Aku Jatuh Cinta Pada Laut, Gunung dan Kopimu

Saya akhirnya punya kesempatan untuk menikmati Flores, dari Labuan Bajo hingga Maumere. Perjalanan yang memakan waktu selama 12 hari ini (duh tapi sebenarnya masih kurang lama), dimulai dari titik berangkat dan kembali ke Laguboti. Inilah kisah saya. 

——————

HARI 01 – PERJALANAN MENUJU JAKARTA

  • Rute perjalanan dari titik berangkat Desa Sitoluama, Laguboti (Kab. Toba Samosir).
  • Penerbangan dari Bandara Silangit (Kab. Tapanuli Utara) menuju Jakarta.

HARI 02 – PERJALANAN DARI JAKARTA MENUJU LABUAN BAJO

  • Keberangkatan subuh dimulai dari Jakarta, transit di Bandara Ngurah Rai Bali, lalu menuju Bandara Komodo di Labuan Bajo (Kabupaten Manggarai Barat).
  • Setelah tiba di kota Labuan Bajo, melanjutkan perjalanan darat menuju Ruteng, lalu Desa Denge yang adalah desa terakhir untuk melanjutkan perjalanan ke WaereboDesa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai Barat, Flores).
  • Perjalanan menuju Waerebo ditempuh dalam waktu 2.5 jam, dengan didampingi seorang guide sekaligus porter.

HARI 03 – BERGEMBIRA DI WAEREBO, NEGERI DI ATAS AWAN

  • Setelah puas menikmati keindahan dan keramahan penduduk Waerebo, perjalanan dilanjutkan untuk kembali ke Desa Denge.
  • Dari Desa Denge perjalanan sekitar 8 jam ditempuh menuju Labuan Bajo.
  • Tiba malam hari di Labuan Bajo dan menginap di Hotel Siola, Kampung Ujung yang sangat dekat dengan pelabuhan dan daerah kuliner Kampung Ujung.

HARI 04 – ISLAND HOPPING DI TAMAN NASIONAL KOMODO 1

  • Perjalanan eksplorasi pulau-pulau dan pantai-pantai (island hopping) di Taman Nasional Komodo pun dimulai. Berangkat dari Labuan Bajo, pulau pertama yang disinggahi adalah Pulau Kelor.
  • Puas bermain air dan foto dari puncak Pulau Kelor, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Rinca.
  • Puji Tuhan, di musim kawin di mana jarang sekali komodo muncul, rombongan kami bisa langsung bertemu komodo di sekitar perumahan ranger.
  • Setelah dari Pulau Rinca, kapal melanjutkan perjalanan ke Pulau Padar. Dan saya dapat menikmati sunset di sini.
  • Rombongan menginap di Pulau Padar, untuk dapat mendaki esok hari dan menyaksikan sunrise dari puncak Pulau Padar.

HARI 05 – ISLAND HOPPING DI TAMAN NASIONAL KOMODO 2

  • Sungguh bergembira sekali dapat menikmati sunset dan sunrise di Pulau Padar. Sumpah, saya pecinta matahari terbit dan terbenam, suka warnanya.
  • Setelah puas foto dan menikmati keindahan Pulau Padar, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Pink (Pink Beach) di Pulau Komodo.
  • Air yang jernih, pasir berwarna pink, sudah dinikmati. Perjalanan dilanjutkan ke Pulau Sembilan yang merupakan titik perhentian terakhir.
  • Dari Pulau Sembilan, perjalanan berakhir di Labuan Bajo.

HARI 06 – KOPI…KOPI…KOPI…

  • Setelah mempertimbangkan waktu yang akan banyak terbuang dalam perjalanan darat, saya dan teman memutuskan untuk mencapai tujuan selanjutnya Bajawa dengan jalur udara, yang memakan waktu 30 menit.
  • Setiba di Bandara Soa Bajawa, Kabupaten Ngada, perjalanan dilanjutkan ke Desa Tradisional Bena.
  • Berhubung teman punya saudara di Bajawa, dengan senang hati kami menginap di tempat saudara yang baik sekali.

HARI 07 – AYAM BAKAR DI TEPI SAWAH

  • Hari ini waktunya berkunjung ke tempat saudara, di Mbay, Kabupaten Nagekeo. Daerah Mbay adalah lumbung padi Flores.
  • Di tepi sawah kami menikmati ayam dan bebek bakar ditemani air kelapa, dan tentu saja moke 😉

HARI 08 – BIRUNYA RIUNG (KAWASAN WISATA ALAM 17 PULAU)

  • Dari Bajawa berangkat pukul 03:00 WITA dan tiba di Riung hampir pukul 06:00 WITA.
  • Di Riung, kami mampir di beberapa pulau, dimulai dengan Pulau Kelelawar, Pulau Rutong, dll.

HARI 09 – MENGEJAR KELIMUTU

  • Belum puas ekslorasi. Setelah seharian kemarin menikmati laut di Riung, perjalanan hari ini menuju Danau Kelimutu.
  • Rute perjalanan dimulai dari Bajawa – Nangaroro – Pantai Nangapanda – Ende – Danau Kelimutu.
  • Berhubung hari sudah malam, maka diputuskan untuk menginap di rumah kenalan di daerah Paga, sebelum melanjutkan perjalanan esok hari.

HARI 10 – BERAKHIR DENGAN KAIN MAUMERE

  • Pagi hari, perjalanan dari Paga menuju Nilo (Patung Maria Bunda Segala Bangsa).
  • Dari Nilo, perjalanan dilanjutkan ke Maumere. Tak sah rasanya jika tidak mampir untuk membeli kain di sini.
  • Dari pasar, perjalanan berakhir di Bandara Frans Seda Maumere.
  • Rute penerbangan kali ini berbeda dengan keberangkatan, yaitu Maumere – Bandara El Tari Kupang – Bandara Internasional Juanda Surabaya – Jakarta.

HARI 11 – HARUS KE BANDUNG

  • Berhubung saya punya cerita hidup di Bandung, jadi tak sah rasanya kalau tak mampir di kota ini.
  • Subuh dari Jakarta, bertemu dengan teman-teman di Bandung, lalu kembali ke Jakarta.

HARI 12 – TAK RELA PULANG

  • Perjalanan pun harus berakhir, meski hati belum rela. Kepulangan ditempuh dengan jalur udara dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng menuju Bandara Silangit.
  • Dari Bandara Silangit, perjalanan dilanjutkan dengan jalur darat kembali ke Desa Sitoluama, Laguboti.

——————

Banyak sekali kisah baik, pengalaman menyenangkan dalam perjalanan ini. Setiap kisah, setiap tempat, saya ceritakan terpisah, beserta gambar, yang dapat diakses pada link-link di atas.

Perjalanan ini membuat saya berdebar-debar dan tak sabar untuk merencanakan perjalanan berikutnya, explore keindahan, kekayaan, kebudayaan dan kearifan lokal Indonesia.

Salam Cinta Indonesia

Riyanthi Sianturi.