PENGANTAR

Sesi ini dibuka dengan beberapa pertanyan. Adakah yang pernah menggunakan remote TV di rumah? Tombol mana saja yang teksnya hampir sudah tidak terlihat lagi? Tombol mana yang masih utuh seperti baru karena hampir tidak pernah disentuh? Tombol mana yang bahkan sampai saat ini Anda tidak tahu apa fungsinya? 🙂

Pengalaman saya pribadi, semakin banyak tombol pada remote TV, justru membuat saya bertambah bingung. Dampaknya, terkadang menekan tombol yang salah, atau harus memandang susunan tombol sekian detik untuk mencari tombol yang saya perlu. Belum lagi remote TV yang berbeda merek, bisa beda layout tombol-tombolnya.

Ini tentu saja bertentangan dengan prinsip Simplicity dalam User Interface Design. Simplicity adalah proses eliminasi, bukan penambahan; yang memaksa Anda untuk memiliki alasan yang baik untuk semua komponen yang Anda tambahkan dan untuk membuang apapun yang tidak perlu dipertahankan. Ketika kita menjaga desain tetap sederhana (simple), maka cenderung meningkatkan desain pada dimensi-dimensi usability: learnability, efficiency dan safety.

Mari kembali sejenak pada 5 komponen Usability menurut Jakob Nielsen. Learnability berkaitan dengan seberapa mudah sebuah desain dipelajari ketika pertama sekali digunakan oleh user. Efficiency berkaitan dengan seberapa seorang user dapat melakukan tugasnya setelah mempelajari sebuah desain. Safety berkaitan dengan berapa banyak kesalahan yang dilakukan user, seberapa parah kesalahan ini dan seberapa mudah mereka memperbaiki kesalahan.

Remote Control Anarchy

Prinsip Simplicity (kesederhanaan) dapat kita lihat pada remote Apple TV generasi ke-4 di bawah ini. Tombol yang disediakan sangat ringkas, hanya pada tombol-tombol yang perlu dan paling sering digunakan oleh user.


Perancangan Produk: fungsional + estetika
Perancangan User Experience: fungsional + estetika + konteks

Dalam perancangan sebuah produk, kita perlu memperhatikan aspek fungsional dan estetikanya. Sederhananya, proses pembuatan produk adalah tentang pengembangan: terus membangun dan menyempurnakan fitur dan fungsi produk sampai produk layak (viable) di pasar.

Perancangan User Experience (UX) memiliki definisi yang berbeda dengan perancangan produk. Perancangan UX berkaitan dengan fungsional, estetika dan konteks. Konteks dapat didefinisikan sebagai kondisi yang saling terkait di mana sesuatu ada atau terjadi seperti lingkungan. Konteks siapa yang menjadi user, di mana atau dalam lingkungan seperti apa produk akan digunakan, dll.

Lalu, apakah kaitan perancangan produk dengan perancangan User Experience? Setiap produk yang ditujukan untuk manusia pasti memiliki user, dan setiap kali digunakan, produk tersebut memberikan pengalaman/ experience. Oleh karena itu, desain produk harus didukung oleh User Experience Design (UXD).

User-Centered Design menjadi prinsip yang digunakan dalam proses UXD. Pertimbangkan user dalam setiap tahap pengembangan produk. Ketahui kebutuhannya, kesulitannya, libatkan user dalam proses pengembangan. Jika Anda tidak memberi pengalaman positif kepad user, maka mereka tidak akan menggunakan produk Anda. Oleh karena itu, berusahalah memberikan pengalaman yang kohesif, intuitif dan bahkan menyenangkan kepada user — pengalaman dimana segala sesuatu berjalan sebagaimana mestinya.

Pada UXD, Anda harus memastikan bahwa tidak ada aspek pengalaman user dengan produk Anda yang terjadi tanpa kesadaran. Anda harus mempertimbangkan setiap kemungkinan dari setiap tindakan yang mungkin dilakukan oleh user, dan juga memahami harapan user pada setiap tahap selama proses pengembangan. Kita dapat memecah pekerjaan menyusun User Experience menjadi komponen elemen-elemen.


THE ELEMENT OF USER EXPERIENCE

Proses User Experience Design (UXD) mengikuti pola 5S, yaitu Strategy, Scope, Structure, Skeleton, Surface. Hal ini dikemukakan oleh Jesse James Garrett sebagai “The Element of User Experience”.

Kelima komponen bergerak mulai dari tingkat (stage) yang paling abstrak yaitu Strategy sampai ke stage yang konkrit yaitu Surface.

  • Strategy adalah dimana semuanya dimulai: Apa yang ingin kita dapatkan dari webiste ini? Apa yang diinginkan user?
  • Scope mengubah strategi menjadi kebutuhan: Fitur apa yang harus ada dalam website?
  • Structure memberi bentuk pada ruang lingkup (scope): Bagaimana potongan-potongan website akan berperilaku dan sesuai satu sama lain?
  • Skeleton membuat struktur berwujud: Komponen apa yang akan memungkinkan orang untuk menggunakan website ini?
  • Surface menyatukan semuanya secara visual: Tampak seperti apakah produk akhirnya?

Elemen-elemen UX memiliki dualitas:

  • Product as functionality
  • Product as information
Jesse James Garrett: The Element of User Experience

Pada sisi FUNGSIONAL: utamanya berkaitan dengan tugas-tugas — tahapan dalam suatu proses dan bagaimana orang berpikir menyelesaikannya. Bayangkan produk sebagai tool atau serangkaian tool yang digunakan user untuk menyelesaikan satu atau beberapa tugas.

Pada sisi INFORMASI: informasi apa yang ditawarkan produk dan arti informasi tersebut bagi user. Menciptakan pengalaman user yang kaya informasi adalah tentang memungkinkan user untuk menemukan, menyerap dan memahami informasi yang Anda berikan.

Jadi pada setiap stage, masing-masing memiliki dualitas pada aspek functionality dan information, misalnya pada stage Structure, secara functionality yaitu Interaction Design, sedangkan secara information yaitu Information Architecture.

Jesse James Garrett: The Element of User Experience

Dapat dikatakan bahwa stage abstrak ke konkrit pada UX Design adalah stage Research sampai Implementation, Seperti pada ilustrasi di bawah ini.

Sumber: Eric Bell

Pada bagian selanjutnya akan dijelaskan 5 elemen UX secara rinci.


REFERENSI

Garrett, J. J., 2011. The Elements of User Experience: User-Centered Design for the Web and Beyond, Second Edition. Berkeley: New Riders.
Elgabry, O. UX — A quick glance about The 5 Elements of User Experience (Part 2). https://medium.com/omarelgabrys-blog/ux-a-quick-glance-about-the-5-elements-of-user-experience-part-2-a0da8798cd52

Feature image: Photo by You X Ventures on Unsplash

One thought on “The Element of UX [1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *