Banyak ke pantai hari ini.

  1. Pantai Mandorak
  2. Danau Weekuri
  3. Desa Adat Ratenggaro
  4. Pantai Bwanna
  5. Bukit Mareha

Perjalanan dimulai dari Hotel Sinar Tambaloka ke Pantai Mandorak di Kecamatan Kodi, sekitar 1,5 jam.

Di Pantai Mandorak kita bisa menyaksikan pasir putih, air laut yang berwarna toska dan luas sekali, juga hentakan ombak ke tebing dengan suara yang keras.

Sekitar 10 menit dari Pantai Mandorak, perjalanan menuju Danau Weekuri. Danau Weekuri berair asin, karena bersebelahan dengan laut. Airnya bening sekali dan tidak dalam.

Selepas dari Danau Weekuri, dengan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam, akhirnya tiba di Desa Adat Ratenggaro, dengan jajaran rumah adat Sumba dalam perkampungan. Desa ini persis menghadap ke laut lepas, indah sekali.

Spot berikutnya adalah Pantai Bwanna yang terkenal dengan Batu Karang Bolong. Pantainya luas dan indah sekali, dilengkapi dengan deburan ombak membasahi pasir putih.

Perjalanan berakhir di Bukit Mareha, menunggu sunset sambil memandang Batu Karang Bolong di kejauhan.

Perjalanan menguras keringat hari ini, akhirnya membuat lapar. Saya mau makan cumi-cumi bakar sambal dabu-dabu ❤️

Selama perjalanan hari ini, ada satu hal yang cukup mengganggu pikiran saya. Soal air bersih. Di sini susah sekali menemukan air bersih karena sumber mata air yang jauh. Di daerah Sumba Barat Daya yang gersang ini, air bisa dibeli di mobil tangki air. Seperti kata ibu di desa Ratenggaro tadi, bahwa beliau membeli air untuk isi bak seharga Rp.150.000,-. Ini alasannya biaya penggunaan toilet bisa seharga Rp.5.000 – 10.000 untuk sekali pemakaian. Juga dapat dilihat pada kondisi anak-anak di perkampungan, yang masih kurang bersih.

Oh ya, air kelapa muda di sini harganya pun Rp.10.000,- ✌🏻