“If I had only one hour to solve a problem, I would spend up to two-third of that hour in attempting to define what the problem is.”

Matthew Wakeman from the book UX Research – Practical Techniques for Designing Better Products

Topik-topik bahasan:

  1. Definisi Persona
  2. Guideline Membuat Pesona
  3. Interview for Empathy

DEFINISI PERSONA

Personas menjawab pertanyaan: “Untuk siapa kita membuat desain?”

Pada tiga gambar di bawah ini ditunjukkan template umum dan contoh Persona.


Persona Menurut Alan Cooper

persona adalah model user. Persona memberi kita cara berpikir yang tepat dan berkomunikasi tentang bagaimana user berperilaku, bagaimana mereka berpikir, apa yang ingin mereka capai dan mengapa ingin mencapainya. Persona bukan orang sungguhan, tetapi didasarkan pada perilaku dan motivasi orang sungguhan yang telah diamati dan diwakili sepanjang proses desain. Persona adalah gabungan archetype berdasarkan data perilaku yang dikumpulkan dari banyak user aktual yang ditemui dalam wawancara etnografi.

Persona didasarkan pada pola perilaku yang diamati selama fase Research (pengumpulan kebutuhan dan pengenalan user dan tugasnya), yang kemudian diformalkan pada fase Modeling (memodelkan hasil Reserach). Dengan menggunakan Persona, kita dapat mengembangkan pemahaman tentang tujuan user dalam konteks tertentu.

Untuk membuat sebuah produk yang memuaskan beragam user, logika mungkin memberitahu Anda untuk membuat seluas mungkin fungsi-fungsi untuk mengakomodasi sebanyak mungkin orang. Namun, cara terbaik agar berhasil mengakomodasi berbagai user adalah membuat desain untuk tipe individu tertentu dengan kebutuhan yang spesifik.

Gambar berikut menganalogikan bahwa tidak mungkin satu produk dapat memuaskan banyak tipe user. Di sebelah kiri gambar terdapat banyak jenis orang. Masing-masing punya spesifikasi tersendiri terhadap kendaraan yang dibutuhkan. Jika kebutuhan semua orang dibuat menjadi satu kendaraan, maka akan tercipta kendaraan di sebelah kanan, dengan bentuk bercampur aduk dan tidak akan memenuhi kebutuhan tipe orang manapun. Pengembangan softrware sering kali mirip seperti analogi ini, ingin membuat software yang menyenangkan sebanyak mungkin orang atau tipe user. Hasil akhirnya tentu saja sebuah software yang tidak memberi kepuasan kepada user-nya.

Analogi pengembangan software yang sering berniat menyenangkan semua tipe user.

Gambar di bawah ini menunjukkan bagaimana persona menjadi artefak berguna dalam pengembangan sebuah produk. Dengan meerancang kendaraan yang berbeda untuk orang-orang dengan tujuan akhir yang berbeda, kita mampu membuat desain untuk orang-orang lain yang punya kebutuhan yang sama dan juga memberi kepuasan dalam penggunaan. Contohnya Dale, membutuhkan kendaraan yang bisa mengangkat beban besar dan bisa diandalkan. Maka orang lain yang punya kebutuhan sama dengan Dale, juga akan dapat dan puas menggunakan kendaraan tipe yang sama.

Demikian juga dalam proses perancangan produk digital dan software. Anda dapat menggunakan persona untuk mewakili kebutuhan satu kelompok orang yang sama, tetapi tidak mungkin menggunakan satu persona untuk memenuhi kebutuhan semua orang.

Kunci dari pendekatan penggunaan persona adalah:

  • pertama-tama memilih individu yang tepat yang padanya produk akan didesain, yaitu para user yang kebutuhannya paling mewakili kebutuhan kumpulan konstituen utama yang lebih besar,
  • kemudian memprioritaskan individu-individu ini sehingga kebutuhan user yang paling penting terpenuhi tanpa mengkompromi kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan user sekunder.

Persona menyediakan alat yang ampuh untuk berkomunikasi tentang berbagai jenis user dan kebutuhan mereka, kemudian memutuskan user mana yang paling penting untuk ditargetkan dalam desain bentuk dan perilaku. Persona harus didasarkan pada pengamatan dunia nyata. Sumber daya yang digunakan untuk mensistesis Persona harus berupa wawancara dalam konteks yang dipinjam dari teknik etnografi, contextual inquiry atau dialog serupa lainnya dengan dan pengamatan user aktual dan potensial.


Persona Menurut Interaction Design Foundation (interaction-design.org)

Persona adalah representasi dari kelompok user utama, dibuat dalam proyek desain produk atau layanan/jasa. Persona membantu tim desain dan klien mereka untuk berempati dengan kebutuhan dan preferensi user mereka. Imajinatif namun mewujudkan kualitas dunia nyata, persona user memvisualisasikan karakteristik utama, ambisi dan frustasi sekelompok user – melalui user research yang luas secara kualitatif dan kuantitatif.

Persona biasanya menyertakan gambar seseorang yang mewakili grup user; tujuan mereka adalah untuk memudahkan para desainer dan klien untuk berempati dengan user tersebut. Persona memberi informasi:

  • Nama
  • Beberapa karakteristik pribadi, seperti:
    • usia
    • jenis kelamin
    • tingkat pendidikan
    • pekerjaan, dll

Bagian utama dari representasi Persona adalah sebuah skenario pendek menggambarkan tindakan yang relevan dari Persona dalam konteks alaminya. Semua elemen persona harus dipilih dengan cermat untuk relevansi dengan masalah desain yang dihadapi. Misalnya, dalam proyek desain untuk layanan perbankan online baru, pengalaman pelanggan sebelumnya dengan layanan perbankan online dan pengeluaran harian, mingguan atau bulanan sangat relevan, sedangkan agama yang diikuti dan hobi mungkin tidak sama.

Meskipun ini bukan pengganti testing dengan user sebenarnya, Persona bisa menjadi langkah pertama yang murah dalam proses desain iteratif.
Persona bisa sangat efektif dalam membantu desainer mendahului wawasan yang mungkin mereka abaikan sebelum menghampiri user nyata.


Persona Menurut Norman Nielsen Group (Aurora Harley)

Menurut Aurora Harley (Norman Nielsen Group), persona adalah:
Deskripsi fiksi, namun realistis, dari target user yang menggunakan produk. Sebuah archetype (pola dasar), bukan manusia yang sebenarnya hidup, tetapi Persona harus digambarkan seolah-olah mereka adalah orang yang nyata.

Deskripsi Persona harus menyeluruh, termasuk perincian tentang kebutuhan, kepedulian dan tujuan orang tersebut, serta informasi latar belakang seperti usia, jenis kelamin, perilaku dan pekerjaan.
Fokus pada individu tunggal (atau sekelompok kecil individu, jika menggunakan banyak Persona) menumbuhkan empati bagi user spesifik yang dirancang dan membantu melepaskan diri dari upaya mendesain untuk semua orang. Seseorang tidak perlu mendokumentasikan setiap aspek kehidupan individu imajiner, tetapi harus berfokus pada karakteristik yang mempengaruhi apa yang sedang dirancang.


Kapankah Membuat Persona?

Persona dibuat “sedini mungkin”. Namun, tentu saja persona harus didasarkan pada user research agar benar-benar akurat dan mewakili user pengguna produk yang sebenarnya. Persona adalah orang buatan, tetapi mereka harus dibuat berdasarkan informasi tentang orang-orang nyata.
Persona imajiner yang dibuat tanpa dasar apapun di dunia nyata dapat menggambarkan user yang Anda harapkan tetapi tidak akan mencerminkan cara orang yang sebenarnya. Desain untuk seseorang yang tidak ada dan Anda tidak akan memiliki pelanggan.

Idealnya proses pembuatan Persona harus menjadi bagian dari fase research untuk suatu produk atau fitur, sebelum proses desain yang sebenarnya dimulai. Studi lapangan, survey, wawancara dan metode penetilian user lainnya harus dilakukan terlebih dahulu untuk menentukan karakteristik user khusus.


Mengapa Menggunakan Persona

Beberapa alasan mengapa Persona penting digunakan adalah:

  1. Membuat Persona akan membantu Anda memahami kebutuhan, pengalaman, perilaku dan tujuan user Anda.
  2. Persona dapat membantu Anda mengenali bahwa orang yang berbeda memiliki kebutuhan dan harapan yang berbeda, dan hal itu juga dapat membantu Anda mengidentifikasi user yang padanya produk Anda desainkan.
  3. Persona membuat tugas desain lebih mudah, memandu proses ideasi dan dapat membantu mencapai tujuan menciptakan user experience (UX) yang baik untuk kelompok target user Anda.

Ciri Persona User yang Baik

Persona user harus:

  1. Menjelaskan pengamatan dari penelitian Anda
  2. Fokus pada saat ini dan bukan pada apa yang mungkin terjadi di masa depan
  3. Realistis dan tidak berusaha menjunjung tinggi perilaku atau keinginan
  4. Membantu menetapkan dasar tugas desain pengalaman pengguna (user experience design/ UXD).

Persona harus membantu Anda memahami hal-hal tentang user itu sendiri, mencakup:

  1. Konteks tempat produk akan digunakan
  2. Perilaku user saat ini
  3. Sikap para user secara umum
  4. Keinginan/ kebutuhan dari produk yang Anda desain
  5. Kesulitan yang ingin diatasi user dalam situasi mereka saat ini
  6. Setiap tujuan yang mungkin dimiliki user.

Langkah Membuat Persona User yang Baik

Langkah untuk membuat Persona yang baik adalah:

  1. Dapatkan sekelompok user potensial dan lakukan wawancara atau observasi terhadap user yang potensial tersebut.
  2. Cari pola dalam perilaku, respon, tindakan, dll. Lalu kelompokkan orang-orang yang menampilkan pola tersebut bersama-sama.
  3. Berdasarkan pada kelompok-kelompok tersebut, buat model pola dasar (archetype).
  4. Bangun user persona tetapi menggambarkan detail konteks, perilaku, kebutuhan, dll.
  5. Sebarkan user persona di antara tim dan jika perlu cari feedback dan perbaiki persona.

Keuntungan Menggunakan Persona

User persona memiliki manfaat utama menjaga tim tetap fokus pada hasil, dengan fokus pada bagaimana user akan merasakan hasil tersebut. Persona juga membantu mencegah lingkup yang menjalar luas dan desain berdasarkan referensi diri, misalnya merancang produk seolah-olah tim atau pemimpin tim yang akan menjadi user.


Bagaimana Persona Digunakan dalam Desain

Persona hadir untuk memastikan bahwa setiap upaya yang dilakukan oleh tim mempertimbangkan suara user. Kegagalan untuk melakukan hal ini menciptakan resiko kegagalan dalam proses desain itu sendiri. Ketika Anda membuat skenario untuk penggunaan produk misalnya, Persona harus digunakan untuk memberikan konteks skenario itu. Skenario ini kemudian akan bercerita tentang bagaimana produk akan digunakan dan bagaimana kita pikir itu akan digunakan.

Terdapat 4 penggunaan utama Persona dalam desain produk:

  1. Persona harus digunakan untuk memvalidasi keputusan yang dibuat oleh tim desain, misalnya “Apakah hal-hal tersebut adalah yang benar-benar dibutuhkan user?”
  2. Persona digunakan untuk mengembangkan prioritas ketika terdapat ide yang konflik dengan sumberdaya dan waktu.
  3. Persona harus tersedia selama sesi ideasi untuk bertindak sebagai sumber inspirasi untuk menjaga fokus pada user.
  4. Persona harus direferensikan saat mengkritik ide atau iterasi produk.

GUIDELINE MEMBUAT PERSONA

Penciptaan Persona paling baik dilakukan dalam tim, bukan karena melakukannya sulit, tetapi karena akan mengumpulkan lebih banyak dukungan dari anggota tim yang dapat berkontribusi pada proses pembuatannya.

Proses pembuatan persona adalah:

  • Mulailah dengan mengidentifikasi karakteristik user yang diamati dari kegiatan user research.
  • Kelompokkan atribut-atribut ini ke dalam kluster-kluster untuk membentuk karakter yang jelas. Jika beberapa tampak terlalu mirip, gabungkan menjadi satu atau singkirkan kelompok apapun yang tampaknya kurang penting bagi bisnis.
  • Begitu peran yang berbeda muncul, tambahkan detail untuk membuat karakter lebih realistis, dapat dipercaya dan mudah diingat.

Informasi umum yang disertakan dalam Persona adalah:

  1. Nama, usia, jenis kelamin dan foto
  2. Tagline menggambarkan apa yang mereka lakukan dalam “kehidupan nyata”, hindari tagline yang terlalu jenaka karena dapat mencemarkan kepribadikan, bukan menjadi alat yang berguna
  3. Tingkat pengalaman di bidang produk atau layanan Anda.
  4. Konteks bagaimana mereka akan berinteraksi dengan produk Anda: melalui pilihan atau disyaratkan oleh pekerjaan mereka? Seberapa sering mereka menggunakannya? Apakah mereka biasanya menggunakan komputer desktop untuk mengaksesnya atau ponsel atau perangkat lain?
  5. Tujuan dan masalah ketika mereka melakukan tugas yang relevan: kecepatan, ketepatan, ketelitian atau kebutuhan lain yang dapat menjadi faktor dalam penggunaannya
  6. Quote untuk menyimpulkan sikap persona.

“No one cares how much you know, until they know how much you care.”

– Theodore Roosevelt

INTERVIEW FOR EMPATHY

Contoh interview yang sering terjadi:

Interviewer: Apakah Anda suka berenang? 
User: Tidak
Interviewer: Bagaimana dengan bermain tennis? 
User: Tidak 
Interviewer: Saya bermain tennis. Anda harus mencobanya. Apakah Anda pernah terpikir untuk mencoba bermain tennis?
User: Tidak

Interview ini tidak menghasilkan apapun untuk mengetahui atau mengenal user dan tugas-tugasnya. Sering kali interview dilakukan sekedar untuk memenuhi fase pengembangan software, yaitu fase Requirement atau Research (atau User Research), bukan untuk benar-benar ingin mendapatkan jawaban siapakah user dan apa kebutuhannya.

Pada fase awal pengembangan seftware, kita ingin memahami pikiran, emosi dan motivasi seseorang, sehingga kita dapat menentukan cara berinovasi untuknya. Dengan memahami pilihan yang dibuat orang dan perilaku yang dilakukan orang, kita dapat mengidentifikasi kebutuhan dan desain untuk kebutuhan tersebut. Untuk inilah dilakukan Interview for Empathy.

Tahap dalam aktivitas Interview for Empathy dapat dilihat seperti gambar di bawah ini.

Langkah-langkah untuk melakukan Interview for Empathy adalah:

  1. Tanyakan Alasan (Mengapa)
    Bahkan ketika Anda berpikir Anda mengetahui jawabannya, tanyakan kepada orang-orang mengapa mereka melakukan atau mengatakan sesuatu. Jawabannya terkadang akan mengejutkan Anda. Percakapan yang dimulai dari satu pertanyaan harus terus berlanjut selama perlu.
  2. Jangan pernah mengatakan “biasanya” ketika mengajukan pertanyaan
    Sebagai gantinya, tanyakan tentang kejadian tertentu, seperti “beritahu saya kapan terakhir kali kamu _________________”.
  3. Mendorong/mengajak “bercerita”
    Terlepas dari benar atau tidaknya kisah-kisah yang diceritakan orang-orang, mereka mengungkapkan bagaimana mereka berpikir tentang dunia. Ajukan pertanyaan yang membuat orang bercerita.
  4. Cari ketidakkonsistenan
    Terkadang apa yang dikatakan dan dilakukan berbeda. Ketidakkonsistenan ini sering kali menyembunyikan wawasan yang menarik.
  5. Perhatikan isyarat nonverbal
    Waspadai bahasa tubuh dan emosi.
  6. Jangan takut atas keheningan/ diam
    Pewawancara sering merasa perlu untuk mengajukan pertanyaan lain ketika ada jeda. Jika Anda membiarkan keheningan/ diam, seseorang dapat merenungkan yang baru saja mereka katakan dan mungkin mengungkapkan sesuatu yang lebih dalam.
  7. Jangan menyarankan jawaban untuk pertanyaan Anda
    Bahkan jika mereka berhenti sebelum menjawab, jangan bantu dengan menyarankan jawaban. Hal ini secara tidak sengaja dapat membuat orang mengatakan hal-hal yang sesuai dengan harapan Anda.
  8. Ajukan pertanyaan secara netral
    “Apa yang Anda pikirkan tentang membeli hadiah untuk pasangan Anda?” adalah pertanyaan yang lebih baik daripada “Bukankah berbelanja itu hebat/baik?”, karena pertanyaan pertama tidak menyiratkan bahwa ada jawaban yang tepat.
  9. Jangan bertanya pertanyaan biner
    Pertanyaan biner dapat dijawab dengan satu kata (ya atau tidak); tetapi yang perlu Anda lakukan adalah percakapan yang dibangun berdasarkan cerita.
  10. Hanya 10 kata untuk satu pertanyaan
    User akan tersesat dalam pertanyaan panjang, maka pergunakanlah kalimat-kalimat yang ringkas.
  11. Hanya ajukan satu pertanyaan pada satu waktu, satu orang pada satu waktu
    Tahan keinginan untuk menyerbu user Anda, lebih baik pertanyaan bertingkat daripada menanyakan banyak hal dalam satu waktu.
  12. Pastikan Anda sigap menangkap informasi
    Selalu lakukan wawancara berpasangan. Jika tidak memungkinkan, Anda harus menggunakan perekam suara – tidak mungkin melibatkan user dan membuat catatan terperinci pada saat yang bersamaan.

Interview for Empathy yang dijalankan dengan baik dapat menjadi salah satu bahan awal Anda untuk mengenali user, lalu membuat Persona dari hasil aktivitas ini. Tentu saja ditambah dengan aktivitas lain seperti observasi, pertemuan dengan stakeholder atau client, dll.

Persona yang telah dibangun kemudian menjadi acuan tim untuk membuat solusi, mengembangkan prototipe dan menguji hasilnya. Dengan Persona, tim mempunyai gambaran dan acuan, tipe user seperti apa yang akan menggunakan produk atau software yang dibangun. Proses setelahnya akan berfokus kepada Persona ini, bukan lagi memenuhi kebutuhan sebanyak mungkin orang yang sangat beragam.


REFERENSI

  • About Face (The Essentials of Interaction Design) 3rd Edition. Alan Cooper, Robert Reimann and Dave Cronin.
  • Personas Make Users Memorable for Product Team Members. Aurora Harley. https://www.nngroup.com/articles/persona/.
  • User Personas for Mobile Design and Development, https://www.interaction-design.org/literature/article/user-personas-for-mobile-design-and-development-a-winning-technique-for-great-ux.
  • Personas – Why and How You Should Use Them. https://www.interaction-design.org/literature/article/personas-why-and-how-you-should-use-them.
  • Users Personas. https://www.interaction-design.org/literature/topics/user-personas.
  • Persona Toolkit. George Olsen. http://www.interactionbydesign.com/presentations/olsen_persona_toolkit.pdf.
  • Persona Core Poster. https://creativecompanion.files.wordpress.com/2011/05/persona-core-poster_creative-companion1.pdf.
  • Bootcamp Bootleg, Hasso Plattner Institute of Design at Stanford.
  • Design Thinking – Step 1: Empathy Interview, https://www.youtube.com/watch?v=0nIVPW0RKD8
  • Design Thinking Empathy Work Series #1 – Interviewing the Community, https://www.youtube.com/watch?v=cJQh9dTp1OE
  • https://webdesign.tutsplus.com/articles/techniques-of-empathy-interviews-in-design-thinking–cms-31219
  • Photo by Luis Villasmil on Unsplash


28 thoughts on “User Task & Analysis

  1. Nama : Meyliza Veronica Siregar
    NIM : 11419058

    Persona merupakan pola dasar yang menjawab siapa pengguna desain yang akan kita buat dan memberi tahu perilaku user, cara user berpikir, dan apa yang ingin user capai serta didasarkan pengamatan dunia nyata seperti wawancara.
    Terdapat kunci dari pendekatan persona, yaitu:
    – Memilih individu yang menggunakan produk yang akan kita desain secara tepat
    – Memprioritaskan individu yang telah kita pilih sehingga kebutuhan user yang paling penting terpenuhi.

    Persona memberi informasi karakteristik pribadi, seperti nama, usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan. Persona user harus dapat menjelaskan pengamatan dari penelitian, fokus pada saat ini, realistis, dan membantu menetapkan tugas user experience design.

    Persona dalam desain produk, digunakan untuk:
    1. Memvalidasi keputusan yang dibuat oleh tim desain.
    2. Mengembangkan prioritas saat ada ide yang konflik dengan sumberdaya dan waktu.
    3. Harus ada selama sesi ideasi, agar dapat menjadi sumber inspirasi dan menjaga fokus pada user.
    4. Harus direferensikan saat mengkritik ide.

  2. Nama : Ares J. M. Pardosi
    NIM : 11419062
    Kelas : 42 TRPL 2

    User Task & Analysis

    DEFINISI PERSONA

    – persona adalah model user. Persona memberi kita cara berpikir yang tepat dan berkomunikasi tentang bagaimana user berperilaku, bagaimana mereka berpikir, apa yang ingin mereka capai dan mengapa ingin mencapainya.(Menurut Alan Cooper_
    – Persona adalah representasi dari kelompok user utama, dibuat dalam proyek desain produk atau layanan/jasa.Persona biasanya menyertakan gambar seseorang yang mewakili grup user. (
    Menurut Interaction Design Foundation (interaction-design.org))-
    – persona adalah Deskripsi fiksi, namun realistis, dari target user yang menggunakan produk.Deskripsi Persona harus menyeluruh, termasuk perincian tentang kebutuhan, kepedulian dan tujuan orang tersebut, serta informasi latar belakang seperti usia, jenis kelamin, perilaku dan pekerjaan.(Menurut Norman Nielsen Group (Aurora Harley))

    Beberapa alasan mengapa Persona penting digunakan adalah:

    1. Persona akan membantu kita memahami kebutuhan, pengalaman, perilaku dan tujuan dari user.
    2. Persona membantu mengenali bahwa orang yang berbeda memiliki kebutuhan dan harapan yang berbeda.
    3. Persona membuat tugas desain lebih mudah.

    Langkah Membuat Persona User yang Baik
    1. Dapatkan sekelompok user potensial dan lakukan wawancara atau observasi terhadap user yang potensial tersebut.
    2. Cari pola dalam perilaku, respon, tindakan, dll. Lalu kelompokkan orang-orang yang menampilkan pola tersebut bersama-sama.
    3. Berdasarkan pada kelompok-kelompok tersebut, buat model pola dasar (archetype).
    4. Bangun user persona tetapi menggambarkan detail konteks, perilaku, kebutuhan, dll.
    5. Sebarkan user persona di antara tim dan jika perlu cari feedback dan perbaiki persona.

  3. Nama : Yohana Sihombing
    NIM : 11419055
    Kelas :42 TRPL-2

    Persona adalah representasi dari kelompok user utama, dibuat dalam proyek desain produk atau layanan/jasa. Persona membantu tim desain dan klien mereka untuk berempati dengan kebutuhan dan preferensi user mereka.
    Persona memberi informasi:

    Nama
    Beberapa karakteristik pribadi, seperti:
    usia
    jenis kelamin
    tingkat pendidikan
    pekerjaan dan lain sebagainya

    Menurut Aurora Harley (Norman Nielsen Group), persona adalah:
    Deskripsi fiksi, namun realistis, dari target user yang menggunakan produk. Sebuah archetype (pola dasar), bukan manusia yang sebenarnya hidup, tetapi Persona harus digambarkan seolah-olah mereka adalah orang yang nyata.
    Idealnya proses pembuatan Persona harus menjadi bagian dari fase research untuk suatu produk atau fitur, sebelum proses desain yang sebenarnya dimulai. Studi lapangan, survey, wawancara dan metode penetilian user lainnya harus dilakukan terlebih dahulu untuk menentukan karakteristik user khusus.
    Beberapa alasan mengapa Persona penting digunakan adalah:

    1.Membuat Persona akan membantu Anda memahami kebutuhan, pengalaman, perilaku dan tujuan user Anda.
    2.Persona dapat membantu Anda mengenali bahwa orang yang berbeda memiliki kebutuhan dan harapan yang berbeda
    3.Persona membuat tugas desain lebih mudah, memandu proses ideasi dan dapat membantu mencapai tujuan menciptakan user experience (UX) yang baik untuk target user

    Terdapat 4 penggunaan utama Persona dalam desain produk:

    -Persona harus digunakan untuk memvalidasi keputusan yang dibuat oleh tim desain, misalnya “Apakah hal-hal tersebut adalah yang benar-benar dibutuhkan user?”
    -Persona digunakan untuk mengembangkan prioritas ketika terdapat ide yang konflik dengan sumberdaya dan waktu.
    -Persona harus tersedia selama sesi ideasi untuk bertindak sebagai sumber inspirasi untuk menjaga fokus pada user.
    -Persona harus direferensikan saat mengkritik ide atau iterasi produk.

  4. Nama : Fretty L M SIlalahi
    NIM: 11419057
    Kelas:42 TRPL 2
    Defenisi
    persona adalah model user. Persona memberi kita cara berpikir yang tepat dan berkomunikasi tentang bagaimana user berperilaku, bagaimana mereka berpikir, apa yang ingin mereka capai dan mengapa ingin mencapainya.

    Proses pembuatan persona adalah:
    1.Mulailah dengan mengidentifikasi karakteristik user yang diamati dari kegiatan user research.
    2.Kelompokkan atribut-atribut ini ke dalam kluster-kluster untuk membentuk karakter yang jelas. Jika beberapa tampak terlalu mirip, gabungkan menjadi satu atau singkirkan kelompok apapun yang tampaknya kurang penting bagi bisnis.
    3Begitu peran yang berbeda muncul, tambahkan detail untuk membuat karakter lebih realistis, dapat dipercaya dan mudah diingat.

    Ciri Persona User yang Baik
    1.Menjelaskan pengamatan dari penelitian Anda
    2.Fokus pada saat ini dan bukan pada apa yang mungkin terjadi di masa depan
    3.Realistis dan tidak berusaha menjunjung tinggi perilaku atau keinginan
    4.Membantu menetapkan dasar tugas desain pengalaman pengguna (user experience design/ UXD).

    Persona harus membantu Anda memahami hal-hal tentang user itu sendiri, mencakup:

    1.Konteks tempat produk akan digunakan
    2.Perilaku user saat ini
    3.Sikap para user secara umum
    4.Keinginan/ kebutuhan dari produk yang Anda desain
    5.Kesulitan yang ingin diatasi user dalam situasi mereka saat ini
    6.Setiap tujuan yang mungkin dimiliki user.

  5. Nama : Fretty L M SIlalahi
    NIM: 11419057

    Defenisi
    persona adalah model user. Persona memberi kita cara berpikir yang tepat dan berkomunikasi tentang bagaimana user berperilaku, bagaimana mereka berpikir, apa yang ingin mereka capai dan mengapa ingin mencapainya.

    Proses pembuatan persona adalah:
    1.Mulailah dengan mengidentifikasi karakteristik user yang diamati dari kegiatan user research.
    2.Kelompokkan atribut-atribut ini ke dalam kluster-kluster untuk membentuk karakter yang jelas. Jika beberapa tampak terlalu mirip, gabungkan menjadi satu atau singkirkan kelompok apapun yang tampaknya kurang penting bagi bisnis.
    3Begitu peran yang berbeda muncul, tambahkan detail untuk membuat karakter lebih realistis, dapat dipercaya dan mudah diingat.

    Ciri Persona User yang Baik
    1.Menjelaskan pengamatan dari penelitian Anda
    2.Fokus pada saat ini dan bukan pada apa yang mungkin terjadi di masa depan
    3.Realistis dan tidak berusaha menjunjung tinggi perilaku atau keinginan
    4.Membantu menetapkan dasar tugas desain pengalaman pengguna (user experience design/ UXD).

    Persona harus membantu Anda memahami hal-hal tentang user itu sendiri, mencakup:

    1.Konteks tempat produk akan digunakan
    2.Perilaku user saat ini
    3.Sikap para user secara umum
    4.Keinginan/ kebutuhan dari produk yang Anda desain
    5.Kesulitan yang ingin diatasi user dalam situasi mereka saat ini
    6.Setiap tujuan yang mungkin dimiliki user.

  6. Pesona adalah gabungan archetype berdasarkan data perilaku yang dikumpulkan dari banyak user aktual yang ditemui dalam wawancara etnografi. Pesona memberi kita cara berpikir yang tepat dan berkomunikasi tentang bagaimana user berperilaku, bagaimana mereka berpikir, apa yang ingin mereka capai dan mengapa ingin mencapainya.
    Kunci dari pendekatan penggunaan persona adalah pertama-tama memilih individu yang tepat yang padanya produk akan didesain, yaitu para user yang kebutuhannya paling mewakili kebutuhan kumpulan konstituen utama yang lebih besar. Kemudian memprioritaskan individu-individu ini sehingga kebutuhan user yang paling penting terpenuhi tanpa mengkompromi kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan user sekunder.
    Beberapa alasan mengapa Persona penting digunakan adalah:
    1. Membuat Persona akan membantu Anda memahami kebutuhan, pengalaman, perilaku dan tujuan user Anda.
    2. Persona dapat membantu Anda mengenali bahwa orang yang berbeda memiliki kebutuhan dan harapan yang berbeda, dan hal itu juga dapat membantu Anda mengidentifikasi user yang padanya produk Anda desainkan.
    3. Persona membuat tugas desain lebih mudah, memandu proses ideasi dan dapat membantu mencapai tujuan menciptakan user experience (UX) yang baik untuk kelompok target user Anda.
    Keuntungan mnggunakan persona adalah untuk menjaga tim tetap focus pada hasil, membantu mencegah lingkup yang menjalar luas dan desarin berdasarkan referensi diri.

  7. Nama : Revi Angeli Siahaan
    NIM : 11419054
    Persona merupakan gabungan archetype berdasarkan data perilaku yang dikumpulkan dari banyak user actual yang ditemui dalam wawancara etnografi. Persona didasarkan pada pola perilaku yang diamati selama fase pengumpulan kebutuhan dan pengenalan user serta tugasnya kemudian di informalkan pada fase Modelling.
    Proses pembuatan persona yaitu mengidentifikasi user, mengelompokkan atribut untuk membentuk karakter yang jelas dan menambahkan detail untuk membuat karakter yang lebih realistis. Berikut beberapa langkah melakukan interview for empathy :
    – Menanyakan alasan
    – Tidak mengatakan “biasanya” saat bertanya
    – Mengajak bercerita
    – Mencari ketidakkonsistenan
    – Memperhatikan isyarat non verbal
    – Jangan takut hening
    – Jangan menyarankan jawaban
    – Mengajukan pertanyaan secara netral
    – Jangan bertanya pertanyaan biner
    – Hanya 10 kata untuk 1 pertanyaan
    – Mengajukan 1 pertanyaan untuk 1 waktu
    – Usahakan kita cepat menangkap informasi.

  8. Nama : Yonatan A.P.L Tobing
    NIM : 11419038
    Kelas : 42 TRPL-2

    Pengertian Persona
    – Menurut Alan Cooper
    adalah model user yang memberi kita cara berpikir yang tepat dan berkomunikasi tentang bagaimana user berperilaku, bagaimana mereka berpikir, apa yang ingin mereka capai dan mengapa ingin mencapainya.
    – Menurut Interaction Design Foundation (interaction-design.org)
    adalah representasi dari kelompok user utama, dibuat dalam proyek desain produk atau layanan/jasa.
    – Menurut Norman Nielsen Group (Aurora Harley)
    adalah deskripsi fiksi, namun realistis, dari target user yang menggunakan produk. Sebuah archetype (pola dasar), bukan manusia yang sebenarnya hidup, tetapi Persona harus digambarkan seolah-olah mereka adalah orang yang nyata.

    Ciri Persona User yang Baik
    Persona user harus:

    1) Menjelaskan pengamatan dari penelitian Anda
    2) Fokus pada saat ini dan bukan pada apa yang mungkin terjadi di masa depan
    3) Realistis dan tidak berusaha menjunjung tinggi perilaku atau keinginan
    4) Membantu menetapkan dasar tugas desain pengalaman pengguna (user experience design/ UXD).

    Persona harus membantu Anda memahami hal-hal tentang user itu sendiri, mencakup:
    1) Konteks tempat produk akan digunakan
    2) Perilaku user saat ini
    3) Sikap para user secara umum
    4) Keinginan/ kebutuhan dari produk yang Anda desain
    5) Kesulitan yang ingin diatasi user dalam situasi mereka saat ini
    6) Setiap tujuan yang mungkin dimiliki user.

    Langkah untuk membuat Persona yang baik adalah:

    1) Dapatkan sekelompok user potensial dan lakukan wawancara atau observasi terhadap user yang potensial tersebut.
    2) Cari pola dalam perilaku, respon, tindakan, dll. Lalu kelompokkan orang-orang yang menampilkan pola tersebut bersama-sama.
    3) Berdasarkan pada kelompok-kelompok tersebut, buat model pola dasar (archetype).
    4) Bangun user persona tetapi menggambarkan detail konteks, perilaku, kebutuhan, dll.
    5) Sebarkan user persona di antara tim dan jika perlu cari feedback dan perbaiki persona.

    Terdapat 4 penggunaan utama Persona dalam desain produk:
    1) Persona harus digunakan untuk memvalidasi keputusan yang dibuat oleh tim desain, misalnya “Apakah hal-hal tersebut adalah yang benar-benar dibutuhkan user?”
    2) Persona digunakan untuk mengembangkan prioritas ketika terdapat ide yang konflik dengan sumberdaya dan waktu.
    3) Persona harus tersedia selama sesi ideasi untuk bertindak sebagai sumber inspirasi untuk menjaga fokus pada user.
    4) Persona harus direferensikan saat mengkritik ide atau iterasi produk.

    Keuntungan menggunakan Persoan ialah membantu mencegah lingkup yang menjalar luas dan desain berdasarkan referensi diri, misalnya merancang produk seolah-olah tim atau pemimpin tim yang akan menjadi user.

  9. 1. Definisi Persona
    2. Guideline Membuat Pesona
    3. Interview for Empathy

    1. Definisi Persona

    persona adalah model user.
    Persona memberi kita cara berpikir yang tepat dan
    berkomunikasi tentang bagaimana user berperilaku,
    bagaimana mereka berpikir, apa yang ingin mereka
    capai dan mengapa ingin mencapainya.

    2. Guideline Membuat Pesona

    Penciptaan Persona paling baik dilakukan dalam tim, bukan karena melakukannya sulit, tetapi karena akan mengumpulkan lebih banyak dukungan dari anggota tim yang dapat berkontribusi pada proses pembuatannya.

    Proses pembuatan persona adalah:

    Mulailah dengan mengidentifikasi karakteristik user yang diamati dari kegiatan user research.
    Kelompokkan atribut-atribut ini ke dalam kluster-kluster untuk membentuk karakter yang jelas. Jika beberapa tampak terlalu mirip, gabungkan menjadi satu atau singkirkan kelompok apapun yang tampaknya kurang penting bagi bisnis.
    Begitu peran yang berbeda muncul, tambahkan detail untuk membuat karakter lebih realistis, dapat dipercaya dan mudah diingat.

    3. Interview for Empathy

    Langkah2 melakukan interview for Empathy

    ~ Tanyakan Alasan (Mengapa)
    ~ Jangan pernah mengatakan “biasanya” ketika mengajukan pertanyaan
    ~ Mendorong/mengajak “bercerita”
    ~ Cari ketidakkonsistenan
    ~ Perhatikan isyarat nonverbal
    ~ Jangan takut atas keheningan/ diam
    ~ Jangan menyarankan jawaban untuk pertanyaan Anda
    ~ Ajukan pertanyaan secara netral
    ~ Jangan bertanya pertanyaan biner
    ~ Hanya 10 kata untuk satu pertanyaan
    ~ Hanya ajukan satu pertanyaan pada satu waktu,
    ~ Pastikan Anda sigap menangkap informasi

  10. Nama : Andree Panjaitan
    NIM : 11419014

    Persona Menurut Alan Cooper

    persona adalah model user
    Kunci dari pendekatan penggunaan persona adalah:
    – pertama-tama memilih individu yang tepat yang padanya produk akan didesain, yaitu para user yang kebutuhannya paling mewakili kebutuhan kumpulan konstituen utama yang lebih besar,
    – kemudian memprioritaskan individu-individu ini sehingga kebutuhan user yang paling penting terpenuhi tanpa mengkompromi kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan user sekunder.

    Persona Menurut Interaction Design Foundation (interaction-design.org)
    Persona adalah representasi dari kelompok user utama, dibuat dalam proyek desain produk atau layanan/jasa.

    Persona Menurut Norman Nielsen Group (Aurora Harley)
    Menurut Aurora Harley (Norman Nielsen Group), persona adalah:
    Deskripsi fiksi, namun realistis, dari target user yang menggunakan produk.

    Mengapa Menggunakan Persona
    Beberapa alasan mengapa Persona penting digunakan adalah:

    1. Membuat Persona akan membantu Anda memahami kebutuhan, pengalaman, perilaku dan tujuan user Anda.
    2. Persona dapat membantu Anda mengenali bahwa orang yang berbeda memiliki kebutuhan dan harapan yang berbeda, dan hal itu juga dapat membantu Anda mengidentifikasi user yang padanya produk Anda desainkan.
    3. Persona membuat tugas desain lebih mudah, memandu proses ideasi dan dapat membantu mencapai tujuan menciptakan user experience (UX) yang baik untuk kelompok target user Anda.

    Keuntungan Menggunakan Persona
    User persona memiliki manfaat utama menjaga tim tetap fokus pada hasil, dengan fokus pada bagaimana user akan merasakan hasil tersebut. Persona juga membantu mencegah lingkup yang menjalar luas dan desain berdasarkan referensi diri, misalnya merancang produk seolah-olah tim atau pemimpin tim yang akan menjadi user.

    Bagaimana Persona Digunakan dalam Desain
    Terdapat 4 penggunaan utama Persona dalam desain produk:

    Persona harus digunakan untuk memvalidasi keputusan yang dibuat oleh tim desain, misalnya “Apakah hal-hal tersebut adalah yang benar-benar dibutuhkan user?”
    1. Persona digunakan untuk mengembangkan prioritas ketika terdapat ide yang konflik dengan sumberdaya dan waktu.
    2. Persona harus tersedia selama sesi ideasi untuk bertindak sebagai sumber inspirasi untuk menjaga fokus pada user.
    3. Persona harus direferensikan saat mengkritik ide atau iterasi produk.

    Proses pembuatan persona adalah:

    1. Mulailah dengan mengidentifikasi karakteristik user yang diamati dari kegiatan user research.
    2. Kelompokkan atribut-atribut ini ke dalam kluster-kluster untuk membentuk karakter yang jelas. Jika beberapa tampak terlalu mirip, gabungkan menjadi satu atau singkirkan kelompok apapun yang tampaknya kurang penting bagi bisnis.
    3. Begitu peran yang berbeda muncul, tambahkan detail untuk membuat karakter lebih realistis, dapat dipercaya dan mudah diingat.

  11. Nama : John Ryan Siallagan
    NIM : 11419013
    Kelas : 42TRPL1

    Task Analysis adalah kegiatan yang dapat membantu mengidentifikasi suatu peluang untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
    Personas adalah model user, yang dibuat berdasarkan penelitian untuk mewakili berbagai jenis user yang mungkin menggunakan suatu produk dengan cara yang sama. Dengan menggunakan persona, pengembangan pemahaman tentang tujuan user dalam konteks tertentu dapat digunakan untuk membuat sebuah produk yang memuaskan beragam user.

    Kunci dari pendekatan penggunaan persona adalah memilih individu yang tepat untuk target produk yang akan didesain, yaitu para user yang kebutuhannya paling membutuhkan konstituen utama yang besar, lalu prioritaskan user ini sehingga kebutuhannya yang paling penting terpenuhi tanpa mempermasalahkan kesiapan kebutuhan user sekunder.

    Persona penting, karena:
    – Membuat Persona akan membantu memahami kebutuhan, pengalaman, perilaku dan tujuan user.
    – Persona dapat membantu mengenali bahwa setiap orang memiliki kebutuhan dan harapan yang berbeda, dan hal itu juga dapat membantu mengidentifikasi user yang menjadi target desain.
    – Persona membuat tugas desain lebih mudah, memandu proses ideasi dan dapat membantu mencapai tujuan menciptakan user experience (UX) yang baik untuk kelompok user yang ditargetkan.

    Persona user yang baik harus:
    – Menjelaskan pengamatan dari penelitian
    – Fokus pada saat ini dan bukan pada apa yang mungkin terjadi di masa depan
    – Realistis dan tidak berusaha menjunjung tinggi perilaku atau keinginan
    – Membantu menetapkan dasar tugas desain pengalaman pengguna (user experience design/ UXD).

    Persona harus membantu Anda memahami hal-hal tentang user itu sendiri, mencakup:
    – Konteks tempat produk akan digunakan
    – Perilaku user saat ini
    – Sikap para user secara umum
    – Keinginan/ kebutuhan dari produk yang Anda desain
    – Kesulitan yang ingin diatasi user dalam situasi mereka saat ini
    – Setiap tujuan yang mungkin dimiliki user.

    Persona yang baik dapat dibuat dengan langkah-langkah sebagai berikut:
    – Dapatkan sekelompok user potensial dan lakukan wawancara atau observasi terhadap user yang potensial tersebut.
    – Cari pola dalam perilaku, respon, tindakan, dll. Lalu kelompokkan orang-orang yang menampilkan pola tersebut bersama-sama.
    – Berdasarkan pada kelompok-kelompok tersebut, buat model pola dasar (archetype).
    – Bangun user persona tetapi menggambarkan detail konteks, perilaku, kebutuhan, dll.
    – Sebarkan user persona di antara tim dan jika perlu cari feedback dan perbaiki persona.

    4 penggunaan utama Persona dalam desain produk:
    – Persona harus digunakan untuk memvalidasi keputusan yang dibuat oleh tim desain, misalnya “Apakah hal-hal tersebut adalah yang benar-benar dibutuhkan user?”
    – Persona digunakan untuk mengembangkan prioritas ketika terdapat ide yang konflik dengan sumberdaya dan waktu.
    – Persona harus tersedia selama sesi ideasi untuk bertindak sebagai sumber inspirasi untuk menjaga fokus pada user.
    – Persona harus direferensikan saat mengkritik ide atau iterasi produk.

    Proses pembuatan persona adalah:
    – Mulailah dengan mengidentifikasi karakteristik user yang diamati dari kegiatan user research.
    – Kelompokkan atribut-atribut ini ke dalam kluster-kluster untuk membentuk karakter yang jelas. Jika beberapa tampak terlalu mirip, gabungkan menjadi satu atau singkirkan kelompok apapun yang tampaknya kurang penting bagi bisnis.
    – Begitu peran yang berbeda muncul, tambahkan detail untuk membuat karakter lebih realistis, dapat dipercaya dan mudah diingat.

    Agar mendapatkan informasi yang disertakan dalam persona dilakukanlah Interview for Empathy
    Interview for Empathy dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
    – Tanyakan Alasan
    – Jangan pernah mengatakan “biasanya” ketika mengajukan pertanyaan
    – Mendorong agar “bercerita”
    – Cari ketidakkonsistenan
    – Perhatikan isyarat nonverbal
    – Jangan takut atas keheningan
    – Jangan menyarankan jawaban untuk pertanyaan Anda
    – Ajukan pertanyaan secara netral
    – Jangan bertanya pertanyaan biner
    – Hanya 10 kata untuk satu pertanyaan
    – Hanya ajukan satu pertanyaan pada satu waktu, satu orang pada satu waktu
    – Pastikan Anda sigap menangkap informasi

  12. Nama : Geby W P Lumban Gaol
    NIM : 11419068

    Persona adalah representasi pengguna yang merangkum bagaimana user berperilaku, cara mereka berpikir, pengalaman mereka, dan tujuan mereka. Dengan persona, desainer akan dimudahkan untuk fokus pada kebutuhan satu kelompok orang yang sama. Persona harus dibuat berdasarkan informasi orang-orang nyata.
    Langkah untuk membuat Persona yang baik adalah:
    1. Mewawancarai dan mengamati sekelompok user yang potensial
    2. Mengelompokkan orang-orang berdasarkan pola perilaku, respon, dan tindakan.
    3. Buatlah model pole dasar (archetype) berdasarkan kelompok-kelompok orang.
    4. Bangun user persona yang menggambarkan detail konteks, perilaku, kebutuhan, dll.
    5. Sebarkan user persona di antara tim dan jika perlu cari feedback dan perbaiki persona.

    Interview for empathy
    Langkah-langkah melakukan interview for empathy:

    1. Tanyakan Alasan (Mengapa) : menanyakan alasan orang melakukan sesuatu.
    2. Jangan pernah mengatakan “biasanya” ketika mengajukan pertanyaan
    3. Mendorong/mengajak “bercerita” : ajukan pertanyaan yang dapat membuat orang bercerita.
    4. Cari ketidakkonsistenan antara perkataan dan perilaku.
    5. Perhatikan isyarat nonverbal : waspadai bahasa tubuh dan emosi.
    6. Jangan takut atas keheningan/ diam
    7. Jangan menyarankan jawaban untuk pertanyaan Anda
    8. Ajukan pertanyaan secara netral yang tidak menyiratkan ada jawaban yang tepat.
    9. Jangan bertanya pertanyaan biner, yaitu pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan ya dan tidak.
    10. Hanya 10 kata untuk satu pertanyaan agar user lebih mudah memahaminya
    11. Hanya ajukan satu pertanyaan pada satu waktu, satu orang pada satu waktu
    12. Pastikan Anda sigap menangkap informasi

  13. Nama : Suryanto Ray S Panjaitan
    NIM : 11419031

    persona adalah model user. Persona memberi kita cara berpikir yang tepat dan berkomunikasi tentang bagaimana user berperilaku, bagaimana mereka berpikir, apa yang ingin mereka capai dan mengapa ingin mencapainya.

    Beberapa alasan mengapa Persona penting digunakan adalah:
    1. Membuat Persona akan membantu Anda memahami kebutuhan, pengalaman,
    perilaku dan tujuan user Anda.
    2. Persona dapat membantu Anda mengenali bahwa orang yang berbeda memiliki
    kebutuhan dan harapan yang berbeda, dan hal itu juga dapat membantu Anda
    mengidentifikasi user yang padanya produk Anda desainkan.
    3. Persona membuat tugas desain lebih mudah, memandu proses ideasi dan dapat
    membantu mencapai tujuan menciptakan user experience (UX) yang baik untuk
    kelompok target user Anda.

    Ciri-Ciri Persona yang baik
    Persona user harus:
    1. Menjelaskan pengamatan dari penelitian Anda
    2. Fokus pada saat ini dan bukan pada apa yang mungkin terjadi di masa depan
    3. Realistis dan tidak berusaha menjunjung tinggi perilaku atau keinginan
    4. Membantu menetapkan dasar tugas desain pengalaman pengguna (user experience
    design/ UXD).
    Persona harus membantu Anda memahami hal-hal tentang user itu sendiri, Mencakup:
    1. Konteks tempat produk akan digunakan
    2. Perilaku user saat ini
    3. Sikap para user secara umum
    4. Keinginan/ kebutuhan dari produk yang Anda desain
    5. Kesulitan yang ingin diatasi user dalam situasi mereka saat ini
    6. Setiap tujuan yang mungkin dimiliki user.

    Proses pembuatan persona adalah:
    1. Mulailah dengan mengidentifikasi karakteristik user yang diamati dari kegiatan user
    research.
    2. Kelompokkan atribut-atribut ini ke dalam kluster-kluster untuk membentuk karakter
    yang jelas. Jika beberapa tampak terlalu mirip, gabungkan menjadi satu atau
    singkirkan kelompok apapun yang tampaknya kurang penting bagi bisnis.
    4. Begitu peran yang berbeda muncul, tambahkan detail untuk membuat karakter lebih
    realistis, dapat dipercaya dan mudah diingat.

  14. Persona adalah representasi dari kelompok user utama, dibuat dalam proyek desain produk atau layanan/jasa. Persona membantu tim desain dan klien mereka untuk berempati dengan kebutuhan dan preferensi user mereka. Bagian yang utama dalam representasi Persona adalah sebuah skenario pendek menggambarkan tindakan yang relevan dari Persona dalam konteks alaminya. Beberapa alasan mengapa Persona penting digunakan adalah:
    1. membantu Anda memahami kebutuhan, pengalaman, perilaku dan tujuan user
    2. Persona dapat membantu Anda mengenali bahwa orang yang berbeda memiliki kebutuhan dan harapan yang berbeda.
    3. Persona membuat tugas desain lebih mudah, memandu proses ideasi dan dapat membantu mencapai tujuan menciptakan user experience (UX) yang baik untuk kelompok target user Anda.
    Persona user harus memilki ciri ciri berikut agar dapat dikatakan persona user yang baik:
    1. Menjelaskan pengamatan dari penelitian Anda
    2. Fokus pada saat ini dan bukan pada apa yang mungkin terjadi di masa depan
    3. Realistis dan tidak berusaha menjunjung tinggi perilaku atau keinginan
    4. Membantu menetapkan dasar tugas desain pengalaman pengguna (user experience design/ UXD).
    User persona memiliki manfaat utama menjaga tim tetap fokus pada hasil, dengan fokus pada bagaimana user akan merasakan hasil tersebut.

  15. Persona adalah gabungan archetype berdasarkan data perilaku yang dikumpulkan dari banyak user aktual yang ditemui dalam wawancara etnografi. Tujuan dari persona adalah agar kita dapat mengembangkan pemahaman tentang tujuan user dalam konteks tertentu. Kunci dari pendekatan penggunaan persona adalah:
    • pertama-tama memilih individu yang tepat yang padanya produk akan didesain, yaitu para user yang kebutuhannya paling mewakili kebutuhan yang lebih besar,
    • kemudian memprioritaskan individu ini sehingga kebutuhan user yang paling penting terpenuhi tanpa mengkompromi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan user.
    Persona dibuat sedini mungkin, dan juga berdasarkan studi lapangan, survey, wawancara dan metode penetilian user lainnya.
    Ciri Ciri Persona yang baik
    1. Menjelaskan pengamatan dari penelitian Anda
    2. Fokus pada saat ini dan bukan pada apa yang mungkin terjadi di masa depan
    3. Realistis dan tidak berusaha menjunjung tinggi perilaku atau keinginan
    4. Membantu menetapkan dasar tugas desain pengalaman pengguna (user experience design/ UXD).

  16. Nama : Zico Andreas Aritonang
    11419049
    D4 TRPL 2

    Persona didasarkan pada pola perilaku yang diamati selama fase Research (pengumpulan kebutuhan dan pengenalan user dan tugasnya),
    yang kemudian diformalkan pada fase Modeling (memodelkan hasil Reserach).

    Persona user harus:

    ◾ Menjelaskan pengamatan dari penelitian Anda buat
    ◾ Fokus pada saat ini dan bukan pada apa yang mungkin terjadi di masa depan
    ◾ Realistis dan tidak berusaha menjunjung tinggi perilaku atau keinginan
    ◾ Membantu menetapkan dasar tugas desain pengalaman pengguna (user experience design/ UXD).

    Proses pembuatan persona adalah:

    ◾ Mulailah dengan mengidentifikasi karakteristik user yang diamati dari kegiatan user research.
    ◾ Kelompokkan atribut-atribut ini ke dalam kluster-kluster untuk membentuk karakter yang jelas.
    ◾ Begitu peran yang berbeda muncul, tambahkan detail untuk membuat karakter lebih realistis, dapat dipercaya dan mudah diingat.

  17. Nama : Ervina Sipahutar
    NIM : 11419066
    Kelas : 42 TRPL 2

    Menurut Alan Cooper persona adalah model user. Persona mencerminkan cara berpikir dan berkomunikasi yang tepat tentang bagaimana user berperilaku, berpikir, apa yang ingin dicapai, dan bagaimana mencapainya.

    Sebuah persona dapat gunakan untuk mewakili kebutuhan sekelompok orang, namun sebuah persona tidak mungkin digunakan untuk memenuhi kebutuhan semua orang.

    Keuntungan menggunakan Persona :
    Untuk membuat tim berfokus pada hasil dan bagaimana user dapat merasakan hasil itu nantinya. Persona juga membantu memperkecil lingkup yang bersadarkan pada pemahaman sendiri.

    Guideline membuat Persona :
    a. Mengidentifikasi karakteristik user dengan pengamatan melalui kegiatan user research.
    b. Mengelompokkan atribut ke dalam kluster untuk menggabungkan beberapa kemiripan dan mengabaikan bagian yang kurang penting.
    c. Membuat karakter yang lebih realistis, dapat dipercaya, dan mudah diingat.

    Interview for Empathy :
    Dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan desain untuk kebutuhan itu melalui pemahaman perilaku seseorang (pemahaman pikiran, emosi dan motivasi) sehingga kita dapat menentukan cara berinovasi untuk pemenuhan kebutuhan tersebut.

  18. Oriza Sitanggang_11419018
    Persona : Gabungan pola dasar berdasarkan data perilaku user.Persona bukan orang sungguhan tetapi mengharuskan seolah-olah mereka adalah nyata, persona memberitahu bagaimana user berperilaku, berpikir, apa yang mereka ingin capai dan mengapa.
    Persona dibuat sedini mungkin berdasarkan user research dan dibuat berdasarkan informasi tentang orang orang nyata.
    Dengan menggunakan persona:
    – Membantu memahami kebutuhan, pengalaman, perilaku dan tujuan user
    – Membantu mengenali bahwa orang yang berbeda memiliki kebutuhan dan harapan yang berbeda pula.
    – Membuat tugas desain lebih mudah.
    Guideline membuat Persona :
    – Mengidentifikasi karakteristik user berdasarkan kegiatan user research
    – Mengelompokkan atribut untuk membentuk karakter yang jelas
    – Menambahkan detail agar karekter lebih realistis ketika peran yang berbeda muncul.

  19. Nama : Naldo Tua Samosir
    NIM : 11419024
    Kelas : 42 TRPL 1

    Definisi Persona
    • Persona Menurut Alan Cooper
    Persona adalah model user. Persona memberi kita cara berpikir yang tepat dan berkomunikasi tentang bagaimana user berperilaku, bagaimana mereka berpikir, apa yang ingin mereka capai dan mengapa ingin mencapainya.
    • Persona Menurut Interaction Design Foundation
    Persona adalah representasi dari kelompok user utama, dibuat dalam proyek desain produk atau layanan/jasa.
    • Persona Menurut Norman Nielsen Group
    Persona adalah deskripsi fiksi, namun realistis, dari target user yang menggunakan produk.

    Guideline Membuat Persona
    • Mulailah dengan mengidentifikasi karakteristik user yang diamati dari kegiatan user research.
    • Kelompokkan atribut-atribut ini ke dalam kluster-kluster untuk membentuk karakter yang jelas. Jika beberapa tampak terlalu mirip, gabungkan menjadi satu atau singkirkan kelompok apapun yang tampaknya kurang penting bagi bisnis.
    • Begitu peran yang berbeda muncul, tambahkan detail untuk membuat karakter lebih realistis, dapat dipercaya dan mudah diingat.

    Interview For Empathy
    Tahap dalam aktivitas Interview for Empathy:
    Intro Yourself, Intro Peoject, Build Rapport Evoke Stories, Explore Emotions, Question Statements, Thank & Wrap-up.

  20. Nama :Josua Simbolon
    Nim :11419032
    Kelas :42TRPL1

    Task Analisis adalah suatu metode untuk menganalisis pekerjaan manusia, apa yang dikerjakan dengan apa mereka bekerja dan apa yang harus mereka ketahui.
    Tujuan Task Analisis
    Task analisis ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan pemahaman pada :
    Apa yang user akan lakukan pada produk atau software yang sedang didesain dan yang sedang dikembangkan .
    2. Bagaimana user melakukan suatu pekerjaan tertentu.
    3. Bagaimana kebiasaan atau sikap user terhadap suatu aktifitas atau pekerjaan .
    4. Range dari kemampuan skill dari user.
    5. Bagaimana menciptakan sistem atau interface yang berorientasi user
    Istilah-istilah dalam Task Analysis
    Sasaran (external task)
    Task (internal task)
    Aksi (action)
    Rencana (method)

    User Analisis adalah pengguna atau bisa diartikan orang yang menggunakan suatu sistem informasi, sedangkan analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya, sehingga User Analisis adalah metode atau sarana yang digunakan untuk menentukan karakteristik pengguna yang akan memengaruhi pengembangan sistem perangkat lunak atau produk teknologi lainnya.
    2.1 Tujuan User Analisis
    Memberikan perspektif kepada perancang dan tentang berbagai kategori orang yang akan memainkan peran dalam penggunaan produk.
    Mencatat infromasi terperinci tentang target produk atau software
    Mempertimbangkan kebutuhan pengguna
    Mengklasifikasikan dan mengidentifikasi pengguna sesuai penggunaan produk

    User Analisis Comparises Tools :
    Stakeholder Overview
    Stakeholder Attributes
    Requirements Summary

    Jenis -Jenis User
    Individual : Manager, Director, Perorangan
    Group : Divisi, Department, Komunitas
    Operator : Staf, Data Entry, Administrasi
    Administrator : Otoritas Level tertinggi sistem

  21. Nama:Nazir Manahan Manurung
    NIM:11419020
    Kelas:42TRPL1

    Menurut Alan Cooper persona adalah model user. Persona mencerminkan cara berpikir dan berkomunikasi yang tepat tentang bagaimana user berperilaku, berpikir, apa yang ingin dicapai, dan bagaimana mencapainya.

    Persona dapat gunakan untuk mewakili kebutuhan satu kelompok orang yang sama, namun tidak mungkin menggunakan satu persona untuk memenuhi kebutuhan semua orang.

    Keuntungan menggunakan Persona
    Untuk membuat tim berfokus pada hasil dan bagaimana user dapat merasakan hasil itu nantinya. Persona juga membantu mencegah lingkup agar tidak meluas bersadarkan pemahaman sendiri.

    Guideline membuat Persona :
    a. Mengidentifikasi karakteristik user dengan pengamatan melalui kegiatan user research.
    b. Mengelompokkan atribut ke dalam kluster untuk menggabungkan beberapa kemiripan dan mengabaikan bagian yang kurang penting.
    c. Membuat karakter yang lebih realistis, dapat dipercaya, dan mudah diingat.
    Interview for Empathy
    Dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan desain untuk kebutuhan itu melalui pemahaman perilaku seseorang (pemahaman pikiran, emosi dan motivasi) sehingga kita dapat menentukan cara berinovasi untuk pemenuhan kebutuhan tersebut.

  22. Nama : Edwin G Hutagalung
    NIM : 11419009
    Kelas: 42 TRPL 1
    Task analysis adalah suatu metode untuk menganalisis pekerjaan manusia, apa yang dikerjakan dengan apa mereka bekerja dan apa yang harus mereka ketahui
    Fungsi dari task analysis adalah untuk menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusandesain serta sebagai dasar unutk mengevaluasi desain dari sistem
    informasi yang didapat melalui task analysis
    a.Tujuan user dalam melakukan task
    b.Polanya berbentuk work flow
    c.Menggunakan aplikasi lain
    Pada bagian persona yang saya telah baca yaitu memiliki arti adalah dokumentasi berisikan penjelasan dengan tujuan,kebutuhan dan ketertarikannya menjadi target user yang didapatkan dari hasil penelitian tentang user yang sesuai target
    Beberapa Alasan dalam penggunaan persona
    1. Membantu dalam memahami segala sesuatu yang ada pada user
    2. Membantu dalam mengetahui segala keinginan dari setiap user yang berbeda
    3. Mempermudah dalam melakukan segala sesuatu mengenai apa yang user inginkan dalam mencapai tujuan dari user tersebut.

  23. Nama : Jerry Andrianto Pangaribuan
    NIM : 11419046
    Kelas 42TRPL2

    Menurut Interaction Design Foundation, Persona adalah representasi dari kelompok user utama, dibuat dalam proyek desain produk atau layanan/jasa.

    Ada beberapa alasan mengapa Persona penting digunakan adalah:
    – Membuat Persona akan membantu Anda memahami kebutuhan, pengalaman, perilaku dan tujuan user Anda.
    – Persona dapat membantu Anda mengenali bahwa orang yang berbeda memiliki kebutuhan dan harapan yang berbeda, dan hal itu juga dapat membantu Anda mengidentifikasi user yang padanya produk Anda desainkan.
    – Persona membuat tugas desain lebih mudah, memandu proses ideasi dan dapat membantu mencapai tujuan menciptakan user experience (UX) yang baik untuk kelompok target user Anda.

    Terdapat 5 langkah untuk membuat Persona yang baik yaitu:
    – Dapatkan sekelompok user potensial dan lakukan wawancara atau observasi terhadap user yang potensial tersebut.
    – Cari pola dalam perilaku, respon, tindakan, dll. Lalu kelompokkan orang-orang yang menampilkan pola tersebut bersama-sama.
    – Berdasarkan pada kelompok-kelompok tersebut, buat model pola dasar (archetype).
    – Bangun user persona tetapi menggambarkan detail konteks, perilaku, kebutuhan, dll.
    – Sebarkan user persona di antara tim dan jika perlu cari feedback dan perbaiki persona.

  24. Nama : Mei Pane
    NIM : 11419006

    1.Persona
    Persona merupakan gambaran atau mendeskripsi siapa yang akan menggunakan dari produk. Persona akan memuat serinci mungkin gambaran dari user yang akan menggunakan produk mulai dari nama sampai karakteristik pribadinya.
    Ada beberapa alasan mengapa persona itu penting, yaitu:
    1.Persona dapat membantu memahami kebutuhan, pengalaman, perilaku dan tujuan dsri user.
    2.Persona dapat membantu untuk mengenali orang yang berbeda kebutuhan.
    3.Persona membuat tugas desain lebih mudah, memandu proses ideasi dan bisa membantu mencapai tujuan.
    Keuntungan yang dapat diperoleh dari menggunakan persona yaitu menjaga tim tetap fokus pada hasil yaitu bagaimana user akan merasakan hasil nya.Selain itu persona juga membantu mencegah lingkup menjalar luas.
    2.Guideline Membuat Pesona
    Proses pembuatan persona sebagai berikut :
    1.Mmemulainya dengan mengidentifikasi karakteristik dari user.
    2.Mengelompokkan atribut-atribut dalam kluster agar terbentuk karakter yang lebih jelas.
    3.Menambahkan detail untuk karakter sehingga dapat dipercaya dan mudah diingat.
    3.Interview for Empathy
    Interview for Empathy yang dijalankan akan menjadi acuan tim untuk membuat suatu solusi, mengembangkan prototipe dan mengujikan hasilnya.

  25. Persona adalah model user. Persona adalah dokumentasi berisikan penjelasan dengan tujuan,kebutuhan dan ketertarikannya menjadi target user yang didapatkan dari hasil penelitian tentang user yang sesuai target.Dalam perancangan software, kita dapat menggunakan persona untuk mewakili kebutuhan satu kelompok orang yang sama, namun satu persona tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan semua orang.
    Alasan mengapa Persona penting digunakan adalah:
    1. Membuat Persona akan membantu dalam memahami kebutuhan, pengalaman, perilaku dan tujuan user Anda.
    2. Persona membantu untuk mengenali bahwa orang yang berbeda memiliki kebutuhan dan harapan yang berbeda.
    3. Persona mempermudah tugas desain, memandu proses ideasi dan dapat membantu mencapai tujuan menciptakan user experience (UX) yang baik untuk kelompok target user kita.
    Ciri Persona User yang Baik
    1. Mampu enjelaskan pengamatan dari penelitian.
    2. Fokus pada saat ini, bukan pada apa yang mungkin terjadi di masa depan
    3. Realistis dan tidak berusaha menjunjung tinggi perilaku atau keinginan.
    4. Membantu menetapkan dasar tugas desain pengalaman pengguna (user experience design/ UXD).
    Persona harus membantu dalam memahami hal-hal tentang user, yaitu mencakup:
    1. Konteks tempat produk akan digunakan
    2. Perilaku user saat ini
    3. Sikap para user secara umum
    4. Keinginan/ kebutuhan dari produk yang Anda desain
    5. Kesulitan yang ingin diatasi user dalam situasi mereka saat ini
    6. Setiap tujuan yang mungkin dimiliki user.
    Langkah untuk membuat Persona yang baik adalah:
    1. Dapatkan sekelompok user potensial dan lakukan wawancara atau observasi.
    2. Cari pola dalam perilaku, respon, tindakan, dll. Lalu kelompokkan orang-orang yang menampilkan pola tersebut bersama-sama.
    3. Berdasarkan pada kelompok-kelompok tersebut, buat model pola dasar (archetype).
    4. Bangun user persona tetapi menggambarkan detail konteks, perilaku, kebutuhan, dll.
    5. Sebarkan user persona di antara tim dan jika perlu cari feedback dan perbaiki persona.
    Terdapat 4 penggunaan utama Persona dalam desain produk:
    1. Persona harus digunakan untuk memvalidasi keputusan yang dibuat oleh tim desain, misalnya “Apakah hal-hal tersebut adalah yang benar-benar dibutuhkan user?”
    2. Persona digunakan untuk mengembangkan prioritas ketika terdapat ide yang konflik dengan sumberdaya dan waktu.
    3. Persona harus tersedia selama sesi ideasi untuk bertindak sebagai sumber inspirasi untuk menjaga fokus pada user.
    4. Persona harus direferensikan saat mengkritik ide atau iterasi produk
    Proses pembuatan persona adalah:
    • Identifikasi karakteristik user yang diamati dari kegiatan user research.
    • Kelompokkan atribut-atribut ini ke dalam kluster-kluster untuk membentuk karakter yang jelas. Jika beberapa tampak terlalu mirip, gabungkan menjadi satu dan singkirkan yang tidak terlalu penting.
    • Ketika peran yang berbeda muncul, tambahkan detail untuk membuat karakter lebih realistis, dapat dipercaya dan mudah diingat.
    Informasi umum yang disertakan dalam Persona adalah:
    1. Nama, usia, jenis kelamin dan foto
    2. Tagline,menggambarkan apa yang mereka lakukan dalam “kehidupan nyata”,
    3. Tingkat pengalaman di bidang produk atau layanan Anda.
    4. Konteks bagaimana mereka akan berinteraksi dengan produk Anda
    5. Tujuan dan masalah ketika mereka melakukan tugas yang relevan: kecepatan, ketepatan, ketelitian atau kebutuhan lain yang dapat menjadi faktor dalam penggunaannya
    6. Quote untuk menyimpulkan sikap persona.

  26. Nama : Gahasa Timothius B.P Purba
    NIM : 11419048
    Prodi : 42TRPL2

    Persona adalah representasi konkret dari berbagai jenis orang yang dirancang untuk sistem atau layanan yang akan dibangun atau Persona adalah dokumentasi yang berisi penjelasan tentang karakteristik user digabungkan dengan tujuan, kebutuhan dan ketertarikannya yang menjadi target user yang didapatkan dari hasil penelitian tentang user yang sesuai target.

  27. Nama : Berliana L. Simamora
    Nim : 11419016

    User Task & Analysis
    Persona merupakan deskripsi fisik, namun realistis, dari target user pengguna produk. Maksudnya, persona harus didasarkan pada pengamatan dunia nyata yang membantu tim design dan client untuk berempati dengan kebutuhan user.

    Kunci dari pendekatan penggunaan persona adalah:
     Pertama-tama memilih individu yang tepat yang padanya produk akan didesain, yaitu para user yang kebutuhannya paling mewakili kebutuhan kumpulan konstituen utama yang lebih besar,
     Kemudian memprioritaskan individu-individu ini sehingga kebutuhan user yang paling penting terpenuhi tanpa mengkompromi kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan user sekunder.

    Alasan mengapa persona penting digunakan antara lain:
    1. Membuat persona akan membantu memahami kebutuhan, pengalaman, perilaku dan tujuan user.
    2. Persona dapat membantu dalam mengenali bahwa orang yang berbeda memiliki kebutuhan dan harapan yang berbeda, dan hal itu juga dapat membantu dalam mengidentifikasi user yang padanya produk didesain.
    3. Persona membuat tugas desain lebih mudah, memandu proses ideasi dan dapat membantu mencapai tujuan menciptakan user experience (ux) yang baik untuk kelompok target user.

    Persona user harus:
    1. Menjelaskan pengamatan dari penelitian anda
    2. Fokus pada saat ini dan bukan pada apa yang mungkin terjadi di masa depan
    3. Realistis dan tidak berusaha menjunjung tinggi perilaku atau keinginan
    4. Membantu menetapkan dasar tugas desain pengalaman pengguna (user experience design/ uxd).

    Keuntungan menggunakan persona:
    o Menjaga tim tetap fokus pada hasil, dengan fokus pada bagaimana user akan merasakanhasil tersebut.
    o Membantu mencegah lingkup yang menjalar luas dan desain berdasarkan referensi diri.

    Proses pembuatan persona:
    • Identifikasi karakteristik user yang diamati dari kegiatan user research.
    • Kelompokkan atribut-atribut ini ke dalam kluster-kluster untuk membentuk karakter yang jelas.
    • Tambahkan detail untuk membuat karakter lebih realistis, dapat dipercaya dan mudah diingat.

  28. Nama: Michael Situmorang
    NIM: 11419005

    Persona adalah modal user. Persona didasarkan pada pola perilaku yang diamati selama fase “pengumpulan kebutuhan dan pengenalan user dan tugasnya”, yang kemudian diformalkan pada fase Modeling atau pemodelan. Dengan menggunakan Persona, kita dapat mengembangkan pemahaman tentang tujuan user dalam konteks tertentu.

    Beberapa alasan mengapa Persona penting digunakan adalah:

    1. Membuat Persona akan membantu Anda memahami kebutuhan, pengalaman, perilaku dan tujuan user.
    2. Persona dapat membantu mengenali bahwa orang yang berbeda memiliki kebutuhan dan harapan yang berbeda, dan hal itu juga dapat membantu juga mengidentifikasi user yang padanya produk Anda desainkan.
    3. Persona membuat tugas desain lebih mudah, memandu proses ideasi dan dapat membantu mencapai tujuan menciptakan User Experience (UX) yang baik untuk kelompok target user.

    Langkah untuk membuat Persona yang baik adalah:

    1. Dapatkan sekelompok user potensial dan lakukan wawancara atau observasi terhadap user yang potensial tersebut.
    2. Cari pola dalam perilaku, respon, tindakan, … . Lalu kelompokkan orang-orang yang menampilkan pola tersebut bersama-sama.
    3. Berdasarkan pada kelompok-kelompok tersebut, buat model pola dasar.
    4. Bangun user persona tetapi menggambarkan detail konteks, perilaku, kebutuhan, dll.
    Sebarkan user persona di antara tim dan jika perlu cari feedback dan perbaiki persona

Comments are closed.