Design Thinking

Design Thinking Stage 3: Ideate

Topik:

  1. What is Ideate Mode
  2. How to Ideate
  3. Method: Brainstorming

WHAT IS IDEATE MODE

Ideate adalah tahapan dimana Anda menciptakan berbagai alternatif desain yang radikal. Ideate adalah proses yang “melebar” dalam hal menciptakan konsep dan luaran.

Tujuan dari Ideate adalah untuk mengeksplorasi ruang solusi yang luas — baik ide dalam jumlah besar maupun ide yang beragam. Dari gudang ide yang luas ini, Anda dapat membuat prototipe untuk diuji dengan user.


HOW TO IDEATE

Ideate adalah proses membuat ide untuk beralih dari mengidentifikasi masalah ke mencari solusi untuk user Anda.

Ideate dimanfaatkan untuk:

  1. Memanfaatkan perspektif kolektif dan kekuatan tim Anda.
  2. Melangkah melampaui solusi yang sudah jelas dan mendorong inovasi.
  3. Menemukan area eksplorasi yang tidak terduga.
  4. Membuat banyak ide dalam jumlah dan juga variasi-variasi dalam pilihan-pilihan inovasi Anda.

Ketika mencari ide, tim perlu berubah antara waktunya fokus dengan waktunya untuk melebar. Penciptaan ide adalah saat untuk “melebar”, sedangkan pemilihan ide adalah saat untuk mempersempit pilihan. Tim perlu untuk membatasi perilaku “buruk” selama proses ini, misalnya melakukan evaluasi selama penciptaan ide, karena konsep inovatif sering kali datang dari ide yang paling aneh.


IDEATE METHOD: BRAINSTORMING

Pada sesi Brainstorming dapat memunculkan banyak ide sekaligus. Brainstorm adalah segmen waktu ketika Anda meningkatkan bagian generatif dari otak Anda dan menyimpan dulu bagian evaluatif. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan pemikiran kolektif kelompok. Brainstorming dapat digunakan selama proses desain: merencanakan kerja empati, menilai produk dan layanan serta menghasilkan solusi desain.


Langkah-Langkah Melakukan Brainstorming

  1. Bagikan alat tulis dan sticky notes kepada semua orang dan siapkan selembar kertas besar atau dinding atau papan tulis untuk menempelkannya.
  2. Lakukan review terhadap Aturan Brainstorming sebelum memulai kegiatan.
  3. Ajukan pertanyaan atau bisikan tentang apa yang Anda ingin untuk dijawab oleh tim. Lebih baik lagi jika Anda menulis dan mempostingnya.
  4. Saat setiap orang memiliki ide, minta dia menjelaskan kepada kelompok sambil dia meletakkan sticky notes-nya di dinding atau papan tulis.
  5. Ciptakan ide sebanyak yang Anda bisa.

Cara Melakukan Brainstorming

Satu-satunya tujuan tim Anda adalah menghasilkan ide sebanyak mungkin, tanpa penilaian.

  1. Berkumpullah di depan papan tulis dan habiskan 15 hingga 30 menit dalam “brainstorming mode” yang sangat menarik.
  2. Pastikan untuk menangkap setiap ide, terlepas apa pun perasaan atau pandangan Anda terhadap ide tersebut. Anda bisa menugaskan seorang juru tulis untuk menangkap ide saat mereka muncul. Setiap orang membagikan ide mereka dengan lantang dan menempatkannya di papan tulis sendiri. Gunakan sticky notes dan tempelkan dengan cepat.
  3. Anda dapat menggunakan pertanyaan How Might We untuk memulai sebuah sesi brainstorming. Contohnya: “Bagaimana kami dapat memberikan pengalaman checkout belnjda secara personal kepada setiap pembelanja?”

Aturan Brainstorming

  1. Defer judgement
  2. Encourage wild ideas
  3. Build on the ideas of others
  4. Stay focused on the topic
  5. One conversation at a time
  6. Be visual
  7. Go for quantity

Penjelasan tiap aturan adalah sebagai berikut.

  1. Tunda penilaian.
    Anda tidak pernah tahu dari mana ide yang baik akan datang. Kuncinya adalah membuat setiap orang merasa mereka bisa mengatakan ide di pikiran mereka dan membiarkan orang lain membangunnya.
  2. Dorong dan rangkul ide-ide liar.
    Ide-ide liar sering kali dapat menimbulkan lompatan kreatif. Dalam memikirkan ide-ide yang aneh atau di luar sana kita cenderung memikirkan apa yang sebenarnya kita inginkan tanpa kendala teknologi atau material.
  3. Kembangkan ide orang lain.
    Menjadi positif dan membangun ide orang lain membutuhkan keterampilan. Dalam percakapan, menggunakan “dan”, bukan “tetapi”.
  4. Tetap fokus pada topik yang dibahas.
    Usahakan agar diskusi tetap tepat sasaran, jika tidak, Anda dapat menyimpang di luar cakupan dari apa yang Anda coba desain.
  5. Satu percakapan dalam satu waktu.
    Tim Anda jauh lebih mungkin untuk membangun sebuah ide dan membuat lompatan kreatif jika semua orang memberikan perhatian penuh kepada siapa pun yang berbagi ide baru.
  6. Jadilah visual.
    Dalam brainstorming secara langsung, tuliskan ide di post-it dan kemudian menaruhnya di dinding. Tidak ada yang bisa menyampaikan ide lebih cepat dari menggambarnya.
  7. Pilih kuantitas.
    Targetkan ide baru sebanyak mungkin. Dalam sebuah sesi brainstorming yang baik, kita bisa menghasilkan hingga 100 ide dalam 60 menit. Kembangkan ide dengan cepat dan kembangkan dari yang terbaik.

Memfasilitasi Brainstorming

Fasilitasi yang baik adalah kunci untuk brainstorming yang baik. Brainstorming melahirkan banyak ide yang luas. Fasilitator yang baik mengatur panggung untuk keterlibatan tim yang terbuka, aktif, dan konstruktif.

Cara memfasilitasi brainstorming adalah:

  1. Energi
    Sebagai fasilitator, tugas Anda adalah membuat ide terus mengalir. Pastikan untuk menulis pertanyaan yang menarik untuk memulai brainstorming. Jika tim melambat atau berhenti, tambahkan variasi pertanyaan atau bisikan yang memancing ide.
  2. Constraint
    Tambahkan constraint untuk memicu ide baru. Contoh constraint misalnya: Bagaimana jika bentuknya harus bulat? Bagaimana superman melakukannya? Atau buat batasan proses, seperti memotret 50 ide dalam 20 menit.
  3. Ruang
    Perhatikan di mana Anda melakukan brainstorming. Temukan ruangan dengan banyak ruang kerja vertikal. Pastikan semua peserta berdiri dan memiliki persediaan sticky notes dan alat tulis di tangan.

Pemilihan Hasil Brainstorming

Brainstorming harus menghasilkan banyak ide yang luas. Menghasilkan banyak ide ini adalah bagian yang mudah, sedangkan bagian yang sulit adalah memilih ide yang mana yang akan ditindaklanjuti. Pemilihan hasil brainstorming mungkin mudah dilakukan untuk beberapa kegiatan brainstorming (cukup pilih beberapa ide yang menonjol), tetapi memilih solusi desain mungkin membutuhkan lebih banyak pertimbangan. Jangan hanya memilih satu dan jangan memilih pilihan yang aman. Pilih berbagai ide untuk dibawa ke dalam pembuatan prototipe, yang bertujuan untuk mengamankan luasnya solusi yang dihasilkan oleh tim.

Cara memilih ide brainstorming:

Jangan terlalu cepat mempersempit ide. Ide yang tidak masuk akal dapat memicu wawasan yang berguna atau bermakna. Pertahankan ide-ide yang menggairahkan, menghibur, atau membangkitkan minat tim. Pertimbangkan ketiga teknik pemilihan ini.

  1. Post-it Voting
    Tuliskan pilihan ide pada post-it (atau sticky notes). Setiap anggota tim mendapat tiga suara. Post-it dengan nilai terbanyak menjadi ide terpilih.
  2. Four Categories
    Pilih satu atau dua ide dalam setiap kategori: pilihan rasional, pilihan yang paling mungkin menyenangkan hati, pilihan kesayangan dan pilihan yang paling sedikit kemungkinannya.
  3. Bingo
    Pilih satu atau dua ide yang menginspirasi prototipe fisik, prototipe digital, dan experience prototype. *Experience prototype: bentuk prototipe yang memungkinkan anggota tim desain, user dan klien untuk mendapatkan pengalaman langsung dari kondisi yang ada atau yang akan datang melalui keterlibatan aktif dengan prototipe.

Jika sebuah ide berada jauh di luar sana sehingga tampaknya tidak ada gunanya untuk diuji, tanyakan apa yang membuat Anda tertarik padanya, kemudian uji aspek tersebut atau integrasikan ke dalam solusi baru.


BRAINSTORMING & MINDMAPPING

Brainstorming adalah cara untuk memperluas pemikiran Anda tentang suatu topik. Mindmapping kemudian membantu Anda mengatur ide-ide dan mempertimbangkan hubungan di antara mereka. Tredapat tahapan dalam prosesnya dan ini tidak boleh dilakukan bersamaan:

  • Tahap berpikir bebas
  • Tahap pengorganisasian hasil berpikir (ide)

Tahap 1: Brainstorming (berpikir bebas dan menghasilkan ide)

  • Tuliskan topik Anda di tengah halaman kosong
  • Gunakan warna, gambar, kata dan simbol untuk merekam ide, topik, penulis, teori, atau apa pun yang terkait dengan topik tersebut. Anda dapat meletakkannya di mana saja di halaman.
  • Lakukan hal ini dengan bebas dan jangan menyaring ide; pada titik ini apapun dan segala sesuatu berpotensi untuk berguna.

Tahap 2: Mindmaping (mengidentifikasi hubungan, mengatur ide)

  • Lingkari poin dan ide kunci yang telah Anda identifikasi. Identifikasi jarak atau celah dalam pengetahuan Anda dan pertanyaan apa pun yang Anda miliki.
  • Lihatlah setiap item dan pertimbangkan, “Bagaimana poin ini berhubungan dengan yang lain, dan dengan topik secara keseluruhan?”
  • Petakan hubungan dengan garis, panah, warna dan kata
  • Identifikasi jenis hubungan antara titik: kontras / kesamaan / sebab / akibat.

Gambar di bawah ini memberi ilustrasi antara Brainstorming dengan Mindmapping.


REFERENSI

  • Bootcamp Bootleg, Hasso Plattner Institute of Design at Stanford.
  • inGenius: A Crash Course on Creativity. Tina Seelig.
  • Effective Brainstorming Techniques. https://www.ideou.com/pages/brainstorming
  • Brainstorm. http://www.designkit.org/methods/1
  • Brainstorm Rules. http://www.designkit.org/methods/28
  • Brainstorming and Mindmapping: Quick Study Guide. https://www.monash.edu/rlo/quick-study-guides/brainstorming-and-mind-mapping
  • Feature Image: Photo by Per Lööv on Unsplash