UI/UX

User Research [2]

1. USER INTERVIEW

User Interview adalah percakapan terstruktur dengan user saat ini atau user potensial untuk website Anda. User Interview dapat dilakukan melalui panggilan telepon, video conference (seperti skype). User Interview juga dapat dilakukan secara pribadi di area netral (misalnya ruang konferensi) atau idealnya di lingkungan di mana user cenderung menggunakan website.

Interview membantu Anda memahami preferensi dan sikap peserta interview. Namun, pernyataan-pernyataan dari peserta selama interview tidak boleh digunakan untuk membuat pernyataan formal tentang performansi sebenarnya dari website. Jika Anda mencari informasi spesifik tentang bagaimana orang berinteraksi dengan website, ingin mengetahui performansi website, lebih baik melakukan observasi, mengamati mereka menggunakan website (contohnya contextual inquiry) atau meminta mereka untuk melakukan tugas-tugas di website (dalam usability testing). Site analytic juga dapat memberi Anda wawasan tentang informasi kinerja website yang menjadi sangat kuat ketika dipasangkan dengan interview atau inquiry.

Interview baik karena Anda dapat mengajukan pertanyaan lanjutan; mencari tahu apakah pertanyaan Anda membingungkan peserta; memberi tugas pada peserta untuk diselesaikan; dan mendapatkan jawaban panjang dan terbuka untuk pertanyaan yang mungkin lebih sulit dijawab secara tertulis. Anda juga dapat memperhatikan user dan mendapatkan petunjuk nonverbal dan Anda bisa belajar tentang hal-hal di mana batas waktu dimasukkan ke dalam experience, seperti game, kuis atau real-time messaging. Anda dapat memilih sendiri para tester-nya.

Interview kurang baik karena saat kegiatan dilakukan, Anda berada di sana, sehingga tester bisa saja menyesuaikan perilaku dan pendapat mereka untuk mendapatkan persetujuan Anda. Lebih sulit untuk mendatangkan orang ke tempat yang netral yang baik bagi Anda sehingga Anda dapat melakukan testing dengan user yang lebih sedikit. Sifat sosial dari wawancara tatap muka tidak baik untuk produk atau jasa yang bersifat pribadi, misalnya website tempat pembelian pakaian body suit berbahan lateks. User yang introvert akan sangat tidak nyaman dengan cara tersebut.

Anda melakukan Interview ketika Anda perlu menguji hal-hal subyektif dengan banyak langkah atau keputusan yang dilibatkan, misalnya navigasi pada website untuk memilih sebuah pakaian latex body suit yang paling cocok. Atau jika Anda perlu mengajukan pertanyaan lanjutan yang bergantung pada perilaku user, misalnya “lelucon apa yang cocok dengan body suit tersebut, menurut Anda?”


Proses Dasar Interview

UX Designer membuat daftar pertanyaan yang bertujuan untuk memperoleh informasi seperti:

  1. Pengalaman yang relevan dengan website atau isinya.
  2. Brand perusahaan, yang dirasakan oleh peserta interview.
  3. Attitude, misalnya, terhadap kategori subjek yang dibahas (untuk sumber konten), proses yang dirancang (untuk aplikasi berbasis tugas), atau metode pemasaran (untuk kampanye pemasaran).
  4. Tujuan atau kebutuhan umum yang mengarahkan user ke website Anda atau kompetitor.
  5. Langkah umum berikutnya yang diambil user setelah mengunjungi website Anda.
  6. Orang lain yang terlibat dalam experience. Misalnya, apakah user cenderung berkolaborasi dengan orang lain sebagai bagian dari tujuan lebih besar yang mereka coba capai? Apakah mereka akan berbagi informasi atau meminta pendapat orang lain?.
  7. Informasi lain apa pun yang akan membantu Anda memvalidasi asumsi yang Anda buat tentang user group hingga saat ini – misalnya, apakah variabel yang Anda diskusikan saat membuat model user sementara benar-benar tampaknya pengaruhnya dengan cara user merasakan pengalaman dalam website Anda.

Jenis Interview Berdasarkan Struktur

Terdapat 2 jenis interview berdasarkan strukturnya, yaitu:

  • Structured Interview: Interview yang dilakukan ketika Anda ingin mendapatkan laporan formal. Urutan pertanyaan pada model ini tidak bervariasi banyak. Setiap pertanyaan ditanyakan dengan beberapa tambahan pertanyaan.
  • Semistructured Interview:I nterview model ini dilakukan ketika kekayaan data lebih penting daripada konsistensi. Anda dapat memulai dengan dengan daftar pertanyaan tetapi biarkan percakapan mengalir natural, dengan pewawancara mengajukan pertanyaan untuk mengeksplorasi lebih lanjut komentar yang menarik (disebut menyelidik).

Waktu Pelaksanaan Interview

Durasi waktu terbaik untuk melakukan sekali interview adalah 45 sampai 60 menit. Durasi ini memberikan Anda waktu untuk membangun hubungan dan mencakup berbagai pertanyaan tanpa melelahkan bagi perserta interview. Anda perlu mempersiapkan daftar pertanyaan dan pengantar tertulis untuk menjaga konsistensi selama interview.


Tips Dalam Melaksanakan Interview

  • Anda perlu berfokus pada pengalaman pribadi peserta. Jangan meminta mereka untuk berspekulasi tentang apa yang mungkin mereka lakukan di masa depan atau apa yang mungkin dilakukan orang lain. Informasi seperti ini jarang dapat memprediksi apa yang sebenarnya akan mereka lakukan.
  • Jangan ajukan pertanyaan yang mengarahkan, yaitu pertanyaan yang menyiratkan jawaban spesifik adalah respons yang benar atau yang memengaruhi peserta untuk menjawab dengan cara tertentu. Pertanyaan yang Anda ajukan harus sederhana, netral, dan terbuka.
  • Beberapa contoh pertanyaan yang mengarahkan adalah:
    • “Apa yang Anda sukai dari website ini?” –> Ini mengasumsikan user suka menggunakan website Anda. Gunakan pertanyaan ini hanya jika Anda juga bertanya apa yang tidak mereka sukai dari website Anda.
    • “Apakah website ini memenuhi harapan Anda?” –> Ini dapat secara sederhana dijawab dengan jawaban ya atau tidak, yang tidak memberi Anda banyak detail untuk membantu dalam upaya mendesain website.
    • “Apakah Anda lebih suka menggunakan website abc.com atau xyz.com” dan yang terakhir, mengapa menurut Anda xyz.com lebih baik daripada abc.com? –> Pertanyaan ini memiliki beberapa masalah: mengajukan dua pertanyaan dalam satu pernyataan, dan memaksa pendapat tersirat dari peserta.
  • Pertanyaan yang lebih baik untuk ditanyakan adalah:
    • Ceritakan tentang kunjungan terakhir Anda ke abc.com. Mengapa kamu berkunjung ke website tersebut?
    • Apa yang Anda ingat tentang kunjungan Anda ke website abc.com?
  • Lakukan uji coba dengan seseorang, mungkin seseorang dalam organisasi yang bukan anggota tim inti. Uji coba ini akan membantu Anda menemukan pertanyaan yang mungkin tidak jelas dan juga akan membantu Anda memperbaiki waktu dan alur proses Interview. Jika memungkinkan, dan peserta menyetujuinya, catat wawancara tersebut sehingga orang lain dapat memperoleh manfaat dari mendengar jawaban langsung dari mulut peserta.


2. CONTEXTUAL INQUIRY

Contextual inquiry menggabungkan observasi dengan interview (wawancara). UX Designer mendatangi perserta kegiatan, idealnya ke lingkungan di mana mereka cenderung menggunakan website Anda. Misalnya, untuk melalukan contextual inquiry pada sebuah aplikasi perkantoran, melibatkan peserta yang bekerja di mejanya. Contextual inquiry memberikan informasi yang kaya tentang konteks yang dikerjakan oleh peserta, yaitu:

  • Masalah nyata yang dihadapi user.
  • Jenis peralatan yang mereka gunakan untuk bekerja.
  • Ruang tempat mereka bekerja — khususnya, jumlah ruang yang mereka miliki, seberapa banyak (atau sedikit) privasi, seberapa sering mereka terganggu, dan bagaimana mereka menggunakan telepon dan kertas (perhatikan secara khusus kertas yang sudah dicetak atau catatan yang berguna).
  • Preferensi mereka dalam menggunakan mouse dibandingkan keyboard. Ini dapat sangat memengaruhi pilihan desain Anda, terutama jika Anda merancang alat yang membutuhkan banyak entri data.
  • Bagaimana mereka bekerja dengan orang lain, dalam hal kolaborasi dan berbagi sumber daya. jika lebih dari satu orang menggunakan komputer yang sama, misalnya, itu akan memengaruhi cara Anda mendesain fitur login dan keamanan.
  • Alat lain yang mereka gunakan, baik online maupun offline. Bagaimana cara mereka bekerja dengan kertas — untuk beberapa tugas, mungkin sulit untuk merancang solusi online yang bersaing dengan kertas!

Contextual inquiry menggabungkan waktu observasi dan waktu interview. Mereka dapat bertahan di mana saja dari beberapa jam hingga beberapa hari. Jika peserta tidak dapat mendedikasikan setidaknya 2 jam, Anda harus mempertimbangkan untuk melakukan Interview saja. Selama observasi, dibutuhkan waktu bagi peserta untuk menyesuaikan diri dengan kehadiran Anda dan bertindak agak alami, dan penyesuaian kondisi ini tidak bisa berjalan instant, tidak terjadi setelah hanya 15 menit.


Proses Dasar Contextual Inquiry

  • Persiapkan pengantar 10 hingga 15 menit yang dapat Anda gunakan dengan setiap peserta. Pengantar harus mencakup informasi terkait tujuan penyelidikan, deskripsi rinci tentang apa yang akan Anda lakukan bersama (observasi dan interview), dan bagaimana informasi tersebut akan digunakan. Ini juga saat yang tepat untuk mendapatkan tanda tangan pada formulir persetujuan dan untuk meyakinkan para peserta bahwa apa yang mereka bagikan akan dirahasiakan. Mulailah dengan beberapa pertanyaan spesifik tentang proses khas peserta, terutama yang relevan dengan desain website.
  • Observasi Aktif. Pendekatannya secara umum adalah meminta peserta mengambil peran sebagai master (yang ahli) saat Anda mengambil peran sebagai peserta magang (tidak ahli). Sang master menjelaskan apa yang dia lakukan seolah mengajari Anda prosesnya. Observasi aktif sering memberi Anda lebih banyak latar belakang atas perilaku peserta, tetapi karena diamati secara aktif ini, dapat mempengaruhi cara kerja peserta.
  • Observasi Pasif. Pada pendekatan ini, Anda mendorong peserta untuk bertindak seolah-olah Anda bahkan tidak ada di sana. Tujuannya adalah untuk mengamati perilaku yang sealami mungkin. Misalnya, jika seorang peserta berbicara dengan Anda, ia kemungkinan kecil tidak akan menerima telepon atau bertanya kepada seseorang tentang masalah yang ia coba selesaikan, tetapi jika Anda mengamati secara pasif, Anda akan cenderung melihat ini terjadi. Anda kemudian dapat menindaklanjuti selama bagian wawancara untuk bertanya tentang alasan di balik beberapa perilaku yang Anda amati.
  • Jika Anda tidak memiliki banyak waktu dengan peserta (misalkan, masing-masing hanya 2 hingga 4 jam) – gunakan Observasi Aktif untuk memastikan Anda mendapatkan kedalaman informasi yang Anda butuhkan. Jika Anda memiliki sehari penuh atau lebih – Observasi Pasif menawarkan keseimbangan yang baik antara perilaku dan diskusi alami.
  • Setelah mendapat informasi selama melakukan contextual inquiry, Anda akan memiliki banyak data yang kaya untuk disortir. Cara mengidentifikasi pola atau tren dari hasil yang Anda dapatkan bisa dengan menggunakan Affinity Diagram. Affinity diagramming adalah teknik mengambil sejumlah item yang berbeda dan terpisah (seperti pernyataan yang dibuat oleh pengguna atau pengamatan yang dilakukan oleh seorang peneliti) dan mengelompokkannya bersama untuk membentuk pola dan tren.

Affinity Diagramming

  1. Kumpulkan tim yang melakukan contextual inquiry, berserta tiap catatan mereka.
  2. Berikan kepada masing-masing orang satu paket sticky notes dan minta mereka untuk menulis pernyataan pada tiap lembar sticky notes, bersama dengan kode singkat yang memungkinkan Anda melacak pernyataan itu kembali ke peserta, misalnya dengan memberi inisial nama. Fokus pada pernyataan yang tampaknya memiliki relevansi dengan desain website, baik secara khusus (pernyataan fitur) atau dengan cara yang lebih umum (pernyataan yang mewakili sikap peserta terhadap perusahaan atau isi website).
  3. Mintalah semua orang menempelkan sticky notes mereka di dinding. Anda akan membutuhkan dinding kosong yang besar jika Anda mengerjakan studi besar.
  4. Setelah semua sticky notes tertempel di tembok, mulailah mengelompokkan pernyataan yang serupa atau berkaitan dengan berdekatan satu sama lain. Kegiatan inibisa dilakukan juga untuk tim yang lebih besar. Cara ini baik untuk mulai berbagi hasil.
  5. Begitu grup sticky notes mulai terbentuk secara alami, mulailah memberi label pada tiap grup untuk memberikan struktur lebih lanjut. Jika beberapa sticky notes milik lebih dari satu grup, Anda dapat menulis duplikat dan menempatkannya di setiap grup yang sesuai.

Pola pengelompokan pada affinity diagram dapat muncul dalam banyak cara, sehingga yang terbaik adalah membiarkannya terbentuk sendiri. Contoh jenis kategori yang mungkin Anda lihat, termasuk jenis pernyataan yang Anda temukan di dalamnya:

Obyektif“Saya mencoba membersihkan semua item yang terbuka di sini sebelum saya selesai di akhir hari.”
Mental models(termasuk pernyataan yang menunjukkan bagaimana user memetakan pengalaman eksternal ke pemikiran internal): “Saya menggunakan tool online ini sebagai tempat penyimpanan, untuk hal-hal yang sering saya rujuk tetapi tidak ingin dibawa kemana-mana.” “
Ide dan Permintaan Fitur“Saya berharap tool ini akan memungkinkan saya untuk melakukan undo. Saya terus memindahkan seluruh folder secara tidak sengaja dan akhirnya saya perlu selalu melakukan cancel. ”
Frustasi/ Kegagalan“Saya akan bertanya kepada help desk tentang hal ini, tetapi separuh waktu mereka juga tidak tahu apa masalahnya.”
Penanganan Masalah“Sangat lama jika dikerjakan pada tool ini, sehingga saya akhirnya mencetak daftarnya dan bekerja dengannya sepanjang hari. Kemudian pada akhir hari saya meng-input hasil. “
Pernyataan NilaiTool ini menghemat banyak waktu bagi saya, jadi jika Anda membuat perubahan jangan ubah alat ini!”
Affinity Diagramming


3. SURVEY

Survei melibatkan sekumpulan pertanyaan yang terdefinisi dengan baik yang didistribusikan ke khalayak luas. Survei paling sering terdiri dari pertanyaan tertutup (misalnya pertanyaan pilihan ganda) yang dapat dengan mudah dikumpulkan dengan alat yang dapat menampilkan pola dari respon yang diberikan peserta survei.

Survei adalah alat yang baik ketika Anda ingin dapat menyatakan hasil dengan cara yang lebih kuantitatif daripada yang Anda dapatkan dengan jenis pertanyaan terbuka yang digunakan dalam Interview. Pada bidang User Experience, survei sering digunakan untuk mengukur kepuasan pengguna (dengan website atau aplikasi yang ada) atau untuk membangun atau memvalidasi model user seperti segmentasi atau persona.


Proses Dasar Survei

Dalam survei pilihan ganda atau Ya/ tidak, pertanyaan Benar/ sSlah adalah yang terbaik dan termudah untuk dianalisis setelahnya. Bentuk ini juga lebih cepat untuk dijawab oleh peserta. Gunakan survei ketika Anda memiliki pertanyaan yang merupakan permintaan faktual (berdasarkan fakta-fakta) untuk data demografis, misalnya:
Dari perangkat yang tercantum di bawah ini, manakah yang Anda miliki secara pribadi? Pilih semua yang berlaku
______ Komputer
______ Telepon seluler
______ Sistem game, seperti Xbox, Playstation, atau Wii

Survei adalah suplemen yang sangat baik untuk bentuk penelitian lain yang mungkin Anda lakukan. Misalnya, Anda dapat memperoleh data kuantitatif dari survei untuk melengkapi data kualitatif yang diperoleh dari Interview dengan user atau Contextual Inquiry. Menggabungkan dua metode penelitian memberikan gambaran yang lebih kaya tentang user dibandingkan hanya satu metode.


Merencanakan Sebuah Survei

Saat merencanakan kegiatan survei, Anda perlu memperhatikan beberapa hal:

  • Siapa yang menjadi targetkan survei?
  • Metode apa yang digunakan untuk mendistribusikan survei yang diharapkan akan memberi Anda hasil terbaik?
  • Berapa lama waktu yang rela diberikan peserta untuk mengisi survei?
  • Bagaimana Anda tahu kapan harus mulai menganalisis data?
  • Alat apa yang akan Anda gunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data?

Siapa yang Anda targetkan?
Gunakan model sementara ketika menentukan target. Hal ini akan membuat perbedaan dalam bagaimana Anda menjawab sisa pertanyaan di sini.

Metode apa yang digunakan untuk mendistribusikan survei yang diharapkan akan memberi Anda hasil terbaik?
Jika user group utama Anda cenderung berkumpul di lokasi tertentu, Anda dapat memperoleh lebih banyak hasil jika Anda pergi ke sana dan menyiapkan tabel bagi orang-orang untuk mengisi survei di atas kertas. Jika user group Anda adalah pengguna internet aktif, menggunakan survei online bisa menjadi pilihan terbaik untuk sejumlah besar peserta. Atau Anda bisa memutuskan user group Anda akan paling baik ditemukan dengan survei telepon menggunakan daftar pelanggan saat ini.

Berapa lama waktu yang rela diberikan peserta untuk mengisi survei?
Jika Anda memberikan semacam kompensasi atau mereka mendapat manfaat lain dari mengisinya, Anda biasanya dapat membuat kuesioner yang lebih panjang – yang membutuhkan waktu setengah jam untuk diisi.
Jika tidak, Anda harus membuatnya singkat untuk membantu memastikan orang menyelesaikannya — pikirkan untuk membuat survei yang dapat diisi dengan durasi 5 hingga 10 menit.
Apa pun yang terjadi, pastikan peserta diberi perkiraan berapa lama waktu yang dibutuhkan dan tunjukkan perkembangan pada tiap tahap saat mereka menyelesaikannya (gunakan nomor halaman seperti “2 dari 4,” misalnya, atau tampilkan persentase selesai).

Bagaimana Anda tahu kapan harus mulai menganalisis data?
Anda dapat memilih untuk menjalankan survei sampai Anda mencapai jumlah peserta tertentu atau sampai Anda mencapai batas waktu tertentu, mana saja yang menjadi prioritas.

Alat apa yang akan Anda gunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data?
Jika Anda menjalankan survei secara online, alat yang Anda gunakan untuk mengumpulkan data mungkin memiliki opsi untuk melihat dan menganalisis hasil. Jika tidak, Anda perlu metode untuk memasukkan data ke alat pilihan Anda. untuk survei berbasis kertas ini berarti banyak entri data, jadi pastikan Anda telah membuat perencanaan yang baik.



4. FOCUS GROUP

Focus Group melibatkan sejumlah orang dari berbagai kriteria yang termasuk dalam audiens target dan memfasilitasi diskusi dengan mereka. Tujuan umum Focus Group adalah untuk memperoleh pendapat tentang topik yang relevan dengan organisasi atau brand organisasi, seperti pengalaman masa lalu, kebutuhan terkait, apa yang dirasakan, sikap, dan ide untuk perbaikan. Focus Group adalah teknik yang baik untuk beberapa tujuan:

  • Mendengar berbagai kisah kisah user
  • Memahami perbedaan yang relevan dalam pengalaman
  • Menghasilkan ide
  • Memahami beberapa poin dari proses kolaboratif

Focus Group bukan teknik yang baik untuk menguji kegunaan (usability testing), karena user paling sering bekerja secara individu, bukan dalam kelompok, dan kadang-kadang pengaturan grup dapat terlalu memengaruhi pernyataan peserta. Namun, jika direncanakan dan difasilitasi dengan baik, Focus Group dapat memunculkan banyak wawasan yang akan berharga bagi Anda saat Anda memasuki tahap desain.


Proses Dasar Focus Group

Saat menulis pertanyaan untuk Focus Group, pertimbangkan tip yang sama yang akan Anda gunakan untuk menulis pertanyaan User Interview. Mulailah dengan beberapa pertanyaan yang lebih mudah, seperti “Ceritakan tentang kunjungan terakhir Anda ke website abc.com.”, lalu “Mengapa kamu berkunjung ke website itu?”. Simpan semua pertanyaan yang difokuskan pada pembuatan ide di bagian pertengahan kegiatan, ketika peserta merasa nyaman dengan Anda, satu sama lain, dan topiknya.

Tetapkan alokasi waktu untuk setiap topik dan konsisten terhadap waktu ini; karena sangat mudah untuk berdiskusi panjang sampai melewati batas waktu. Jika Anda khawatir tentang waktu, letakkan pertanyaan Anda yang paling penting di tengah daftar topik, setelah orang-orang melakukan aktivitas tetapi sebelum waktu menjelang akhir.

Kebutuhan yang perlu dipersiapkan untuk melakukan Focus Group akan sama dengan yang untuk Usability Testing. ( mencakup proses penyaringan dan perekrutan peserta,juga penjadwalan.) Perbedaan utama Focus Group adalah bahwa Anda memerlukan ruangan yang lebih besar dengan meja yang memungkinkan peserta untuk saling berinteraksi dengan mudah. Siapkan untuk enam hingga delapan orang per sesi kelompok dengan durasi 1 hingga 2 jam. Berikan masing-masing orang nametag atau place card di kursi mereka, sehingga semua orang dapat saling memanggil nama.

Format diskusi pada Focus Group harus mencakup pendahuluan, yang sering mengenai poin-poin utama berikut:

  • Peran Anda sebagai moderator, dan apa yang Anda harapkan untuk dihasilkan dari diskusi.
  • Mengapa peserta dipilih untuk berpartisipasi (misalnya, “Anda semua adalah user pada situs abc.com saat ini, dan kami mempertemukan Anda untuk mencari tahu tentang pengalaman Anda”).
  • Bagaimana informasi ini akan digunakan — baik dalam desain maupun dari sudut pandang kerahasiaan. Sebagai moderator, Anda hadir untuk mendengar tentang pendapat dan pengalaman mereka. Anda ingin mereka merasa bahwa mereka dapat berbagi dengan jujur, jadi mintalah individu untuk berterus terang tetapi juga menghargai orang lain dalam kelompok.
  • Bahwa ada banyak topik untuk dibahas, jadi pada titik tertentu Anda akan mengakhiri diskusi tentang satu topik untuk memastikan Anda dapat membahas semuanya.

Sebagai moderator, Anda memiliki beberapa tugas yang perlu diperhatikan selama sesi Focus Group:

  • Mengontrol alur diskusi dan Anda memberikan ke peserta yang ingin menyampaikan pendapat. Anda tetap mengontrol menggunakan kontak mata, volume bicara, gerakan lengan, dan orientasi tubuh Anda.
  • Kebanyakan orang akan sangat menyadari bahasa tubuh Anda, dan isyarat-isyarat ini bisa menjadi sinyal yang berguna jika seseorang mendominasi percakapan.
  • Jika peserta yang terlalu vokal tidak mendapatkan petunjuk itu, gunakan pernyataan yang lembut tapi tegas seperti “OK, bagus, saya ingin membuka pikiran itu kepada orang lain. Adakah orang lain yang mengalami beberapa masalah yang sama dengan yang dimiliki Riyanthi?”

Proses perpindahan topik dan penarikan kesimpulan memperhatikan hal berikut:

  • Ketika pindah ke topik baru yang lebih besar, berikan pemberitahuan lisan bahwa diskusi sebelumnya telah selesai dan yang baru telah dimulai, sehingga orang dapat menjernihkan pikiran mereka untuk topik berikutnya.
  • Ketika aktivitas mendekati akhir, pandangan sederhana ke arloji Anda dan perubahan orientasi tubuh Anda dapat menandakan bahwa percakapan harus ditutup. Seperti halnya kegiatan lain, pastikan untuk berterima kasih kepada kelompok atas waktu mereka.
  • Berbagi hasil dengan tim Anda biasanya dapat dilakukan melalui salah satu dari dua bentuk ini: temuan dibagikan sesuai dengan topik utama yang dibahas atau dikelompokkan ke dalam kategori yang relevan seperti halnya untuk penyelidikan kontekstual. Affinity Diagram dapat menjadi cara lain yang efektif untuk menyatukan berbagai tren dan sikap untuk ilustrasi kepada tim proyek.


5. CARD SORTING

Pada kegiatan Card Sorting, peserta (yang bekerja secara individu atau dalam kelompok kecil) diberikan item yang dicetak pada kartu dan diminta untuk memasukkannya ke dalam grup yang masuk akal bagi mereka. Card Sorting dapat berupa:

  • Closed Sort: Pengelompokan dilakukan ke dalam kategori yang disediakan sebelumnya.
  • Open Sort: Pengelompokan dilakukan dengan membuat grup-grup sendiri dan memberi judul masing-masing grup.

Di akhir sesi Card Sorting, Anda harus mulai melihat pola umum muncul dalam cara orang menyortir item, serta area umum yang membuat kebingungan atau ketidaksepakatan.

Alasan umum melakukan Card Sorting adalah untuk membuat site map sebuah website atau untuk membuat hierarki konten, kategori, dan subkategori yang berisi item seperti artikel, dokumen, video, atau foto. Card Sorting sangat baik jika Anda mengerjakan website yang berfungsi sebagai sumber konten. Dengan Card Sorting, Anda dapat menemukan pola umum tentang bagaimana user potensial akan mengkategorikan informasi.

Tahapan pelaksanaan Card Sorting adalah:

  • Kumpulkan item-item yang ingin Anda sertakan dalam Card Sorting; 40 hingga 60 item biasanya menjadi kisaran jumlah yang baik. Anda perlu membuat item dalam jumlah yang cukup banyak, tetapi tidak terlalu banyak untuk membanjiri peserta dengan pilihan (atau membanjiri Anda ketika Anda perlu menganalisis hasilnya).
  • Pilih item yang menurut Anda akan mudah dipahami dan bebas dari jargon yang tidak perlu. Anda dapat memasukkan beberapa istilah masalah yang Anda yakini akan diketahui oleh kelompok pengguna Anda, tetapi hindari memasukkan terlalu banyak istilah yang hanya dimengerti oleh pihak internal organisasi (tidak oleh peserta).
  • Setelah Anda memiliki daftar item, letakkan di kartu yang dapat dengan mudah dikelompokkan dan dipisahkan.
  • Anda dapat mencetak label dan menempelkannya ke kartu indeks atau mencetak langsung di atas kertas.
  • Lakukan uji coba dengan meminta seseorang untuk menyortir kartu ke dalam grup-grup dan berikan nama-nama grup — misalnya, dengan meletakkan sticky notes pada tumpukan item kartu dan menuliskan nama di atasnya dengan pena. Idealnya, peserta tes Anda adalah seseorang yang tidak terbiasa dengan item dan aktivitasnya. Ini akan membantu Anda mendapatkan gambaran kasar tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk aktivitas Card Sorting nantinya. Jika uji coba memakan waktu lebih dari satu jam, Anda mungkin perlu membuang beberapa item kartu.
  • Setelah Anda memiliki setumpuk item kartu yang sudah selesai disusun, Anda dapat membawa peserta dan memberikan instruksi dasar ini:
    • Atur kartu-kartu dalam grup apa pun yang masuk akal bagi Anda.
    • Cobalah untuk memiliki setidaknya dua kartu dalam grup. Jika kartu tampaknya bukan milik grup, Anda dapat meletakkannya di samping.
    • Kapan pun Anda menyortir, Anda dapat memberi nama grup. Di akhir kegiatan, sebutkan sebanyak mungkin grup.

Variasi Card Sorting

Terdapat beberapa variasi Card Sorting, yaitu open sorts, closed sorts, group sorts dan remote sorts. Penjelasan dari tiap variasi adalah sebagai berikut.

  1. Open Sorts. Kategori-kategori utama belum diberikan kepada peserta — sebaliknya mereka terbuka untuk memberikan nama kategori. Open Sorts adalah pendekatan yang baik ketika Anda menentukan struktur navigasi baru atau membuat perubahan signifikan pada yang site map website yang sudah ada.
  2. Closed Sorts. Pada Closed Sorts, Anda memberikan kategori dan peserta dapat menambahkannya. Hasilnya relatif mudah dianalisis, karena Anda memiliki satu set kecil kategori dan dapat fokus pada pemahaman item mana yang paling sering masuk ke dalam kategori mana. Jika Anda menambahkan sejumlah besar konten ke arsitektur informasi yang ada atau Anda memvalidasi peta situs yang ada, pengurutan tertutup dapat memberikan informasi yang cepat dan dapat ditindaklanjuti untuk membantu dengan keputusan kategorisasi Anda.
  3. Group Sorts. Anda dapat menyortir kartu menjadi bagian dari kegiatan Focus Group, di mana peserta bekerja sama untuk mengurutkan item. Meskipun hasilnya tidak harus mencerminkan bagaimana setiap individu akan mengelompokkan item, Anda bisa mendapatkan banyak wawasan tentang bagaimana orang berpikir tentang item dan organisasi mereka dengan mendengarkan mereka bekerja melalui aktivitas bersama, memperdebatkan alasan untuk setiap penempatan.
  4. Remote Sorts. Penyortiran dengan kartu berbentuk fisik dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan, terutama untuk Group Sorts. Tetapi ada banyak alat untuk melakukan penyortiran secara online dengan individu. Remote Sorts juga memungkinkan Anda untuk menjangkau lebih banyak peserta atau peserta tertentu yang mungkin sulit bertemu secara fisik.
Card Sorting


6. USABILITY TESTING

Usability Testing melibatkan peserta yang ditunjuk untuk melakukan tes yang spesifik terhadap website atau aplikasi (atau prototipe) untuk mengungkap potensi masalah usability dan mengumpulkan ide untuk mengatasinya. Anda dapat melakukan Usability Testing:

  • Selama fase Define jika Anda ingin mengumpulkan informasi tentang bagaimana website saat ini dapat ditingkatkan.
  • Atau Anda dapat melakukannya kepada website sejenis/ serupa (misalnya website pesaing) untuk memahami beberapa peluang solusi potensial yang user-friendly.
  • Paling sering, Usability Testing dilakukan sebagai bagian dari fase Desain, idealnya dalam alur iteratif (desain dibuat, diuji, disempurnakan, dan diuji lagi).

Beberapa Catatan Penting Terkait Menyampaikan Pertanyaan

  • Ajukan pertanyaan yang sama, dengan cara yang sama, kepada semua orang.
  • Hindari menafsirkan pertanyaan atau menyarankan jawaban.
  • Orang mungkin berbohong untuk menghindari rasa malu atau melihat bahwa Anda lebih suka jawaban tertentu.
  • Catat atau rekam wawancara. Jangan mengandalkan ingatan Anda.

Setelah Research

Beberapa hal yang perlu Anda lakukan setelah tahap Research adalah:

  • Tinjau kembali asumsi yang awalnya Anda buat tentang user group Anda. User group apa yang akan Anda buat sekarang setelah Anda memiliki lebih banyak informasi.
  • Merevisi definisi user Anda agar lebih akurat mencerminkan grup yang seharusnya menjadi fokus. Hal ini dapat membantu Anda menciptakan persona dan kebutuhan user (user requirements).
  • Gali sumber kebutuhan dan tujuan user untuk memastikan Anda memahami mereka. Hal ini akan membantu Anda merancang solusi yang paling memenuhi kebutuhan tersebut untuk semua user group yang relevan.

REFERENSI

Unger, R, Chandler, C, 2012. A Project Guide to UX Design: For User Experience Designers in the Field or in the Making (2nd Edition).  Berkeley: New Riders.
Marsh, J, 2016. UX for Beginners. Canada: O’Reilly Media, Inc.

Feature Image: Photo by Amy Hirschi on Unsplash