Human-Computer Interaction User Interface Design

Safety


Topik-topik bahasan:

  1. Human Error
  2. Error Prevention
  3. Error Messages

Penjelasan Safety dalam bentuk video dapat diakses pada:


HUMAN ERROR

Human error umumnya didefinisikan sebagai peristiwa-peristiwa di mana urutan kegiatan mental atau fisik yang direncanakan gagal untuk mencapai hasil yang diinginkan, [dan] ketika kegagalan ini tidak dapat dikaitkan dengan intervensi dari beberapa aksi yang tidak sengaja (Reason 1990).

Jenis error dapat dibedakan menjadi: Slips & lapses dan mistakes. Perbedaan keduanya ditunjukkan pada tabel di bawah ini.

SLIPS & LAPSESMISTAKES
Kegagalan menjalankan prosedur dengan benar.Menggunakan prosedur yang salah untuk mencapai tujuan.
Slip adalah kegagalan dalam eksekusi, lapse adalah kegagalan pada memori.
Biasanya ditemukan pada /skilled behavior.
Biasanya ditemukan pada rule-based behavior atau problem-solving behavior.

Satu framework untuk mengklasifikasikan perilaku kognitif membagi perilaku menjadi:

  • berbasis keterampilan/ skilled-based (prosedur yang dipelajari),
  • berbasis aturan/ rule-based (penerapan aturan if-then yang dipelajari),
  • berbasis pengetahuan/ knowledge-based (pemecahan masalah, logika, eksperimen, dll).
  1. Skill-based performance: kinerja seseorang atas suatu kondisi rutin. Kegiatan yang dilakukan secara rutin menjadikannya biasa berada pada level terbaiknya karena sudah terprogram dan dilakukan secara terus menerus.
  2. Rule-besed performance: kinerja seseorang seseorang atas suatu kondisi yang berada pada situasi antara rutin dan tidak. Di sini seseorang terkadang harus berahadapan pada situasi yang mengharuskannya mengacu pada panduan-panduan yang ada. Dalam menghadapi situasi ini seseorang akan melakukan suatu tindakan berdasarkan kondisi yang dialaminya yang disesuaikan dengan panduan yang ada.
  3. Knowledge-based performance: kinerja seseorang atas suatu kondisi nonrutin dan tidak ada panduan mengatasinya. Kondisi ini menjadikan seseorang harus melakukan tindakan yang dia tidak punya referensi sehingga berada bukan pada level terbaik kinerjanya.

Slips & Lapses

Slips & Lapses adalah error dalam kategori keterampilan (skilled-based), biasanya terjadi pada situasi rutin namun tindakan yang diambil tidak sesuai prosedur. Kegagalan pada jenis error ini terjadi pada working memory. Penyebabnya adalah melakukan sesuatu yang sudah familiar tetapi melupakan beberapa langkah.

Perbedaan Slips dengan Lapses adalah:

  • Slips berhubungan dengan observasi, dimana biasanya akan terjadi kesalahan pengamatan atau persepsi.
  • Lapses disebabkan oleh kondisi yang lebih pada internal seseorang, yakni berhubungan dengan memori atau ingatannya yang menyebabkan jenis error yang “tak disengaja” karena “lupa” tentang sesuatu atau tindakan.

Mistakes

Mistakes adalah error karena menggunakan prosedur yang salah untuk mencapai satu tujuan. Pada mistakes, user menerapkan aturan pada situasi yang salah dan user mungkin tidak menyadari mistake tersebut. Hal ini bisa jadi sebuah masalah learnability atau isu terkait memori. Contoh:

  • Mengirimkan foto berukuran sangat besar melalui email
  • Menghapus file dengan cara menghapus shortcut dari Desktop
  • Lupa mengubah mode telepon menjadi vibration.

Mistakes adalah error pada perilaku rule-based atau knowledge-based, misalnya menerapkan aturan dalam situasi yang seharusnya tidak boleh diterapkan, atau menggunakan alasan yang salah. Kondisi ini terjadi karena berada dalam situasi tidak sepenuhnya mengetahui solusi dari apa yang terjadi karena di luar rutinitas sehingga seseorang harus mengambil tindakan berdasarkan keadaan yang ditemui dan panduan yang dimiliki.

Perbandingan slip dengan lapse dan dengan mistake adalah:

SLIPLAPSEMISTAKE
SLIP adalah kegagalan dari eksekusi atau kontrol – misalnya, mengganti satu tindakan dengan tindakan lain dalam prosedur.LAPSE adalah kegagalan pada memori – misalnya, melupakan tujuan keseluruhan, atau lupa di mana posisi Anda dalam sebuah rangkaian prosedur.MISTAKE adalah kesalahan (error) yang dilakukan sejak dalam perencanaan atau aturan aplikasi.

Secara keseluruhan error dapat dipetakan seperti pada gambar di bawah ini.


Slips: Capture Error

Capture error terjadi ketika seseorang mulai mengeksekusi satu rangkaian aksi, tetapi kemudian beralih ke urutan lain (biasanya lebih familiar) yang terjadi untuk memulai cara yang sama. Contohnya:

  • Meninggalkan rumah dan menyadiri bahwa kita berjalan menuju sekolah, bukan ke tempat yang seharusnya dituju.
  • Pada text editor TextEdit, cara untuk keluar dari aplikasi biasanya adalah dengan shortcut “Command + S + Q”, untuk menyimpan file (S) sekaligus keluar (Q). Jika user hanya perlu menyimpan file (Command + S) tetapi tidak sengaja menekan Command + S + Q, ini disebut capture error.

Slips: Description Error

Description Error terjadi ketika dua aksi sangat mirip. User bermaksud melakukan satu aksi, tetapi tidak sengaja menggantinya dengan satu aksi lainnya yang mirip. Contoh sederhana sebuah description error adalah ketika mengambil minuman di kulkas, yang bentuknya adalah kotak karton, seharusnya mengambil kotak susu untuk dituangkan ke sereal, malah mengambil kotak jus dan menuangkan ke mangkuk sereal. Aksi menuangkan susu pada sereal dan menuangkan jus pada gelas hampir identik – buka kulkas, ambil satu kotak karton, buka – tetapi deskripsi mental user tentang tindakan yang dilakukan telah mengganti susu dengan jus.

Kiri: jus, Kanan: susu

Beberapa bentuk obyek lain yang mungkin rentan terhadap description error dapat dilihat pada tampilan Gmail di bawah ini. Pada tampilan Gmail di bagian kanan, tiga icon – checkbox, star dan important – terlihat sangat sama ketika tidak dicentang, membuka kemungkinan untuk mengalami description error. Misalnya ingin mengklik checkbox tetapi memilih star karena tahapan dan cara kerja memilih yang sama.

Slips: Mode Error

Mode error terjadi ketika user mencoba memanggil sebuah aksi yang tidak memiliki efek yang diinginkan pada mode saat ini. Misalnya, jika user bermaksud mengetikkan huruf kecil tetapi tidak menyadari bahwa Caps Lock sedang aktif, maka terjadi mode error. Contoh lain: Menghapus semua file di folder yang salah. Mode error biasanya adalah slip, sebuah error pada eksekusi sebuah prosedur yang dipelajari, disebabkan oleh kegagalan untuk mengevaluasi keadaan interface dengan benar.

Setelah mengetahui jenis-jenis error dan penyebabnya, maka kita perlu mengetahui cara menghindari error tersebut terjadi.


ERROR PREVENTION

Berikut adalah cara untuk menghidari terjadinya kesalahan pada berbagai jenis error.

Menghindari Capture Errors

  • Hindari urutan dengan awalan yang identik. Pada interface komputer, Anda dapat menghindari capture error dengan menghindari urutan tindakan yang sangat umum yang memiliki awalan yang identik.
  • Hindari aksi dengan deskripsi yang sangat mirip. Jauhkan perintah-perintah yang berbahaya dari perintah-perintah yang umum.

Menghindari Mode Errors

Sebisa mungkin hilangkan mode, meskipun tidak selalu memungkinkan, karena mode memang memiliki beberapa kegunaan, misalnya membuat rangkaian perintah menjadi lebih sedikit. Ketika perlu, buatkan mode menjadi terlihat, misalnya membuat lampu indikator aktif pada Caps Lock di komputer ketika huruf kapital diaktifkan. Namun, ketika mode error terjadi, user tidak melihat kepada mode tetapi pada kontrol. Jadi, indikator status sebuah mode harus dapat dilihat oleh user. Inilah yang menyebabkan lampu Caps Lock sebenarnya tidak terlalu berfungsi baik.

Solusi lain untuk mengatasi error mode adalah dengan membuat temporary mode atau disebut spring-loaded. Dengan spring-loaded, user harus melakukan sebuah tindakan secara aktif untuk tetap pada mode tersebut, sehingga mengurangi kemungkinan user lupa pada mode apa dia berada. Contoh: Menekan tombol Shift ketika ingin mengaktifkan huruf kapital sebuah teks yang ingin diketikkan. Drag and drop adalah contoh lain spring-loaded; kita hanya men-drag sepanjang tombol mouse ditekan.


Membuat Confirmation Dialog

Confirmation dialog dapat secara substansial mengurangi efisiensi sebuah interface. Pada beberapa contoh di bawah ini, confirmation dialog muncul setiap kali user menghapus sesuatu, memaksa user untuk melakukan dua penekanan tombol untuk setiap proses penghapusan, bukan satu.

Confirmation Dialog yang muncul ketika ingin menghapus satu item

Perintah yang sudah sering dilakukan harus menghindari konfirmasi ini. Secara umum, reversibility/ hal yang dapat dikembalikan (i.e. undo) adalah solusi yang lebih baik dibandingkan konfirmasi. Bahkan interface web saat ini dapat memberikan setidaknya undo satu tingkat (membatalkan operasi terakhir).

Namun, operasi yang sangat sulit untuk dibatalkan mungkin perlu konfirmasi. Misalnya, berhenti dari aplikasi dengan pekerjaan yang belum disimpan adalah sulit untuk dibatalkan (undo), tetapi aplikasi yang dirancang dengan baik membuat hal ini bahkan dapat dibatalkan (undoable), dengan cara menggunakan automatic save atau menyimpan unsaved draft pada sebuah direktori khusus.

Pada dasarnya error dalam sebuah aplikasi yang dihindari atau diminimalisir. Namun, jika error tidak dapat dihindari, kita harus dapat menyampaikan pesan atas error yang terjadi dengan bahasa yang dapat dimengerti user, tidak membuat panik dan dapat membantu user memperbaiki kesalahan yang dihadapi.


ERROR MESSAGES

Menuliskan Pesan error

Pesan error adalah bukti keterbatasan atau kurangnya fleksibilitas pada bagian sebuah sistem – kegagalan untuk mencegah sebuah error atau menyerapnya tanpa kelihat. Jadi cobalah untuk menghilangkan kesalahan terlebih dahulu.

Beberapa error tidak perlu menampilkan pesan error. Contohnya:

  • Ketika pengguna mengetikkan “abc” pada sebuah textbox untuk mengisi font size, tidak perlu menampilkan pesan pop-up bertuliskan “entri tidak valid”, cukup abaikan dan segera ganti dengan font size saat ini.
  • Jika user menggeser scrollbar terlalu jauh, Anda tidak perlu menampilkan pesan error “Too far! Too far!”. Cukup berhenti saja pada batas scrollbar bisa di-drag.

Jika efek dari tindakan sangat mudah terlihat, Anda tidak perlu menampilkan pesan error berlebihan.

Contoh pesan error yang seharusnya tidak terjadim misalnya melarang user menggunakan tanda penghubung atau spasi pada nomor yang harus diketikkan user seperti pada nomor akun atau nomor kartu kredit adalah cara yang berbahaya untuk usability.


Pesan Tepat dan Mudah Dipahami

Pesan kesalahan dapat dikatakan sebagai pesan yang tepat dan mudah dipahami, ketika dituliskan dengan:

  • Tepat
  • Nyatakan ulang input dari user
  • Berbicaralah dengan bahasa user
  • Sarankan alasan dan solusi

Pesan kesalahan dikatakan tepat, ketika:

  • Jangan gabungkan beberapa kondisi error menjadi satu pesan.
  • Cari tahu apa yang sebenarnya salah dan tampilkan pesan yang ditargetkan.
  • Jika error terjadi karena keterbatasan sistem seperti size atau karakter yang diizinkan, maka tampilkan pesan yang spesifik terkait keterbatasan tersebut, sehingga user dapat menyesuaikan (Lalu tanyakan dirimu mengapa batasan ini harus ada pada sistem).

Sering berikan bantuan dengan menyatakan kembali input dari user, sehingga mereka dapat menghubungkan apa yang mereka lakukan dengan pesan error, dan mungkin bahkan bisa mendeteksi masalah dengan segera (“Oh, maksud saya bukan paper.doc…”). Dalam pesan error, sangat penting untuk berbicara dengan bahasa user, dan menghindarkan menggunakan istilah atau detail teknis.


Sarankan Alasan dan Solusi

Pada pesan kesalahan, berikan bantuan konstruktif, yaitu mengapa kesalahan terjadi dan bagaimana cara memperbaiki atau mengatasi kesalahan tersebut. Berikan beberapa alasan untuk kesalahan yang terjadi dan tawarkan beberapa cara untuk memperbaikinya, idealnya dalam pesan dialog itu sendiri.

Contoh error message yang baik

Bersikap Sopan

Pesan harus diucapkan dengan sesedikit mungkin menyatakan kesalahan user dan timpakan kesahan pada sistem. Save the user’s face; jangan kuatir tentang komputer. Komputer tidak punya perasaan jikapun disalahkan, dan dalam banyak kasus, kesalahan interface adalah karena tidak menemukan cara untuk mencegah kesalahan sejak awal.


Hindari Pesan Terlalu Banyak

Banyak kata-kata yang sayangnya umum dibuat dalam pesan error secara teknis memiliki makna bermuatan emosional dalam bahasa biasa, contohnya fatal, ilegal, batalkan, dll.

Hindarkan penggunaan kata ini. Gunakan bahasa yang netral. Penggunaan bahasa dan simbol yang bermuatan emosional menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap kecerdasan manusia. Sikap ini sangat salah untuk desain user interface.


REFERENSI

  • MIT Open Courseware, User Interface Design and Implementation, Errors and Human Control.
  • Understanding Human Failure, http://www.hse.gov.uk/construction/lwit/assets/downloads/human-failure.pdf
  • Errors. Introduction to Human-Computer Interaction. University of Maryland. https://wiki.cs.umd.edu/cmsc434_s10/images/9/96/L12-Errors.pdf
  • Sekelumit Tentang Human Errors, https://tni-au.mil.id/rubrik-lambangja-sekelumit-tentang-human-errors/
  • Photo by Romson Preechawit on Unsplash