Even the best designers produce successful products only if their designs solve the right problems. A wonderful interface to wrong features will fail.

Jacob Nielsen

While I acknowledge that there is a need for art, fun and a general good time on the web, I believe that the main goal of most web projects should be to make it easy for customers to perform useful tasks.

Jakob Nielsen

Topik-topik bahasan:

  1. Pengantar
  2. Definisi usability
  3. Mengapa usability penting
  4. Cara meningkatkan usability
  5. Kapan bekerja pada usability

Penjelasan Usability dalam bentuk video dapat diakses pada:


Gambar di bawah ini menunjukkan percakapan tiga orang pengembang produk. Orang pertama sangat percaya diri menyatakan bahwa seandainya dia seorang remaja putri, pasti dia sangat menyukai produk baru mereka. Orang kedua bertanya apakah orang pertama sudah bertanya langsung ke remaja putri untuk memastikan benar mereka menyukai produk tersebut. Orang ketiga kaget dan mengatakan apakah memang harus bertanya langsung dan meninggalkan ruang kerja mereka.

Finn Kensing menyatakan, “Satu alasan mengapa banyak sistem yang besar dan penting tidak digunakan atau user harus bekerja di sekitar sistem untuk menyelesaikan pekerjaan, adalah bahwa programmer tidak memahami apa yang dilakukan user. Mereka mengembangkan aplikasi berdasarkan interpretasinya sendiri.” Finn Kensing, Roskilde University, Denmark (CIO, 10/15/96)


Mari kita perhatikan gambar-gambar di bawah ini.

Pada gambar di kiri dan tengah, terdapat model pintu yang sama tetapi dengan instruksi yang berbeda, gambar kiri bertuliskan “PUSH”, gambar tengah bertuliskan “PULL”. Bahkan pada gambar di kanan, pada satu pintu yang sama, terdapat dua instruksi “PUSH” dan “PULL”.

Hal ini tentu memberi kebingungan bagi siapa saja yang akan membuka pintu tersebut, apakah didorong (PUSH) atau ditarik (PULL)? Jawabannya ada pada gambar berikut.

Terdapat perbedaan bentuk permukaan pintu untuk didorong dan ditarik. Bentuk kiri untuk pintu yang dibuka dengan cara didorong (PUSH) dan bentuk kanan untuk yang dibuka dengan ditarik (PULL).

Dua gambar di bawah ini adalah ilustrasi untuk karya produk yang tidak memperhatikan fungsionalitasnya. Gambar bagian kiri adalah karya Jacques Carelman, diberi nama The Coffeepot for Masochists. Gambar ini sering dijadikan ilustrasi oleh Don Norman.


UI Hall of Fame or Shame

Sebagai pembukaan materi tentang Usability, mari kita kaji gambar di bawah ini untuk mengetahui apakah User Interface (UI) sudah dirancang dengan baik (hall of fame) atau buruk (hall of shame).

Terdapat beberapa konsep perancangan User Interface yang belum diterapkan dengan baik, yaitu:

  1. Title bar digunakan untuk menyampaikan instruksi “Select an award style…”. Title bar seharusnya digunakan sebagai judul sebuah dialog box.
  2. Teks panjang untuk bantuan “Select an award style using the scrollbar. When you’ve found a style that suits you, press OKAY to create that award and open the editor.” Jika tampilan UI sudah bisa dimengerti user dengan mudah, tidak perlu memberikan instruksi yang panjang.
  3. Scrollbar digunakan sebagai alat untuk memilih sertifikat. Dengan ini, tidak ada tanda jumlah tempate yang disedikan oleh aplikasi, juga tidak ada kategori template. User harus menggeser satu per satu untuk melihat template sampai jumlah yang tidak diketahui ujungnya. Scrollbar tidak lazim digunakan untuk memberi pilihan.
  4. Letak tombol “Cancel” dan “OK” kemungkinan salah posisi.
  5. Pada instruksi terdapat perintah “press OKAY”, padahal yang disediakan adalah tombol “OK”.

Setelah dilakukan perbaikan pada rancangan User Interface (UI), maka hasilnya dapat dilihat pada gambar berikut.

  1. Title bar dipergunakan seharusnya, berisi judul dialog box yang muncul.
  2. Listbox digunakan untuk menampilkan pilihan sertifikat yang tersedia, dilengkapi dengan judul setiap sertifikat. Dengan ini user dapat mengetahui jumlah sertifikat yang disediakan dan dapat dengan mudah memilih sertifikat yang diinginkan.
  3. Letak tombol OK di kiri, lalu Cancel di kanan. Namun, untuk posisi ini, desainer harus benar-benar memperhatikan sistem operasi di mana aplikasi berjalan, karena tiap sistem operasi mempunyai konsep perancangan UI yang berbeda. Oleh karena itu, urutan tombol OK dan Cancel tidak sepenuhnya salah, sangat bergantung kepada sistem operasi yang digunakan.

Mari kita perhatikan contoh yang kedua melalui gambar di bawah ini. Terdapat beberapa penerapan perancangan UI yang tidak benar, yaitu:

  1. Pada tampilan awal, terdapat tanggal dan waktu, yang diletakkan pada obyek seperti textbox. Jadi, ketika user ingin mengubah tanggal atau waktu, secara tidak sadar user akan klik pada obyek tersebut, karena pada prinsipnya kita bisa mengetikkan sesuatu di sebuah textbox. Namun, ternyata obyek tersebut bukan textbox, dan untuk mengubah tanggal atau waktu, user harus menekan tombol “Set Date” atau “Set Time”.
  2. Untuk mengubah waktu, user perlu menekan tombol “Set Time”, lalu dialogbox bagian bawah akan tampil. Ketika cara mengubah waktu ditampilkan, terdapat format waktu yang tidak konsisten, yang dapat menimbulkan kebingungan bagi user. Di bagian atas menggunakan format 24 jam yaitu 19:17, sedangkan di bagian bawah menggunakan format 12 jam yaitu 7:17 PM.
  3. Terdapat instruksi yang panjang untuk mengubah jam dan menit “Left Mouse Button: Change Minute”, “Right Mouse Button: Change Hour”.

Contoh ketiga pada gambar di bawah ini, terdapat desain User Interface (UI) yang kurang lazim prakteknya, yaitu:

  1. Tidak ada menu bar yang pada umumnya diletakkan di bagian atas sebuah aplikasi. User tentu akan bingung dan menghabiskan waktu untuk mencari-cari di mana menu diletakkan. Ternyata, menu dapat dipilih dengan klik kanan pada mouse. Praktek ini tidak konsisten dengan aplikasi pada umumnya.
  2. Submenu dalam bentuk hirarki membuat pengaksesannya lebih lambat dibandingkan dengan menu bar.

Mendesain User Interface Tidak Mudah

User Interface (UI) TIDAK mudah untuk didesain. Mengapa dinyatakan demikian? Kebanyakan software engineer berkomunikasi dengan programmer lain yang kebanyakan adalah sesama programmer, programmer BUKAN user biasa, bahkan programmer tahu lebih banyak tentang aplikasi dibandingkan user, karena programmer lah yang membagun aplikasi.

UI adalah tentang BERKOMUNIKASI DENGAN USER. User tidak sama dengan Anda yang memiliki tugas sebagai pengembang aplikasi atau desainer aplikasi. Jika software engineering berbicara tentang spesifikasi, object model, dll, maka usability yang sedang kita bahas adalah tentang berkomunikasi dengan user lain yang kemungkinan besar tidak sama dengan kita.

Pada penggunaan UI, masalah usability adalah kesalahan desainer, maka jangan salahkan user untuk pekerjaan Anda yang salah. Jika user secara konsisten membuat kesalahan dengan beberapa bagian dari UI yang Anda rancang, itu artinya UI Anda salah. Namun, pada proses desain UI, user tidak selalu benar, karena user tidak selalu tahu apa yang mereka inginkan atau apa yang akan membantu mereka dalam bekerja.

Satu contoh yang memperkuat bahwa pada proses desain UI user tidak selalu benar bisa dilihat pada praktek yang dilakukan oleh Google. Google melakukan survey kepada user tentang seberapa banyak hasil pencarian yang mereka inginkan dalam 1 halaman (10, 20, 30). User menyebutkan 30
Google kemudian mengembangkan 30 hasil pencarian per halaman. Setelah itu, penggunaan berkurang 20% dibandingkan halaman terdahulu yang menampilkan 10 hasil per halaman. Mengapa? Kemungkinan karena 30 hasil menambah waktu load halaman lebih lama.


Definisi Usability

Terdapat beragam definisi usability menurut para ahli. Beberapa diantaranya sebagai berikut.

Usability mengacu pada kualitas interaksi dalam hal parameter seperti waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas, jumlah kesalahan yang dibuat dan waktu yang dibutuhkan untuk menjadi user yang kompeten.

(Benyon et al. 2005, p. 52)

Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan. Kata “usability” juga merujuk pada metode-metode yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna selama proses desain.

(Nielsen 2003)

Menurut Jakob Nielsen, usability didefinisikan ke dalam 5 komponen kualitas, yaitu:

  1. Learnability
  2. Efficiency
  3. Memorability
  4. Errors
  5. Satisfaction

Fokus perkuliahan PAP adalah pada komponen Learnability, Efficiency dan Safety.

Titik berat penggunaan komponen usability ini berbeda-beda sesuai kepentingan:

  • Dapat bergantung pada user. Contohnya: User yang belum berpengalaman membutuhkan learnability. User yang sudah ahli membutuhkan efficiency (Meski sebenarnya tidak ada user pemula atau ahli).
  • dapat bergantung pada tugas. Contohnya: Saat merilis rudal membutuhkan safety. Pintu putar di stasiun kereta api atau bus membutuhkan efficiency.

Usability sendiri hanya satu atribut dari sistem. Terdapat banyak sekali atribut-atribut yang perlu diperhatikan oleh seorang software designer, seperti:

  • Functionality
  • Performance
  • Cost
  • Security
  • Maintainability
  • Usability
  • Size
  • Reliability
  • Standards
  • Marketability

Posisi Usability tidak berada dalam isolasi dan juga bukan hal terpenting dalam sebuah sistem. Banyak keputusan yang melihat pada banyak atribut yang berbeda.

Mengacu pada komponen kualitas usability menurut Jakob Nielsen, definisi masing-masing komponen adalah:

  1. Learnability: Seberapa mudah seorang user menyelesaikan tugas-tugas dasar saat pertama sekali mereka berinteraksi dengan desain?
  2. Efficiency: Setelah user mempelajari desain, seberapa cepat mereka dapat melakukan tugas?
  3. Memorability: Ketika user kembali menggunakan desain setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya, seberapa mudah mereka dapat memiliki kemahiran kembali?
  4. Errors / Safety: Berapa banyak kesalahan yang dilakukan user, seberapa parah kesalahan ini dan seberapa mudah mereka memperbaiki kesalahan?
  5. Satisfaction: Seberapa menyenangkankah user menggunakan desain?

Terdapat banyak atribut kualitas yang lain. Namun, salah satu atribut yang penting adalah UTILITY, yang mengacu pada fungsionalitas desain. Usability dan utility sama pentingnya dan bersama-sama menentukan apakah sebuah desain itu berguna:

  • Tidak baik jika sebuah sistem secara hipotesis dapat melakukan apa yang Anda inginkan, tetapi Anda tidak dapat mengerjakannya karena UI terlalu sulit digunakan.
  • Untuk mempelajari utility sebuah desain, Anda dapat menggunakan metode penelitian yang sama untuk meningkatkan usability.

Definisi Utility = apakah menyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan
Definisi Usability = bagaimana kemudahan dan menyenangkan sebuah fitur digunakan
Definisi Useful = usability + utility.


Mengapa Usability Penting

Pada Web, usability adalah kondisi penting untuk bertahan.

  • Jika sebuah Web sulit untuk digunakan, maka akan ditinggalkan.
  • Jika homepage gagal menyatakan dengan jelas apa yang ditawarkan perusahaan dan apa yang dapat dilakukan user di Web, maka akan ditinggalkan.
  • Jika user tersesat di Web, maka akan ditinggalkan.
  • Jika informasi pada Web sulit untuk dibaca atau tidak menjawab pertanyaan penting user, maka akan ditinggalkan.

Kita dapat memperhatikan polanya:

  • Tidak ada user yang membaca manual Web atau menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari interface Web.
  • Ada banyak situs lain yang tersedia; meninggalkan Web adalah langkah pertama user ketika menghadapi kesulitan saat mengakses Web.
  • Hukum pertama e-commerce adalah bahwa jika pengguna tidak menemukan produk yang dicari, mereka tidak dapat membelinya.

Praktik terbaik untuk menciptakan aplikasi yang memiliki usability yang baik adalah mengalokasikan 10% budget pada sebuah proyek desain untuk usability. Untuk software atau produk fisik, peningkatan kualitas biasanya lebih kecil tetapi berpengaruh ketika Anda memberi penekan pada usability dalam proses desain. Untuk proyek desain internal, pikirkan untuk menggandakan usability dan memangkas setengah anggaran pelatihan dan menggandakan transaksi performansi karyawan per jam.
Untuk desain eksternal, pikirkan untuk menggandakan jumlah dari user terdaftar atau pelanggan utama, atau menggandakan KPI (Key Performance Indikator / Indikator Kinerja Utama) apapun yang memotivasi proyek desain Anda.


Cara Meningkatkan Usability

Ada banyak metode untuk mempelajari usability, tetapi hal paling mendasar dan bergunakan adalah usability testing, yang memiliki 3 komponen:

  1. Hubungi beberapa representative user, seperti pelanggan pada sebuah Web e-commerce atau karyawan pengguna internet (dalam kasus terakhir, mereka harus bekerja di luar departemen Anda).
  2. Minta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain.
  3. Amati apa yang dilakukan user, di mana mereka berhasil dan di mana mereka mengalami kesulitan dengan User Interface (UI). Diam dan biarkan user yang berbicara.

Penting untuk menguji user secara individual dan membiarkan mereka memecahkan masalah mereka sendiri. Jika Anda membantu mereka atau mengarahkan perhatian mereka ke bagian tertentu di layar, Anda akan mencemari hasil pengujian.

Untuk mengantisipasi masalah usability paling penting dari sebuah desain, tes terhadap 5 user biasanya cukup. Daripada menjalankan studi yang besar dan mahal, lebih baik menggunakan sumberdaya untuk melakukan banyak tes-tes kecil dan merevisi dengan antara masing-masing sehingga Anda dapat memperbaiki kelemahan usability saat mengidentifikasi mereka. Desain iteratif adalah cara terbaik untuk meningkatkan kualitas user experience (UX). Semakin banyak versi dan ide interface yang Anda uji dengan user, maka hasilnya akan semakin baik.

User testing berbeda dengan focus group discussion (FGD). FGD adalah salah satu cara yang buruk untuk mengevaluasi usability. FGD cocok saat riset pasar, tetapi untuk mengevaluasi desain interaksi, Anda harus mengamati secara cermat setiap user saat mereka melakukan tugas-tugas dengan UI. Mendengarkan apa yang dikatakan orang adalah menyesatkan: Anda harus melihat/memperhatikan apa yang sebenarnya mereka lakukan.


Kapan Bekerja pada Usability

Usability memainkan sebuah peran dalam setiap tahap proses desain. Kebutuhan yang dihasilkan untuk banyak studi adalah alasan mengapa merekomendasikan studi individual yang cepat dan murah. Langkah-langkah utamanya adalah:

  1. Sebelum memulai desain baru, uji desain yang lama untuk mengidentifikasi bagian-bagian baik yang harus dipertahankan atau ditekankan, dan bagian-bagian buruk yang membuat masalah bagi user. Kecuali jika Anda bekerja di intranet, uji desain kompetitor Anda untuk mendapatkan data yang murah pada berbagai alternatif interface yang memiliki fitur serupa dengan Anda (Jika menggunakan intranet, bacalah desain intranet setiap tahun untuk belajar dari desain lainnya).
  2. Lakukan field study untuk melihat bagaimana user berperilaku di habitat alami mereka.
  3. Buatlah paper prototype dari satu atau lebih ide-ide desain baru dan mengujinya. Semakin sedikit waktu yang Anda investasikan dalam ide-ide desain ini, semakin baik, karena Anda harus mengubah segala sesuatunya berdasarkan hasil pengujian.
  4. Jangan menunda user testing sampai Anda memiliki desain yang sepenuhnya diimplementasikan. Jika Anda melakukannya, mustahil untuk memperbaiki sebagian masalah usability yang kritis yang ditemukan saat pengujian. Banyak dari masalah ini bersifat struktural and memperbaikinya anak membutuhkan perombakan arsitektur yang besar. Satu-satunya cara untuk mendapatkan user experinece yang berkualitas tinggi adalah memulai user testing di awal proses desain dan terus menguji setiap langkah.
  1. Jika Anda menjalankan setidaknya satu user study setiap minggu; ada baiknya membangun laboratorium usability khusus. Namun, bagi sebagian besar perusahaan, tidak masalah jika melakukan pengujian di ruang konferensi atau kantor – selama Anda dapat menutup pintu untuk mencegah gangguan. Yang penting adalah Anda menghubungi real user dan duduk bersama mereka saat mereka menggunakan desain. Buku catatan adalah satu-satunya peralatan yang Anda butuhkan.
  2. Sempurnakan ide desain yang paling baik melalui beberapa iterasi, secara bertahap beralih dari low-fidelity prototyping ke high-fidelity yang berjalan di komputer. Uji setiap iterasi. Periksa desain yang berhubungan untuk membangun usability guideline apakah dari studi Anda sebelumnya atau penelitian yang dipublikasikan. Setelah Anda memutuskan dan mengimplementasikan desain final, uji kembali. Masalah usability yang tidak terlalu kentara selalu ada sepanjang implementasi.

Usability adalah salah satu bidang dalam sebuah gambaran besar User Experience Design (UXD), seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.


Ketika Anda telah memahami konsep Usability, maka Anda akan dapat menghindarkan diri dari merancang UI yang membingungkan seperti website Yvette di bawah ini, dan bisa merancang UI yang baik seperti website MUJI.

Website Yvette
Website MUJI

REFERENSI

  • Usability, MIT Open Courseware, User Interface Design and Implementation, http://ocw.mit.edu/courses/electrical-engineering-and-computer-science/6-831-user-interface-design-and-implementation-spring-2011/lecture-notes/MIT6_831S11_lec01.pdf
  • Introduction to Usability. https://www.nngroup.com/articles/usability-101-introduction-to-usability
  • Usability and Human-Computer Interaction, Springer.
  • Designing The User Interface: Strategies for Effective Human-Computer Interaction (Sixth Edition), Ben Shneiderman.
  • https://ittybittyusability.files.wordpress.com/2015/11/normandoor_703.jpg
  • https://www.flickr.com/photos/cennydd/3191424928
  • https://mrjoe.uk/assets/door-affordance.jpg
  • http://impossibleobjects.com/catalogue/coffeepot-for-masochists.html
  • http://unsplash.com
  • Feature Image: Photo by Mohamed Boumaiza on Unsplash


66 thoughts on “Usability

  1. Nama : Oriza Sitanggang
    NIM : 11419018

    Usability mengacu pada kualitas interaksi dalam berbagai aspek misalnya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan beberapa tugas, berapa banyak kesalahan yang dilakukan dan waktu yang dibutuhkan untuk menjadi user yang kompeten.
    Menurut Jakob Nielsen, Usability didefenisikan kedalam 5 komponen kualitas :
    1. Learnability : Seberapa mudah user menyelesaikan tugas-tugas dasar saat pertama kali berinteraksi dengan desain.
    2. Efficiency : Seberapa cepat user dapat melakukan tugas setelah mempelajari desain.
    3. Memorability : Seberapa mudah user memiliki kemahiran kembali, setelah lama tidak menggunakan desain.
    4. Errors / Safety : Seberapa mudah user memperbaiki kesalahan , seberapa banyak kesalahan yang dilakukan user, dan seberapa parah kesalahan yang dibuat oleh user.
    4. Satisfaction : Seberapa menyenangkan user menggunakan desain.
    Cara meningkatkan usability:
    1. Menghubungi beberapa representative user
    2. User melakukan tugas-tugas yang representative dengan desain
    3. Mengamati segala sesuatu yang dilakukan user.
    Didalam sebuah desain USABILITY dan UTILITY berperan penting.

  2. Nama : Geby W P Lumban Gaol
    NIM : 11419068

    Usability adalah ukuran kemudahan manusia dalam menggunakan user interface.
    Usability penting pada suatu web untuk bertahan, jika suatu web sulit untuk digunakan atau web tidak lengkap maka user akan meninggalkan web tersebut.
    Usability dan utility sama pentingnya untuk menentukan apakah desain berguna dengan baik. Utility merupakan ukuran apakah suatu web sudah menyediakan fitur-fitur yang sesuai dengan kebutuhan.
    Cara meningkatkan usability :
    1. Melakukan usability testing, yaitu menghubungi beberapa representatif user seperti pelanggan web e-commerce, meminta user melakukan tugas representatif dengan desain untuk mengetahui usability mana yang akan diuji, mengamati apa yang dilakukan user dengan membiarkan mereka memecahkan masalah yang mereka hadapi.
    2. Cara tebaik untuk meningkatkan kulalitas user experiences adalah dengan desain iteratif karena semakin banyak interface yang diuji hasilnya akan semakin baik.

  3. Nama : Berliana Laurenza Simamora
    NIM : 11419016

    USABILITY
    Usability merupakan suatu kualitas yang menyatakan seberapa mudah user interface (cara komunikasi program dengan user) digunakan.
    Sebuah perangkat lunak dikatakan useful ketka memenuhi aspek usability (seberapa mudah ui digunakan) dan utility (menyediakan fitur-fitur yang digunakan).
    Menurut Jacob Nielsen, usability didefenisikan dengan 5 komponen kualitas yaitu learnability, efficiency, memorability, errors dan satisfaction.
    Usability dikatakan penting karena, saat sebuah web sulit digunakan, saat user tersesat di web, dan saat informasi tidak menjawab pertanyaan user, maka user akan meninggalkan web tersebut.
    Untuk meningkatkan usability dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu pertama, dengan menghubungi representativ user. Kedua meminta user dalam melakukan tugas representatif. Dan yang terakhir yaitu dengan mengamati apa yang dilakukan oleh user dan membiarkan user untuk berpendapat.

  4. Nama : Mikhael Hutapea
    NIM: 11419037

    Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan.
    Usability didefinisikan dalam 5 komponen kualitas:
    1. Learnability : seberapa mudah seorang user menyelesaikan tugas-tugas disaat pertama kali berinteraksi dengan desain
    2. Efficiency : setelah user mempelajari desain, seberapa cepat mereka melakukan tugasnya
    3. Memorability : ketika user kembali mengggunakan desain setelah rentang waktu yang tertentu tidak menggunakannya,
    seberapa mudah user dapat memiliki kemahiran kembali
    4. Errors : berapa banyak sebenarnya kesalahan yang dilakukan user, seberapa parah kesalahan itu dan seberapa mudah
    mereka memperbaiki kesalahan.
    5. Satisfaction : seberapa menyenangkan user ketika menggunakan desain kita.

    Usability hanya satu attribut dari sistem, salah satu atribut penting adalah utility.
    Utility merupakan penyediaan fitur-fitur yang digunakan, usability adalah kemudahan dan kepuasaan penggunaan sebuah
    fitur oleh user. Sebuah perangkat lunak dikatakan usefull jika memenuhi aspek usability ditambah utility.
    Cara meningkatkan usability dalam sebuah perangkat lunak adalah dengan melakukan usability testing.

  5. Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan. Kata “usability” juga merujuk pada metode-metode yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna selama proses desain. Usability mengacu pada kualitas interaksi dalam hal parameter seperti waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas, jumlah kesalahan yang dibuat dan waktu yang dibutuhkan untuk menjadi user yang kompeten.
    Menurut Jakob Nielsen, usability didefinisikan ke dalam 5 komponen kualitas, yaitu Learnability, Efficiency, Memorability, Errors, Satisfaction.

  6. Nama : Hepniwer Nur Aisah Purba
    NIM : 11419019
    Usability mengacu pada kualitas dalam hal parameter seperti waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas, jumlah kesalahan yang dibuat dan waktu yang dibutuhkan untuk menjadi user yang kompeten.
    Usability sangat penting untuk sebuah web,Jika web sulit untuk digunakan misalnya informasi pada web sulit dibaca atau tidak menjawab pertanyaan penting dari user, maka web akan ditinggalkan oleh user.
    Komponen-komponen kualitas usability menurut Jacob Nielsen :
    1. Learnability : mengukur seberapa mudah seorang user menyelesaikan tugas mereka saat berinteraksi dengan desain.
    2. Efficiency : mengukur seberapa cepat user dapat melakukan tugasnya.
    3. Memorability : mengukur seberapa mudah mereka dapat memiliki kemahiran setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya.
    4. Errors/Safety : Menilai seberapa banyak dan seberapa parah kesalahan yang dilakukan user dan seberapa mudah kesalahan tersebut dapat diperbaiki.
    5. Satisfaction : Mengukur seberapa menyenangkan user menggunakan desain.
    Selain usability , ada atribut yang pentimng juga yaitu Utility. Utility merupakan penyedia fitur-fitur yang dibutuhkan.
    Beberapa cara untuk meningkatkan usability :
    1. Menghubungi beberapa representative user.
    2. Minta user untuk melakukan tugas-tugas yang mewakili desain.
    3. Mengamati dimana user berhasil dan mengalami kesulitan ketika menggunakan UI.

  7. Usability menurut saya adalah: atribut kualitas user interface yang seberapa mudah user interface tersebut digunakan. Usability memiliki metode yang merujuk untuk meningkatkan kemudahan pengguna dalam proses design. Usability juga dapat di artikan sebagai kemampuan yang dimiliki sebuah aplikasi dengan mudah digunakan dan tujuan penggunaannya sesuai diinginkan oleh pengguna atau User.

    Menurut Jakob Nielsen, usability didefinisikan ke dalam 5 komponen kualitas, yaitu:

    ~Learnability,
    ~Efficiency,
    ~Memorability
    ,
    ~ Errors
    dan
    ~Satisfaction

    terus ada pertanyaan, Mengapa Usability itu penting??

    Menurut saya mengapa Usability itu penting, karena dengan usability kita jadi lebih paham dan mengenal apa sebenarnya tujuan kita membuat suatu Website,aplikasi dan lain-lain. Yaitu untuk membuat para pengguna atau user atau kita sendiri bisa menggunakan nya dengan nyaman dan perintah-perintah yang mudah di mengerti global(semua orang). dengan Usability kita tau bagaimana caranya membuat suatu aplikasi atau website itu memiliki fungsi-fungsi yang berguna nantinya. tidak terjadi kesalahan seperti bug/error message, tampilan web monoton, fungsi-fungsinya sangat sulit dipahami,perintah-perintah yang ambigu(tidak jelas). jadi dengan usability kita jadi belajar dan paham untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut.

    Nama : Malino Win Crisnando Sihotang
    NIM : 11419039

  8. Nama : Gahasa Timothius B.P Purba
    NIM : 11419048
    Prodi : 42TRPL2

    Kita perlu tahu bahwa User Interface tidak mudah untuk didesain karena kebanyakan software engineer berkomunikasi dengan software engineer lain yang kebanyakan adalah programmer dan kita tahu bahwa programmer bukanlah user padahal, User interface adalah tentang berkomunikasi dengan user.
    Usability mengacu pada kualitas interaksi dalam hal parameter seperti waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas, jumlah kesalahan yang dibuat dan waktu yang dibutuhkan untuk menjadi user yang kompeten (David Benyon).
    Usability juga disebut sebagai atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan (Jacob Nielsen)

    Usability didefinisikan kedalam 5 komponen kualitas yaitu :
    1. Learnability
    2. Efficiency
    3. Memorability
    4. Errors
    5. Satisfaction

    Tidak baik jika sebuah sistem secara hipotesis dapat melakukan apa yang anda inginkan tetapi anda tidak dapat mengerjakannya karena user interface nya terlalu sulit digunakan.
    Salah satu atribut yang penting adalah utility dan definisi usefull pada perangkat lunak dikatakan berhasil apabila memenuhi aspek usability dan utility.

  9. Usability mengacu pada kualitas dalam hal parameter seperti waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas, jumlah kesalahan yang dibuat dan waktu yang dibutuhkan untuk menjadi user yang kompeten.
    Usability sangat penting untuk sebuah web,Jika web sulit untuk digunakan misalnya informasi pada web sulit dibaca atau tidak menjawab pertanyaan penting dari user, maka web akan ditinggalkan oleh user.
    Komponen-komponen kualitas usability menurut Jacob Nielsen :
    1. Learnability : mengukur seberapa mudah seorang user menyelesaikan tugas mereka saat berinteraksi dengan desain.
    2. Efficiency : mengukur seberapa cepat user dapat melakukan tugasnya.
    3. Memorability : mengukur seberapa mudah mereka dapat memiliki kemahiran setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya.
    4. Errors/Safety : Menilai seberapa banyak dan seberapa parah kesalahan yang dilakukan user dan seberapa mudah kesalahan tersebut dapat diperbaiki.
    5. Satisfaction : Mengukur seberapa menyenangkan user menggunakan desain.
    Selain usability , ada atribut yang pentimng juga yaitu Utility. Utility merupakan penyedia fitur-fitur yang dibutuhkan.
    Beberapa cara untuk meningkatkan usability :
    1. Menghubungi beberapa representative user.
    2. Minta user untuk melakukan tugas-tugas yang mewakili desain.
    3. Mengamati dimana user berhasil dan mengalami d=kesulitan ketika menggunakan UI.

  10. Nama : Maristella Sitanggang
    NIM : 11419064
    Kelas : 42TRPL 2

    Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan. Kata “usability” juga merujuk pada metode-metode yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna selama proses desain.

    Mengacu pada komponen kualitas usability menurut Jakob Nielsen, usability didefinisikan ke dalam 5 komponen kualitas:
    1. Learnability: Seberapa mudah seorang user menyelesaikan tugas-tugas dasar saat pertama sekali mereka berinteraksi dengan desain?
    2. Efficiency: Setelah user mempelajari desain, seberapa cepat mereka dapat melakukan tugas?
    3. Memorability: Ketika user kembali menggunakan desain setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya, seberapa mudah mereka dapat memiliki kemahiran kembali?
    4. Errors / Safety: Berapa banyak kesalahan yang dilakukan user, seberapa parah kesalahan ini dan seberapa mudah mereka memperbaiki kesalahan?
    5. Satisfaction: Seberapa menyenangkankah user menggunakan desain?

    Cara meningkatkan Usability:
    1. Hubungi beberapa representative user, seperti pelanggan pada sebuah Web e-commerce atau karyawan pengguna internet (dalam kasus terakhir, mereka harus bekerja di luar departemen Anda).
    2. Minta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain.
    3. Amati apa yang dilakukan user, di mana mereka berhasil dan di mana mereka mengalami kesulitan dengan User Interface (UI). Diam dan biarkan user yang berbicara.

  11. Nama: Evelin Sinurat
    NIM: 11419056
    Kelas: 42 TRPL 2

    Pengertian Usability:
    1. Usability adalah sebuah atribut yang menilai seberapa mudah UI digunakan.
    2. Menurut Nielsen 2003 (usability merujuk pada metode yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna selama proses desain).
    3. Menurut David Benyon (usability adalah kualitas interaksi seperti waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas. Juga jumlah kesalahan yang dilakukan, dan waktu yang dibutuhkan untuk menjadi user yang kompeten).

    Menurut Nielsen Usability dalam 5 komponen kualitas:
    1. Learnability (seberapa mudah user menyelesaikan tugas pada saat berinteraksi dengan desain).
    2. Efficiency (seberapa cepat user mempelajari desain, dan melakukan tugasnya).
    3. Memorability (seberapa mudah user menggunakan desain setelah jangka waktu yang lama tidak menggunakannya).
    4. Errors (seberapa banyak user menyebabkan kesalahan, dan seberapa mudah user dalam memperbaiki kesalahan tersebut).
    5. Satisfaction (seberapa menyenangkan user dalam menggunakan desain kita).

    Cara meningkatkan Usability:
    1. Menghubungi beberapa representative user.
    2. Mengamati apa yang dilakukan user.

    Terimakasih bu.

  12. Nama : Clarita Butarbutar
    NIM : 11419067

    Usability adalah suatu acuan yang digunakan oleh evaluator dalam menilai kemudahan dan kesenangan user dalam menggunakan suatu user interface. Usability dibagi menjadi 5 komponen yaitu :
    1) Learnability (berkaitan dengan tingkat kemudahan user dalam menggunakan desain UI saat pertama kali),
    2) Efficiency (berkaitan dengan tingkat kecepatan user dalam menyelesaikan suatu kegiatan dengan desain UI),
    3) Memorability (berkaitan dengan tingkat kemahiran user dalam menggunakan desain UI yang sudah lama tidak digunakan),
    4) Errors (berkaitan dengan tingkat kemudahan user dalam memperbaiki kesalahan yang ia lakukan dengan desain UI),
    5) Satification (berkaitan dengan tingkat kepuasaan user dalam menggunakan desain sebuah UI).
    Untuk meningatkan usability pada sebuah UI yaitu dengan melakukan usability testing. Usability testing dilakukan dengan meminta beberapa user mengerjakan suatu hal dengan tepat menggunakan desain UI, lalu melakukan pengamatan pada langkah mana user dapat berhasil dan gagal, setelah itu melakukan desain iteratif.

  13. Nama : Ivanowsky Fernandes Habeahan
    NIM : 11419030
    Kelas : 42 TRPL 1

    Menurut Jakob Nielsen, Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah User Interface digunakan. Kata “usability” juga merujuk pada metode-metode yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna selama proses desain.

    Menurut Nielsen, Usability didefinisikan ke dalam 5 komponen kualitas :
    1. Learnability : Berkaitan dengan seberapa mudah seseorang user menyelesaikan tugas-tugas di saat pertama sekali berinteraksi dengan desain.
    2. Efficiency : Setelah user mempelajari desain, seberapa cepat mereka dapat melakukan tugas-tugasnya.
    3. Memorability : Ketika user kembali menggunakan desain setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya, seberapa mudah mereka dapat memiliki kemahiran kembali.
    4. Errors atau Safety : Berapa banyak kesalahan yang dilakukan user, seberapa parah kesalahannya, dan seberapa mudah mereka memperbaiki kesalahan tersebut.
    5. Satisfaction : Berkaitan dengan seberapa menyenangkan user ketika menggunakan desain kita.

    Mengapa Usability Penting
    1. Pada web, aspek usability adalah kondisi penting untuk bertahan. Jika sebuah web sulit untuk digunakan maka website tersebut akan ditinggalkan.
    2. Tidak ada user yang membaca manual web, atau user menghabiskan banyak waktu mempelajari interface web.
    3. Ada banyak web lain yang tersedia maka meninggalkan web adalah langkah pertama user ketika menghadapi kesulitan saat mengakses web.
    4. Hukum I E-commerce, jika user tidak menemukan produk yang dicari mereka tidak dapat melakukan pembelian dan web akan ditinggalkan.
    Praktek terbaik untuk menciptakan usability yang baik adalah mengalokasikan 10% budget pada sebuah proyek desain untuk aspek usability.

    Bagaimana Meningkatkan Usability
    -> Dengan cara User Testing

  14. Usability atau daya guna adalah sebuah atribut kualitas yang berguna untuk menilai apakah UI mudah untuk digunakan. Menurut Nielsen, usability terdiri dari 5 komponen yaitu: learnability, efisiensi, memorability, errors, dan satisfaction.
    Usability penting karena usability adalah sesuatu yang dipertahankan dalam web, tidak ada user yang bisa membaca web secara manual, banyaknya web- web lain yang menyediakan informasi yang sama.
    Cara meningkatkan usability yaitu melalui usability testing. Misalnya: perlu dilakukan test terhadap 5 user.
    Waktu untuk bekerja dengan usability yaitu sebelum memulai desain baru, harus menguji desain yang lama untuk mengetahui bagian- bagian yang perlu dipertahankan dalam desain, melakukan field study, membuat file prototype, tidak menunda user testing, memulai user testing dan menguji setiap langkah, dan menghubungi real user serta menyempurnakan ide desain.

  15. Nama : Meyliza Veronica Siregar
    NIM : 11419058

    Usability adalah sebuah acuan yang menilai seberapa mudah user menggunakan user interface.
    Terdapat 5 komponen kualitas usability menurut Jakob Nielsen, yaitu :
    1. Learnability: Ukuran kemudahan user dalam menyelesaikan tugas-tugas dasar saat pertama sekali mereka berinteraksi dengan desain.
    2. Efficiency: Ukuran kecepatan user dapat melakukan tugas setelah mempelajari desain .
    3. Memorability: Ukuran kemudahan user mahir kembali ketika user kembali menggunakan desain setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya.
    4. Errors / Safety: Ukuran seberapa parah kesalahan yang dilakukan user dan seberapa mudah kesalahan tersebut diperbaiki.
    5. Satisfaction: Ukuran kepuasan user menggunakan desain.

    Cara meningkatkan usability yaitu dengan usability Testing. Usability testing dilakukan dengan:
    • Menghubungi beberapa representative user.
    • Minta user untuk melakukan tugas-tugas yang mewakili desain.
    • Mengamati dimana user berhasil dan mengalami kesuliatan ketika menggunakan user interface.

  16. Nama : agus rokyanto siaban
    NIM : 11419045
    Kelas: 42TRPL2

    Usability
    > sebuah parameter kualitas user interface

    Menurut Nielsen Usability dalam 5 komponen kualitas:
    1. Learnability
    2. Efficiency
    3. Memorability
    4. Errors
    5. Satisfaction

    Usability diperlukan agar untuk mempertahankan user dengan cara menjaga kenyamanan user saat menggunakan user interface tersebut
    > jangan membuat user harus memakan banyak waktu untuk memahami user interface tersebut

    Cara meningkatkan usability:
    1. meminta user melakukan tugas yang familiar dengan desain user interface
    2. melakukan observasi pada kegiatan user tersebut

  17. Nama:Nazir Manahan Manurung
    NIM:11419020
    Kelas:42TRPL1

    Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah ui digunakan.

    Menurut Jakob Nielsen, Usability didefinisikan kedalam 5 komponen kualitas, yaitu:
    1.Learnability
    2.Efficiency
    3.Memorability
    4.Errors
    5.Satisfaction

    Titik berat penggunaan komponen usability yakni berbeda-beda sesuai kepentingan:
    1.Dapat bergantung pada user
    2.Dapat bergantung pada tugas.

    Posisi usability tidak berada dalam isolasi dan juga hal terpenting dalam sebuah sistem.

    Terdapat banyak atribut kualitas yang lain. Namun, salah satu atribut yang penting adalah UTILITY, yang mengacu pada fungsionalitas desain.

  18. Nama : Naldo Tua Samosir
    NIM : 11419024
    Kelas : 42 TRPL 1

    Usability merupakan sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah User Interface digunakan. Usability didefinisikan ke dalam 5 komponen kualitas, yaitu:
    • Learnability
    • Efficiency
    • Memorability
    • Errors
    • Satisfaction
    Pada web, usability penting karena:
    • Web akan ditinggalkan jika sebuah web sulit untuk digunakan.
    • Web akan ditinggalkan jika homepage gagal menyatakan dengan jelas apa yang ditawarkan perusahaan dan apa yang dapat dilakukan user di Web.
    • Web akan ditinggalkan jika user tersesat di Web.
    • Web akan ditinggalkan jika informasi pada Web sulit untuk dibaca atau tidak menjawab pertanyaan penting user.
    Ada banyak metode untuk mempelajari usability, namun komponen dasarnya yaitu:
    • Menghubungi beberapa representative user, seperti pelanggan pada sebuah Web e-commerce atau karyawan pengguna internet.
    • Meminta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain.
    • mengamati apa yang dilakukan user, di mana mereka berhasil dan di mana mereka mengalami kesulitan dengan User Interface (UI). Diam dan biarkan user yang berbicara.

  19. Nama : Ervina Sipahutar
    NIM : 11419066
    Kelas : 42 TRPL 2

    Usability merupakan sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah User Interface digunakan. Komponen dalam Usability, yaitu : Leranability, Efficiency, Memorability, Errors/Safety, Satisfaction. Salah satu atribut penting adalah Utility yang membahas tentang penyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan. Sebuah User Interface dikatakan Useful jika memenuhi aspek Usability dan Utility. Usability penting karena jika sebuah web sulit digunakan, homepage tidak dapat mendefinisikan dengan jelas apa yang perusahaan tawarkan dan apa yang harus user lakukan, user tersesat di web, serta informasi pada web sulit untuk dibaca atau tidak menjawab pertanyaan penting user, maka website akan ditinggalkan. Untuk meningkatkan Usability hal yang kita lakukan yaitu dapat mengontak beberapa reperesentative usability user. Selanjutnya kita meminta user untuk melakukan tugas-tugas yang representative dengan desain. Yang terakhir adalah mengamati apa yang user lakukan. Usability merupakan satu bidang dalam sebuah gambaran besar User Experience Design (UXD). Ketika sudah memahami penuh konsep usability, maka User Interface yang membingungkan user dapat dihindari.

  20. Nama : Fretty L M Silalahi
    NIM : 11419057
    Kelas:42 trpl 2

    Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan.usability juga merujuk pada metode\yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna selama proses desain.

    menurut Jakob nielsen ,5 komponen kualitas
    1. Learning
    => berkaitan dengan seberapa mudah user menyelesaikan tugas-tugas di saat pertama sekali berinteraksi dengan desain.
    2. Efficiency
    => seberapa cepat user dapat menyelesaikan tugas-tugasnya
    3. Memorability
    =>Ketika user kembali menggunakan desain Dan setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya sehingga seberapa mudah mendapatkan kerajinan terjadi dalam menggunakannya
    4. Error
    =>Banyaknya kegagalan yang dilakukan User seberapa parah kesalahannya dan seberapa mudah untuk memperbaiki kesalahan
    5.Satisfaction
    =>Seberapa menyenangkan user dalam menggunakan desain yang dibuat

    Cara Meningkatkan Usability:
    1.Menghubungi beberapa user atau karyawan pengguna intertnet.
    2.Meminta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain
    3.Amati dimana user dapat melakukan kegagalan dan berhasil menggunkan UI.

  21. Nama : Irvandi Pransena Hutapea
    NIM : 11419008
    Kelas : 42 TRPL 1

    Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan. sedangkan usability menurut David Benyo, Usability mengacu pada kualitas dalam hal parameter seperti waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas, jumlah kesalahan yang dibuat dan waktu yang dibutuhkan untuk menjadi user yang kompeten.

    5 Kompenen kualitas menurut Jacob Nelson:
    1. Learnibility adalah seberapa mudah user menyelesaikan tugas-tugas pertama berinteraksi dengan desain
    2. Efficiency adalah setelah user mempebelajaran desain, seberapa cepat mengerjakan tugas
    3. Memorability adalah sebere user kembali menggunakan
    4. Errors adalah seberapa banyak, seberapa parah, dan seberapa mudah dalam memperbaiki kesalahan
    5. Satisfaction adalah Seberapa menyenangkan user dalam menggunakan web

  22. Nama : Mei Pane
    NIM : 11419006

    Usability
    Usability merupakan suatu attribut kualitas yang menilai seberapa mudahnya user interface itu digunakan. Selain usability, ada satu attribut yang penting yaitu utility. Dimana utility itu menyediakan fitur fitur yang dibutuhkan dan usability kemudahan menggunakan user interface sehingga keduanya saling berhubungan.
    Alasan mengapa usability sangat penting karena ketika user mengunjungi sebuah web dan sulit digunakan namun user tidak mengetahui apa yang harus dilakukan atau tools yang harus dioperasikan, user tidak akan membuang waktunya hanya untuk mempelajari fitur yang terdapat disebuah website sehingga langkah yang cepat dilakukan adalah meninggalkan web tersebut.
    Ada cara untuk meningkatkan usability.
    1. Menghubungi beberapa representative user, pelanggan pada e-commerse atau orang yang menngunakan internet.
    2. Meminta user untuk melakukan tugas representatif pada desain yang ditentukan
    3. Mengamati apa saja yang dilakukan oleh user, baik dari keberhasilan dan kegagalan yang ditemukannya.

  23. Nama : Santo L Harianja
    Nim: 11419027

    Usability
    menurut jakob nielsen Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan. Kata usability juga merujuk pada metode-metode yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna selama proses desain.
    Alasan mengapa Usabilty itu penting adalah Agar User dapat menggunakan web dengan nyamandan tidak di tinggalkan oleh user.
    Usability dapat di definisiakan dalam 5 komponen kualitas :
    1. Learanbilty
    2.Efficiency
    3.Memorability
    4.Erors
    5.satisfaction

    Cara Meningkatkan Usability:
    1.Menghubungi beberapa user atau karyawan pengguna intertnet.
    2.Meminta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain
    3.Amati dimana user dapat melakukan kegagalan dan berhasil menggunkan UI.

    Dalam proses pengujian alangkah bailnya user melakukan pengujian secara individual, agar tidak mencemari hasil pengujian.

  24. Usability adalah
    Sebuah aspek kualitas yang mneggambarkan seberapa mudah UI digunakan.

    Ada 5 komponen kualitas usability menurut Jakob Nielsen, Yaitu :

    1. Learnability
    Komponen
    yang mengukur seberapa mudah user menyelesaikan tugas-tugas dasar saat pertama

    sekali berinteraksi dengan desain.

    2. Efficiency
    Komponen kualitas yang mengukur kecepatan user dalam melakukan tugas setelah
    mempelajari desain .

    3. Memorability
    Komponen ukuran kemudahan user mahir kembali ketika user kembali menggunakan
    desain setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya.

    4. Errors / Safety
    Komponen kualitas usability yang menilai seberapa parah kesalahan yang
    dilakukan user dan seberapa mudah kesalahan tersebut diperbaiki.

    5. Satisfaction
    Ukuran
    Kepuasan user dalam menggunakan desain.

  25. Nama : Dwiky Sitorus
    NIM: 11419004

    Usability adalah sebuah aspek kualitas yang mneggambarkan seberapa mudah UI digunakan. Ada 5 komponen kualitas usability menurut Jakob Nielsen yakni :

    1. Learnabilit, komponen yang mengukur seberapa mudah user menyelesaikan tugas-tugas dasar saat pertama sekali berinteraksi dengan desain.

    2. Efficiency, komponen kualitas yang mengukur kecepatan user dalam melakukan tugas setelah mempelajari desain .

    3. Memorability, komponen ukuran kemudahan user mahir kembali ketika user kembali menggunakan desain setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya.

    4. Errors / Safety, komponen kualitas usability yang menilai seberapa parah kesalahan yang dilakukan user dan seberapa mudah kesalahan tersebut diperbaiki.

    5. Satisfaction, ukuran kepuasan user dalam menggunakan desain.

    Selain usability atribut yang penting adalah utility , yakni software menyediakan fitur fitur yang dibutuhkan. Untuk meningkatkan usability dapat melakukan usability testing.

  26. Nama : Lastri Rohani Nababan
    NIM : 11419060
    Kelas : 42 TRPL 2

    Usability adalah ukuran kemudahan manusia dalam menggunakan user interface.
    Menurut Nielsen, Usability adalh sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digubakan.
    Kata “Usability” juga merujuk pada metode-metode yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna dalam atau selama proses.
    Menurut Jacob Nielses, Usability didefinisikan dalam 5 komponen, yaitu :
    1. Learning, berkaitan dengan seberapa mudah user dalam menyelesaikan tugas-tugas saat pertama sekali berinteraksi dengan desain.
    2. Efficiency, berkaitan dengan seberapa cepat user dapat menyelesaikan tugas-tugasnya.
    3. Memorability, berkaitan dengan tingkat kemahiran user dalam menggunakan desain.
    4. Errors, banyaknya kesalahan yang dilakukan user, dan seberapa mudah user untuk memperbaikinya.
    5. Satisfaction, kepuasan user dalam menggunakan desain
    Salah satu atrtibut yang penting pada Usability, yaitu Utility. Pada Utility menjelaskan apakah adanya menyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan.
    Cara meningkatkan Usability, yaitu:
    1. Menghubungkan beberapa representative user.
    2. Meminta user melakukan tugas-tugas yang representative denga desain.
    3. Mengamati apa yang dilakukan user.

  27. Nama : Ares J. M. Pardosi
    NIM : 11419062
    Kelas : 42TRPL2

    USABILITY
    Usability mengacu pada kualitas interaksi dalam hal parameter seperti waktu yang dibutuhkan unutk melaksanakan beberapa tugas. Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan. Kata “Usability” juga merusuk pada metode-metode yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna selama proses desain.
    Usability didefenisikan ke dalam 5 komponen kualitas, yaitu :
    – Learnability
    – Efficiency
    – Memorability
    – Errors
    – Satisfaction
    Usability menjadi penting karena pada web, usability adalah kondisi penting unutk bertahan. Jika web sulit digunakan, website akan ditinggalkan. Tidaka uer yang membaca manual web/menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari interface web serta juga da banyak situs web yang tersedia.
    Berikut adalah cara meningkatkan usability :
    1.Menghubungi beberapa user atau karyawan pengguna intertnet.
    2.Meminta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain
    3.Amati dimana user dapat melakukan kegagalan dan berhasil menggunkan UI.

  28. Nama : Tantri H.Silaen
    NIM : 11419059
    Kelas : 42 TRPL 2

    Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan.
    Usability dapat didefenisikan kedalam 5 komponen kualitas yang dikemukakan oleh Jacob Nielsen.Antara lain sebagai berikut:
    1.Learnability
    –>Seberapa mudah seorang user menyelesaikan tugas-tugas dasar saat pertama sekali mereka berinteraksi dengan desain?
    2.Efficiency
    –>Seberapa cepat mereka dapat melakukan tugas?
    3.Memorability
    –>Ketika user kembali menggunakan desain setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya, seberapa mudah mereka dapat memiliki kemahiran kembali?
    4.Errors
    –>Banyaknya kesalahan yang dilakukan user, dan seberapa parah kesalahan ini dan seberapa mudah mereka memperbaiki kesalahan?
    5.Satisfaction
    –>Seberapa menyenangkankah user menggunakan desain?

    Ada banyak metode untuk mempelajari usability, tetapi hal paling mendasar dan bergunakan adalah usability testing, yang memiliki 3 komponen:
    1.Menghubungi beberapa representative user, seperti pelanggan pada sebuah Web e-commerce atau karyawan pengguna internet (dalam kasus terakhir, mereka harus bekerja di luar departemen Anda).
    2.Meminta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain.
    3.Mengamati apa yang dilakukan user, di mana mereka berhasil dan di mana mereka mengalami kesulitan dengan User Interface (UI). Diam dan biarkan user yang berbicara.

  29. Nama : Jerikho Silaban
    NIM : 114190542

    Usability didefinisikan sebagai kemampuan sistem untuk memenuhi kebutuhan pengguna dengan 5 atribut penilaian, yaitu learnability, efficiency, memorability, errors, dan satisfaction usability didefinisikan sebagai kemampuan sistem untuk memenuhi kebutuhan pengguna dengan 5 atribut penilaian, yaitu learnability, efficiency, memorability, errors, dan satisfaction.

    Mengapa usability itu penting ?
    1. Memudahkan pengguna
    Dengan memiliki usability yang baik akan memudahkan pengguna dalam mengoperasikan aplikasi.

    2.Mudah dipelajari
    Sebisa mungkin pengguna langsung paham dan mudah memahami penggunaan aplikasi saat pertama kali mencoba.

    3.Berjalan sesuai fungsinya
    Jika sebuah aplikasi berfungsi untuk transaksi pembayaran, maka aplikasi tersebut harus bisa digunakan untuk pembayaran.

    4. Berdampak pada faktor kesuksesan
    Jika aplikasi sulit digunakan dan dimengerti maka pengguna akan dengan mudahnya berpindah kelain hati.

    5. Menarik minat pengguna
    Aplikasi yang memiliki usability yang baik, akan mudah menarik minat pengguna. Pengguna mau menggunakan aplikasi itu untuk kedua, ke tiga bahkan seterusnya. Ini penting untuk keberlangsungan sebuah aplikasi.

    Cara meningkatkan usability yaitu dengan melakukan usability testing, usability testing dapat dilakukan dengan Langkah-langkah berikut:
    1. Menghubungi beberapa representative user, contohnya pelanggan pada sebuah web e-commerce.
    2. Meminta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain.
    3. Amati apa yang dilakukan oleh user.

  30. Nama : Edwin Immanuel Damanik
    NIM : 11419011
    Kelas : 42 TRPL 1

    Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan. Usability merujuk pada metode-metode yang dipakai dalam meningkatkan kemudahan pengguna selama proses desain.

    Menurut Jakob Neilsen usability memiliki 5 kriteria yang sangat penting yaitu :
    1. Learnability, seberapa mudah user saat pertama kali berinteraksi dengan desain.
    Contoh : Teks yang digunakan jelas bagi pembaca, Warna teks nyaman untuk dibaca, Kalimat yang mudah untuk dipahami.
    2. Efficiency, seberapa cepat user dapat melakukan tugas-tugasnya setelah user mempelajari desain dan berinteraksi dengan desain.
    Contoh : Struktur menu sudah tersistematis, menu dapat tampil dengan cepat saat diklik.
    3. Memorability, ketika user kembali menggunakan desain setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya, seberapa mudah mereka dapat memiliki kemahiran kembali.
    Contoh : Nama halaman web mudah diingat.
    4. Errors / Safety, berapa banyak kesalahan yang dilakukan user, seberapa parah kesalahannya, dan seberapa mudah mereka memperbaiki kesalahan tersebut.
    Contoh : Tidak terdapat error pada tiap link halaman, terdapat pesan yang jelas bila terjadi error.
    5. Satisfaction, berkaitan dengan seberapa menyenangkan user ketika menggunakan desain kita.
    Contoh : Mampu membuat user dapat datang kembali, menyajikan informasi yang dibutuhkan, informasi yang disajikan ter-up to date (terkini).

    Pada sebuah website, usability penting dikarenakan :
    1. Web tidak akan digunakan / ditinggalkan, jika sebuah web tersebut sulit untuk digunakan.
    2. Jika homepage gagal menyatakan dengan jelas apa yang ditawarkan perusahaan dan apa yang dapat dilakukan user di Web, maka web tersebut akan ditinggalkan.
    3. Jika user tersesat di Web, maka Web tersebut akan ditinggalkan.
    4. Jika web sulit untuk dibaca, maka web akan ditinggalkan.

    Usability dapat dilakukan dengan user testing yang mencakup 3 komponen :
    1. Hubungi beberapa representative user, seperti pelanggan pada sebuah Web e-commerce atau karyawan pengguna internet (dalam kasus terakhir, mereka harus bekerja di luar departemen Anda).
    2. Minta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain.
    3. Amati apa yang dilakukan user, di mana mereka berhasil dan di mana mereka mengalami kesulitan dengan User Interface (UI). Diam dan biarkan user yang berbicara.

  31. Nama : John Ryan Siallagan
    NIM : 11419013
    Kelas : 42TRPL1

    Usability Testing merupakan teknik yang digunakan pada desain yang berpusat untuk mengevaluasi suatu produk dengan mengujinya pada pengguna.

    Usability Testing memiliki beberapa atribut didalamnya :
    – Learnability => ukuran sejauh mana antarmuka pengguna dapat dipelajari dengan cepat dan efektif
    – Efficiency => ukuran seberapa baik situs web melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
    – Memorability => bahwa pengguna dapat meninggalkan program dan, ketika dia kembali ke sana, ingat bagaimana melakukan sesuatu di dalamnya.
    – Errors / Safety => beberapa maaslah yang terjadi diakibatkan oleh si pengetes itu sendiri.
    – Satisfaction => Kepuasan pengguna dalam menggunakan sistem

    Usability itu penting dikarenakan:
    – Jika sebuah Web sulit untuk digunakan, maka akan ditinggalkan.
    – Jika homepage gagal menyatakan dengan jelas apa yang ditawarkan perusahaan dan apa yang dapat dilakukan user di Web, maka akan ditinggalkan.
    – Jika user tersesat di Web, maka akan ditinggalkan.
    – Jika informasi pada Web sulit untuk dibaca atau tidak menjawab pertanyaan penting user, maka akan ditinggalkan.

    Usability dapat ditingkatkan dengan melakukan User Testing:
    – Menghubuni beberapa representative user.
    – Meminta user melakukan tugas-tugas yang representative pada desain.
    – Mengamati apa yang user lakukan.

  32. Nama:Thumphak Adhitio Aritonang
    NIM;11419035
    Kelas:42 TRPL 1

    Usability adalah kualitas Interaksi user dalam hal parameter atau Usability itu adalah sebuah Atribute kualitas yang menilai seberapa mudah dalam emaahami user interface yang digunakan.Seperti waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas.Jumlah kesalahan yang dibuat dan waktu yang dibutuhkan untuk mejadi user yang kompeten.
    Menurut jacob Nielsen,Usability di defenisikan ke dalam 5 komponen yaitu:
    1.Learnability->adalah seberapa mudah user menyelasikan tugas-tugas saat oertama sekali berinteraksi dengan desain.
    2.Efisiensi->Ketika user mempelajari desain seberapa cepat mereka dapat melakukan tugas-tugasnya.
    3.memorability->Ketika user kembali menggunakan desain setealh beberapa retan waktu seberapamudah mereka mengingatnya kembali.
    4.Errors / Safety-> Berapa banyak kesalahan yang dilakukan user, seberapa parah kesalahan ini dan seberapa mudah mereka memperbaiki kesalahan?
    5.Statisfaction->Seberapa menenangkan user ketika menggunakan desain.

    Alasan Mengapa USability itu penting karena pada Web, usability adalah kondisi penting untuk bertahan.Jika sebuah Web sulit untuk digunakan, maka akan ditinggalkan. Jika homepage gagal menyatakan dengan jelas apa yang ditawarkan perusahaan dan apa yang dapat dilakukan user di Web, maka akan ditinggalkan. Jika user tersesat di Web, maka akan ditinggalkan.Jika informasi pada Web sulit untuk dibaca atau tidak menjawab pertanyaan penting user, maka akan ditinggalkan.

    Cara meningkatkan Usability
    1.Hubungi beberapa representative user.
    2.Minta useer untuk melakukan tugas representatif.
    3.Amati apa yang dilakukan user.

  33. Nama : Hotnida Siagian
    NIM : 11419023
    Kelas : 42 TRPL 1

    Usability adalah analisa kualitatif yang menentukan seberapa mudah user menggunakan suatu aplikasi. Suatu aplikasi disebut usable ketika fungsi-fungsinya dapat dijalankan secara efektif, efisien ,dan memuaskan.

    Menurut Nielsen,Usability didefinisikan dalam 5 komponen kualitas yaitu:
    A.Learnability,
    yaitu ketika user baru mempelajari/berinteraksi dengan design seberapa mudah user menyelesaikan tugas-tugas dasar.
    B.Efficiency, setelah user mempelajari design,seberapa cepat user melakukan tugas.
    C.Memorability
    Seberapa mudah user mahir kembali dalam menggunakan design ketika user tidak menggunakan design dalam rentang waktu yang lama.
    D.Errors
    yaitu seberapa banyak kesalahan, atau seberapa parah kesalahan yang dilakukan oleh user dan seberapa mudah user memperbaiki kesalahan tersebut.
    E.Satisfication
    yaitu seberapa menyenangkan user menggunakan design tersebut.
    Salah satu atribut kualitas yang dimiliki oleh usability adalah Utility yaitu dapat menyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan.sedangakan usability bagaiman kemudahan sebuah fitur digunakan.
    Jika usability dan utility digabungkan maka system yang dibentuk akan useful, jadi aplikasi disebut useful jika memiliki usability dan utility.

  34. Nama : Febryanti Melati
    NIM : 11419061
    Kelas : 42TRPL2

    Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa muda UI digunakan. Kata “usability”juga merujuk pada metode- metode yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna dalam atau selama proses desain menurut jakob Nielsen didefinisikan ke dalam 5 komponen yaitu:
    1. Learning
    Learning berkaitan dengan seberapa mudah user menyelesaikan tugas-tugas di saat pertama sekali berinteraksi dengan desain.
    2. Efficiency
    adalah seberapa cepat user dapat menyelesaikan tugas-tugasnya
    3. Memorability
    Ketika user kembali menggunakan desain Dan setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya sehingga seberapa mudah mendapatkan kerajinan terjadi dalam menggunakannya
    4. Error
    Banyaknya kegagalan yang dilakukan Usher seberapa parah kesalahannya dan seberapa mudah untuk memperbaiki kesalahan
    5.Satisfaction
    Seberapa menyenangkan user dalam menggunakan desain yang kita buat

    Cara meningkatkan usability adalah dengan menggunakan metode untuk mempelajari usability dan yang paling mendasar adalah “usability testing “ yang memiliki tiga komponen yaitu :
    1. Hubungi seberapa” representative user” seperti pada sebuah web atau karyawan pengguna internet
    2. Minta user melakukan tugas-tugas representative dengan desain
    3. Amati Apa yang dilakukannya user di mana mereka berhasil dan di mana mereka mengalami kesulitan dengan UI.

  35. Nama : Arijona Purba
    NIM : 11419034
    Kelas : 42TRPL1

    Usability adalah atribut kualitas user interface yang seberapa mudah user interface tersebut digunakan.Pada usability memiliki metode yang merujuk untuk meningkatkan kemudahan pengguna dalam proses design.

    Menurut Nielsen,Usability didefinisikan dalam 5 komponen kualitas yaitu:
    A.Learnability,yaitu ketika user baru mempelajari/berinteraksi dengan design seberapa mudah user menyelesaikan tugas-tugas dasar
    B.Efficiency,setelah user mempelajari design,seberapa cepat user melakukan tugas
    C.Memorability,Seberapa mudah user mahir kembali dalam menggunakan design ketika user tidak menggunakan design dalam rentang waktu yang lama
    D.Errors,yaitu seberapa banyak kesalahan, atau seberapa parah kesalahan yang dilakukan oleh user dan seberapa mudah user memperbaiki kesalahan tersebut.
    E.Satisfication,yaitu seberapa menyenangkan user menggunakan design tersebut.

    Alasan Usability itu penting karena
    1).Memudahkan Pengguna
    2).Mudah Dipelajari
    3).Berjalan sesuai fungsi
    4).Mempengaruhi kepada faktor kesuksesan
    5).Menarik minat pengguna

  36. Nama : Riris Lasmarito Malau
    Nim : 11419022
    Kelas : 42 TRPL 1

    Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan.
    manfaat dalam menggunakan usability adalah untuk meningkatkan kemuahan engguna selama proses desain.
    Menurut Jakob Nielsen, Usability didefenisikan kedalam 5 komponen kualitas, yaitu:
    1. Learnability, seberapa mudah seorang user menyelesaikan tugas-tugas dasar saat pertama sekali mereka berinteraksi dengan desain?
    2. Efficiency, setelah user mempelajari desain, seberapa cepat mereka dapat melakukan tugas?
    3. Memorability: Ketika user kembali menggunakan desain setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya, seberapa mudah mereka dapat memiliki kemahiran kembali?
    4. Errors / Safety: Berapa banyak kesalahan yang dilakukan user, seberapa parah kesalahan ini dan seberapa mudah mereka memperbaiki kesalahan?
    5. Satisfaction: Seberapa menyenangkankah user menggunakan desain?

    Usability Testing memiliki 3 komponen, yaitu:
    1. Hubungi beberapa representative user, seperti pelanggan pada sebuah Web e-commerce atau karyawan pengguna internet (dalam kasus terakhir, mereka harus bekerja di luar departemen Anda).
    2. Minta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain.
    3. Amati apa yang dilakukan user, di mana mereka berhasil dan di mana mereka mengalami kesulitan dengan User Interface (UI). Diam dan biarkan user yang berbicara.

  37. Nama : Yonatan A.P.L Tobing
    Kelas : 42 TRPL-2
    NIM : 11419038

    Usability didefinisikan sebagai kemampuan sistem untuk memenuhi kebutuhan pengguna dengan 5 atribut penilaian, yaitu learnability, efficiency, memorability, errors, dan satisfaction usability didefinisikan sebagai kemampuan sistem untuk memenuhi kebutuhan pengguna dengan 5 atribut penilaian, yaitu learnability, efficiency, memorability, errors, dan satisfaction.

    Mengapa usability itu penting ?
    1. Memudahkan pengguna
    Dengan memiliki usability yang baik akan memudahkan pengguna dalam mengoperasikan aplikasi.

    2.Mudah dipelajari
    Sebisa mungkin pengguna langsung paham dan mudah memahami penggunaan aplikasi saat pertama kali mencoba.

    3.Berjalan sesuai fungsinya
    Jika sebuah aplikasi berfungsi untuk transaksi pembayaran, maka aplikasi tersebut harus bisa digunakan untuk pembayaran.

    4. Berdampak pada faktor kesuksesan
    Jika aplikasi sulit digunakan dan dimengerti maka pengguna akan dengan mudahnya berpindah kelain hati.

    5. Menarik minat pengguna
    Aplikasi yang memiliki usability yang baik, akan mudah menarik minat pengguna. Pengguna mau menggunakan aplikasi itu untuk kedua, ke tiga bahkan seterusnya. Ini penting untuk keberlangsungan sebuah aplikasi.

    Cara meningkatkan usability yaitu dengan melakukan usability testing, usability testing dapat dilakukan dengan Langkah-langkah berikut:
    1. Menghubungi beberapa representative user, contohnya pelanggan pada sebuah web e-commerce.
    2. Meminta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain.
    3. Amati apa yang dilakukan oleh user.

  38. Nama: Anjelina Sihombing
    Kelas: 42 TRPL 2
    NIM: 11419063

    Menurut Jacop Nielsen usability adalah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan.
    Kata usability juga merujuk pada metode metode yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna selama proses desain.
    Menurut Nielsen, usability didefenisikan kedalam 5 komponen kualitas yaitu:
    1. Learnabilitiy
    2. Efficiency
    3. Memorability
    4. Error
    5. Satisfaction

    Cara meningkatkan usability yaitu dengan melakukan usability testing, usability testing dapat dilakukan dengan Langkah-langkah berikut:
    1. Menghubungi beberapa representative user, contohnya pelanggan pada sebuah web e-commerce.
    2. Meminta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain.
    3. Amati apa yang dilakukan oleh user.

  39. Nama : Zico Andreas Aritonang
    Kelas : 42TRPL2
    NIM : 11419049

    Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan.

    Menurut Jakob Neilsen usability memiliki 5 kriteria yang sangat penting yaitu :
    1. Learnability, seberapa mudah user saat pertama kali berinteraksi dengan desain.
    Contoh : Teks yang digunakan jelas bagi pembaca, Warna teks nyaman untuk dibaca, Kalimat yang mudah untuk dipahami.

    2. Efficiency, seberapa cepat user dapat melakukan tugas-tugasnya setelah user mempelajari desain dan berinteraksi dengan desain.
    Contoh : Struktur menu sudah tersistematis, menu dapat tampil dengan cepat saat diklik.
    3. Memorability, ketika user kembali menggunakan desain setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya, seberapa mudah mereka dapat memiliki kemahiran kembali.
    Contoh : Nama halaman web mudah diingat.
    4. Errors / Safety, berapa banyak kesalahan yang dilakukan user, seberapa parah kesalahannya, dan seberapa mudah mereka memperbaiki kesalahan tersebut.
    Contoh : Tidak terdapat error pada tiap link halaman, terdapat pesan yang jelas bila terjadi error.
    5. Satisfaction, berkaitan dengan seberapa menyenangkan user ketika menggunakan desain kita.
    Contoh : Mampu membuat user dapat datang kembali, menyajikan informasi yang dibutuhkan, informasi yang disajikan ter-up to date (terkini).

    Mengapa Usability Penting
    Pada Web, usability adalah kondisi penting untuk bertahan.
    1. Jika sebuah Web sulit untuk digunakan, maka akan ditinggalkan.
    2. Jika homepage gagal menyatakan dengan jelas apa yang ditawarkan perusahaan dan apa yang dapat dilakukan user di Web, maka akan ditinggalkan.
    3. Jika user tersesat di Web, maka akan ditinggalkan.
    4. Jika informasi pada Web sulit untuk dibaca atau tidak menjawab pertanyaan penting user, maka akan ditinggalkan.

  40. Nama : Lilis Marito Pardosi
    NIM : 11419015
    Kelas : 42TRPL1

    Usabiliy atau daya guna adalah sebuah ukuran kualitas yang berguna untuk menilai apakah UI mudah untuk digunakan.Menurut Jacob Nielsen, usability terdiri dari 5 komponen yaitu:
    1. Learnbility = Seberapa mudah user menyelesaikan tugas – tugas saat pertama kali berinteraksi dengan desain.
    2. Efisiensi = Ketika user mempelajari desain seberapa cepat mereka dapat melakukan tugas – tugasnya.
    3. Memorability = Ketika user kembali menggunakan desain setealh beberapa retan waktu seberapa mudah mereka mengingatnya kembali.
    4. Errors/safety = Berapa banyak kesalahan yang dilakukan user, seberapa parah kesalahannya, dan seberapa mudah mereka memperbaiki kesalahan tersebut.
    5. Satisfaction = Seberapa menyenangkan uer kertika menggunakan desain kita.

    Cara meningkatkan usability adalah Melakukan usability testing, yaitu menghubungi beberapa representatif user seperti pelanggan web e-commerce, meminta user melakukan tugas representatif dengan desain untuk mengetahui usability mana yang akan diuji, mengamati apa yang dilakukan user dengan membiarkan mereka memecahkan masalah yang mereka hadapi dan cara tebaik untuk meningkatkan kulalitas user experiences adalah dengan desain iteratif karena semakin banyak interface yang diuji hasilnya akan semakin baik.

  41. Nama : Yohana Sihombing
    NIM : 11419055
    Kelas : 42 TRPL-2

    Finn Kensing : Salah satu alasan mengapa banyak sistem yang besar & penting tidak digunakan/user harus bekerja disekitar sistem untuk menyelesaikan pekerjaan adalah bahwa programmer tidak memahami apa yang dilakukan oleh user.
    Perancangan UI
    1.Title bar digunakan sebagai judul untuk sebuah dialog box
    2.Jika tampilan sudah dimengerti user dengan mudah tidak perlu memberikan instruksi panjang
    3.Scrool bar tidak digunakan untuk memberikan pilihan
    4.Letak tombol OK dikiti & tombol cancel dikanan

    Menurut Nielsen, Usability didefinisikan dalam 5 komponen yaitu:
    1. Learnability yaitu bagaimana user dapat menyelesaikan tugas dasar pada interaksi pertama dengan desain.
    2. Efficiency yaitu tingkat dimana user dapat menyelesaikan tugas tertentu dan mencapai tujuan tertentu dengan benar dan lengkap dalam waktu yang singkat.
    3. Memorability yaitu bagaimana user dapat kembali menggunakan aplikasi dengan desain yang ada setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakan.
    4. Errors/Safety yaitu tingkat dan jumlah kesalahan yang dilakukan oleh user dan bagaimana mereka memperbaikinya.
    5. Satisfaction yaitu tingkat kepuasan oleh user menggunakan desain.

    Cara meningkatkan Usability
    Usability testing,untuk mengantisipasi masalah usability paling penting dari sebuah desain,desain hiteratif,lebih baik menggunakan sumber daya untuk melakukan banyak tes tes kecil.

    Terimakasih bu

  42. Nama : Andree Panjaitan
    NIM : 11419014
    Kelas : 42TRPL1

    Menurut Jakob Nielsen, usability didefinisikan ke dalam 5 komponen kualitas, yaitu:
    1. Learnability
    => Seberapa mudah seorang user menyelesaikan tugas-tugas dasar saat pertama sekali mereka berinteraksi dengan desain?
    2. Efficiency
    => Setelah user mempelajari desain, seberapa cepat mereka dapat melakukan tugas?
    3. Memorability
    =>Ketika user kembali menggunakan desain setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya, seberapa mudah mereka dapat memiliki kemahiran kembali?
    4. Errors
    =>Berapa banyak kesalahan yang dilakukan user, seberapa parah kesalahan ini dan seberapa mudah mereka memperbaiki kesalahan?
    5. Satisfaction
    =>Seberapa menyenangkankah user menggunakan desain?

    Usability sendiri hanya satu atribut dari sistem. Terdapat banyak sekali atribut-atribut yang perlu diperhatikan oleh seorang software designer

    Utility = apakah menyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan
    Usability = bagaimana kemudahan dan menyenangkan sebuah fitur digunakan
    Useful = usability + utility.

    Kapan Bekerja pada Usability
    1. Sebelum memulai desain baru uji desain yang lama dan uji desain kompetitor Anda
    2. Lakukan field study
    3. Buatlah paper prototype
    4.Jangan menunda user testing

  43. Nama : Cyntia Evelin Simamora
    NIM : 11419065
    Kelas : 42TRPL2

    Usabilit merupakan kemampuan yang dimiliki sebuah aplikasi dengan mudah digunakan dan tujuan penggunaannya sesuai diinginkan oleh pengguna.

    Usability terdiri dari 5 komponen diantaranya, menurut Jacob Nielsen:
    A.Learnability,yaitu ketika user baru mempelajari/berinteraksi dengan design seberapa mudah user menyelesaikan tugas-tugas dasar
    B.Efficiency,setelah user mempelajari design,seberapa cepat user melakukan tugas
    C.Memorability,Seberapa mudah user mahir kembali dalam menggunakan design ketika user tidak menggunakan design dalam rentang waktu yang lama
    D.Errors,yaitu seberapa banyak kesalahan, atau seberapa parah kesalahan yang dilakukan oleh user dan seberapa mudah user memperbaiki kesalahan tersebut.
    E.Satisfication,yaitu seberapa menyenangkan user menggunakan design tersebut.

    Alasan usability itu penting:
    1. Memudahkan Pengguna
    2.Mudah Dipelajari
    3. Belajar sesuai fungsi
    4. Mempengaruhhi kepada faktor kesuksesan
    5. Menarik minat pengguna

    Cara meningkatkan usability dengan melakukan usability testing :
    1. Menghubungi beberapa representative user, contohnya pelanggan pada sebuah web e-commerce.
    2. Meminta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain.
    3. Amati apa yang dilakukan oleh user.

  44. Nama : Samuel Halomoan Manalu
    NIM : 11419041
    Kelas : 42TRPL2

    Usability mengacu pada kualitas interaksi dalam hal parameter seperti waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas, jumlah kesalahan yang dibuat dan waktu yang dibutuhkan untuk menjadi user yang kompeten (David Benyon).

    Usability juga disebut sebagai atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan (Jacob Nielsen)

    Menurut Nielsen,Usability didefinisikan dalam 5 komponen kualitas yaitu:
    1. Learnability,
    yaitu ketika user baru mempelajari/berinteraksi dengan design seberapa mudah user menyelesaikan tugas-tugas dasar.

    2. Efficiency, setelah user mempelajari design,seberapa cepat user melakukan tugas.

    3. Memorability
    Seberapa mudah user mahir kembali dalam menggunakan design ketika user tidak menggunakan design dalam rentang waktu yang lama.

    4. Errors
    yaitu seberapa banyak kesalahan, atau seberapa parah kesalahan yang dilakukan oleh user dan seberapa mudah user memperbaiki kesalahan tersebut.

    5. Satisfication
    yaitu seberapa menyenangkan user menggunakan design tersebut.
    Salah satu atribut kualitas yang dimiliki oleh usability adalah Utility yaitu dapat menyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan.sedangakan usability bagaiman kemudahan sebuah fitur digunakan.
    Jika usability dan utility digabungkan maka system yang dibentuk akan useful, jadi aplikasi disebut useful jika memiliki usability dan utility.

    Untuk meningatkan usability pada sebuah UI yaitu dengan melakukan usability testing. Usability testing dilakukan dengan meminta beberapa user mengerjakan suatu hal dengan tepat menggunakan desain UI, lalu melakukan pengamatan pada langkah mana user dapat berhasil dan gagal, setelah itu melakukan desain iteratif.

  45. Nama : Darwin Sibarani
    NIM : 11419029
    Kelas : 42TRPL1

    Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan.
    Menurut Nielsen, usability didefinisikan ke dalam 5 komponen kualitas, yaitu:

    1. Learnability adalah komponen
    yang mengukur seberapa mudah user menyelesaikan tugas-tugas dasar saat pertama
    sekali berinteraksi dengan desain.

    2. Efficiency adalah komponen kualitas yang mengukur kecepatan user dalam melakukan tugas setelah
    mempelajari desain.

    3. Memorability,adalah komponen ukuran kemudahan user mahir kembali ketika user kembali menggunakan
    desain setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya.

    4. Errors / Safety, adalah komponen kualitas usability yang menilai seberapa parah kesalahan yang
    dilakukan user dan seberapa mudah kesalahan tersebut diperbaiki.

    5. Satisfaction, ukuran adalah kepuasan user dalam menggunakan desain.

    Adapun cara untuk meningkatkan usability adalah:
    1.Hubungi beberapa representative user.
    2.Minta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain.
    3.Amati apa yang dilakukan user.

  46. Nama : Denny Abraham Sinaga
    NIM : 11419036
    Kelas : 42TRPL2

    Usability dapat diartikan sebagai kemudahan penggunaan dan kemampuan mempelajari suatu aplikasi yang dapat mencapai tujuan khusus dalam tingkat yang memuaskan dan efektif. Usability adalah penting sebab dapat memudahkan pengguna dalam mengoperasikan atau menyelesaikan tugas dalam sebuah aplikasi, memastikan aplikasi berjalan sesuai dengan fungsinya dan tentunya menjaga kehidupan dari sebuah aplikasi agar tetap digunakan.

    Untuk mencapai usability yang tinggi maka perlu desain iterasi. Hal ini mengoptimalkan desain secara bertahap dengan evaluasi dari tahap awal hingga akhir. Cara lainnya memastikan usability adalah dengan menguji user yang sebenarnya pada sistem kerja.

    Menurut Nielsen, Usability didefinisikan dalam 5 komponen yaitu:
    1. Learnability yaitu bagaimana user dapat menyelesaikan tugas dasar pada interaksi pertama dengan desain.
    2. Efficiency yaitu tingkat dimana user dapat menyelesaikan tugas tertentu dan mencapai tujuan tertentu dengan benar dan lengkap dalam waktu yang singkat.
    3. Memorability yaitu bagaimana user dapat kembali menggunakan aplikasi dengan desain yang ada setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakan.
    4. Errors/Safety yaitu tingkat dan jumlah kesalahan yang dilakukan oleh user dan bagaimana mereka memperbaikinya.
    5. Satisfaction yaitu tingkat kepuasan oleh user menggunakan desain.

    Sebuah desain adalah berguna jika usability dan utility berjalan bersama yang artinya fitur-fitur yang dibutuhkan dapat dioperasikan dengan mudah dan menyenangkan sehingga bersifat useful.

  47. SAHAT HUTAURUK
    11419010/42TRPL1

    *Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan.
    Kata “usability” juga merujuk pada metode-metode yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna selama proses desain.
    *Komponen dalam usability menurut Jakob Nielsen:
    1.Learnability
    2.Efficiency
    3.Memorability
    4.Errors
    5.Satisfaction
    *Cara meningkatkan usability:
    1. Menghubungi beberapa representative user.
    2. Mengamati apa yang dilakukan user.

  48. Nama : Nathan F L Tobing
    NIM : 11419003
    Kelas : 42 TRPL 1

    Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan.

    Menurut Jacob Nielsen,
    Usability didefinisikan dalam 5 komponen yaitu :

    1. Learnability adalah bagaimana user dapat menyelesaikan tugas dasar pada interaksi pertama dengan desain.
    2. Efficiency adalah tingkat dimana user dapat menyelesaikan tugas tertentu dan mencapai tujuan tertentu dengan benar dan lengkap dalam waktu yang singkat.
    3. Memorability adalah bagaimana user dapat kembali menggunakan aplikasi dengan desain yang ada setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakan.
    4. Errors/Safety adalah tingkat dan jumlah kesalahan yang dilakukan oleh user dan bagaimana mereka memperbaikinya.
    5. Satisfaction adalah tingkat kepuasan oleh user menggunakan desain.

    Pada sebuah website usability penting karena :

    1. Web tidak akan digunakan , jika web tersebut sulit untuk digunakan.
    2. Web tidak akan digunakan , jika homepage gagal menyatakan dengan jelas apa yang ditawarkan perusahaan dan apa yang dapat dilakukan user.
    3. Web tidak akan digunakan , jika user tersesat di Web.
    4. Web tidak akan digunakan , jika web sulit untuk dibaca.

  49. Nama : Kevin Johanes Pakpahan
    NIM : 11419042
    Kelas : 42 TRPL 2

    Usability adalah kondisi dimana seseorang bisa dengan mudah menggunakan sebuah alat atau objek tertentu buatan manusia untuk dapat mencapai suatu tujuan.
    Menurut Jakob Nielsen, usability terdiri dari 5 komponen diantaranya :
    – Learnability
    – Efisiensi,
    – Memorability,
    – Errors dan
    – Satisfaction.
    Usability hanya satu attribut dari sistem, salah satu atribut penting adalah utility.
    Utility merupakan penyediaan fitur-fitur yang digunakan, usability adalah kemudahan dan kepuasaan penggunaan sebuah
    fitur oleh user.
    Cara meningkatkan usability:
    1. Menghubungi beberapa representative user
    2. User melakukan tugas-tugas yang representative dengan desain
    3. Mengamati segala sesuatu yang dilakukan user.

  50. Nama : Daniel A.C Simamora
    Nim : 11419001
    Kelas : 42 TRPL 1

    Menurut Jakob Nielsen :
    Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan.
    Usability merujuk pada metode yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna
    selama proses desain.

    Menurut Jakob Nielsen, Usability didefenisikan kedalam 5 komponen kualitas,yaitu:
    1.Learnability
    => Seberapa mudah seorang user menyelesaikan tugas-tugas disaat pertama sekali
    berinteraksi dengan desain
    2.Efficiency
    =>Setelah user mempelajari desain, seberapa cepat mereka melakukan tugas-tugasnya
    3.Memorability
    =>Ketika user kembali menggunakan desain setelah rentang waktu tertentu tidak
    menggunakannya seberapa mudah mereka memiliki kemahiran kembali
    4.Errors (Safety)
    =>Berapa banyak kesalahan yang dilakukan oleh user, seberapa parah kesalahannya,
    seberapa mudah dalam memperbaiki kesalahan
    5.Satisfaction
    =>Seberapa menyenangkan user ketika menggunakan desain kita

    Meningkatkan Usability
    *melakukan usability testing
    langkah-langkahnya :
    1.Hubungi beberapa representative user
    2.Minta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain
    3.Amati apa yang dilakukan user

  51. Nama : Timothy
    Kelas : 42TRPL2
    NIM : 11419053
    Usability
    Definisi : Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa
    mudah User Interface digunakan.Kata “Usability” juga merujuk
    pada metode-metode yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan
    pengguna selama proses desain (Nielsen)

    5 Komponen kualitas Usability didefinisikan sebagai berikut :
    1)Learnability(Seberapa mudah seorang user menyelesaikan tugas-tugas disaat pertama
    sekali berinteraksi dengan desain)
    2)Efficiency(Seberapa cepat mereka menyelesaikan tugas tugasnya)
    3)Memorability(Ketika User kembali menggunakan desain,seberapa mudah User
    memiliki kemahiran kembali)
    4)Errors/Safety(Seberapa mudah user memperbaiki kesalahan)
    5)Satisfaction(Seberapa menyenangkan user ketika menggunakan desain kita)

    Dari banyak atribut-atribut Kualitas untuk pengembangan Perangkat Lunak
    ada 1 atribut yang penting yang disebut dengan Usability ini mengacu pada
    fungsionalitas desain.

    Untuk menciptakan Aplikasi yang memiliki Usability yang baik adalah Mengalokasikan
    10% budget pada sebuah proyek desain untuk aspek Usabilitynya.

    Bagaimana cara meningkatkan Usability pada Perangkat Lunak :
    -Usability Testing
    (Hubungi beberapa representative user,
    Meminta User untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain,
    Mengamati apa yang dilakukan User)
    -Melakukan tes terhadap beberapa User (5 user biasanya sudah cukup)
    -Lebih baik menggunakan sumber daya untuk melakukan banyak tes tes kecil
    -Desain iteratif(Cara terbaik untuk meningkatkan kualitas User Experience untuk
    sebuah Perangkat Lunak)

  52. Nama : Martuani Sitohang
    Kelas : 42 TRPL 2
    NIM : 11419051

    Usability adalah atribut kualitas user interface yang seberapa mudah user interface tersebut digunakan.

    Menurut Jakob Neilsen usability memiliki 5 kriteria yang sangat penting yaitu :
    1. Learnability adalah kemudahan di mana aplikasi perangkat lunak atau produk dapat diambil dan dipahami oleh pengguna.

    2. Efficiency, seberapa cepat user dapat melakukan tugas-tugasnya setelah user mempelajari desain dan berinteraksi dengan desain.

    3. Memorability adalah aat pengguna menggunakan lagi seberapa ingat (terbisa) terhadap penggunaanya.

    4. Errors / Safety adalah Berapa banyak kesalahan yang diperbuat saat menggunakannya.

    5. Satisfaction adalah seberapa nyaman pengguna dengan antarmuka tersebut.

    Cara meningkatkan usability yaitu dengan melakukan usability testing, usability testing dapat dilakukan dengan menghubungi beberapa representative user, meminta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain dan mengamati apa yang dilakukan oleh user.

  53. Nama : Jerry Andrianto Pangaribuan
    NIM : 11419046
    Kelas : 42TRPL2

    usability merupakan tingkatan kemampuan sebuah aplikasi yang dapat digunakan oleh pengguna secara mudah dan tujuan dalam penggunaan tercapai.

    Terdapat 5 atribut/komponen penilaian dalam usability menurut Jacob Nielsen.

    1. Learnability, yaitu seberapa mudah seorang user menyelesaikan tugas-tugas disaat pertama sekali berinteraksi dengan desain.
    2. Efficiency, yaitu setelah user mempelajari desain seberapa cepat mereka menyelesaikan tugas-tugasnya.
    3. Memorability, yaitu ketika user Kembali menggunakan desain setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya, seberapa mudah mereka memiliki kemahiran Kembali dalam menggunakannya.
    4. Errors atau Safety, yaitu berapa banyak kesalahan yang dilakukan seorang user, dan seberapa mudah user memperbaiki kesalahan yang dilakukannya.
    5. Satisfaction, yaitu seberapa menyenangkan user Ketika menggunakan sebuah desain.

    Cara meningkatkan usability yaitu dengan melakukan usability testing, usability testing dapat dilakukan dengan Langkah-langkah berikut:

    1. Menghubungi beberapa representative user, contohnya pelanggan pada sebuah web e-commerce.
    2. Meminta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain.
    3. Amati apa yang dilakukan oleh user.

  54. Nama : Sarah O.Y Simorangkir
    NIM : 11419017
    Kelas : 42TRPL1

    Usability adalah ukuran kualitas untuk menilai apakah UI mudah/nyaman untuk digunakan.
    Menurut Jacob Nielsen, usability terdiri dari 5 komponen yaitu:
    1. Learnability = Seberapa mudah user menggunaka aplikasi saat pertama kali berinteraksi dengan desain tersebut.
    2. Efficiency = apakah user mudah mengerti bagaimana menggunakan aplikasi dengan desain tersebut
    3. Memorability = seberapa mudah user untuk mengingat hal yang dilakukan dalam mengakses aplikasi dengan desain tersebut
    4. Errors/safety = seberapa banyak kesalahan dalam mengakses aplikasi tersebu
    5. Satisfaction = apakah menyenangkan bagi user dalam mengakses aplikasi tersebut

    dalam penerapan usability, kita harus melakukan testing yaitu dengan mengundang beberapa user mengakses aplikasi tersebut
    dan mengamati apa yg dilakukan user dan dan mengatasi setiap masalah-masalah yang ada guna meningkatkan performa user experiences pada aplikasi.

  55. Nama : Jovan Imanuel Sigalingging
    NIM : 11419021
    Kelas : 42 TRPL 1

    Usability adalah sebuah ukuran kualitas yang berguna untuk menilai apakah UI mudah untuk digunakan

    Menurut Nielsen Usability dalam 5 komponen kualitas:
    1. Learnability
    2. Efficiency
    3. Memorability
    4. Errors
    5. Satisfaction

    Usability diperlukan agar untuk mempertahankan user dengan cara menjaga kenyamanan user saat menggunakan user interface tersebut. Hindari membuat user harus memakan banyak waktu untuk memahami user interface tersebut

    Cara meningkatkan usability:
    1. meminta user melakukan tugas yang familiar dengan desain user interface
    2. melakukan observasi pada kegiatan user tersebut

  56. Nama :Kevin Tambunan
    NIM : 11419033
    Kelas : 42TRPL1

    Mendesain Usability tidaklah mudah karena :
    1. UI adalah tentang interaksi/komunikasi dengan user.
    2. UI tidak mudah digunakan di design.
    3. Pada penggunaan Interface user selalu benar
    4. Pada proses desain, user tidak selalu benar

    USABILITY
    Menurut Nielsen usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan.
    Usability didefenisikan ke dalam 5 komponen kualitas, yaitu :
    – Learnability
    – Efficiency
    – Memorability
    – Errors
    – Satisfaction

  57. Sarah Susanty Olyvia Tampubolon (11419007) says:

    Nama : Sarah Susanty Olyvia Tampubolon
    NIM : 11419007
    Kelas : 42 TRPL 1

    Usability mengacu pada kualitas interaksi dalam hal parameter seperti waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas, jumlah kesalahan yang dibuat dan waktu yang dibutuhkan untuk menjadi user yang kompeten.

    Menurut Jakob Nielsen, usability didefinisikan ke dalam 5 komponen kualitas, yaitu:
    1. Learnability: Seberapa mudah seorang user menyelesaikan tugas-tugas dasar saat pertama sekali mereka berinteraksi dengan desain?
    2. Efficiency: Setelah user mempelajari desain, seberapa cepat mereka dapat melakukan tugas?
    3. Memorability: Ketika user kembali menggunakan desain setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya, seberapa mudah mereka dapat memiliki kemahiran kembali?
    4. Errors / Safety: Berapa banyak kesalahan yang dilakukan user, seberapa parah kesalahan ini dan seberapa mudah mereka memperbaiki kesalahan?
    5. Satisfaction: Seberapa menyenangkankah user menggunakan desain?

    Usability Penting
    karena usability adalah kondisi penting untuk bertahan. Jika sebuah Web sulit untuk digunakan, maka akan ditinggalkan.
    Jika homepage gagal menyatakan dengan jelas apa yang ditawarkan perusahaan dan apa yang dapat dilakukan user di Web, maka akan ditinggalkan.
    Jika user tersesat di Web, maka akan ditinggalkan. Jika informasi pada Web sulit untuk dibaca atau tidak menjawab pertanyaan penting user, maka akan ditinggalkan.

    Cara Meningkatkan Usability :
    1. Hubungi beberapa representative user, seperti pelanggan pada sebuah Web e-commerce atau karyawan pengguna internet (dalam kasus terakhir, mereka harus bekerja di luar departemen Anda).
    2. Minta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain.
    3. Amati apa yang dilakukan user, di mana mereka berhasil dan di mana mereka mengalami kesulitan dengan User Interface (UI). Diam dan biarkan user yang berbicara.

  58. 11419005 Michael Joseph Christian Situmorang says:

    Nama: Michael Situmorang
    NIM: 11419005
    Kelas: 42TRPL1

    Usability: istilah yg menunjukkan kemudahan manusia untuk menggunakan suatu alat atau objek.
    Dalam kasus terhadap user interface, objek yg dimaksud adalah design atau interface itu sendiri. Usability itu sendiri adalah kemampuan untuk menilai seberapa mudah objek yg dianalisis.

    Menurut Jakob Nielsen, Usability didefinisikan menjadi 5 komponen kualitas, yaitu:
    1. Learnability -> mengukur kemudahan user untuk berinteraksi dengan desaign interface pertama kali
    .
    2. Efficiency
    -> mengukur seberapa cepat user dalam menanggapi desaign tersebut untuk melakukan tugas.
    3. Memorability ->
    mengukur seberapa ingat user untuk menggunakan desaign interface yang sama sejak tak memakainya lagi dalam waktu yang lama.
    4. Errors
    -> mengukur seberapa banyak kesalahan yang terjadi dalam interface jika user melakukan kesalahan.
    5. Satisfaction -> mengukur tingkat kesenangan user terhadap interface yang digunakan.

    Waktu Pengerjaan pada Usability
    :
    1. Sebelum memulai desain baru uji desain yang lama dan uji desain kompetitor Anda
    2. Lakukan field study
    3. Buatlah paper prototype
    4. Jangan menunda user testing

    Utility = apakah menyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan
    Usability = bagaimana kemudahan dan menyenangkan sebuah fitur digunakan
    Useful = usability + utility.

  59. Nama :Edwin G Hutagalung
    NIM : 11419009
    Kelas : 42TRPL1

    Usability dapat diartikan sebagai kemudahan penggunaan dan kemampuan mempelajari suatu aplikasi yang dapat mencapai tujuan khusus dalam tingkat yang memuaskan dan efekti
    Menurut Nielsen, Usability didefinisikan dalam 5 komponen yaitu:
    1. Learnability yaitu bagaimana user dapat menyelesaikan tugas dasar pada interaksi pertama dengan desain.
    2. Efficiency yaitu tingkat dimana user dapat menyelesaikan tugas tertentu dan mencapai tujuan tertentu dengan benar dan lengkap dalam waktu yang singkat.
    3. Memorability yaitu bagaimana user dapat kembali menggunakan aplikasi dengan desain yang ada setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakan.
    4. Errors/Safety yaitu tingkat dan jumlah kesalahan yang dilakukan oleh user dan bagaimana mereka memperbaikinya.
    5. Satisfaction yaitu tingkat kepuasan oleh user menggunakan desain.

    Untuk mencapai usability yang tinggi maka perlu desain iterasi. Hal ini mengoptimalkan desain secara bertahap dengan evaluasi dari tahap awal hingga akhir. Cara lainnya memastikan usability adalah dengan menguji user yang sebenarnya pada sistem kerja.

    usability testing memiliki 3 komponen:
    1. Hubungi beberapa representative user seperti melakukan belanja online
    2. Minta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain.
    3.Mengamati user dalam melakukan setiap aksi yang di lakukan dalam menggunakan web

  60. Nama : Michael Binsar Tua Sinaga
    NIM : 11419012
    Kelas : 42 TRPL 1

    Usability adalah atribut kualitas user interface yang seberapa mudah user interface tersebut digunakan.Pada usability memiliki metode yang merujuk untuk meningkatkan kemudahan pengguna dalam proses design.pengertian lainnya dari usability ialah kemampuan yang dimiliki sebuah aplikasi dengan mudah digunakan dan tujuan penggunaannya sesuai diinginkan oleh pengguna.

    Menurut Nielsen,Usability didefinisikan dalam 5 komponen kualitas yaitu:
    A.Learnability
    -> yaitu ketika user baru mempelajari/berinteraksi dengan design seberapa mudah user menyelesaikan tugas-tugas dasar
    B.Efficiency
    -> setelah user mempelajari design,seberapa cepat user melakukan tugas
    C.Memorability
    -> Seberapa mudah user mahir kembali dalam menggunakan design ketika user tidak menggunakan design dalam rentang waktu yang lama
    D.Errors
    -> yaitu seberapa banyak kesalahan, atau seberapa parah kesalahan yang dilakukan oleh user dan seberapa mudah user memperbaiki kesalahan tersebut.
    E.Satisfication
    -> yaitu seberapa menyenangkan user menggunakan design tersebut.

    Mengapa usability itu penting karena :
    1. Memudahkan pengguna -> Sebuah aplikasi harus memiliki usability yang baik. Dengan memiliki usability yang baik akan memudahkan pengguna dalam mengoperasikan aplikasi
    2. Mudah Dipelajari -> Selain mudah digunakan, usability juga memastikan aplikasi mudah untuk dipelajari.
    3. Berjalan Sesuai Fungsinya -> Usability memastikan fungsi aplikasi berjalan sesuai dengan tujuannya.
    4. Menarik Minat Pengguna -> Aplikasi yang memiliki usability yang baik, akan mudah menarik minat pengguna.

  61. Nama :Daniel Naibaho
    Nim:11419047
    Kelas:42TRPL2

    Usability mengacu pada kualitas interaksi dalam hal parameter seperti waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas, jumlah kesalahan yang dibuat dan waktu yang dibutuhkan untuk menjadi user yang kompeten.

    Mengacu pada komponen kualitas usability menurut Jakob Nielsen, usability didefinisikan ke dalam 5 komponen kualitas:
    1. Learnability: Seberapa mudah seorang user menyelesaikan tugas-tugas dasar saat pertama sekali mereka berinteraksi dengan desain?
    2. Efficiency: Setelah user mempelajari desain, seberapa cepat mereka dapat melakukan tugas?
    3. Memorability: Ketika user kembali menggunakan desain setelah rentang waktu tertentu tidak menggunakannya, seberapa mudah mereka dapat memiliki kemahiran kembali?
    4. Errors / Safety: Berapa banyak kesalahan yang dilakukan user, seberapa parah kesalahan ini dan seberapa mudah mereka memperbaiki kesalahan?
    5. Satisfaction: Seberapa menyenangkankah user menggunakan desain?

    Cara meningkatkan Usability, yaitu:
    1.Menghubungkan beberapa representative user
    2. Meminta user melakukan tugas-tugas yang representative denga desain.
    3. Mengamati apa yang dilakukan user.

  62. Nama : Danuri Nainggolan
    NIM : 11419043
    Kelas : 42TRPL2
    Usability mengacu pada kualitas interaksi dalam hal parameter seperti waktu yang dibutuhkan unutk melaksanakan beberapa tugas. Usability adalah sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah UI digunakan. Kata “Usability” juga merusuk pada metode-metode yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna selama proses desain.

    Usability didefenisikan ke dalam 5 komponen kualitas, yaitu :
    1. Learnability
    , bagaimana user dengan mudah dalam menyelesaikan tugas-tugas saat pertama sekali berinteraksi dengan desain
    2. Efficiency
    , bagaimana user dengan cepat dapat menyelesaikan tugas-tugasnya.
    3. Memorability
    , berkaitan dengan tingkat kemahiran user dalam menggunakan desain.
    4. Errors
    , kesalahan-kesalahan yang dilakukan user dan bagaimana user dengan muda memperbaikinya.
    5. Satisfaction, kepuasan user dalam menggunakan desain

    Salah satu atrtibut yang penting pada Usability, yaitu Utility. Pada Utility menjelaskan apakah adanya menyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan.
    Cara meningkatkan Usability, yaitu:
    1. Menghubungkan beberapa representative user.
    2. Meminta user melakukan tugas-tugas yang representative denga desain.
    3. Mengamati apa yang dilakukan user

  63. Nama : Mario Wira Pratama Purba
    NIM : 11419050

    Usability berarah tentang kualitas dari interaksi dalam berbagai aspek contohnya: lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masing-masing tugas, berapa banyak kesalahan yang ditemukan dan waktu yang diperlukan untuk membuat/menemukan user yang tepat .
    Jakob Nielsen berkata Usability dapat didefenisikan 5 komponen :
    1. Learnability : bagaimana cara user agar mudah dalam menyelesaikan tugas-tugas saat berinteraksi dengan desain pertama kali.
    2. Efficiency : Seberapa cepat user dapat mengerjakan tugas setelah mempelajari desain.
    3. Memorability : Seberapa mudah user mempunyai ingatan atau kemahiran, setelah lama tidak menggunakan desain.
    4. Errors / Safety : Seberapa mudah user menanggulangi kesalahan dan seberapa parah kesalahan yang dibuat oleh user.
    4. Satisfaction : Seberapa sukanya user menggunakan desain.

    ()Cara meningkatkan usability:
    1. Menghubungi beberapa user berpengalaman
    2. User mengerjakan tugas-tugas yang representative dengan desain
    3. Mengamati/mengawasi segala bentuk/sesuatu yang dilakukan user.
    USABILITY dan UTILITY berperan penting dalam Desain.

  64. Usability adalah kualitas Interaksi user dalam hal parameter atau Usability itu adalah sebuah Atribute kualitas yang menilai seberapa mudah dalam emaahami user interface yang digunakan.Seperti waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas.Jumlah kesalahan yang dibuat dan waktu yang dibutuhkan untuk mejadi user yang kompeten.
    Menurut jacob Nielsen,Usability di defenisikan ke dalam 5 komponen yaitu:
    1.Learnability->adalah seberapa mudah user menyelasikan tugas-tugas saat oertama sekali berinteraksi dengan desain.
    2.Efisiensi->Ketika user mempelajari desain seberapa cepat mereka dapat melakukan tugas-tugasnya.
    3.memorability->Ketika user kembali menggunakan desain setealh beberapa retan waktu seberapamudah mereka mengingatnya kembali.
    4.Errors / Safety-> Berapa banyak kesalahan yang dilakukan user, seberapa parah kesalahan ini dan seberapa mudah mereka memperbaiki kesalahan?
    5.Statisfaction->Seberapa menenangkan user ketika menggunakan desain.

    Cara meningkatkan Usability
    1.Hubungi beberapa representative user.
    2.Minta useer untuk melakukan tugas representatif.
    3.Amati apa yang dilakukan user

  65. Nama:Josua Simbolon
    NIM:11419032

    Usability adalah kualitas Interaksi user dalam hal parameter atau Usability itu adalah sebuah Atribute kualitas yang menilai seberapa mudah dalam emaahami user interface yang digunakan.Seperti waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas.Jumlah kesalahan yang dibuat dan waktu yang dibutuhkan untuk mejadi user yang kompeten.
    Menurut jacob Nielsen,Usability di defenisikan ke dalam 5 komponen yaitu:
    1.Learnability->adalah seberapa mudah user menyelasikan tugas-tugas saat oertama sekali berinteraksi dengan desain.
    2.Efisiensi->Ketika user mempelajari desain seberapa cepat mereka dapat melakukan tugas-tugasnya.
    3.memorability->Ketika user kembali menggunakan desain setealh beberapa retan waktu seberapamudah mereka mengingatnya kembali.
    4.Errors / Safety-> Berapa banyak kesalahan yang dilakukan user, seberapa parah kesalahan ini dan seberapa mudah mereka memperbaiki kesalahan?
    5.Statisfaction->Seberapa menenangkan user ketika menggunakan desain.

  66. Nama : Daniel Napitupulu
    NIM : 11419044
    Kelas : 42 TRPL 2

    Usability merupakan sebuah atribut kualitas yang menilai seberapa mudah User Interface digunakan. Usability didefinisikan ke dalam 5 komponen kualitas, yaitu:
    • Learnability
    • Efficiency
    • Memorability
    • Errors
    • Satisfaction
    Pada web, usability penting karena:
    • Web akan ditinggalkan jika sebuah web sulit untuk digunakan.
    • Web akan ditinggalkan jika homepage gagal menyatakan dengan jelas apa yang ditawarkan perusahaan dan apa yang dapat dilakukan user di Web.
    • Web akan ditinggalkan jika user tersesat di Web.
    • Web akan ditinggalkan jika informasi pada Web sulit untuk dibaca atau tidak menjawab pertanyaan penting user.
    Ada banyak metode untuk mempelajari usability, namun komponen dasarnya yaitu:
    • Menghubungi beberapa representative user, seperti pelanggan pada sebuah Web e-commerce atau karyawan pengguna internet.
    • Meminta user untuk melakukan tugas-tugas yang representatif dengan desain.
    • mengamati apa yang dilakukan user, di mana mereka berhasil dan di mana mereka mengalami kesulitan dengan User Interface (UI). Diam dan biarkan user yang berbicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *