Topik-topik bahasan:

  1. Consistency
  2. Affordance
  3. Feedback
  4. Information Scent

Penjelasan Learnability 2 dalam bentuk video dapat diakses pada:


CONSISTENCY

Secara sederhana, konsistensi dapat diartinya bahwa hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama, sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda. Mengikuti Principle of Least Astonishement (POLA) atau Principle of Least Surprise, kita seharusnya tidak memberi kejutan kepada user dalam sebuah perintah atau bagaimana obyek interface bekerja. Alasannya bahwa konsistensi memungkinkan user mentransfer pengetahuan yang ada dengan mudah ke User Interface yang baru.

Jenis-Jenis Konsistensi

Terdapat 3 jenis konsistensi pada User Interface, yaitu:

  1. Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi, yaitu konsistensi antara kontrol-kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
  2. Konsistensi eksternal dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
  3. Konsistensi yang bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan obyek nyata.

Penerapan Konsistensi Internal dapat dilihat pada aplikasi-aplikasi Google.

Kiri: Google Mail, Kanan: Google Contacts

Jika diperhatikan, bentuk dari button untuk membuat sesuatu yang baru, berbentuk sama (konsisten), yaitu pada bagian “Compose” dan “Create contact”. Jadi, setiap membuat email atau contact baru, bentuk button-nya konsisten di setiap aplikasi.

Konsistensi Eksternal terlihat pada contoh sebelumnya di aplikasi pemutar musik.

Windows Media Player, KMPlayer, Apple iTunes

Pada tiga aplikasi di atas, kita dapat melihat konsistensi pada kontrol pemutar musik (stop, pause, play, dan lain-lain) baik dari segi bentuk maupun posisi yang horizontal. Konsistensi ini membuat user dapat menggunakan aplikasi dengan mudah meski baru menggunakan. Hal ini dapat terjadi karena user dapat beradaptasi dengan mudah, bermodal pengetahuan dalam menggunakan aplikasi pemutar musik lain sebelumnya.

Konsistensi dalam bentuk metafora yang paling mudah dicontohkan adalah bell pintu dengan button pada aplikasi. Aksi yang dilakukan pada sebuah bell pintu sama dengan button, yaitu ditekan agar berbunyi.

Ketika sebuah User Interface mengadaptasi metafora yang benar, maka desain bisa sangat efektif dan menarik.

Contoh metafora lain pada User Interface adalah trashcan atau keranjang sampah. TRASHCAN adalah tempat membuang barang-barang tetapi juga dapat diambil kembali.

Masalah terbesar dengan desain metafora adalah bahwa mungkin interface Anda lebih mampu daripada obyek dunia nyata. Contoh: sangat mudah mengatakan bahwa word processor seperti sebuah mesin ketik, tetapi pada kenyataannya Anda tidak menggunakannya benar-benar seperti mesin ketik. Anda tidak perlu menekan Enter setiap kali kursor berada pada tepi kanan dokumen seperti tuntutan ketika menggunakan mesin.

Aturan dasar pada metafora adalah gunakan metafora ketika Anda memiliki satu yang sesuai, tetapi jangan paksakan menjadi metafora jika tidak memiliki padanannya.


Konsistensi pada Layout

Di samping 3 jenis konsistensi di atas, juga ada aspek konsistensi pada layout. Kita harus dapat menggunakan fungsi MAPPING yang baik untuk setiap kontrol pada User Interface. Ketika memungkinkan, pengaturan fisik dari kontrol harus sesuai dengan pengaturan fungsi. Mapping terbaik adalah direct mapping (secara langsung), tetapi natural mapping tidak harus direct jika mereka mudah dimengerti.

Contoh natural mapping adalah sinyal berubah arah (berbelok) pada mobil.

Sakelar sinyal berbelok di sebagian besar mobil adalah tungkai yang bergerak ke atas dan ke bawah, tetapi fungsi yang dikendalikannya adalah berbelok ke kiri atau ke kanan.
Jadi pemetaannya tidak direct tetapi natural.

Contoh direct mapping, dapat kita lihat pada produk 2 wheel self balancing scooter di bawah ini. Untuk maju maka pengemudi akan memajukan tubuh, sedangkan jika ingin mundur, maka dapat memundurkan tubuh.


Konsistensi pada Susunan Kata

  1. Konsistensi Internal: penggunaan kata sederhana dan seragam
    Untuk penggunakan susunan kata, pastikan menggunakan kata yang sederhana dan seragam, sama seperti penulisan teknis. Jika interface Anda menyatakan “Login” di satu tempat, “Signin” di tempat lain dan “Masuk” di tempat ketiga, user akan bertanya-tanya apakah ada tiga hal berbeda yang dibicarakan.
  2. Konsistensi Eksternal: berbicara dengan bahasa user
    Gunakan kata-kata umum pada User Interface, bukan jargon teknis. Berbicaralah dengan bahasa user sebanyak mungkin, daripada memaksa mereka untuk belajar yang baru. Jika user Anda berbicara bahasa Inggris, maka interface juga menggunakan bahasa Inggris. Bagaimana user menerjemahkan dialog box di bawah ini?

Title bar bertuliskan “This Really Happened…”. Pernyataan ini di satu membuat user kuatir, di sisi tulisan ini bukan judul. Berikutnya terdapat pesan “Type mismatch”. Hal ini berarti ganda, yang pertama “huruf tidak sesuai” atau “ketikkan mismatch”.

Jargon-jargon teknis hanya boleh digunakan jika interface khusus untuk domain aplikasi tertentu dan user yang diharapkan adalah para pakar pada domain tersebut. Interface yang dirancang untuk dokter haruslah menggunakan istilah-istilah medis.


AFFORDANCE

Affordance mengacu pada” melihat/ mengetahui/ mempersepsikan/ merasa/ mengarti dan properti yang sebenarnya dari suatu benda”, terutama sifat-sifat yang menentukan bagaimana benda itu dapat dioperasikan.

  • Gagang pintu adalah ukuran dan bentuk yang tepat untuk digenggam dan diputar. Sebuah properti button mengatakan “dorong/tekan aku dengan jarimu”.
  • Scrollbar mengatakan bahwa dia secara terus menerus di-scroll/digulir atau menggeser sesuatu yang tidak dapat Anda lihat sepenuhnya.

Affordance jarang merupakan sebuah bawaan – kita mempelajarinya dari pengalaman.

  • Kita mengenali sebuah properti yang cocok untuk duduk berdasarkan pengalaman panjang kita dengan kursi.
  • Kita menyadari bahwa scrollbar memungkinkan kita untuk menggeser informasi pada sebuah window ke atas /ke bawah atau ke kiri /kanan, karena kita telah banyak melihat dan menggunakan scrollbar dan seperti itulah mereka digunakan.

Affordance adalah bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal, memberitahu Anda cara mengoperasikannya.


Untuk menciptakan User Interface yang baik, mudah digunakan oleh user, Anda harus menggunakan affordance yang sesuai. Beberapa contoh affordance yang sesuai adalah:

  • Buttons & hyperlinks
  • Drop-down arrows
  • Texture
  • Mouse cursor
  • Highlight on mouseover

1. Button & Links

Buttons dan hyperlinks adalah bentuk paling sederhana affordance untuk sebuah aksi. Button biasanya metafora dari button pada dunia nyata, tetapi
underlined hyperlink dapat menjadi sebuah affordance dengan caranya sendiri tanpa mengacu pada sebuah metafora fisik.

2. Drop-down Arrows

Drop-down arrow digunakan untuk menunjukkan bahwa Anda dapat melihat pilihan lebih banyak jika Anda klik tanda panah (arrow). Tanda panah sebenarnya memiliki DOUBLE-DUTY (tugas ganda), yaitu: [1] panah menunjukkan bahwa tersedia pilihan lebih banyak dan [2] juga berfungsi sebagai tempat untuk mengklik untuk membuatnya benar-benar menampilkan pilihan lebih banyak.

3. Texture

Texture ada untuk menyarankan bahwa sesuatu dapat di-klik atau di-drag (diseret/ditarik). Texture pada dasarnya mengandalkan metafora fisik, bahwa pegangan (handle) secara fisik sering kali memiliki permukaan (texture) berberigi atau bergelombang agar jadi lebih digenggam atau didorong.

4. Mouse Cursor

Perubahan mouse cursor adalah jenis lain dari affordance. Mouse cursor yang berubah adalah properti yang terlihat dari sebuah obyek grafis yang menunjukkan bagaimana mengoperasikannya. Misalnya, ketika mengarahkan mouse di atas sebuah hyperlink, maka kita akan melihat finger cursor. Ketika mengarahkan mouse pada tepi sebuah window, maka kita mendapatkan resize cursor. Ketika mengarah mouse pada textbox, maka kita melihat sebuah text cursor.

5. Highligt pada Mouseover

Highlight yang terlihat ketika kita menggeser mouse di atas sebuah menu atau button adalah jenis lain dari affordance. Karena obyek terlihat merespon keberadaan mouse, ini menunjukkan bahwa kita dapat berinteraksi dengannya dengan cara mengklik.


FEEDBACK

Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika Anda melakukan satu tindakan atau aksi. Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus memunculkan sebuah respon. Contohnya:

  • Button harus ditekan dan dirilis
  • Scrollbar dan obyek yang di-drag harus bergerak dengan mouse cursor
  • Menekan sebuah key harus membuat sebuah karakter muncul di textbox.

Terdapat dua jenis feedback yang terjadi ketika kita berinteraksi dengan User Interface, yaitu: low-level feedback dan high-level feedback.

1. Low-Level Feedback

Low-level feedback disediakan oleh tampilan obyek itu sendiri, seperti feedback pada push-button. Jenis feedback ini menunjukkan bahwa setidaknya interface memperhatikan input dari user dan meresponnya (Ini juga membedakan antara widget yang disable dengan yang tidak merespon sama sekali). Contohnya push-button.

2. High-Level Feedback

High-level feedback adalah hasil sebenarnya dari sebuah tindakan user, seperti mengubah keadaan sebuah model: loading ke webpage yang baru.


Feedback Visibility

Cara feedback diperlihatkan dapat dibagi menjadi beberapa, yaitu:

  • Visible navigation state
  • Visible model state
  • Visible view state

1. Visible Navigation State

Pada “navigation state”, navigasi adalah salah satu jenis keadaan yang penting untuk divisualisasikan, untuk menunjukkan keberadaan user dalam website yang sedang diakses. Pada web, khususnya, user bisa tersesat ketika bergerak pada web yang memuat banyak sekali informasi.

Salah satu cara untuk menunjukkan pososi user saat mengakses sebuah website adalah menggunakan breadcrumb. Breadcrumb menunjukkan posisi user sebagai jalur dalam sebuah hirarki web (misalnya Travel, Guides, North America), dalam bentuk yang sangat ringkas.

Selain breadcrumb, terdapat pagination dan highlighted tabs. Pagination dan highlighted tabs adalah pola yang sama yang menunjukkan di mana kita berada, bersama dengan beberapa konteks ke mana kita bisa berpindah.

2. Visible Model State

Pada “model state”, Microsoft Word menunjukkan perhitungan jumlah kata (word count) secara terus menerus pada status bar, mengingat bahwa menghitung kata adalah pekerjaan yang penting untuk banyak pengguna Microsoft Word (seperti mahasiswa, jurnalis dan autor buku). Membuat “word count” selalu terlihat dapat menghemat kebutuhan untuk selalu menjalankan perintah menghitung kata.

3. Visible View State

“View state” adalah kondisi saat ini dari interaksi user dengan interface.
Oleh karena itu, selection adalah bagian yang penting pada state ini. Ketika user memilih satu obyek untuk dioperasikan, sorot obyek tersebut. Jangan biarkan seleksi tidak terlihat dan tersirat.

Dengan “selection highlighting”, kita dapat menyediakan feedback penting yang menyatakan bahwa operasi pemilihan berhasil; juga menunjukkan kondisi pemilihan saat ini jika pengguna lupa apa yang sebelumnya dipilih. Teknik umum untuk menunjukkan sorotan pilihan dalam teks adalah menunjukkan gambaran terbalik (teks putih dengan latarbelakang berwarna gelap).

Untuk shape dan obyek, selection hightlight dapat dilakukan dengan selection handle, atau dengan cara menampilkan garis putus-putus atau animasi di sekitar obyek. Selection handle menarik karena mereka melakukan DOUBLE DUTY, [1] menunjukkan pilihan dan [2] menyediakan affordance yang terlihat untuk melakukan resize obyek.

Bentuk lain dari view state adalah kondisi sebuah pengontrol input, seperti operasi drag & drop. Drag & drop sering ditandai dengan perubahan cursor.


Feedback pada desain User Interface adalah bagian penting, tetapi harus diingat kehadirannya tidak berlebihan. Contohnya dapat dilihat pada dialog box di bawah ini.

Dialog box di atas menuntut sebuah klik dari user pada button “View Result” untuk menampilkan hasil konversi dokumen. Pertanyaannya, apakah interface memerlukan tambahan perintah untuk menyelesaikan proses konversi. Tampilan feedback ini seharusnya tidak perlu ditampilkan, karena jika hasil konversi memang harus ditampilkan, aplikasi bisa langsung meneruskan ke aksi menampilkan hasil tanpa menambah pekerjaan user untuk klik “View Result”.


INFORMATION SCENT

User bergantung pada isyarat yang terlihat untuk mengetahui cara mencapai tujuan mereka dengan sedikit usaha. Bagian penting dari pencarian informasi adalah keputusan tentang apakah hyperlink layak untuk diikuti? User membuat keputusan ini dengan informasi yang relatif sedikit, kadang-kadang dengan beberapa konteks di sekitarnya (misalnya pada halaman pencarian Google ditampilkan potongan teks dari halaman web, nama domain web dan panjang halaman). Isyarat ini adalah “information scent”, yaitu sifat yang terlihat dari link yang menunjukkan seberapa menguntungkan mengikuti link tersebut.

Pada gambar di atas ditunjukkan perbandingan User Interface dengan information scent yang baik dan kurang baik. Desain dengan information scent yang baik adalah pada bagian kanan, dimana user dapat mengakses/ hyperlink di sepanjang teks tanpa harus mengarahkan kursor ke bagian ujung. Selanjutnya, pada setiap kategori produk di kanan bawah, terdapat clue isi dari kategori, yang memudahkan user untuk memutuskan memilih kategori yang dicarinya.


REFERENSI

  • Learnability, MIT Open Courseware, User Interface Design and Implementation, https://ocw.mit.edu/courses/electrical-engineering-and-computer-science/6-831-user-interface-design-and-implementation-spring-2011/lecture-notes/MIT6_831S11_lec02.pdf
  • Learnability, MIT Open Courseware, User Interface Design and Implementation, https://ocw.mit.edu/courses/electrical-engineering-and-computer-science/6-831-user-interface-design-and-implementation-spring-2011/lecture-notes/MIT6_831S11_lec02.pdf
  • Designing The User Interface: Stategies for Effective Human-Computer Interaction (Sixth Edition), Ben Shneiderman.
  • http://www.wikihow.com/Use-Your-Turn-Signal
  • https://www.unilad.co.uk/technology/segway-ends-production-of-its-iconic-scooter-after-19-years/
  • https://www.freepik.com/free-photo/aerial-view-man-typing-retro-typewriter_3213042.htm
  • https://www.groovypost.com/howto/create-use-autotext-entries-in-microsoft-word/
  • https://oscarthegrouch.fandom.com/wiki/Trash_Can
  • https://www.hiclipart.com/free-transparent-background-png-clipart-pwdif/download
  • https://www.pikpng.com/transpng/iRhohxJ/
  • http://ablogofnotes.blogspot.com/2008/05/whats-that-doorbell-song-plus-sync-up.html
  • https://dlpng.com/png/5436426
  • https://id.aliexpress.com/item/4000382292028.html
  • https://www.99.co/blog/indonesia/inspirasi-gagang-pintu-rumah/
  • https://au.koala.com/products/koala-timber-armchair
  • http://www.java2s.com/Code/Java/Swing-JFC/AquickdemonstrationofJScrollBarbothverticalandhorizontal.htm
  • Photo by Tim Mossholder on Unsplash


66 thoughts on “Learnability II

  1. Nama : Geby W P Lumban Gaol
    NIM : 11419068

    Konsistensi dapat diartikan bahwa hal serupa harus terlihat dan memiliki fungsi yang sama, sedangkan hal berbeda harus terlihat berbeda. Hal ini karena dengan konsistensi dapat memungkinkan user dapat menggunakan pengetahuannya ke user interface yang baru.
    Ada 3 jenis konsistensi :
    1. Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi, yaitu konsistensi antara kontrol-kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
    2. Konsistensi eksternal dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    3. Konsistensi yang bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan obyek nyata.
    Selain itu ada juga konsistensi layout dan konsistensi pada susunan kata.
    Affordance adalah bagaimana suatu interface dapat menkomunikasikan atau dapat memberitahu bagaimana cara menggunakannya. Affordance biasanya kita pelajari melalui pengalaman kita.
    Feedback adalah bagaimana suatu sistem berubah atau memberikan reaksi ketika user melakukan sebuah aksi. Feedback ada 2 yaitu high-level feedback dan lox-level feedback.
    Feedback visibility adalah cara feedback ditampilkan kepada user.

  2. Nama : Mikhael Hutapea
    NIM: 11419037

    Learnability adalah seberapa mudah user meyelesaikan tugas-tugas saat pertama kali berinteraksi dengan desain.

    Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mendesain UI
    1. Consistency, berarti hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda, sehingga memberi kemudahan belajar bagi user. Jenis jenis consistency antara lain: konsistensi internal, konsistensi eksternal, dan metafora.
    2. Affordances, berarti bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal, memberitahu anda cara mengoperasikannya. Affordances juga memberi jalan bagi user belajar UI melalui tampilan visual.
    3. Feedback, berarti bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika anda melakukan satu tindakan atau aksi. Feedback akan membuat user tidak bingung dan dan tersesat saat berinteraksi dengan desain. Ada dua jenis feedback, yaitu:
    1. Low-level feedback, respon muncul di object itu sendiri
    2. High-level feedback, hasil sebenarnya dari tindakan user.

    Feedback ditampilkan kepada user dengan beberapa cara yang disebut sebagai feedback visibility, antara lain:
    1. Visible navigation state
    2. Visible model state
    3. Visible view state

  3. Nama : Oriza Sitanggang
    NIM : 11419018

    Learnability memiliki 3 aspek yaitu :
    1. Consistency : Segala sesuatu yang serupa harus terlihat dan bertingkah sama, sebaliknya segala sesuatu yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Jenis consistency pada User Interface :
    – Consistency Internal yaitu kontrol-kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
    – Consistency Eksternal yaitu aplikasi-aplikasi dalam platform yang sama.
    – Consistency yang bersifat metafora yaitu mirip dengan obyek nyata.
    2. Affordance : Sifat-sifat yang menenentukan bagaimana benda itu dapat dioperasikan.
    3. Feedback : Saat melakukan suatu aksi bagaimana sistem dapat terlihat berubah.
    Jenis feedback :
    – Low-Level Feedback : Tampilan obyek itu sendiri yang menyediakan
    – High- Level Feedback : Hasil dari tindakan user.

  4. Nama : Berliana Laurenza Simamora
    NIM : 11419016

    LEARNABILITY 2

    CONSISTENCY
    Consistency memiliki arti yaitu hal yang serupa harus terlihat dan bertingkah sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Jenis dari konsistensi yaitu:
    1. Konsistensi internal (kontrol/ proses dalam aplikasi yang sama)
    2. Konsistensi eksternal (aplikasi lain dan platform yang sama)
    3. Konsistensi yang bersifat metafora (mirip dengan objek nyata)
    Selain itu terdapat juga:
    1. Konsistensi layout
    2. Konsistensi pada susunan kata

    AFFORDANCE
    Mengetahui bagaimana suatu interface dapat dioperasikan.

    FEEDBACK
    Bagaimana sistem berubah atau memberi respon ketika user memberikan aksi.
    Jenis feedback ketika berinteraksi dengan UI:
    1. Low-level feedback(disediakan oleh objek itu sendiri)
    2. High-level feedback(hasil dari tindakan user)
    Feedback Visibility yaitu cara feedback diperlihatkan dapat dibagi menjadi: Visible navigation state, Visible model state, dan Visible view state.

    INFORMATION SCENT
    Yaitu sifat yang terlihat dari link yang menunjukkan seberapa menguntungkan mengikuti link tersebut.

  5. Pokok Pembahasan pada Learnability II di video diatas mencangkup diantaranya :
    1.Consistency
    2.Affordance
    3.Feedback
    4.Information Scent

    Saya akan mencoba menjelaskan 4 Pokok pembahasan tersebut…

    1. Consistency
    Konsistensi sangat diperlukan dalam menerapkan atau mengimpelementasikan dalam UI karena ingatan user tentang fitur yang sama dalam suatu aplikasi akan membuat user tidak kebingungan. User akan mentransfer pengetahuannya untuk memahami dengan mudah konsep UI yang dibuat oleh develop.

    Konsistensi sendiri dibagi menjadi 3 bagian:
    a) Internal consistency: dengan aplikasi sendiri
    .
    b) External consistency: dengan aplikasi lain tetapi platform yang digunakan sama
    .
    c) Metaphorical consistency: dengan objek yang benar-benar nyata.

    2. Affordances
    Maksud dari konsep affordances ini sendiri yaitu, user dapat mengetahui apa kegunaan dan fungsi dari setiap interface yang ditampilkan tanpa diberitahu oleh develop itu sendiri.

    3. Feedback
    Maksud dari feedback dalam konsep ini yaitu, bagaimana system memberikan respon terhadap setiap aksi yang dilakukan oleh user. Misalkan apabila user mendrag sebuah gambar, maka system akan menggeser ke web/laman selanjutnya.
    Feedback dibagi menjadi 2 bagian:
    a) Low-level feedback: provided by a view object itself
    b) High-level feedback: hasil yang benar-benar terlihat ketika user memberikan aksi

    4. Information Scent
    Maksud dari information scent dalam konsep ini adalah dengan memberikan informasi yang benar-benar penting dan bagus yang bisa membantu user. Dan tidak membuat user semakin bingung dengan adanya informasi tambahan yang diberikan oleh user.

    Nama : Malino Win Crisnando Sihotang
    NIM : 11419039

  6. Hepniwer Purba (11419019)
    Learnibility II
    Konsistensi dapat diartikan bahwa hal yang serupa harus terlihat sama dan memiliki fungsi yang sama,sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda. Hal ini karena dengan konsistensi dapat memungkinkan user dapat menggunakan pengetahuannya ke user interface yang baru.
    Jenis-jenis dari konsistensi adalah :
    1. Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi, yaitu proses dalam aplikasi yang sama.
    2. Konsistensi eksternal dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    3. Konsistensi bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan obyek nyata. Selain itu ada juga konsistensi layout dan konsistensi pada susunan kata.
    Affordance adalah mengetahui bagaimana suatu interface dapat dioperasikan. Affordance biasanya kita pelajari melalui pengalaman kita.
    Feedback adalah bagaimana suatu sistem berubah atau memberikan reaksi ketika user melakukan sebuah aksi.
    Feedback ada 2 yaitu high-level feedback dan lox-level feedback. Feedback visibility adalah cara feedback ditampilkan kepada user.
    Information Scent merupakan sifat yang terlihat dari link yang menunjukkan seberapa menguntungkan mengikuti link tersebut.

  7. Terdapat 3 jenis konsistensi pada User Interface, yaitu Konsistensi internal, Konsistensi eksternal , Metafora (interface mirip dengan objek nyata). Affordance adalah bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal, memberitahu Anda cara mengoperasikannya. Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika kita melakukan satu tindakan atau aksi.

  8. Nama : Maristella Sitanggang
    NIM : 11419064
    Kelas : 42TRPL 2

    Ada 4 topik bahasan pada Learnability
    1. Consistency
    Secara sederhana, konsistensi dapat diartinya bahwa hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama, sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda. Terdapat 3 jenis konsistensi pada User Interface, yaitu:
    – Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi, yaitu konsistensi antara kontrol-kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
    – Konsistensi eksternal dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    – Konsistensi yang bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan obyek nyata.
    2. Affordance
    Affordance mengacu pada” melihat/ mengetahui/ mempersepsikan/ merasa/ mengarti dan properti yang sebenarnya dari suatu benda”, terutama sifat-sifat yang menentukan bagaimana benda itu dapat dioperasikan.
    3. Feedback
    Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika Anda melakukan satu tindakan atau aksi. Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus memunculkan sebuah respon
    4. Information Scent
    User bergantung pada isyarat yang terlihat untuk mengetahui cara mencapai tujuan mereka dengan sedikit usaha.

  9. Ada 3 aspek yang diperhatikan dalam learnability:
    1. Consistency adalah hal yang memiliki fungsi yang sama harus memiliki tampilan yang sama tetapi memiliki fungsi yang berbeda maka tampilan juga harus berbeda.
    Jenis konsistensi ada 3 yaitu,
    a. Konsistensi internal, yaitu kesamaan fungsi pada aplikasi yang sama
    b. Konsistensi eksternal, yaitu kesamaan fungsi dengan aplikasi lain tetapi platform yang sama
    c. Konsistensi metafora, yaitu suatu objek yang diubah menjadi metaphora tetapi memiliki fungsi yang sama dengan objek nyata.
    2. Affordance adalah mengetahui cara pengoperasian suatu benda dari sebuah pengalaman.
    3. Feedback adalah bagaimana respon yang diberikan oleh sistem kepada user ketika user melakukan sesuatu aksi. Ada 2 jenis dari feedback yaitu:
    a. Low-level feedback adalah respon yang diberikan kepada user dari tampilan objek itu sendiri
    b. High-level feedback adalah hasil dari tindakan user seperti mengubah keadaan suatu model.
    Feedback dapat diperlihatkan dari beberapa cara :
    1. Visible navigation state
    2. Visible model state
    3. Visible view state

  10. Learnability memiliki 3 aspek yaitu:
    1. Konsistensi memiliki beberapa pengertian yaitu hal yang serupa harus terlihat dan bertingkah sama serta hal yang berbeda harus terlihat berbeda. Ada 3 jenis konsistensi yaitu:
    – Konsistensi internal
    – Konsistensi eksternal
    – Metafora (interface mirip dengan objek nyata)
    2. Affordances berarti bagaimana sesuatu interface dapat memberitahukan kita cara mengoperasikannya (berkomunikasi non verbal). Affordances ini dapat dipelajari dari pengalaman.
    3. Feedback yaitu bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika kita melakukan suatu tindakan terhadap. Dengan kata lain, harus memunculkan suatu respon.
    Ada 2 jenis feedback yaitu:
    1. Low- level feedback, disediakan oleh tampilan obyek itu sendiri.
    2. High- level feedback, hasil sebenarnya dari sebuah tindakan user, seperti loading ke webpage baru.

  11. Nama : Meyliza Veronica Siregar
    NIM : 11419058

    Learnability II
    1. Consistensy, hal yang serupa harus terlihat dan bertingkah sama sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda. Terdapat tiga jenis konsistensi yaitu : konsitensi internal, konsistensi eksternal, dan konsistensi bersifat metafora.
    2. Affordance, cara suatu interface berkomunikasi dan memberitahu bagaimana dia dapat dioperasikan.
    3. Feedback, cara system menanggapi sebuah tindakan atau aksi.
    4. Terdapat dua jenis feedback yaitu :
    • low-level feedback, hasilnya dalam objek itu sendiri.
    • high-level feedback, hasilnya dari tindakan user, seperti loading ke page yang kita inginkan.

    Feedback visibility
    • visible navigation state, menunjukkan dimana user tersebut berada dalam website
    • visible model state, menunjukkan tiap kemajuan aktivitas user
    • visible view state, menunjukkan interaksi user dan interface .

  12. Nama:Nazir Manahan Manurung
    NIM:11419020
    Kelas:42TRPL1

    Learnability memiki 3 aspek, yakni:
    1.Consistency
    Dapat diartikan bahwa hal serupa harua terlihat dan bertingkah sama, sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Terdapat 3 jenis konsitensi pada user interface, yaitu:
    1.konsistensi internal dalam sebuah aplikasi.
    2.konsistensi eksternal dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    3.konsistensi yang bersifat metafora.

    2.Affordance
    Affordance mengacu pada melihat/mengetahui/merasa dan properti yang sebenarnya dari suatu benda. Beberapa contoh affordance yang sesuai adalah:
    1.Buttons dan hyperlinks
    2.Drop-down arrows
    3.Texture
    4.Mouse cursor
    5.Highlight on mouseover

    3.Feedback
    Merupakan bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika kita melakukan tindakan atau aksi.
    Terdapat dua jenis feedback yang terjadi ketika kita berinteraksi dengan user interface, yaitu:
    1.low-level feedback
    2.high-level feedback

    4.Information Scent
    User bergantung pada isyarat yang terlihat untuk mengetahui cara mencapai tujuan mereka dengan sedikit usaha.

  13. Nama: Evelin Sinurat
    NIM: 11419056
    Kelas: 42 TRPL 2

    Aspek yang terdapat pada Learnability:
    1. Consistency (Konsistensi)
    Pengertian konsistensi:
    a. Sesuatu hal serupa harus terlihat, dan bertingkah sama.
    b. Sesuatu hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Jenis-jenis konsistensi:
    a. Konsistensi Internal (konsistensi antara control/proses dalam aplikasi yang sama). Contohnya, bentuk button Google pada bagian “Compose”, dan “Create Contact” berbentuk sama untuk membuat sesuatu yang baru.
    b. Konsistensi Eksternal (konsistensi dengan aplikasi lain dalam platform yang sama). Contohnya, pada beberapa aplikasi musik seperti Spotify atau Joox, memiliki fitur play, pause, dan stop memiliki bentuk yang sama.
    c. Konsistensi Metafora (metafora interface mirip dengan objek nyata). Contohnya, bell pintu dengan button pada aplikasi.

    2. Affordances adalah bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal untuk memberitahukan user bagaimana cara mengoperasikannya.

    3. Feedback adalah ketika user memanggil/melakukan sebuah aksi, sistem memberi respon berubah secara terlihat.

    4. Information Scent adalah sifat dari link yang terlihat, dan menunjukkan seberapa penting mengikuti link tersebut.

    Terimakasih bu

  14. Nama : Ivanowsky Fernandes Habeahan
    NIM : 11419030
    Kelas : 42 TRPL 1

    1. Consistency
    -> Secara sederhana consistency dapat diartikan bahwa hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda. Mengikuti Principle of Least Astonishement (POLA) atau Principle of Least Surprise, kita tidak seharusnya memberi kejutan kepada user dalam sebuah perintah atau bagaimana objek interface bekerja alasannya bahwa konsistensi memungkinkan user mentransfer pengetahuan yang ada dengan mudah ke user interface yang baru.
    Terdapat 3 jenis konsistensi pada user interface :
    – Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi, yaitu konsistensi antara kontrol-kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
    – Konsistensi Eksternal, yaitu konsistensi dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    – Konsistensi yang bersifat metafora dengan interface yang mirip dengan objek yang nyata.

    2. Affordance
    -> Mengacu pada melihat, mengetahui, mempersepsikan, merasa, mengarti dan merupakan properti yang sebenarnya dari suatu benda, terutama sifat-sifat yang menentukan bagaimana benda itu dioperasikan.
    Affordance juga bisa didefinisikan tentang bagaimana suatu interface berkomunikasi secara non-verbal memberitahu anda cara mengoperasikannya.

    3. Feedback
    -> Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika user melihat suatu tindakan atau aksi. Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus memunculkan sebuah respon.
    Terdapat 2 jenis feedback:
    – Low-level feedback => Disediakan oleh tampilan objek itu sendiri, responnya muncul di objek itu sendiri.
    – High-level feedback => Akan menampilkan hasilnya sebagai sebuah tindakan user yang nyata, seperti mengubah sebuah keadaan.
    Feedback Visibility :
    – Visible Navigation State
    – Visible model state
    – Visible view state

  15. Nama : Naldo Tua Samosir
    NIM : 11419024
    Kelas : 42 TRPL 1

    Learnability berbicara tentang seberapa mudah seorang user menyelesaikan tugas-tugas dasar saat pertama sekali mereka berinteraksi dengan desain.
    1. Consistency
    Dapat diartikan bahwa hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama, sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    a. Konsistensi dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :
    • Konsistensi internal
    • Konsistensi eksternal
    • Konsistensi yang bersifat metafora
    b. Konsistensi pada Layout
    Ketika memungkinkan, pengaturan fisik dari kontrol harus sesuai dengan pengaturan fungsi. Mapping terbaik adalah direct mapping (secara langsung), tetapi natural mapping tidak harus direct jika mereka mudah dimengerti.
    c. Konsistensi pada Susunan Kata
    -Konsistensi Internal
    Penggunaan kata sederhana dan seragam.
    -Konsistensi Eksternal
    Berbicara dengan bahasa user.

    2. Affordance
    Affordance adalah bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal, memberitahu user cara mengoperasikannya.

    3. Feedback
    Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika user melakukan satu tindakan atau aksi. Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus memunculkan sebuah respon.

  16. Nama : Ervina Sipahutar
    NIM : 11419066
    Kelas : 42 TRPL 2

    a. Consistency : dapat diartikan, hal serupa harus terlihat serupa dan hal berbeda harus terlihat berbeda.

    Adapun jenisnya, yaitu :
    1. Konsistensi eksternal : konsitensi yang dengan aplikasi lain dalam platform yang sama.
    2. Konsistensi internal : konsistensi antarkontrol dalam aplikasi yang sama.
    3. Konsistensi yang bersifat metafora : mengadaptasi penggunaan objek nyata

    Konsistensi pada Layout :
    1. Direct Mapping : pengaturan fisik sama dengan pengaturan fungsi
    2. Natural Mapping : tidak harus direct namun dapat dimengerti.

    Konsistensi pada Susunan Kata
    1. Konsistensi Internal : menggunakan kata sederhana dan seragam
    2. Konsistensi Eksternal : menggunakan kata-kata umum dan tidak memaksa user mempelajari kata-kata baru.

    b. Affordances : user interface secara tidak langsung mengomunikasikan cara menggunakannya.

    c. Feedback : bagaimana sistem memberi sebuah respon ketika kita mengoperasikannya.

    Adapun jenisnya, yaitu :
    1. Low-level Feedback : ditampilkan langsung oleh objek yang dioperasikan
    2. High-level Feedback : ketika dioperasikan objek akan berubah keadaannya

  17. Nama : Irvandi Pransena Hutapea
    Kelas : 42 TRPL 1
    NIM : 11419008

    1. Consistency
    Jenis-Jenis Konsistensi
    Terdapat 3 jenis konsistensi pada User Interface, yaitu:

    KOnsisten adalah kemampuan untuk terus menerus berusaha sampai suatu pencapaian berhasil diraih, tidak ada satu hal didunia ini yang bisa menggantikan konsistensi. konsistensi juga dapat diartikan bahwa hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama, sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    1. Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi, yaitu kbagaimana suatu interface tetap konsisten dalam penggunaan sesuatu hal yang hanya ada dalam desain tersebut seperti warna, jenis huruf dan besar huruf jika user masuk ke halaman selanjutnya
    2. Konsistensi eksternal yaitu bagaimana suatu interface menggunakan hal-hal yang sudah diketahui oleh banyak orang baik dari segi kata, maupun warna menu yang digunakan.
    3. Konsistensi yang bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan obyek nyata.
    2. Affordance
    Affordances adalah aksi yang mungkin di antara objek dan sebuah individu. Kenop pintu adalah salah satu contoh klasiknya; dia mendukung gerakan memutar. Baik dia mengenali maupun tidak kemungkinan dari aksi tersebut tidak mungkin-affordance-nya masih hadir.
    3. Feedback
    Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika Anda melakukan satu tindakan atau aksi. Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus memunculkan sebuah respon. Contohnya:

    1. Button harus ditekan dan dirilis
    2. Scrollbar dan obyek yang di-drag harus bergerak dengan mouse cursor
    3. Menekan sebuah key harus membuat sebuah karakter muncul di textbox.

  18. Nama : Mei Pane
    NIM : 11419006

    Pada learnability ll ada 3 hal yang akan dibahas, yaitu:
    1.Consistency merupakan sesuatu yang dapat dilihat sama dan bertingkah sama sedangkan pada sesuatu yang berbeda, harus dilihat sangat berbeda.
    Ada 3 jenis consistency yaitu
    1.konsistensi internal => di setiap halaman web atau aplikasi, fitur fitur yang digunakan harus tetap sama atau konsisten sehingga user tidak bingung.
    2.konsistensi eksternal => jumlah dan posisi setiap button pada page tetap sama baik dari ukuran maupun bentuknya.
    3.Konsistensi yang bersifat metafora => sama atau hampir mirip dengan objek yang nyata
    Selain itu desain web juga harus konsisten pada layout dan konsisten pada penggunaan kata yang mudah dipahami.

    2.Affordances menyatakan bagaimana user dapat mengetahui cara untuk mengoperasikan sesuatu itu dengan seharusnya. User akan langsung mudah mengetahui carauntuk mengoperasikan setiap tindakan atau aksi yang diinginka.

    3. Feedback merupakan bagaimana sebuah sistem berubah dan memberikan respon yang terlihat ketika user melakukan sebuah tindakan atau aksi. Pada feedback ini, ada 2 jenis feedback yaitu low-level feedback dan high-level feedback

  19. Nama : Fretty L M Silalahi
    NIM : 11419057

    konsistensi adalah hal serupa yang harus dilihat dan bertingkah sama walaupun hal yang berbeda harus terlihat beda.
    ada 3 jenis konsistensi:
    1.konsistensi internal->konsistensi antara kontrol-kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
    2.konsistensi eksternal->aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    3.konsistensi yang bersifat metafora->metafora interface atau mirip dengan objek nyata.

    Affordance adalah cara suatu interface berkomunikasi secara nonverbal yang bertujuan untuk memberitahukan cara mengoperasikannya.
    Contoh affordance
    1.button dan hyperlink
    2.drop-down arrows
    3.texture
    4.mouse cursor
    5.highlight on mouseover

    Feedback adalah cara sistem bberubah secara terlihat ketika anda melakukan satu tindakan atau aksi.
    Jenis feedback ketika berinteraksi dengan UI:
    1. Low-level feedback(disediakan oleh objek itu sendiri)
    2. High-level feedback(hasil dari tindakan user)

    Feedback Visibility yaitu cara feedback diperlihatkan dapat dibagi menjadi:
    1.Visible navigation state
    2.Visible model state
    3.Visible view state

  20. Nama : agus rokyanto siaban
    NIM : 11419045
    Kelas: 42TRPL2

    Consistency: sebuah ketetapan suatu tindakan atau pilihan, misal sesuatu yang serupa harus terlihat serupa dan sesuatu yang berbeda harus terlihat berbeda. semisalnya user interface yang ditujukan kepada user yang berkecimpung dalam dunia permontiran, maka user interface harus menggunakan istilah montir.
    > Konsistensi Internal (konsistensi yang dipegang hanya oleh 1 user interface). seperti icon tambah yang digunakan sebagai “new tab” pada chrome tetapi digunakan sebagai “compose email” pada gmail
    > Konsistensi Eksternal (konsistensi yang dipegang banyak user interface). seperti icon play, pause, previous, next pada user interface di banyak platform pemutar audio
    > Konsistensi Metafora (interface yang mirip dengan suatu objek di dunia nyata). icon baterai di perangkat elektronik, menirukan bentuk bentuk baterai nyata.

    Affordances : membiarkan kita mengetahui cara menggunakannya dengan cara membiar kita menggunakannya (pengalaman)
    Feedback : memberikan sebuah nilai balik saat kita memberikan tindakan atau aksi pada objek tersebut
    Information Scent : memberikan isyarat pada user

  21. Nama :Daniel Naibaho
    Nim:11419047
    Kelas:42TRPL2

    Terdapat beberapa aspek pada Learnability yaitu
    –CONSISTENCY
    Konsistensi ialah hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama, sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Terdapat 3 jenis konsistensi pada User Interface, yaitu:
    1.Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi, yaitu konsistensi antara kontrol-kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
    2.Konsistensi eksternal dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    3.Konsistensi yang bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan obyek nyata.

    –AFFORDANCE
    Affordance mengacu pada melihat, mengetahui,mempersepsikan,merasa,mengarti dan properti yang sebenarnya dari suatu benda”, terutama sifat-sifat yang menentukan bagaimana benda itu dapat dioperasikan
    beberapa contoh affordance yang sesuai adalah:
    •Buttons & hyperlinks
    •Drop-down arrows
    •Texture
    •Mouse cursor
    •Highlight on mouseover

    –FEEDBACK
    Feedback ialah cara sistem berubah secara terlihat ketika user melakukan satu tindakan atau aksi maka harus memunculkan sebuah respon.
    Terdapat dua jenis feedback yang terjadi ketika kita berinteraksi dengan User Interface, yaitu:
    -low-level feedback (disediakan oleh tampilan obyek itu sendiri, seperti feedback pada push-button)
    -high-level feedback (disediakan oleh tampilan obyek itu sendiri)
    Cara feedback diperlihatkan dapat dibagi menjadi beberapa, yaitu:
    -Visible navigation state
    -Visible model state
    -Visible view state

    –INFORMATION SCENT
    User bergantung pada isyarat yang terlihat untuk mengetahui cara mencapai tujuan mereka dengan sedikit usaha

  22. Nama : Santo L Harianja
    Nim : 11419027

    Learnabilty 2

    CONSISTENCY
    konsistensi dapat diartinya bahwa hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama, sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.

    Terdapat 3 jenis konsistensi pada User Interface, yaitu:
    1.Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi
    2.Konsistensi eksternal dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    3.Konsistensi yang bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan obyek nyata.

    AFFORDANCE
    Affordance mengacu pada” melihat/ mengetahui/ mempersepsikan/ merasa/ mengarti dan properti yang sebenarnya dari suatu benda”, terutama sifat-sifat yang menentukan bagaimana benda itu dapat dioperasikan.

    FEEDBACK
    Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika Anda melakukan satu tindakan atau aksi. Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus memunculkan sebuah respon.

    NFORMATION SCENT
    Merupakan sifat yang terlihat dari link yang menunjukkan seberapa menguntungkan mengikuti link tersebut.

  23. Nama : Dwiky F.N. Sitorus
    NIM : 11419004

    Learnability terdiri dari 3 aspek yaitu:
    1. Konsistensi yaitu hal yang serupa harus terlihat sama dan
    bertingkah sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda. Ada 3 jenis konsistensi

    yaitu:
    – Konsistensi internal
    , yaitu konsistensi antara kontrol kontrol dan proses pada aplikasi yang sama
    – Konsistensi eksternal
    , yaitu konsistensi dengan aplikasi lain pada platform yang sama
    – Metafora , insterface mirip dengan objek nyata
    2. Affordances berarti cara interface berkomunikasi dengan user tentang cara penggunaannya secara non verbal.
    3. Feedback
    . Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika user melihat suatu tindakan atau aksi. Ketika user melakukan suatu aksi pada bagian interface, maka harus memunculkan sebuah respon.

    Terdapat 2 jenis feedback:
    – Low-level feedback : Disediakan oleh tampilan objek itu sendiri
    – High-level feedback : Akan menampilkan hasilnya sebagai sebuah tindakan user yang nyata, seperti mengubah sebuah keadaan. contohnya adalah loading ke web page lain

  24. Nama : Ares J. M. Pardosi
    NIM : 11419062
    Kelas : 42TRPL2

    LEARNABILITY

    1. Consistency –konsistensi
    Consistency dapat diartikan bahwa hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda, sehingga memberi kemudahan belajar bagi user. Jenis jenis consistency antara lain: konsistensi internal, konsistensi eksternal, dan metafora.
    Consistenci juga akan memungkinkan user mentransfer pengetahuab yang ada dengan mudah ke UI yang baru.
    Ada 3 jenis consistency, yaitu :
    – Konsistensi internal
    – Konsistensi eksternal
    – Konsistensi yang bersifat metafora

    2. Affordances
    Affordance mengacu pada bagaimana sesuatu interface dapat memberitahukan kita cara mengoperasikannya (berkomunikasi non verbal). Affordances ini dapat dipelajari dari pengalaman.
    3. Feedback
    Feedback mengacu pada bagaimana suatu sistem berubah atau memberikan reaksi ketika user melakukan sebuah aksi.
    Feedback ada 2 yaitu
    – high-level feedback
    – lox-level feedback.
    Feedback visibility adalah cara feedback ditampilkan kepada user. Information Scent merupakan sifat yang terlihat dari link yang menunjukkan seberapa menguntungkan mengikuti link tersebut.

  25. Nama : Lastri Rohani Nababan
    NIM : 11419060
    Kelas : 42 TRPL 2

    Pada Learnbility terdapat 3 aspek, yaitu :
    1. Consistency, yaitu suatu hal yang serupa terlihat dan bertingkah sama, dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Consistency terbagi atas 3 jenis, yaitu :
    a. Konsistensi Internal
    b. Konsistensi Eksternal
    c. Konsistensi yang bersifat metafora
    2. Affordances, yaitu yang mengetahui bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal, yang memberitahu kit acara mengoperasikannya.
    3. Feedback, yaitu bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika kita melakukan suatu tindakan atau aksi.
    Feedback terbagi atas 2 jenis, yaitu :
    a. Low level feedback, menyediakan tampilan objek itu sendiri.
    b. High level feedback, hasil sebenarnya dari sebuah tindakan user.
    Feedback Visibility, yaitu:
    a. Visible navigation state, jenis keadaan yang penting untuk divisualisasikan.
    b. Visible model state, menunjukkan progres aktivitas.
    c. Visible view state, kondisi dari interaksi user dengan interface.

  26. Nama : Tantri H.Silaen
    NIM : 11419059
    Kelas : 42 TRPL 2

    Pada bagian learnibility II ada 3 aspek yang perlu diketahui,yaitu:
    1.CONSISTENCY
    –>Konsistensi berarti bahwa hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama, sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Ada 3 jenis konsistensi pada user interface:
    -Konsistensi internal
    -Konsistensi eksternal
    -Konsistensi yang bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan obyek nyata.
    2.AFFORDANCE
    –>affordab]nce menunjuk tentang karakteristik fisik perangkat atau antarmuka yang memungkinkan cara perangkat atau antarmuka itu digunakan. Affordance jarang merupakan sebuah bawaan – kita mempelajarinya dari pengalaman.
    3.FEEDBACK
    Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika user melakukan satu tindakan atau aksi.

    Jenis-jenis feedback:
    1. Low-Level Feedback
    Menunjukkan bahwa setidaknya interface memperhatikan input dari user dan meresponnya (Ini juga membedakan antara widget yang disable dengan yang tidak merespon sama sekali).
    2.High-Level Feedback
    Hasil sebenarnya dari sebuah tindakan user.

  27. Nama : John Ryan Siallagan
    NIM : 11419013
    Kelas : 42TRPL1

    3 aspek pada Learnability yaitu:
    – Consistency (Konsistensi), tindakan yang sama harus menyebabkan reaksi yang sama, berulang kali.
    3 jenis konsistensi :
    – Konsistensi internal dengan dirinya sendiri (aplikasi itu sendiri)
    – Konsistensi eksternal dengan aplikasi lain (apliasi sejenis)
    – Methaporical konsistensi dengan objek nyata

    – Affordances (Jangkauan) merupakan atribut visual yang digunakan untuk memberikan petunjuk pengguna bagaimana objek atau kontrol dapat digunakan atau dioperasikan.
    – Feedback (Umpan Balik), berkaitan dengan visibility, yang berarti pengiriman kembali informasi mengenai aksi yang telah dilakukan dan diselesaikan sehingga user dapat melanjutkan aktivitasnya.

  28. Nama: Anjelina Sihombing
    NIM : 11419063
    Kelas : 42TRPL 2

    Consistensy adalah dimana hal serupa harus terlihat sama dan bertingkah sama sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda
    Consistency terbagi atas consistency internal dan consistency eksternal.

    Affordance mengacu pada melihat, mengetahui, mempersepsikan, merasa , mengarti dan merupakan properti yang sebenarnya dari suatu benda, terutama sifat-sifat yang menentukan benda itu dapat dioperasikan. Misalnya gagang pintu, kursi, scrollbar dll
    Affordance adalah bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal memberitahu user cara mengoperasikannya

    Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika anda melakukan suatu tindakan
    1. Low-level feedback
    2. High- level feedback

    Learning approaches: mengetahui cara manusia belajar UI baru

  29. Nama : Jerikho Silaban
    NIM : 114190542

    Learnability memiliki 3 aspek yaitu:
    A. Konsistensi memiliki beberapa pengertian yaitu hal yang serupa harus terlihat dan
    bertingkah sama serta hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Ada 3 jenis konsistensi :
    1.Konsistensi internal
    2. Konsistensi eksternal
    3. Metafora (interface mirip dengan objek nyata)
    B. Affordances yaitu, user dapat mengetahui apa kegunaan dan fungsi dari setiap interface yang ditampilkan tanpa diberitahu oleh developer.
    C. Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika user melakukan satu tindakan atau aksi. Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus memunculkan sebuah respon.
    Ada 2 jenis feedback yaitu:
    1. Low- level feedback, disediakan oleh tampilan obyek itu sendiri.
    2. High- level feedback, hasil sebenarnya dari sebuah tindakan user, seperti loading ke
    webpage baru.

  30. Nama : Hotnida Siagian
    NIM : 11419023
    Kelas : 42 TRPL 1

    Learnability merupakan suatu cara yang dapat memudahkan user dalam mengakses atau berinteraksi dengan sebuah interface yang disediakan. Segala perintah yang disediakan dapat dimengerti dengan mudah, sehingga user dapat meyelesaikan tugas-tugas saat pertama kali berinteraksi dengan desain.

    Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mendesain UI:
    1. Consistency, berarti hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda, sehingga memberi kemudahan belajar bagi user. Jenis jenis consistency antara lain: konsistensi internal, konsistensi eksternal, dan metafora.
    2. AFFORDANCES
    Affordances adalah sebuah hubungan fisik antara user dengan interface, dimana user hanya dengan melihat tanpa harus diberitahukan, dapat dimengerti apa maksud dan fungsi sebuah perintah sehingga dapat dioperasikan.
    3. Feedback
    Feedback merupakan respon sistem dari sebuah aksi/tindakan yang dilakukan user. Bagaimana sistem berubah tampak ketika kita melakukan suatu tindakan tersebut. Respon ini dapat berupa suara,cahaya,animasi,teks atau kombinasi dari keempatnya. Sebuah aplikasi dikatakan baik ketika semua fungsi yang tersedia dapat dioperasikan dengan baik dan responnya sesuai dengan apa yang user inginkan.
    Contohnya yaitu ketika kita menekan tombol “submit” maka sistem akan memberikan respon bahwa dokumen sudah berhasil disubmit.

  31. Nama : Febryanti Melati
    NIM : 11419061
    Kelas : 42TRPL2

    Bahasan Learnability 2 :

    1. Consistency yaitu hal yang serupa harus terlihat dan bertingkah sama sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Ada 3 jenis dari konsistensi yaitu:
    – Konsistensi internal
    – Konsistensi eksternal
    – Konsistensi yang bersifat metafora

    2. Affordance yaitu mengetahui bagaimana suatu interface dapat mengkomunikasikan.

    3. Feedback adalah bagaimana sistem berubah atau memberi respon ketika user memberikan aksi.
    Feedback Visibility yaitu cara feedback diperlihatkan dapat dibagi menjadi: Visible navigation state, Visible model state, dan Visible view state.

    4. Information Scent adalah dengan memberikan informasi yang benar-benar penting dan bagus yang bisa membantu user.

  32. Nama : Hilman Sijabat
    NIM : 11419025
    Kelas : 42TRPL 1

    Learnability adalah seberapa mudah user meyelesaikan tugas-tugas saat pertama kali berinteraksi dengan desain.

    Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mendesain UI
    1. Consistency, berarti hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda, sehingga memberi kemudahan belajar bagi user. Jenis jenis consistency antara lain: konsistensi internal, konsistensi eksternal, dan metafora.
    2. Affordances, berarti bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal, memberitahu anda cara mengoperasikannya. Affordances juga memberi jalan bagi user belajar UI melalui tampilan visual.
    3. Feedback, berarti bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika anda melakukan satu tindakan atau aksi. Feedback akan membuat user tidak bingung dan dan tersesat saat berinteraksi dengan desain. Ada dua jenis feedback, yaitu:
    1. Low-level feedback, respon muncul di object itu sendiri
    2. High-level feedback, hasil sebenarnya dari tindakan user.

    Feedback ditampilkan kepada user dengan beberapa cara yang disebut sebagai feedback visibility, antara lain:
    1. Visible navigation state
    2. Visible model state
    3. Visible view state

  33. Nama : Edwin Immanuel Damanik
    NIM : 11419011
    Kelas : 42 TRPL 1

    Consistency diartikan bahwa hal yang serupa harus bertingkah sama, sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Ada 3 jenis consistency :
    1. Konsistency internal, yaitu konsistensi antara kontrol – kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
    2. Konsistency eksternal, dengan aplikasi lain dalam platform yang berbeda.
    3. Konsistensi yang bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan objek nyata.

    Affordance yaitu mengetahui property sebenarnya dari suatu benda, terutama sifat yang menentukan bagaimana benda tersebut dapat dioperasikan.
    Contoh : Gagang pintu memiliki bentuk dan fungsi yang tepat, yaitu bulat dan diputar. Layaknya sebuah button yang berisi ‘dorong/tekan aku dengan jarimu’.
    Scroll bar yang mengatakan bahwa harus di scroll agar bisa melihat sesuatu yang tidak dapat anda lihat sepenuhnya.

    Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika Anda melakukan satu tindakan atau aksi. Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus meminculkan sebuah respon.
    Contoh : Button harus ditekan
    Scrollbar dan objek yang di drag
    Menekan sebuah key harus membuat sebuah karakter muncul di textbox.

    Ada 2 jenis feedback
    1. Low-level Feedback, disediakan oleh tampilan objek itu sendiri.
    2. High-level Feedback, hasil yang berasal dari tindakan user, seperti mengubah keadaan sebuah model.

  34. Nama : Arijona Purba
    NIM : 11419034
    Kelas : 42TRPL1
    Learnability merupakan kemudahan yang dapat dipelajari bahkan oleh user tingkat pemula untuk dapat memulai suatu interaksi yang efektif dan bisa mendapatan performa yang maksimal.
    Learnbility meliputi 3 aspek yaitu
    1.Konsistensi yaitu hal yang serupa harus terlihat dan bertingkah sama serta hal yang berbeda harus terlihat berbeda. Ada 3 jenis konsistensi
    yaitu:
    -> Konsistensi internal
    -> Konsistensi eksternal
    -> Metafora (interface mirip dengan objek nyata)
    2. Affordance yaitu Affordance adalah bagaimana sebuah interface berkomunikasi nonverbal, Memberitahu kita bagaimana mengoperasikannya.
    3. Feedback, berarti bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika anda melakukan satu tindakan atau aksi. Feedback akan membuat user tidak bingung dan dan tersesat saat berinteraksi dengan desain. Ada dua jenis feedback, yaitu:
    1. Low-level feedback, respon muncul di object itu sendiri
    2. High-level feedback, hasil sebenarnya dari tindakan user.

  35. Nama : Riris Lasmarito Malau
    Nim : 11419022
    Kelas : 42 TRPL 1

    konsistensi adalah hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama, sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Jenis-Jenis Konsistensi
    Terdapat 3 jenis konsistensi pada User Interface, yaitu:
    1. Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi, yaitu konsistensi antara kontrol-kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
    2. Konsistensi eksternal dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    3. Konsistensi yang bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan obyek nyata.
    Affordance adalah bagaiman suatu interface berkomunikasi secara nonverbal, memberitah and acara mengoperasikannya.

    Untuk menciptakan User Interface yang baik, mudah digunakan oleh user, Anda harus menggunakan affordance yang sesuai. Beberapa contoh affordance yang sesuai adalah:
    •> Buttons & hyperlinks: Buttons dan hyperlinks adalah bentuk paling sederhana affordance untuk sebuah aksi.
    •> Drop-down arrows: Drop-down arrow digunakan untuk menunjukkan bahwa Anda dapat melihat pilihan lebih banyak jika Anda klik tanda panah (arrow).
    •> Texture: Texture ada untuk menyarankan bahwa sesuatu dapat di-klik atau di-drag (diseret/ditarik).
    •> Mouse cursor: Perubahan mouse cursor adalah jenis lain dari affordance. Mouse cursor yang berubah adalah properti yang terlihat dari sebuah obyek grafis yang menunjukkan bagaimana mengoperasikannya.
    •> Highlight on mouseover: Highlight yang terlihat ketika kita menggeser mouse di atas sebuah menu atau button adalah jenis lain dari affordance.

  36. Nama:Thumphak Adhitio Aritonang
    NI:11419035
    Kelas:42 TRPL 1

    A.Consistency adalah dimana hal yang sama harus terlihat sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Ada 3 jenis Consistency yaitu:
    1. Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi, yaitu konsistensi antara kontrol-kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
    2.Konsistensi eksternal dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    3.Konsistensi yang bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan obyek nyata.

    B.Affordance adalah bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal, memberitahu Anda cara mengoperasikannya.

    C.Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika Anda melakukan satu tindakan atau aksi. Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus memunculkan sebuah respon.
    D.Information scenta dalah sifat yang terlihat dari link yang menunjukkan seberapa menguntungkan mengikuti link tersebut.User bergantung pada isyarat yang terlihat untuk mengetahui cara mencapai tujuan mereka dengan sedikit usaha.

  37. Nama : Zico Andreas Aritonang
    Kelas : 42TRPL2
    NIM : 11419049

    ◼ Consistensy adalah hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama, sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda
    Jenis-Jenis Konsistensi
    Terdapat 3 jenis konsistensi pada User Interface, yaitu:
    ◾ Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi, yaitu konsistensi antara kontrol-kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
    ◾ Konsistensi eksternal dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    ◾ Konsistensi yang bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan obyek nyata.

    ◼ Affordance mengacu pada melihat/ mengetahui/ mempersepsikan/ merasa/ mengarti dan properti yang sebenarnya dari suatu benda

    ◼ Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika Anda melakukan satu tindakan atau aksi. Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus memunculkan sebuah respon.
    ◾ Low-level feedback
    ◾ High- level feedback

  38. Nama : Yonatan A.P.L Tobing
    Kelas : 42 TRPL-2
    NIM : 11419038

    1. Consistency
    Secara sederhana consistency dapat diartikan bahwa hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda. Mengikuti Principle of Least Astonishement (POLA) atau Principle of Least Surprise, kita tidak seharusnya memberi kejutan kepada user dalam sebuah perintah atau bagaimana objek interface bekerja alasannya bahwa konsistensi memungkinkan user mentransfer pengetahuan yang ada dengan mudah ke user interface yang baru.
    Terdapat 3 jenis konsistensi pada user interface :
    – Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi, yaitu konsistensi antara kontrol-kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
    – Konsistensi Eksternal, yaitu konsistensi dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    – Konsistensi yang bersifat metafora dengan interface yang mirip dengan objek yang nyata.

    2. Affordance
    Affordances adalah aksi yang mungkin di antara objek dan sebuah individu. Kenop pintu adalah salah satu contoh klasiknya; dia mendukung gerakan memutar. Baik dia mengenali maupun tidak kemungkinan dari aksi tersebut tidak mungkin-affordance-nya masih hadir.

    3. Feedback
    Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika Anda melakukan satu tindakan atau aksi. Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus meminculkan sebuah respon.
    Terdapat 2 jenis feedback:
    – Low-level feedback : Disediakan oleh tampilan objek itu sendiri, responnya muncul di objek itu sendiri.
    – High-level feedback : Akan menampilkan hasilnya sebagai sebuah tindakan user yang nyata, seperti mengubah sebuah keadaan.

    Feedback Visibility :
    – Visible Navigation State
    – Visible model state
    – Visible view state

  39. Nama : Andree Panjaitan
    NIM : 11419014
    Kelas : 41TRPL 1
    CONSISTENCY
    Konsistensi dapat diartinya bahwa hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama, sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda
    Terdapat 3 jenis konsistensi pada User Interface, yaitu:
    1.Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi
    2.Konsistensi eksternal dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    3.Konsistensi yang bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan obyek nyata.
    AFFORDANCE
    Affordance adalah bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal, memberitahu Anda cara mengoperasikannya.
    FEEDBACK
    Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika Anda melakukan satu tindakan atau aksi. Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus memunculkan sebuah respon
    1. Low-Level Feedback
    2. High-Level Feedback

    Feedback Visibility
    Cara feedback diperlihatkan dapat dibagi menjadi beberapa, yaitu:
    – Visible navigation state
    – Visible model state
    – Visible view state

    INFORMATION SCENT
    nformation scent yaitu sifat yang terlihat dari link yang menunjukkan seberapa menguntungkan mengikuti link tersebut.

  40. Nama : Yohana Sihombing
    NIM :11419055
    Kelas : 42 TRPL-2

    Learnability memiliki 3 aspek yaitu:

    1.Terdapat 3 jenis konsistensi pada User Interface, yaitu:

    1. Konsistensi internal

    2. Konsistensi eksternal
    3. Metafora (interface mirip dengan objek nyata)

    2. Affordances berarti bagaimana sesuatu interface dapat memberitahukan kita cara
    mengoperasikannya (berkomunikasi non verbal). Affordances ini dapat dipelajari dari
    pengalaman.

    3. Feedback yaitu bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika kita melakukan suatu
    tindakan terhadap. Dengan kata lain, harus memunculkan suatu respon.
    Ada 2 jenis feedback yaitu:
    1. Low- level feedback, disediakan oleh tampilan obyek itu sendiri.
    2. High- level feedback, hasil sebenarnya dari sebuah tindakan user, seperti loading ke
    webpage baru.

    Terimakasih bu

  41. Nama : Lilis Marito Pardosi
    NIM : 11419015
    Kelas : 42TRPL1

    Learnability adalah seberapa mudah user meyelesaikan tugas-tugas saat pertama kali berinteraksi dengan desain.
    Ada 3 Aspek yang diperhatikan dalam learnbility, yaitu:
    1. Consistency, berarti hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda, sehingga memberi kemudahan belajar bagi user. Jenis jenis consistency antara lain: konsistensi internal, konsistensi eksternal, dan metafora.
    2. Affordances, berarti bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal, memberitahu anda cara mengoperasikannya. Affordances juga memberi jalan bagi user belajar UI melalui tampilan visual.
    3. Feedback, berarti bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika anda melakukan satu tindakan atau aksi. Feedback akan membuat user tidak bingung dan dan tersesat saat berinteraksi dengan desain. Ada dua jenis feedback, yaitu:
    1. Low-level feedback, respon muncul di object itu sendiri
    2. High-level feedback, hasil sebenarnya dari tindakan user.
    Feedback ditampilkan kepada user dengan beberapa cara yang disebut sebagai feedback visibility, antara lain:
    1. Visible navigation state, menunjukkan dimana user tersebut berada dalam website
    2. Visible model state, menunjukkan tiap kemajuan aktivitas user
    3. Visible view state, menunjukkan interaksi user dan interface.

  42. Nama : Darwin Sibarani
    NIM : 11419029
    Kelas : 42TRPL1

    Konsistensi adalah dimana hal serupa harus terlihat sama dan bertingkah sama sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda
    Konsistensi terbagi atas konsistensi internal, konsistensi eksternal dan konsistensi yang bersifat metafora.

    Affordance mengacu pada melihat, mengetahui, mempersepsikan, merasa , mengarti dan merupakan properti yang sebenarnya dari suatu benda,
    terutama sifat-sifat yang menentukan benda itu dapat dioperasikan. Misalnya gagang pintu, kursi, scrollbar dll
    Affordance adalah bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal memberitahu user cara mengoperasikannya

    Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika anda melakukan suatu tindakan
    1. Low-level feedback
    2. High- level feedback

    Learning approaches: Dapat mengetahui cara manusia belajar UI baru

  43. Nama : Cyntia Evelin Siamamora
    NIM : 11419065
    Kelas : 42TRPL2

    ada 3 aspek pada Learnability yaitu:
    1. Consistency dalam membuat UI sangatlah penting. Hal serupa harus melihat dan bertindak yang sama, dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    3 jenis konsistensi :
    – Konsistensi internal dengan dirinya sendiri (aplikasi itu sendiri)
    – Konsistensi eksternal dengan aplikasi lain (apliasi sejenis)
    – Methaporical konsistensi dengan objek nyata
    2. Affordance adalah bagaimana sebuah interface berkomunikasi nonverbal, Memberitahu kita bagaimana mengoperasikannya.
    Affordance mengacu pada “Yang merasakan dan aktual sifat suatu hal”, terutama sifat yang menentukan bagaimana hal itu bisa dioperasikan.
    3. Feedback berkaitan dengan visibility, yang berarti pengiriman kembali informasi mengenai aksi yang telah dilakukan dan diselesaikan sehingga user dapat melanjutkan aktivitasnya.

  44. Nama : Denny Abraham Sinaga
    NIM : 11419036
    Kelas : 42TRPL2

    Dalam prinsip learnability terdapat beberapa isyarat yang mengkomunikasikan model sistem dengan penggunanya yaitu consistency, affordance, feedback, dan information scent.
    1. Consistency dapat diartikan bahwa elemen dalam antarmuka harus dipastikan seragam dengan perilaku dan cara yang sama. Dengan adanya isyarat ini antarmuka lebih mudah digunakan untuk dipelajari oleh user sebab mereka sudah terbiasa.

    Ada 3 konsistensi pada UI :
    – Konsistensi internal yaitu pada aplikasi itu sendiri
    – Konsistensi eksternal yaitu dengan aplikasi lain tetapi pada platform yang sama.
    – Konsistensi yang bersifat metafora yaitu dengan objek yang benar-benar nyata.

    2. Affordance dapat diartikan adalah bagaimana antarmuka berkomunikasi dengan user secara nonverbal. Hal ini menentukan bagaimana suatu objek/properti dapat dioperasikan.
    3. Feedback adalah bagaimana antarmuka menampilkan sebuah respon/aksi ketika user melakukan sebuah tugas dalam sebuah antarmuka yang diperlihatkan dalam beberapa visibilitas yaitu navigasi, model dan dalam bentuk tampilan.
    4. Information scent adalah proses visualisasi bagaimana user mencapai tujuan mereka dengan mengevaluasi opsi yang mereka miliki di dalam sebuah situs aplikasi. Hal inilah yang akan mengantarkan mereka untuk mencapai tujuannya.

  45. Nama : Nathan F L Tobing
    NIM : 11419003
    Kelas : 42 TRPL 1

    Consistency adalah hal yang serupa harus memliki perilaku yang sama, sedangkan yang berbeda harus terlihat berbeda.

    Ada 3 jenis consistency :

    1. Konsistency internal adalah konsistensi dalam aplikasi yang sama.
    2. Konsistency eksternal adalah konsistensi dengan aplikasi yang berbeda.
    3. Konsistensi bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan objek nyata.

    Affordance yaitu mengetahui property sebenarnya dari suatu benda, terutama sifat yang menentukan bagaimana benda tersebut dapat dioperasikan.

    Feedback adalah bagaimana sistem berubah / merespon secara terlihat ketika melakukan satu tindakan.

    Ada 2 jenis feedback

    1. Low-level Feedback
    2. High-level Feedback

  46. Nama : Kevin Johanes Pakpahan
    NIM : 11419042
    Kelas: 42 TRPL 2

    Learnbility memilki 3 aspek, diantaranya :

    1. Consistency, yaitu suatu hal yang serupa terlihat dan bertingkah sama, dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Consistency terbagi atas 3 jenis, yaitu :
    a. Konsistensi Internal
    b. Konsistensi Eksternal
    c. Konsistensi yang bersifat metafora

    2. Affordances, yaitu yang mengetahui bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal, yang memberitahu kit acara mengoperasikannya.

    3. Feedback, yaitu bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika kita melakukan suatu tindakan atau aksi.

    Pada feedback terdapat 2 jenis, diantaranya :
    a. Low level feedback, menyediakan tampilan objek itu sendiri.

    b. High level feedback, hasil sebenarnya dari sebuah tindakan user.

    ———

  47. Nama : Daniel A.C Simamora
    Nim : 11419001
    Kelas : 42 TRPL 1

    1.Consistency
    =>Dapat diartikan bahwa hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama
    sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda
    Terdapat 3 jenis Consistency pada UI :
    *Konsistensi internal => yaitu konsistensi antara kontrol-kontrol atau proses
    dalam aplikasi yang sama
    contohnya : Google
    *Konsistensi eksternal => konsistensi dengan aplikasi-aplikasi lain dengan platform yang sama
    contohnya : Windows Media Player, KMPlayer, Apple ITunes
    *Konsistensi yang bersifat metafora => konsitensi yang bersifat metafora dengan
    interface yang mirip dengan objek yang nyata
    contohnya : button pada aplikasi
    2.Affordance mengacu pada “melihat/mengetahui/mempersepsikan/merasa/mengarti dan properti yang sebenarnya
    dari suatu benda”, terutama sifat-sifat yang menentukan bagaimana benda itu dapat diopersas
    Affordance => bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal, memberitahu anda
    cara mengoperasikannya.
    3.Feedback
    => *bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika anda melakukan satu tindakan atau aksi.
    *Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus memunculkan sebuah respon
    Terdapat 2 jenis feedback yang terjadi ketika kita berinteraksi dengan user :
    *Low-level feedback
    =>disediakan oleh tampilan objek itu sendiri
    *Hight-level feedback
    =>akan menampilkan hasil dari tindakan user

  48. SAHAT HUTAURUK
    11419010/42TRPL1

    Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mendesain UI:
    1. Consistency
    berarti hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda, sehingga memberi kemudahan belajar bagi user. Jenis jenis consistency antara lain: konsistensi internal, konsistensi eksternal, dan metafora.
    2. AFFORDANCES
    Affordances adalah sebuah hubungan fisik antara user dengan interface, dimana user hanya dengan melihat tanpa harus diberitahukan, dapat dimengerti apa maksud dan fungsi sebuah perintah sehingga dapat dioperasikan.
    3. Feedback
    Feedback merupakan respon sistem dari sebuah aksi/tindakan yang dilakukan user. Bagaimana sistem berubah tampak ketika kita melakukan suatu tindakan tersebut. Respon ini dapat berupa suara,cahaya,animasi,teks atau kombinasi dari keempatnya. Sebuah aplikasi dikatakan baik ketika semua fungsi yang tersedia dapat dioperasikan dengan baik dan responnya sesuai dengan apa yang user inginkan.

    Jenis feedback ketika berinteraksi dengan UI:
    1. Low-level feedback
    2. High-level feedback

  49. Nama : Samuel Halomoan Manalu
    NIM : 11419041
    Kelas : 42TRPL2

    Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mendesain UI:
    1. Consistency
    berarti hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda, sehingga memberi kemudahan belajar bagi user. Jenis jenis consistency antara lain: konsistensi internal, konsistensi eksternal, dan metafora.
    2. AFFORDANCES
    Affordances adalah sebuah hubungan fisik antara user dengan interface, dimana user hanya dengan melihat tanpa harus diberitahukan, dapat dimengerti apa maksud dan fungsi sebuah perintah sehingga dapat dioperasikan.
    3. Feedback
    Feedback merupakan respon sistem dari sebuah aksi/tindakan yang dilakukan user. Bagaimana sistem berubah tampak ketika kita melakukan suatu tindakan tersebut. Respon ini dapat berupa suara,cahaya,animasi,teks atau kombinasi dari keempatnya. Sebuah aplikasi dikatakan baik ketika semua fungsi yang tersedia dapat dioperasikan dengan baik dan responnya sesuai dengan apa yang user inginkan.

    Jenis feedback ketika berinteraksi dengan UI:
    1. Low-level feedback
    2. High-level feedback

  50. Nama : Sarah O.Y Simorangkir
    NIM : 11419017
    Kelas : 42TRPL1

    Learnability 2:

    1.Consistency = setiap hal yang serupa harus bertingkah sama dalam suatu waktu, dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda juga.
    Terdapat tiga jenis konsistensi yaitu :
    – konsitensi internal,
    – konsistensi eksternal,
    – dan konsistensi yang bersifat metafora.
    2.Affordance = cara suatu interface berkomunikasi dan memberitahu bagaimana dia dapat dioperasikan/diakses.
    3.Feedback =cara sistem dalam menanggapi suatu aksi atau tindakan
    Terdapat dua jenis feedback yaitu :
    -low-level feedback = hasilnya ditampilkan dalam objek itu sendiri.
    -high-level feedback = hasilnya ditampilkan melalui tindakan user, contoh: proses loading untuk next page
    Feedback visibility
    -visible navigation state = menunjukkan dimana user beropasi dalam sebuah website
    -visible model state = menunjukkan tiap kemajuan dalam aktivitas yang dilakukan user
    -visible view state = interaksi user terhadap interface suatu aplikasi.

    Terima kasih

  51. Sarah Susanty Olyvia Tampubolon (11419007) says:

    Nama : Sarah Susanty Olyvia Tampubolon
    NIM : 11419007
    Kelas : 42 TRPL 1

    Ada 3 aspek dalam learnability, yaitu :
    1) Konsistensi artinya hal yang serupa harus terlihat dan bertingkah sama serta hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Konsistensi ada 3 jenis, yaitu :
    1. Konsistensi internal
    2. Konsistensi eksternal
    3. Metafora (interface mirip dengan objek nyata)

    2) Affordances mengacu pada bagaimana sesuatu interface dapat memberitahukan kita cara mengoperasikannya (berkomunikasi non verbal). Dimana user hanya dengan melihat tanpa harus diberitahukan, dapat dimengerti apa maksud dan fungsi sebuah perintah sehingga dapat dioperasikan.

    3) Feedback mengacu pada bagaimana suatu sistem berubah atau memberikan reaksi ketika user melakukan sebuah aksi.
    Dengan kata lain, harus memunculkan suatu respon.
    Feedback ada 2 jenis, yaitu:
    1. Low- level feedback : disediakan oleh tampilan obyek itu sendiri.
    2. High- level feedback : hasil sebenarnya dari sebuah tindakan user, seperti loading ke webpage baru

  52. Nama : Kevin Yoyada Tambunan
    NI :11419033
    Kelas : 42 TRPL 1

    Consistency adalah dimana hal yang sama harus terlihat sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda, ini bertujuan supaya tidak membuat kebingungan kepada user karena mendapati UI yang berbeda tetapi kemungkinan memiliki tujuan yang sama.
    Ada 3 jenis Consistency yaitu:
    1. Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi, yaitu konsistensi antara kontrol-kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
    2. Konsistensi eksternal dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    3. Konsistensi yang bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan objek nyata.

    B.Affordance adalah melihat/mengetahui/mengartikan properti yang sebenarnya dari suatu benda. Affordance adalah “Pelajaran dari pengalaman”.

    C.Feedback adalah bagaimana sistem perlu merespon apa yang dilakukan oleh user, cotohnya adalah loading pada saat laman sedang di load.

  53. Nama : Jovan Imanuel Sigalingging
    NIM : 11419021
    Kelas : 42 TRPL 1

    — Consistency
    Adalah sebuah ketetapan suatu tindakan atau pilihan, misal sesuatu yang serupa harus terlihat serupa dan sesuatu yang berbeda harus terlihat berbeda. semisalnya user interface yang ditujukan kepada user yang berkecimpung dalam dunia permontiran, maka user interface harus menggunakan istilah montir.
    1. Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi yaitu konsistensi antara kontrol-kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
    2. Konsistensi eksternal dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    3. Konsistensi yang bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan obyek nyata.

    — Affordances
    Affrodance membiarkan kita mengetahui cara menggunakannya dengan aksi yang kita lakukan saat menggunakannya (pengalaman)
    — Feedback
    feedback artinya memberikan sebuah nilai balik saat kita memberikan tindakan atau aksi pada objek tersebut
    — Information Scent
    Merupakan sifat yang terlihat dari link yang menunjukkan seberapa menguntungkan mengikuti link tersebut.

  54. Nama : Martuani Sitohang
    Kelas : 42 TRPL 2
    NIM : 11419051

    Consistency, dapat diartikan bahwa hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda. Kita tidak seharusnya memberi kejutan kepada user dalam sebuah perintah atau bagaimana objek interface bekerja alasannya bahwa konsistensi memungkinkan user mentransfer pengetahuan yang ada dengan mudah ke user interface yang baru.
    Ada 3 jenis konsistensi pada user interface :
    – Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi, konsistensi antara kontrol-kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
    – Konsistensi eksternal, konsistensi dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    – Konsistensi yang bersifat metafora dengan interface yang mirip dengan objek yang nyata.

    2. Affordance
    Affordances adalah aksi yang mungkin di antara objek dan sebuah individu.

    3. Feedback
    Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika Anda melakukan satu tindakan atau aksi. Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus meminculkan sebuah respon.
    Terdapat 2 jenis feedback:
    1. Low-level feedback , disediakan oleh tampilan objek itu sendiri, respon muncul di objek itu sendiri.
    2. High-level feedback, akan menampilkan hasilnya sebagai sebuah tindakan user yang nyata, seperti mengubah sebuah keadaan.

  55. Nama : Timothy
    Kelas : 42TRPL2
    NIM : 11419053
    Learnability 2

    -Konsistensi,secara sederhana konsistensi dapat diartikan bahwa hal serupa harus
    terlihat serupa dan bertingkah sama sebaliknya hal yang berbeda harus terlihat
    berbeda.
    3 Jenis Konsistensi :
    1)Konsistensi Internal(Penggunaan kata sederhana dan seragam)
    2)Konsistensi Eksternal(Berbicara dengan bahasa User)
    3)Konsistensi bersifat Metafora

    Aturan dasar Metafora adalah gunakan metaora ketika Anda memiliki satu yang
    sesuai ,tetapi jangan paksakan menjadi metafora jika tidak memiliki padanannya

    Aspek Konsistensi pada layout menggunakan fungsi Mapping yang baik untuk setiap
    kontrol pada UI:
    -Direct Mapping
    -Natural Mapping

    -Affordance mengacu pada “melihat/mengetahui/mempersepsikan/merasa/mengarti
    dan properti yang sebenarnya dari suatu benda”,terutama sifat-sifat yang
    menentukan bagaimana benda itu dapat dioperasikan(Affordance dipelajari dari
    pengalaman)

    Contoh Affordance yang sesuai:
    1)Button & link
    2)Drop-down arrows
    3)Texture
    4)Mouse cursor
    5)Highlight on mouseover

    -Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika anda melakukan
    satu tindakan atau aksi

    Jenis-jenis feedback:
    1)Low-level feedback(Disediakan oleh tampilan obyek itu sendiri)
    2)High-level feedback(Hasil dari sebuah tindakan user)

    Feedback Visibility:
    1)Visible Navigation state(Navigasi adalah jenis keadaaan yang penting untuk divisulisasikan)
    2)Visible Model state(Menunjukkan progress aktivitas)
    3)Visible View state(Kondisi saat ini dari interaksi user dengan interface)

    Feedback yang berguna ialah Feedback yang penting tapi tidak berlebuhan

  56. Nama : Edwin G Hutagalung
    NIM : 11419009
    Kelas : 42 TRPL 1

    1. Consistency
    Tindakan yang sama harus menyebabkan reaksi yang sama, dimana pengguna belajar dalam penggunaan sebelumnya dalam melakukan aksi yang lain
    Terdapat 3 jenis konsistensi pada user interface :
    1. Konsistensi internal dengan dirinya sendiri (aplikasi itu sendiri)
    2. Konsistensi eksternal dengan aplikasi lain (apliasi sejenis)
    3. Methaporical konsistensi dengan objek nyata

    2. Affordance
    Merupakan atribut visual yang digunakan untuk memberikan petunjuk pengguna bagaimana objek atau kontrol dapat digunakan atau dioperasikan.

    3. Feedback
    Feedback adalah Prinsip umpan balik menunjukkan bahwa Anda harus memberikan pengguna konfirmasi bahwa tindakan telah berhasil dilakukan (atau gagal)
    Terdapat 2 jenis feedback:
    ~ Low-level feedback
    ~High-level feedback

    Feedback Visibility :
    ~Visible Navigation State
    ~Visible model state
    ~Visible view state

  57. Nama : Jerry Andrianto Pangaribuan
    NIM : 11419046
    Kelas : 42TRPL2

    Pada learnability lanjutan ini, learnability dibagi atas 4 komponen. yaitu:
    1. Consistency, Secara sederhana, konsistensi dapat diartinya bahwa hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama, sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda. Terdapat 3 jenis konsistensi yaitu, konsistensi internal, konsistensi eksternal, konsistensi yang bersifat metafora.
    2. Affordance, Affordance mengacu pada” melihat/ mengetahui/ mempersepsikan/ merasa/ mengarti dan properti yang sebenarnya dari suatu benda”, terutama sifat-sifat yang menentukan bagaimana benda itu dapat dioperasikan. Ada beberapa contoh affordance yang baik antara lain: Button & Links, Dropdown Arrows, Texture, Mouse Cursor, Highlight pada mouseover
    3. Feedback, Feedback adalah bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika Anda melakukan satu tindakan atau aksi. Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus memunculkan sebuah respon.
    4. Information Scent, User bergantung pada isyarat yang terlihat untuk mengetahui cara mencapai tujuan mereka dengan sedikit usaha.

  58. Nama : Michael Binsar Tua Sinaga
    NIM : 11419012
    Kelas : 42 TRPL 1

    1. Consistency
    -> hal yang serupa harus terlihat sama dan bertingkah sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Ada 3 jenis konsistensi yaitu:
    -> Konsistensi internal
    yaitu konsistensi antara kontrol kontrol dan proses pada aplikasi yang sama
    -> Konsistensi eksternal
    yaitu konsistensi dengan aplikasi lain pada platform yang sama
    -> Metafora , insterface mirip dengan objek nyata

    2. Affordance
    Affordance adalah kemungkinan aksi yang dapat dikerjakan pada sebuah sistem yang diterima oleh panca indra kita. Ketika mata manusia melihat sebuah objek maka yang ditangkap oleh manusia adalah kumpulan aksi yang dikerjakan tersebut.

    3. Feedback
    Ketika user memanggil sebuah bagian interface, harus memunculkan sebuah respon dan bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika anda melakukan satu tindakan atau aksi.
    Jenis feedback :
    Low-Level Feedback -> Tampilan obyek itu sendiri yang menyediakan
    High-Level Feedback -> Hasil dari tindakan user.

  59. 11419005 Michael Joseph Christian Situmorang says:

    bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika Anda melakukan satu tindakan atau aksi.

  60. 11419005 Michael Joseph Christian Situmorang says:

    Nama: Michael Situmorang
    Kelas: 42TRPL1
    NIM: 11419005

    Materi: Learnability II

    Ada 3 aspek dalam Learnability
    -Konsistensi: suatu hal yang tetap dan benar, dimana yang dilihat sesuai dengan yang dilakukan interface. (perpaduan teguh antara sistem dengan tampilan). Ada 3 jenis dalam hal konsistensi, yaitu Internal, Eksternal dan Metafora.
    -Affordance: bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal, memberitahu user cara mengoperasikannya.
    -Feedback: bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika user melakukan suatu tindakan atau aksi. Ada 2 pembagiannya, yaitu Low-Level Feedback dan High-Level Feedback

  61. Konsistensi dapat diartikan hal serupa harus terlihat dan memiliki fungsi yang sama, sedangkan hal berbeda harus terlihat berbeda. Hal ini karena dengan konsistensi dapat memungkinkan user dapat menggunakan pengetahuannya ke user interface yang baru.
    Ada 3 jenis konsistensi :
    1. Konsistensi internal dalam sebuah aplikasi, yaitu konsistensi antara kontrol-kontrol atau proses dalam aplikasi yang sama.
    2. Konsistensi eksternal dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    3. Konsistensi yang bersifat metafora dengan metafora interface atau mirip dengan obyek nyata.
    Selain itu ada juga konsistensi layout dan konsistensi pada susunan kata.
    Affordance adalah bagaimana suatu interface dapat menkomunikasikan atau dapat memberitahu bagaimana cara menggunakannya.
    Feedback adalah bagaimana suatu sistem berubah atau memberikan reaksi ketika user melakukan sebuah aksi. Feedback ada 2 yaitu high-level feedback dan lox-level feedback.

  62. Nama : Danuri Nainggolan
    NIM : 11419043
    Kelas : 42TRPL2

    Learnability adalah seberapa mudah user meyelesaikan tugas-tugas saat pertama kali berinteraksi dengan desain.
    Ada 3 Aspek yang diperhatikan dalam learnbility, yaitu ;
    1. Consistency, berarti hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda, sehingga memberi kemudahan belajar bagi user. Jenis jenis consistency antara lain: konsistensi internal, konsistensi eksternal, dan metafora.
    2. Affordances, berarti bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal, memberitahu anda cara mengoperasikannya. Affordances juga memberi jalan bagi user belajar UI melalui tampilan visual.
    3. Feedback, berarti bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika anda melakukan satu tindakan atau aksi. Feedback akan membuat user tidak bingung dan dan tersesat saat berinteraksi dengan desain. Ada dua jenis feedback, yaitu:
    1. Low-level feedback, respon muncul di object itu sendiri
    2. High-level feedback, hasil sebenarnya dari tindakan user.
    Feedback visibility, antara lain ;
    1. Visible navigation state, menunjukkan dimana user tersebut berada dalam website.
    2. Visible model state, menunjukkan tiap kemajuan aktivitas user.
    3. Visible view state, menunjukkan interaksi user dan interface.

  63. Nama : Gahasa Timothius B.P Purba
    NIM : 11419048
    Prodi : 42TRPL2

    Learnability adalah seberapa mudah user meyelesaikan tugas-tugas saat pertama kali berinteraksi dengan desain.
    Ada 3 Aspek yang diperhatikan dalam learnbility, yaitu:
    1. Consistency, berarti hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda, sehingga memberi kemudahan belajar bagi user. Jenis jenis consistency antara lain: konsistensi internal, konsistensi eksternal, dan metafora.
    2. Affordances, berarti bagaimana suatu interface berkomunikasi secara nonverbal, memberitahu anda cara mengoperasikannya. Affordances juga memberi jalan bagi user belajar UI melalui tampilan visual.
    3. Feedback, berarti bagaimana sistem berubah secara terlihat ketika anda melakukan satu tindakan atau aksi. Feedback akan membuat user tidak bingung dan dan tersesat saat berinteraksi dengan desain. Ada dua jenis feedback, yaitu:
    1. Low-level feedback, respon muncul di object itu sendiri
    2. High-level feedback, hasil sebenarnya dari tindakan user.

    Feedback ditampilkan kepada user dengan beberapa cara yang disebut sebagai feedback visibility, antara lain:
    1. Visible navigation state, menunjukkan dimana user tersebut berada dalam website
    2. Visible model state, menunjukkan tiap kemajuan aktivitas user
    3. Visible view state, menunjukkan interaksi user dan interface.

  64. Nama:Timothy J F Henan
    NIM:114190208
    Kelas:42TRPL1

    Learnability memiki 3 aspek, yakni:
    1.Consistency
    Dapat diartikan bahwa hal serupa harua terlihat dan bertingkah sama, sedangkan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.
    Terdapat 3 jenis konsitensi pada user interface, yaitu:
    1.konsistensi internal dalam sebuah aplikasi.
    2.konsistensi eksternal dengan aplikasi-aplikasi lain dalam platform yang sama.
    3.konsistensi yang bersifat metafora.

    2.Affordance
    Affordance mengacu pada melihat/mengetahui/merasa dan properti yang sebenarnya dari suatu benda. Beberapa contoh affordance yang sesuai adalah:
    1.Buttons dan hyperlinks
    2.Drop-down arrows
    3.Texture
    4.Mouse cursor
    5.Highlight on mouseover

  65. Nama : Mario Wira Pratama Purba
    NIM : 11419050
    Kelas : 42TRPL2

    Learnability, Mengungkap tentang seberapa mudah user mengerjakan atau melaksanakan tugas dasar saat berinteraksi dengan desain secara pertama kali.

    1. Consistency, merupakan suatu hal yang serupa terlihat sama, dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda.

    Consistency terbagi atas 3 jenis, yaitu :
    a. Konsistensi Internal
    b. Konsistensi Eksternal
    c. Konsistensi yang bersifat (metafora)

    b. Konsistensi pada Layout
    Ketika mungkin, pengaturan fisik dari kontrol harus menyesuaikan dengan pengaturan fungsi. Mapping yang baik adalah direct mapping (secara langsung), namun natural mapping tidak harus direct jika mereka mudah dimengerti.
    c. Konsistensi pada Susunan Kata
    -Konsistensi Internal
    -Konsistensi Eksternal

    2. Affordance
    Affordance merupakan interface yang berkomunikasi secara nonverba atau menuntun useragar tau bagaimana cara mengoperasikannya.

    3. Feedback
    Feedback adalah bagaimana sistem dapat berubah ketika user melakukan satu tindakan. Saat user memanggil suatu bagian dari interface, maka harus memunculkan sebuah respon.

  66. Josua Simbolon
    11419032
    1. Consistency
    berarti hal serupa harus terlihat dan bertingkah sama dan hal yang berbeda harus terlihat berbeda, sehingga memberi kemudahan belajar bagi user. Jenis jenis consistency antara lain: konsistensi internal, konsistensi eksternal, dan metafora.
    2. AFFORDANCES
    Affordances adalah sebuah hubungan fisik antara user dengan interface, dimana user hanya dengan melihat tanpa harus diberitahukan, dapat dimengerti apa maksud dan fungsi sebuah perintah sehingga dapat dioperasikan.
    3. Feedback
    Feedback merupakan respon sistem dari sebuah aksi/tindakan yang dilakukan user. Bagaimana sistem berubah tampak ketika kita melakukan suatu tindakan tersebut. Respon ini dapat berupa suara,cahaya,animasi,teks atau kombinasi dari keempatnya. Sebuah aplikasi dikatakan baik ketika semua fungsi yang tersedia dapat dioperasikan dengan baik dan responnya sesuai dengan apa yang user inginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *