Creativity & Innovation

Creative Problem-Solving

“If you define the problem correctly, you almost have the solution.”

Steve Jobs

Topik bahasan:

  1. Pendahuluan
  2. Asal Usul The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process
  3. Manfaat Penggunaan Creative Problem-Solving
  4. Prinsip Utama dari Creative Problem-Solving
  5. Proses Creative Problem-Solving
  6. Divergent Thinking & Convergent Thinking

PENDAHULUAN

The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah. Dalam aktivitas sehari-hari, baik dalam perkuliahan maupun saat nanti bekerja, Anda perlu menerapkan proses kreatif ini jika ingin berkembang dan menunjukkan bahwa Anda dapat memberikan nilai kontribusi pada organisasi Anda. Jika ingin melakukan lebih baik dari syarat minimum dalam perkuliahan ataupun pekerjaan, Anda perlu menemukan cara untuk menjadi lebih berharga di kampus atau perusahaan tempat Anda bekerja. Keterampilan memecahkan masalah ini adalah salah satu cara yang baik untuk melampaui syarat minimum tersebut.

Terdapat banyak pendekatan untuk pemecahan masalah yang dapat Anda gunakan. Dengan membawa kreativitas pada cara Anda memecahkan masalah, Anda bisa mendapatkan variasi ide potensial dan solusi yang lebih baik.


ASAL USUL THE OSBORN PARNES CREATIVE PROBLEM-SOLVING PROCESS

The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process dimulai oleh Alex Osborn pada tahun 1940-an, yang dikembangkan bersama Sid Parnes pada tahun 1950-an. Osborne dan Parnes sama-sama memfokuskan pekerjaan mereka pada kreativitas. Keduanya berkolaborasi untuk memformalkan proses kreatif tersebut, yang masih diajarkan hingga saat ini. Reputasi Alex Osborn dihargai ketika menciptakan teknik brainstorming pada tahun 1940-an. Osborn kemudian mendirikan Creative Education Foundation dengan Sid Parnes sebagai pemimpinnya.

Model Osborn Parnes adalah pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.

  1. Mess Finding / Objective Finding
  2. Fact Finding
  3. Problem Finding
  4. Idea Finding
  5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
  6. Acceptance Finding (Idea Implementation)

1. Mess Finding / Objective Finding

Selama fase Objective Finding, Anda menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.

Apakah tujuan menjalankan proses pemecahan masalah Anda? Perjelas mengapa Anda melakukannya. Hal ini membantu memastikan Anda memfokuskan upaya pada area yang tepat. Mengetahui tujuan dan sasaran akan membantu Anda memfokuskan upaya Anda di mana mereka memiliki nilai paling tinggi.

2. Fact Finding

Fase Fact Finding memastikan Anda mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.

Setelah Anda mengidentifikasi area yang ingin Anda fokuskan, kumpulkan informasi sebanyak mungkin. Hal ini membantu Anda mendapatkan gambaran lengkap tentang situasi tersebut. Kumpulkan data, kumpulkan informasi, lakukan observasi dan terapkan metode lain untuk belajar lebih banyak tentang situasi tersebut.

3. Problem Finding

Fase Problem Finding memungkinkan Anda untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin Anda fokuskan. Ubah kembali masalah untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.

Pada fase ini, Anda perlu melihat masalah dan informasi yang sebelumnya telah Anda kumpulkan untuk memperjelas masalah yang akan Anda selesai dengan lebih baik.

Pastikan Anda berfokus pada masalah yang tepat sebelum melanjutkan untuk mengembangkan solusi.

Contoh: Anda berpikir ingin mendapatkan pekerjaan sampingan, sehingga Anda bisa memiliki lebih banyak uang untuk membawa keluarga Anda berlibur. Setelah eksplorasi lebih dalam, Anda menyadari keinginan dan tujuan Anda yang sebenarnya adalah menemukan cara untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga Anda.

Jadi, masalahnya bukan bisa berlibur dengan keluarga, tetapi menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga (tidak terbatas hanya dalam bentuk berlibur bersama).

4. Idea Finding

Fase Idea Finding memungkinkan Anda menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.

Pada fase ini, Anda perlu memunculkan banyak ide potensial yang berbeda untuk mengatasi masalah tersebut. Jangan pernah menghakimi sebuah saran, sebaiknya sambutlah jika ada ide-ide gila yang muncul. Ide yang tak terduga bahkan terasa aneh, dapat membantu untuk menghasilkan ide-ide hebat. Gunakan teknik brainstorming, affinity mapping atau tool lain untuk mengatur input ide yang dihasilkan.

5. Solution Finding ( Idea Evaluation)

Fase Solution Finding memungkinkan Anda memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.

Tetapkan kriteria pemilihan untuk mengevaluasi pilihan ide terbaik. Buatlah matriks prioritas dengan kriteria Anda untuk membantu memilih apa yang akan difokuskan.

6. Action Finding (Idea Implementation)

Dalam fase Action Finding, kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah Anda tetapkan sebagai pilihan terbaik.

Anda mungkin perlu membuat rencana tindakan yang lebih kompleks, bergantung pada seberapa kompleks solusinya. Jadi, struktur rincian kerja aktivitas Anda pun mungkin dalam bentuk kompleks atau sederhana.

Saat membuat rencana tindakan, identifikasi siapa yang bertanggungjawab untuk setiap aktivitas, bagaimana ketergantungannya dengan aktivitas lain atau orang lain dan batas akhir waktu pelaksanaannya.


MANFAAT MENGGUNAKAN CREATIVE PROBLEM-SOLVING

Penggunaan pendekatan pemecahan masalah yang kreatif memiliki banyak manfaat, yaitu:

  1. Memberikan pendekatan terstruktur untuk pemecahan masalah;
  2. Menghasilkan lebih banyak pilihan solusi yang memungkinkan dengan menggunakan pendekatan divergen dan konvergen;
  3. Menciptakan pendekatan inovatif untuk berubah;
  4. Karena pendekatannya kolaboratif, maka memungkinkan banyak peserta terlibat;
  5. Dengan melibatkan banyak peserta dalam menemukan solusi, maka dapat menciptakan lingkungan yang positif dan dukungan dari peserta;
  6. Pendekatan kreatif ini sesuatu yang bisa dipelajari;
  7. Keterampilan pemecahan masalah yang kreatif ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.

PRINSIP UTAMA CREATIVE PROBLEM-SOLVING

Creative Problem-Solving (CPS) dimulai dengan dua asumsi:

  1. Bagaimanapun juga, setiap orang adalah kreatif.
  2. Keterampilan kreatif dapat dipelajari dan ditingkatkan.

Prinsip utama dari CPS adalah:

  1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    Kunci kreativitas adalah mempelajari cara-cara untuk mengidentifikasi dan menyeimbangkan pemikiran divergen dan konvergen (dilakukan secara terpisah) dan mengetahui kapan mempraktikkannya.
  2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    Solusi lebih siap dikembangkan ketika tantangan dan masalah disajikan kembali sebagai pertanyaan terbuka dengan berbagai kemungkinan. Pertanyaan terbuka itu menghasilkan banyak informasi yang kaya, sementara pertanyaan tertutup cenderung mendapatkan konfirmasi atau penolakan. Berbeda dengan pertanyaan, pernyataan cenderung menghasilkan respon yang terbatas atau tidak ada sama sekali.
  3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    Seperti pada brainstorming yang diciptakan Alex Osborn, penilaian sebagai tanggapan atas suatu ide akan menghentikan kegiatan penciptaan ide. Ada waktu yang tepat dan perlu untuk menerapkan penilaian, yaitu pada saat pemikiran konvergen. Maka tunda melakukan penilaian ketika masih dalam proses penciptaan ide sebanyak-banyaknya.
  4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”
    Saat menghasilkan informasi dan ide, penggunaan bahasa sangat penting. Kalimat yang dimulai dengan “Ya, dan ..” memungkinkan kelanjutan dan perluasan ide, yang diperlukan pada tahapan Creative Problem-Solving tertentu. Penggunaan kata “Tidak, tetapi…” menutup sebuah percakapan, meniadakan semua ide yang telah ada sebelumnya.

PROSES CREATIVE PROBLEM-SOLVING

Osborn dan Parnes mulai mengerjakan pendekatan pemecahan masalah kreatif pada tahun 1950-an. Sejak itu, prosesnya telah berkembang tetapi fokus pada penggunaan kreativitas tetap penting. Modifikasi yang lebih baru dari pendekatan Creative Problem-Solving ini dibagi menjadi empat tahap dengan total enam langkah proses eksplisit. Setiap langkah menggunakan divergent thinking dan convergent thinking.

Penjelasan keempat tahap Creative-Problem Solving dijelaskan pada tabel berikut.

TahapLangkahTujuan
ClarifyMengeksplorasi VisiMengidentifikasi tujuan, keinginan atau tandatangan.
Mengumpulkan DataMenjelaskan dan menghasilkan data untuk memungkinkan pemahaman yang jelas tentang tantangan.
Merumuskan TantanganMempertajam kesadaran akan tantangan dan membuat pertanyaan tantangan yang mengundang solusi.
IdeateMengeksplorasi IdeMenghasilkan ide yang menjawab pertanyaan tantangan.
DevelopMerumuskan SolusiBerpindah dari ide ke solusi. Melakukan evaluasi, memperkuat dan memilih solusi terbaik yang sesuai dengan masalah.
ImplementMerumuskan PerencanaanMenjelajahi penerimaan dan identifikasi sumber daya dan tindakan yang akan mendukung implementasi solusi yang dipilih.

DIVERGENT THINKING & CONVERGENT THINKING

Proses Creative Problem-Solving menggunakan dua pendekatan berpikir, yaitu divergent thinking dan convergent thinking.

Divergent Thinking

Divergent thinking adalah proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin. Divergent thinking biasanya dilakukan dengan pendekatan spontan di mana tim berbagi banyak ide seperti dalam brainstorming. Pendekatan ini memungkinkan lebih banyak pemikiran “out of the box” yang dihasilkan untuk menjadi ide-ide kreatif.

Divergent thinking dapat dilakukan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan untuk merangsang pemikiran kreatif. Saat belakukan sesi ini, jangan mengkritik atau menilai sebuah ide. Sebaiknya, sambutnya ide tersebut dan kembangkan sebanyak mungkin sehingga semakin banyak ide yang dihasilkan. Pada pendekatan ini jangan lupa juga untuk menggunakan kata “Ya, dan…” dan hindarkan menggunakan “Tidak, tetapi…” ketika merespon satu ide dari anggota tim.

Setelah ide dihasilkan melakukan pendekatan divergent thinking yang kreatif dan mengalir bebas, Anda kemudian beralih ke convergent thinking.

Convergent Thinking

Convergent thinking adalah proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisisnya dan menemukan satu solusi terbaik utuk masalah yang ingin dipecahkan. Dalam proses di convergent thinking ini tentukan kriteria untuk menyaring dan mengevaluasi ide. Luangkan waktu untuk mengevaluasi pilihan-pilihan dan bahkan meningkatkan saran-saran jika memungkinkan atau diperlukan.


Kadang kala, seseorang menggunakan pendekatan yang sangat konvergen untuk pemecahan masalah. Dia mungkin melewatkan sesi brainstorming yang kreatif dan sebaliknya mencoba memikirkan jawaban langsung untuk masalah tersebut. Hal ini mungkin dapat menciptakan satu solusi. Namun, akan sangat berguna ketika menggunakan kedua pendekatan convergent thinking dan divergent thinking , karena dapat menghasilkan lebih banyak opsi dan solusi kreatif yang benar-benar dapat menjawab permasalahan.


Referensi



55 thoughts on “Creative Problem-Solving

  1. NIM: 11418030
    The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process dimulai oleh Alex Osborn pada tahun 1940-an, yang dikembangkan bersama Sid Parnes pada tahun 1950-an adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah. . Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.

    1. Mess Finding / Objective Finding
    Tujuan dari proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding
    Mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.
    3. Problem Finding
    Menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin difokuskan.
    4. Idea Finding
    Menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    5. Solution Finding (Idea Evaluation)
    Memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    6. Action Finding (Idea Implementation)
    Kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah Anda tetapkan sebagai pilihan terbaik.

    The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    Prinsip Utama CPS:
    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”

  2. Nama: Rince Septriana Parhusip

    Rangkuman
    The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process dimulai oleh Alex Osborn pada tahun 1940-an, yang dikembangkan bersama Sid Parnes pada tahun 1950-an . Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.

    1. Mess Finding / Objective Finding
    Tujuan dari proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding
    Mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.
    3. Problem Finding
    Menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin difokuskan.
    4. Idea Finding
    Menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    5. Solution Finding (Idea Evaluation)
    Memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    6. Action Finding (Idea Implementation)
    Kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah Anda tetapkan sebagai pilihan terbaik.

    Ringkasan:
    The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    Prinsip Utama CPS:
    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”

  3. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process dimulai oleh Alex Osborn pada tahun 1940-an, yang dikembangkan bersama Sid Parnes pada tahun 1950-an . Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.

    1. Mess Finding / Objective Finding
    Tujuan dari proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding
    Mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.
    3. Problem Finding
    Menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin difokuskan.
    4. Idea Finding
    Menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    5. Solution Finding (Idea Evaluation)
    Memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    6. Action Finding (Idea Implementation)
    Kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah Anda tetapkan sebagai pilihan terbaik.

    Prinsip Utama CPS:
    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”

  4. Nama : Saut Sihotang
    Nim : 11418055

    Model Osborn Parnes adalah pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.

    Mess Finding / Objective Finding
    Fact Finding
    Problem Finding
    Idea Finding
    Solution Finding ( Idea Evaluation)
    Acceptance Finding (Idea Implementation)

    Creative Problem-Solving (CPS) dimulai dengan dua asumsi:

    Bagaimanapun juga, setiap orang adalah kreatif.
    Keterampilan kreatif dapat dipelajari dan ditingkatkan.

    Divergent thinking adalah proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin.

    Convergent thinking adalah proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisisnya dan menemukan satu solusi terbaik utuk masalah yang ingin dipecahkan.

  5. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    1. Mess Finding / Objective Finding
    Menentukan apa tujuan dari proses
    2. Fact Finding
    Mengumpulkan data yang cukup untuk memahami masalah
    3. Problem Finding
    menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata kemudian mengubah masalah tersebut untuk menghasilkan solusi kreatif yang bernilai
    4. Idea Finding
    Menghasilkan beberapa pilihan solusi untuk masalah tersebut
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    Menentukan satu solusi terbaik dari beberapa solusi yang ditemukan pada idea finding
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation)
    Mengembangkan rencana untuk mengembangkan solusi yang dipilih sebagai solusi terbaik.
    Prinsip utama dari CPS adalah:
    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”

  6. Creative Problem Solvig adalah cara yang paling terstruktur untuk mengahasilkan ide ide yang terbaik dalam pemecahan masalah.
    Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    – Mess Finding / Objective Finding: menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah
    – Fact Finding: mengumpulkan data untuk memahami masalah
    – Problem Finding: menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar masalah
    – Idea Finding: mengahasilkan banyak obsi untuk mengatasi masalah
    – Solution Finding ( Idea Evaluation): memilih opsi terbaik dari ide ide yang dihasilkan
    – Acceptance Finding (Idea Implementation): menerapkan solusi dari pemecahan masalah.
    Manfaat menggunakan creative probelm solving:
    – Memberikan pendekatan terstruktur untuk pemecahan masalah;
    – Menghasilkan banyak pilihan solusi yang memungkinkan dengan menggunakan pendekatan divergen dan konvergen;
    – Menciptakan pendekatan inovatif untuk berubah;
    – Memungkinkan banyak peserta terlibat -> pendekatan kolaboratif
    – Dapat menciptakan lingkungan yang positif dan dukungan dari peserta (banyak peserta terlibat)
    Prinsip Utama:
    – Keseimbangan Divergent Thinking dan Convergent Thinking
    – Mengajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    – menunda memberikan Penghakiman atau Penilaian
    – Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”
    Proses:
    – Clarivy
    – Ideate
    – Develop
    – Implement
    DIVERGENT THINKING & CONVERGENT THINKING
    – Divergen: proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin
    Convergent: proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisisnya dan menemukan satu solusi terbaik utuk masalah yang ingin dipecahkan.

  7. Creative Problem-Solving

    Creative Problem-Solving adalah proses pemecahan dengan menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif. Model Osborn Parnes adalah pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok dalam menerapkan kreatifitas dalam pemecahan masalah. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process yaitu : Mess finding/Objective Finding, Fact Finding, problem finding, idea finding, solution finding and acceptance Finding.
    Prinsip utama creative problem solving adalah Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang, Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan, Tunda Penghakiman atau Penilaian, Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…” Beberapa tahapan untuk CPS adalah clarify, ideaate, develop and implement. Proses CPS menggunakan dua pendekatan berfikir yaitu : Divergent Thinking “ proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin. Convergent Thinking “ proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisisnya dan menemukan satu solusi terbaik untuk masalah yang ingin dipecahkan.

  8. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes merupakan cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    Model Osborn Parnes adalah pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    1. Mess Finding / Objective Finding
    2. Fact Finding
    3. Problem Finding
    4. Idea Finding
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation)
    Creative Problem-Solving (CPS) dimulai dengan dua asumsi:
    1. Bagaimanapun juga, setiap orang adalah kreatif.
    2. Keterampilan kreatif dapat dipelajari dan ditingkatkan.
    Prinsip utama dari CPS adalah:
    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”
    Proses Creative Problem-Solving menggunakan dua pendekatan berpikir, yaitu divergent thinking dan convergent thinking.

  9. Osbonrne adalah seorang yang menciptakan teknik brainstorming pada tahun 1940-an, Ia juga mendirikan Creative Education Foundation dengan Sid Parnes sebagai pemimpinnya. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process yaitu Mess Finding, Fact Finding, Problem Finding, Idea Finding, Solution, Finding, Acceptance Finding. Dalam penggunaan creative problem solving memiliki banyak manfaat diantaranya: memberikan pendekatan terstruktur, menghasilkan banyak solusi dengan pendekatan divergen dan konvergen, dapat menciptakan pendekatan inovatif, dll. Creative Problem Solving(CPS) ini juga didasarkan pada 4 prinsip utama yaitu:1) Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang 2) Mengajukan Masalah sebagai Pertanyaan 3) Menunda Penghakiman/Penilaian 4) Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”. Proses CPS ini dibagi dalam 4 tahap yaitu clarify, ideate, develop, dan implement dan terdiri 6 langkah proses eksplisit. Setiap langkah tersebut menggunakan divergent berfokus pada proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin dan convergent berfokus mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking.

  10. 1. Pendahuluan
    The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.

    2. Asal Usul The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process
    Model Osborn Parnes membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah. Terdapat 6 langkah:
    a. Mess Finding / Objective Finding
    b. Fact Finding
    c. Problem Finding
    d. Idea Finding
    e. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    f. Acceptance Finding (Idea Implementation)

    3. Prinsip Utama dari Creative Problem-Solving
    a. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    b. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    c. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    d. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”

    4. Divergent Thinking & Convergent Thinking
    Divergent thinking, proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin.
    Convergent thinking, proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisisnya dan menemukan satu solusi terbaik.

  11. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process yaitu:Mess Finding / Objective Finding,
    Fact Finding,Problem Finding,Idea Finding,Solution Finding ( Idea Evaluation),Acceptance,Finding (Idea Implementation).
    Prinsip utama dari Creative Problem-Solving adalah:Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang,Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan,Tunda Penghakiman atau Penilaian,Fokus pada “Ya, dan” Dibandingkan “Tidak, tetapiiii”.
    Proses Creative Problem-Solving menggunakan dua pendekatan berpikir, yaitu divergent thinking dan convergent thinking.
    Divergent thinking adalah proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin. Divergent thinking biasanya dilakukan dengan pendekatan spontan di mana tim berbagi banyak ide seperti dalam brainstorming.
    Convergent thinking adalah proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisisnya dan menemukan satu solusi terbaik utuk masalah yang ingin dipecahkan.

  12. Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah. Terdapat banyak pendekatan untuk pemecahan masalah yang dapat digunakan. Dengan membawa kreativitas pada cara sendiri untuk memecahkan masalah, bisa mendapatkan variasi ide potensial dan solusi yang lebih baik. Model Osborn Parnes adalah pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    1. Mess Finding / Objective Finding
    Selama fase Objective Finding, Menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding
    Fase Fact Finding memastikan untuk mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.
    3. Problem Finding
    Fase Problem Finding memungkinkan untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin difokuskan. Ubah kembali masalah untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.
    4. Idea Finding
    Fase Idea Finding memungkinkan untuk menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    5. Solution Finding (Idea Evaluation)
    Fase Solution Finding memungkinkan untuk memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    6. Action Finding (Idea Implementation)
    Dalam fase Action Finding, kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah ditetapkan sebagai pilihan terbaik.
    Penggunaan pendekatan pemecahan masalah yang kreatif memiliki banyak manfaat, yaitu:
    1. Memberikan pendekatan terstruktur untuk pemecahan masalah.
    2. Menghasilkan lebih banyak pilihan solusi yang memungkinkan dengan menggunakan pendekatan divergen dan konvergen.
    3. Menciptakan pendekatan inovatif untuk berubah.
    4. Karena pendekatannya kolaboratif, maka memungkinkan banyak peserta terlibat.
    5. Dengan melibatkan banyak peserta dalam menemukan solusi, maka dapat menciptakan lingkungan yang positif dan dukungan dari peserta.
    6. Pendekatan kreatif ini sesuatu yang bisa dipelajari.
    7. Keterampilan pemecahan masalah yang kreatif ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.
    Prinsip utama dari CPS adalah:
    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…
    Divergent Thinking
    Divergent thinking adalah proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin. Divergent thinking biasanya dilakukan dengan pendekatan spontan di mana tim berbagi banyak ide seperti dalam brainstorming.
    Convergent Thinking
    Convergent thinking adalah proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisis dan menemukan satu solusi terbaik untuk masalah yang ingin dipecahkan. Dalam proses di convergent thinking ini tentukan kriteria untuk menyaring dan mengevaluasi ide.

  13. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes merupakan sebuah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    Keterampilan dalam emmecahkan masalah merpakan sebuah cara yang baik untuk melampaui syarat minimum dalam sebiah peerjaan atau perkuliahan.
    Model Osborn Parnes membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah. Terdapat 6 langkah:
    a. Mess Finding / Objective Finding = menentukan tujuan dari proses pemecahan masalah
    b. Fact Finding = memastikan pengumpulan data cukup untuk memahami masalah
    c. Problem Finding = memungkinkan penggalian masalah lebih dalam dan menemukan akar masalah nyata yang akan difokuskan
    d. Idea Finding = memungkinkan penghasilan banyak opsi untuk mengatasi masalah
    e. Solution Finding ( Idea Evaluation) = pemilihan opsi terbaik ari ide yang dihasilkan pada fase finding.
    f. Acceptance Finding (Idea Implementation) = pengimplementasian ide
    Prinsip Utama dari Creative Problem-Solving
    a. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    b. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    c. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    d. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”

    Divergent thinking merupakan proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin. Convergent thinking merupakan proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisisnya dan menemukan satu solusi terbaik.

  14. Creative Problem-Solving
    The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.Model Osborn Parnes adalah pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process yaitu Mess Finding / Objective, Finding Fact Finding, Problem Finding,Idea Finding,Solution Finding,Acceptance Finding.Terdapat proses ceative problem solving sebagai berikut
    1.Clarify bertujuan untuk Mengidentifikasi tujuan, Menjelaskan data untuk memungkinkan pemahaman yang jelas tentang tantangan.
    2.Ideate bertujuan untuk Menghasilkan ide yang menjawab pertanyaan tantangan.
    3. Develop bertujuan untuk Melakukan evaluasi, memperkuat dan memilih solusi terbaik yang sesuai dengan masalah
    4.Implement bertjuan untuk Menjelajahi penerimaan dan identifikasi sumber daya dan tindakan yang akan mendukung implementasi solusi yang dipilih.
    Divergent Thinking adalah proses kreatif menghasilkan banyak solusi
    Covergent Thinkibg adalah proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking.

  15. Proses Pemecahan Masalah Kreatif (The Osborn Parnes Creative Problem-Solving) adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara yang kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah. Proses Pemecahan Masalah Kreatif ini dikembangkan oleh Alex Osborn dan Sid Parnes. Terdapat 6 langkah dalam Pemecaham Masalah Kreatif yaitu :
    1. Mess Finding/Objective Finding, yang bertujuan untuk menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding, fase yang bertujuan untuk memastikan pengumpulan cukup data untuk memahami masalah.
    3. Problem Finding, untuk menggali maslaah lebih dalam dan menemukan akar permasalahan untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.
    4. Idea Finding, untuk menghasilkan banyak opsi dalam mengatasi masalah.
    5. Solution Finding(Idea Evaluation), memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan.
    6. Action Finding, kembangkan rencana untuk menerapkan solusi yang telah ditetapkan sebagai pilihan terbaik.
    Divergent Thingking adalah proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin.
    Convergent Thingking adalah proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisanya dan menemukan satu solusi terbaik untuk masalah yang ingin dipecahkan.

  16. Proses Pemecahan MAsalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes merupakan cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah. Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes ditemukan pada tahun 1940-an oleh Alex Osborn dan dikembangkan oleh Sid Parnes pada tahun 1950-an.
    6 Langkah dalam Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes :
    1. Mess Finding (Menentukan tujuan dari proses pemecahan masalah)
    Memperjelas alasan untuk melakukan proses pemecahan masalah. Menentukan tujuan dan sasaran agar menambah fokus untuk mencari nilai paling tinggi.
    2. Fact Finding (Mengumpulkan data untuk memahami masalah)
    Mengumpulkan informasi sebanyak mungkin untuk membentuk gambaran lengkap mengenai masalah.
    3. Problem Finding (Menemukan masalah yang ada)
    Pentingnya mengetahui masalah dengan tepat agar dapat menemukan solusi yang tepat.
    4. Idea Finding (Menemukan opsi untuk mengatasi masalah)
    Menciptakan banyak ide yang memiliki kemungkinan untuk menyelesaikan masalah. Setiap saran untuk penyelesaian masalah dapat ditampung untuk mendapatkan saran yang efektif.

  17. Creative Problem-Solving:
    A.Osborn Parnes Creative Problem-Solving adalah cara terstruktur membuat cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    langkahnya:
    1.Mess Finding / Objective Finding
    2.Fact Finding
    3.Problem Finding
    4.Idea Finding
    5.Solution Finding ( Idea Evaluation)
    6.Acceptance Finding (Idea Implementation)

    B.Manfaat Menggunakan Creative Problem-Solving
    1.Memberikan pendekatan terstruktur
    2.Menghasilkan solusi
    3.Menciptakan pendekatan inovatif
    4.melibatkan banyak peserta
    5.menciptakan lingkungan yang positif
    6.bisa dipelajari
    7.Penerapan di barbagai bidang

    C.Prinsip Utama Creative Problem-Solving
    asumsikan setiap orang kreatif dan keterampilan kreatif dapat ditingkatkan.
    dengan prinsip :
    1.Divergent dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2.Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3.Tunda Penilaian
    4.Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”

    D.Proses Creative Problem-Solving
    tahapanya yaitu
    1.Clarify (mengeksplorasi data, mengumpulkan data dan merumuskan tantangan)
    2.Ideate (mengeksplorasi ide, merumuskan masalah)
    3.Develpo (merumuskan solusi)
    4.Implement (merumuskan perencanaan)

    E.Divergent Thinking&Convergent Thinking
    Divergent thinking adalah proses kreatif untuk menghasilkan solusi yang mungkin.
    Convergent thinking adalah proses menemukan satu solusi terbaik masalah yang ingin dipecahkan dari Divergent Thinking.

  18. Creative Problem-Solving : adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    1. Mess Finding / Objective Finding
    2. Fact Finding
    3. Problem Finding
    4. Idea Finding.
    5. Solution Finding (Idea Evaluation)
    6. Action Finding ( Idea Implementation)

    Prinsip utama Creative Problem-Solving
    – Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    – Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    – Tunda Penghakiman atau Penilaian
    – Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”

    Tahap Creative Problem-Solving
    – Clarity : mengeksplorasi visi, mengumpulkan data, merumuskan tantangan
    – Ideate : mengeksplorasi ide
    – Develop : merumuskan solusi
    – Implement : merumuskan perencanaan

    Divergent Thinking : proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin

    Convergent Thinking : proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisisnya dan menemukan satu solusi terbaik utuk masalah yang ingin dipecahkan

  19. Creative Problem-Solving
    1. Mess Finding / Objective Finding
    Menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding
    memastikan mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.
    3. Problem Finding
    Memungkinkan untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin fokuskan.
    4. Idea Finding
    Memungkinkan menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    Memungkinkan memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    6. Action Finding
    Membuat rencana tindakan yang lebih kompleks, bergantung pada seberapa kompleks solusinya. jadi, struktur rincian kerja aktivitas Anda pun mungkin dalam bentuk kompleks atau sederhana
    Divergent Thinking
    Adalah proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin. Dapat dilakukan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan untuk merangsang pemikiran kreatif.

    Convergent Thinking
    Adalah proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisisnya dan menemukan satu solusi terbaik utuk masalah yang ingin dipecahkan.

  20. Creative Problem-Solving
    6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process:
    1. Mess Finding / Objective Finding
    Untuk mengetahui tujuan dan sasaran menjalankan proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding
    Mengumpulkan informasi sebanyak mungkin untuk membantu mendapat gambaran lengkap mengenai situasi permasalahan.
    3. Problem Finding
    Berfokus pada masalah yang tepat sebelum melanjutkan untuk mengembangkan solusi.
    4. Idea Finding
    Perlu memunculkan banyak ide potensial yang berbeda untuk mengatasi masalah tersebut. Ide yang tidak terduga bahkan dapat membantu menghasilkan ide hebat.
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    Memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase idea finding.
    6. Action Finding (Idea Implementation)
    Dalam tahap ini, kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah ditetapkan sebagai pilihan terbaik.

    Prinsip utama Creative Problem-Solving
    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”

  21. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah
    Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    1. Mess Finding / Objective Finding
    Selama fase Objective Finding, Anda menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding
    Fase Fact Finding memastikan Anda mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah
    3. Problem Finding
    Fase Problem Finding memungkinkan Anda untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin Anda fokuskan. Ubah kembali masalah untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai
    4. Idea Finding
    Fase Idea Finding memungkinkan Anda menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    Fase Solution Finding memungkinkan Anda memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation)
    Dalam fase Action Finding, kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah Anda tetapkan sebagai pilihan terbaik.

    MANFAAT MENGGUNAKAN CREATIVE PROBLEM-SOLVING
    1. Memberikan pendekatan terstruktur untuk pemecahan masalah;
    2. Menghasilkan lebih banyak pilihan solusi yang memungkinkan dengan menggunakan pendekatan divergen dan konvergen;
    3. Menciptakan pendekatan inovatif untuk berubah;
    4. Karena pendekatannya kolaboratif, maka memungkinkan banyak peserta terlibat;
    5. Dengan melibatkan banyak peserta dalam menemukan solusi, maka dapat menciptakan lingkungan yang positif dan dukungan dari peserta;
    6. Pendekatan kreatif ini sesuatu yang bisa dipelajari;
    7. Keterampilan pemecahan masalah yang kreatif ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan

  22. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    Model Osborn Parnes adalah pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.

    – Mess Finding / Objective Finding
    Tahapan pertama dimana kita menentukan tujuan dari proses pemecahan masalah.

    – Fact Finding
    Fase untuk kita mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.

    – Problem Finding
    Fase untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin kita fokuskan. Selanjutnya kita ubah kembali masalah untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.
    “Pastikan Anda berfokus pada masalah yang tepat sebelum melanjutkan untuk mengembangkan solusi.”

    – Idea Finding
    Fase pengumpulan opsi pemecahan masalah, fase ini memungkinkan memungkinkan kita untuk menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.

    – Solution Finding ( Idea Evaluation)
    Fase untuk menentukan opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.

    – Acceptance Finding (Idea Implementation)
    Ini adalah tahapan dimana kita mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah kita tetapkan sebelumnya sebagai pilihan terbaik.

  23. Creative Problem-Solving, Model Osborn Parnes adalah pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    1. Mess Finding / Objective Finding
    2. Fact Finding
    3. Problem Finding
    4. Idea Finding
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation)
    Penggunaan pendekatan pemecahan masalah yang kreatif memiliki banyak manfaat, yaitu:
    1. Memberikan pendekatan terstruktur
    2. Menghasilkan lebih banyak pilihan solusi
    3. Menciptakan pendekatan inovatif
    4. Karena pendekatannya kolaboratif, maka memungkinkan banyak peserta terlibat
    5. Dengan melibatkan banyak peserta dalam menemukan solusi, maka dapat menciptakan lingkungan yang positif dan dukungan dari peserta
    6. Pendekatan kreatif
    7. Keterampilan pemecahan masalah yang kreatif
    Divergent thinking adalah proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin. Convergent thinking adalah proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisisnya dan menemukan satu solusi terbaik utuk masalah yang ingin dipecahkan.

  24. Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    *6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Proces
    1. Mess Finding: menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah
    2. Fact Finding: mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah
    3. Problem Finding: menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin difokuskan
    4. Idea Finding: menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah
    5. Solution Finding: memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase idea finding
    6. Acceptance Finding: mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah ditetapkan sebagai pilihan terbaik
    *Creative Problem-Solving dimulai dengan dua asumsi:
    1. Bagaimanapun juga, setiap orang adalah kreatif
    2. Keterampilan kreatif dapat dipelajari dan ditingkatkan
    *4 tahap Creative-Problem Solving:
    1. Clarify: mengeksplorasi visi, mengumpulkan data, merumuskan tantangan
    2. Ideate: mengeksplorasi ide
    3. Develop: merumuskan solusi
    4. Implement: merumuskan perencanaan

  25. “Proses Pemecahan Masalah Kreatif adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah” oleh Osborn dan Parnes. Dan akhirnya Osborn mendirikan Creative Education Foundation, berawal dari beliau menciptakan teknik brainstorming. Model Osborn Parnes yaitu mengenai pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah. Ada 6 langkah dari The Osborn Parnes Creative Problem-Solving :
    1. Process Mess Finding / Objective Finding
    2. Fact-Finding
    3. Problem Finding
    4. Idea Finding
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation)
    Manfaat dari creative problem solving salah satunya adalah Menciptakan pendekatan inovatif untuk berubah. Creative Problem-Solving (CPS) dimulai dengan dua asumsi:
    1. Bagaimanapun juga, setiap orang adalah kreatif.
    2. Keterampilan kreatif dapat dipelajari dan ditingkatkan.
    Prinsip utama dari CPS ini salah satunya adalah Kunci kreativitas adalah mempelajari cara-cara untuk mengidentifikasi dan menyeimbangkan pemikiran divergen dan konvergen dan mengetahui kapan mempraktikkannya.

  26. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    Terdapat 6 langkah:
    1. Mess Finding / Objective Finding
    2. Fact Finding
    3. Problem Finding
    4. Idea Finding
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation)
    Manfaat:
    1. Memberikan pendekatan terstruktur;
    2. Menghasilkan lebih banyak pilihan solusi;
    3. Menciptakan pendekatan inovatif
    4. Banyak peserta terlibat;
    5. Menciptakan lingkungan yang positif;
    6. Sesuatu yang bisa dipelajari;
    7. Keterampilan pemecahan masalah dapat diterapkan dalam bidang kehidupan.
    Prinsip utama dari CPS adalah:
    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”
    Modifikasi baru dari pendekatan CPS ini dibagi menjadi empat tahap: Clarify, Ideate, Develop dan Implement. Proses Creative Problem-Solving menggunakan dua pendekatan berpikir, yaitu divergent thinking dan convergent thinking.

  27. Menurut Osborn dan Parnes, Proses Pemecahan Masalah Kreatif adalah cara terstruktur untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.

    Terdapat 6 langkah dalam proses CPS oleh Osborn Parnes, yaitu:
    – Mess Finding / Objective Finding
    – Fact Finding
    – Problem Finding
    – Idea Finding
    – Solution Finding ( Idea Evaluation)
    – Acceptance Finding (Idea Implementation)

    Manfaat yang kita dapatkan dari menggunakan CPS ialah:
    1. Memberikan pendekatan terstruktur
    2. Menghasilkan lebih banyak pilihan solusi
    3. Menciptakan pendekatan inovatif untuk berubah;
    4. Memungkinkan banyak peserta terlibat;
    5. Pendekatan kreatif ini sesuatu yang bisa dipelajari;
    6. Dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.

    Prinsip Utama dari CPS adalah:
    1. Mengidentifikasi dan menyeimbangkan pemikiran Divergen dan Konvergen dan mengetahui kapan mempraktikannya
    2. Ajukan masalah sebagi pertanyaan
    3. Tunda penghakiman atau penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan..” dibandingkan “Tidak, tetapi..”

    CPS terdiri atas 4 tahap dan 6 langkah yaitu:
    1. Tahap Clarify, memiliki 3 langkah: Mengekplorasi Visi, Mengumpulkan Data, Merumuskan Tantangan.
    2. Tahap Ideate, dengan langkah Mengeksplorasi Ide
    3. Tahap Develop, dengan langkah Merumuskan Solusi
    4. Tahap Implement, dengan langkah Merumuskan Perencanaan

    Pendekatan Divergent Thinking adalah proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin. Pada saat proses ini sebaiknya kita mengurangi mengkritik atau menilai sebuah ide, tetapi kita kembangkan sebanyak mungkin sehingga ide semakin banyak ide yang dihasilkan.
    Pendekatan Convergent Thinking adalah proses kreatif untuk mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisisnya dan menemukan solusi yang terbaik untuk masalah yang ingin dipecahkan, dimana pada proses ini kita dapat menentukan kriteria untuk menyaring dan mengevaluasi ide.

  28. Creative Problem-Solving

    The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.

    Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.

    1. Mess Finding / Objective Finding
    Selama fase Objective Finding menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.

    2. Fact Finding
    Fase Fact Finding memastikan mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.

    3. Problem Finding
    Fase Problem Finding memungkinkan untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan masalah nyata yang ingin fokuskan. Kemudian mengubah masalah menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.

    4. Idea Finding
    Fase Idea Finding memungkinkan menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.

    5. Solution Finding
    Fase Solution Finding memungkinkan memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.

    6. Action Finding
    Dalam fase Action Finding mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah tetapkan sebagai pilihan terbaik.

  29. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    Terdapat 6 langkah yang digunakan:
    1.Mess Finding / Objective Finding : menemukan tujuan permasalahan.
    2.Fact Finding : memahami masalah dengan mengumpulkan data.
    3.Problem Finding : menemukan akar dari permasalahan kemudian diubah menjadi solusi yang kreatif dan bernilai.
    4.Idea Finding : menghasilkan ide-ide gila yang muncul dan terkesan aneh merupakan ide berpotensi mengatasi masalah.
    5.Solution Finding ( Idea Evaluation) : Memilih ide terbaik dengan menentukan kriteria.
    6.Acceptance Finding (Idea Implementation): mengembangkan rencana berdasarkan solusi.

    Prinsip utama dari CPS:
    1.Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2.Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3.Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4.Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”

    Terdapat 2 pendekatan berpikir yaitu Divergent Thinking : proses kreatif untuk menghasilkan ide yang mungkin. Sementara, Converget Thinking menganalisa semua informasi dalam divergent thinking kemudian menentukan solusi terbaik.

  30. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process
    – Mess Finding / Objective Finding
    – Fact Finding
    – Problem Finding
    – Idea Finding
    – Solution Finding Acceptance Finding.
    Mess Finding / Objective Finding: menentukan tujuan dari proses pemecahan masalah. Fact Finding: mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah. Problem Finding: memungkinkan untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin difokuskan. Ubah kembali masalah untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai. Idea Finding: memungkinkan untuk menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah. Solution Finding ( Idea Evaluation): memungkinkan untuk memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding. Acceptance Finding (Idea Implementation): mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah ditetapkan sebagai pilihan terbaik.

  31. Creative Problem-Solving
    The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif untuk mengatasi masalah.
    Ada 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process:
    -Mess Finding / Objective Finding disini anda menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    -Fact Finding memastikan anda mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.
    -Problem Finding memungkinkan anda untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin anda fokuskan. Ubah masalah untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.
    -Idea Finding memungkinkan anda menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    -Solution Finding (Idea Evaluation) memungkinkan anda memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam Idea Finding.
    -Acceptance Finding (Idea Implementation) disini anda kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang anda tetapkan sebagai pilihan terbaik.
    Prinsip utama dari Creative-Problem-Solving adalah Divergent Thinking dan Convergent Thinking harus seimbang, ajukan masalah, tunda penilaian, dan fokus pada “Ya, dan…”

  32. Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.

    Selama fase Objective Finding, Anda menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah. Dalam fase tersebut nantinya Anda (saya) akan dapat mengetahui dan mengambil tujuan tertinggi dari apa yang saya atau Anda lakukan.

    Fase Fact Finding memastikan Anda mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah. Dalam hal tersebut kita diharuskan dapat mencari/mengumpulkan data-data yang nantinya kita akan butuhkan.

    Fase Problem Finding memungkinkan Anda untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin Anda fokuskan. Dalam hal ini tentu setelah mendapatkan data-data yang kita butuhkan ,kita diharuskan/diharapkan mengetahui apa yang semestinya kita tuju untuk kita capai.

    Fase Idea Finding memungkinkan Anda menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah. Dalam hal ini tentu harus memilikir pemikiran yang kreatif terlebih dalam memiliki beberapa pilihan ide untuk menyelesaikan masalah yang kita miliki

  33. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process berguna untuk menghasilkan cara cara kreatif dan inovatif dalam mengatasi masalah , terdapat 6 langkah dalam melakukakannya, yaitu:
    1. Mess Finding / Objective Finding,
    Kita menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding,
    Memastikan kita mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.
    3. Problem Finding,
    Memungkinkan kita untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin Anda fokuskan. Ubah kembali masalah untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.
    4. Idea Finding,
    memungkinkan kita menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation),
    memungkinkan kita memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation),
    kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah kita tetapkan sebagai pilihan terbaik.

  34. A. THE OSBORN PARNES CREATIVE PROBLEM-SOLVING PROCESS
    The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process dimulai oleh Alex Osborn pada tahun 1940-an, yang dikembangkan bersama Sid Parnes pada tahun 1950-an. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process :
    1. Mess Finding / Objective Finding
    Fase ini digunakan untuk menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah
    2. Fact Finding
    Fase ini digunakan untuk memastikan untuk mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.
    3. Problem Finding Fase ini memungkinkan untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin Anda fokuskan. Ubah kembali masalah untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.
    4. Idea Finding
    Fase ini memungkinkan untuk menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    Fase ini memungkinkan untuk memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation)
    Dalam fase ini digunakan untuk mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah Anda tetapkan sebagai pilihan terbaik.

    B. PRINSIP UTAMA CREATIVE PROBLEM-SOLVING

    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”

  35. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    1. Mess Finding / Objective Finding
    Objective Finding adalah fase menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding
    Fase Fact Finding bertujuan untuk mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.
    3. Problem Finding
    Fase Problem Finding memungkinkan untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin difokuskan.
    4. Idea Finding
    Fase Idea Finding memungkinkan untuk menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    Fase Solution Finding memungkinkan untuk memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    6. Action Finding (Idea Implementation)
    Action Finding adalah fase untuk mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah ditetapkan sebagai pilihan terbaik.

    Manfaat Penggunaan Creative Problem Solving
    1. Memberikan pendekatan terstruktur untuk pemecahan masalah;
    2. Menghasilkan lebih banyak pilihan solusi yang memungkinkan dengan menggunakan pendekatan divergen dan konvergen;
    3. Menciptakan pendekatan inovatif untuk berubah;
    4. Memungkinkan banyak peserta terlibat;
    5. Dapat menciptakan lingkungan yang positif dan dukungan dari peserta;
    6. Pendekatan kreatif ini sesuatu yang bisa dipelajari;
    7. Keterampilan pemecahan masalah yang kreatif ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.

  36. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.

    Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.

    1. Mess Finding / Objective Finding Selama fase Objective Finding, kita menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding
    Fase Fact Finding memastikan kita mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.
    3. Problem Finding
    Fase Problem Finding memungkinkan kita untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin Anda fokuskan. Ubah kembali masalah untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.
    4. Idea Finding
    Fase Idea Finding memungkinkan kita menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation) Fase Solution Finding memungkinkan kita memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation)
    Dalam fase Action Finding, kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah kita tetapkan sebagai pilihan terbaik.

  37. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process :
    1. Mess Finding / Objective Finding Selama fase Objective Finding, Anda menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding Fase Fact Finding memastikan Anda mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.
    3. Problem Finding Fase Problem Finding memungkinkan Anda untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin Anda fokuskan. Ubah kembali masalah untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.
    4. Idea Finding Fase Idea Finding memungkinkan Anda menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation) Fase Solution Finding memungkinkan Anda memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation) Dalam fase Action Finding, kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah Anda tetapkan sebagai pilihan terbaik.

  38. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process merupakan cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah. Ada 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    1. Mess Finding / Objective Finding
    2. Fact Finding
    3. Problem Finding
    4. Idea Finding
    5. Solution Finding
    6. Acceptance Finding
    Creative Problem-Solving dimulai dengan dua asumsi:
    1. Bagaimanapun juga, setiap orang adalah kreatif.
    2. Keterampilan kreatif dapat dipelajari dan ditingkatkan.
    Prinsip utama dari CPS adalah:
    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”
    pendekatan Creative Problem-Solving dibagi menjadi empat tahap yaitu Clarify, Ideate, Develop, Implement.
    Divergent thinking merupakan proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin. Convergent thinking adalah proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisisnya dan menemukan satu solusi terbaik utuk masalah yang ingin dipecahkan.

  39. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process dimulai oleh Alex Osborn pada tahun 1940-an, yang dikembangkan bersama Sid Parnes pada tahun 1950-an.
    Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.

    Mess Finding / Objective Finding
    Selama fase Objective Finding menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    Fact Finding
    Fase Fact Finding memastikan mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.

    Problem Finding
    Fase Problem Finding memungkinkan untuk menggali masalah lebih dalam lalu mengubah masalah menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.

    Idea Finding
    Fase Idea Finding memungkinkan menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.

    Solution Finding
    Fase Solution Finding memungkinkan memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.

    Action Finding
    Dalam fase Action Finding mengembangkan solusi yang telah tetapkan sebagai pilihan terbaik.

  40. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    Model Osborn Parnes adalah pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah.
    6 langkah The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    1. Mess Finding Selama fase Objective Finding, Anda menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding Fase ini memastikan Anda mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.
    3. Problem Finding Fase ini memungkinkan Anda untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin Anda fokuskan.
    4. Idea Finding Fase ini memungkinkan Anda menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    5. Solution Finding
    Fase ini memungkinkan Anda memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    6. Acceptance Finding
    kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah Anda tetapkan sebagai pilihan terbaik.

  41. Nama : Martin simanjuntak
    NIM : 11418045

    ASAL USUL THE OSBORN PARNES CREATIVE PROBLEM-SOLVING PROCESS
    Teknik di kembangkan Alex Osborn bersama Sid Parnes. Model osborn ini membantu individu maupun kelompok
    untuk memecahkan masalah secara kreative.

    PROSES MODEL OSBORN
    1. Mess Finding / Objective Finding => memfokuskan upaya area yang tepat. Agar mengetahui sasaran dan bisa fukus tehadap sasaran tersebut.
    2. Fact Finding => mengumpulkan data sebanyak mungkin untuk lebih memahami masalah
    3. Problem Finding => menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin Anda fokuskan. Ubah kembali masalah untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.
    4. Idea Finding => memungkinkan Anda menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation) => memungkinkan Anda memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation) => kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah Anda tetapkan sebagai pilihan terbaik.

    MANFAAT MENGGUNAKAN CREATIVE PROBLEM-SOLVING
    1. Memberikan pendekatan terstruktur untuk pemecahan masalah;
    2. Menghasilkan lebih banyak pilihan solusi yang memungkinkan dengan menggunakan pendekatan divergen dan konvergen;
    3. Menciptakan pendekatan inovatif untuk berubah;
    4. Karena pendekatannya kolaboratif, maka memungkinkan banyak peserta terlibat;
    5. Dengan melibatkan banyak peserta dalam menemukan solusi, maka dapat menciptakan lingkungan yang positif dan dukungan dari peserta;
    6. Pendekatan kreatif ini sesuatu yang bisa dipelajari;
    7. Keterampilan pemecahan masalah yang kreatif ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.

    PRINSIP UTAMA CREATIVE PROBLEM-SOLVING
    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”

    PROSES CREATIVE PROBLEM-SOLVING
    1. Clarify
    2. Ideate
    3. Develop
    4. Implement

    DIVERGENT THINKING & CONVERGENT THINKING
    Divergent => Divergent thinking adalah proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin.
    Convergent => Convergent thinking adalah proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisisnya dan menemukan satu solusi terbaik utuk masalah yang ingin dipecahkan.

  42. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    Model Osborn Parnes adalah pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    Mess Finding / Objective Finding: menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    Fact Finding: mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.
    Problem Finding: memungkinkan untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin difokuskan. Ubah kembali masalah untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.
    Idea Finding: memungkinkan untuk menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    Solution Finding ( Idea Evaluation): memungkinkan untuk memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    Acceptance Finding (Idea Implementation): mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah ditetapkan sebagai pilihan terbaik.

  43. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    Model Osborn Parnes adalah pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah.
    Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    1. Mess Finding / Objective Finding
    2. Fact Finding
    3. Problem Finding
    4. Idea Finding
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation)
    Manfaat menggunakan Creative Problem-Solving:
    1. Memberikan pendekatan terstruktur untuk pemecahan masalah;
    2. Menghasilkan lebih banyak pilihan solusi yang memungkinkan dengan menggunakan pendekatan divergen dan konvergen;
    3. Menciptakan pendekatan inovatif untuk berubah;
    4. Karena pendekatannya kolaboratif, maka memungkinkan banyak peserta terlibat;
    5. Dengan melibatkan banyak peserta dalam menemukan solusi, maka dapat menciptakan lingkungan yang positif dan dukungan dari peserta;
    6. Pendekatan kreatif ini sesuatu yang bisa dipelajari;
    7. Keterampilan pemecahan masalah yang kreatif ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.
    Creative Problem-Solving (CPS) dimulai dengan dua asumsi:
    1. Bagaimanapun juga, setiap orang adalah kreatif.
    2. Keterampilan kreatif dapat dipelajari dan ditingkatkan.
    Prinsip utama dari CPS adalah:
    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”
    Tahap Creative-Problem Solving:
    1. Clarify
    2. Ideate
    3. Develop
    4. Implement

    Divergent thinking adalah proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin. Divergent thinking biasanya dilakukan dengan pendekatan spontan di mana tim berbagi banyak ide seperti dalam brainstorming.
    Convergent thinking adalah proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisisnya dan menemukan satu solusi terbaik utuk masalah yang ingin dipecahkan.

  44. Menurut The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process yaitu Mess Finding / Objective Finding, Fact Finding, Problem Finding, Idea Finding, Solution Finding ( Idea Evaluation), Acceptance Finding (Idea Implementation)
    Manfaat menggunakan creative problem-solving adalah memberikan pendekatan terstruktur, menghasilkan lebih banyak solusi, menciptakan pendekatan inovatif, memungkinkan banyak peserta, menciptakan lingkungan yang positif, dapat diterapkan dalam berbagai bidang.
    Prinsip utama creative problem-solving adalah , tunda penghakiman atau penilin, Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang, Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan, fokus pada “Ya, dan..” dibandingkan “tidk, tetapi..”.
    Terdapat 4 proses creative problem-solving yaitu clarify, ideate, develop, dan implement. Proses Creative Problem-Solving menggunakan dua pendekatan berpikir, yaitu divergent thinking dapat dilakukan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan untuk merangsang pemikiran kreatif dan convergent thinking.

  45. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process dimulai oleh Alex Osborn pada tahun 1940-an, yang dikembangkan bersama Sid Parnes pada tahun 1950-an. Osborne dan Parnes sama-sama memfokuskan pekerjaan mereka pada kreativitas. Keduanya berkolaborasi untuk memformalkan proses kreatif tersebut, yang masih diajarkan hingga saat ini. Reputasi Alex Osborn dihargai ketika menciptakan teknik brainstorming pada tahun 1940-an. Osborn kemudian mendirikan Creative Education Foundation dengan Sid Parnes sebagai pemimpinnya. Model Osborn Parnes adalah pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah.
    Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    1. Mess Finding / Objective Finding
    2. Fact Finding
    3. Problem Finding
    4. Idea Finding
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation)
    Prinsip utama dari CPS adalah:
    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”

  46. Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    1. Mess Finding / Objective Finding
    2. Fact Finding
    3. Problem Finding
    4. Idea Finding
    5. Solution Finding (Idea Evaluation)
    6. Action Finding (Idea Implementation)

    Pendekatan pemecahan masalah yang kreatif memiliki banyak manfaat, yaitu:
    1. Memberikan pendekatan terstruktur untuk pemecahan masalah.
    2. Menghasilkan lebih banyak pilihan solusi yang memungkinkan dengan menggunakan pendekatan divergen dan konvergen.
    3. Menciptakan pendekatan inovatif untuk berubah.
    4. memungkinkan banyak peserta terlibat.
    5. menciptakan lingkungan yang positif dan dukungan dari peserta.
    6. sesuatu yang bisa dipelajari.
    7. dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.
    Prinsip utama dari CPS adalah:
    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…

  47. Pemecahan masalah oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang diguakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem Solving Process yaitu:
    1. Mess Finding
    2. Fact Finding
    3. Problem Finding
    4. Idea Finding
    5. Solution Finding
    6. Acceptance Finding.
    Manfaat menggunakan Creative Problem-Solving
    1. Memberikan pendekatan terstruktur
    2. Menghasilkan lebih banyak pilihan solusi
    3. Menciptakan pendekatan inovatif
    4. Memungkinkan banyak peserta terlibat
    5. Menciptakan lingkungan yang positif
    6. Sesuatu yang bisa dipelajari
    7. Dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan
    Prinsip:
    Dimulai dengan 2 asumsi:
    1. Bagaimanapun juga setiap orang adalah kreatif
    2. Keterampilan kreatif dapat dipelajari dan ditingkatkan
    1. Divergent thingking dan Convergent thingking harus seimbang
    2. Ajukan masalah sebagai pertanyaan
    3. Tunda penghakiman atau penilaian
    4. Fokus pada “Ya,dan” dibandingkan “Tidak,tetapi”
    Tahap:
    1. Clarify
    2. Ideate
    3. Develop
    4. Implement

  48. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process yaitu

    1. Mess Finding / Objective Finding
    Selama fase Objective Finding, kita menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding
    Fase Fact Finding memastikan kita mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.
    3. Problem Finding Fase Problem Finding memungkinkan kita untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin Anda fokuskan. Ubah kembali masalah untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.
    4. Idea Finding
    Fase Idea Finding memungkinkan kita menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    Fase Solution Finding memungkinkan kita memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation)
    Dalam fase Action Finding, kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah kita tetapkan sebagai pilihan terbaik.

  49. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process (Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes) merupakan cara terstruktur untuk menghasilkan berbagai cara yang kreatif dan inovatif dalam mengatasi masalah.
    Model Osborn Parnes adalah pendekatan yang terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kretivitas dalam pemecahan masalah. Terdiri dari 6 langkah adalah sebagai berikut.
    Mess Finding / Objective Finding yaitu menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    Fact Finding yaitu mengumpulkan data, informasi, dan melakukan observasi untuk memahami masalah.
    Problem Finding yaitu menemukan akar atau masalah untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.
    Idea Finding yaitu menghasilkan banyak opsi (ide) untuk mengatasi masalah yang menggunakan teknik brainstorming, affinity mapping atau tool lainnya.
    Solution Finding yaitu memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    Action Finding yaitu menerapkan solusi, membuat rencana tindakan yang mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab, bagaimana ketergantungannya dengan aktivitas lain, dan batas akhir waktu pelaksanaannya.

  50. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process dimulai oleh Alex Osborn pada tahun 1940-an, yang dikembangkan bersama Sid Parnes pada tahun 1950-an. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    1. Mess Finding / Objective Finding
    2. Fact Finding
    3. Problem Finding
    4. Idea Finding
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    6. Action Finding (Idea Implementation)
    Penggunaan pendekatan pemecahan masalah yang kreatif memiliki banyak manfaat, yaitu:
    1. Memberikan pendekatan terstruktur untuk pemecahan masalah;
    2. Menghasilkan lebih banyak pilihan solusi yang memungkinkan dengan menggunakan pendekatan divergen dan konvergen;
    3. Menciptakan pendekatan inovatif untuk berubah;
    4. Karena pendekatannya kolaboratif, maka memungkinkan banyak peserta terlibat;
    5. Dengan melibatkan banyak peserta dalam menemukan solusi, maka dapat menciptakan lingkungan yang positif dan dukungan dari peserta;
    6. Pendekatan kreatif ini sesuatu yang bisa dipelajari;
    7. Keterampilan pemecahan masalah yang kreatif ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.

  51. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah. Model Osborn Parnes adalah pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah. Terdapat 6 langkah dalam problem-solving secara kreatif
    1. Mess Finding / Objective Finding
    menentukan apa yang menjadi tujuan dari pemecehan masalah
    2. Fact Finding
    mengumpulkan data, informasi sebanyak mungkin untuk memahami masalha
    3. Problem Finding
    Pastikan Anda berfokus pada masalah yang tepat sebelum melanjutkan untuk mengembangkan solusi.
    4. Idea Finding
    perlu memunculkan banyak ide potensial yang berbeda untuk mengatasi masalah
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation)
    Mengembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah Anda tetapkan sebagai pilihan terbaik.
    Prinsip utamnya adalah setiap orang adalah kreatif , dan kreatifitas dapat dipelajari serta ditingkatkan.

  52. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah. Model Osborn Parnes adalah pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah. Terdapat 6 langkah dalam problem-solving secara kreatif
    1. Mess Finding / Objective Finding
    2. Fact Finding
    3. Problem Finding
    4. Idea Finding
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation) terbaik.

    Prinsip utama Creative Problem-Solving adalah bagaimanapun juga setiap orang adalah kreatif , dan kreatifitas dapat dipelajari dan ditingkatkan.
    Telah ada Modifikasi yang lebih baru dari pendekatan Creative Problem-Solving ini dengan membagi menjadi empat tahap dengan total enam langkah proses eksplisit. Setiap langkah menggunakan divergent thinking dan convergent thinking.

  53. Creative Problem-Solving

    The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes merupakan cara terstruktur atau pendekatan yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.

    Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process yaitu sebagai berikut:
    1. Mess Finding / Objective Finding
    2. Fact Finding
    3. Problem Finding
    4. Idea Finding
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation)

    Penggunaan pendekatan pemecahan masalah yang kreatif memiliki banyak manfaat, yaitu:

    – Memberikan pendekatan terstruktur untuk pemecahan masalah

    – Menghasilkan lebih banyak pilihan solusi yang memungkinkan dengan menggunakan pendekatan divergen dan konvergen

    – Menciptakan pendekatan inovatif untuk berubah

    – Pendekatannya kolaboratif, maka memungkinkan banyak peserta terlibat

    – Melibatkan banyak peserta dalam menemukan solusi, maka dapat menciptakan lingkungan yang positif dan dukungan dari peserta

    – Pendekatan kreatif ini sesuatu yang bisa dipelajari

    – Keterampilan pemecahan masalah yang kreatif ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.

    Terdapat dua asumsi pada Creative Problem-Solving (CPS) yaitu sebagai berikut:

    – pertama bagaimanapun juga, setiap orang adalah kreatif.
    -kedua, keterampilan kreatif dapat dipelajari dan ditingkatkan.

    4 Prinsip utama dari CPS yaitu :
    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…”

    Tahapan Creative-Problem Solving yaitu:
    1. Clarify
    2. Ideate
    3. Develop
    4. Implement

    Cara berpikir Divergent thinking dan convergent thinking
    Divergent thinking adalah proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin.
    Convergent thinking adalah proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, memfilter, menganalisisnya dan menemukan satu solusi terbaik utuk masalah yang ingin dipecahkan.

  54. Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah. Terdapat banyak pendekatan untuk pemecahan masalah yang dapat digunakan. Dengan membawa kreativitas pada cara sendiri untuk memecahkan masalah, bisa mendapatkan variasi ide potensial dan solusi yang lebih baik. Model Osborn Parnes adalah pendekatan terstruktur untuk membantu individu dan kelompok menerapkan kreativitas dalam pemecahan masalah. Terdapat 6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process.
    1. Mess Finding / Objective Finding
    Selama fase Objective Finding, Menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding
    Fase Fact Finding memastikan untuk mengumpulkan cukup data untuk memahami masalah.
    3. Problem Finding
    Fase Problem Finding memungkinkan untuk menggali masalah lebih dalam dan menemukan akar atau masalah nyata yang ingin difokuskan. Ubah kembali masalah untuk menghasilkan solusi yang kreatif dan bernilai.
    4. Idea Finding
    Fase Idea Finding memungkinkan untuk menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    5. Solution Finding (Idea Evaluation)
    Fase Solution Finding memungkinkan untuk memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    6. Action Finding (Idea Implementation)
    Dalam fase Action Finding, kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah ditetapkan sebagai pilihan terbaik.
    Penggunaan pendekatan pemecahan masalah yang kreatif memiliki banyak manfaat, yaitu:
    1. Memberikan pendekatan terstruktur untuk pemecahan masalah.
    2. Menghasilkan lebih banyak pilihan solusi yang memungkinkan dengan menggunakan pendekatan divergen dan konvergen.
    3. Menciptakan pendekatan inovatif untuk berubah.
    4. Karena pendekatannya kolaboratif, maka memungkinkan banyak peserta terlibat.
    5. Dengan melibatkan banyak peserta dalam menemukan solusi, maka dapat menciptakan lingkungan yang positif dan dukungan dari peserta.
    6. Pendekatan kreatif ini sesuatu yang bisa dipelajari.
    7. Keterampilan pemecahan masalah yang kreatif ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.
    Prinsip utama dari CPS adalah:
    1. Divergent Thinking dan Convergent Thinking Harus Seimbang
    2. Ajukan Masalah sebagai Pertanyaan
    3. Tunda Penghakiman atau Penilaian
    4. Fokus pada “Ya, dan…” Dibandingkan “Tidak, tetapi…
    Divergent Thinking
    Divergent thinking adalah proses kreatif untuk menghasilkan banyak solusi atau ide yang mungkin. Divergent thinking biasanya dilakukan dengan pendekatan spontan di mana tim berbagi banyak ide seperti dalam brainstorming.
    Convergent Thinking
    Convergent thinking adalah proses mengambil semua informasi yang dikumpulkan dalam divergent thinking, menganalisis dan menemukan satu solusi terbaik untuk masalah yang ingin dipecahkan. Dalam proses di convergent thinking ini tentukan kriteria untuk menyaring dan mengevaluasi ide.

    Reply

  55. The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process atau Proses Pemecahan Masalah Kreatif oleh Osborn dan Parnes adalah cara terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mengatasi masalah.
    6 langkah dalam The Osborn Parnes Creative Problem-Solving Process :
    1. Mess Finding / Objective Finding Selama fase Objective Finding, Anda menentukan apa tujuan dari proses pemecahan masalah.
    2. Fact Finding
    Pengumpulan informasi sebanyak banyaknya
    3. Problem Finding F
    Pencarian akar masalah
    4. Idea Finding
    Fase Idea Finding memungkinkan Anda menghasilkan banyak opsi untuk mengatasi masalah.
    5. Solution Finding ( Idea Evaluation)
    Fase Solution Finding memungkinkan Anda memilih opsi terbaik dari ide-ide yang dihasilkan dalam fase Idea Finding.
    6. Acceptance Finding (Idea Implementation)
    Dalam fase Action Finding, kembangkan rencana tindakan untuk menerapkan solusi yang telah Anda tetapkan sebagai pilihan terbaik.

    Prinsip yang digunakan yaitu
    1. Divergent dan konvergent thinking
    2. Ajukan masalah sebagai pertanyaan
    3. Tunda penilaian

Comments are closed.