gunakan sebagai alat bantu dalam pemilihan warna untuk desain yang sedang Anda kerjakan. Berikut Contohnya :
    1. BROWSER DEVELOPER TOOLS
    2. DIGITAL COLOR METER / COLORPIC
    3. Aplikasi Digital Color Meter
    4. ADOBE COLOR
    5. HTML COLOR

  6. Nama : Martuani Sitohang
    NIM : 11419051
    Prodi : 42 TRPL 2

    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.
    Semua teori warna memiliki satu tujuan: menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.

    Model Warna
    Terdapat beberapa model warna dalam desain:
    a. RGB / Additive
    b. CMY / Subtractive

    Color wheel dibagi menjadi 3 jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar, yaitu:
    a. primary color : red, blue and yellow
    b. secondary color : green, orange, purple
    c. tertiary color : red-violet, red-orange, yellow-orange, blue-violet, blue-green, yellow-green.

    Harmonisasi Warna
    Ada 7 skema warna utama, yaitu:
    a. Monochromatic => menggunakan satu warna tetapi ada variasi dari tones, shade, brightness, tetapi mengacu pada satu warna dasar
    b. Analogous => menggunakan tiga warna yang bersebelahan seperti red, red-orange, dan orange
    c. Complementary => menggunakan warna yang berseberangan seperti warna merah hijau seperti jersey Timnas Indonesia
    d. Split Complementary => menggunakan kombinasi skema warna complementary dan analogous jika diperhatikan, skema ini membentuk segitiga sama kaki
    e. Triadic => menggunakan tiga warna yang memiliki jarak sama satu dengan yang lain, skema ini membentuk segitiga sama sisi
    f. Tetradic => menggunakan kombinasi 2 set warna complementary, skema ini membentuk persegi panjang
    g. Square => menggunakan empat warna yang memiliki jarak sama satu dengan yang lain, skema ini membentuk persegi

    Temperatur Warna
    ada 3 indikator temperatur warna, yaitu:
    a. Warm => warna yang terletak di sisi lain color wheel termasuk green, blue dan purple.
    b. Cool => warna yang terletak di separuh color wheel termasuk yellow, orange dan red.
    c. Neutral => warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu. Warna-warna ini termasuk abu-abu, cokelat, putih dan hitam.

    HUE, SATURATION, BRIGHTNESS
    HUE
    Dalam istilah praktis, hue mengacu pada tone warna tertentu. Hue bukan nama lain untuk warna karena warna dapat memiliki saturation dan brightness.
    SATURATION
    Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu. Pada saturasi maksimum, warna tidak mengandung abu-abu sama sekali.
    BRIGHTNESS
    Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    PEDOMAN DESAIN WARNA
    a. Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:
    b. Hindari warna saturated
    c. Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    d. Konsisten dengan ekspektasi

    Memilih Warna Yang Baik
    Beberapa cara untuk dapat menentukan atau memilih warna yang baik adalah:
    a. Copy warna dari Interface lain
    b. Pilih warna dari foto dengan warna alami
    c. Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu (pilihan aman)
    d. Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi (minta pendapat orang lain tentang ini).

  7. Nama : Sarah Susanty O. Tampubolon
    NIM : 11419007
    Kelas : 42TRPL1

    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan warna yang harmoni.

    Ada 3 model warna dalam design, yaitu :
    1.RGB : Red, Green, Blue : digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display.
    2.CMYK : Cyan, Magenta, Yellow, Black : digunakan dalam design yang akan dicetak (warna complementary dari RGB)
    3.RYB : Red, Yellow, Blue :digunakan sebagai dasar untuk sebagian besar teori warna.

    Color Wheel adalah kombinasi dari 12 warna untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna .

    Varian color wheel yang paling berguna dan paling sering digunakan :
    red, red-orange
    orange, yellow-orange
    yellow, yellow-green
    green, blue-green
    blue, blue-purple
    purple, red-purple

    Ada 3 Jenis warna color wheel, yaitu :
    1. Primary color : Warna yang tidak dapat lagi dipecah. (red, yellow, blue)
    2. Secondary color : Gabungan dari warna primary. (green, orange, purple.)
    3. Intermediate atau tertiary color : Gabungan dari 1 warna primary dan 1 warna secondary.(yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green.)

    Ada 7 Skema warna, yaitu :
    1. Monochromatic : Dibuat dari tints, tones, dan shades
    2. Analogous : 3 warna yang bersebelahan
    3. Complementary : Warna yang berseberangan
    4. Split-Complementary : Kombinasi dari complementary dan analogous
    5. Triadic : Tiga warna yang berjarak sama.’Seperti segitiga sama sisi’
    6. Tetradic : Seperti persegi panjang
    7. Square : Kombinasi warna, 4 warna yang berjarak 2 sisi yang menjadi kombinasinya

    Ada 3 indikator temperatur warna, yaitu :
    1.Warm : mencerminkan perasaan seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.
    2.Cool : Warna-warna dingin mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.
    3.Neutral : tidak mencerminkan emosi tertentu.

    HUE, SATURATION, BRIGHTNESS
    –> HUE : mengacu pada tone warna tertentu.
    –> SATURATION : intensitas hue dengan abu-abu.
    –> BRIGHTNESS : mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    Setiap warna memiliki makna masing-masing dan sangat erat berkaitan dengan wilayah, budaya dan kepercayaan.

    Ada 3 Pedoman Desain Warna, yaitu :
    1. Hindari warna saturated
    2. Gunakan Sedikit Warna
    3. Konsisten dengan ekspektasi

    Cara memilih warna yang baik, yaitu :
    1.Copy warna dari Interface lain
    2.Pilih warna dari foto dengan warna alami
    3.Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu
    4.Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi

    Tools yang dapat digunakan untuk desain warna, yaitu :
    1. Browser Developer Tools 
    2. Digital Color Meter
    3. Adobe Color
    4. HTML Color

  8. Nama : Ivanowsky Fernandes Habeahan
    NIM : 11419030
    Kelas : 42 TRPL 1

    PENGANTAR
    Berbicara tentang warna, warna memiliki keidentikan masing masing. Contohnya warna pink identik dengan warna untuk wanita, warna pink identik dengan warna error.

    TEORI WARNA
    Teori warna pada intinya adalah tentang mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika. Tujuan dari teori warna adalah menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.

    HARMONISASI WARNA
    Cara warna dipadukan dapat menambahkan atau justru mengurangi look & feel dari desain. Menurut Bleicher (2011), ada 7 skema warna utama :
    1. Monochromatic
    => Didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna).
    2. Analogous
    => Didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple.
    3. Complementary
    => Didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan.
    4. Split-Complementary (Compound Harmony)
    => Didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous.
    5. Triadic
    => Didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel.
    6. Tetradic
    => Memanfaatkan dua set skema complementary: empat warna.
    7. Square
    => Varian dari skema tetradic, dengan menempatkan bujur sangkar pada color wheel dan memilih warna yang terletak di sudut-sudutnya.

    PEDOMAN DESAIN WARNA
    – Hindari warna saturated
    – Gunakan sedikit warna
    – Konsisten dengan ekspektasi
    – Memilih warna yang baik

    TOOLS DESAIN
    – Digital Color Meter (Macintosh)/ Colorpic (Windows)
    – Adobe Color
    – HTML Color

  9. Nama : Santo L Harianja
    Nim : 11419027
    Kelas : 42 TRPL 1

    COLORS
    Pengantar

    =>Teori warna
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Teori warna bertujuan unuuk menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.
    Terdapat dua model warna yaitu RGB / Additive dan CMY / Subtractive .
    – RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue. Model RGB adalah unit kubus, dengan (0,0,0) sama dengan hitam; (1,1,1) sama dengan putih; dan tiga dimensi mengukur tingkat merah, hijau dan biru.
    – CMY adalah Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis
    1) CMY :warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY) K atau black.CMY adalah warna complementary dari RGB.
    2) RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.

    color whele
    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna. Color wheel menunjukkan hubungan antara berbagai warna berdasarkan konten warna merah, kuning dan biru dari masing-masing warna. Varian color whele paling sering digunakan:
    – red, red-orange
    – orange, yellow-orange
    – yellow, yellow-green
    – green, blue-green
    – blue, blue-purple
    – purple, red-purple

    Color whele dapat dikategorikan menjadi 3 bagian yaitu:
    1) Primary color => terdiri dari: red, yellow, blue. Primary color adalah warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.
    2) Secondary color => terdiri dari: green, orange, purple. Warna ini dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer
    3) Tertiary color terdiri dari: yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green. Tertiary color dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color.

    Harmonisasi warna
    Menurut Bleicher (2011), ada 7 skema warna utama yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu:
    1) Monochromatic => Didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna). ini merupakan skema paling sederhana.
    2) Analogous => Didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple.
    3) Complementary (Warna berlawanan )=> Didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan .
    4) Split-Complementary (Compound Harmony) => Didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous.
    5) Triadic => Didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel.
    6) Tetradic => Skema ini dapat menciptakan pengalaman visual yang sangat menarik, tetapi sulit untuk tetap seimbang.
    7) Square => Varian dari skema tetradic, dengan menempatkan bujur sangkar pada color wheel dan memilih warna yang terletak di sudut-sudutnya.

    Temperatur warna
    1) Cool => Warna yang terletak di separuh color wheel termasuk yellow, orange dan red.
    2) Warm => Warna yang terletak di sisi lain color wheel termasuk green, blue dan purple.
    3) Neutral => Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu. Warna-warna ini termasuk abu-abu, cokelat, putih dan hitam.

    Hue , Saturation, Brightness
    HUE => Dalam istilah praktis, hue mengacu pada tone warna tertentu. Hue bukan nama lain untuk warna karena warna dapat memiliki saturation dan brightness.
    Saturation => ntensitas hue dengan abu-abu. Pada saturasi maksimum, warna tidak mengandung abu-abu sama sekali.
    Brightness => Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    Pedoman desain warna
    Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:

    – Hindari warna saturated
    – Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    – Konsisten dengan ekspektasi

    Tools desain
    – BROWSER DEVELOPER TOOLS, DIGITAL COLOR METER / COLORPIC, ADOBE COLOR, HTML COLOR dll

  10. Nama : Meyliza Veronica Siregar
    NIM : 11419058

    Konsep warna sangat penting dipelajari oleh seorang desainer. Teori warna merupakan panduan yang digunakan membuat kombinasi warna yang baik sehingga menciptakan harmonisasi dalam desain.
    Model warna :
    – RGB / Additive : Warna Red-Green-Blue, digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display
    – CMY / Subtaractive : dibuat dari cahaya yang dipantulkan

    Color Wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.
    1. Primary color
    2. Secondary color
    3. Intermediate / tertiary color

    Harmonisasi Warna
    1. Monochromatic : didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints,tones dan shades dari hue(warna).
    2. Analogous : Tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red,red-orane,red-purple.
    3. Complementary : Menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang bersebrangan.
    4. Split-complementary : Kombinasi skema warna complementary dengan analogous.
    5. Triadic : Penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya.
    6. Tetradic : Memanfaatkan dua set skema complementary.
    7. Square : Varian dari skema tetradic.

    Temperature Warna
    1. Warm
    2. Cool
    3. Neutral

    Pedoman Desain Warna
    1. Hindari warna saturated
    2. Gunakan sedikit warna
    3. Konsisten dengan ekspektasi

    Terdapat beberapa tools yang dapat digunakan untuk desain warna yaitu browser developer tools, digital color meter, adobe color, dan html color.

  11. Nama: Fretty L M Sialalhi
    NIM: 11419057
    kelas:42 trpl 2

    COLOR
    TEORI WARNA
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Teori warna pada intinya adalah tentang mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika.

    MODEL WARNA
    Terdapat beberapa model warna dalam desain:

    1. RGB / Additive
    2. CMY / Subtractive

    Model Warna RGB / Additive
    RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue. Model RGB adalah unit kubus. Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display, karena setiap piksel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau dan biru yang terpisah.

    Model Warna CMY / Subtractive
    Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:

    A.CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black: untuk membentuk CMYK dari proses litografi 4 warna. CMY adalah warna complementary dari RGB.
    B.RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue. Meskipun tidak ilmiah, digunakan sebagai dasar untuk sebagian besar teori warna.

    COLOR WHEEL
    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.

    Varian color wheel yang paling berguna
    1.red, red-orange
    2.orange, yellow-orange
    3.yellow, yellow-green
    4.green, blue-green
    5.blue, blue-purple
    6.purple, red-purple

    tiga jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir:
    1.Primary color (warna primer)
    2.Secondary color (warna sekunder)
    3.Intermediate atau tertiary color (warna tersier)

    PRIMARY COLOR
    tdd: red,yellow, blue
    Primary color adalah warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.

    SCONDARY COLOR
    Secondary color terdiri dari: green, orange, purple.

    TERTIARY COLOR
    Tertiary color dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color untuk membentuk warna hibrida.

    HARMONISASI WARNA
    Menurut Bleicher (2011), ada 7 skema warna utama (dan beberapa kombinasi dan varian dari skema ini) yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu:

    1.Monochromatic
    2.Analogous
    3.Complementary
    4.Split-Complementary (Compound Harmony)
    5.Triadic
    6.Tetradic
    7.Square

    1. MONOCHROMATIC
    Skema monochromatic didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna). Secara teori, skema ini adalah yang paling sederhana dari semua skema.

    2. ANALOGOUS
    Skema analogous didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple.

    3. COMPLEMENTARY
    Skema warna complementary didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan

    4. SPLIT COMPLEMENTARY
    Skema warna split complementary didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous.

    5. TRIADIC
    Skema triadic didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel

    6. TETRADIC (DOUBLE COMPLEMENTARY)
    Skema tetradic memanfaatkan dua set skema complementary: empat warna. Skema ini dapat menciptakan pengalaman visual yang sangat menarik, tetapi sulit untuk tetap seimbang.

    7. SQUARE
    Skema square adalah varian dari skema tetradic, dengan menempatkan bujur sangkar pada color wheel dan memilih warna yang terletak di sudut-sudutnya.

    TEMPERATUR WARNA
    Warna dapat digunakan untuk menyampaikan konten emosi serta membantu tampilan dan nuansa pada desain Anda.
    ada 3 indikator temperatur warna:
    1.Warm => Warna-warna ini mencerminkan perasaan seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.
    2.Cool =>Warna-warna dingin mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.
    3.Neutral=>Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu. Warna-warna ini termasuk abu-abu, cokelat, putih dan hitam.

    HUE, SATURATION, BRIGHTNESS
    HUE
    hue mengacu pada tone warna tertentu.

    SATURATION
    Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu.

    BRIGHTNESS
    Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    PEDOMAN DESAIN WARNA
    Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:

    1.Hindari warna saturated => Saturated color dapat menyebabkan kelelahan visual.
    2.Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak) => Saturated color dapat menyebabkan kelelahan visual.
    3.Konsisten dengan ekspektasi=>Salah satu masalah dengan Adaptec di awal tulisan ini adalah penggunaan warna merah untuk OK.

    MEMILIH WARNA YANG BAIK
    1. Copy warna dari Interface lain
    2. Pilih warna dari foto dengan warna alami
    3. Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu (pilihan aman)
    4. Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi (minta pendapat orang lain tentang ini).

    TOOLS UNTUK DESAIN
    BROWSER DEVELOPER TOOLS
    Gunakan browser developer tools untuk melihat CSS style:

    1.https://developer.mozilla.org/en-US/docs/Tools/Page_Inspector/UI_Tour#CSS_pane
    2.https://developer.mozilla.org/en-US/Learn/Common_questions/What_are_browser_developer_tools

    DIGITAL COLOR METER / COLORPIC
    DigitalColorMeter (Macintosh), ColorPic (Windows) adalah tool yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi warna daripada screen.

    ADOBE COLOR
    Adobe Color dapat digunakan untuk memilih jenis harmonisasi warna. Tool ini dapat diakses pada link https://color.adobe.com.

    HTML COLOR
    HTML Color dapat diakses pada link https://www.w3schools.com/colors/colors_hex.asp.

  12. Nama : Jovan Imanuel Sigalingging
    NIM : 11419021
    Kelas : 42TRPL1

    TEORI WARNA
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis atau menghubungkan warna.

    Model Warna
    Terdapat beberapa model warna dalam desain:
    1.Model Warna RGB / Additive
    RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue.
    2. Model Warna CMY / Subtractive
    Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:
    A.CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black.
    B.RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.

    Bleicher (2011) menyatakan bahwa color wheel dapat dikategorikan menjadi tiga jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir, yaitu:
    1.Primary color (warna primer) -> Primary color terdiri dari: red, yellow, blue.
    2.Secondary color (warna sekunder) -> Secondary color terdiri dari: green, orange, purple
    3.Intermediate atau tertiary color (warna tersier) -> Tertiary color terdiri dari: yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green

    HARMONISASI WARNA
    Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User Experience (UX) yang lebih baik
    1.Monochromatic -> didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna)
    2.Analogous -> didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple
    3.Complementary -> didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan
    4.Split-Complementary (Compound Harmony) -> didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous
    5.Triadic -> didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel
    6.Tetradic -> memanfaatkan dua set skema complementary: empat warna
    7.Square -> varian dari skema tetradic

    PEDOMAN DESAIN WARNA
    Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:
    1.Hindari warna saturated
    2.Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    3.Konsisten dengan ekspektasi

  13. Nama : Irvandi Pransena Hutapea
    NIM : 11419008
    Kelas : 11419008

    Color
    1. Teori warna
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.
    Teori warna pada intinya adalah tentang mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika.
    MODEL WARNA
    Terdapat beberapa model warna dalam desain:

    Model Warna RGB / Additive
    RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue.
    Model Warna CMY / Subtractive
    Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:
    CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black: untuk membentuk CMYK dari proses litografi 4 warna. CMY adalah warna complementary dari RGB.
    RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue. Meskipun tidak ilmiah, digunakan sebagai dasar untuk sebagian besar teori warna.
    Color wheel mengacu pada RYB (Red, Yellow, Blue).

    Color wheel dikombinasi 12 warna myang dibagi bloknya 3 jenis warna u\yaitu:
    – primary color : red, blue and yellow
    – secondary color : green, orange, purple
    – tertiary color : Gabungan dari 1 warna primary dan 1 warna secondary.
    red-violet, yellow-orange, red-orange, blue-green, blue-violet, yellow-green.

    PRIMARY COLOR
    Primary color terdiri dari: red, yellow, blue. Primary color adalah warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.

    SECONDARY COLOR
    Secondary color terdiri dari: green, orange, purple. Warna ini dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer:

    yellow + red = orange
    blue + yellow = green
    blue + red = purple

    TERTIARY COLOR
    Tertiary color terdiri dari: yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green.
    2. Harmonisasi warna
    Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User Experience (UX) yang lebih baik. Hal ini artinya merupakan ide yang baik jika pada awal proses desain Anda memikirkan skema warna apa yang akan Anda gunakan.
    Cara warna dipadukan dapat menambahkan atau justru mengurangi look & feel dari desain.

    ada 7 skema warna utama (dan beberapa kombinasi dan varian dari skema ini) yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu:

    1. Monochromatic
    2. Analogous
    3. Complementary
    4. Split-Complementary (Compound Harmony)
    5. Triadic
    6. Tetradic
    7. Square
    3. Pedoman desain warna
    Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:

    A. Hindari warna saturated
    B. Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    C. Konsisten dengan ekspektasi
    4. Tools desain
    – Adobe color
    – Canva
    – Color Mind
    – Coolors
    – HTML Color Codes

  14. Nama : Hilman Sijabat
    NIM : 11419025
    Kelas : 42TRPL 1

    COLOR
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Teori warna pada intinya adalah tentang mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika.
    Semua teori warna memiliki satu tujuan: menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.

    MODEL WARNA :
    1. RGB / Additive
    Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display, karena setiap piksel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau dan biru yang terpisah.
    2. CMY / Subtractive
    Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan :
    -CMY(K)
    -RYB

    COLOR WHEEL
    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.

    Tiga jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir, yaitu:
    1. Primary color (warna primer)
    2. Secondary color (warna sekunder)
    3. Intermediate atau tertiary color (warna tersier)

    HARMONISASI WARNA
    Ada 7 skema warna utama (dan beberapa kombinasi dan varian dari skema ini) yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu:
    1. Monochromatic => didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna).

    2. Analogous => didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple.

    3. Complementary => didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan (membatalkan satu sama lain jika dipasangkan).

    4. Split-Complementary (Compound Harmony) => didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous.

    5. Triadic => didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel.

    6. Tetradic => memanfaatkan dua set skema complementary: empat warna. Skema ini dapat menciptakan pengalaman visual yang sangat menarik, tetapi sulit untuk tetap seimbang. Alasannya adalah karena satu warna pada skema tetradic perlu mendominasi warna lain.

    7. Square => varian dari skema tetradic, dengan menempatkan bujur sangkar pada color wheel dan memilih warna yang terletak di sudut-sudutnya.

    TEMPERATUR WARNA
    Ada 3 indikator temperatur warna:
    1. Warm => Warna yang terletak di sisi lain color wheel termasuk green, blue dan purple.
    2. Cool => Warna yang terletak di separuh color wheel termasuk yellow, orange dan red.
    3. Neutral => Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu. Warna-warna ini termasuk abu-abu, cokelat, putih dan hitam.

    HUE, SATURATION, BRIGHTNESS
    – Hue mengacu pada tone warna tertentu. Hue bukan nama lain untuk warna karena warna dapat memiliki saturation dan brightness.
    – Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu. Pada saturasi maksimum, warna tidak mengandung abu-abu sama sekali. Pada saturasi minimum, sebagian besar warna akan berwarna abu-abu.
    – Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    PEDOMAN DESAIN WARNA :
    – Hindari warna saturated
    – Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    – Konsisten dengan ekspektasi

    Cara untuk dapat menentukan atau memilih warna yang baik adalah:
    1. Copy warna dari Interface lain
    2. Pilih warna dari foto dengan warna alami
    3. Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu (pilihan aman)
    4. Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi (minta pendapat orang lain tentang ini).

  15. Nama : Revi Angeli Siahaan
    NIM : 11419054

    Sering terjadi pengelompokan warna berdasarkan gender. Perempuan memiliki varian warna yang lebih kompleks dan didominasi warna terang sedangkan laki-laki memiliki varian lebih sedikit dan didominasi dengan warna gelap.
    Teori warna merupakan seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Ada beberapa model warna dalam desain yaitu:
    – RGB (Red-Green-Blue) / Additive
    – CMY (Cyan-Magenta-Yellow) / Substractive
    Color Wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna. Ada 3 kategori color wheel yaitu :
    – Primary color (warna primer) yaitu warna dasar
    – Secondary color (warna sekunder) yaitu pencampuran 2 warna primer
    – Intermediate/ tertiary color (warna tersier) yaitu pencampuran primary dengan secondary color
    Ada 7 skema warna utama yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu monochromatic, analogous, complementary, split-complementary (compound harmony), triadic, tetradic, square. Ada 3 indikator temperature warna yaitu : warm, cool, neutral. Beberapa pedoman desain warna yaitu:
    – Menghindari warna saturated
    – Gunakan sedikit warna
    – Konsistensi dengan ekspetasi
    Tools untuk desain dengan pemilihan warna yaitu browser developer tools, digital color meter/ colorpic, adobe color, HTML color.

  16. Nama : Gahasa Timothius B.P Purba
    NIM : 11419048
    Prodi : 42TRPL2

    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Ide-ide ini diwakili dalam berbagai diagram – color wheels, segitiga dan grafik yang membantu desainer memahami interaksi warna, memilih dan menggabungkan warna, dan membangun palet warna yang menyenangkan dan efektif. Tujuannya adalah untuk menjelaskan hubungan warna dengan tujuan untuk mencipatakan harmoni.

    Model Warna RGB / Additive
    RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue. Model RGB adalah unit kubus, dengan (0,0,0) sama dengan hitam; (1,1,1) sama dengan putih; dan tiga dimensi mengukur tingkat merah, hijau dan biru.

    Model Warna CMY / Subtractive
    Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:
    1. CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black: untuk membentuk CMYK dari proses litografi 4 warna. CMY adalah warna complementary dari RGB.
    2. RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue. Meskipun tidak ilmiah, digunakan sebagai dasar untuk sebagian besar teori warna.

    Ada beberapa model warna dalam design, yaitu :
    1. RGB -> Red, Green, Black
    = Digunakan dalam design yang akan dilihat di komputer
    2. CMYK -> Cyan, Magenta, Yellow, Black
    = Digunakan dalam design yang akan dicetak
    3. RYB -> Red, Yellow, Blue
    = Digunakan untuk mulai membuat harmonisasi warna

    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna. Color wheel adalah kombinasi 12 warna yang bisa digunakan untuk harmonisasi warna.
    Primary Color yaitu warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana yaitu Red, Blue, Yellow
    Secondary Color yaitu gabungan dari 2 warna primer
    Tertiary Color yaitu gabungan dari 1 warna primer dan 1 warna sekunder

    Temperatur Warna :
    Ada 3 indikator temperatur warna:
    1 Warm
    2 Cool
    3 Neutral

    -HUE
    Dalam istilah praktis, hue mengacu pada tone warna tertentu. Hue bukan nama lain untuk warna karena warna dapat memiliki saturation dan brightness.
    -SATURATION
    Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu.
    -BRIGHTNESS
    Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    7 Skema Warna Utama :
    1. Monochromatic
    Menggunakan satu warna tetapi ada variasi dari tones, shade, brightness, tetapi mengacu pada satu warna dasar
    2. Analogous
    Menggunakan tiga warna yang bersebelahan seperti red, red-orange, dan orange
    3. Complementary
    Menggunakan warna yang berseberangan seperti warna merah hijau seperti jersey Timnas Indonesia
    4. Split Complementary
    Menggunakan kombinasi skema warna complementary dan analogous jika diperhatikan, skema ini membentuk segitiga sama kaki
    5. Triadic
    Menggunakan tiga warna yang memiliki jarak sama satu dengan yang lain, skema ini membentuk segitiga sama sisi
    6. Tetradic
    Menggunakan kombinasi 2 set warna complementary, skema ini membentuk persegi panjang
    7. Square
    Menggunakan empat warna yang memiliki jarak sama satu dengan yang lain, skema ini membentuk persegi

    Arti Warna :
    1 Warna merah adalah warna yang beraura kuat, memberi arti gairah dan memberi energi untuk menyerukan terlaksananya suatu tindakan.
    2 Warna kuning mengarah pada warna yang paling bahagia, menyolok dan juga menyatu dengan ekstrovert.
    3 Warna biru mampu merangsang pemikiran yang jernih dan biru muda membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi, hal ini dikarenakan warna biru mampu memberi kesan profesional dan kepercayaan.
    4 Warna hijau adalah warna yang identik dengan alam dan mampu memberi suasana yang santai.
    5 Warna ungu memberi aura yang dapat menarik perhatian dan melambangkan imajinasi.
    6 Warna oranye memberi kesan hangat dan bersemangat serta merupakan symbol dari petualangan, optimisme, percaya diri dan kemampuan dalam bersosialisasi.
    7 Warna hitam adalah warna yang akan memberi kesan suram, gelap dan menakutkan namun juga elegan.
    8 Warna putih erat kaitannya dengan kesan bersih, suci, ringan, dan terang.
    9 Warna abu-abu adalah warna yang menanpakkan keseriusan rasa tanggungjawab dan sifat kemandirian.

    Memilih warna yang baik :
    1. Copy warna dari interface lain
    2. Pilih warna dari foto dengan warna alami
    3. Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu
    4. Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi

  17. Nama : Andree Panjaitan
    NIM : 11419014
    Kelas : 42TRPL 1

    Teori warna pada intinya adalah tentang mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika.

    Model Warna RGB / Additive
    RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue. Model RGB adalah unit kubus, dengan (0,0,0) sama dengan hitam; (1,1,1) sama dengan putih; dan tiga dimensi mengukur tingkat merah, hijau dan biru.

    Model Warna CMY / Subtractive
    Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:

    CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black: untuk membentuk CMYK dari proses litografi 4 warna. CMY adalah warna complementary dari RGB.
    RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue. Meskipun tidak ilmiah, digunakan sebagai dasar untuk sebagian besar teori warna.

    COLOR WHEEL
    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.

    3 Jenis Color Wheel
    1. Primary color (warna primer)
    2. Secondary color (warna sekunder)
    3. Intermediate atau tertiary color (warna tersier)

    Menurut Bleicher (2011), ada 7 skema warna utama:
    1. Monochromatic
    2. Analogous
    3. Complementary
    4. Split-Complementary (Compound Harmony)
    5. Triadic
    6. Tetradic
    7. Square

    ARTI WARNA
    Setiap warna memiliki makna masing-masing dan sangat erat berkaitan dengan wilayah, budaya dan kepercayaan.

    PEDOMAN DESAIN WARNA
    Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:

    1. Hindari warna saturated
    2. Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    3. Konsisten dengan ekspektasi

  18. Nama : Geby Widyawati Putri Lumban Gaol
    NIM : 11419068
    Kelas: 42 TRPL 2

    Teori warna bertujuan untuk menjelaskan hubungan warna untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.

    Model warna :
    1. RGB / Additive
    Unit kubus dengan (0,0,0) = hitam, (1,1,1) = putih, dan tiga dimensi mengukur tingkat merah, hijau, dan biru.
    2. CMY / Subtractive
    ada 2 jenis, yaitu :
    – CMY(K) : warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow. K adalah black.
    – RYB : warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.

    Color Wheel : mengilustrasikan variasi warna yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.

    Ada 7 skema warna utama menurut Bleicher (2011), yaitu Monochromatic, Analogous, Complementary, Split-Complementary (Compound Harmony), Triadic, Tetradic, Square.

    Temperatur warna : digunakan untuk menyampaikan emosi dan membantu nuansa pada desain.
    Tiga indikator warna :
    1. Warm : mencerminkan perasaan seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.
    2. Cool : mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.
    3. Neutral : tidak mencerminkan emosi tertentu.

    HUE mengacu pada tone warna tertentu, warna dengan hue sama dibedakan dengan kata sifat, contohnya hijau muda atau biru pastel.
    Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu, saturasi maksimum warna tidak mengandung abu-abu. Pada saturasi minimum, sebagian besar warna akan berwarna abu-abu.
    Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    ARTI WARNA
    1. Red berkaitan dengan fire, blood, sex
    2. Yellow berkaitan dengan sunshine
    3. Blue berkaitan dengan sea & sky
    4. Green berkaitan dengan plants, the natural, environtment
    5. Purple berkaitan dengan royalty & spirituality
    6. Orange berkaitan dengan autumn & citrus
    7. Black berkaitan dengan night & death
    8. White berkaitan dengan light & purity
    9. Gray berkaitan dengan neutrality

    Pedoman Desain Warna
    1. Hindari warna saturated karena dapat menyebabkan kelelahan visual
    2. Gunakan sedikit warna
    3. Konsisten dengan ekspektasi, makna konvensional untuk warna tergantung pada budaya.

  19. Nama : Daniel Naibaho
    NIM : 11419047
    Prodi : 42TRPL2

    TEORI WARNA
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.

    MODEL WARNA
    Ada beberapa model warna dalam desain yaitu:
    -RGB / Additive = kepanjangan dari Red-Green-Blue
    -CMY / Subtractive = dibuat dari cahaya yang dipantulkan
    Terbagi dalam 2 jenis yaitu :
    ->CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY),K atau black
    ->RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.

    COLOR WHEEL
    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.
    3 jenis utama Color Wheel yaitu :
    -Primary color (warna primer) = yaitu warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana
    -Secondary color (warna sekunder) = yaitu gabungan dari 2 warna primer
    -Intermediate atau tertiary color (warna tersier) = yaitu gabungan dari 1 warna primer dan 1 warna sekunder

    HARMONISASI WARNA
    Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User Experience (UX) yang lebih baik.

    7 Skema Warna Utama dan beberapa kombinasi:
    1. Monochromatic
    2. Analogous
    3. Complementary
    4. Split Complementary
    5. Triadic
    6. Tetradic
    7. Square

    TEMPERATUR WARNA
    Warna dapat digunakan untuk menyampaikan konten emosi serta membantu tampilan dan nuansa pada desain.
    Terdapat 3 indikator temperatur warna:
    -Warm = Warna-warna dingin mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.
    -Cool = Warna-warna ini mencerminkan perasaan seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.
    -Neutral = Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu.

    HUE, SATURATION, BRIGHTNESS
    -HUE = mengacu pada tone warna tertentu. Hue bukan nama lain untuk warna karena warna dapat memiliki saturation dan brightness.
    -SATURATION = adalah intensitas hue dengan abu-abu.
    -BRIGHTNESS = mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    ARTI WARNA
    Setiap warna memiliki makna masing-masing dan sangat erat berkaitan dengan wilayah, budaya dan kepercayaan.

    PEDOMAN DESAIN WARNA
    Terdapat pedoman untuk mendesain harmonisasi warna adalah:
    -Hindari warna saturated
    -Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    -Konsisten dengan ekspektasi

    MEMILIH WARNA YANG BAIK
    Beberapa cara untuk dapat menentukan atau memilih warna yang baik adalah:
    -Copy warna dari Interface lain
    -Pilih warna dari foto dengan warna alami
    -Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu
    -Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi

    Tool membuat harmonisasi warna yaitu :
    -Browser Developer Tools
    -Digital Color Meter
    -Adobe Color
    -HTML Color

  20. Nama : John Ryan Siallagan
    NIM : 11419013
    Kelas : 42 TRPL 1

    Terdapat perbedaan kompleksitas antara perempuan dengan laki-laki, termasuk soal definisi warna.

    Setiap warna memiliki makna masing-masing dan sangat erat berkaitan dengan wilayah, budaya dan kepercayaan.

    Pewarnaan juga berdampak pada suatu tanda seperti halnya pada lampu lalulintas.

    – TEORI WARNA
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.

    – MODEL WARNA
    Model warna dalam desain:
    – RGB / Additive => Unit kubus, dengan (0,0,0) sama dengan hitam; (1,1,1) sama dengan putih; dan tiga dimensi mengukur tingkat merah, hijau dan biru.
    – CMY / Subtractive => Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan.
    Terbagi dalam 2 jenis:
    – CMY(K) => Warna primer untuk printer.
    – RYB => Warna primer untuk artist.
    – COLOR WHEEL
    3 jenis warna utama:
    – Primary Color (red, blue, yellow) => Warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.
    – Secondary Color => Campuran 2 warna primer seperti green, orange, purple
    – Tertiary Color => Gabungan 1 warna primer dan 1 warna sekunder seperti blue-green

    – HARMONISASI WARNA
    Ada 7 Skema warna utama:
    – Monochromatic => Menggunakan warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna).
    – Analogous => Menggunakan 3 warna yang terletak bersebelahan.
    – Complementary => Menggunakan warna satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan.
    – Split-Complementary => Menggunakan kombinasi dari complementary dan analogous.
    – Triadic => Menggunakan tiga warna yang berjarak sama sehingga membentuk segitiga sama sisi.
    – Tetradic => Menggunakan 2 set skema complementary sehingga Membentuk persegi panjang.
    – Square : Varian dari skema tetradic. Menggunakan 4 warna yang berjarak sama satu dengan yang lain sehingga membentuk persegi.

    – TEMPERATUR WARNA
    Warna dapat digunakan untuk menyampaikan konten emosi serta membantu tampilan dan nuansa pada desain Anda. Warna adalah masalah besar dalam bagaimana orang-orang dari berbagai belahan dunia akan menafsirkan desain Anda.

    – TEMPERATUR WARNA COOL => Warna ini mencerminkan perasaan seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.
    – TEMPERATUR WARNA WARM => Warna dingin mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.
    – TEMPERATUR WARNA NEUTRAL => Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu.

    – HUE => Dalam istilah praktis, hue mengacu pada tone warna tertentu.

    – SATURATION => Intensitas hue dengan abu-abu.

    – BRIGHTNESS => Mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    – PEDOMAN DESAIN WARNA
    – Hindari warna saturated
    – Gunakan sedikit warna
    – Konsisten dengan ekspektasi
    – Memilih warna yang baik

  21. Nama : Dwiky F.N. Sitorus
    NIM : 11419004
    Kelas : 42 TRPL 1
    Teori warna adalah sekumpulan prinsip atau panduan yang bisa digunakan untuk menghasilkan kombinasi warna yang harmonis. Terdapat beberapa model warna dalam desain:
    • RGB / Additive : RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue. Model RGB adalah unit kubus, dengan (0,0,0) sama dengan hitam; (1,1,1) sama dengan putih; dan tiga dimensi mengukur tingkat merah, hijau dan biru.
    • CMY / Subtractive : CMY adalah Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi menjadi 2 jenis :
    1) CMY :warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY) K atau black.CMY adalah warna complementary dari RGB.
    2) RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.
    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna yang digunakan untuk harmonisasi warna. Hubungan antarwarna dapat ditunjukkan dengan color wheel. Bleicher (2011) mengkategorikan color wheel menjadi 3 warna utama :
    1. Primary color (warna primer) : warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.
    2. Secondary color (warna sekunder) : Warna ini dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer.
    3. Intermediate atau tertiary color (warna tersier) : Warna ini dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color.
    Menurut Bleicher (2011), ada 7 skema warna utama yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu:
    1) Monochromatic => Didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna). ini merupakan skema paling sederhana.
    2) Analogous => Didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple.
    3) Complementary (Warna berlawanan )=> Didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan .
    4) Split-Complementary (Compound Harmony) => Didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous.
    5) Triadic => Didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel.
    6) Tetradic => Skema ini dapat menciptakan pengalaman visual yang sangat menarik, tetapi sulit untuk tetap seimbang.
    7) Square => Varian dari skema tetradic, dengan menempatkan bujur sangkar pada color wheel dan memilih warna yang terletak di sudut-sudutnya.
    Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:

    – Hindari warna saturated
    – Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    – Konsisten dengan ekspektasi

  22. Nama : Edwin Immanuel Damanik
    NIM : 11419011
    Kelas : 41TRPL1

    Pengantar

    Pemberian warna pada suatu hal sangat mempengaruhi nilai dari hal tersebut. Dimana sebagai contoh warna pink identik dengan perempuan sedangkan biru identik dengan laki – laki. Hal ini dianggap biasa karna hal ini sudah dianggap menjadi hal yang umum.

    Teori Warna
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Teori warna pada intinya adalah tentang mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika.
    Ide ide ini diwakili dalam berbagai diagram – color wheels, segitiga dan grafik yang membantu desainer memahami interaksi warna, memilih dan menggabungkan warna, dan membangun palet warna yang menyenangkan dan efektif.

    Model Warna
    – RBG / Additive, merupakan kepanjangan dari Red-Green-Blue. Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display, karena setiap piksel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau, dan biru yang terpisah.
    – CMY / Subtractive, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:
    – CMY(K) : warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black: untuk membentuk CMYK dari proses litografi 4 warna. CMY adalah warna complementary dari RGB.
    – RYB : warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue. Meskipun tidak ilmiah, digunakan sebagai dasar untuk sebagian besar teori warna.

    Color Wheel
    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.

    Primary color
    Primary color terdiri dari: red, yellow, blue. Primary color adalah warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.

    Secondary color
    Secondary color terdiri dari: green, orange, purple. Warna ini dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer:
    – yellow + red = orange
    – blue + yellow = green
    – blue + red = purple

    Tertiary color
    Tertiary color terdiri dari: yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green.

    Harmonisasi Warna
    Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User Experience (UX) yang lebih baik. Hal ini artinya merupakan ide yang baik jika pada awal proses desain Anda memikirkan skema warna apa yang akan Anda gunakan.
    Ada 7 skema warna utama (dan beberapa kombinasi dan varian dari skema ini) yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu:
    1. Monochromatic
    Skema monochromatic didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna).
    2. Analogous
    Skema analogous didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple.
    3. Complementary
    Skema warna complementary didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan (membatalkan satu sama lain jika dipasangkan).
    4. Split complementary
    Skema warna split complementary didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous.
    5. Triadic
    Skema triadic didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel.
    6. Tetradiadic
    Skema tetradic memanfaatkan dua set skema complementary: empat warna. Skema ini dapat menciptakan pengalaman visual yang sangat menarik, tetapi sulit untuk tetap seimbang.
    7. Square
    Skema square adalah varian dari skema tetradic, dengan menempatkan bujur sangkar pada color wheel dan memilih warna yang terletak di sudut-sudutnya.

    Temperature warna
    Jika Anda ingin mengikuti pendekatan color wheel, ada 3 indikator temperatur warna:
    1. Warm
    2. Cool
    3. Neutral

    Temperature warna cool
    Warna yang terletak di separuh color wheel termasuk yellow, orange dan red.

    Temperature warna warm
    Warna yang terletak di sisi lain color wheel termasuk green, blue dan purple.

    Temperature warna neutral
    Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu. Warna-warna ini termasuk abu-abu, cokelat, putih dan hitam.

    Hue
    Hue mengacu pada tone warna tertentu.

    Saturation
    Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu.

    Brightness
    Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    Pedoman desain warna
    1. Hindari warna saturated, hindari warna yang terang yang bisa membuat mata terasa lelah.
    2. Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak), warna yang sedikit dan lebih sederhana akan membuat padangan lebih tenang.
    3. Konsisten dengan ekspektasi, sesuai dengan arti dari warna yang digunakan.

    Tools :
    1. Browser Developer Tools
    2. Digital color meter
    3. Adobe Color
    4. HTML Color

  23. Nama : Naldo Tua Samosir
    NIM : 11419024
    Kelas : 42 TRPL 1

    Color (warna), sering dikelompokkan berdasarkan gender atau jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan. Namun tidak ada teori yang menentukan pengelompokan ini atau membenarkannya.
    Pemahaman terhadap jenis user dan karakteristiknya, penting sekali untuk diasah oleh seorang desainer, termasuk dalam penentuan preferensi warna untuk produk yang dibangun.

    Teori Warna
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Teori warna pada intinya adalah tentang mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika. Tujuan teori warna adalah untuk menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.

    Model Warna
    1. Model Warna RGB / Additive
    RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue. Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display, karena setiap piksel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau dan biru yang terpisah.

    2. Model Warna CMY / Subtractive
    CMY adalah kepanjangan dari Cyan-Magenta-Yellow. CMY adalah warna complementary dari RGB

    Color Wheel
    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna. Color wheel menunjukkan hubungan antara berbagai warna berdasarkan konten warna merah, kuning dan biru dari masing-masing warna. Color wheel dapat dikategorikan menjadi tiga jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir:
    1. Primary Color
    Adalah warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.
    2. Secondary Color
    Adalah gabungan dari 2 warna primer, atau dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer.
    3. Tertiary Color
    Dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color untuk membentuk warna hibrida, sehingga namanya terdiri dari dua kata, contohnya blue-green.

    Harmonisasi Warna
    Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User Experience (UX) yang lebih baik. Cara warna dipadukan dapat menambahkan atau justru mengurangi look & feel dari desain. Berikut ini beberapa skema warna yang utama yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu:
    1. Monochromatic
    Menggunakan satu warna namun membuat variasi tones, tints, dan shades dari hue (warna). Merupakan kombinasi warna yang paling sederhana.
    2. Analogous
    Merupakan kombinasi tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple. Skema mudah ditemukan di alam.
    3. Complementary
    Menggunalan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan. Skema warna berlawanan (opposite color).
    4. Split-Complementary (Compound Harmony)
    Kombinasi skema warna complementary dengan analogous. Skema akan membentuk segitiga sama kaki.
    5. Triadic
    Penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya. Ketiga warna akan persis 120 derajat dari warna lain (membentuk segitiga sama sisi).
    6. Tetradic
    Memanfaatkan dua set skema complementary menjadi empat warna.
    7. Square
    Varian dari skema tetradic. Warna yang berjarak sama rata 90 derajat satu dengan lainnya.

    Temperatur Warna
    Temperatur warna dikelompokkan menjadi 3 indikator, yaitu:
    1. Warm
    Warna yang terletak di sisi lain color wheel termasuk green, blue dan purple. Warna-warna dingin mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.
    2. Cool
    Warna yang terletak di separuh color wheel termasuk yellow, orange dan red. Warna-warna ini mencerminkan perasaan seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.
    3. Neutral
    Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu. Warna-warna ini termasuk abu-abu, cokelat, putih dan hitam

    Hue, Saturation, Brightness
    1. Hue
    Hue mengacu pada tone warna tertentu. Misalnya, warna dengan hue yang sama dibedakan dengan kata sifat yang merujuk pada lightness dan/atau saturation-nya.
    2. Saturation
    Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu. Pada saturasi maksimum, warna tidak mengandung abu-abu sama sekali. Pada saturasi minimum, sebagian besar warna akan berwarna abu-abu.
    3. Brightness
    Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    Pedoman Desain Warna
    Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:
    1. Hindari warna saturated
    Saturated color dapat menyebabkan kelelahan visual.
    2. Menggunakan sedikit warna
    Interface dengan banyak warna tampak lebih kompleks, lebih berantakan dan lebih mengganggu.
    3. Konsisten dengan ekspektasi
    Contoh yang tidak konsisten dengan ekspektasi adalah penggunaan warna merah untuk OK. Sedangkan merah umumnya memiliki arti berhenti, peringatan, kesalahan atau panas.

    Tools Untuk Desain
    1. Browser Developer Tools
    Menggunakan browser developer tools untuk melihat CSS style.
    2. Digital Color Meter
    adalah tool yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi warna daripada screen.
    3. Adobe Color
    Dapat digunakan untuk memilih jenis harmonisasi warna.
    4. HTML Color

  24. Nama : Agus Rokyanto S
    NIM : 11419045
    Kelas : 42TRPL2

    Menggunakan teori warna adalah menggunakan cara berpikir untuk membuat hubungan warna-warna yang menghasilkan sebuah harmonisasi yang indah. Warna yang kita kenal sebagai pengindah juga memiliki arti, hubungan budaya, kegunaannya masing masing.
    Misal pada warna Hitam dan Putih :
     Hitam
    warna yang dihubungkan dengan malam dan kematian, juga biasa dihubungkan dengan sesuatu yang berkelas dan kekuasaan.
     Putih
    warna yang dihubungkan dengan kehidupan dan harapan, juga biasa digunakan dengan sesuatu yang hampa, lemah dan kesendirian
    Semua warna memiliki sifat yang bertentangan dengan sifat lainnya maka diperlukannya sebuah perpaduan warna yang tepat untuk memanfaatkan sifat sifat tersebut dengan baik dan benar.
    Warna memiliki 2 warna model yaitu RGB dan CMYK
    1.Model Warna RGB / Additive
    RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue.
    2. Model Warna CMY / Subtractive
    Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:
    A.CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black.
    B.RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.

    Bleicher (2011) menyatakan bahwa color wheel dapat dikategorikan menjadi tiga jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir, yaitu:
    1.Primary color (warna primer) -> Primary color terdiri dari: red, yellow, blue.
    2.Secondary color (warna sekunder) -> Secondary color terdiri dari: green, orange, purple
    3.Intermediate atau tertiary color (warna tersier) -> Tertiary color terdiri dari: yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green

    HARMONISASI WARNA
    Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User Experience (UX) yang lebih baik
    1.Monochromatic : didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna)
    2.Analogous : didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple
    3.Complementary : didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan
    4.Split-Complementary (Compound Harmony) : didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous
    5.Triadic : didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel
    6.Tetradic : memanfaatkan dua set skema complementary: empat warna
    7.Square : varian dari skema tetradic

    PEDOMAN DESAIN WARNA
    Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:
    1.Hindari warna saturated
    2.Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    3.Konsisten dengan ekspektasi

  25. Nama : Nathan F L Tobing
    NIM : 11419003
    Kelas : 42 TRPl 1

    MODEL WARNA

    Additive :
    – RGB ( Red-Green-Blue )

    Subtractive
    – CMY ( Cyan-Magneta-Yellow )
    – RYB ( Red-Yellow-Blue )

    COLOR WHEEL

    1. Primary color
    red, yellow, blue
    2. Secondary color
    yellow + red = orange
    blue + yellow = green
    blue + red = purple
    3. Intermediate / tertiary color
    yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green

    HARMONISASI WARNA

    Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User Experience yang lebih baik

    1.Monochromatic : didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna)
    2.Analogous : didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple
    3.Complementary : didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan
    4.Split-Complementary (Compound Harmony) : didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous
    5.Triadic : didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel
    6.Tetradic : memanfaatkan dua set skema complementary: empat warna
    7.Square : varian dari skema tetradic

    PEDOMAN DESAIN WARNA

    1.Hindari warna saturated
    2.Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    3.Konsisten dengan ekspektasi

  26. Oriza Sitanggang_11419018
    Teori Warna adalah prinsip panduan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis, dengan tujuan untuk menciptakan harmoni.
    Model Warna
    1. RGB/Additive: Model Red-Green-Blue
    2. CMY/Subtractive:
    Dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi menjadi dua jenis:
    • CMY(K): Cyan, Magenta, Yellow (Black) adalah complementary dari RGB.
    • RYB: Red, Yellow, Blue digunakan untuk dasar sebagian besar teori warna.
    Color Wheel
    1. Primary Color: Warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.
    2. Secondary Color:Pencampuran dua warna primer.
    3. Intermediate atau Tertiary Color:Pencampuran primary color dan secondary color.
    Harmonisasi Warna
    Menurut Menurut Bleicher (2011), ada 7 skema warna utama untuk mencapai harmonisasi warna:
    1. Monochromatic
    2. Analogous
    3. Complementary
    4. Split-Complementary (Compound Harmony)
    5. Triadic
    6. Tetradic
    7. Square
    Temperatur Warna
    Dengan merujuk dari pendekatan color wheel, ada 3 indikator temperature warna:
    1. Warm
    2. Cool
    3. Neutral
    Pedoman Desain Warna
    • Hindari warna saturated
    • Gunakan sedikit warna
    • Konsisten dengan ekspektasi

  27. Warna memiliki keterkaitan terhadap wilayah, budaya dan kepercayaan.
    Teori warna adalah sebuah panduan untuk membuat kombinasi pada warna. Kombinasi pada warna adalah bagaimana warna dihubungkan untuk menciptakan suatu elemen di dalamnya yaitu elemen harmonis sehingga setiap warna saling terhubung satu dengan yang lainnya.

    Dalam desain terdapat model warna :
    1. RGB adalah model warna yang terdiri dari warna merah, hijau, dan biru. Umumnya kegunaan dari model warna RGB untuk menampilkan gambar/citra warna itu sendiri dalam perangkat elektronik.
    2. CMYK adalah model warna yang terdiri dari 4 warna yaitu cyan, magenta, yellow dan black. Umumnya model warna ini digunakan dalam pencetakan berwarna.
    3. RYB adalah model warna yang terdiri dari warna merah, kuning, dan biru.

    Color wheel adalah hubungan antar warna yang direpresentasikan dalam bentuk lingkaran (roda).
    Terdapat beberapa jenis color wheel, yaitu RYB Color Wheel, RGB Color Wheel, dan CMY Color Wheel.
    Dasar pengkategorian color wheel diambil dari warna primer, sekunder, dan tertier.
    – Warna primer adalah warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.
    – Warna primer adalah gabungan dua warna primer.
    – Warna tertier adalah gabungan warna primer dan sekunder.

    Dalam harmonisasi warna terdapat skema warna utama dan variannya:
    1. Monochromatic, didasarkan pada tints, tones dan shades dari hue dalam warna.
    2. Analogous, warna yang berdekatan satu sama lain dalam sebuah lingkaran warna (color wheel).
    3. Complementary, warna yang berlawanan satu sama lain dalam sebuah lingkaran warna.
    4. Split Complementary, kombinasi skema warna complementary dan analogous. Skema warna ini membentuk huruf Y.
    5. Triadic, warna yang terbentuk dari sebuah bentuk segitiga sama sisi.
    6. Tetradic, perpaduan dua warna complementary.
    7. Square, warna yang berjarak sama rata 90 °
    Pada teori warna, warna juga dapat menyampaikan/merepresentasikan emosi dari suatu hal yang memiliki warna di dalamnya dan disebut sebagai temperatur warna.

    Terdapat 3 indikator temperatur warna yaitu :
    1. Warm, mencerminkan perasaan seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan. Berdasarkan color wheel yang dikembangkan oleh Sir Isaac Newton letak warna-warna yang memiliki temperatur ini berada pada jarum C sampai G dengan searah jarum jam.
    2. Cool, mencerminkan perasaan yang memberikan kesan menenangkan. Berdasarkan color wheel yang dikembangkan oleh Sir Isaac Newton letak warna-warna yang memiliki temperatur ini berada pada jarum C sampai G berlawanan dengan jarum jam.
    3. Netral, mencerminkan perasaan normal. Warna-warna dalam temperatur ini yaitu putih, abu-abu, cokelat, hitam.

    Dalam warna juga terdapat Hue, Saturation, dan Brightness.
    1. Hue mengacu pada tone suatu warna. Hue memiliki ‘gradiasi’ dari warna itu sendiri. Jika kita mengenal warna sebagai suatu ‘satuan’ utama, maka hue adalah ‘identitas’ dari warna itu.
    2. Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu.
    3. Brightness adalah mengacu kepada keadaan suatu warna memiliki berapa banyak warna putih/hitam di dalamnya. Hal ini berkaitan terhadap spektrum warna.

    Pedoman desain warna:
    1. Hindari penggunaan warna yang memiliki kontras/saturasi tinggi.
    2. Gunakan sedikit warna.
    3. Konsisten dengan pemilihan warna.

  28. Nama : Clarita Butarbutar
    NIM : 11419067

    Tanpa kita sadari ketikan berbicara mengenai color, terjadi pengelompokkan warna berdasarkan gender antara laki laki dan perempuan. Hal ini diterapkan dalam desain produk yang disesuaikan dengan gender. Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Tujuan dari teori warna adalah menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.
    Terdapat 2 model warna dalam desain yaitu:
    1. RGB (Red-Green-Blue)/ Additive
    Model ini digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display, karena memiliki komponen merah, hijau, biru yang terpisah disetiap piksel dalam monitor.
    2. CMYK (Cyan-Magent-Yellow-blacK)/ Subtractive
    Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan dan terbagi menjadi 2 jenis :
    a. CMY(K) : warna primer untuk printer yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black: untuk membentuk CMYK dari proses litografi 4 warna. CMY adalah warna complementary dari RGB.
    b. RYB : warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.
    Color wheel pertama kali ditemukan oleh Sri Issac Newton pada tahun 1666. Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna sehingga membentuk harmonisasi warna. Color wheel menunjukkan hubungan antara berbagai warna berdasarkan konten warna merah, kuning dan biru dari masing-masing warna. Varian color wheel yang sering digunakan (Stone, 2008):
    a. Red, red-orange
    b. Orange, yellow-orange
    c. Yellow, yellow-green
    d. Green,blue-green
    e. Blue,blue-purple
    f. Purple, red-purple
    Menurut Bleicher (2011), color wheel dapat dikategorikan menjadi 3 jenis warna dasar untuk membuat warna akhir, yaitu:
    A. Primary Color: warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.
    Yaitu : red,yellow,blue.
    B. Secondary Color : gabungan dari 2 warna primer
    Yaitu: green = blue + yellow, orange = yellow + red, purple = red + blue.
    C. Tertiary Color: gabungan 1 warna primer dan 1 warna sekunder
    Ada 7 skema warna utama dan beberapa kombinasi:
    1. Monochromatic
    Skema ini didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones, dan shades dari hue dan skema ini adalah skema paling sederhana dari semua schema.
    2. Analogous
    Skema ini didasarkan pada 3 warna yang terletak bersebelahan.
    3. Complementary
    Skema ini didasarkan pada satu atau lebih warna yang berseberangan.
    4. Split-Complementary
    Skema ini didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dan analogous. Skema ini membentuk segitiga sama kaki.
    5. Triadic
    Skema ini didasarkan penggunaan 3 warna dengan jarak yang sama antar satu dengan yang lain. Skema ini membentuk segitiga sama sisi.
    6. Tetradic
    Skema ini memanfaatkan 2 set skema complemantry sehingga menjadikan 4 warna. Skema ini membentuk persegi panjang dan mengarahkan tampilan menjadi kaku atau aneh.
    7. Square
    Skema ini berasal dari varian skema tetradic. Skema ini membentuk bujur sangkar.
    Ada 3 indikator temperature warna :
    1. Warm
    Warna yang terletak separuh pada yellow,orange dan red sehingga mencerminkan perasaan gaira, kekuatan, kebahagiaan dan energy.
    2. Cool
    Warna yang terletak pada green, blue dan purple menciptakan warna yang dingin sehingga mencerminkan ketenangan, meditasi, dan kesan menenangkan.
    3. Neutral
    Warna yang tidak mencerminkan emosi seperti abu-abu, cokelat, putih dan hitam.
    Hue mengacu pada tone warna tertentu. Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu. Pada saat saturasi minimum maka sebagian besar warna menjadi abu abu. Ketika maksimal maka tidak ada warna abu abu. Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih dan hitam dalam suatu warna.
    Setiap warna memiliki maknsa tersendiri yang ebrkaitan dengan wilayah, budaya dan kepercayaan.
    1. Red
    Berkaitan dengan api, darah dan sex.
    2. Yellow
    Berkaitan dengan sinar matahari.
    3. Blue
    Berkaitan dengan laut dan langit.
    4. Green
    Berkaitan dengan tumbuhan, alam dan lingkungan.
    5. Purple
    Berkaitan dengan spiritual dan royalti
    6. Orange
    Berkaitan dengan musin gugur,dan jeruk.
    7. Black
    Berkaitan dengan malam dan kematian.
    8. White
    Berkaitan dengan cahaya, dan kemurniaan.
    9. Gray
    Berkaitan dengan kenetralan.
    Pedoman desain warna:
    1. Hindari warna saturated yang kontrasnya sangat tinggi
    2. Gunakan sedikit warna
    3. Konsisten dengan ekspetasi
    Memilih warna yang baik
    1. Mencopy warna dari interface lain
    2. Pilih warna dari foto dari warna alami
    3. Pilih salah satu warna dengan beberapa bernuansa abu-abu
    4. Pilih 2 warna yang tampaknya terkoordinasi
    Tool membuat harmonisasi warna
    1. Adobe Color
    2. Canva
    3. Color Mind
    4. Coolors
    5. HTML Color Codes

  29. Nama : Berliana Laurenza Simamora
    NIM : 11419016
    Kelas : 42 TRPL 1

    COLORS
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.
    Tujuan teori warna yaitu menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.

    Model warna dalam design:
    o RGB(Red, Green, Blue) / Additive digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display.
    o CMY / Subtractive
    terbagi dalam 2 jenis:
    -CMY(K) => cyan, magenta, yellow, black => warna complementary dari RGB.
    -RYB => red, yellow, blue => digunakan sebagai dasar untuk sebagian besar teori warna.

    Color wheel
    Digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.
    Bleicher (2011) menyatakan bahwa color wheel dapat dikategorikan menjadi tiga jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir, yaitu:
    • Primary(red, blue, yellow) = warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.
    • Secondary = campuran 2 warna primer.
    • Tertiary = campuran primary color dengan secondary color untuk membentuk warna hibrida, sehingga namanya terdiri dari dua kata

    Harmonisasi Warna
    Menurut Bleicher (2011), ada 7 skema warna utama yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu:
    1. Monochromatic = didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna).
    2. Analogous = tiga warna yang bersebelahan.
    3. Complementary = menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan.
    4. Split – Complementary (Compound Harmony) = kombinasi complementary dan analogous.
    5. Triadic = tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel.
    6. Tetradic = 2 set skema complementary menjadi 4 warna.
    7. Square = varian dari tetradic, dengan menempatkan bujur sangkar pada color wheel dan memilih warna yang terletak di sudut-sudutnya.

    Temperatur Warna
    3 indikator temperatur warna:
     Warm = warna yang terletak di sisi lain color wheel.
     Cool = warna yang terletak di separuh color wheel.
     Neutral = wana yang tidak mencerminkan emosi tertentu.

    Hue, Saturation, Brightness
    Hue = hue mengacu pada tone warna tertentu.
    Saturation = intensitas hue dengan abu-abu.
    Brightness = mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    Pedoman desain warna
    1. Hindari warna saturated => dapat menyebabkan kelelahan visual.
    2. Gunakan sedikit warna => interface dengan banyak warna tampak lebih kompleks, lebih berantakan dan lebih mengganggu.
    3. Konsisten dengan ekspektasi

  30. Nama : Mikhael Hutapea
    NIM : 11419037
    Kelas : 42TRPL 2

    Colors
    Pemahaman terhadap siapa user kita dan karakteristiknya, sangat penting dimilki oleh seorang desainer, termasuk dalam penentuan preferensi warna untuk produk yang akan dibangun.
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan membuat kombinasi warna yang baik dan harmonis. Tujuannya adalah menjalaskan hubungan antar warna untuk menciptakan harmoni.

    Model warna dalam desain:
    1. RGB (Red-Green-Blue) / Additive
    2. CMY / Subtractive
    a. CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY), K
    untuk black.
    b. RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.

    Hubungan antarwana ditunjukkan dengan Color Wheel. Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna untuk harmonisasi. Color wheel dikategorikan menjadi 3 jenis warna utama:
    1. Primary color = warna yang tidak bisa dipecah menjadi warna yang lebih sederhana. Contohnya red, blue, green
    2. Secondary color = gabungan dari 2 warna primer. Contohnya green, orange, purple
    3. Tertiary color = gabungan dari 1 warna primer dan 1 warna sekunder. Contohnya red-violet, red-orange, yellow-orange, blue-violet, blue-green, yellow-green.

    Pemahaman tentang color wheel dan hubungan antarwarna memungkinkan desainer untuk:
    a. mengerti warna lebih baik, dan
    b. tahu bagaimana memilih warna untuk desain.

    7 skema warna utama untuk mencapai harmonisasi:
    1. Monochromatic = menggunakan 1 warna, menggunakan variasi tones, shade, dan brightness
    2. Analogous = 3 warna bersebelahan
    3. Complementary = warna yang berseberangan
    4. Split-complementary = kombinasi antar warna complementary dan analogous
    5. Triadic = penggunaan 3 warna pada yjarak yang sama satu dengan lainnya
    6. Tetradic (double complementary) = memanfaatkan 2 set warna complementary menjadi 4 warna
    7. Square = variasi dari skema tetradic. Skema square bekerja paling baik ketika semua warna digunakan secara merata di seluruh desain.

    Temperatur warna
    Perlu diketahui bahwa budaya, jenis kelamin, pengalaman juga akan mempengaruhi cara warna beresonansi dengan user. User research adalah indikator respon emosinonal yang lebih baik terhadap warna daripada pedoman yang didasarkan pada color wheel.

    3 indikator temperatur warna:
    1. Warm
    Contoh: green, blue dan purple
    2. Cool
    Contoh: yellow, orange dan red.
    3. Neutral
    Contoh: abu-abu, cokelat, putih dan hitam.

    Hue mengacu pada tone warna tertentu.
    Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu. Saturasi maksimum = tidak mengandung abu-abu. Saturasi minimum = sebagian besar akan berwarna abu-abu
    Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    Pedoman desain warna
    1. Hindari warna-warna yang berkontras tinggi karena dapat mengakibatkan kelelahan visual.
    2. Gunakan sedikit warna
    3. Konsisten dengan ekspektasi

    Memilih warna yang baik
    1. Copy warna dari interface lain
    2. Pilih warna dari foto dengan warna alami
    3. Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu
    4. Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi

  31. Nama : Lastri Rohani Nababan
    NIM : 11419060
    Kelas : 42 TRPL 2

    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.
    Tujuan dari teori warna adalah untuk menjelaskan hubungan warna dengan tujuan untuk menciptakan harmoni.
    Beberapa model warna dalam suatu desain, yaitu :
    1. RGB / Additive : Red-Green-Blue
    Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dn LCD untuk display, karena setiap piksel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau, dan biru yang terpisah.
    2. CMY / Subtractive
    Terbagi atas 2 jenis, yaitu :
    – CMY(K) : warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black.
    Merupakan warna complementary dari RGB.
    – RYB : warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.
    Color Wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.
    Color Wheel menunjukkaan hubungan antar berbagai warna berdasarkan konten warna merah, kuning dan biru dari masing-masing warna. Color Wheel pertama kali dikembangkan oleh Sri Issac Newton pada tahun 1666.
    Varian Color Wheel yang paling berguna dan sering digunakan (stone, 2008), yaitu :
    – Red, red-orange
    – Orange, yellow-orange
    – Yellow, yellow-green
    – Green, blue-green
    – Blue, blue-purple
    – Purple, red-purple
    Bleicher (2011) mengatakan bahwa ada 3 kategori warna pada Color Wheel, yaitu :
    1. Primary color (warna primer)
    Merupakan warna dasar yang tidak dapat dipecah. Terdiri dari red, yellow, dan blue.
    2. Secondary color (warna sekunder)
    Wana yang dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer, terdiri dari green, orange, dan purple.
    3. Intermediate atau tertiary color (warna tersier)
    Warna yang dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color untuk membuat warna hibrida, sehingga namanya terdiri dari 2 kata, yaitu yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, dan yellow-green.
    Harmonisasi warna
    Menurut Bleicher (2011), ada 7 skema warna utama yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu :
    1. Monochromatic
    2. Analogous
    3. Complementary
    4. Split-Complementary (Compound Harmony)
    5. Triadic
    6. Tetradic
    7. Square
    3 indikator temperature warna, yaitu :
    1. Temperature warna cool, seperti yellow, orange, dan red. Warna ini mencerminkan perasaan, seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.
    2. Temperature warna warm, seperti green, blue, dan purple. Warna ini mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.
    3. Temperature warna Neutral, seperti abu-abu, cokelat, putih, dan hitam. Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu.

    – Hue, mengacu pada tone warna tertentu. Misalnya, warna dengan hue yang sama dan dibedakan dengan kata sifat yang merujuk pada lightness atau saturationnya, seperti hijau muda atau biru pastel.

    – Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu.

    – Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih dan hitam yang terkandung dalam satu warna.
    Beberapa pedoman desain warna, yaitu :
    – Menghindari warna saturated
    – Menggunakan sedikit warna
    – Konsistensi dengan ekspektasi
    Memilih warna yang baik :
    – Copy warna dari interface lain
    – Pilih warna dari foto dengan warna alami
    – Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu
    – Memilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi
    Beberapa tools untuk desain, yaitu :
    – Browser developer tools
    – Digital color meter / colorpic
    – Adobe color
    – HTML color

  32. Nama : Kevin Johanes Pakpahan
    NIM : 11419042
    Kelas : 42 TRPL 2

    Teori warna adalah proses cara untuk membuat hubungan warna-warna yang menghasilkan sebuah harmonisasi yang indah. Warna yang kita kenal sebagai pengindah juga memiliki arti, hubungan budaya, kegunaannya masing masing.
    Misal pada warna Hitam dan Putih :
    -. Hitam
    warna yang dihubungkan dengan malam dan kematian, juga biasa dihubungkan dengan sesuatu yang berkelas dan kekuasaan.
    -.Putih
    warna yang dihubungkan dengan kehidupan dan harapan, juga biasa digunakan dengan sesuatu yang hampa, lemah dan kesendirian
    Semua warna memiliki sifat yang bertentangan dengan sifat lainnya maka diperlukannya sebuah perpaduan warna yang tepat untuk memanfaatkan sifat sifat tersebut dengan baik dan benar.

    2 model warna diantaranya RGB dan CMYK :

    1.Model Warna RGB / Additive
    RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue.

    2. Model Warna CMY / Subtractive
    Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:
    A.CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black.
    B.RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.

    Bleicher (2011) menyatakan bahwa color wheel dapat dikategorikan menjadi tiga jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir, yaitu:
    1.Primary color (warna primer) -> Primary color terdiri dari: red, yellow, blue.
    2.Secondary color (warna sekunder) -> Secondary color terdiri dari: green, orange, purple
    3.Intermediate atau tertiary color (warna tersier) -> Tertiary color terdiri dari: yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green

    HARMONISASI WARNA
    Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User Experience (UX) yang lebih baik.

    1.Monochromatic : didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna)
    2.Analogous : didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple
    3.Complementary : didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan
    4.Split-Complementary (Compound Harmony) : didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous
    5.Triadic : didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel
    6.Tetradic : memanfaatkan dua set skema complementary: empat warna
    7.Square : varian dari skema tetradic

    Pedoman penggunaan warna pada design

    1.Hindari warna saturated
    2.Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    3.Konsisten dengan ekspektasi

  33. Nama : Darwin Sibarani
    NIM : 11419029
    Kelas : 42 TRPL1

    –Colors–

    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.
    Semua teori warna memiliki satu tujuan, yaitu untuk menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.

    Terdapat beberapa model warna dalam desain:
    – RGB/ Additive
    => kepanjangan dari RED, GREEN ,BLUE dan model RGB juga merupakan unit kubus.
    – CMY/ Subtractive
    => warna complementary dari RGB.

    Color wheel adalah kombinasi dari 12 warna untuk memetakan harmonisasi.
    Color wheel dapat dikategorikan menajdi 3 jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yaitu:
    1 primary color : red, blue and yellow
    2 secondary color : green, orange, purple
    3 tertiary color : red-violet, red-orange, yellow-orange, blue-violet, blue-green, yellow-green.

    Adapun 7 skema warna utama yaitu :
    -monochromatic
    -analogous
    -complementary
    -split-complementary
    -triadic
    -tetradic (double complementary)
    -square

    Memilih warna yang baik:
    1 copy warna dari interface lain
    2 pilih warna dari photo dengan warna alami
    3 pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu
    4 pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi

  34. Nama :Tantri H.Silaen
    NIM :11419059
    Kelas :42 TRPL 2

    Teori Warna
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk
    membuat kombinasi warna yang harmonis.
    Ide-ide ini diwakili dalam berbagai diagram – color wheels, segitiga dan
    grafik yang membantu desainer memahami interaksi warna, memilih dan menggabungkan
    warna, dan membangun palet warna yang menyenangkan dan efektif.
    Tujuan:Menjelaskan hubungan warna dengan tujuan menciptakan harmoni.

    Ada 3 model warna dalam design, yaitu :
    1. RGB -> Red, Green, Black
    –>Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display,
    karena setiap piksel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau dan biru yang terpisah.
    2. CMY / Subtractive
    Terbagi atas 2 jenis, yaitu :
    -CMY(K) : warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black.
    Merupakan warna complementary dari RGB.
    -RYB : warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.

    Color Wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.
    Color Wheel menunjukkaan hubungan antar berbagai warna berdasarkan konten warna merah, kuning dan biru dari masing-masing warna. Color Wheel pertama kali dikembangkan oleh Sri Issac Newton pada tahun 1666.
    Varian Color Wheel yang paling berguna dan sering digunakan (stone, 2008), yaitu :
    – Red, red-orange
    – Orange, yellow-orange
    – Yellow, yellow-green
    – Green, blue-green
    – Blue, blue-purple
    – Purple, red-purple
    Bleicher (2011) mengatakan bahwa ada 3 kategori warna pada Color Wheel, yaitu :
    1. Primary color (warna primer)
    Merupakan warna dasar yang tidak dapat dipecah. Terdiri dari red, yellow, dan blue.
    2. Secondary color (warna sekunder)
    Wana yang dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer, terdiri dari green, orange, dan purple.
    3. Intermediate atau tertiary color (warna tersier)
    Warna yang dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color untuk membuat warna hibrida, sehingga namanya terdiri dari 2 kata, yaitu yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, dan yellow-green.
    Harmonisasi warna
    Menurut Bleicher (2011), ada 7 skema warna utama yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu :
    1. Monochromatic
    2. Analogous
    3. Complementary
    4. Split-Complementary (Compound Harmony)
    5. Triadic
    6. Tetradic
    7. Square

    3 indikator temperature warna, yaitu :
    1. Temperature warna cool, seperti yellow, orange, dan red. Warna ini mencerminkan perasaan, seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.
    2. Temperature warna warm, seperti green, blue, dan purple. Warna ini mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.
    3. Temperature warna Neutral, seperti abu-abu, cokelat, putih, dan hitam. Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu.

    – Hue, mengacu pada tone warna tertentu. Misalnya, warna dengan hue yang sama dan dibedakan dengan kata sifat yang merujuk pada lightness atau saturationnya, seperti hijau muda atau biru pastel.

    – Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu.

    – Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih dan hitam yang terkandung dalam satu warna.

    Beberapa pedoman desain warna, yaitu :
    – Menghindari warna saturated
    – Menggunakan sedikit warna
    – Konsistensi dengan ekspektasi

    Memilih warna yang baik :
    – Copy warna dari interface lain
    – Pilih warna dari foto dengan warna alami
    – Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu
    – Memilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi

    Beberapa tools untuk desain, yaitu :
    – Browser developer tools
    – Digital color meter / colorpic
    – Adobe color
    – HTML color

  35. Nama : Jerry Andrianto Pangaribuan
    NIM : 11419046
    Kelas : 42TRPL2

    TEORI WARNA
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Teori warna pada intinya adalah tentang mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika. Semua teori warna memiliki satu tujuan yaitu menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.

    MODEL WARNA
    ada beberapa model warna dalam desain, antara lain:
    1. Model Warna RGB/Additive
    RGB merupakan kepanjangan dari Red-Green-Blue. Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display, karena setiap pixel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau dan biru yang terpisah.

    2. Model Warna CMY/Subtractive
    Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, warna CMY terbagi dalam 2 jenis:
    – CMY(K) => warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black, untuk membentuk CMYK dari proses litografi 4 warna. CMY adalah warna complementary dari RGB.
    – RYB => warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.

    COLOR WHEEL
    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.

    Ada beberapa jenis color wheel, antara lain:
    1. RYB Color Wheel
    2. RGB Color Wheel
    3. CMY Color Wheel

    Hubungan antar warna dapat ditunjukkan dari penggunaan color wheel.

    Pada tahun 2011 Bleicher menyatakan bahwa color wheel dapat dikategorikan menjadi 3 jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir, yaitu:
    1. Primary color
    Primary color (warna primer) terdiri dari: red, yellow, blue. Primary color adalah warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.

    2. Secondary Color
    Secondary color terdiri dari: green, orange, purple. Warna ini dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer.

    3. Tertiary color
    Tertiary color terdiri dari: yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green. warna ini dibuat dengan mencampurkan warna primer dengan warna sekunder.

    HARMONISASI WARNA
    terdapat 7 skema warna utama yang memungkinkan designer untuk mencapai harmonisasi dalam desain menurut Bleicher, yaitu:
    1. Monochromatic
    skema ini didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones, dan shades dari hue.

    2. Analogous
    Skema ini didasarkan pada 3 warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, serta red-purple.

    3. Complementary
    Skema ini didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan.

    4. Split Complementary
    Skema ini didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous.

    5. Triadic
    Skema ini didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang satu dengan yang lain pada color wheel.

    6. Tetradic (Double complementary)
    Skema ini memanfaatkan dua set skema complementary.

    7. Square
    Skema ini adalah varian dari skema tetradic, dengan menempatkan bujur sangkar pada color wheel dan memilih warna yang terletak di sudut-sudutnya.

    TEMPERATUR WARNA
    Jika kita ingin mengikuti pendekatan color wheel, ada 3 indikator temperatur warna:
    1. Warm
    2. Cool
    3. Neutral

    HUE, SATURATION, BRIGHTNESS
    1. Hue mengacu pada tone warna tertentu.
    2. Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu.
    3. Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    PEDOMAN DESAIN WARNA
    1. Hindari warna saturated
    2. Gunakan sedikit warna
    3. Konsisten dengan ekspektasi

    MEMILIH WARNA YANG BAIK
    1. Copy warna dari interface lain
    2. Pilih warna dari foto dengan warna alami.
    3. Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu
    4. Pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi.

  36. Nama : Hotnida Siagian
    NIM : 11419023
    Kelas : 42TRPL1

    Pemilihan color biasanya berpengaruh pada gender, barang atau produk untuk anak laki-laki identik dengan warna biru,
    sedangkan untuk anak perempuan berwarna pink.

    Teori warna merupakan panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis untuk menjelaskan hubungan warna dengan tujuan untuk mencipatakan harmoni.

    Beberapa model warna dalam design, yaitu :
    1. RGB ( Red, Green, Blue) = Digunakan dalam design yang akan dilihat di komputer.
    2. CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black) = Digunakan dalam design yang akan dicetak.
    3. RYB (Red, Yellow, Blue) = Digunakan untuk mulai membuat harmonisasi warna.

    – Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.
    Color wheel menunjukkan hubungan antara berbagai warna berdasarkan konten warna merah, kuning dan biru dari masing-masing warna.
    – Primary color terdiri dari: red, yellow, blue.
    Primary color adalah warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.
    – Secondary color terdiri dari: green, orange, purple. Warna ini dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer:
    yellow + red = orange
    blue + yellow = green
    blue + red = purple

    7 Skema Warna Utama :
    1. Monochromatic
    2. Analogous
    3. Complementary
    4. Split Complementary
    5. Triadic
    6. Tetradic
    7. Square

    3 indikator temperature warna, yaitu :
    1.Temperature warna cool, seperti yellow, orange, dan red. Warna ini mencerminkan perasaan, seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.
    2.Temperature warna warm, seperti green, blue, dan purple. Warna ini mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.
    3.Temperature warna Neutral, seperti abu-abu, cokelat, putih, dan hitam. Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu.

    Beberapa pedoman desain warna, yaitu :
    -Menghindari warna saturated
    -Menggunakan sedikit warna
    -Konsistensi dengan ekspektasi
    Memilih warna yang baik :
    -Copy warna dari interface lain
    -Pilih warna dari foto dengan warna alami
    -Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu
    -Memilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi
    Beberapa tools untuk desain, yaitu :
    -Browser developer tools
    -Digital color meter / colorpic
    -Adobe color
    -HTML color

  37. Nama : Hepniwer Nur Aisah Purba
    NIM : 11419019
    Kelas : 42 TRPL 1
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.
    Model Warna
    1. RGB/Additive: Model Red-Green-Blue adalah unit kubus.
    2. CMY/Subtractive:
    Dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi menjadi dua jenis:
    • CMY(K): Cyan, Magenta, Yellow (Black) adalah complementary dari RGB.
    • RYB: Red, Yellow, Blue digunakan untuk dasar sebagian besar teori warna.
    Color Wheel
    1. Primary Color: Warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.
    2. Secondary Color:Pencampuran dua warna primer.
    3. Intermediate atau Tertiary Color:Pencampuran primary color dan secondary color.
    Harmonisasi Warna
    Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User Experience (UX) yang lebih baik.
    Menurut Menurut Bleicher (2011), ada 7 skema warna utama untuk mencapai harmonisasi warna:
    1. Monochromatic
    2. Analogous
    3. Complementary
    4. Split-Complementary (Compound Harmony)
    5. Triadic
    6. Tetradic
    7. Square
    Temperatur Warna
    Ada 3 indikator temperature warna:
    1. Warm
    2. Cool
    3. Neutral
    Pedoman Desain Warna
    • Hindari warna saturated
    • Gunakan sedikit warna
    • Konsisten dengan ekspektasi

  38. Nama : Timothy
    NIM : 11419053
    Kelas: 42TRPL2
    Teori Warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi
    warna yang harmonis yang intinya untuk mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara
    estetika.Teori Warna memiliki tujuan untuk menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.

    Model Warna dalam desain :
    -RGB/Additive
    RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue
    -CMY/Subtractive
    Terdapat 2 Jenis Warna Subtraktif :
    1.CMY:warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY)
    2.RYB:warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue

    Color Wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna ,yang akan digunakan
    untuk membuat harmonisasi warna.Hubungan antarwarna dapat ditunjukkan melalui
    penggunaan color wheel.Color wheel pertama kali dikembangkan oleh Sri Isaac Newton
    pada tahun 1666.
    Color Wheel dapat dikategorikan menjadi 3 Jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna
    dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir:
    -Primary Color
    Warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana(Red,Blue,Yellow)
    -Secondary Color
    Warna ini dibuat mencampurkan 2 warna primer(Green,Orange,Purple)
    Yellow + Red = Orange
    Blue + Yellow = Green
    Blue + Red = Purple
    -Tertiary Color
    Tertiary color dibuat dengan mencampurkannya primary color dengan secondary color
    untuk membentuk warna hibrida,sehingga amanya terdiri dari dua kata,misalnya blue-green
    1)Red-Violet
    2)Red-Orange
    3)Yellow-Orange
    4)Blue-Violet
    5)Blue-Green
    6)Yellow-Green
    Pemahaman tentang Color Wheel dan hubungan antar warna memungkinkan desainer untuk:
    -Mengerti warna lebih baik
    -Dapat memilih warna untuk desain mereka

    Harmonisasi Warna
    Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User
    Experience(UX) yang lebih baik.

    7 skema warna utama dan beberapa kombinasi/variannya(Bleicher,2011)
    1)Monochromatic(Dibuat dari berbagai tints,tones dan shades dari hue(warna),
    skema yang paling sederhana dari semua skema)
    2)Analogous(Tiga warna yang terletak bersebelahan,misalnya red,red-orange,red-purple,
    skema ini mudah ditemukan di alam)
    3)Complementary(Menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang bersebrangan,
    skema warna berlawanan(opposite color))
    4)Split-Complementary(Kombinasi skema warna complementary dengan analogous,
    Warna complementary dipilih dan kemudian warna di kedua sisi mereka pada color wheel
    juga digunakan dalam desain)
    5)Triadic(Penggunaan 3 warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya,3 Warna akan
    persis 120 derajat dari warna yang lain)
    6)Tetradic(Memanfaatkan 2 set skema complementary menjadi 4 warna)
    7)Square(Varian dari skema tetradic,Warna yang berjarak sama rata 90 derajat satu dengan yang
    lain)

    Temperatur Warna
    Warna dapat digunakan untuk menyampaikan konten emosi serta membantu tampilan dan nuansa
    pada desain anda.Warna Warna adalah masalah besar dalam bagaimana orang-orang dari berbagai
    belahan dunia akan menafsirkan desain Anda.
    Pendekatan Color Wheel
    3 Indikator temperatur Warna:
    1.Warm
    Tiga Warna yang terletak di sisi lain Color Wheel yaitu Green,Blue,dan Purple.Dari ketiga Warna tersebut
    menciptakan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.
    2.Cool
    Tiga Warna yang terletak di separuh Color Wheel yaitu Yellow, Orange, Red.Dari ketiga Warna tersebut
    mencerminkan perasaan seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.
    3.Neutral
    Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu. Warna-warna ini termasuk Abu-abu, Cokelat, Putih dan Hitam.

    Hue, Saturation, Brightness
    Hue
    Hue mengacu pada tone warna tertentu,tetapi Hue bukan nama lain untuk warna karena warna dapat memiliki
    saturation dan brightness.
    Saturation
    Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu. Pada saturasi maksimum, warna tidak mengandung abu-abu
    sama sekali.Pada Saturasi minimum ,sebagian besar warna akan bewarna abu-abu
    Brightness
    Brightness mengacu pada seberapa banyak kandungan Warna hitam dan putih yang terdapat dalam
    satu warna

    Pedoman Desain Warna
    -Hindari warna saturated
    Saturated dapat menyebabkan kelelahan Visual,yaitu dapat membuat mata lelah dan Jenuh
    -Gunakan sedikit warna
    Warna harus digunakan dengan hemat.Interface dengan warna tampak lebih kompleks ,lebih berantakan
    dan lebih mengganggu
    -Konsisten dengan ekspetasi

    Memilih warna yang baik
    -Copy warna dari interface lain
    -Pilih warna dari foto dengan warna alami
    -Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu
    -Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi

  39. Nama : Febryanti Melati
    NIM : 11419061
    Kelas : 42TRPL2

    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.
    Tujuan dari teori warna adalah untuk menjelaskan hubungan warna dengan tujuan untuk menciptakan harmoni.
    Beberapa model warna dalam suatu desain, yaitu :
    1. RGB / Additive : Red-Green-Blue
    Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dn LCD untuk display, karena setiap piksel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau, dan biru yang terpisah.
    2. CMY / Subtractive
    Terbagi atas 2 jenis, yaitu :
    – CMY(K) : warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black.
    Merupakan warna complementary dari RGB.
    – RYB : warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.
    Color Wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.
    Color Wheel menunjukkaan hubungan antar berbagai warna berdasarkan konten warna merah, kuning dan biru dari masing-masing warna. Color Wheel pertama kali dikembangkan oleh Sri Issac Newton pada tahun 1666.
    Varian Color Wheel yang paling berguna dan sering digunakan (stone, 2008), yaitu :
    – Red, red-orange
    – Orange, yellow-orange
    – Yellow, yellow-green
    – Green, blue-green
    – Blue, blue-purple
    – Purple, red-purple

    Bleicher (2011) mengatakan bahwa ada 3 kategori warna pada Color Wheel, yaitu :
    1. Primary color (warna primer)
    Merupakan warna dasar yang tidak dapat dipecah. Terdiri dari red, yellow, dan blue.
    2. Secondary color (warna sekunder)
    Wana yang dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer, terdiri dari green, orange, dan purple.
    3. Intermediate atau tertiary color (warna tersier)
    Warna yang dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color untuk membuat warna hibrida, sehingga namanya terdiri dari 2 kata, yaitu yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, dan yellow-green.
    Harmonisasi warna
    Menurut Bleicher (2011), ada 7 skema warna utama yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu :
    1. Monochromatic
    2. Analogous
    3. Complementary
    4. Split-Complementary (Compound Harmony)
    5. Triadic
    6. Tetradic
    7. Square

    3 indikator temperature warna, yaitu :
    1. Temperature warna cool, seperti yellow, orange, dan red. Warna ini mencerminkan perasaan, seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.
    2. Temperature warna warm, seperti green, blue, dan purple. Warna ini mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.
    3. Temperature warna Neutral, seperti abu-abu, cokelat, putih, dan hitam. Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu.

    – Hue, mengacu pada tone warna tertentu. Misalnya, warna dengan hue yang sama dan dibedakan dengan kata sifat yang merujuk pada lightness atau saturationnya, seperti hijau muda atau biru pastel.
    – Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu.
    – Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih dan hitam yang terkandung dalam satu warna.

    Beberapa pedoman desain warna, yaitu :
    – Menghindari warna saturated
    – Menggunakan sedikit warna
    – Konsistensi dengan ekspektasi
    Memilih warna yang baik :
    – Copy warna dari interface lain
    – Pilih warna dari foto dengan warna alami
    – Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu
    – Memilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi
    Beberapa tools untuk desain, yaitu :
    – Browser developer tools
    – Digital color meter / colorpic
    – Adobe color
    – HTML color

  40. Nama: Anjelina Sihombing
    NIM : 11419063
    Kelas : 42 TRPL 2
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.
    Tujuan dari teori warna adalah untuk menjelaskan hubungan warna dengan tujuan untuk menciptakan harmoni.
    Beberapa model warna dalam suatu desain, yaitu :
    1. RGB / Additive : Red-Green-Blue
    Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dn LCD untuk display, karena setiap piksel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau, dan biru yang terpisah.
    2. CMY / Subtractive
    Terbagi atas 2 jenis, yaitu :
    – CMY(K) : warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black.
    Merupakan warna complementary dari RGB.
    – RYB : warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.
    Color Wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.
    Color Wheel menunjukkaan hubungan antar berbagai warna berdasarkan konten warna merah, kuning dan biru dari masing-masing warna. Color Wheel pertama kali dikembangkan oleh Sri Issac Newton pada tahun 1666.
    Varian Color Wheel yang paling berguna dan sering digunakan (stone, 2008), yaitu :
    – Red, red-orange
    – Orange, yellow-orange
    – Yellow, yellow-green
    – Green, blue-green
    – Blue, blue-purple
    – Purple, red-purple
    Bleicher (2011) mengatakan bahwa ada 3 kategori warna pada Color Wheel, yaitu :
    1. Primary color (warna primer)
    Merupakan warna dasar yang tidak dapat dipecah. Terdiri dari red, yellow, dan blue.
    2. Secondary color (warna sekunder)
    Wana yang dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer, terdiri dari green, orange, dan purple.
    3. Intermediate atau tertiary color (warna tersier)
    Warna yang dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color untuk membuat warna hibrida, sehingga namanya terdiri dari 2 kata, yaitu yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, dan yellow-green.
    Harmonisasi warna
    Menurut Bleicher (2011), ada 7 skema warna utama yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu :
    1. Monochromatic
    2. Analogous
    3. Complementary
    4. Split-Complementary (Compound Harmony)
    5. Triadic
    6. Tetradic
    7. Square
    3 indikator temperature warna, yaitu :
    1. Temperature warna cool, seperti yellow, orange, dan red. Warna ini mencerminkan perasaan, seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.
    2. Temperature warna warm, seperti green, blue, dan purple. Warna ini mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.
    3. Temperature warna Neutral, seperti abu-abu, cokelat, putih, dan hitam. Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu.

  41. SAHAT HUTAURUK
    11419010 / 42TRPL1

    Warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Tujuannya adalah untuk menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.

    Model warna dalam design, yaitu :
    — RGB ( Red, Green, Black)
    Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display, karena setiap piksel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau dan biru yang terpisah.
    — CMY
    Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:
    ** CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black)
    digunakan dalam design yang akan dicetak
    ** RYB (Red, Yellow, Blue)
    digunakan untuk mulai membuat harmonisasi warna

    Color wheel
    adalah kombinasi 12 warna yang bisa digunakan untuk metakan harmonisasi-harmonisasi warna. Color wheel menunjukkan hubungan antara berbagai warna berdasarkan konten warna merah, kuning dan biru dari masing-masing warna.

    Varian color wheel paling sering digunakan (Stone, 2008):
    — red, red-orange
    — orange, yellow-orange
    — yellow, yellow-green
    — green, blue-green
    — blue, blue-purple
    — purple, red-purple

    3 jenis utama Color Wheel (Bleicher (2011)):
    — Primary Color
    yaitu warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana
    — Secondary Color
    yaitu gabungan dari 2 warna primer
    — Tertiary Color
    yaitu gabungan dari 1 warna primer dan 1 warna sekunder

    7 Skema warna, yaitu :
    — Monochromatic : Dibuat dari tints, tones, dan shades
    — Analogous : 3 warna yang bersebelahan
    — Complementary : Warna yang berseberangan
    — Split-Complementary : Kombinasi dari complementary dan analogous
    — Triadic : Tiga warna yang berjarak sama.’Seperti segitiga sama sisi’
    — Tetradic : Seperti persegi panjang
    — Square : Kombinasi warna, 4 warna yang berjarak 2 sisi yang menjadi kombinasinya

    Memilih warna yang baik :
    1. Copy warna dari interface lain
    2. Pilih warna dari foto dengan warna alami
    3. Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu
    4. Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi

  42. Nama : Daniel A.C Simamora
    Nim : 11419001
    Kelas : 42 TRPL 1

    TEORI WARNA
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.

    MODEL WARNA
    Terdapat beberapa model warna dalam desain:
    *RGB / Additive
    =>RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue.
    *CMY / Subtractive
    =>Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:
    *CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY).
    K atau black: untuk membentuk CMYK dari proses litografi 4 warna.
    CMY adalah warna complementary dari RGB.
    *RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.
    Meskipun tidak ilmiah, digunakan sebagai dasar untuk sebagian besar teori warna.

    COLOR WHEEL
    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.Color wheel
    menunjukkan hubungan antara berbagai warna berdasarkan konten warna merah, kuning dan biru dari masing-masing warna.
    Varian color wheel yang paling berguna dan paling sering digunakan:
    *red, red-orange
    *orange, yellow-orange
    *yellow, yellow-green
    *green, blue-green
    *blue, blue-purple
    *purple, red-purple

    tiga jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir, yaitu:
    1.Primary color (warna primer)
    =>Primary color terdiri dari: red, yellow, blue.
    Primary color adalah warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.
    2.Secondary color (warna sekunder)
    =>Secondary color terdiri dari: green, orange, purple.
    Warna ini dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer:
    *yellow + red = orange
    *blue + yellow = green
    *blue + red = purple
    3.Intermediate atau tertiary color (warna tersier)
    =>Tertiary color terdiri dari: yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green.
    Tertiary color dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color untuk membentuk warna hibrida,
    sehingga namanya terdiri dari dua kata, misalnya blue-green.

    HARMONISASI WARNA
    Menurut Bleicher (2011), ada 7 skema warna utama (dan beberapa kombinasi dan varian dari skema ini) yang memungkinkan desainer
    untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu:
    1.Monochromatic
    =>Skema monochromatic didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna).
    2.Analogous
    =>Skema analogous didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple.
    3.Complementary
    =>Skema warna complementary didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan
    (membatalkan satu sama lain jika dipasangkan).
    4.Split-Complementary (Compound Harmony)
    =>Skema warna split complementary didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous.
    5.Triadic
    =>Skema triadic didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel.
    6.Tetradic
    =>Skema tetradic memanfaatkan dua set skema complementary: empat warna.
    7.Square
    =>Skema square adalah varian dari skema tetradic, dengan menempatkan bujur sangkar pada color wheel
    dan memilih warna yang terletak di sudut-sudutnya.

    TEMPERATUR WARNA
    Warna dapat digunakan untuk menyampaikan konten emosi serta membantu tampilan dan nuansa pada desain Anda.
    ada 3 indikator temperatur warna:
    *Warm
    =>Warna yang terletak di sisi lain color wheel termasuk green, blue dan purple.
    *Cool
    =>Warna yang terletak di separuh color wheel termasuk yellow, orange dan red.
    *Neutral
    =>Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu. Warna-warna ini termasuk abu-abu, cokelat, putih dan hitam.

    HUE, SATURATION, BRIGHTNESS
    HUE mengacu pada tone warna tertentu.
    SATURATION adalah intensitas hue dengan abu-abu.
    BRIGHTNESS mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    PEDOMAN DESAIN WARNA
    Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:
    1.Hindari warna saturated
    2.Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    3.Konsisten dengan ekspektasi

    MEMILIH WARNA YANG BAIK
    Beberapa cara untuk dapat menentukan atau memilih warna yang baik adalah:
    1.Copy warna dari Interface lain
    2.Pilih warna dari foto dengan warna alami
    3.Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu (pilihan aman)
    4.Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi (minta pendapat orang lain tentang ini).

  43. Nama : Mei Pane
    NIM : 11419006
    Kelas : 42 TRPL 1

    Colors
    1.Teori Warna
    Teori warna merupakan seperangkat prinsip panduan yang digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Teori warna memiliki satu tujuan yaitu untuk menjelaskan hubungan warna dalam menciptakan harmoni.
    Model warna
    – RGB(Red,Green dan Blue) = yang digunakanlangsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display.
    – CMYK(Cyan,Magenta,Yellow dan Black) = untuk membentuk CMYK dari pross litografi 4 warna.
    – RYB(Red,Yellow dan Blue) = yang digunakan sebagai dasar teori warna.
    Color Wheel digunakan dalam ilustrasi variasi warna untuk membuat harmonisasi warna. Ada 12 warna dalam color wheel.
    1. Primary color(Red,Blue,Yellow) => yang tidak dapat dipecah
    2. Secondary color(Green,Orange,Purple) => gabungan dari warna primary
    3. Tertiary color(Red violet,Red orange,Yellow orange,Blue violet, Blue green, Yellow green) => gabungan dari warna primary dan secondary.
    2.Harmonisasi warna
    Ada 7 skema varian warna yaitu:
    1. Monochromatic = menggunakan 1 warna yang digabungkan dari tones dan shades
    2. Analogous = 3 warna yang bertetangga.
    3. Complementary = Warna yang berseberangan
    4. Split-Complementary = Kombinasi dari complementary dan analogous
    5. Triadic = Tiga warna yang berjarak sama.
    6. Tetradic = Seperti persegi panjang
    7. Square = Kombinasi warna, 4 warna yang berjarak 2 sisi warna yang menjadi kombinasinya
    Temperatur warna digunakan untuk menyampaikan konten emosi serta membantu tampilan dan nuansa pada desain.
    Ada 3 indikator temperatur warna yait:
    1.Temperatur warna cool yang mencerminkan perasaan kebahagiaan,energi,kekuatan dan gairah (yellow,orange dan red).
    2.Temperatur warna warm yang mencerminkan ketenangan, meditasi dan menenangkan (green,blue dan purple).
    3.Temperatur warna neutral yang tidak mencerminkan emosi tertentu (abu-abu,cokelat,putih dan hitam).
    Hue mengacu pada tone warna tertentu.
    Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu.
    Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam dalam warna.
    3.Pedoman desain warna
    – Hindari warna saturated
    – Gunakan sedikit warna
    – Konsisten dengan ekspektasi
    – Memilih warna yang baik
    4.Tools desain
    – browser developer tools
    – Digital color meter
    – Adobe color
    – HTML color

  44. Nama : Ervina Sipahutar
    NIM : 11419066
    Kelas : 42 TRPL 2

    Warna sering kali dikelompokkan berdasarkan gender namun hal ini didasari oleh persepsi publik saja. Sebagai contoh warna biru identik dengan anak laki-laki dan warna pink identik dengan anak perempuan. Contoh lain adalah produk yang dijual dipasaran. Produk untuk wanita menggunakan varian warna yang lebih kompleks serta didominasi warna terang. Sedangkan produk untuk pria didominasi dengan warna gelap.

    Warna yang kita gunakan juga perlu memperhatikan persepsi umum di publik sehingga dapat mempermudah user. Seperti halnya tanda check pada pesan berhasil dapat dibuatkan warna hijau sedangkan tanda silang pada pesan error dapat dibuat warna merah.

    Teori Warna :
    Teori warna merupakan seperangkat prinsip paduan yang digunakan untuk membuat kombinasi yang harmonis. Teori warna menjelaskan hubungan warna dengan tujuan untuk menciptakan harmoni.

    Model Warna :
    a. RGB (Red, Green, Blue) /Additive : merupakan unit kubus dengan (0,0,0) adalah hitam, (1,1,1) adalah putih, serta tiga dimensi mengukur tingkat merah, hijau, dan biru. Model RGB digunakan pada monitor CRT dan LCD untuk display.
    b. CMY / Subtractive : dibuat dari cahaya yang dipantulkan. Terdiri atas :
    – CMY (K) : warna primer untuk printer yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black : untuk memberntuk CMYK dari proses litografi 4 warna.
    – RYB : warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.

    Color Wheel :
    Merupakan kombinasi 12 warna yang digunakan untuk memetakan harmonisasi warna.
    Terdiri atas :
    a. Primary color : merupakan warna dasar yang tidak dapt dipecah menjadi warna yang sederhana. Contoh : red, blue, yellow.
    b. Secondary color : merupakan gabungan dari dua warna primer. Contoh : green, orange, purple.
    c. Tertiary color : merupakan campuran warna primer dan sekunder untuk membentuk warna hibrida, sehingga namanya terdiri dari dua kata. Contoh : red-violet, red-orange, yellow-orange, blue-violet, blue-green, yellow-green.

    Harmonisasi Warna :
    – Memberi daya terik estetika, User Experience (UX) yang baik
    – Memikirkan skema warna di awal proses desain
    – Tidak mengurangi look & feel dari desain

    7 skema warna utama dan beberapa kombinasi / variannya :
    1. Monochromatic
    Menggunakan satu warna namun membuat variasi tones, tints, dan shades dari hue (warna). Merupakan kombinasi warna yang paling sederhana.

    2. Analogous
    Merupakan kombinasi tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple. Skema mudah ditemukan di alam.

    3. Complementary
    Menggunalan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan. Skema warna berlawanan (opposite color).

    4. Split-Complementary (Compound Harmony)
    Kombinasi skema warna complementary dengan analogous. Skema akan membentuk segitiga sama kaki.

    5. Triadic
    Penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya. Ketiga warna akan persis 120 derajat dari warna lain (membentuk segitiga sama sisi).

    6. Tetradic
    Memanfaatkan dua set skema complementary menjadi empat warna.

    7. Square
    Varian dari skema tetradic. Warna yang berjarak sama rata 90 derajat satu dengan lainnya.

    Temperatur Warna :

    Digunakan untuk menyampaiakan konten emosi serta membantu tampilan dan nuansa pada desain. Aspek budaya, jenis kelamin, pengalaman mampu memengaruhi warna beresonansi.

    Dengan pendekatan Color Wheel ada 3 indikator Temperatur Warna :
    1. Cool : terletak di separuh Color Wheel, termasuk yellow, red, dan orange. Warna tersebut mencerminkan perasaan seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan, dan energy.
    2. Warm : terletak di sisi lain Color Wheel, termasuk green, purple, blue. Warna tersebut mencerminkan ketenangan, meditasi, serta kesan menenangkan.
    3. Neutral : tidak mencerminkan emosi tertentu, termasuk abu-abu, cokelat, putih, dan hitam.

    a. Hue : mengacu pada tone warna tertentu serta dapat memiliki saturation dan brightness.
    Contoh : hijau muda (light green), biru pastel (pastel blue).
    b. Saturation : mengacu pada intensitas hue dengan abu-abu. Saturasi maksimum, warna tidak mengandung abu-abu sama sekali. Saturasi minimum, sebagian besar warna akan berwarna abu-abu.
    c. Brightness : mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    Pedoman Desain Warna :
    – Hindari warna saturated (kontras tinggi) karena membuat mata akan cepat lelah. Dapat menggunakan warna pastel sebagai alternatif.
    – Gunakan sedikit warna agar tidak terkesan berantakan. Kita dapat menggunakan sedikit warna dengan hue yang berbeda.
    – Konsisten dengan ekspektasi

    Memilih Warna yang Baik :
    – Copy warna dari interface lain
    – Pilih warna dari foto dengan warna alami
    – Pilih salah satu warna dengan beberapa nuansa abu-abu
    – Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi

    Color Harmony Generator :
    – Adobe Color
    – Canva
    – Color Mind
    – Coolors
    – HTML Color Codes

  45. Nama : Mario Wira Pratama Purba
    NIM : 11419050
    Kelas : 42TRPL2

    Terdapat beberapa model warna dalam desain:

    RGB / Additive
    CMY / Subtractive

    Model Warna RGB / Additive
    RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue
    Model Warna CMY / Subtractive
    Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:

    CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black: untuk membentuk CMYK dari proses litografi 4 warna. CMY adalah warna complementary dari RGB.
    RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue. Meskipun tidak ilmiah, digunakan sebagai dasar untuk sebagian besar teori warna.

    COLOR WHEEL
    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.

    7 skema warna utama dan beberapa kombinasi/varian :
    1. Monochromatic:
    – didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue(warna)
    – skema yang paling sederhana dari semua skema
    2. Analogous:
    – Tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple
    – Skema ini mudah ditemukan di alam
    3. Complementary:
    – Menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan
    – Skema warna berlawanan(opposite color)
    4. Split – complementary:
    – Kombinasi skema warna Complementary dengan analogous
    – Warna complementary dipilih dan kemuadian warna dikedua sisi mereka pada color wheel juga digunakan dalam desain
    5. Triadic:
    – Pengunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya
    – Tiga warna akan persis 120 derajat dari warna lain
    6. Tetradic:
    – Memanfaatkan dua set skema complementary menjadi empat warna
    7. Square:
    – Varian dari skema tetradic
    – Warna yang berjarak sama rata 90 derajat satu dengan yang lain

  46. Nama : Sarah O.Y Simorangkir
    NIM : 11419017
    Kelas: 42TRPL1

    COLORS

    Teori Warna
    =Seperangkat prinsip panduan yg kita gunakan untuk menciptakan kombinasi
    warna yang baik/harmonis
    Tujuan: Menjelaskan hubungan warna dengan tujuan menciptakan harmoni pada suatu design
    Model Warna :
    -RGB (Red Green Blue) = Konsep design yg akan digunakan/Dilihat di komputer
    -CMYK (Cyan Magenta yellow BlaCk = Untuk Percetakan
    -RYB (Red Yellow Blue) = Untuk kombinasi warna :
    Color Wheel= mengilustrasikan variasi warna, untuk membuat harmonisasi
    varian Color Wheel: (red, red-orange),(orange, yellow-orange),(yellow, yellow-green),(green, blue-green),(blue, blue-purple),(purple, red-purple)
    -Primary Color = Red,Blue, Yellow
    -Secondary Color = Green, Orange, Purple
    -Tertiary Color = RedViolet,RedOrange, YellowOrange, BlueViolet,BlueGreen, YellowGreen

    Harmonisasi warna
    Skema warna utama dan kombinasi:
    1.Monochromatic = Mengacu pada satu warna, dan membuat beberapa variasi pada brighteness, tone,dll
    2.Analogous = 3 warna yang bersebelahan
    3.Complementary = Warna yang bersebrangan(Opposite Color)
    4.Split-Complementary(Compound Harmony)= Kombinasi Analogous dan Complimentary
    5.Triadic = Penggunaan 3 warna yang berjarak sama satu sama lain
    6.Tetradic = dua set warna complementary
    7.Square = Kombinasi 4 warna yg berjarak 2 sisi dengan warna yang menjadi kombinasinya
    dan membentuk bujur sangkar

    Temperatur Warna
    Indikator tempratur warna:
    1. Warm = mencerminkan energi, perasaan bahagia contoh yellow,Orange, Red
    2. Cool = mencerminkan ketenangan contoh green, blue, purple
    3. Neutral = mencerminkan emosi tertentu contoh abu-abu,cokelat,putih,hitam.

    Memilih warna yang baik:
    a. Mengcopy warna dari interface lain
    b. Memilih warna dari foto dengan warna yang alami
    c. Memilih salah satu warna/ beberapa nuansa abu-abu
    d. Plih dua warna yang tampaknya terkoordinasi

    Tools dalam desain warna harmonisasi:
    Browser Developer tools, colorpic, Adobe Color, Canva, HTML Color.

  47. Nama : Cyntia Evelin Simamora
    Kelas : D4TRPL2
    NIM : 11419065

    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis yang tujuannya untuk menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.

    Beberapa model warna dalam desain:
    -RGB / Additive : ( Red-Green-Blue) Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display, karena setiap piksel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau dan biru yang terpisah.

    -CMY / Subtractive
    Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:
    1.CMY(K): CMY adalah warna complementary dari RGB.
    2.RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue digunakan sebagai dasar untuk sebagian besar teori warna.

    COLOR WHEEL
    digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna. Dan menunjukkan hubungan antara berbagai warna berdasarkan konten warna merah, kuning dan biru dari masing-masing warna.

    Bleicher (2011) menyatakan bahwa color wheel dapat dikategorikan menjadi tiga jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir, yaitu:

    1.Primary color (warna primer)
    2.Secondary color (warna sekunder)
    3.Intermediate atau tertiary color (warna tersier)

    Ada 7 skema warna utama (dan beberapa kombinasi dan varian dari skema ini) yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu:
    1.Monochromatic
    2.Analogous
    3.Complementary
    4.Split-Complementary (Compound Harmony)
    5.Triadic
    6.Tetradic
    7.Square

  48. Nama :Thumphak Adhitio Aritonang
    NIM :11419035
    Kelas :42 TRPL 1

    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.
    Tujuan dari teori warna adalah untuk menjelaskan hubungan warna dengan tujuan untuk menciptakan harmoni.
    Beberapa model warna dalam suatu desain, yaitu :
    1.RGB( Red-Green-Blue)
    Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dn LCD untuk display, karena setiap piksel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau, dan biru yang terpisah.
    2.CMY Terbagi atas 2 jenis, yaitu :
    -CMY(K) : warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black.
    Merupakan warna complementary dari RGB.
    -RYB : warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.
    Color Wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.
    Color Wheel menunjukkaan hubungan antar berbagai warna berdasarkan konten warna merah, kuning dan biru dari masing-masing warna. Color Wheel pertama kali dikembangkan oleh Sri Issac Newton pada tahun 1666.
    Varian Color Wheel yang paling berguna dan sering digunakan (stone, 2008), yaitu :
    -Red, red-orange
    -Orange, yellow-orange
    -Yellow, yellow-green
    -Green, blue-green
    -Blue, blue-purple
    -Purple, red-purple
    Bleicher (2011) mengatakan bahwa ada 3 kategori warna pada Color Wheel, yaitu :
    1.Primary color (warna primer)
    Merupakan warna dasar yang tidak dapat dipecah. Terdiri dari red, yellow, dan blue.
    2.Secondary color (warna sekunder)
    Wana yang dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer, terdiri dari green, orange, dan purple.
    3.Intermediate atau tertiary color (warna tersier)
    Warna yang dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color untuk membuat warna hibrida, sehingga namanya terdiri dari 2 kata, yaitu yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, dan yellow-green.
    Harmonisasi warna.Menurut Bleicher ada 7 skema warna utama yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu :
    1. Monochromatic.
    2. Analogous.
    3. Complementary.
    4. Split-Complementary (Compound Harmony).
    5. Triadic.
    6. Tetradic.
    7. Square.
    3 indikator temperature warna :
    1.Temperature warna cool, seperti yellow, orange, dan red. Warna ini mencerminkan perasaan, seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.
    2.Temperature warna warm, seperti green, blue, dan purple. Warna ini mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.
    3.Temperature warna Neutral, seperti abu-abu, cokelat, putih, dan hitam. Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu.
    -Hue, mengacu pada tone warna tertentu. Misalnya, warna dengan hue yang sama dan dibedakan dengan kata sifat yang merujuk pada lightness atau saturationnya, seperti hijau muda atau biru pastel.
    -Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu.

    -Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih dan hitam yang terkandung dalam satu warna.
    Beberapa pedoman desain warna, yaitu :
    -Menghindari warna saturated.
    -Menggunakan sedikit warna .
    -Konsistensi dengan ekspektasi.
    Bagaimana Cara memilih Memilih warna yang baik :
    -Copy warna dari interface lain.
    -Pilih warna dari foto dengan warna alami.
    -Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu.
    -Memilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi.

  49. Nama : Kevin Yoyada Tambunan
    NIM : 11419033
    Kelas : 42 TRPL 1

    COLOR
    Pemilihan warna yang baik harus memperhatikan pandangan orang dan dibuat untuk mempermudah pekerjaan user dan bukan untuk mempersulit. Pandangan orang yang dimaksud disini ialah, kecenderungan warna yang biasa digunakan dalam masyarakat tersebut, contohnya merah sebagai warna kebahagiaan di china.

    Teori Warna
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Teori warna pada intinya adalah tentang mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika. Dari pengertian teori warna diatas, tujuan dari Teori warna hanya satu, yaitu untuk menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.

    Model warna
    – RGB (Red, Green, Blue)
    -> (0,0,0) adalah warna hitam dan (1,1,1) adalah warna putih
    – CMY (cyan, magenta, yellow )
    ->(1,1,1) adalah warna hitam dan (0,0,0) adalah warna putih
    – RYB (Red, Yellow, Blue)

    Color Wheel
    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.
    Varian color wheel yang paling sering ditunjukkan adalah kombinasi warna RYB. Bleicher(2011) menyatakan bahwa color wheel dikategorikan menjadi tiga warna utama yaitu
    – Primary color
    Primary color terdiri dari: red, yellow, blue. Primary color adalah warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.
    – Secondary color
    Secondary color terdiri dari: green, orange, purple. Warna ini dari pencampuran 2 warna primer:
    – Intermediate color
    Tertiary color terdiri dari: yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green. Tertiary color dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color

    Harmonisasi Warna
    Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User Experience (UX) yang lebih baik.
    Menurut Bleicher(2011), ada 7 skema warna untuk mencapai harmonisasi dalam design, yaitu :
    1. Monochromatic : Dibuat dari tints, tones, dan shades
    2. Analogous : 3 warna yang bersebelahan
    3. Complementary : Warna yang berseberangan
    4. Split-Complementary : Kombinasi dari complementary dan analogous
    5. Triadic : Tiga warna yang berjarak sama.’Seperti segitiga sama sisi’
    6. Tetradic : Seperti persegi panjang
    7. Square : Kombinasi 4 warna yang berjarak 2 sisi yang membentuk bujur sangkar

    Temperatur Warna
    jika menggunakan/mengikuti color wheel, ada 3 temperatur warna, yaitu :
    1. Warm
    Warna yang terletak di sisi lain color wheel termasuk green, blue dan purple. Warna-warna dingin mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.
    2. Cool
    Warna yang terletak di separuh color wheel termasuk yellow, orange dan red. Warna-warna ini mencerminkan perasaan seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.
    3. Neutral
    Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu. Warna-warna ini termasuk abu-abu, cokelat, putih dan hitam.

    HUE, SATURATION, BRIGHTNESS
    HUE
    -> Dalam istilah praktis, hue mengacu pada tone warna tertentu.
    SATURATION
    -> Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu. Pada saturasi maksimum, warna tidak mengandung abu-abu sama sekali. Pada saturasi minimum, sebagian besar warna akan berwarna abu-abu.
    BRIGHTNESS
    -> Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    Pedoman Desain Warna
    Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:
    – Hindari warna saturated
    – Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    – Konsisten dengan ekspektasi

  50. Nama:Nazir Manahan Manurung
    NIM:11419020
    Kelas:42TRPL1

    Teori warna pada intinya merupakan suatu hal tentang mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika. semua teori warna memiliki satu tujuan yakni menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.

    terdapat beberapa model warna dalam sebuah desain, yakni:
    a.RGB / Additive
    kepanjangan dari Red-Green-Blue yang merupakan unit kubus, dengan (0,0,0) sama dengan hitam; (1,1,1) sama dengan putih; dan tiga dimensi mengukur tingkat merah, hijau dan biru.

    b.CMY / Subtractive
    Pada Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi pada 2 jenis, yakni:

    1. CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black: untuk membentuk CMYK dari proses litografi 4 warna. CMY adalah warna complementary dari RGB.
    2. RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue. Meskipun tidak ilmiah, digunakan sebagai dasar untuk sebagian besar teori warna.

    Pada Harmonisasi warna, Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User Experience (UX) yang lebih baik. Hal ini artinya merupakan ide yang baik jika pada awal proses desain yang kita buat memikirkan skema warna apa yang akan kita gunakan.

    menurut Bleicher, ada 7 skema warna utama dalam mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu:

    1.Monochromatic
    2.Analogous
    3.Complementary
    4.Split-Complementary (Compound Harmony)
    5.Triadic
    6.Tetradic
    7.Square

    Didalam hal temperatur warna, Warna dapat digunakan untuk menyampaikan konten emosi serta membantu tampilan dan nuansa pada desain yang kita buat. pada pendekatan color wheel, ada 3 indikator temperatur warna:
    1.Warm
    2.Cool
    3.Neutral

    Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:
    1.Hindari warna saturated
    2.Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    3.Konsisten dengan ekspektasi.

  51. Nama : Suryanto Ray S Panjaitan
    NIM : 11419031
    Prodi : 42 TRPL 1

    Teori warna adalah seperangkat panduan yang bias kita gunakan membuat kombinasi warna yang baik sehingga menciptakan harmonisasi dalam desain.

    Color Wheel dalah kombinasi 12 warna yang dapat digunakan untuk memetakan harmonisasi warna.
    3 Jenis warna utama pada Color Wheel:
    1. Primary color, yaitu warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang sederhana. (Red, Blue, Yellow).
    2. Secondary color, yaitu gabungan dari 2 warna primer. (Green, Orange, Purple).
    3. Tertiary color, yaitu gabungan dari satu warna primary, dan satu warna secondary. (Red-Violet, Red-Orange, Yellow-Orange, Blue-Violet, Blue-Green, Yellow-Green).

    Ada 7 Skema warna, yaitu :
    1. Monochromatic : Dibuat dari tints, tones, dan shades
    2. Analogous : 3 warna yang bersebelahan
    3. Complementary : Warna yang berseberangan
    4. Split-Complementary : Kombinasi dari complementary dan analogous
    5. Triadic : Tiga warna yang berjarak sama.’Seperti segitiga sama sisi’
    6. Tetradic : Seperti persegi panjang
    7. Square : Kombinasi warna, 4 warna yang berjarak 2 sisi yang menjadi kombinasinya

    tools untuk membuat harmonisasi warna yaitu:
    – adobe color
    – canva
    – color mind
    – coolors
    – HTM: colors codes

  52. TEORI WARNA
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.
    MODEL WARNA
    Model Warna RGB / Additive
    Model Warna CMY / Subtractive

    Color weel dapat dikategorikan menjadi tiga jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir:
    – Primary color : Warna dasar yang tidak sapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana
    Contoh: Red, Blue, Yellow
    – Secondary color: Warna ini dibuat dengan mencampurkan warna primer
    – Contoh: Green, orange, purple
    – Tertiary(tersier) color: Dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color untuk membentuk warna hibrida, sehingga namanya terdiri dari dua kata misalnya blue-green
    Contoh:
    7. Red-violet
    8. Red-orange
    9. Yellow-orange
    10. Blue-violet
    11. Blue-greenn
    12. Yellow-green
    Harmonisasi Warna
    1. Monochromatic
    2. Analogous
    3. Complementary
    4. Split Complementary
    5. Triadic
    6. Tetradic
    7. Square

    TEMPERATUR WARNA
    Warna dapat digunakan untuk menyampaikan konten emosi serta membantu tampilan dan nuansa pada desain.

  53. Nama : Maristella Sitanggang
    NIM : 11419064
    Kelas : 42TRPL 2

    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni.

    Ada beberapa model warna dalam design, yaitu :
    – RGB : Red, Green, Blue
    Digunakan dalam design yang akan dilihat di komputer
    – CMYK : Cyan, Magenta, Yellow, Black
    Digunakan dalam design yang akan dicetak
    – RYB : Red, Yellow, Blue
    Digunakan untuk mulai membuat harmonisasi warna

    Color Wheel adalah kombinasi dari 12 warna untuk memetakan harmonisasi
    Terdapat 3 jenis warna utama pada Color Wheel yaitu:
    – Primary color
    Warna yang tidak dapat lagi dipecah
    – Secondary color
    Gabungan dari warna primary
    – Tertiary color
    Gabungan dari 1 warna primary dan 1 warna secondary

    7 Skema warna yaitu:
    – Monochromatic = Dibuat dari tints, tones, dan shades
    – Analogous = 3 warna yang bersebelahan
    – Complementary = Warna yang berseberangan
    – Split-Complementary = Kombinasi dari complementary dan analogous
    – Triadic = Tiga warna yang berjarak sama.’Seperti segitiga sama sisi’
    – Tetradic = Seperti persegi panjang
    – Square = Kombinasi warna, 4 warna yang berjarak 2 sisi yang menjadi kombinasinya

    Jika Anda ingin mengikuti pendekatan color wheel, ada 3 indikator temperatur warna:
    – Warm: Warna yang terletak di sisi lain color wheel termasuk green, blue dan purple. Warna-warna dingin mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.
    – Cool: Warna yang terletak di separuh color wheel termasuk yellow, orange dan red. Warna-warna ini mencerminkan perasaan seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.
    – Neutral: Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu. Warna-warna ini termasuk abu-abu, cokelat, putih dan hitam.

    Pedoman Desain Warna
    – Hindari warna saturated (Yang kontrasnya tinggi) : Saturated color dapat menyebabkan kelelahan visual.
    – Gunakan Sedikit Warna: Interface dengan banyak warna tampak lebih kompleks, lebih berantakan dan lebih mengganggu.
    – Konsisten dengan ekspektasi

    Memilih Warna yang baik
    – Copy dari interface lain
    – Pilih warna dari foto dengan warna alami
    – Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu
    – Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi

    Tools Untuk Desain:
    – Browser Developer Tools
    – Digital Color Meter / Colorpic
    – Adobe Color
    – HTML Color

  54. Nama : Ares J. M. Pardosi
    NIM : 11419062
    Kelas : 42 TRPL 2

    Dalam menentukan warna sering kali secara tidak sadar terjadi pengelompokan berdasarkan gender, laki-laki dengan perempuan.padahal pada dasarnya, tidak ada teori yang menentukan pengelompokan ini atau membenarkannya. Pandangan ini terbentuk menjadi persepsi publik.
    Teori warna didefenisikan sebagai seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.

    MODEL WARNA
    Berikut beberapa model warna dalam design, yaitu :

    – RGB / Additive
    Model Warna RGB / Additive
    RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue. Model RGB adalah unit kubus, dengan (0,0,0) sama dengan hitam; (1,1,1) sama dengan putih; dan tiga dimensi mengukur tingkat merah, hijau dan biru. Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display, karena setiap piksel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau dan biru yang terpisah.

    – CMY / Subtractive
    Model Warna CMY / Subtractive
    Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:
    CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY).
    RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.

    Color wheel adalah kombinasi 12 warna yang bisa digunakan untuk harmonisasi warna
    Varian color wheel yang paling berguna dan paling sering digunakan meliputi kombinasi (Stone, 2008):
    – red, red-orange
    – orange, yellow-orange
    – yellow, yellow-green
    – green, blue-green
    – blue, blue-purple
    – purple, red-purple

    1. Primary color (warna primer)
    Primary Color yaitu warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana yaitu Red, Blue, Yellow

    2. Secondary color (warna sekunder)
    Secondary Color yaitu gabungan dari 2 warna primer

    3. Intermediate atau tertiary color (warna tersier)
    Tertiary Color yaitu gabungan dari 1 warna primer dan 1 warna sekunder

    Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User Experience (UX) yang lebih baik. Hal ini artinya merupakan ide yang baik jika pada awal proses desain Anda memikirkan skema warna apa yang akan Anda gunakan. Cara warna dipadukan dapat menambahkan atau justru mengurangi look & feel dari desain.

    Ada 7 Skema Warna Utama, yaitu :
    1. Monochromatic : Menggunakan satu warna tetapi ada variasi dari tones, shade, brightness, tetapi mengacu pada satu warna dasar
    2. Analogous : Menggunakan tiga warna yang bersebelahan seperti red, red-orange, dan orange
    3. Complementary : Menggunakan warna yang berseberangan seperti warna merah hijau seperti jersey Timnas Indonesia
    4. Split Complementary : Menggunakan kombinasi skema warna complementary dan analogous jika diperhatikan, skema ini membentuk segitiga sama kaki
    5. Triadic : Menggunakan tiga warna yang memiliki jarak sama satu dengan yang lain, skema ini membentuk segitiga sama sisi
    6. Tetradic : Menggunakan kombinasi 2 set warna complementary, skema ini membentuk persegi panjang
    7. Square : Menggunakan empat warna yang memiliki jarak sama satu dengan yang lain, skema ini membentuk persegi

    Jika Anda ingin mengikuti pendekatan color wheel, ada 3 indikator temperatur warna:
    1. Warm
    Warna yang terletak di separuh color wheel termasuk yellow, orange dan red. Warna-warna ini mencerminkan perasaan seperti gairah, kekuatan, kebahagiaan dan energi.

    2. Cool
    Warna yang terletak di sisi lain color wheel termasuk green, blue dan purple. Warna-warna dingin mencerminkan ketenangan, meditasi dan kesan yang menenangkan.

    3. Neutral
    Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu. Warna-warna ini termasuk abu-abu, cokelat, putih dan hitam.

    Pedoman desain:
    1.Hindari warna saturated
    Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu. Pada saturasi maksimum, warna tidak mengandung abu-abu sama sekali. Pada saturasi minimum, sebagian besar warna akan berwarna abu-abu.Saturated color dapat menyebabkan kelelahan visual.

    2.Gunakan sedikit warna
    Interface dengan banyak warna tampak lebih kompleks, lebih berantakan dan lebih mengganggu. Gunakan sejumlah kecil dengan hue yang berbeda.

    3.Konsisten dengan ekspektasi

    Memilih warna yang baik
    1.Copy warna dari interface
    2.Pilih warna dari foto dengan warna alami
    3.Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu
    3.Atau pilih warna yang tampaknya terkoordinasi

  55. Nama : Yohana Sihombing
    NIM :11419055
    Kelas : 42 TRPL-2

    1.Teori warna
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Teori warna pada intinya adalah tentang mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika.

    Color Wheel: Hubungan antarwarna dapat ditunjukkan melalui penggunakan color wheel
    Primary Color : warna dasar tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana (Red,Blue,Yellow)
    Secondary color : warna dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer (green,orange,purple)
    Tertiary color : Dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color untuk membentuk warna hibrida,sehingga namanya terdiri dari dua kata,misalnya blue-green(red-violet,red-orange,blue violet,dll)

    2.Harmonisasi warna
    .Memberikan daya tarik estetika,user experience (UX) yang baik
    .Memikirkan skema warna diawal proses desain
    .Jangan justru mengurangi look & feel dari desain

    5 skema warna utama dan beberapa kombinasi/variannya(Bleicher,2011)
    1.Monochromatic
    Didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints,tones,dan shades dari hue (warna)
    Skema yang paling sederhana dari semua skema
    2.Analogous
    Tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red,red-orange,red-purple,skema mudah ditemukand di alam
    3.Complementary
    Menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan,skema warna berlawanan(opposite color)
    4.Split-Complementary (Compound Harmony)
    Kombinasi skema warna complementary dengan analogous dan warna complementary dipilih kemudian di kedua sisi mereka pada color wheel juga digunakan dalam desain
    5.Triadic
    Penggunaan tiga warna pada jarak satu dengan lainnya dan tiga warna akan persis 120 derajat dari warna lain
    6.Tetradic
    Memanfaatkan dua set skema complementary menjadi 4 warna
    7.Square
    Varian dari skema tetradic, dan warna yang berjarak sama rata 90 derajat satu dengan yang lain

    3.Pedoman desain warna
    -Hindari warna yang kontrasnya tinggi
    -Gunakan sedikit warna
    -Konsisten dengan ekspetasi

    TOOLS UNTUK DESAIN
    Terdapat beberapa tools yang dapat Anda gunakan sebagai alat bantu dalam pemilihan warna untuk desain yang sedang Anda kerjakan.

    BROWSER DEVELOPER TOOLS
    Gunakan browser developer tools untuk melihat CSS style:

    DIGITAL COLOR METER / COLORPIC
    DigitalColorMeter (Macintosh), ColorPic (Windows) adalah tool yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi warna daripada screen.

    Aplikasi Digital Color Meter
    ADOBE COLOR
    Adobe Color dapat digunakan untuk memilih jenis harmonisasi warna.

    Adobe Color meter mengidentifikasi warna dari sebuah gambar

    Pemilihan jenis harmonisasi warna pada Adobe Color
    HTML COLOR

  56. Nama : Michael Binsar Tua Sinaga
    NIM : 11419012
    Kelas : 42 TRPL 1

    COLOR
    Teori Warna
    -> Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Teori warna pada intinya adalah tentang mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika.

    Beberapa model warna dalam desain:
    1. RGB / Additive ( Red-Green-Blue )
    -> Model RGB adalah unit kubus, dengan (0,0,0) sama dengan hitam; (1,1,1) sama dengan putih; dan tiga dimensi mengukur tingkat merah, hijau dan biru.
    2. CMY / Subtractive
    -> dibuat dari cahaya yang dipantulkan.
    terbagi dalam 2 jenis :
    a. CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow
    b. RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.

    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.
    Color wheel pertama kali dikembangkan oleh Sri Isaac Newton pada tahun 1666.
    Varian color wheel yang paling berguna dan paling sering digunakan meliputi kombinasi (Stone, 2008):
    1. red, red-orange
    2. orange, yellow-orange
    3. yellow, yellow-green
    4. green, blue-green
    5. blue, blue-purple
    6. purple, red-purple

    Bleicher (2011) menyatakan bahwa color wheel dapat dikategorikan menjadi tiga jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir, yaitu:
    1. Primary color (warna primer)
    -> Primary color terdiri dari: red, yellow, blue. Primary color adalah warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.
    2. Secondary color (warna sekunder)
    -> Secondary color terdiri dari: green, orange, purple.
    3. Intermediate atau tertiary color (warna tersier)
    -> Tertiary color terdiri dari: yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green.Tertiary color dibuat dengan mencampurkan primary color dengan secondary color untuk membentuk warna hibrida, sehingga namanya terdiri dari dua kata, misalnya blue-green.

    HARMONISASI WARNA
    Menurut Bleicher (2011), ada 7 skema warna utama yaitu:
    1. Monochromatic
    -> Skema monochromatic didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna).
    2. Analogous
    -> Skema analogous didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple.
    3. Complementary
    -> Skema warna complementary didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan (membatalkan satu sama lain jika dipasangkan).
    4. Split Complementary
    -> Skema warna split complementary didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous.
    5. Triadic
    -> Skema triadic didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel.
    6. Tetradic
    -> Skema tetradic memanfaatkan dua set skema complementary: empat warna. Skema ini dapat menciptakan pengalaman visual yang sangat menarik, tetapi sulit untuk tetap seimbang.
    7. Square
    -> Skema square adalah varian dari skema tetradic, dengan menempatkan bujur sangkar pada color wheel dan memilih warna yang terletak di sudut-sudutnya.

    TEMPERATUR WARNA
    -> Warna dapat digunakan untuk menyampaikan konten emosi serta membantu tampilan dan nuansa pada desain Anda.
    ada 3 indikator temperatur warna:
    1. Warm -> Warna yang terletak di sisi lain color wheel termasuk green, blue dan purple.
    2. Cool -> Warna yang terletak di separuh color wheel termasuk yellow, orange dan red.
    3. Neutral -> Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu. Warna-warna ini termasuk abu-abu, cokelat, putih dan hitam.

    HUE, SATURATION, BRIGHTNESS
    1. HUE -> HUE mengacu pada tone warna tertentu.
    2. Saturation -> intensitas HUE dengan abu-abu.
    3. Brightness -> mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    PEDOMAN DESAIN WARNA
    Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:
    1. Hindari warna saturated
    2. Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    3. Konsisten dengan ekspektasi

    MEMILIH WARNA YANG BAIK
    Beberapa cara untuk dapat menentukan atau memilih warna yang baik adalah:
    1. Copy warna dari Interface lain
    2. Pilih warna dari foto dengan warna alami
    3. Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu (pilihan aman)
    4. Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi (minta pendapat orang lain tentang ini).

  57. Nama : Samuel Halomoan Manalu
    NIM : 11419041

    TEORI WARNA
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis atau menghubungkan warna.

    Model Warna
    Terdapat beberapa model warna dalam desain:
    1.Model Warna RGB / Additive
    RGB adalah kepanjangan dari Red-Green-Blue.
    2. Model Warna CMY / Subtractive
    Warna subtraktif, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:
    A.CMY(K): warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black.
    B.RYB: warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue.

    Bleicher (2011) menyatakan bahwa color wheel dapat dikategorikan menjadi tiga jenis warna utama berdasarkan kombinasi warna dasar yang digunakan untuk membuat warna akhir, yaitu:
    1.Primary color (warna primer) -> Primary color terdiri dari: red, yellow, blue.
    2.Secondary color (warna sekunder) -> Secondary color terdiri dari: green, orange, purple
    3.Intermediate atau tertiary color (warna tersier) -> Tertiary color terdiri dari: yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green

    HARMONISASI WARNA
    Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User Experience (UX) yang lebih baik
    1.Monochromatic -> didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna)
    2.Analogous -> didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple
    3.Complementary -> didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan
    4.Split-Complementary (Compound Harmony) -> didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous
    5.Triadic -> didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel
    6.Tetradic -> memanfaatkan dua set skema complementary: empat warna
    7.Square -> varian dari skema tetradic

    PEDOMAN DESAIN WARNA
    Beberapa pedoman untuk dapat mendesain harmonisasi warna adalah:
    1.Hindari warna saturated
    2.Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak)
    3.Konsisten dengan ekspektasi

    MEMILIH WARNA YANG BAIK
    Beberapa cara untuk dapat menentukan atau memilih warna yang baik adalah:
    – Copy warna dari Interface lain
    – Pilih warna dari foto dengan warna alami
    – Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu (pilihan aman)
    – Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi (minta pendapat orang lain tentang ini).

  58. Nama : Michael Situmorang
    NIM : 11419005
    Kelas: 42TRPL1

    “All colours are the friends of their neighbours and the lovers of their opposites.”
    artinya warnalah yang bisa menyatukan.

    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis.
    Teori warna pada intinya adalah tentang mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika.
    PADA INTINYA, TUJUAN WARNA UNTUK MENCIPTAKAN HARMONI.

    CMY(K): warna primer untuk PRINTER, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black: untuk membentuk CMYK dari proses litografi 4 warna. CMY adalah warna complementary dari RGB.

    RYB: warna primer untuk ARTIST, yaitu red, yellow, blue. Meskipun tidak ilmiah, digunakan sebagai dasar untuk sebagian besar teori warna.

    RGB: kepanjangan dari Red-Green-Blue. Model RGB adalah unit kubus, dengan (0,0,0) sama dengan hitam; (1,1,1) sama dengan putih; dan tiga dimensi mengukur tingkat merah, hijau dan biru. Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display, karena setiap piksel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau dan biru yang terpisah.

    Dalam pemilihan warna, tidak boleh asal pick, karnena berkemungkinan besar membuat warna tidak matching(cocok). Tujuan pemilihan warna untuk menambah keharmonisan.

    7 skema warna utama yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain.
    1. Monochromatic
    2. Analogous
    3. Complementary
    4. Split-Complementary (Compound Harmony)
    5. Triadic
    6. Tetradic
    7. Square

  59. Nama : Evelin Sinurat
    NIM : 11419056
    Kelas : 42TRPL 2

    Color

    A. Teori Warna
    => Adalah mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika.

    1. Model Warna
    – RGB (Red-Green-Blue) / Additive
    => Digunakan langsung olehmonitor CRT dan LCD untuk display, dikarenakan setiap piksel dalam monitor yang memiliki komponen merah, hijau, dan biru yang terpisah.
    – CMY / Substractive
    => CMY (K) atau Cyan, Magenta, Yellow, untuk K Black. CMY adalah warna complementary dari RGB.
    RYB atau Red, Yellow, Blue. Digunakan sebagai dasar untuk sebagian besar teori warna.

    2. Color Wheel
    => Digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.

    Bleicher (2011), kategoru dalam color wheell dibedakan menjadi 3 jenis warna utama:
    – Primary Color
    => Adalah warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana. Terdiri dari red, yellow, blue.
    – Secondary Color
    => Terdiri dari green, orange, purple.
    Yellow + red = orange.
    Blue + yellow = green.
    Blue + red = purple.
    – Tertiary Color
    => Yaitu mencapurkan primary color dengan secondary color untuk membentu warna hibrida sehingga namanya terdiri dari 2 kata, contohnya blue-green. Terdiri dari yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green.

    C. Harmonisasi Warna
    Menurut Bleicher (2011) ada 7 skema warna utama:
    1. Monochromatic
    => Didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones, dan shades dari hue (warna).
    2. Analogous
    => Didasarkan pada 3 warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, reed-orange, red-purple. Contohnya, pepohonan di musim gugur saat daunnya berubah warna.
    3. Complementary
    => Didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan (membatalkan satu sama lain jika dipasangkan). Dikenal juga sebagai skema “warna berlawanan” / “opposite color”.
    4. Split-Complementary (Compound Harmony)
    => Warna complementary dipilih, dan kemudian warna pada kedua sisi mereka pada color wheel juga digunakan dalam desain.
    5. Triadic
    => Didasarkan pada penggunaan 3 warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel. Dapat ditemukan dalam bidang seni, karena memberikan hasil visual yang menyenangkan.
    6. Tetradic
    => Memanfaatkan 2 set skema complementary: 4 warna. Dapat menciptakan pengalaman visual yang menarik, tetapi sulit untuk tetap seimbang.
    7. Square
    => Adalah varian dari skema tetradic. Skema square bekerja paling baik ketika semua warna digunakan secara merata di seluruh desain.

    Indikator temperatur warna:
    – Warm
    => Warna terletak di separuh color wheel seperti green, blue, purple. Mencerminkan ketenangan, meditasi, dan kesan yang menenangkan.
    – Cool
    => Warna terletak di separuh color wheel seperti yellow, orange, dan red. Mencerminkan perasaan seperti kekuatan, gairah, kebahagiaan, dan energi.
    – Neutral
    => Warna seperti abu-abu, cokelat, putih, dan hitam.

    1. Hue
    => Hue mengacu pada tone warna tertentu. Contoh, warna dengan hue yang sama dibedakan pada kata sifat yang merujuk lightness/saturation. Seperti hijau muda (light green), biru pastel (pastel blue).
    2. Saturation
    => Adalah intensitas hue dengan abu-abu. Pada saturasi maksimum warna tidak mengandung abu-abu. Pada saturasi minumum sebagian besar warna akan berwarna abu-abu.
    3. Brightness
    => Mengacu pada seberapa banyak warna putih/hitam yang terkandung dalam satu warna.

    D. Pedoman Desain Warna
    1. Menghindari warna Saturated
    => Dapat menyebabkan kelelahan visual. Sebaiknya menggunakan warna pastel, seperti mencampur warna abu-abu atau putih ke dalam warna murni.
    2. Menggunakan sedikit warna
    => Warna digunakan dengan hemat. Interface yang menggunakan banyak warna tampak lebih berantakan, serta mengganggu.
    3. Konsisten dengan ekspetasi
    => Memperhatikan bahwa makna konvensional untuk warna tergantung pada budaya apa yang berfungsi.
    4. Memilih warna yang baik
    => – Memilih warna dari foto yang alami.
    – Memilih salah satu warna, dan beberapa nuansa abu-abu.
    – Memilih 2 warna yang tampak terkordinasi
    – Memilih referensi dari interface lain.

    E. Tools Desain
    – Browser Developer Tools
    – DigitalColorMeter / ColorPic
    – Adobe Color
    – HTML Color

  60. Nama : Yonatan A.P.L Tobing
    NIM : 11419038
    Kelas : 42 TRPL-2

    PENGANTAR

    Pemberian warna pada suatu hal sangat mempengaruhi nilai dari hal tersebut. Dimana sebagai contoh warna pink identik dengan perempuan sedangkan biru identik dengan laki – laki. Hal ini dianggap biasa karna hal ini sudah dianggap menjadi hal yang umum.

    TEORI WARNA
    Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Teori warna pada intinya adalah tentang mengembangkan hubungan warna yang menyenangkan secara estetika.
    Ide ide ini diwakili dalam berbagai diagram – color wheels, segitiga dan grafik yang membantu desainer memahami interaksi warna, memilih dan menggabungkan warna, dan membangun palet warna yang menyenangkan dan efektif.

    MODEL WARANA
    – RBG / Additive, merupakan kepanjangan dari Red-Green-Blue. Model RGB digunakan langsung oleh monitor CRT dan LCD untuk display, karena setiap piksel dalam monitor memiliki komponen merah, hijau, dan biru yang terpisah.
    – CMY / Subtractive, dibuat dari cahaya yang dipantulkan, terbagi dalam 2 jenis:
    – CMY(K) : warna primer untuk printer, yaitu cyan, magenta, yellow (CMY). K atau black: untuk membentuk CMYK dari proses litografi 4 warna. CMY adalah warna complementary dari RGB.
    – RYB : warna primer untuk artist, yaitu red, yellow, blue. Meskipun tidak ilmiah, digunakan sebagai dasar untuk sebagian besar teori warna.

    Color Wheel
    Color wheel digunakan untuk mengilustrasikan variasi warna, yang akan digunakan untuk membuat harmonisasi warna.

    Primary color
    Primary color terdiri dari: red, yellow, blue. Primary color adalah warna dasar yang tidak dapat dipecah menjadi warna yang lebih sederhana.

    Secondary color
    Secondary color terdiri dari: green, orange, purple. Warna ini dibuat dengan mencampurkan 2 warna primer:
    – yellow + red = orange
    – blue + yellow = green
    – blue + red = purple

    Tertiary color
    Tertiary color terdiri dari: yellow-orange, red-orange, red-purple, blue-purple, blue-green, yellow-green.

    Harmonisasi Warna
    Warna harus dipilih untuk memberikan daya tarik estetika dan User Experience (UX) yang lebih baik. Hal ini artinya merupakan ide yang baik jika pada awal proses desain Anda memikirkan skema warna apa yang akan Anda gunakan.
    Ada 7 skema warna utama (dan beberapa kombinasi dan varian dari skema ini) yang memungkinkan desainer untuk mencapai harmonisasi dalam desain, yaitu:
    1. Monochromatic
    Skema monochromatic didasarkan pada warna yang dibuat dari berbagai tints, tones dan shades dari hue (warna).
    2. Analogous
    Skema analogous didasarkan pada tiga warna yang terletak bersebelahan, misalnya red, red-orange, red-purple.
    3. Complementary
    Skema warna complementary didasarkan pada menggunakan satu atau lebih pasangan warna yang berseberangan (membatalkan satu sama lain jika dipasangkan).
    4. Split complementary
    Skema warna split complementary didasarkan pada kombinasi skema warna complementary dengan analogous.
    5. Triadic
    Skema triadic didasarkan pada penggunaan tiga warna pada jarak yang sama satu dengan lainnya pada color wheel.
    6. Tetradiadic
    Skema tetradic memanfaatkan dua set skema complementary: empat warna. Skema ini dapat menciptakan pengalaman visual yang sangat menarik, tetapi sulit untuk tetap seimbang.
    7. Square
    Skema square adalah varian dari skema tetradic, dengan menempatkan bujur sangkar pada color wheel dan memilih warna yang terletak di sudut-sudutnya.

    Temperature warna
    Jika Anda ingin mengikuti pendekatan color wheel, ada 3 indikator temperatur warna:
    1. Warm
    2. Cool
    3. Neutral

    Temperature warna cool
    Warna yang terletak di separuh color wheel termasuk yellow, orange dan red.

    Temperature warna warm
    Warna yang terletak di sisi lain color wheel termasuk green, blue dan purple.

    Temperature warna neutral
    Warna ini tidak mencerminkan emosi tertentu. Warna-warna ini termasuk abu-abu, cokelat, putih dan hitam.

    Hue
    Hue mengacu pada tone warna tertentu.

    Saturation
    Saturation adalah intensitas hue dengan abu-abu.

    Brightness
    Brightness mengacu pada seberapa banyak warna putih atau hitam yang terkandung dalam satu warna.

    Pedoman desain warna
    1. Hindari warna saturated, hindari warna yang terang yang bisa membuat mata terasa lelah.
    2. Gunakan sedikit warna (beberapa, tidak banyak), warna yang sedikit dan lebih sederhana akan membuat padangan lebih tenang.
    3. Konsisten dengan ekspektasi, sesuai dengan arti dari warna yang digunakan.

    Tools :
    1. Browser Developer Tools
    2. Digital color meter
    3. Adobe Color
    4. HTML Color

  61. Nama : Timothy J F Henan NIM : 11419028 Kelas : 42TRPL 1 Teori warna adalah seperangkat prinsip panduan yang dapat digunakan untuk membuat kombinasi warna yang harmonis. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan warna untuk menciptakan harmoni. RGB adalah model warna yang mayoritas digunakan. RGB digunakan untuk konsep desain yang ditampilkan di komputer CMYK digunakan untuk konsep desain yang dicetak. Color Wheel adalah kombinasi dari 12 warna untuk memetakan harmonisasi. Color wheel mengacu pada RYB(Red, Yellow, Blue) Terdapat 3 warna yaitu 1. Primary color : Warna yang tidak dapat lagi dipecah 2. Secondary color : Gabungan dari warna primary. 2. Tertiary color : Gabungan dari 1 warna primary dan 1 warna secondary. 7 Skema warna 1. Monochromatic (dibuat dari tints, tones, dan shades) 2. Analogous (3 warna yang bersebelahan) 3. Complementary (Warna yang berseberangan) 4. Split-Complementary (Kombinasi dari complementary dan analogous) 5. Triadic (Tiga warna yang berjarak sama.’Seperti segitiga sama sisi’) 6. Tetradic (Seperti persegi panjang) 7. Square (Kombinasi warna, 4 warna yang berjarak 2 sisi yang menjadi kombinasinya) Pedoman Desain Warna 1. Hindari warna saturated (Yang kontrasnya tinggi) 2. Gunakan Sedikit Warna 3. Konsisten dengan ekspektasi Memilih Warna yang baik 1.Copy dari interface lain 2.Pilih warna dari foto dengan warna alami 3.Pilih salah satu warna dan beberapa nuansa abu-abu 4.Atau pilih dua warna yang tampaknya terkoordinasi

Comments are closed.