Apakah Persona?

Persona adalah dokumen yang menggambarkan user target. Persona dapat bermanfaat bagi tim proyek, stakeholder dan klien. Selain itu, persona dapat melukis gambar yang sangat jelas tentang siapa yang menggunakan website atau aplikasi, dan bahkan berpotensi menggambarkan bagaimana mereka menggunakannya.

Persona dapat dipergunakan sebagai latihan untuk menciptakan empati; sebagai touchpoint setiap kali muncul pertanyaan atau masalah tentang bagaimana aspek-aspek proyek harus didesain dengan menjawab: “Bagaimana <user ini> melakukan <tugas ini>? dan “Apa yang <user ini> akan cari dalam <situasi ini>?”

Menurut Josh Seiden, terdapat dua tipe personas yang berbeda, yaitu:

  • Marketing-Targeted Persona: Persona yang memodelkan motivasi pembelian.
  • Interactive Persona: Persona yang dimodelkan ke arah perilaku penggunaan.

Mengapa Membuat Persona?

Beberapa alasan membuat persona adalah:

  • Persona membantu Anda fokus pada user yang representatif. Dengan memberikan wawasan tentang perilaku “nyata” dari user “nyata”, persona dapat membantu menyelesaikan konflik yang muncul saat membuat keputusan desain dan pengembangan, sehingga Anda dan tim Anda dapat terus membuat kemajuan.
  • Persona dapat menjadi pengingat konstan kepada user Anda. Teknik yang bermanfaat bagi anggota tim Anda untuk menjaga user persona di ruang kerja mereka; dengan cara ini mereka terus diingatkan tentang siapa user mereka.
  • Persona membantu Anda, tim Anda, dan / atau klien Anda menghilangkan beberapa kebingungan yang dapat muncul ketika Anda mencapai persimpangan jalan pengambilan keputusan.

Informasi Untuk Persona

Persona yang dibangun harus didukung oleh Research (sebelumnya Anda telah melakukan User Reseach dengan berbagai teknik yang sesuai untuk proyek Anda). Personas yang efektif harus secara akurat menggambarkan sejumlah user spesifik yang menggunakan produk atau website Anda.

Informasi yang Anda kumpulkan untuk membangun persona tidak harus dengan satu metode saja. Temukan sebanyak mungkin data dan gabungkan dengan campuran data observasi dan wawancara — ini juga termasuk memanfaatkan survei online dan menganalisis perilaku di media sosial. Dapatkan data yang nyata, jadikan persona tersebut sebagai orang sungguhan.


Contoh Persona: Messagefirst

Untuk membuat persona yang efektif dan digerakkan oleh data, Messagefirst (www.messagefirst.com) menggunakan tidak kurang dari tiga sumber input data yang berbeda, yang diambil dari sumber berikut:

  • Stakeholder.
  • Customer Advocate: orang-orang di perusahaan yang berbicara langsung dengan pelanggan, yang biasanya bagian Penjualan/ Pemasaran dan Customer Service.
  • Customer: orang-orang yang akan menggunakan atau sedang menggunakan produk atau layanan.
  • Sumber data pelanggan: semua lalu lintas blog, survei, dan email yang tersedia.
  • Seseorang yang kita kenal: seseorang yang kita kenal yang cocok dengan profil awal persona.

Dalam membuat persona, selanjutnya gunakan beberapa sumber untuk menormalkan data. Dalam membuat persona, jangan lakukan prediksi tentang berapa persona yang akan dibangun. Sebaliknya, data yang Anda miliki yang akan menentukan jumlah persona yang harus dibangun. Saat menganalisis data, Anda mencari kesenjangan-kesenjangan dalam perilaku dan kegiatan. Kesenjangan ini mengungkapkan persona masing-masing.

Todd Zaki Warfel, Presiden, Messagefirst

Setelah Anda mengidentifikasi audiens Anda dan mengumpulkan data untuk mendukung persona, langkah Anda selanjutnya adalah meletakkan pensil di atas kertas dan mulai menghidupkan persona. Jumlah persona yang Anda butuhkan bervariasi. Secara umum, minimum adalah tiga, tetapi lebih dari tujuh adalah jumlah yang tidak biasa. Cara terbaik untuk mendapatkan representasi yang adil dalam membangun persona adalah dengan mempertimbangkan jumlah segmen target yang Anda miliki dan apa yang Anda rasakan.

Gambar di bawah ini adalah contoh persona dengan user bernama Nicolle. Isi persona menuliskan tentang Nicolle, bukan dituliskan oleh Nicolle.

Sumber: A Project Guide to UX Design, Second Edition

Membuat Persona

Dalam membuat persona Anda perlu memperhatikan:

  • Informasi apa yang dituliskan dalam persona? Informasi yang dituliskan adalah jenis informasi yang menurut audiens Anda relevan dan dapat dipercaya. Informasi didapatkan berdasarkan data Research yang Anda kumpulkan dan Anda harus dapat memastikan apa yang penting bagi klien, merek, dan proyek. Mayoritas persona yang Anda buat akan berbagi sekumpulan konten wajib bersama dengan sejumlah data, statistik, dan informasi relevan lainnya yang dapat dianggap opsional, karena akan bervariasi dari klien ke klien, jika tidak diproyeksikan ke proyek.
  • Apa saja konten minimum yang dibutuhkan dalam persona? Berikan informasi yang cukup untuk menggambarkan user representative Anda. Pastikan untuk memasukkan enam informasi utama:
    • foto
    • nama
    • usia
    • lokasi
    • pekerjaan
    • biografi

FOTO

Sebuah foto adalah langkah pertama (dan nyata) untuk menempatkan wajah pada persona Anda. Cobalah untuk memastikan bahwa gambar tidak terlihat terlalu berpose atau dipoles. Persona lebih efektif dengan foto yang diambil dalam pengaturan yang lebih natural. Pastikan foto tersebut sesuai dengan gaya hidup persona. Contoh perbandingan foto berpose dengan pengaturan natural dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Sumber: A Project Guide to UX Design, Second Edition

NAMA

Berikan nama pada foto yang telah Anda masukkan dalam persona. Foto yang Anda gunakan akan memanusiakan campuran data penelitian dan ciri-ciri kepribadian, dan namanya akan menjadi cara semua orang merujuk pada persona Anda selama diskusi. Sebuah nama jauh lebih mudah diingat dan dikaitkan dengan persona tertentu. Pastikan nama yang Anda gunakan tidak terdengar terlalu mirip, cari nama yang berbeda. Jangan menggunakan nama rekan kerja atau klien Anda, dan pastikan nama tersebut juga menggambarkan persona Anda.


USIA

Meskipun Research Anda mengidentifikasi rentang usia konsumen Anda, memberikan usia tertentu untuk persona Anda membantu menambah keaslian biografi yang Anda tulis. Usia diperlukan, misalnya karena perilaku seorang mahasiswa 21 tahun dan seorang ibu profesional 34 tahun sangat berbeda.


LOKASI

Pada awalnya, lokasi mungkin bukan informasi penting. Namun, penting untuk diingat bahwa perubahan budaya dan perilaku dapat terjadi dari satu lokasi ke lokasi lain. Lokasi dapat menunjukkan perbedaan dialek antara satu daerah dengan daerah lainnya dalam satu negara misalnya. Atau gaya hidup masyarakat di pedesaan dengan masyarakat di perkotaan bisa sangat berbeda, sehingga informasi lokasi penting untuk dicantumkan.


PEKERJAAN

Mengetahui mata pencaharian dari persona Anda dapat membantu Anda dalam mengidentifikasi diri mereka dengan mengaitkan dengan pola hidup mereka sehari-hari. Pekerjaan misalnya dapat digunakan untuk mengidentifikasi apakah user bekerja pada bidang yang harus berhubungan dengan banyak orang atau bekerja dengan interaksi sedikit dengan orang lain. Seperti pekerjaan seorang konsultan psikologi akan sangat berbeda interaksinya dengan pekerjaan programmer.


BIOGRAFI

Biografi adalah kisah yang membuat persona menjadi nyata. Berikan detail yang Anda peroleh dari data Research dan berikan sedikit kesan “real peole” pada persona Anda. Data sangat penting untuk persona, tetapi Anda tidak ingin hanya mengutip informasi itu dalam kalimat pendek. Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan bagian Biografi pada persona untuk menuliskan hasil Research Anda (berupa data, anekdot, dan observasi) ke dalam sebuah cerita yang dapat dihubungkan dengan audiens Anda.


KONTEN OPSIONAL

Selain keenam konten utama di atas, terdapat beberapa konten tambahan yang bisa digunakan dalam persona, yaitu:

  1. Tingkat pendidikan. Mengetahui pendidikan seseorang dapat memberikan tambahan wawasan tentang beberapa kebiasaan mereka.
  2. Gaji atau rentang gaji. Uang berbicara, dan dalam banyak kasus, jumlah pendapatan seseorang secara substansial mempengaruhi standar hidup dan pengeluaran mereka.
  3. Quotes Pribadi. Terkadang quotes dapat memberikan gambaran singkat tentang cara berpikir persona Anda.
  4. Kegiatan online.
  5. Kegiatan offline. Apakah persona Anda memiliki hobi? Apakah ada informasi tambahan tentang seperti apa kehidupan persona Anda ketika mereka tidak online?
  6. Key entry atau trigger terhadap klien, brand atau proyek. Penting untuk memahami bagaimana persona berinteraksi dengan klien, brand, atau proyek. Apakah orang tersebut mendengarnya dari mulut ke mulut, ulasan online, papan iklan, televisi atau radio, atau dari iklan pop-up online? Apakah persona Anda ingin menyelesaikan masalah yang dapat diatasi melalui klien, brand atau proyek Anda? Dengan menggunakan data statistik untuk memahami hal ini, dan menuliskannya dalam persona Anda, dapat membantu melatarbelakangi pendekatan Anda untuk melibatkan user.
  7. Tingkat kenyamanan teknis. Apakah persona Anda menggunakan PC atau Mac? Apakah dia memiliki komputer? Apakah dia menggunakan instant messaging, Flickr, atau menulis blog? Apakah dia sangat nyaman dengan kegiatan itu, atau dia bingung dengan itu?
  8. Tingkat kenyamanan sosial. Mengingat pertumbuhan media sosial dan jejaring sosial, mungkin penting untuk mengidentifikasi secara spesifik bagaimana persona Anda terlibat dalam ruang tersebut.
  9. Tingkat kenyamanan seluler (mobile). Karena penggunaan perangkat seluler menjadi lebih lazim, penting untuk mempertimbangkan hal ini, misalnya bagaimana persona Anda berada di ruang mobile masa kini.
  10. Motivasi untuk menggunakan klien, brand atau proyek. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin ingin memasukkan alasan mengapa persona ingin menggunakan klien, brand, atau proyek Anda.
  11. Tujuan user. Apa yang ingin dicapai oleh persona dengan menggunakan klien, brand atau proyek Anda. Ini dapat membantu memberikan wawasan tentang dorongan persona untuk menggunakannya.

Anda perlu mencari tahu bagaimana user akan bekerja paling baik dalam website atau aplikasi yang Anda bangun. Dengan memperhatikan audiens target Anda, menanamkan apa yang Anda pelajari dalam data Research, dan mensintesiskan semuanya ke dalam segmen-segmen, Anda harus dapat menciptakan persona yang memicu jenis empati yang membuat tim Anda tetap di jalur yang benar ketika membangun aplikasi, website atau produk.

Jared Spool

Contoh Persona yang dibangun dengan tool online.

Contoh Persona

Gambar di atas adalah contoh persona yang dibangun dengan tool online: Uxpressia. Anda dapat melakukan eksplorasi dan menggunakan berbagai tool untuk membangun persona bagi proyek Anda.



Bacaan Lanjut



REFERENSI

Unger, R, Chandler, C, 2012. A Project Guide to UX Design: For User Experience Designers in the Field or in the Making (2nd Edition). Berkeley: New Riders.

Feature Image: https://www.justinmind.com/blog/user-persona-templates/