PENGANTAR

User Experience Design (UX Design) adalah istilah yang sangat luas — dan, bagi perusahaan, ini merupakan sumber kebingungan utama dalam menulis deskripsi pekerjaan seorang UX Designer.

User Experience (UX) Designer adalah posisi yang mungkin banyak Anda dengar akhir-akhir ini. Sementara UX Design adalah bidang yang terasa penting untuk pengembangan produk, tetapi fungsinya masih tetap menjadi misteri bagi banyak orang karena bidang ini relatif baru. Jadi, ketika seseorang mengatakan “Saya seorang UX Designer,” tidak selalu jelas apa yang sebenarnya dia lakukan sehari-hari.

User Experience memiliki spektrum yang luas. UX Design Desain mencakup banyak aspek dan banyak peran. Gambar di bawah ini menunjukkan representasi visual dari kedalaman bidang UX.


APA YANG SEBENARNYA DILAKUKAN OLEH UX DESIGNER?

Untuk waktu yang lama desain dikaitkan dengan desain grafis (“tampilan” suatu produk). Seiring perkembangan teknologi digital dan ekspektasi kita tentang interaksi digital, kita mulai memfokuskan lebih banyak pada bagian “feel” dari suatu desain, yang juga dikenal sebagai User Experience (UX).

Jika UX adalah experience yang dimiliki user saat berinteraksi dengan suatu produk, maka UX Design adalah proses di mana seorang desainer mencoba untuk menentukan apa experience itu nantinya (Catatan: Kita tidak dapat benar-benar merancang experience sebagai wujud formal. Namun, kita dapat merancang kondisi dari experience yang diinginkan). Peran UX Desainer secara langsung terlibat dalam proses membuat produk yang useful, usable dan enjoyable bagi user-nya.


Tanggung Jawab UX Designer

Bagaimana cara kerja UX Designer setiap hari? Jawabannya adalah tergantung. Tanggung jawab seorang UX Designer dapat beragam secara dramatis dari perusahaan ke perusahaan dan kadang-kadang bahkan dari satu proyek ke proyek lainnya dalam satu perusahaan. Terlepas dari beragamnya peran yang ditawarkan, ada beberapa fungsi umum yang dapat dilakukan oleh UX Designer terlepas dari perusahaan tempatnya bekerja.

  1. Penelitian produk
  2. Membuat persona dan scenario
  3. Information Architecture
  4. Membuat wireframe
  5. Prototyping
  6. Pengujian produk
  7. Pengukuran

1. Penelitian Produk

Penelitian produk (yang mencakup User Research dan Market Research) adalah titik awal seorang UX Designer untuk proyek UX Design. Fase ini memberikan dasar yang memungkinkan para desainer menghindari asumsi dan membuat keputusan berdasarkan informasi.

Penelitian produk penting karena:

  • Mengajarkan UX Designer tentang user: perilaku, tujuan, motivasi, dan kebutuhan mereka.
  • Membantu UX Designer memahami standar industri dan mengidentifikasi peluang untuk produk di area tertentu. Selain itu, juga membantu memprioritaskan berbagai aspek suatu produk.

Dari sisi teknis, penelitian produk adalah proses pengumpulan data melalui saluran seperti:

  • Wawancara pribadi dengan user dan stakeholder
  • Analisis kompetitif
  • Survei online
  • Focus group

Data yang terkumpul dianalisis dan dikonversi menjadi informasi kuantitatif dan kualitatif. Informasi berharga ini akan digunakan untuk pengambilan keputusan.


2. Membuat Persona dan Scenario

Berdasarkan hasil Penelitian Produk, langkah selanjutnya UX Designer mengidentifikasi user group utama dan membuat Persona representatif. Persona adalah identitas fiktif yang mencerminkan salah satu user group yang mereka desain.

https://www.justinmind.com/blog/user-persona-templates/

Persona adalah archetype atau karakter yang mewakili user potensial pada website atau aplikasi Anda. Dalam User Centered Design, Persona membantu tim desain untuk menargetkan desain mereka di sekitar user. Persona bersifat fiksi, mereka harus mewakili pilihan audiens yang nyata dan perilaku mereka. Tujuan membuat Persona adalah untuk mencerminkan pola yang telah diidentifikasi pada user.

Ketika seorang UX Designer telah mengidentifikasi Persona, mereka dapat menulis Scenario. Scenario adalah narasi yang menggambarkan “a day in the life of” salah satu persona, termasuk bagaimana website atau aplikasi mereka cocok dengan kehidupan user. Baik merancang aplikasi atau website, dan apakah merupakan produk baru atau desain ulang produk yang sudah ada, penting untuk memikirkan semua langkah yang mungkin dilakukan user saat berinteraksi dengan produk.


3. Information Architecture

Setelah UX Desainer melakukan penelitian dan menciptakan persona, sekarang saatnya untuk mendefinisikan Information Architecture. Information Architecture adalah pembuatan struktur untuk website, aplikasi, atau produk lain, yang memungkinkan user dapat memahami posisi mereka pada website, dan di mana informasi yang mereka inginkan berkaitan dengan posisi mereka saat ini. Information Architecture menghasilkan penciptaan navigasi, hierarki dan kategorisasi.


4. Membuat Wireframe

Setelah Information Architecture (IA) ditentukan, saatnya untuk membuat Wireframe. Pada dasarnya, Wireframe adalah representasi low fidelity dari suatu desain. Wireframe harus mewakili setiap layar atau langkah yang mungkin dilakukan user saat berinteraksi dengan suatu produk. Wireframe memiliki sifat: harus dibuat dengan cepat untuk mewakili obyek UI dengan cara sederhana; dan sulit digunakan dalam pengujian produk.


5. Prototyping

Banyak orang menggunakan istilah “wireframe” dan “prototipe” secara terbaik. Sebenarnya ada perbedaan yang signifikan antara dua hasil desain ini. Keduanya terlihat berbeda, mereka berkomunikasi sesuatu yang berbeda dan mereka melayani tujuan yang berbeda. Wireframe mirip dengan blueprint arsitektur (mis. rencana bangunan), prototipe adalah representasi middle fidelity hingga high fidelity dari produk akhir. Prototipe memiliki sifat: memberikan Anda rasa seperti berinteraksi dengan sebuah produk; dan dapat digunakan dengan segala potensinya dalam pengujian dengan user.


6. Pengujian Produk

Pengujian membantu UX Designer mencari tahu masalah apa yang dialami user selama berinteraksi dengan suatu produk. Salah satu cara paling umum yang mungkin dilakukan UX Designer untuk menguji produk adalah dengan melakukan pengujian bersama user secara langsung untuk mengamati perilaku user. Mengumpulkan dan menganalisis feedback verbal dan non-verbal dari user akan membantu UX Designer menciptakan User Experience yang lebih baik.


7. Pengukuran

Karya UX Designer tidak berhenti saat produk dirilis. UX Design adalah proses iterasi yang konstan, yang hidup selama produk digunakan. Produk perlu terus diuji untuk memastikan produk tersebut memenuhi kepuasan pelanggan.

Pengukuran ini juga mendeteksi perlunya perbaikan dan mengambil langkah-langkah yang sesuai. Ukuran umum adalah seberapa besar kemungkinan pelanggan merekomendasikan produk kepada orang lain. UX Designer terus belajar untuk mendorong pembaruan di masa mendatang. UX Designer meluncurkan produk terbaik, tetapi mereka selalu siap untuk belajar dan terus bertumbuh.


APA SAJA POSISI PEKERJAAN DI BIDANG UX?

Nielsen Norman Group telah melaporkan hasil study tentang gambaran karir di bidang UX saat ini. Beberapa hal penting dari hasil study ini adalah:

  1. Praktisi dan manajer sumber daya manusia percaya bahwa softskill adalah seperangkat keterampilan paling penting yang diperlukan untuk menjadi seorang profesional UX yang sukses di lapangan. Beberapa softskill diantaranya:
    • Empati (empathy)
    • Rasa ingin tahu (curiosity)
    • Pemecahan masalah (problem solving)
    • Keterampilan komunikasi (communication skill)
  2. Lima besar job title pada bidang UX Design berdasarkan 4 kategori designer, researcher, content dan nonspecialist adalah:
    • Designer: UX designer, product designer, UI/UX designer, designer, interaction desiner
    • Researcher: UX researcher, User researcher, design researcher, UX-researcher coordinator, product-research specialist
    • Content: Content stategist, UX writer, Content designer, Web content specialist
    • Nonspecialist UX: UX consultant, UX specialist (or UI/UX specialist), UX architect, UX strategist, UX expert (UI/UX expert)
  3. Lima bidang terbesar tempat bekerja profesional UX berada pada industri:
    • Computer/ IT/ software/ internet
    • Finance/ banking/ insurance
    • Consulting agency
    • Education
    • Self-employed/ independent contractor
  4. Lima area bekerja para profesional UX adalah:
    • Website/ web apps
    • Mobile apps
    • Enterprise apps
    • Docs & tutorial
    • Desktop application
  5. Aktivitas yang paling sering dilakukan profesional dalam pekerjaannya adalah:
    • Prototyping or wireframing
    • Collaboration with SMEs (Small and Medium Enterprises)
    • Heuristic/ competitive reviews
    • User journeys, flows, …
    • Qual usability tests
    • Design systems/ style guides
    • Designing visuals
    • Writing user stories
    • Field studies or interviews
    • Analyzing analytics

Secara umum adalah beberapa judul pekerjaan spesifik dalam UX sesuai bidangnya.

  1. UX Design
  2. Visual Design
  3. Research and Usability
  4. Coding
  5. Content Strategy

1. UX Design

Pekerjaan untuk seorang UX Designer dapat seperti yang dicantumkan di bawah ini:

  • Experience designer
  • Interaction designer
  • Information architect

Dalam peran ini, tanggungjawab UX Designer biasanya mencakup pembuatan blueprint seluruh proses. Dengan kata lain, desainer adalah arsitek dari experience, yang menjelaskan istilah alternatif dari Information Architect.

Lingkup dari pekerjaan berfokus pada pembuatan User Interface berdasarkan penelitian, wireframe dan lainnya. Pada dasarnya, peran UX Designer adalah memastikan bahwa business requirement diterjemahkan secara efektif ke dalam desain.

Dalam bisnis kecil atau startup, umumnya akan membutuhkan individu untuk mencakup semua fase UX Design. Namun, dalam organisasi besar, mungkin diperlukukan seseorang di posisi senior untuk memperhatikan proses UX Design. Di bawah ini disebutkan jabatan yang menyiratkan senioritas.

  • UX strategist
  • UX product manager
  • UX architect
  • UX analyst

2. Visual Design

Visual design adalah bagian yang cukup jelas dalam UX Desing, yang berfokus pada bagaimana produk terlihat dan ditata. Judul pekerjaan berikut digunakan dalam kategori ini:

  • Visual designer
  • UI designer
  • Digital designer
  • UI artist

UI Designer merencanakan dan merancang semua layar produk, termasuk properti interaktif dan elemen visualnya.


3. Research and Usability

Reserach and Usability berada dalam kemudi UX Design. User Experience (UX) didedikasikan untuk memperbaiki masalah user, yang hanya dapat dipahami dengan melakukan penelitian. Cara ini membantu untuk membuat desain yang relevan dengan audiens target dan mudah digunakan.

Judul pekerjaan yang digunakan untuk Reserach and Usability meliputi:

  • UX researcher
  • Usability researcher / specialist / analyst / engineer

Selain itu, research membantu Anda memahami bagaimana Anda bisa meraup laba atas investasi yang dilakukan pada desain Anda. Research membentuk landasan UX Design sebelum proses desain dimulai, selama berlangsung, dan sesudahnya.

Tujuan dari research adalah untuk memastikan bahwa Anda mengetahui pain points yang menyulitkan kehidupan user Anda, memahami bagaimana mereka berinteraksi dengan desain Anda, dan terus melacak masalah usability apa pun yang mungkin timbul.


4. Coding

UX Engineer adalah penghubung antara tim desain dan tim engineering. Mereka bertanggung jawab untuk mengambil desain dan menghidupkannya dengan kode. Senjata seorang UX Engineer meliputi bahasa komputer seperti HTML, JS, CSS, dan sebagainya.

Setelah seorang UX Researcher melakukan User Research, maka ia menuju ke UI Designer (Visual Designer/ UI Artist) untuk mengubah hasil penelitian menjadi desain yang terlihat bagus. Pada tahap berikutnya, UI Designer menyerahkan karyanya ke UX Designer, yang memutuskan apakah Wireframe layak secara teknis. Setelah Engineer mengembangkan prototipe, ia kembali ke desainer dan berkolaborasi lebih lanjut. Versi final kemudian dikirim ke Front-End Developer.

Berikut ini adalah representasi visual dari proses:

Pekerjaan dengan tanggung jawab ini adalah:

  • UI/UX engineer
  • UI/UX developer
  • Product designer

5. Content Strategy

Content Strategy merencanakan pembuatan, publikasi, dan tata kelola konten yang useful dan usable (Kristina Halvorson, penulis buku Content Strategy for the Web).

Oleh karena itu, Content Strategist memahami business goals dan user needs. Content Strategist kemudian bekerja pada perencanaan, pengembangan, dan pengiriman konten yang relevan yang menjembatani kesenjangan antara business goals dengan user needs.

Content Strategist bertujuan untuk memaksimalkan profitability dan usability dari konten melalui siklus hidup konten yang mencakup analisis, perencanaan, penulisan, dan pengeditan, lalu diikuti dengan mendistribusikan, mengelola, dan memonitornya.

Pekerjaan yang mencakup content strategy biasanya memiliki dua nama:

  • UX content strategist
  • UX copywriter

Dari penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa ada tiga kategori utama dari badan yang ingin merekrut UX Designer profesional: perusahaan besar, perantara atau agen, dan startup.

Perusahaan Besar
Sebagai contoh, berikut adalah judul pekerjaan yang digunakan pada perusahaan besar:

  • User researcher
  • Usability tester
  • UI designer
  • Data analyst
  • Senior UX designer

Agen
Persyaratan rekrutmen untuk agen cenderung berada di tengah-tengah organisasi kecil dan besar.

Startup
Startup dan usaha kecil umumnya mencari pekerja yang dapat menangani semua pekerjaan yang terkait dengan UX. Mereka tidak memiliki sumber daya untuk menyewa spesialis, sehingga mereka mengharapkan orang yang dipilih untuk mengelola UX Design sepenuhnya.



REFERENSI