Pada materi The Value Proposition dibahas tentang:

  1. Definisi Value Proposition
  2. Value Proposition Canvas:
    • Customer Profile
    • Value Map

DEFINISI VALUE PROPOSITION

Value Proposition dalam pemodelan bisnis, berbicara tentang:

  • Nilai apakah yang kita berikan kepada customer?
  • Di antara masalah customer, manakah yang kita bantu untuk diselesaikan?
  • Kebutuhan customer manakah yang kita penuhi?
  • Gabungan produk dan jasa apakah yang kita tawarkan kepada setiap Customer Segment?

Value Proposition menciptakan nilai untuk Customer Segment. Nilai ini dapat bersifat kuantitatif misalnya harga atau kecepatan layanan, dan bisa bersifat kualitatif seperti misalnya desain dan customer experience. Beberapa elemen nilai yang menjadi Value Proposition dapat berupa:

  1. Sifat baru (newness)
    Sifat baru memenuhi kebutuhan customer yang sebelumnya belum pernah diterima. Sifat baru ini sering berkaitan dengan teknologi, misalnya teknologi telepon seluler yang menciptakan industri baru pada bidang telekomunikasi.
  2. Kinerja (performance)
    Nilai kinerja menawarkan peningkatan kinerja produk atau jasa. Salah satu sektor yang mengandalkan nilai ini adalah sektor PC, dengan cara melemparkan mesin-mesin yang lebih andal ke pasar.
  3. Penyesuaian/ Kustomisasi (customization)
    Kustomisasi ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan customer yang spesifik dan berbeda-beda. Kustomisasi menawarkan pengaturan-pengaturan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing customer.
  4. Menyelesaikan pekerjaan (getting the job done)
    Nilai ini ditawarkan untuk membantu customer menyelesaikan pekerjaannya. Contoh adalah perusahaan mobil mewah Rolls-Royce, yang menangkan peluang di industri penerbangan. Rolls-Royce memproduksi dan melakukan perawatan mesin untuk industri penerbangan. Dengan nilai yang ditawarkan Rolls-Royce untuk menyelesaikan pekerjaan dalam urusan mesin, maka perusahaan penerbanngan dapat memfokuskan sisa pekerjaannya untuk menjalankan perusahaan. Yang didapatkan oleh Rolls-Royce adalah bayaran untuk setiap jam penggunaan mesing-mesin tersebut.
  5. Desain (design)
    Desain adalah sebuah nilai yang sulit diukur, tetapi penting. Nilai ini sering ditawarkan pada industri fashion atau produk elektronik.
  6. Merek/ status (Brand/ status)
    Bagi sebagian customer, menggunakan sebuah merek atau brand tertentu dapat menjadi penanda status (sosial). Misalnya menggunakan jam tangan bermerek Rolex dapat menunjukkan kekayaan. Menggunakan sepatu canvas bermerek DC Shoes, menunjukkan anak-anak skateboard.
  7. Harga (price)
    Perusahaan bisa menawarkan nilai yang sama tetapi harga yang lebih rendah untuk memuaskan Customer Segment yang sensitif dengan harga. Ada kepuasan tersendiri bagi sebagian customer ketika bisa mendapatkan harga murah dengan nilai yang sama dengan produk lain. Namun, hal ini tidak selalu berlaku untuk semua golongan customer. Terdapat juga customer yang justru beranggapan bahwa harga yang tinggi menunjukkan kualitas sebuah produk, meskipun ini tidak selalu benar. Value Proposition harga rendah akan berpengaruh terhadap semua aspek dalam model bisnis. Perusahaan yang memberikan harga rendah sebagai nilai yang ditawarkan kepada customer contohnya adalah maskapai penerbangan AirAsia dengan tagline “Now Everyone Can Fly”. Dengan penawaran nilai tersebut, maka perusahaan merancang seluruh model bisnisnya untu memungkinkan harga yang murah tadi. Misalnya tidak memberikan makanan gratis untuk penumpang pesawat, layanan bagasi gratis 15-20 kg dihilangkan, dan lain sebagainya. Hal ini juga tentu mempengaruhi Customer Segment yang menjadi target. Tentu saja bukan customer dalam kategori yang rela membayar mahal demi kenyamanan, tetapi customer yang mau menerima layanan minumum asalkan bisa menggunakan jasa penerbangan untuk bepergian. Contoh lainnya adalah layanan newsletter gratis, e-mail gratis dan lain sebagainya.
  8. Pengurangan biaya (cost reduction)
    Salah satu contoh nilai yang ditawarkan perusahaan untuk customer adalah pengurangan biaya dalam menjalankan usahanya. Seperti Salesforce yang menawarkan Customer Relationship Management (CRM) untuk membantu meningkatkan penjualan. Layanan yang diberikan Salesforce membantu pengguna software ini dalam kesulitan membeli, menginstal dan mengelola software CRM itu sendiri, karena semua proses ditangani oleh Salesforce.
  9. Pengurangan resiko (risk reduction)
    Bentuk-bentuk nilai dalam hal pengurangan risiko misalnya pemberian garansi layanan satu tahun ketika customer membeli mobil bekas. Hal ini akan mengurangi risiko kerusakan dan perbaikan setelah pembelian. Customer sangat menghargai nilai pengurangan risiko ini ketika membeli sebuah produk atau jasa. Sesederhana membeli perangkat penanak nasi atau kulkas, saat ini juga memberi pengurangan risiko dengan garansi 1-3 tahun.
  10. Kemampuan dalam mengakses (accesibility)
    Nilai yang ditawarkan pada Value Proposition ini adalah ketersediaan produk atau jasa yang sebelumnya sulit untuk diakses atau didapatkan. Contohnya adalah saat ini Pegadaian memberi layanan menabung emas tanpa harus menyimpan emas tersebut dalam bentuk fisik. Sebelumnya customer menabung emas dalam bentuk perhiasan atau batangan fisik. Selain itu juga mengubah bahwa menabung tidak harus dalam bentuk uang yang disimpan di bank.
  11. Kenyamanan/ kegunaan (convenience/ usability)
    Salah satu cara menciptakan nilai adalah menjadikan sesuatu lebih nyaman dan mudah digunakan. Contohnya iPod dan iTunes yang diciptakan oleh perusahaan Apple. Dengan kedua produk ini (iPod produk fisik pemutar musik, iTune software menyediakan musik untuk di-download/ dibeli), customer mendapat kenyamanan dalam mencari, membeli, download dan mendengarkan musik digital.

Pada bagian Value Proposition, Anda harus menjawab “Apa yang Anda bangun dan untuk siapa?” Value Proposition menjawab dan menyelesaikan masalah dari setiap Customer Segment. Atau dengan kata lain, setiap Customer Segment harus terpenuhi value yang dibutuhkannya dalam blok Value Proposition. Tidak boleh ada Customer Segment yang tidak mendapatkan nilai atau manfaat apapun dari yang Anda tawarkan. Value Proposition ini menjadi satu kesatuan manfaat-manfaat yang ditawarkan oleh startup atau perusahaan kepada customer-nya.

Ketika pertanyaan “masalah” dan “solusi” dijawab dengan “ya”, atau dengan kata lain Value Proposition yang ditawarkan telah menjawab atau menyelesaikan masalah atau kebutuhan Customer Segment, kondisi ini disebut dengan product/market fit atau problem-solution fit telah dicapai.

Sumber: Steve Blank

Bagaimanakah Anda dapat membuat solusi produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan customer? Anda terlebih dahulu harus mengetahui apa tugas yang ingin diselesaikan oleh customer, masalah yang dihadapi ketika mengerjakan tugas tersebut dan solusi yang diharapkan oleh customer. Pengetahuan tentang customer ini dapat dipetakan dengan bantuan Value Proposition Canvas.


VALUE PROPOSITION CANVAS: CUSTOMER PROFILE & VALUE MAP

Tujuan pengisian Value Proposition Canvas adalah untuk membantu Anda dalam merancang Value Proposition yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan Custumer Segment dan pekerjaan yang harus diselesaikan (jobs to be done), juga membantu customer memecahkan masalahnya. Value Proposition Canvas membantu Anda menciptakan product/market fit dengan cara yang lebih sistematis.

Sumber: Steve Blank

Value Proposition Canvas digambarkan sebagai berikut:

Value Proposition Canvas (Sumber: Strategyzer)

Terdapat dua bagian dari Value Proposition Canvas, yaitu Customer Profile dan Value Map.


Customer (Segment) Profile

Kanvas pada bagian Customer Profile terdiri dari 3 bagian, yaitu:

  1. Customer Job(s)
  2. Pains
  3. Gains
Customer Profile (Sumber: Strategyzer)

Customer Jobs/ Needs

Customer Jobs berkaitan dengan:

  • Apa yang coba dilakukan oleh Customer Segment?
  • Apakah ini masalah atau kebutuhan?

Pertama, pilih satu Customer Segment. Lalu, mulailah dengan menjelaskan apa yang coba dilakukan oleh customer yang Anda targetkan. Customer jobs ini bisa berupa tugas yang mereka coba lakukan dan selesaikan, masalah yang mereka coba selesaikan atau kebutuhan yang ingin mereka penuhi.

Customer jobs dapat berupa:

  • Pekerjaan fungsional atau sosial
    Ketika customer Anda mencoba menyelesaikan tugas tertentu atau memecahkan masalah tertentu, seperti memotong rumput, memakan makanan sehat sebagai konsumen, menulis laporan, atau membantu klien sebagai seorang profesional.
  • Pekerjaan berkaitan dengan sosial
    Ketika customer ingin terlihat baik atau mendapatkan kekuasaan atau status. Tugas ini menjelaskan bagaimana customer ingin diterima oleh orang lain, misalnya terlihat trendy sebagai seorang konsumen atau diterima sebagai seorang profesional yang berkompeten.
  • Pekerjaan berkaitan dengan emosional
    Ketika customer mencari keadaan spesifik yang berkaitan dengan emosional misalnya merasa baik atau aman, seperti mencari ketenangan pikiran dengan membuat investasi atau mencapai level rasa aman dalam pekerjaan pada satu tempat kerja.
  • Customer sebagai pendukung
    Customer bisa juga sebagai pendukung dalam konteks membeli atau mengkonsumsi nilai, bukan sebagai konsumen. Tugas ini timbul dari 3 peran, yaitu:
    • Buyer of value, yaitu pekerjaan yang berkaitan dengan membeli nilai seperti melakukan perbandingan, memutuskan produk mana yang dibeli, berdiri di baris antrian untuk checkout, menyelesaikan pembelian atau mengambil pengiriman produk atau jasa.
    • Cocreator of value, yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan bersama membuat nilai dengan organisasi Anda seperti posting review produk atau feedback, atau berpartisipasi dalam perancangan produk atau jasa.
    • Transfer of value: pekerjaan yang berkaitan dengan siklus akhir dari Value Proposition, seperti mentransfer produk kepada orang lain atau melakukan reselling (sebagai reseller produk Anda).

Pemahaman dan penggambaran tentang Customer sendiri, dapat dilakukan dengan menetapkan:

  • Siapakah customer Anda: posisi / jabatan / usia / jenis kelamin / dll
  • Bagaimana mereka berbelanja: kebebasan menentukan anggaran (sebutkan anggaran dan jumlahnya)
  • Apa yang penting bagi mereka: apa yang menjadi motivasi mereka?
  • Siapa yang mempengaruhi mereka: apa yang dibaca dan siapa yang mempengaruhi mereka?
  • Gambarkan satu hari kehidupan Customer Anda, untuk dapat memahami harapan, masalah dan kebutuhannya.

Perlu dicatat bahwa tidak semua Customer Jobs harus dijawab dalam satu kanvas dan hal tersebut memang tidak mungkin.


Customer Pains

Customer Pains diisi dengan penjelasan tentang emosi negatif, biaya dan situasi yang tidak diinginkan, dan risiko yang dialami atau dapat dialami customer Anda sebelum, selama dan setelah menyelesaikan pekerjaan. Berusahalah mengidentifikasi tiga jenis Customer Pains:

  1. Hasil, masalah dan karakteristik yang tidak diinginkan: Pains bersifat fungsional (misalnya, solusi tidak berhasil, tidak berfungsi dengan baik, atau memiliki efek samping negatif), sosial (“Saya terlihat buruk melakukan ini”), emosional (“Saya merasa buruk setiap kali melakukan ini”) , atau tambahan (“Menjengkelkan pergi ke toko karena ini”). Ini mungkin juga melibatkan karakteristik yang tidak diinginkan yang tidak disukai pelanggan (mis., “Berlari di gym itu membosankan”, atau “Desain ini jelek”).
  2. Halangan atau rintangan: adalah hal-hal yang mencegah customer untuk bahkan memulai suatu pekerjaan atau yang memperlambat mereka (misalnya, “Saya kekurangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan ini secara akurat,” atau “Saya tidak mampu membayar solusi yang ada”).
  3. Risiko (hasil potensial yang tidak diharapkan): Apa yang bisa salah dan memiliki konsekuensi negatif yang penting (misalnya, “Saya mungkin kehilangan kredibilitas saat menggunakan jenis solusi ini,” atau “Pelanggaran keamanan akan menjadi bencana bagi kami”).

Beberapa pertanyaan ini membantu Anda mengidentifikasi Customer Pains:

  • Apa yang menurut customer Anda terlalu mahal?
    Misalnya membutuhkan banyak waktu, biaya terlalu banyak, membutuhkan upaya yang besar, dll.
  • Bagaimana solusi untuk kinerja buruk saat ini?
    Misalnya kurangnya fitur, performansi, tidak berfungsi, dll.
  • Apa kesulitan dan tantangan utama customer?
    Misalnya kesulitan menyelesaikan sesuatu, penolakan, dll.
  • Apa yang membuat customer Anda terjaga di malam hari?
    Misalnya masalah besar, kepentingan, kekhawatiran, dll.
  • Hambatan apa yang menghalangi customer untuk melakukan adaptasi?
    Misalnya biaya investasi di muka, kurva pembelajaran, resistensi terhadap perubahan, dll.
  • Apa yang membuat customer Anda merasa buruk?
    Misalnya frustrasi, gangguan, hal-hal yang membuat mereka pusing, dll.
  • Risiko apa yang ditakuti customer?
    Misalnya risiko keuangan, sosial, teknis, dll.

Untuk membedakan dengan jelas Customer Jobs, Pains dan Gains, gambarkanlah Pains sekonkret mungkin. Misalnya, ketika seorang customer mengatakan “mengantri hanya membuang-buang waktu”, tanyakan berapa menit tepatnya waktu itu mulai terasa seperti waktu yang terbuang. Dengan begitu, Anda dapat mencatat “membuang lebih dari x menit untuk mengantri.” Saat Anda memahami bagaimana tepatnya customer mengukur tingkat Pains-nya, Anda dapat merancang Pain Reliever yang lebih baik dalam Value Proposition Anda.


Customer Gains

Pada bagian Customer Gains, dijelaskan tentang manfaat yang diharapkan, diinginkan, atau kejutan yang diharapkan customer Anda. Customer Gains ini termasuk kegunaan fungsional, keuntungan sosial, emosi positif dan penghematan biaya. Berusahalah menemukan empat tipe Customer Gain dalam hal hasil dan manfaat, yaitu:

  1. Required Gains: Gains yang tanpanya solusi tidak akan berhasil. Misalnya, harapan paling mendasar kita terhadap smartphone adalah kita dapat melakukan panggilan.
  2. Expected Gains: Gains yang relatif mendasar yang diharapkan dari sebuah solusi. Misalnya, sejak Apple meluncurkan iPhone, kita berharap ponsel didesain dengan baik.
  3. Desired Gains: Gains yang melampaui yang diharapkan dari sebuah solusi, tetapi akan menyenangkan jika bisa diwujudkan. Misalnya, customer ingin smartphone dapat diintegrasikan dengan baik pada perangkatnya yang lain.
  4. Unexpected Gains: Gains yang melampaui ekspektasi dan keinginan customer. Sebelum Apple memperkenalkan touch screen dan App Store, tidak ada yang benar-benar menganggapnya sebagai bagian dari telepon.

Beberapa pertanyaan ini dapat membantu Anda dalam mengidentifikasi Customer Gains:

  • Penghematan mana yang akan membuat customer Anda senang?
    Misalnya dalam hal menghemat waktu, uang dan tenaga, dll.
  • Hasil apa yang diharapkan dan apa yang melampaui harapan mereka
    Misalnya tingkat kualitas, lebih dari sesuatu, kurang dari sesuatu, dll.
  • Bagaimana solusi saat ini yang menyenangkan customer?
    Misalnya fitur tertentu, kinerja, kualitas, dll.
  • Apa yang akan membuat pekerjaan atau hidup customer Anda lebih mudah?
    Misalnya usability, kemudahan akses, lebih banyak layanan, biaya kepemilikan yang lebih rendah, dll.
  • Konsekuensi positif apa yang mereka inginkan?
    Misalnya membuat mereka terlihat baik, menghasilkan peningkatan kekuasaan, status, dll.
  • Apa yang dicari customer?
    Misalnya desain yang bagus, jaminan, fitur khusus atau lebih, dll.
  • Apa yang diimpikan customer?
    Misalnya prestasi besar, mendapat kelegaan, dll.
  • Bagaimana customer Anda mengukur kesuksesan dan kegagalan?
    Misalnya kinerja, biaya, dll.
  • Apa yang akan meningkatkan kemungkinan mengadopsi solusi?
    Misalnya biaya lebih rendah, investasi lebih sedikit, risiko lebih rendah, kualitas lebih baik, performansi, desain, dll.

Sama seperti Pains, lebih baik mendeskripsikan Gains sekonkret mungkin untuk membedakan dengan jelas Customer Jobs, Pains dan Gains dari satu sama lain. Tanyakan seberapa besar yang mereka harapkan atau impikan ketika customer menunjukkan “kinerja yang lebih baik” sebagai keuntungan yang diinginkan. Dengan begitu, Anda dapat mencatat “akan sangat menyukai peningkatan kinerja lebih dari x”. Saat Anda memahami bagaimana tepatnya customer mengukur keuntungan (yaitu, hasil dan manfaat), Anda dapat merancang pembuat keuntungan yang lebih baik dalam Value Proposition Anda.


Rangkuman Tahapan pada Kanvas Customer Profile

Terdapat 5 tahapan yang perlu dilakukan dalam menggali profile dari Customer Segment Anda, yaitu:

  1. Pilihlah satu Customer Segment yang ingin Anda susun profilnya.
  2. Identifikasi Customer Jobs dengan mempertanyakan tugas-tugas mana yang akan coba diselesaikan. Petakan semua tugas dengan menuliskan satu tugas di satu sticky notes.
  3. Identifikasi Customer Pains dengan mempertanyakan Pains apa yang dimiliki customer Anda. Tuliskan sebanyak mungkin termasuk rintangan dan risiko. Perlu diingat bahwa Pains ini harus berhubungan dengan tugas-tugas yang dituliskan pada Customer Jobs sebelumnya.
  4. Identifikasi Customer Gains dengan menjawab hasil atau keuntungan apa yang ingin dicapai oleh customer. Tuliskan sebanyak mungkin keuntungan yang bisa Anda dapatkan.
  5. Setelah melakukan identifikasi dan membuat isian pada setiap bagian, urutkan Customer Jobs, Pains dan Gains dalam sebuah kolom, masing-masing dengan Customer Jobs paling penting, Pains yang paling ekstrim, dan Gains penting di atas, lalu Pains dan Gains yang lebih sederhana/ kecil di bagian bawah.

Value (Proposition) Map

Value Map dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. Products & Services
  2. Pain Relievers
  3. Gain Creators

Kanvas Value Map ini digunakan sebagai bagian-bagian yang menjawab atau memenuhi Customer Jobs pada kanvas Customer Profile.

Value Map (Sumber: Strategyzer)

Products & Services

Pada bagian Producst & Services, tanyakan pada diri Anda produk dan layanan apa yang Anda tawarkan yang membantu customer Anda menyelesaikan pekerjaan fungsional, sosial, emosional atau membantunya memenuhi kebutuhan dasar?

Value Proposition yang Anda tawarkan bisa terdiri dari jenis produk atau jasa:

  1. Fisik/ Tangible: barang, misalnya produk manufaktur.
  2. Intangible: produk-produk seperti copyright atau jasa seperti bantuan purna-jual (after sales).
  3. Digital: produk-produk seperti musik yang didownload atau layanan seperti rekomendasi online.
  4. Financial: produk seperti dana investasi dan asuransi atau layanan seperti pembiayaan pembelian.

Pain Relievers

Pain Relievers menggambarkan bagaimana tepatnya produk dan layanan Anda mengurangi Pains customer tertentu. Pain Relievers secara eksplisit menguraikan bagaimana Anda menghilangkan atau mengurangi beberapa hal yang mengganggu customer Anda sebelum, selama, atau setelah mereka mencoba menyelesaikan pekerjaan atau yang mencegah mereka melakukannya. Value Proposition yang baik berfokus pada Pains yang penting bagi customer, terutama Pains yang ekstrim. Anda tidak perlu membuat Pain Relievers yang Anda identifikasi pada Customer Profile, tidak ada Value Proposition yang bisa sekaligus menjawabnya.

Anda dapat menggunakan beberapa pertanyaan-pertanyaan pemicu ini untuk dapat mengisi bagian Pain Relievers.

Tanyakan “Mungkinkah produk dan layanan Anda…:

  • menghasilkan penghematan? Dalam hal waktu, uang, atau usaha.
  • membuat customer Anda merasa lebih baik? Dengan menghilangkan frustrasi, gangguan, dan hal-hal lain yang membuat customer pusing.
  • memperbaiki solusi yang berkinerja buruk? Dengan memperkenalkan fitur-fitur baru, kinerja yang lebih baik, atau kualitas yang ditingkatkan.
  • mengakhiri kesulitan dan tantangan yang dihadapi customer Anda? Dengan membuat segalanya lebih mudah atau menghilangkan rintangan.
  • menghapus konsekuensi sosial negatif yang ditemui atau ditakuti customer Anda? Dalam bentuk kehilangan harga diri atau kehilangan kekuasaan, kepercayaan, atau status.
  • menghilangkan risiko yang ditakuti customer Anda? Dalam bentuk risiko finansial, sosial, teknis, atau hal-hal yang berpotensi menjadi salah.
  • membantu customer tidur lebih nyenyak di malam hari? Dengan mengatasi masalah yang signifikan atau menghilangkan kekhawatiran.”

Gain Creators

Gain Creators menjelaskan bagaimana produk dan layanan Anda menciptakan keuntungan bagi customer. Gain Creators secara eksplisit menguraikan cara Anda membuat hasil dan manfaat yang diharapkan, diinginkan, atau mengejutkan (dalam arti positif) oleh customer Anda, termasuk kegunaan fungsional, keuntungan sosial, emosi positif, dan penghematan biaya.
Seperti Pain Relievers, Gain Creators tidak perlu menangani setiap keuntungan yang diidentifikasi dalam Customer Profile. Anda cukup fokus pada hal-hal yang relevan dengan customer dan di mana produk dan layanan Anda dapat membuat perbedaan.

Beberapa pertanyaan ini dapat memicu Anda untuk berpikir dengan cara berbeda tentang bagaimana produk dan layanan Anda dapat membantu customer mendapatkan hasil dan manfaat yang dibutuhkan, diharapkan, diinginkan atau manfaat yang tidak terduga. Tanyakan “Mungkin produk dan layanan Anda…:

  • menciptakan penghematan yang menyenangkan customer Anda? Dari segi waktu, uang, dan tenaga.
  • membuat hasil yang diharapkan customer atau melebihi harapan mereka? Dengan menawarkan tingkat kualitas, lebih dari sesuatu, atau kurang dari sesuatu.
  • mengungguli Value Proposition saat ini dan menyenangkan customer Anda? Mengenai fitur, kinerja, atau kualitas tertentu.
  • membuat pekerjaan atau hidup customer Anda lebih mudah? Melalui kegunaan yang lebih baik, aksesibilitas, lebih banyak layanan, atau biaya kepemilikan yang lebih rendah.
  • menciptakan konsekuensi sosial yang positif? Dengan membuat mereka terlihat baik atau menghasilkan peningkatan kekuasaan atau status.
  • melakukan sesuatu yang spesifik yang dicari customer? Dalam hal desain yang baik, jaminan, atau fitur khusus atau lebih.
  • memenuhi keinginan yang diimpikan customer? Dengan membantu mereka mencapai aspirasi mereka atau mendapatkan kelegaan dari kesulitan?
  • menghasilkan hasil positif yang sesuai dengan kriteria keberhasilan dan kegagalan customer Anda? Dalam hal kinerja yang lebih baik atau biaya yang lebih rendah.

Rangkuman Tahapan pada Kanvas Value Map

Empat tahapan untuk pengisian Value Map adalah:

  1. Buatlah daftar semua produk dan layanan dari Value Proposition Anda yang ada.
  2. Uraikan bagaimana produk dan layanan Anda saat ini membantu customer mengurangi Pains dengan menghilangkan hasil, hambatan, atau risiko yang tidak diinginkan. Gunakan satu sticky notes untuk setiap Pain Reliever.
  3. Jelaskan bagaimana produk dan layanan Anda saat ini menciptakan hasil dan manfaat yang diharapkan atau diinginkan bagi customer. Gunakan satu sticky notes untuk setiap Gain Creator.
  4. Lakukan perankingan terhadap Products & Services, Customer Pains, dan Gain Creators menurut seberapa penting mereka bagi customer.

FIT

Anda mencapai kesesuaian (FIT) antara Value Proposition yang Anda tawarkan dengan kebutuhan dari satu Customer Segment, ketika customer bersemangat dengan Value Proposition Anda. Ini terjadi ketika Anda menangani Customer Jobs yang penting, mengurangi Pains yang luar biasa, dan menciptakan Gains penting yang menjadi perhatian customer.

Terakhir, Anda perlu cek tiap isian yang sesuai dan tidak sesuai, seperti pada dua gambar di bawah ini.

Beri tanda centang untuk setiap isian yang relevan.
Beri tanda silang untuk tiap isian yang tidak sesuai atau tidak menjawab kebutuhan.

Sekali lagi, bahwa tidak ada kanvas yang bisa menjawab semua hal. Oleh karena itu, Anda harus dapat memilah dan memilih, mulai dari Customer Jobs, Pains, Gains untuk diatasi dan juga memilih Products & Services, Pain Relievers dan Gain Creators yang paling menjawab kebutuhan customer atau yang paling bisa menyelesaikan permasalah customer Anda.


REFERENSI

  • S. Blank and B. Dorf, The Startup Owner’s Manual: The Step-by-Step Guide for Building a Great Company, California: K & S Ranch, Inc, 2012.
  • Osterwalder and Y. Pigneur, Business Model Generation, New Jersey: John Wiley & Sons, Inc, 2010.
  • Business Model and Customer Development. Steve Blank.
  • Visual Business Modeling. Jan Schmiedgen.
  • NSF I-Corps, The Lean LaunchPad, Lecture 2 Value Proposition. Steve Blank.
  • The Lean LaunchPad, Lecture 2: Value Proposition, Steve Blank.
  • Achieve Product-Market Fit with Our Brand-New Value Proposition Designer Canvas, Alexander Osterwalder, http://businessmodelalchemist.com/blog/2012/08/achieve-product-market-fit-with-our-brand-new-value-proposition-designer.html
  • Test Your Value Proposition: Supecharge Lean Startup and CustDev Principles, Alexnder Osterwalder, http://businessmodelalchemist.com/blog/2012/09/test-your-value-proposition-supercharge-lean-startup-and-custdev-principles.html
  • Photo by Daria Nepriakhina on Unsplash


30 thoughts on “The Value Proposition

  1. Selamat malam bu. Terimakasih untuk penjelasan materinya bu, sehingga saya mendapatkan ringkasan dan rangkuman terkait Value Proposition sebagai berikut.

    *Ringkasan
    • Value Proposition adalah bagian yang berusaha memecahkan masalah customer dan memenuhi kebutuhan customer dengan tawaran value proposition.
    • Value Proposition menjawab dan menyelesaikan masalah dari setiap Customer Segment. Atau dengan kata lain, setiap Customer Segment harus terpenuhi value yang dibutuhkannya dalam blok Value Proposition.
    • Value Proposition Canvas bertujuan untuk membantu dalam merancang Value Proposition yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan Customer Segment dan pekerjaan yang harus diselesaikan (jobs to be done), juga membantu customer memecahkan masalahnya.
    • Value Proposition Canvas terdiri atas Customer Profile dan Value Map
    Customer Profile terdiri dari 3 bagian, yaitu:
    1. Customer Job(s)
    2. Pains
    3. Gains
    Value Map dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
    1. Products & Services
    2. Pain Relievers
    3. Gain Creators

    *Rangkuman
    • Nilai yang diciptakan Value Proposition untuk Customer Segment dapat berupa:
    1) Sifat baru yang sebelumnya belum pernah diterima customer.
    2) Kinerja menawarkan kelebihan produk/jasa
    3) Penyesuaian kebutuhan customer yang berbeda-beda.
    4) Menyelesaikan pekerjaan si customer
    5) Desain yang mudah dimengerti customer
    6) Merek/ status yang menjadi penkita status
    7) Harga yang disesuaikan dengan kebutuhan si customer
    8) Pengurangan biaya
    9) Pengurangan resiko berupa garansi produk atau jasa
    10) Ketersediaan produk/jasa untuk diakses
    11) Kenyamanan/ kegunaan dari produk atau jasa terlihat

    • Membuat Value Proposition Canvas
    Customer Segments Profile
    Kita mengelompokkan customer yang akan kita targetkan dengan membedakan Customer Jobs, Pains dan Gains sekonkret mungkin untuk mengetahui apa target/hal yang diharapkan oleh customer. Saat Kita memahami bagaimana tepatnya customer mengukur tingkat Pains-nya, kita menjelaskan manfaat yang diharapkan, diinginkan, atau kejutan yang diharapkan customer Kita.

    Value (Proposition) Map
    Kanvas Value Map ini digunakan sebagai jawaban untuk memenuhi Customer Jobs pada kanvas Customer Profile. Pada bagian ini kita menjelaskan produk dan layanan apa yang Kita tawarkan yang membantu customer Kita menyelesaikan pekerjaannya, bagaimana produk dan layanan Kita mengurangi Pains customer tertentu, dan bagaimana produk dan layanan Kita dapat membantu customer mendapatkan hasil dan manfaat yang tidak terduga.

  2. Value Proposition menciptakan nilai untuk Customer Segment. Beberapa elemen nilai yang menjadi Value Proposition dapat berupa:
    1. Sifat baru
    2. Kinerja
    3. Penyesuaian/ Kustomisasi (customization)
    4. Menyelesaikan pekerjaan (getting the job done)
    5. Desain
    6. Merek/ status
    7. Harga
    8. Pengurangan biaya (cost reduction)
    9. Pengurangan resiko (risk reduction)
    10. Kemampuan dalam mengakses (accesibility)
    11. Kenyamanan/ kegunaan (convenience/ usability)

    Terdapat dua bagian dari Value Proposition Canvas, yaitu Customer Profile dan Value Map.
    Customer (Segment) Profile
    Terdiri dari 3 bagian, yaitu:
    1. Customer Job(s)
    2. Pains
    3. Gains
    Value (Proposition) Map:
    Dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
    1. Products & Services
    2. Pain Relievers
    3. Gain Creators
    Anda mencapai kesesuaian (FIT) antara Value Proposition yang Anda tawarkan dengan kebutuhan dari satu Customer Segment, ketika customer bersemangat dengan Value Proposition Anda. Ini terjadi ketika Anda menangani Customer Jobs yang penting, mengurangi Pains yang luar biasa, dan menciptakan Gains penting yang menjadi perhatian customer.

  3. Nilai yang ditawarkan pada Value Preposition adalah ketersedian produk atau jasa yang sebelumnya sulit untuk didapatkan atau diakses. Atau dengan kata lain, setiap Customer Segment harus terpenuhi value yang dibutuhkannya dalam blok Value Proposition. Ketika pertanyaan masalah dan solusi dijawab dengan ya, maka kondisi ini disebut dengan product/market fit telah dicapai.
    Tujuan pengisian Value Preposition Canvas adalah untuk membantu dalam merancang Value Preposition yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan Customer Segment dan pekerjaan yang harus diselesaijkan juga membantu customer memecahkan masalahnya.
    Dalam kanvas Customer (Segment) Profile terdapat 3 bagian, yaitu :
    1. Customer Job(s), berkaitan dengan apa yang akan coba dilakukan oleh Customer Segment dan apakah yang menjadi masalah atau kebutuhannya.
    2. Pains, berkaitan dengan emosi negatif, biaya dan situasi yang tidak diinginkan dan risik yang dialami customer.
    3. Gains, berkaitan dengan manfaat yang diharapkan atau diinginkan oleh customer.

  4. The Value Proposition

    Ringkasan
    1. Definisi Value Proposition
    • Value Proposition Canvas : Customer Profile dan Value Map
    Rangkuman
    Value Proposition menciptakan nilai untuk Customer Segment. Elemen nilai yang menjadi Value Proposition dapat berupa Sifat baru (newness), Kinerja (performance), Penyesuaian/ Kustomisasi (customization), Menyelesaikan pekerjaan (getting the job done), Desain (design), Merek/ status (Brand/ status), Harga (price), Pengurangan biaya (cost reduction), Pengurangan resiko (risk reduction), Kemampuan dalam mengakses (accesibility), Kenyamanan/ kegunaan (convenience/ usability). Pada bagian Value Proposition, Anda harus menjawab “Apa yang Anda bangun dan untuk siapa?” Value Proposition menjawab dan menyelesaikan masalah dari setiap Customer Segment. Atau dengan kata lain, setiap Customer Segment harus terpenuhi value yang dibutuhkannya dalam blok Value Proposition. Ketika pertanyaan “masalah” dan “solusi” dijawab dengan “ya”, atau dengan kata lain Value Proposition yang ditawarkan telah menjawab atau menyelesaikan masalah atau kebutuhan Customer Segment, kondisi ini disebut dengan product/market fit atau problem-solution fit telah dicapai.

  5. Kreativitas, Sebuah Pengantar
    Definisi Invention, Innovation, Creativity
    1. Invention
    Invention atau penemuan adalah proses atau tindakan menemukan sesuatu yang belum ada sebelumnya. Sesuatu yang dapat ditemukan dapat berupa produk imajinasi, perangkat, rancangan, atau proses yang berasal setelah studi dan eksperimen.
    2. Innovation
    Innovation adalah pengenalan terhadap hal-hal baru atau memiliki ide baru tentang bagaimana sesuatu bisa dilakukan. Innovation juga adalah proses mengubah ide menjadi bentuk yang dapat diproduksi dan dipasarkan.
    3. Kreativitas
    Invention (penemuan) dan Innovation (inovasi) adalah hasil kreativitas, yaitu hasil dari melihat apa yang semua orang bisa lihat tetapi berpikir dengan cara yang tidak orang lain pikirkan.

    Convergent vs Divergent Thinking
    Berpikir secara divergent ketika menciptakan berbagai pilihan dan berpikir secara convergent ketika membuat/memutuskan pilihan dari sekian banyak pilihan-pilihan yang berhasil diciptakan.

  6. Value Proposition
    Value Proposition menciptakan nilai untuk Customer Segment. Nilai tersebut bersifat kuantitatif dan kualitatif.
    Elemen nilai yang menjadi Value Proposition yaitu:
    1. Sifat baru (newness)
    2. Kinerja (performance)
    3. Penyesuaian/ Kustomisasi (customization)
    4. Menyelesaikan pekerjaan (getting the job done)
    5. Desain (design)
    6. Merek/ status (Brand/ status)
    7. Harga (price)
    8. Pengurangan biaya (cost reduction)
    9. Pengurangan resiko (risk reduction)
    10. Kemampuan dalam mengakses (accesibility)
    11. Kenyamanan/ kegunaan (convenience/ usability)
    Value Proposition Canvas : Customer Profile & Value Map
    Pengisian Value Proposition Canvas bertujuan untuk membantu dalam merancang Value Proposition yang baik, sesuai dengan kebutuhan Customer Segment dan pekerjaan yang harus diselesaikan (jobs to be done), dan membantu customer memecahkan masalahnya.
    Dua bagian dari value proposition canvas yaitu:
    1. Customer (segment) profile
    Canvas pada bagian ini terdiri dari 3 bagian, yaitu : Customer Jobs, pains, dan gains.
    2. Value (proposition) map
    Value Map dibagi menjadi 3 yaitu: Products dan Services, Pain Relievers, dan Gain Creators

  7. Value Proposition dalam pemodelan bisnis, membahas tentang nilai apa yang diberikan kepada customer, masalah customer mana yang akan kita bantu selesaikan, kebutuhan customer mana yang dipenuhi, serta gabungan produk dan jasa apa yang ditawarkan kepada customer segment.

    Value Proposition menciptakan nilai untuk Customer Segment. Beberapa elemen nilai yang menjadi Value Proposition adalah: sifat baru, kinerja, penyesuaian/kustomisasi, menyelesaikan pekerjaan, desain, merek/status, harga, pengurangan biaya, pengurangan resiko, kemampuan dalam mengakses, dan kenyamanan/ kegunaan.

    Value Proposition menjawab dan menyelesaikan masalah dari setiap Customer Segment. Atau dengan kata lain, setiap Customer Segment harus terpenuhi value yang dibutuhkannya dalam blok Value Proposition. Tidak boleh ada Customer Segment yang tidak mendapatkan nilai atau manfaat apapun dari yang Anda tawarkan.

    Tujuan pengisian Value Proposition Canvas adalah untuk membantu Kita dalam merancang Value Proposition yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan Custumer Segment dan pekerjaan yang harus diselesaikan (jobs to be done), juga membantu customer memecahkan masalahnya.

    Terdapat dua bagian dari Value Proposition Canvas, yaitu Customer Profile dan Value Map. Kanvas pada bagian Customer Profile terdiri dari 3 bagian, yaitu: Customer Job(s), Pains, Gains.

    Customer Jobs berkaitan dengan: Apa yang coba dilakukan oleh Customer Segment, dan Apakah ini masalah atau kebutuhan. Customer Pains diisi dengan penjelasan tentang emosi negatif, biaya dan situasi yang tidak diinginkan, dan risiko yang dialami atau dapat dialami customer Anda sebelum, selama dan setelah menyelesaikan pekerjaan.

    Pada bagian Customer Gains, dijelaskan tentang manfaat yang diharapkan, diinginkan, atau kejutan yang diharapkan customer Anda. Customer Gains ini termasuk kegunaan fungsional, keuntungan sosial, emosi positif dan penghematan biaya.

    Value Map dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: products and services, pain relievers, dan gain creators. Kanvas Value Map ini digunakan sebagai bagian-bagian yang menjawab atau memenuhi Customer Jobs pada kanvas Customer Profile.

    Pada bagian Producst & Services, tanyakan pada diri Kita produk dan layanan apa yang Kita tawarkan yang membantu customer kita menyelesaikan pekerjaan fungsional, sosial, emosional atau membantunya memenuhi kebutuhan dasar.

    Pain Relievers menggambarkan bagaimana tepatnya produk dan layanan Anda mengurangi Pains customer tertentu.

    Gain Creators menjelaskan bagaimana produk dan layanan Anda menciptakan keuntungan bagi customer. Gain Creators secara eksplisit menguraikan cara Anda membuat hasil dan manfaat yang diharapkan, diinginkan, atau mengejutkan (dalam arti positif) oleh customer Anda, termasuk kegunaan fungsional, keuntungan sosial, emosi positif, dan penghematan biaya.

  8. Value Proposition dalam pemodelan bisnis, berbicara tentang: Nilai apakah yang kita berikan kepada customer?, Di antara masalah customer, manakah yang kita bantu untuk diselesaikan? , Kebutuhan customer manakah yang kita penuhi?, dan Gabungan produk dan jasa apakah yang kita tawarkan kepada setiap Customer Segment?. Tujuan Value Preposition adalah: Untuk menciptakan nilai untuk Customer Segment dan menjawab dan menyelesaikan masalah dari setiap Customer Segment yaitu , setiap Customer Segment harus terpenuhi value yang dibutuhkannya dalam blok Value Proposition. Dan tujuan pengisian Value Proposition Canvas adalah untuk membantu dalam merancang Value Proposition yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan Customer Segment dan pekerjaan yang harus diselesaikan juga membantu customer memecahkan masalahnya. Value Proposition Canvas membantu menciptakan product/market fit dengan cara yang lebih sistematis. Terdapat dua bagian dari Value Proposition Canvas, yaitu Customer Profile dan Value Map. Kanvas Value Map ini digunakan sebagai bagian-bagian yang menjawab atau memenuhi Customer Jobs pada kanvas Customer Profile.

  9. – Value proposition adalah jawaban atas nilai yang diperlukan didalam customer segment. Nilai ini dapat bersifat kuantitatif misalnya harga atau kecepatan layanan, dan bisa bersifat kualitatif seperti misalnya desain dan customer experience.
    semua bagian customer segment harus terjawab di value proposition.

    Elemen nilai yang menjadi Value Proposition dapat berupa:
    – Sifat baru (newness) -> Menjawab kebutuhan customer dengan sesuatu nilai yang belum ada sebelumnya
    – Kinerja (performance) -> nilai yang ditawarkan adalah peningkatan kinerja produk atau jasa
    – Penyesuaian/ Kustomisasi (customization) -> Nilai yang diberikan baiknya bisa di kustomisasi sesuai kebutuhan masing-masing customer
    – Menyelesaikan pekerjaan (getting the job done) -> Nilai yang diberikan harus benar-benar dapat menyelesaikan pekerjaan dan mengatasi masalah customer
    – Desain (design) -> Desain adalah sebuah nilai yang sulit diukur, tetapi penting, intinya desain harus disesuiakan dengan background customer.
    – Merek/ status (Brand/ status) -> Nilai yang ditawarkan harus memiliki sesuatu yang khas, diharapkan dengan menggunakan brand kita maka ada sesuatu yang menjadi ciri khas dan orang langsung mengetahuinya
    – Harga (price) -> Harga harus bisa mengcover semua bagian keadaan ekonomi customer dengan memberikan banyak layanan dan harga yang bervariasi
    – Pengurangan biaya (cost reduction) -> Pengurangan biaya perlu dilakukan supaya ketertarikan customer akan layaanan atau produk meningkat
    – Pengurangan resiko (risk reduction) -> Garansi merupakan salah satu pengurangan resiko, dengan memberikan jaminan sementara atau selamanya kepada customer yang menggunakan produk kita, maka customer akan merasa lebih yakin untuk menggunakan produk kita
    – Kemampuan dalam mengakses (accesibility) -> semua nilai yang ditawarkan harus benar” mudah untuk didaptkan.
    – Kenyamanan/ kegunaan (convenience/ usability) -> Salah satu cara menciptakan nilai adalah menjadikan sesuatu lebih nyaman dan mudah digunakan.

    VALUE PROPOSITION CANVAS membantu untuk mendapatkan value proposition yang baik dan benar. VPC terdiri dari 2 block yaitu : CUSTOMER PROFILE & VALUE MAP.

    Customer profile :
    – customer job -> semua yang berkaitan dengan apa yang dilakukan customer dan usaha untuk menyelesaikannya menyelesaikan , baik itu masalah atau kebutuhan
    – pains -> berisi tentang emosi negatif, keadaan yang tidak diinginkan ketika melakukan tugas atau pekerjaan
    – gains -> berisi tentang manfaat yang diharapkan customer baik itu fungsional, ataupun emosional. 4 tipe : Required Gains, Expected Gains, Desired Gains, Unexpected Gains

    Value (Proposition) Map => kanvas ini adalah jawaban untuk customer jobs dari block Customer segment
    – Products & Services -> produk atau layanan yang diberikan untuk menjawab persoalan customer.
    – Pain Relievers -> Pada bagian ini menjelaskan bagaimana menghilangkan pains yang ada pada customer segment melalui produk atau layanan yang diberikan
    – Gain creator -> Menjawab harapan” customer yang ada pada bagian customer segment yg dimulai dari yang paling penting

    ketika semua bagian di customer segment sudah terjawab di bagian value proposition ini dikatakan dengan fit.

  10. Value Proposition menciptakan nilai untuk Customer Segment. Nilai dapat bersifat kuantitatif misalnya harga atau kecepatan lawayan, dan bisa bersifat kualitatif seperti misalnya desain dan customer experience. Berikut nilai yang menjadi Value Proposition:
    1. Sifat Baru (newness)
    2. Kinerja (performance)
    3. Penyesuaian / Kustomisasi (customization)
    4. Menyelesaikan pekerjaan (getting the job done)
    5. Desain (design)
    6. Merek / status (brand / status)
    7. Hagra (price)
    8. Pengirangan biaya (cost reduction)
    9. Pengurangan resiko (risk reduction)
    10. Kemampuan dalam mengakses (accesibility)
    11. Kenyamanan / kegunaan (covience / usabiity)

    Value Proposition Canvas: Customer Profile & Value Map
    Tujuan pengisian Value Proposition Canvas adalah untuk membantu dalam merancang Value Proposition yang baik, sesuai dengan kebutuhan Customer Segment dan pekerjaan yang harus diselesaikan (jobs to be done), dan juga membantu customer memecahkan masalahnya.

    FIT
    Mencapai kesesuaian (Fit) antara Value Proposition yang ditawarkan dengan kebutuhan dari satu Customer Segment, ketika customer bersemangat dengan Value Proposition yang dibuat.

  11. Ringkasan Value Preposition
    Value Proposition menciptakan nilai untuk Customer Segment. Nilai ini dapat bersifat kuantitatif dan bisa bersifat kualitatif seperti misalnya desain dan customer experience.
    Tujuan pengisian Value Proposition Canvas adalah untuk membantu dalam merancang Value Proposition yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan Custumer Segment dan pekerjaan yang harus diselesaikan
    Value Proposition Canvas terdiri atas Customer Profile dan Value Map
    Customer Profile terdiri dari 3 bagian, yaitu:
    1. Customer Job(s)
    Customer jobs dapat berupa:
    • Pekerjaan fungsional atau sosial
    • Pekerjaan berkaitan dengan sosial
    • Pekerjaan berkaitan dengan emosional
    • Customer sebagai pendukung
    2. Pains
    Customer Pains diisi dengan penjelasan tentang emosi negative. Berusahalah mengidentifikasi tiga jenis Customer Pains:
    1. Hasil
    2. Rintangan:
    3. Risiko

    3. Gains
    Terdapat empat tipe Customer Gain :
    a. Required Gains
    b. Expected Gains
    c. Desired Gains
    d. Unexpected Gains

    Value Map dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
    1. Products & Services
    2. Pain Relievers
    3. Gain Creators

    Rangkuman Value Preposition
    Value Proposition menciptakan nilai untuk Customer Segment. Nilai ini dapat bersifat kuantitatif dan bisa bersifat kualitatif seperti misalnya desain dan customer experience. Berikut elemen dari Value Proposition:
    1.Sifat baru
    2.Kinerja
    3.Penyesuaian/ Kustomisasi
    4.Menyelesaikan pekerjaan
    5.Design
    6.Merek/status
    7.Harga
    8.Pengurangan biaya
    9.Pengurangan resiko
    10.Accesibility
    11. Kenyamanan/ kegunaan
    Tujuan pengisian Value Proposition Canvas adalah untuk membantu dalam merancang Value Proposition yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan Custumer Segment dan pekerjaan yang harus diselesaikan Kanvas pada bagian Customer Profile terdiri dari 3 bagian, yaitu:
    1. Customer Job(s)
    2. Pains
    3. Gains
    Customer jobs dapat berupa:
    • Pekerjaan fungsional atau sosial
    • Pekerjaan berkaitan dengan sosial
    • Pekerjaan berkaitan dengan emosional
    • Customer sebagai pendukung

    Customer memiliki 3 peran, yaitu:
    • Buyer of value
    • Cocreator of value.
    • Transfer of value
    Value Map dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
    1. Products & Services
    2. Pain Relievers
    3. Gain Creators

  12. Value Proposition dalam pemodelan bisnis, berbicara tentang menciptakan nilai untuk Customer Segment. Beberapa elemen nilai yang menjadi Value Proposition dapat berupa:
    • Sifat baru
    • Kinerja
    • Penyesuaian/ Kustomisasi (customization)
    • Menyelesaikan pekerjaan (getting the job done)
    • Desain
    • Merek/ status
    • Harga
    • Pengurangan biaya (cost reduction)
    • Pengurangan resiko (risk reduction)
    • Kemampuan dalam mengakses (accesibility)
    11. Kenyamanan/ kegunaan (convenience/ usability)
    Terdapat dua bagian dari Value Proposition Canvas, yaitu Customer Profile dan Value Map.
    Customer (Segment) Profile
    Terdiri dari 3 bagian, yaitu:
    1. Customer Job(s)
    2. Pains
    3. Gains
    Value (Proposition) Map:
    Dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
    1. Products & Services
    2. Pain Relievers
    3. Gain Creators
    Anda mencapai kesesuaian (FIT) antara Value Proposition yang Anda tawarkan dengan kebutuhan dari satu Customer Segment, ketika customer bersemangat dengan Value Proposition Anda. Ini terjadi ketika Anda menangani Customer Jobs yang penting, mengurangi Pains yang luar biasa, dan menciptakan Gains penting yang menjadi perhatian customer.

  13. Ringkasan Value Preposition
    Value Proposition dalam pemodelan bisnis, berbicara tentang:
    • Nilai apakah yang kita berikan kepada customer?
    • Di antara masalah customer, manakah yang kita bantu untuk diselesaikan?
    • Kebutuhan customer manakah yang kita penuhi?
    • Gabungan produk dan jasa apakah yang kita tawarkan kepada setiap Customer Segment?

    Beberapa elemen nilai yang menjadi Value Proposition dapat berupa:
    1. Sifat baru (newness)
    2.Kinerja (performance)
    3. Penyesuaian/ Kustomisasi (customization)
    4. Menyelesaikan pekerjaan (getting the job done)
    5.Desain(design)
    6. Merek/ status (Brand/ status)
    7. Harga (price)

    Customer (Segment) Profile
    Kanvas pada bagian Customer Profile terdiri dari 3 bagian, yaitu:
    1. Customer Job(s)
    2. Pains
    3. Gains
    Value (Proposition) Map
    Value Map dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
    1. Products & Services
    2. Pain Relievers
    3. Gain Creators
    Rangkuman Tahapan pada Kanvas Value Map
    Empat tahapan untuk pengisian Value Map adalah:
    1. Buatlah daftar semua produk dan layanan dari Value Proposition
    2. Uraikan bagaimana produk dan layanan Anda saat ini membantu customer.
    3. Jelaskan bagaimana produk dan layanan Anda saat ini menciptakan hasil dan manfaat yang diharapkan atau diinginkan bagi customer.
    4. Lakukan perankingan terhadap Products & Services, Customer Pains, dan Gain Creators menurut seberapa penting mereka bagi customer.

  14. Value Proposition menciptakan nilai untuk Customer Segment. Beberapa elemen nilai yang menjadi Value Proposition dapat berupa:Sifat baru memenuhi kebutuhan customer yang sebelumnya belum pernah diterima. Nilai kinerja menawarkan peningkatan kinerja produk atau jasa. Salah satu sektor yang mengandalkan nilai ini adalah sektor PC, dengan cara melemparkan mesin-mesin yang lebih andal ke pasar. Kustomisasi ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan customer yang spesifik dan berbeda-beda. Nilai ini ditawarkan untuk membantu customer menyelesaikan pekerjaannya.Desain adalah sebuah nilai yang sulit diukur, tetapi penting. Bagi sebagian customer, menggunakan sebuah merek atau brand tertentu dapat menjadi penanda status (sosial). Hal ini juga tentu mempengaruhi Customer Segment yang menjadi target. Salah satu contoh nilai yang ditawarkan perusahaan untuk customer adalah pengurangan biaya dalam menjalankan usahanya. Bentuk-bentuk nilai dalam hal pengurangan risiko misalnya pemberian garansi layanan satu tahun ketika customer membeli mobil bekas. Hal ini akan mengurangi risiko kerusakan dan perbaikan setelah pembelian. Nilai yang ditawarkan pada Value Proposition ini adalah ketersediaan produk atau jasa yang sebelumnya sulit untuk diakses atau didapatkan. Tidak boleh ada Customer Segment yang tidak mendapatkan nilai atau manfaat apapun dari yang Anda tawarkan.Value Proposition ini menjadi satu kesatuan manfaat-manfaat yang ditawarkan oleh startup atau perusahaan kepada customer-nya.Tujuan pengisian Value Proposition Canvas adalah untuk membantu dalam merancang Value Proposition yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan Customer Segment dan pekerjaan yang harus diselesaikan juga membantu customer memecahkan masalahnya.

  15. Value preposition menciptakan nilai untuk customer segment. Dapat bersifat kualitatif dan kuantitatif.Beberapa elemen nilai yang menjadi value proposition
    a. sifat baru –> memenuhi
    b. Kinerja –>
    c. Peneyesuaian/ kustomisasi
    d. Menyelesaikan pekerjaan
    e. Desain
    f. Merek/status
    g. Harga
    h. Pengurangan biaya
    i. Pengurangan resiko
    j. Kemampuan dalam mengakses
    k. Kenyamanan/ kegunaan
    Setiap customer segment harus terpenuhi pada value preposition, tidak boleh ada customer segment yang tidak mendapatkan nilai atau manfaat apapun dari yang ditawarkan.Product/market fit atau problem-solution fit adalah ketika masalah dan solusi dapat diselesaikan.
    Value proposition canvas: customer profile & value map bertujuan untuk membantu dalam merancang value proposition yang baik yang sesuai dengan kebutuhan custommer segment.
    Ada dua bagian dari value proposition yaitu customer profile dan value map.
    pada customer(segment)profile terdapat 3 bagian yaitu:
    1. customer jobs(s)
    merupakan tugas fungsional, sosial dan emosional yang dilakukan oleh customer, masaah yang pelanggan coba untuk menyelesaikan dan kebutuhan yang ingin dipenuhi.
    2. pains
    Pengalaman negatif atau resiko yang pernah dialami oleh pelanggan dalam proses menyelesaikan pekerjaan atau suatu hal.
    3. gains
    menjelaskan manfaat yang diharapkan, atau yang menjadi keinginan dari konsumen.
    Tahapan yang dilakukan pada canvas customer profile
    1. memilih customer segement
    2. mengidentifikasi customer jobs
    3. mengidentifikasi customer pains
    4. mengidentifikasi customer gains
    5. melakukan identifikasi dan membuat isian pada setiap bagian, urutkan Customer Jobs, Pains dan Gains dalam sebuah kolom, masing-masing dengan Customer Jobs paling penting, Pains yang paling ekstrim, dan Gains penting di atas, lalu Pains dan Gains yang lebih sederhana/ kecil di bagian bawah.
    pada value (proposition) map terdapat 3 bagian:
    1. product & service
    menjelaskan produk dan jasa yang di tawarkan, yang dapat membantu customer menyelesaikan masalah yang ada di (customer job).
    2. Pain Relievers
    menjelaskan produk atau jasa bisa menyelesaikan pengalaman negatif atau resiko yang pernah dialami oleh customer, sehingga pain relievers harus dapat mengurangi bahkan menghilangkan pains pada customer profile.
    3. Gain Creators
    menjelaskan produk dan jasa dapat membuat pelanggan merasakan manfaat atau diuntungkan. gain creators harus dapat menyelesaiakn gains pada customer profile.
    kesimpulan: tidak ada canvas yang bisa menjawab semua hal, maka dari itu kita harus dapat memilah dan memilih customer jobs, pains, gains dan juga memilih products&services, pain relievers dan gain creators yang paling menjawab kebutuhan customer.

  16. Value Proposition menciptakan nilai untuk Customer Segment. Nilai ini dapat bersifat kuantitatif misalnya harga atau kecepatan layanan, dan bisa bersifat kualitatif seperti misalnya desain dan customer experience. Beberapa elemen nilai yang menjadi Value Proposition dapat berupa:sifat baru (newness),Kinerja (performance), Penyesuaian/ Kustomisasi (customization) ,Menyelesaikan pekerjaan (getting the job done),Desain (design),Merek/ status (Brand/ status). Pada bagian Value Proposition, Anda harus menjawab “Apa yang Anda bangun dan untuk siapa?” Value Proposition menjawab dan menyelesaikan masalah dari setiap Customer Segment. Atau dengan kata lain, setiap Customer Segment harus terpenuhi value yang dibutuhkannya dalam blok Value Proposition. Tidak boleh ada Customer Segment yang tidak mendapatkan nilai atau manfaat apapun dari yang Anda tawarkan. Value Proposition ini menjadi satu kesatuan manfaat-manfaat yang ditawarkan oleh startup atau perusahaan kepada customer-nya. Tujuan pengisian Value Proposition Canvas adalah untuk membantu Anda dalam merancang Value Proposition yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan Custumer Segment dan pekerjaan yang harus diselesaikan (jobs to be done), juga membantu customer memecahkan masalahnya

  17. Value Proposition dalam pemodelan bisnis, berbicara tentang:
    (1) Nilai apakah yang kita berikan kepada customer?
    (2) Di antara masalah customer, manakah yang kita bantu untuk diselesaikan?
    (3) Kebutuhan customer manakah yang kita penuhi?
    (4) Gabungan produk dan jasa apakah yang kita tawarkan kepada setiap Customer Segment?
    Beberapa elemen nilai yang menjadi Value Proposition dapat berupa:
    1). Sifat baru (newness)
    2). Kinerja (performa)
    3). Penyesuaian/ Kustomisasi (customization)
    4). Menyelesaikan pekerjaan (getting the job done)
    5). Desain (design)
    6). Merek/ status (Brand/ status)
    7). Harga (price)
    8). Pengurangan biaya (cost reduction)
    9). Pengurangan resiko (risk reduction)
    10). Kemampuan dalam mengakses (accesibility)
    11). Kenyamanan/ kegunaan (convenience/ usability)
    Value Proposition Canvas membantu untuk menciptakan product/market fit dengan cara yang lebih sistematis. Terdapat dua bagian dari Value Proposition Canvas, yaitu Customer Profile dan Value Map.

  18. Ringkasan
    1. Definisi Value Proposition
    Value Proposition Canvas : Customer Profile dan Value Map

    Rangkuman
    Value Proposition memberikan nilai untuk Customer Segment.element nilai yang menjadi Value Proposition dapat berupa Sifat baru (newness),Kinerja (performance), Penyesuaian/ Kustomisasi (customization), Menyelesaikan pekerjaan (getting the job done), Desain (design), Merek/ status (Brand/ status), Harga (price), Pengurangan biaya (cost reduction), Pengurangan resiko (risk reduction), Kemampuan dalam mengakses (accesibility), Kenyamanan/ kegunaan (convenience/ usability). Value proposition akan menjawab tentang apa yang kita bangun dan untuk siapa kita menciptakan produk tersebut.

  19. Dalam value proposition dalam pemodelan bisnis mengenai: Nilai yang disediakan untuk customer, masalah customer yang dapat kita selesaikan, kebutuhan customer yang dapat kita penuhi, produk dan jasa yang kita tawarkan dalam customer segment.
    Nilai yang diciptakan value proposition ke dalam customer segment dapat bersifat kuantatif(harga, kecepatan layanan) dan bersifat kualitatif(desain, customer experience).
    Elemen yang menjadi value proposition, yaitu:
    1. Sifat baru (newness)
    2. Kinerja (performance)
    3. Penyesuaian/kostumisasi (customization)
    4. Menyelesaikan pekerjaan(getting the job done)
    5. Desain (design)
    6. Merek/status (brand/status)
    7. Harga (price)
    8. Pengurangan biaya (cost reduction)
    9. Pengurangan resiko (risk reduction )
    10. Kemampuan dalam mengakses (accesibility)
    11. Kenyamanan/kegunaan (covenience/usability).

    2 bagian value proposition canvas, yaitu customer profile dan value map.
    Dalam customer profile terdiri dari 3 bagian, yaitu customer job(kebutuhan customer), pain (masalah yang dialami customer), gain (manfaat yang diharapkan).
    Value map dibagi menjadi 3 bagian, yaitu product dan services (produk dan layanan yang ditawarkan), pain relievers (mengurangi masalah customer), dan gain creators (produk dan layanan yang menciptakan keuntungan bagi customer).

  20. Value preposition dalam pemodelan bisnis berbicara tentang nilai yang diberikan ke customer, menentu masalah customer yang akan diselesaiakan, kebutuhan customer yang akan dipenuhi dan produk apa yang ditawarkan ke customer. Terdapat beberapa nilai dan value pada preposition yaitu sifat baru, kinerja, penyesuaian/customisasi, menyelesaikan pekerjaan, desain, merek/status, harga, pengurangan biaya dan lainnya. Pada value preposition menjawab dan menyelesaikan masalah dari setiap customer segment. Value preposition canvas dibagi dua: customer profile dan value map. Tujuan pengisian value preposition canvas adalah untuk membantu anda dalam merancang value preposition yang baik, sesuai kebutuhan customer. Pada customer profile terdiri dari 3: customer job, pains and gains. Pada value Map terdiri 3 bagian: products and services, pain relievers and gain creators. Pencapain kesesuian(FIT) antara value preposition yang ditawarkan kebutuhan dari satu customer segment, Ketika customer bersemangat dengan value preposition yang dibuat.

  21. Value proposition menciptakan nilai bersifat kuantitatif misalnya harga atau kecepatan layanan, dan bisa bersifat kualitatif seperti desain dan customer experience.
    Elemen nilai yang menjadi value proposition : sifat baru (newness), kinerja (performance), penyesuaian/ kustomisasi (customization), menyelesaikan pekerjaan (getting the job done), desain (design), merek/ status (brand/ status), harga (price), pengurangan biaya (cost reduction), pengurangan resiko (risk reduction), kemampuan dalam mengakses (accesibility), kenyamanan (convenience/ usability)
    Terdapat 5 tahapan yang perlu dilakukan dalam menggali profile dari customer segment: pilihlah satu customer segment yang ingin anda susun profilnya, identifikasi customer, identifikasi customer pains, identifikasi customer gains, urutkan customer jobs, pains dan gains
    Empat tahapan untuk pengisian value map: buatlah daftar semua produk dan layanan, uraikan bagaimana produk saat ini membantu customer, jelaskan bagaimana produk saat ini menciptakan hasil dan manfaat yang diharapkan atau diinginkan bagi customer, lakukan perankingan terhadap products & services, customer pains, dan gain creators menurut seberapa penting mereka bagi customer.

  22. Value Proposition dalam pemodelan bisnis, berbicara tentang:
    • Nilai apakah yang kita berikan kepada customer?
    • Di antara masalah customer, manakah yang kita bantu untuk diselesaikan?
    • Kebutuhan customer manakah yang kita penuhi?
    • Gabungan produk dan jasa apakah yang kita tawarkan kepada setiap Customer Segment?

    Beberapa elemen nilai yang menjadi Value Proposition dapat berupa:
    1. Sifat baru (newness), kebutuhan customer yang sebelumnya belum pernah diterima, kebutuhan customer yang sebelumnya belum pernah diterima
    2.Kinerja (performance), menawarkan peningkatan kinerja produk atau jasa.
    3. Penyesuaian/ Kustomisasi (customization), memberikan penyesuaian dalam memenuhi kebutuhan customer yang spesifik dan berbeda-beda.
    4. Menyelesaikan pekerjaan (getting the job done),nilai yang dalam hal membantu customer menyelesaikan pekerjaannya.
    5.Desain(design), desain merupakan sebuah nilai yang sulit diukur, tetapi penting.
    6. Merek/ status (Brand/ status), Nilai yang memberikan customer penanda akan status sosialnya karena penggunaan merek.
    7. Harga (price), Perusahaan bisa menawarkan nilai yang sama tetapi harga yang lebih rendah untuk memuaskan Customer Segment yang lebih sensitif terhadap harga, namun bisa memberikan harga yang tinggi juga dalam penyesuaikan terhadap customer yang memiliki sentiment kualitas yang tinggi memiliki harga/nilai yang tinggi.
    – Value Proposition menjawab dan menyelesaikan masalah dari setiap Customer Segment, sehingga setiap Customer Segment harus terpenuhi value yang dibutuhkannya dalam blok Value Proposition.

    Value preposition canvas
    – Tujuan pengisian Value Proposition Canvas adalah untuk membantu dalam merancang Value Proposition yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan serta pekerjaan yang ingin diselesaikan Custumer Segment (menciptakan product/market fit dengan cara yang lebih sistematis).
    – Value Prepostion Canvas, terdiri dari customer profile dan value map.
    Customer profile
    Kanvas pada bagian Customer Profile terdiri dari 3 bagian, yaitu:
    1. Customer Job(s), berupa tugas yang mereka coba lakukan dan selesaikan, masalah yang mereka coba selesaikan atau kebutuhan yang ingin mereka penuhi.
    2. Pains, penjelasan tentang emosi negatif, biaya dan situasi yang tidak diinginkan, dan risiko yang dialami atau dapat dialami customer Anda sebelum, selama dan setelah menyelesaikan pekerjaan.
    3. Gains, menjelaskan tentang manfaat yang diharapkan, diinginkan, atau kejutan yang diharapkan customer Anda.

    Value (Proposition) Map
    Value Map dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
    1. Products & Services, menjelaskan tentang produk dan layanan apa yang ditawarkan, yang membantu customer dalam menyelesaikan pekerjaan fungsional, sosial, emosional atau membantunya memenuhi kebutuhan dasar
    2. Pain Relievers, menggambarkan bagaimana tepatnya produk dan layanan Anda mengurangi Pains customer tertentu. menguraikan bagaimana Anda menghilangkan atau mengurangi beberapa hal yang mengganggu customer Anda.
    3. Gain Creators, menjelaskan bagaimana produk dan layanan Anda menciptakan keuntungan bagi customer.

    Rangkuman Tahapan pada Value Map Kanvas
    Empat tahapan untuk pengisian Value Map adalah:
    1. Buatlah daftar semua produk dan layanan dari Value Proposition
    2. Uraikan bagaimana produk dan layanan Anda saat ini membantu customer.
    3. Jelaskan bagaimana produk dan layanan Anda saat ini menciptakan hasil dan manfaat yang diharapkan atau diinginkan bagi customer.
    4. Lakukan perankingan terhadap Products & Services, Customer Pains, dan Gain Creators menurut seberapa penting mereka bagi customer.

  23. Value Proposition dalam pemodelan bisnis, berbicara tentang:

    Nilai apakah yang kita berikan kepada customer?
    Di antara masalah customer, manakah yang kita bantu untuk diselesaikan?
    Kebutuhan customer manakah yang kita penuhi?
    Gabungan produk dan jasa apakah yang kita tawarkan kepada setiap Customer Segment?
    Value Proposition menciptakan nilai untuk Customer Segment. Nilai ini dapat bersifat kuantitatif misalnya harga atau kecepatan layanan, dan bisa bersifat kualitatif seperti misalnya desain dan customer experience.
    Beberapa elemen nilai yang menjadi Value Proposition dapat berupa:
    1. Sifat baru (newness), kebutuhan customer yang sebelumnya belum pernah diterima.
    2.Kinerja (performance), menawarkan peningkatan kinerja produk atau jasa.
    3. Penyesuaian/ Kustomisasi (customization), memberikan penyesuaian dalam memenuhi kebutuhan customer yang spesifik dan berbeda-beda.
    4. Menyelesaikan pekerjaan (getting the job done),nilai yang dalam hal membantu customer menyelesaikan pekerjaannya.
    5.Desain(design), desain merupakan sebuah nilai yang sulit diukur, tetapi penting.
    6. Merek/ status (Brand/ status), Nilai yang memberikan customer penanda akan status sosialnya karena penggunaan merek.
    7. Harga (price), Perusahaan bisa menawarkan nilai yang sama tetapi harga yang lebih rendah untuk memuaskan Customer Segment yang lebih sensitif terhadap harga, namun bisa memberikan harga yang tinggi juga dalam penyesuaikan terhadap customer yang memiliki sentiment kualitas yang tinggi memiliki harga/nilai yang tinggi.
    – Value Proposition menjawab dan menyelesaikan masalah dari setiap Customer Segment, sehingga setiap Customer Segment harus terpenuhi value yang dibutuhkannya dalam blok Value Proposition.

    Value preposition canvas
    – tujuan pengisian Value Proposition Canvas adalah untuk membantu dalam merancang Value Proposition yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan serta pekerjaan yang ingin diselesaikan Custumer Segment (menciptakan product/market fit dengan cara yang lebih sistematis).
    – Value Prepostion Canvas, terdiri dari customer profile dan value map.
    Customer profile
    Kanvas pada bagian Customer Profile terdiri dari 3 bagian, yaitu:
    1. Customer Job(s), berupa tugas yang mereka coba lakukan dan selesaikan, masalah yang mereka coba selesaikan atau kebutuhan yang ingin mereka penuhi.
    2. Pains, penjelasan tentang emosi negatif, biaya dan situasi yang tidak diinginkan, dan risiko yang dialami atau dapat dialami customer Anda sebelum, selama dan setelah menyelesaikan pekerjaan.
    3. Gains, menjelaskan tentang manfaat yang diharapkan, diinginkan, atau kejutan yang diharapkan customer Anda.
    Value (Proposition) Map
    Value Map dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
    1. Products & Services, menjelaskan tentang produk dan layanan apa yang ditawarkan, yang membantu customer dalam menyelesaikan pekerjaan fungsional, sosial, emosional atau membantunya memenuhi kebutuhan dasar
    2. Pain Relievers, menggambarkan bagaimana tepatnya produk dan layanan Anda mengurangi Pains customer tertentu. menguraikan bagaimana Anda menghilangkan atau mengurangi beberapa hal yang mengganggu customer Anda.
    3. Gain Creators, menjelaskan bagaimana produk dan layanan Anda menciptakan keuntungan bagi customer.
    Rangkuman Tahapan pada Kanvas Value Map
    Empat tahapan untuk pengisian Value Map adalah:
    1. Buatlah daftar semua produk dan layanan dari Value Proposition
    2. Uraikan bagaimana produk dan layanan Anda saat ini membantu customer.
    3. Jelaskan bagaimana produk dan layanan Anda saat ini menciptakan hasil dan manfaat yang diharapkan atau diinginkan bagi customer.
    4. Lakukan perankingan terhadap Products & Services, Customer Pains, dan Gain Creators menurut seberapa penting mereka bagi customer.

  24. Pada materi The Value Proposition diterangkan bahwa Value Proposition itu berbicara tentang Nilai apakah yang akan kita berikan kepada customer?Kebutuhan customer? Masalah apa yang kita selesaikan dan produk apa yang kita tawarkan. Nah ini membuat Value proposition menciptakan nilai untuk customer segement. Beberapa elemen yang menjadi Value Proposition adalah
    – Sifat baru(newness), sifat baru yang sebelumnya belum pernah diterima
    – Kinerja(performance),nilai kinerja yang menawarkan peningkatan produk atau jasa
    – Penyesuaian/kustomisasi (customization), kustomisasi ditawarkan untuk kebutuhan customer yang berbeda-beda
    – Menyelesaikan pekerjaan(getting the job done), nilai yang ditawarkan untuk customer menyelesaikan pekerjaannya
    – Desain(Design), nilai yang sering ditawarkan untuk industri fashion
    – Merek/Status (Brand/Status), sebagai penanda status sosial
    – Harga(price),
    – Pengurangan biaya(cost reduction)
    – Pengurangan resiko(risk reduction)
    – Kemampuan dalam mengakses(accesbility)
    – Kenyamanan
    Tujuan dalam pengisian Value proposition canvas adalah untuk membantu anda dalam menrancang value proposition yang baik. Terdapat 2 bagian value proposition yaitu Customer profile dan Value map , Customer segement dibagi menjadi 3 bagian yaitu Customer job (menjelaskan apa yang dilakukasn customer),Pains(penjelasan tentang situasi dan resiko yang dialamai customer),Gains(manfaat yang diharapkan dan di inginkan oleh customer) . Sedangkan Value Map dibagi menjadi 3 yaitu, Product & services (layanan yang ditawarkan), Pain relieves dan Gain creators

  25. Value Propostion berbicara tentang solusi atau keuntungan yang diberikan pada customer. Bagian ini menciptakan nilai untuk Customer Segment, yang dapat bersifat kuantitatif seperti harga atau kecepatan layanan dan kualitatif seperti desain dan customer experience. Berikut nilai-nilai dalam Value Proposition, yaitu:
    1.Sifat Baru
    2.Kinerja
    3.Penyesuaian/Kustomisasi
    4.Menyelesaikan pekerjaan
    5.Desain
    6.Merek/Status
    7.Harga
    8.Pengurangan Biaya
    9.Pengurangan Resiko
    10.Kemampuan dalam mengakses
    11.Kenyamanan/Kegunaan
    Tujuan pengisian Value Propostion Canvas adalah untuk membantu Anda dalam merancang Value Proposition yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan Customer Segment dan pekerjaan yang harus diselesaikan juga membantu customer memecahkan masalahnya. Value Proposition Canvas membantu Anda menciptakan product/market fit dengan cara yang lebih sistematis yang terdiri dari dua bagian, yaitu:
    1.Customer Profile terdiri dari Customer Job(s), Pains, Gains
    2.Value (Proposition) Map terdiri dari Product & Services, Pain Relievers, Gain Creators
    Apabila hal yang ditawarkan membuat customer senang, maka Anda mencapai kesesuaian (FIT).

  26. Value Proposition dalam pemodelan bisnis, berbicara tentang nilai apa yang diberikan kepada customer? Di antara masalah customer, manakah yang kita bantu untuk diselesaikan? Kebutuhan customer manakah yang kita penuhi? Gabungan produk dan jasa apakah yang kita tawarkan kepada setiap Customer Segment? Value Proposition menciptakan nilai untuk Customer Segment. Nilai ini dapat bersifat kuantitatif misalnya harga atau kecepatan layanan, dan bisa bersifat kualitatif misalnya desain dan customer experience. Beberapa elemen nilai yang menjadi Value Proposition dapat berupa: Sifat baru (newness); Kinerja (performance); Penyesuaian/ Kustomisasi (customization); Menyelesaikan pekerjaan (getting the job done); Desain (design); Merek/ status (Brand/ status); Harga (price); Pengurangan biaya (cost reduction); Pengurangan resiko (risk reduction); Kemampuan dalam mengakses (accesibility); Kenyamanan/ kegunaan (convenience/ usability). Value Proposition menjawab dan menyelesaikan masalah dari setiap Customer Segment. Atau dengan kata lain, setiap Customer Segment harus terpenuhi value yang dibutuhkannya dalam blok Value Proposition.

  27. Ringkasan:
    1. Value proposition menciptakan nilai untuk customer segment
    2. Value Proposition menjawab dan menyelesaikan masalah dari setiap customer segment
    3. Value proposition canvas: customer profile & value map, membantu dalam merancang value proposition yang baik

    Rangkuman:
    Value proposition membahas tentang hal apa yang dapat diberikan atau ditawarkan kepada customer. Beberapa elemen nilai yang menjadi value proposition dapat berupa sifat baru, kinerja, kustomisasi, menyelesaikan pekerjaan, harga, dll. Terdapat value proposition canvas membantu dalam menciptakan product/market fit dengan cara yang lebih sistematis. VPC yang terdapat dalam dua bagian yaitu customer profile dan value map. Customer profile terdiri dari 3 bagian yaitu customer job(s), pains, dan gains. Value map terdiri dari 3 bagian yaitu products & services, pain relievers, gain creators

  28. Value preposition menciptakan nilai untuk customer segment. Dapat bersifat kualitatif dan kuantitatif.Beberapa elemen nilai yang menjadi value proposition
    a. sifat baru –> memenuhi kebutuhan customer yang sebelumnya belum pernah diterima.
    contoh : Teknologi telepon seluler
    b. Kinerja –> Nilai kinerja menawarkan peningkatan kinerja produk atau jasa.
    c. Peneyesuaian/ kustomisasi->Kustomisasi ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan customer yang spesifik dan berbeda-beda.
    d. Menyelesaikan pekerjaan->Nilai ini ditawarkan untuk membantu customer menyelesaikan pekerjaannya.
    e. Desain-> nilai yang sulit diukur, tetapi penting
    f. Merek/status->menggunakan sebuah merek atau brand tertentu dapat menjadi penanda status (sosial).
    g. Harga->Perusahaan bisa menawarkan nilai yang sama tetapi harga yang lebih rendah untuk memuaskan Customer Segment yang sensitif dengan harga.
    h. Pengurangan biaya->Salah satu contoh nilai yang ditawarkan perusahaan untuk customer adalah pengurangan biaya dalam menjalankan usahanya.
    i. Pengurangan resiko->Bentuk-bentuk nilai dalam hal pengurangan risiko misalnya pemberian garansi layanan satu tahun ketika customer membeli mobil bekas.
    j. Kemampuan dalam mengakses
    k. Kenyamanan/ kegunaan
    setiap Customer Segment harus terpenuhi value yang dibutuhkannya dalam blok Value Proposition.
    Value proposition canvas: customer profile & value map
    Tujuan pengisian Value Proposition Canvas adalah untuk membantu Anda dalam merancang Value Proposition yang baik.
    Ada dua bagian dari value proposition yaitu customer profile dan value map.
    pada customer(segment)profile terdapat 3 bagian yaitu:
    1. customer jobs(s)
    terdapat pekerjaan fungsional,sosial,emosional dan pendukung
    2. pains
    jenis pains yaitu hasil,halangan atau rintangan dan risiko.
    3. gains
    empat tipe gain yaitu required gains,expected gain, desired gain dan unexpected gain.
    pada value (proposition) map terdapat 3 bagian:
    1. product & service
    produk dan layanan apa yang Anda tawarkan yang membantu customer Anda menyelesaikan pekerjaan fungsional, sosial, emosional
    Value Proposition yang Anda tawarkan bisa terdiri dari jenis produk atau jasa:
    Fisik/ Tangible,Intangible,Digital dan Financial
    2. Pain Relievers
    Value Proposition yang baik berfokus pada Pains yang penting bagi customer, terutama Pains yang ekstrim
    3. Gain Creators
    Gain Creators menjelaskan bagaimana produk dan layanan Anda menciptakan keuntungan bagi customer.

  29. Value Preposition

    menciptakan nilai untuk Customer Segment.
    Value Proposition dalam pemodelan bisnis, berbicara tentang:
    – Nilai apakah yang kita berikan kepada customer?
    – Di antara masalah customer, manakah yang kita bantu untuk diselesaikan?
    – Kebutuhan customer manakah yang kita penuhi?
    – Gabungan produk dan jasa apakah yang kita tawarkan kepada setiap Customer Segment?

    Customer (Segment) Profile
    Kanvas pada bagian Customer Profile terdiri dari 3 bagian, yaitu:
    – Customer Job(s)
    – Pains
    – Gains
    Customer Pains:
    – karakteristik yang tidak diinginkan
    – Halangan atau rintangan
    – Risiko
    Customer Gains:
    – Required Gains
    – Expected Gains
    – Desired Gains
    – Unexpected Gains

    Tujuan pengisian Value Proposition Canvas adalah untuk membantu Anda dalam merancang Value Proposition yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan customer agarmenghilangkan atau mengurangi beberapa hal yang mengganggu customer (Pain Relievers).

  30. Ringkasan: Value Proposition menciptakan nilai untuk Customer Segment. Nilai ini dapat bersifat kuantitatif misalnya harga atau kecepatan layanan,
    setiap Customer Segment harus terpenuhi value yang dibutuhkannya dalam blok Value Proposition
    Tujuan pengisian Value Proposition Canvas adalah untuk membantu Anda dalam merancang Value Proposition yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan Custumer
    Customer jobs ini bisa berupa tugas yang mereka coba lakukan dan selesaikan, masalah yang mereka coba selesaikan atau kebutuhan yang ingin mereka penuhi. Customer Pains diisi dengan penjelasan tentang emosi negatif, biaya dan situasi yang tidak diinginkan, dan risiko. Customer Gains, dijelaskan tentang manfaat yang diharapkan, diinginkan, atau kejutan yang diharapkan customer Anda

    Rangkuman :
    elemen nilai yang menjadi Value Proposition,Sifat baru ,Kinerja,Penyesuaian/ Kustomisasi ,Menyelesaikan pekerjaan,Desain,Merek/ status,Harga ,Pengurangan biaya,Pengurangan resiko,Kemampuan dalam mengakses,Kenyamanan/ kegunaan
    Customer (Segment) Profile
    1. Customer Job(s)
    2. Pains
    3. Gains

    Customer Pains
    Customer Gains

Comments are closed.