Human-Computer Interaction User Interface Design

User Testing

“If you want a great site, you’ve got to test. After you’ve worked on a site for even a few weeks, you can’t see it freshly anymore. You know too much. The only way to find out if it really works is to test it.”

— Steve Krug, Don’t Make Me Think: A Common Sense Approach to Web Usability

Topik bahasan:

  1. Definisi User Testing
  2. Aturan Dasar User Testing
  3. Formative Evaluation

Penjelasan User Testing dalam bentuk video dapat diakses pada:


DEFINISI USER TESTING

User testing bukanlah pengujian terhadap user, tetapi user melakukan pengujian terhadap produk, dalam hal ini aplikasi, yang Anda bangun. Terdapat beberapa jenis test yang dilakukan oleh user, yaitu:

  • Evaluasi formatif (formative evaluation)
  • Studi lapangan (field study)
  • Eksperimen terkontrol (controlled experiment)

Perbandingan ketiga jenis test dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

FORMATIVE EVALUATIONFIELD STUDYCONTROLLED EXPERIMENT
Menemukan masalah untuk iterasi desain berikutnyaMenemukan masalah dalam konteks (keadaan/ suasana tertentu)Menguji hipotesis (misalnya interface X lebih cepat dari interface Y)
Mengavaluasi prototipe atau implementasiMengevaluasi implementasi yang sudah dijalankanMengevaluasi implementasi yang sudah dijalankan
Di lab, dengan tugas-tugas yang ditentukanPada konteks nyata, pada tugas nyataDalam lingkungan terkontrol, dengan tugas yang ditentukan
Observasi kualitatif (masalah usability)Kebanyakan berupa observasi kualitatifSebagian besar observasi kuantitatif (waktu, tingkat kesalahan, kepuasan)

Formative Evaluation

Tujuan formative evaluation adalah menemukan masalah usability untuk kemudian memperbaikinya dalam iterasi desain berikutnya. Formative evaluation tidak memerlukan hasil implementasi yang sudah sepenuhnya bekerja/berfungsi, tetapi dapat dilakukan pada berbagai prototipe. Jenis user test semacam ini biasanya dilakukan di lingkungan yang berada di bawah kendali, seperti kantor atau laboratorium usability. Anda bisa memilih tugas yang diberikan kepada user, yang umumnya realistis tetapi tidak palsu. Hasil formative evaluation sebagian besar adalah observasi kualitatif, biasanya daftar masalah usability.

Masalah utama dengan formative evaluation adalah Anda harus mengontrol terlalu banyak. Menjalankan tes di sebuah lingkungan lab dengan tugas-tugas yang Anda definisikan mungkin tidak cukup memberitahu Anda tentang seberapa baik sebuah interface bekerja dalam konteks nyata dengan tugas nyata.


Field Study

Sebuah field study dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan pada formative evaluation, dengan benar-benar menerapkan implementasi yang sudah berjalan untuk user nyata, dan kemudian pergi ke lingkungan nyata dari user dan meng-observasi bagaimana mereka melakukannya.


Controlled Experiment

Tujuan controlled experiment adalah untuk menguji hipotesis yang terukur tentang satu atau lebih interface. Controlled experiment terjadi di bawah kondisi yang dikontrol secara hati-hati menggunakan tugas yang dirancang secara hati-hati — sering kali lebih hati-hati dari tugas-tugas pada formative evaluation. Hipotesis hanya dapat diuji dengan pengukuran usability secara kuantitatif, seperti waktu yang berlalu, jumlah error atau pemeringkatan (rating) subjektif.


ATURAN DASAR USER TESTING

Saat melaksanakan user testing, Anda harus dapat memastikan bahwa user yang melakukan test tidak berada dalam tekanan. Ada beberapa contoh tekanan yang sering terjadi saat user melakukan pengujian, misalnya:

  • Menunjukkan kecemasan
  • Merasa seperti test kecerdasan
  • Membandingkan diri dengang orang lain
  • Merasa bodoh di depan observer
  • Bersaing dengan orang lain

Hal ini alami dan wajar terjadi. User dapat dikatakan insecure (tidak merasa aman), karena pengaturan kondisi saat test bisa saja seperti ini: User duduk dalam sebuah sorotan, lalu diminta melakukan tugas-tugas yang tidak familiar pada interface yang juga tidak familiar, bahkan mungkin juga merupakan interface yang buruk. User berada di depan audiens yang asing, setidaknya ada satu experimenter, ditambah juga mungkin satu ruangan penuh observer dan ada kamera video.

Sangat wajar jika seorang user merasa cemas dan demam panggung. User bisa saja berpikir “Apakah saya melakukannya dengan benar?” atau “Apakah orang-orang ini berpikir saya bodoh karena tidak dapat mengerjakannya?”. Seorang user dapat menganggap user testing tersebut sebagai test psikologi atau lebih tepatnya test IQ, yang mungkin membuat user kuatir mendapatkan skor buruk. Kemudian harga diri mereka mungkin terluka, terutama jika mereka menyalahkan diri sendiri terhadap masalah yang dihadapi, bukan menyalahkan interface.

Aturan dasar etika dalam user testing adalah menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan.

Anda harus bisa memperlakukan user dengar hormat. Perlakuan ini dapat dilaksanakan dengan 5 cara, yaitu:

  1. Time: Pengaturan waktu jangan sia-siakan waktu user
  2. Comfort: Buatlah user merasa nyaman sepanjang pelaksanaan user teting
  3. Informed consent: User harus diberi tahu semua informasi yang harus diketahuinya
  4. Privacy: Privasi user harus dirahasiakan
  5. Control: User berhak untuk berhenti kapan saja sepanjang pelaksanaan user testing.

Time
Anda harus menghargai user dengan tidak menyia-nyiakan waktunya. Hal ini dapat dilakukan dengan mempersiapkan segala sesuatu yang Anda bisa dan jangan buat user harus melewati rintangan yang sebanarnya tidak Anda uji. Jangan membuat user menginstall software atau me-load file-file test misalnya, kecuali test Anda memang mengukur usability dalam proses instalasi atau proses loading file.


Comfort
Anda harus melakukan semua yang Anda bisa untuk membuat user nyaman, untuk mengimbangi tekanan psikologis dari user test.


Informed Consent
Anda harus memberikan informasi lengkap tentang test yang perlu atau ingin diketahui oleh user, selama informasi tersebut tidak membuat bias dalam proses test. Jangan menyembunyikan hal-hal dari user yang seharusnya perlu diketahui.


Privacy
Anda harus dapat menjaga privasi user  hingga tingkat maksimum. Jangan melaporkan kinerja user saat melakukan user test dengan cara yang memungkinkan user diidentifikasi secara pribadi.


Control
Kendali dalam pelaksanaan user testing ada pada user. Hal ini tidak dalam arti bahwa mereka menjalankan user test dan memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Namun, dalam arti bahwa keputusan akhir apakah akan berpartisipasi dalam test atau tidak, tetap menjadi hak user, selama eksperimen berlangsung. Hanya karena user menandatangani formulir persetujuan atau duduk di ruangan bersama Anda, tidak berarti bahwa mereka berkomitmen untuk seluruh test. Seorang user memiliki hak untuk menghentikan test dan pergi kapan saja, tidak peduli seberapa merepotkannya bagi Anda.


Perlakuan menghormati user dalam proses user testing harus dilakukan dalam 3 tahap kegiatan, yaitu:

  • Sebelum test
  • Saat test
  • Setelah test


PERLAKUAN SEBELUM TEST

Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum test dimulai, seperti yang dirangkum dalam tabel di bawah ini.

TimeLakukan pilot test untuk semua materi dan tugas yang akan dilakukan oleh user.
ComfortMemberikan penjelasan kepada user, misalnya
[1] “Kami sedang menguji sistem; kami tidak sedang menguji Anda.” [2] “Kesulitan apapun yang Anda temui adalah kesalahan sistem. [3] “Kami membutuhkan bantuan Anda untuk menyelesaikan masalah ini.”
PrivacyMenyatakan “Hasil test yang Anda lakukan sepenuhnya adalah rahasia.”
InformationAnda harus menjelaskan tujuan Anda melakukan user testing; menginformasikan jika terdapat rekaman audio, video dan pengamatan lain. Anda juga perlu menjawab setiap pertanyaan user kecuali bisa menjadi bias terhadap proses test.
ControlAnda harus menyampaikan “Anda dapat berhenti kapan saja sepanjang test berlangsung.”

Jauh sebelum user pertama Anda hadir, Anda harus melakukan PILOT TEST untuk keseluruhan test: semua kuesioner, briefing, tutorial dan tugas-tugas yang akan diberikan. Pilot test berarti Anda membuat beberapa orang (biasanya kolega Anda) bertindak sebagai user dalam gladi resik user test. Pilot test sangat penting untuk menyederhanakan dan mengatasi bug dari bahan dan prosedur test Anda.

Pilot test penting untuk setiap user test. Pilot test memberi Anda kesempatan untuk:

  • menghilangkan waktu yang terbuang,
  • merampingkan bagian test,
  • memperbaiki briefing atau materi pelatihan yang membingungkan,
  • menemukan tugas yang tidak mungkin dikerjakan atau sia-sia, dan
  • memberi Anda kesempatan untuk mempraktikkan peran Anda sebagai experimenter.

Setelah melakukan pilot test, Anda bersiap untuk menerima kedatangan user. Ketika seorang user muncul, Anda harus memberi mereka penjelasan terlebih dahulu, memperkenalkan tujuan aplikasi dan tujuan test.

Untuk membuat user nyaman, Anda harus selalu mengatakan hal-hal berikut (dalam beberapa bentuk/ dalam bahasa lain):

  • “Ingatlah bahwa kami sedang menguji sistem komputer. Kami tidak menguji Anda.” (Comfort)
  • “Sistem ini mungkin memiliki masalah di dalamnya yang membuatnya sulit digunakan. Kami membutuhkan bantuan Anda untuk menemuka masalah-masalah itu.” (Comfort)
  • “Hasil tes yang Anda lakukan akan sepenuhnya dirahasiakan.” (Privacy)
  • “Anda dapat menghentikan tes dan pergi kapan saja.” (Control) 

Faktor rasa nyaman bagi user juga diciptakan dengan cara Anda memberi tahu user jika test akan direkam dalam bentuk audio, video atau ditonton oleh observer secara tersembunyi. Setiap observer yang hadir di dalam ruangan juga harus diperkenalkan kepada user.

Pada akhir briefing, Anda harus bertanya kepada user, “Apakah Anda memiliki pertanyaan yang bisa saya jawab sebelum kita mulai?” Cobalah menjawab pertanyaan apapun yang disampaikan user. Terkadang seorang user akan mengajukan pertanyaan yang dapat membuat bias dalam test, misalnya “Apa yang dilakukan tombol itu?” Anda harus menjelaskan mengapa Anda tidak bisa menjawab pertanyaan itu dan berjanji menjawabnya setelah test selesai.


PERLAKUAN SAAT TEST

Saat test berlangsung, berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan dan lakukan.

TimeHilangkan tugas-tugas yang tidak perlu
Comfort[1] Ciptakan suasana tenang, santai/ rileks
[2] Beristirahat ketika ada sesi panjang
[3] Jangan pernah menunjukkan sikap kecewa di depan user
[4] Berikan tugas satu per satu
[5] Tugas pertama harus mudah untuk pengalaman sukses di awal
PrivacyBos dari user seharusnya tidak menyaksikan test
InformationJawablah pertanyaan user asalkan tidak bias
Control[1] User dapat berhenti pada sebuah tugas dan melanjutkan ke tahap lain
[2] User dapat berhenti sepenuhnya

Selama test berlangsung, atur lingkungan test untuk membuat user nyaman. Anda harus dapat menjaga agar atmosfir tetap tenang, santai dan bebas dari gangguan. Jika sesi test cukup panjang, sediakan toilet, air, coffee break atau hanya sekedar kesempatan untuk berdiri dan meregangkan tubuh.

Terdapat beberapa sikap yang perlu Anda perhatikan selama proses test berlangsung, yaitu:

  • Tidak menunjukkan sikap kecewa ketika user mengalami kesulitan karena user akan merasakannya sebagai kekecewaan dalam kinerja mereka, bukan pada user interface.
  • Jangan membanjiri user dengan banyak tugas. Beri user satu tugas pada satu waktu.
  • Idealnya, tugas pertama harus menjadi tugas pemanasan yang mudah, untuk memberi user pengalaman sukses awal. Hal ini akan meningkatkan keberanian mereka (dan Anda) untuk melalui tugas-tugas sulit yang akan menunjukkan lebih banyak masalah usability.

Sepanjang test berlangsung, Anda juga wajib menjawab pertanyaan user selama tidak menjadi bias pada test. Jaga agar user tetap memegang kendali. Jadi, jika user merasa bosan dengan sebuah tugas, biarkan mereka berhenti dan melanjutkan ke tugas lain. Jika mereka ingin berhenti dari keseluruhan test, bayar mereka dan biarkan mereka pergi.


PERLAKUAN SETELAH TEST

Ketika kegiatan user testing telah selesai dilakukan, masih terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, untuk disampaikan kepada user, yang dirangkum dalam tabel di bawah ini.

ComfortKatakan apa yang telah dibantu oleh user
Privacy[1] Jangan mempublikasikan informasi yang dapat mengidentifikasi user
[2] Jangan tampilkan video atau audio tanpa izin user
InformationJawab pertanyaan user yang sebelumnya harus Anda tunda untuk menghindarkan bias saat test berlangsung

Setelah test selesai, Anda harus berterima kasih kepada user atas bantuan mereka dan beritahu bagaimana mereka telah membantu. Kemudian, jika Anda menyebarkan data hasil test oleh user, jangan publikasikan dengan cara yang memungkinkan user diidentifikasi secara individual. Jika Anda mengumpulkan rekaman video atau audio dari user test, jangan tampilkan hasil rekaman di luar grup Anda tanpa izin tertulis dari user.


FORMATIVE EVALUATION

Formative evaluation adalah evaluasi yang dapat dilakukan sepanjang pengembangan aplikasi, tidak harus saat produk sudah selesai dibangun. Jadi, Anda dapat menguji prototipe atau hasil implementasi yang sudah selesai. Tujuan dari formative evaluation adalah menemukan masalah terkait usability untuk iterasi desain berikutnya. Evaluasi ini adalah salah satu bentuk test yang dilakukan bersama dengan user.


LANGKAH-LANGKAH DASAR FORMATIVE EVALUATION

Langkah-langkah untuk melakukan formative evaluation adalah:

  • Temukan beberapa user, yang harus mewakili kelas target user
  • Beri beberapa tugas untuk setiap user dan harus mewakili tugas-tugas penting
  • Lihat bagaimana user melakukan tugas-tugas tersebut.

PERAN DALAM FORMATIVE EVALUATION

Peran-peran yang perlu ada saat pelaksanaan formative evaluation adalah:

  • User
  • Fasilitator
  • Observer

USER

Peran utama user adalah melakukan tugas untuk menggunakan interface. Ketika user melakukan tugas, mereka juga harus berusaha untuk THINK ALOUD: mengungkapkan secara verbal apa yang mereka pikirkan saat menggunakan interface. Anda harus mendorong user untuk mengatakan hal-hal seperti “Oke, sekarang saya sedang mencari tempat untuk mengatur ukuran font, biasanya ada di toolbar, oh tidak, hmm, mungkin di menu Format…”

Think aloud memberi Anda (observer) sebuah jendela ke dalam proses berpikir user, sehingga Anda dapat memahami apa yang coba mereka lakukan dan apa yang mereka harapkan. Sayangnya, think aloud masih terasa asing bagi kebanyakan orang. Hal ini bisa mengubah perilaku user, membuat user lebih hati-hati dan terkadang mengganggu konsentrasi mereka. Sebaliknya, ketika sebuah tugas menjadi sulit, user terserap ke dalam konsentrasi menyelesaikan tugas dan mungkin menjadi bisu dan lupa untuk melakukan think aloud. Salah satu peran fasilitator adalah mendorong user agar think aloud.

Salah satu solusi untuk masalah think aloud adalah interaksi konstruktif, dimana dua user bekerja pada tugas-tugas secara bersama (menggunakan satu komputer). Dua user lebih cenderung berkomunikasi secara alami satu sama lain, menjelaskan bagaimana mereka berpikir bagaimana mengerjakan dan apa yang harus dicoba. Namun, iteraksi konstruktif membutuhkan user dua kali lebih banyak dan mungkin terpengaruh secara negatif oleh dinamika sosial (misalnya satu user dominan memaksa menggunakan keyboard/ menjadi menguasai situasi).

Dalam pelaksanaan formative evaluation, Anda dapat secara fleksibel menentukan cara untuk mencapai tujuan test. Harap mempertimbangkan waktu dan biaya yang tersedia untuk melakukan serangkaian kegiatan ini, termasuk juga mempertimbangkan kondisi user. Jika biaya dan jumlah user tersedia, Anda dapat melakukan interaksi konstruktif. Namun, jika user ternyata sudah terbiasa dengan think aloud, Anda cukup menggunakan teknik tersebut.


FASILITATOR

Fasilitator (disebut juga experimenter) adalah pemimpin user test. Fasilitator melakukan pengarahan, memberikan tugas kepada user dan umumnya berfungsi sebagai suara tim development selama test, karena developer mungkin mengamati test, tetapi harus selalu dalam keadaan tutup mulut.

Salah satu pekerjaan utama fasilitator adalah mengajak user untuk think aloud, biasanya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan umum. Fasilitator juga dapat melanjutkan sesi. Jika user benar-benar terjebak dalam sebuah tugas, fasilitator dapat secara progresif memberikan lebih banyak bantuan, misalnya “Apakah Anda melihat sesuatu yang mungkin dapat membantu Anda?”, dan kemudian “Apa yang menurut Anda dilakukan tombol tersebut?”

Ada kalanya user dalam kesulitan ketika melakukan formative evaluation. Berikanlah bantuan, tetapi hanya jika:

  • Anda sudah mencatat masalah usability, dan
  • tampaknya tidak mungkin user akan keluar dari masalah itu sendiri, dan
  • mereka harus melepaskan diri agar dapat melanjutkan ke bagian lain dari tugas yang ingin Anda uji.

Ingatlah bahwa setelah Anda menjelaskan sesuatu, Anda kehilangan kesempatan untuk mencari tahu apa yang akan dilakukan sendiri oleh user.


OBSERVER

Sementara user melakukan think aloud dan fasilitator melatih user untuk think aloud, setiap observer di ruangan harus DIAM. Jangan menawarkan bantuan apapun dan jangan mencoba menjelaskan tentang interface. Duduk saja, gigit lidah Anda dan tonton/ lihat saja. Anda mencoba untuk melihat bagaimana user biasa akan berinteraksi dengan interface.

Selama kegiatan berlangsung, buat diri Anda sibuk dengan membuat banyak catatan. Apakah yang harus Anda catat? Sebanyak yang mungkin bisa dicatat. Namun, fokus Anda terutama pada insiden yang kritis, yang merupakan momen yang sangat mempengaruhi usability, baik dalam kinerja tugas (efisiensi atau tingkat kesalahan) atau dalam kepuasan user. Kebanyakan insiden kritis adalah negatif. Menekan tombol yang salah adalah insiden kritis, juga berulang kali mencoba fitur yang sama untuk menyelesaikan satu tugas.

User dapat menarik perhatian pada insiden kritis dengan think aloud, dengan komentar seperti “mengapa melakukan itu?” atau “@%!@#$!”
Insiden kritis bisa juga bersifat positif. Anda juga harus membuat catatan atas kejutan menyenangkan ini. Insiden kritis memberi Anda daftar masalah-masalah usability potensial yang harus Anda fokuskan pada putaran berikutnya dari desain iteratif.


MEREKAM OBSERVASI

Beberapa peralatan yang Anda butuhkan dalam proses merekam sebuah kegiatan observasi adalah:

  • Pena dan buku catatan
  • Rekaman audio
  • Rekaman video

Pena dan Buku Catatan
Buku catatan biasanya adalah peralatan yang terbaik meskipun sulit mencatat keseluruhan observasi. Memiliki banyak observer membuat catatan menjadi membantu.


Rekaman Audio dan Video
Rekaman audio dan video bagus untuk menangkap proses think aloud oleh user, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh pengguna. Video juga bermanfaat ketika Anda ingin menempatkan observer di ruang terpisah dan menggunakan TV untuk menonton test.

Menempatkan observer pada ruang terpisah dengan user membuat:

  • [+] User merasa lebih sedikit mata yang tertuju pada mereka (meskipun kamera video adalah mata lain yang dapat membuat user lebih sadar diri, karena kamera membuat catatan permanen),
  • [+] Observer tidak bisa berperilaku tidak pantas di depan user, dan layar TV besar berarti lebih banyak observer dapat menonton.
  • [-] Observer mungkin tidak memperhatikan test. Ketika user menemukan masalah usability, observer mulai berbicara tentang cara memperbaiki masalah tersebut dan mengabaikan sisa test.

Menempatkan observer di ruangan yang sama dengan test dan user memaksa observer untuk tetap diam dan memperhatikan.

Penempatan observer memiliki pengaruh dalam memastikan evaluasi berjalan dengan baik, sehingga Anda harus jeli menempatkan observer pada ruangan yang sama dengan user atau pada ruang berbeda. Masing-masing pilihan memiliki nilai lebih dan kurang masing-masing.

Video juga berguna untuk tes retrospektif — menggunakan rekaman video untuk menanyai user segera setelah test. Adalah hal yang mudah untuk secara cepat memaju-mundurkan rekaman, berhenti pada insiden kritis, dan bertanya kepada user apa yang mereka pikirkan pada saat insiden kritis tersebut. Masalah dengan rekaman audio dan video adalah ia menghasilkan terlalu banyak data untuk ditinjau sesudahnya. Beberapa halaman catatan lebih mudah untuk di-scan dan menemukan masalah usability.

Dalam penggunaan berbagai media untuk perekaman observasi, Anda tidak harus memilih satu yang terbaik, tetapi dapat menggunakan beberapa cara. Alasannya adalah kombinasi dari beberapa cara dapat membuat hasil observasi menjadi lebih lengkap, sesuai karakteristik masing-masing cara.


KESIMPULAN

  • Formative user testing mencoba mengungkap usability problem untuk diperbaiki dan disempurnakan pada iterasi berikutnya.
  • Perlakukan user dengan hormat.
  • Fasilitator dan observer harus menjalankan perannya dengan benar untuk memaksimalkan nilai dari test.

REFERENSI

  • MIT Open Courseware, User Interface Design and Implementation, User Testing.
  • Why Are Contextual Inquiries So Difficult?. http://www.uxmatters.com/mt/archives/2012/06/why-are-contextual-inquiries-so-difficult.php
  • Feature image: Photo by Adam Wilson on Unsplash


65 thoughts on “User Testing

  1. Nama : Meyliza Veronica Siregar
    NIM : 11419058

    User testing adalah pengujian yang dilakukan user terhadap desain UI yang dibangun, bukan user yang diuji.

    Jenis tes oleh user:
    – Evaluasi formatif (formative evaluation)
    – Studi lapangan (field study)
    – Eksperimen terkontrol (controlled experiment)

    Aturan dasar user testing ialah kita harus memastikan user tidak dalam keadaan tertekan ketika melakukan pengujian dan menghormati user sebagai orang yang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan.

    Tekanan yang terjadi pada user:
    – Menunjukkan kecemasan
    – Merasa seperti tes kecerdasan
    – Membandingkan diri dengan orang lain
    – Merasa bodoh di depan observer
    – Bersaing dengan orang lain

    Cara memperlakukan user dengan hormat:
    – Time: Jangan sia-siakan waktu
    – Comfort: membuat user merasa nyaman
    – Informed consent: beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    – Privacy: menjaga privasi user o Control: user dapat berhenti kapan saja

    Peran dalam Formative Evaluation : user, fasilitator, dan observer.

  2. NAMA : SARAH O.Y SIMORANGKIR
    NIM : 11419017
    KELAS: 42TRPL1

    User Testing
    adalah pengujian atau evaluasi yang dilakukan secara bersama dengan user terhadap desain UI aplikasi yang dibangun

    Jenis tes yang dilakukan oleh user terhadap aplikasi :
    1. Evaluasi formatif
    Untuk menemukan masalah, baik usability, dan prototipe yang akan diperbaiki di iterasi berikutnya.
    2. Studi lapangan
    Untuk mengevaluasi desain yang sudah implementasi/ dapat dijalankan pada konteks yag nyata
    3. Eksperimen terkontrol
    Untuk menguji hipotesis, dan mengevaluasi implementasi yang sudah dijalankan

    Yang perlu diperhatikan dalam User Testing :
    – Pastikan user tidak dalam kondisi tertekan ketika melakukan testing
    Contoh menunjukkan kecemasan, merasa seperti tes kecerdasan, membandingkan diri dengan orang lain, merasa bodoh di depan observer, dan merasa sedang bersaing dengan orang lain.
    – Menghormati user sebagai orang yang cerdas dengan kebebasan kemauan dan memiliki perasaan.

    Hal dasar dalam menghormati user :
    Time : jangan sia-siakan waktu
    Comfort : membuat user nyaman/santai
    Informed Consent : memberitahu semua informasi yang harus diketahui user
    Privacy : menjaga privasi user
    Control : user dapat berhenti/selesai kapan saja.

    Peran Dalam Formative Evaluation :
    1. User = menggunakan desain UI,mengungkapkan apa yg dipikirkan/dilakukan
    2. Fasilitator = melakukan pengarahan pada user
    3. Observer = mencatat pengamatan.

  3. Nama : Sarah Susanty Olyvia Tampubolon
    NIM : 11419007
    Kelas : 42TRPL1

    Perbedaan Heuristic Evaluation dengan User Testing terdapat pada peran usernya sendiri. Heuristic Evaluation melakukan evaluasi tanpa user, sedangkan User Testing melakukan evaluasi bersama dengan user.
    Terdapat 3 jenis test yang dilakukan oleh user, yaitu :
    1. Evaluasi formatif
    2. Studi lapangan
    3. Eksperimen terkontrol

    Aturan Dasar User Testing :
    Memastikan bahwa user ketika melakukan pengujian untuk menguji interface yang dibuat tidak dalam kondisi yang tertekan.

    Beberapa tekanan pada user :
    1) Menunjukkan kecemasan
    2) Merasa seperti tes kecerdasan
    3) Membandingkan diri dengan orang lain
    4) Merasa bodoh di depan observer
    5) Bersaing dengan orang lain

    Memperlakukan user dengan hormat dilakukan pada saat sebelum test, ketika test, dan setelah test.

    1.Time -> Jangan sia-siakan waktu
    2.Comfort -> Membuat user merasa nyaman
    3.Informed consent -> Beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    4.Privacy -> Menjaga privasi user
    5.Control -> User dapat berhenti kapan saja

    Ada 3 peran dalam formatif evaluation, yaitu :
    1. User
    2. Fasilitator
    3. Observer

  4. Nama : Fretty L M Silalahi
    NIM: 11419057
    Kelas: 42 trpl 2

    User Testing=> evaluasi atau testing Bersama dengan user
    Jenis tes oleh user
    1. Evaluasi formatif
    2. Studi lapangan
    3. Eksperimen terkontrol
    Aturan Dasar User testing
    Memastikan bahwa user tidak melakukan pengujian yang bersifat menguji interface yang kita buat tidak dalam kondisi tertekan
    Tekanan pada user
    1. Menunjukkan kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain
    Note: menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan dan kemauan dan perasaan
    Perlakukan user dengan hormat
    1. Time => jangan sia siakan waktu user
    2. Confort =>membuat user merasanyaman
    3. Informed consent=>beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    4. Privacy =>menjaga privasi user
    5. Control =>user dapat berhenti kapan saja
    Langkah dasar
    1. Temukan beberapa user
    2. Beri beberapa tugas
    3. Lihat bagaimana user melakukan tugas tersebut
    Peran dalam formatif evaluation
    1. User
    Tugasnya:
    • Menggunakan desain interface
    • Think aloud
    • Interaksi konstruktif
    2. Fasilitator
    Tugasnya:
    • Pemimpin user testing
    • Melakukan pengarahan,memberikan tugas kepada user,mengajak user untuk think aloud
    • Sebagai suara tim development
    3. Observer
    Tugasnya:
    • Mengamati dan mencatat hasil pengamatan
    • Catatan:focus utama pada insiden kritis
    Merekam observasi
    1. Pena dan catatan
    2. Rekaman audio
    3. Rekaman video

  5. Nama : Febryanti Melati
    NIM : 11419061
    Kelas : 42TRPL2

    User testing adalah pengujian yang dilakukan user terhadap desain UI yang dibangun, bukan user yang diuji.
    Jenis user testing:
    – Evaluasi formatif(Formative evaluation)
    – Studi lapangan(Field study)
    – Eksperimen terkontrol (Controlled experiment)

    User tidak boleh merasa tertekan.
    Tekanan pada user:
    1. Menunjukkan kecemasan
    2. Merasa tidak cerdas ketika menemukan masalah
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain.

    Memperlakukan user dengan hormat:
    1. Time = Jangan menyia-nyiakan waktu
    2. Comfort = Membuat user merasa nyaman
    3. Informed Consent = Beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    4. Privacy = Jaga keamanan user
    5. Control = User dapat berhenti kapan saja user mau.

    Ada 3 peran dalam formatif evaluation, yaitu:
    1. User == menggunakan desain interface
    2. Fasilitator == pemimpin dalam berlangsung nya testing
    3. Observer == Mengamati dan mencatat hasil pengamatan

  6. Nama : Lastri Rohani Nababan
    NIM : 11419060
    Kelas : 42 TRPL 2

    Jenis Tes oleh User
    1. Evaluasi formatif (formative evaluation). Bertujuan untuk menemukan masalah untuk iterasi desain berikutnya.
    2. Studi lapangan (field study). Bertujuan menemukan masalah dalam konteks (keadaan/suasana tertentu)
    3. Eksperimen terkontrol (controlled experiment). Bertujuan untuk menguji hipotesis.

    Tekanan pada user, yaitu :
    1. Menunjukkan kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

    User testing adalah suatu pengujian atau evaluasi terhapad suatu aplikasi yang dibangun dan dilakukan dengan user.

    Aturan dasar user testing, yaitu harus menghormati user sebagai orang yang cerdas dengan kebebasan, kemauan dan perasaan.

    Perlakuan User dengan Hormat :
    1. Time
    2. Comfort
    3. Informed
    4. Privacy
    5. Control

    Memperlakukan User dengan Hormat dilakukan pada saat :
    1. Sebelum tes
    2. Saat tes
    3. Setelah tes

    Langkah-Langkah Dasar pada formative evaluation, yaitu :
    1. Menemukan beberapa user
    2. Memberi beberapa tugas
    3. Melihat bagaimana user melakukan tugas tersebut.

    Peran dalam Formative Evaluation, yaitu :
    1. User. Bertugas untuk menggunakan user interface
    2. Fasilitator. Bertugas sebagai pemimpin user testing
    3. Observer. Bertugas untuk mengamati dan mencatat hasil pengamatan

  7. Nama : Evelin Sinurat
    NIM : 11419056
    Kelas : 42 TRPL 2

    User Testing adalah, pengujian yang dilakukan oleh user yang berorientasi pada desain interface, menghasilkan sebuah evaluasi yang bertujuan untuk pengembangannya.

    Aturan dasar user testing, yaitu user tidak boleh dalam keadaan tertekan. Contoh tekanan pada user:
    1. Memperlihatkan sikap cemas
    2. Merasa kurang cerdas ketika menemukan masalah
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

    Prinsip user testing yang baik:
    1. Time, jangan membuang-buang waktu.
    2. Comfort, memberikan kenyamanan kepada user.
    3. Informed Consent, memberikan keseluruhan informasi yang harus diketahui oleh user.
    4. Privacy, menjaga privasi user, atau bersifat rahasia.
    5. Control, user dapat memilih pendapat seperti menyelesaikan test atau meminta waktu istirahat.

    Peran dalam formatif evaluation, yaitu:
    1. User, yang menggunakan UI.
    2. Fasilitator, yang memimpin user testing.
    3. Observer, bertugas untuk mengamati dan mencatat hasil dari pengamatan.

  8. Nama : Ivanowsky Fernandes Habeahan
    NIM : 11419030
    Kelas : 42 TRPL 1

    User testing bukanlah pengujian terhadap user, tetapi user melakukan pengujian terhadap produk, dalam hal ini aplikasi, yang Anda bangun.

    Jenis tes oleh User :
    1. Evaluasi formatif (formative evaluation)
    2. Studi lapangan (field study)
    3. Eksperimen terkontrol (controlled experiment)

    Aturan dasar pada user testing yaitu menghormati user sebagai orang
    cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan.

    Langkah-Langkah Dasar Formatif Evaluation :
    1. Temukan beberapa user
    2. Beri beberapa tugas
    3. Lihat bagaimana user melakukan tugas tersebut

  9. Nama : Ares J. M. Pardosi
    NIM : 11419062
    Kelas 42 TRPL 2

    USER TESTING
    user testing adalah tes (pengujian / evaluasi) yang dilakukan bersama dengan user terhadap user interface yang kita bangun.

    Ada 3 jenis tes oleh user:
    – Evaluasi formatif (formative evaluation)
    – Studi lapangan (field study)
    – Eksperimen terkontrol (controlled experiment)

    Aturan Dasar User Testing

    => kita harus memastikan bahwa ketika user melakukan pengujian terhadap interface yang kita buat, tidak dalam kondisi tertekan. misalnya :
    – Menunjukkan Kecemasan
    – Merasa seperti tes kecerdasan
    – Membandingkan diri dengan orang lain
    – Merasa bodoh di depan observer
    – Bersaing dengan orang lain

    => kita harus menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan, kemauan dan perasaan.
    Berikut cara memperlakukan user dengan hormat yang di lakukan ketika sebelum tes, saat tes, dan setelah tes :
    – Time : Jangan sia-siakan waktu
    – Comfort : membuat user merasa nyaman
    – Informed consent : beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    – Privacy : menjaga privasi user
    – Control : user dapat berhenti kapan saja

    Ada 3 peran dalam formatif evaluation, yaitu :
    1. User
    2. Fasilitator
    3. Observer

  10. Nama : Nazir Manahan Manurung
    NIM : 11419020
    Kelas : 42 TRPL 1

    User testing merupakan pengujian atau evaluasi terhadap aplikasi atau user interface yang dilakukan bersama dengan user.
    Jenis tes yang dilakukan oleh user:
    1. Evaluasi formatif (formatif evaluation)
    2. Studi Lapangan (Field Study)
    3. Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment)

    Tekanan pada user yakni:
    1.Menunjukkan kecemasan
    2.Merasa tidak cerdas ketika menemukan masalah
    3.Membandingkan diri dengan orang lain
    4.Merasa bodoh di depan observer
    5.Bersaing dengan orang lain

    Aturan paling dasar dalam user testing adalah menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan .
    Berikut ada 5 cara dalam menghormati user yakni:
    1. Time = jangan sia-siakan waktu.
    2. Comfort = berikan kenyamanan kepada user
    3. Informed Consent = beritahu user semua informasi yang harus diketahui.
    4. Privacy = jaga privasi user
    5. Control = userdapat berhenti kapan saja user mau.
    Memperlakukan user dengan hormat dilakukan ketika sebelum tes, saat tes, dan setelah tes.

    Role dalam user testing yakni:
    1. User = yang menggunakan UI
    2. Fasilitator = pemimpin user testing
    3. Observer = mengamati dan mencatat hasil pengamatan.

  11. Nama : Mikhael Hutapea
    NIM : 11419037
    Kelas : 42TRPL2

    User testing adalah pengujian atau evaluasi terhadap aplikasi atau user interface yang dilakukan bersama dengan user.
    Jenis tes oleh user:
    1. Evaluasi formatif (formatif evaluation)
    2. Studi Lapangan (Field Study)
    3. Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment)

    Tekanan pada user
    1.Menunjukkan kecemasan
    2.Merasa tidak cerdas ketika menemukan masalah
    3.Membandingkan diri dengan orang lain
    4.Merasa bodoh di depan observer
    5.Bersaing dengan orang lain

    Aturan paling dasar dalam user testing adalah menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan
    5 cara dalam menghormati user
    1. Time = jangan sia-siakan waktu dengan menyuruh user melakukan hal yang tidak perlu dilakukan oleh user.
    2. Comfort = memberikan kenyamanan kepada user
    3. Informed Consent = memberitahukan user akan semua informasi yang harus diketahui.
    4. Privacy = menjaga privasi user
    5. Control = membiarkan user berhenti kapan saja user mau.
    Memperlakukan user dengan hormat dilakukan ketika sebelum tes, saat tes, dan setelah tes.

    Langkah dalam melakukan user testing
    1. Temukan beberapa user
    2. Beri beberapa tugas
    3. Mengamati user saat melakukan tugas tersebut

    Role dalam user testing
    1. User = yang menggunakan UI
    2. Fasilitator = pemimpin user testing
    3. Observer = mengamati dan mencatat hasil pengamatan.

  12. Nama : Timothy JF Henan
    NIM : 11419028
    Kelas : 42 TRPL 1

    User testing didefenisikan sebagai pengujian yang dilakukan oleh user terhadap desain user interface atau terhadap aplikasi yang dibangun.

    Ada 3 jenis Tes yang dilakukan oleh user :
    1. Formative Evaluation,
    2. Field Study,
    3, Controlled Experiment.

    Berikut kecemasan yang kemungkinan akan muncul (yang dirasakan User) ketika melakukan user testing
    – Menunjukkan Kecemasan
    – Merasa seperti tes kecerdasan
    – Membandingkan diri dengan orang lain
    – Merasa bodoh di depan observer
    – Bersaing dengan orang lain

    Adapun cara memperlakukan user saat user testing supaya tidak dalam posisi tertekan :
    – Time : jangan sia-siakan waktu
    – Comfort : membuat user nyaman
    – Informed Consent : memberitahu user semua informasi yang penting
    – Privacy : menjaga privasi user
    – Control : user dapat berhenti kapan saja

    Peran dalam Formative Evaluation :
    – User
    – Fasilitator
    – Observer

  13. NAMA : Arijona Purba
    NIM : 11419034
    KELAS : 42 TRPL 1
    —–

    User testing adalah pengujian yang dilakukan user terhadap desain UI yang dibangun, bukan user yang diuji.

    Jenis tes oleh user:
    – Evaluasi formatif (formative evaluation)
    – Studi lapangan (field study)
    – Eksperimen terkontrol (controlled experiment)

    Aturan dasar user testing ialah kita harus memastikan user tidak dalam keadaan tertekan ketika melakukan pengujian dan menghormati user sebagai orang yang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan.

    Tekanan yang terjadi pada user:
    – Menunjukkan kecemasan
    – Merasa seperti tes kecerdasan
    – Membandingkan diri dengan orang lain
    – Merasa bodoh di depan observer
    – Bersaing dengan orang lain

    Cara memperlakukan user dengan hormat:
    – Time: Jangan sia-siakan waktu
    – Comfort: membuat user merasa nyaman
    – Informed consent: beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    – Privacy: menjaga privasi user o Control: user dapat berhenti kapan saja

  14. Nama : Clarita Butarbutar
    NIM : 11419067

    User Testing adalah Pengujian yang dilakukan oleh user terhadap desain User Interface yang dibangun dan menjadi evaluasi bagi development.
    Jenis tes oleh user ada 3 yaitu:
    1. Evaluasi Formatif (Formative Evaluation)
    2. Studi Lapangan (Field Study)
    3. Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment)
    Aturan dasar dari user testing adalah kita harus memastikan bahwa user ketika melakukan pengujian desau UI yang dibuat dalma keadaan tidak tertekan, dan juga kita harus menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan.
    Tekanan pada user :
    1. Menunjukkan kecemasan
    2. Merasa tidak cerdas ketika menemukan masalah
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain.
    Cara dalam menghormati user ada 5 yaitu:
    1. Time : Jangan sia-siakan waktu dengan menyuruh user melakukan hal yang tidak perlu dilakukan oleh user.
    2. Comfort : memberikan kenyamanan kepada user
    3. Informed Consent : memberitahukan user akan semua informasi yang harus diketahui.
    4. Privacy: menjaga privasi user
    5. Control : membiarkan user berhenti kapan saja user mau.

  15. Nama : Revi Angeli Siahaan
    NIM : 11419054

    User Testing yaitu pengujian/ evaluasi yang dilakukan bersama dengan user terhadap desain UI/ aplikasi yang dibangun.
    Ada 3 jenis test yang dilakukan oleh user yaitu:
    1. Evaluasi formatif (formative evaluation)
    2. Studi lapangan (field study)
    3. Eksperimen terkontrol (controlled eksperiment)
    Aturan paling dasar dalam User Testing yaitu menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan memiliki perasaan. Ada 5 hal yang paling mendasar dalam menghormati user yaitu time, comfort, informed consent, privacy, dan control.
    Memperlakukan user dengan hormat dilakukan saat:
    – Sebelum Test
    – Saat Test
    – Setelah Test
    Langkah- langkah dasar dalam formative evaluation yaitu:
    – Menemukan beberapa user
    – Memberi beberapa tugas
    – Melihat user dalam melakukan tugas
    Peran dalam formative evaluation yaitu user, fasilitator dan observer. Dalam merekam observasi dari observer ada beberapa cara yaitu dengan dicatat (pena & buku) serta rekaman audio dan video.

  16. Nama : Anjelina Sihombing
    Kelas : 42 TRPL 2
    NIM : 11419063

    User testing
    adalah pengujian yang dilakukan bersama dengan user terhadap desain UI pada software yang dibangun oleh developer.

    Perbedaan User Testing dan Heuristic Evaluation:
    User Testing adalah evaluasi atau testing bersama dengan user
    Heuristic Evaluation adalah evaluasi atau testing tanpa user

    3 Jenis tes oleh user:
    1. Evaluasi formatif (formative evaluation)
    2. Studi lapangan (field study)
    3. Eksperimen terkontrol (controlled experiment)

    Kecemasan yang kemungkinan akan muncul (yang dirasakan User) ketika melakukan user testing
    1. Menunjukkan Kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

    Peran dalam Formative Evaluation, yaitu :
    1. User. Bertugas untuk menggunakan user interface
    2. Fasilitator. Bertugas sebagai pemimpin user testing
    3. Observer. Bertugas untuk mengamati dan mencatat hasil pengamatan

  17. User Testing adalah pengujian yang dilakukan oleh user terhadap apikasi yang dibangun.

    Jenis tes yang dilakukan oleh user :
    1. Evaluasi formatif
    Tujuannya menemukan masalah usability yang akan diperbaiki di iterasi berikutnya.
    2. Studi lapangan
    Tujuannya menemukan masalah dalam konteks (keadaan/suasana tertentu)
    3. Eksperimen terkontrol
    Menguji hipotesis.

    Aturan Dasar User Testing :
    – Pastikan user tidak dalam kondisi tertekan
    Contoh tekanan yang dialami user adalah menunjukkan kecemasan, merasa seperti tes kecerdasan, memandingkan diri dengan orang lain, merasa bodoh di depan observer, bersaing dengan orang lain.
    – Menghormati user sebagai orang yang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan.
    Hal dasar yang dilakukan untuk menghormati user :
    Time : jangan sia-siakan waktu
    Comfort : membuat user nyaman
    Informed Consent : beritahu semua informasi yang harus diketahui user
    Privacy : menjaga privasi
    Control : user dapat berhenti kapan saja.

    Memperlakukan user dengan hormat dilakukan sebelum tes, pada saat tes, dan setelah tes.

  18. Nama : Mei Pane
    NIM : 11419006
    Kelas : 42 TRPL 1

    USER TESTING
    User testing merupakan pengujian pada suatu produk desain interface atau aplikasi yang dilakukan oleh user.
    Terdapat 3jenis tes yang dilakukan oleh user, yaitu:
    1.Evaluasi Formatif (Formative Evaluation)
    2.Studi Lapangan (Field Study)
    3.Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment)

    Aturan dasar user testing adalah dengan memastikan user tidak dalam keadaan tertekan ketika melakukan pengujian dan menghormati user sebagai orang yang cerdas dengan kebebasan,kemauan dan perasaan.

    Beberapa contoh tekanan yang terjadi pada user yaitu:
    1.User akan menunjukkan kecemasan
    2.Merasa tidak cerdas ketika user menemukan masalah
    3.User selalu membandingkan dirinya dengan user lainnya
    4.Merasa bodoh di depan observer
    5.User merasa sedang bersaing dengan user lain

    Ada cara untuk memperlakukan user dengan hormat yaitu:
    1.Time : Tidak menyiakan waktu pada user
    2.Comfort : Membuat user nyaman dan santai
    3.Informed Consent : Memberikan informasi kepada user yang perlu diketahui oleh user
    4.Privacy : Tetap menjaga privasi user
    5.Control : User dapat berhenti kapanpun yang dimaunya.

    Ada 3 peran dalam Formative Evaluation yaitu :
    1.User => user akan menggunakan desain User Interface
    2.Fasilitator => memimpin testing dengan memberikan pengarahan kepada user.
    3.Observer => mengamati dan mencatat hasil pengamatan

  19. Nama : Daniel A.C Simamora
    Nim : 11419001
    Kelas : 42 TRPL 1

    User testing adalah pengujian atau evaluasi yang dilakukan user terhadap desain
    user interface atau terhadap aplikasi yang dibangun

    Jenis Tes oleh user yaitu :
    *Evaluasi formatif(formative evaluation)
    *Studi lapangan(field study)
    *Eksperimen terkontrol(controlled experiment)

    Aturan Dasar user testing
    dimana user tidak dalam kondisi tertekan dalam menguji interface yang kita buat
    tekanan yang terjadi pada user saat melakukan user testing :
    1. Menunjukkan Kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

    ada 5 hal dasar dalam menghormati user saat melakukan user testing :
    1.Time :jangan sia siakan waktu user
    2.Confort :membuat user merasanyaman
    3.Informed consent :beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    4.Privacy :menjaga privasi user
    5.Control :user dapat berhenti kapan saja

    ada 3 peran dalam formative evaluation :
    1.user
    Tugas =>*Menggunakan desain interface
    *Think aloud
    *Interaksi konstruktif
    2.fasilitator
    Tugas =>*Pemimpin user testing
    *Melakukan pengarahan,memberikan tugas kepada user,mengajak user untuk think aloud
    *Sebagai suara tim development
    3.observer
    Tugas =>*Mengamati dan mencatat hasil pengamatan
    *Catatan:focus utama pada insiden kritis

  20. Nama: Josua Simbolon
    NIm : 11419032
    Kelas : 42 TRPL 1

    user testing adalah Pengujian yang dilakukan bersama dengan user terhadap user interface yang kita bangun.
    Ada 3 jenis tes oleh user:

    – Evaluasi formatif (formative evaluation)
    – Studi lapangan (field study)
    – Eksperimen terkontrol (controlled experiment)Aturan dasar User testing :

    Aturan dasar pada saat melakukan user testing dan pada saat user melakukan pengujian user tidak dalam kondisi yang tertekan.
    Cara yang benar user melakukan saat user testing :

    1.Time, jangan sia-siakan waktu
    2.Comfort, membuat user nyaman
    3.Informed Consent, memberitahu user semua informasi yang penting
    4.Privacy, menjaga privasi user
    5.Control, user dapat berhenti kapan saja

    3 peran dalam formatif evaluation :
    1. User
    2. Fasilitator
    3. Observer

  21. Nama : Ervina Sipahutar
    NIM : 11419066
    Kelas : 42 TRPL 2

    User Testing merupakan pengujian atau evaluasi terhadap aplikasi yang dibangun dan dilakukan bersama user.

    Jenis Tes oleh User
    a. Formative Evaluation : menemukan masalah usability untuk desain iterasi selanjutnya
    b. Field Study : menemukan masalah dari implementasi yang sudah bisa dijalankan dan dilakukan di lapangan tempat user bekerja
    c. Controlled Experiment : pengujian hipotesis misalnya membandingkan tingkat kecepatan dua interface

    Aturan Dasar User Testing
    Menghormati user sebagai orang cerdas dengan kemauan dan perasaan.

    Tekanan pada User
    – Cemas
    – Merasa seperti tes kecerdasan
    – Membandingkan diri dengan orang lain
    – Merasa bodoh di depan observer
    – Bersaing dengan orang lain

    Perlakukan User dengan Hormat
    1. Time : jangan sia-siakan waktu
    2. Comfort : membuat user merasa nyaman
    3. Informed consent : beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    4. Privacy : menjaga privasi user
    5. Control : user dapat berhenti kapan saja

    Langkah dasar Formative Evaluation
    – Temukan beberapa user
    – Beri beberapa tugas
    – Lihat bagaimana user melakukan tugas tersebut

    Peram dalam Formative Evaluation
    1. User
    2. Fasilitator
    3. Observer

    Merekam obeservasi
    – Pena dan buku catatan
    – Rekaman audio dan video

  22. Nama : Darwin Sibarani
    NIM : 11419029
    Kelas : 42TRPL 1

    -User Testing adalah pengujian yang dilakukan bersama dengan user.

    -Artinya,user melakukan pengujian terhadap apa yang development bangun.

    -Jenis Tes oleh user yaitu:
    1. Evaluasi Formatif (Formative Evaluation)
    2. Studi Lapangan (Field Study)
    3. Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment).

    -Aturan dasar user testing
    Ketika user melakukan pengujian terhadap interface, user tidak boleh dalam keadaan tertekan.
    Tekanan pada user:
    1. Menunjukkan kecemasan
    2. Merasa tidak cerdas ketika menemukan masalah
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5.Bersaing dengan orang lain.
    Development juga harus menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan.

    -Memperlakukan user dengan hormat:
    1. Time : Jangan sia-siakan waktu
    2. Comfort : Membuat user merasa nyaman
    3. Informed Consent : Beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    4. Privacy: Menjaga privasi user
    5. Control : User dapat berhenti kapan saja user mau.

    -Role dalam user testing
    1. User = yang menggunakan UI
    2. Fasilitator = pemimpin user testing
    3. Observer = mengamati dan mencatat hasil pengamatan.

  23. Nama : Santo Lamsar Harianja
    Nim : 11419027
    Kelas : 42 TRPL 1

    User Testing
    Perbedaan user testing dengan Heuristic evaluation => User testing adalah pengujian dengan user sedangkan Heuristic evaluation adalah pengujian tanpa user.

    Jenis tes oleh user terhadap aplikasi:
    1.formatif evaluation => Menemukan masalah Usability yang akan diperbaiki di iterasi berikutnya.
    Formatif evaluation tidak memerlukan implementasi yang sudah jadi secara keseluruhan. evaluaisi ini biasanya dilakukan di Lab dengan tugas tuga syang sudah ditentukan.

    2.Studi Lapangan => Dilakukan ketika sebuah desain sudah selesai diimplementasikan.Perbedaan field study dengan formatif evaluation field study dilakukan ditempat yang nyata atau lapangan .

    3.Eksperimen terkontrol => biasanya menguji hipotesis. Aspeknya mengevaluasi implementasi yang sudah dijalankan. Observasinya secara kuantitatif

    Tekana pada user:
    -Menunjukan kecemasan
    -Merasa seperti tes kecerdasan
    -Membandingkan diri dengan orang lain
    -Merasa bodoh di depan observer
    -Bersasing dengan orang lain

    Aturan User Testing
    Menghormati user sebagai orang cerdas dan kebebasan kemampuan dan perasaan.
    ada 5 hal yang paling mendasar dalam menghormati user yaitu Waktu, Comfort, Informed, Privacy dan Control

    Ada 3 peran/role dalam formatif evaluation
    1.User
    2.Fasilitator
    3.Observer

  24. Nama : Hepniwer Nur Aisah Purba
    NIM : 11419019
    Kelas : 42 TRPL 1

    User Testing adalah pengujian yang dilakukan oleh user terhadap apikasi yang dibangun.
    Jenis tes yang dilakukan oleh user :
    1.Evaluasi formatif
    Tujuannya menemukan masalah usability yang akan diperbaiki di iterasi berikutnya.
    2. Studi lapangan
    Tujuannya menemukan masalah dalam konteks (keadaan/suasana tertentu)
    3. Eksperimen terkontrol
    Tujuannya untuk Menguji hipotesis.

    Aturan Dasar User Testing adalah Menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan .
    Tekanan pada user :
    1. Menunjukkan kecemasan
    2. Merasa tidak cerdas ketika menemukan masalah
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain.

    Cara memperlakukan user saat testing :
    1. Time : Agar tidak menyia nyiakan waktu
    2. Comfort : Berikan kenyamanan pada user
    3. Informed consent : Memberikan informasi yang detail kepada user agar diketahui
    4. Privacy : Menjaga privasi user
    5. Control : User dapat berhenti kapan saja

  25. Nama : Michael Binsar Tua Sinaga
    NIM : 11419012
    Kelas : 42 TRPL 1

    Perbedaan User Testing dan Heuristic Evaluation:
    User Testing adalah evaluasi atau testing bersama dengan user
    Heuristic Evaluation adalah evaluasi atau testing tanpa user

    Jenis Tes oleh user yaitu:
    1. Evaluasi Formatif (Formative Evaluation)
    2. Studi Lapangan (Field Study)
    3. Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment)

    Aturan Dasar user testing
    Memastikan user tidak dalam kondisi tertekan dalam menguji interface yang kita buat.

    tekanan yang terjadi pada user saat melakukan user testing :
    1. Menunjukkan Kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

    Hal dasar dalam menghormati user saat melakukan user testing :
    1. Time : Jangan siasiakan waktu
    2. Comfort : Membuat user merasa nyaman
    3. Informed consent : Beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    4. Privacy : Menjaga privasi user
    5. Control : User dapat berhenti kapan saja

    Peran dalam formatif evaluation:
    1. User
    Tugasnya -> – Menggunakan desain interface
    – Think aloud
    – Interaksi Konstruktif
    2. Fasilitator
    Tugasnya -> – Pemimpin testing
    – Melakukan pengarahan,memberikan tugas kepada user,mengajak user untuk think aloud
    – Sebagai suara tim development
    3. Observer
    Tugasnya -> – Mengamati dan mencatat hasil pengamatan
    – Catatan: focus utama pada insiden kritis

  26. Nama : Hotnida Siagian
    NIM : 11419023
    Kelas : 42 TRPL 1

    User testing adalah pengujian atau evaluasi yang dilakukan bersama dengan user.
    User testing merupakan pengujian yang dilakukan oleh user terhadap user interface/terhadap aplikasi yang dibangun.

    Jenis tes oleh user:
    1.Formative evaluation
    => Menemukan masalah Usability yang akan
    diperbaiki di iterasi berikutnya.
    Formatif evaluation tidak memerlukan implementasi yang sudah jadi
    secara keseluruhan.

    2.Field Study
    => Menemukan masalah dalam konteks(keadaan/suasana tertentu)

    3.Controlled Eksperiment
    => Menguji hipotesis. Aspeknya
    mengevaluasi implementasi yang sudah dijalankan.

    Tekanan pada user:
    – Menunjukkan kecemasan
    – Merasa seperti tes kecerdasan
    – Membandingkan diri dengan orang lain
    – Merasa bodoh di depan observer
    – Bersaing dengan orang lain

    Langkah-Langkah Dasar pada formative evaluation, yaitu :
    1.Menemukan beberapa user
    2.Memberi beberapa tugas
    3.Melihat bagaimana user melakukan tugas tersebut.

    Peran dalam Formative Evaluation, yaitu :
    1.User=> Bertugas untuk menggunakan user interface
    2.Fasilitator=> Bertugas sebagai pemimpin user testing
    3.Observer=> Bertugas untuk mengamati dan mencatat hasil pengamatan

  27. Nama : Timothy
    NIM : 11419053
    Kelas : 42TRPL2
    Heuristic Evaluation secara sederhana adalah Evalusi/Testing tanpa User,sedangkan
    User Testing adalah pengujian atau evaluasi yang dilakukan bersama dengan user.

    Jenis tes oleh User
    -Evaluasi formatif
    -Studi Lapangan
    -Eksperimen terkontrol

    Aturan dasar User Testing
    Kita harus dapat memastikan bahwa User ketika melakukan pengujian menguji Interface
    tidak dalam kondisi tertekan
    Contoh User tertekan ketika melakukan user testing:
    -Menunjukkan kecemasan
    -Merasa seperti tes kecerdasan
    -Membandingkan diri dengan orang lain
    -Merasa bodoh di depan obsever
    -Bersaing dengan orang lain
    Aturan yang paling dasar adalah kita harus menghormati User sebagai orang yang
    cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan
    5 hal dasar yang menjadikan kita untuk menghormati User dalam proses User testing
    1.Time : Jangan sia-siakan waktu
    2.Comfort : membuat user merasa nyaman
    3.Informed Consent : beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    4.Privacy : menjaga privasi user
    5.Control : user dapat berhenti kapan saja

    3 Tahapan perlakuan baik terhadap User:
    -Sebelum tes
    -Saat tes
    -Setelah tes

    Formative Evaluation
    Langkah – Langkah Dasar:
    -Temukan beberapa user(User harus mewakili kelas target User anda)
    -Beri beberapa tugas(Tugas ini harus mewakili tugas tugas penting yang perlu dilakukan user)
    -Lihat bagaimana user melakukan tugas tersebut(Lakukan pengamatan bagaimana user tersebut menggunakan aplikasi)

    3 Peran dalam Formative Evaluation :
    1.User
    -Menggunakan desain interface
    -Think aloud (mengungkapkan secara verbal apa yang dipikirkan saat dia memakai interface)
    -Interaksi konstruktif
    2.Fasilitator
    -Pemimpin user testing
    -Melakukan pengarahan,memberikan tugas kepada user,mengajak user untuk melakukan think aloud
    -Sebagai suara tim development(Mewakili suara suara dari tim development)
    3.Observer
    -Mengamati dan mencatat hasil pengamatan(catata:fokus utama pada insiden kritis)
    Merekam Observasi:-pena dan buku catatan(cara terbaik meski sulit mencatat keseluruhan observasi)
    -Rekaman Audio
    -Rekaman Video

  28. Nama : Tantri H.Silaen
    NIM : 11419059
    Kelas : 42 TRPL 2

    User testing adalah pengujian atau evaluasi yang dilakukan bersama dengan user.
    User testing bukan berarti user yang di tes tapi user testing adalah pengujian yang dilakukan
    oleh user terhadap user interface atau terhadap aplikasi yang dibangun.

    Jenis tes oleh user:
    1.formative evaluation => Menemukan masalah Usability yang akan
    diperbaiki di iterasi berikutnya.
    Formatif evaluation tidak memerlukan implementasi yang sudah jadi
    secara keseluruhan.

    2.Field Study => Menemukan masalah dalam konteks(keadaan/suasana tertentu)

    3.Controlled Eksperiment => Menguji hipotesis. Aspeknya
    mengevaluasi implementasi yang sudah dijalankan.

    Aturan dasar User Testing Aturan dasar user testing ialah kita harus
    memastikan user tidak dalam keadaan tertekan ketika melakukan pengujian
    dan menghormati user sebagai orang yang cerdas dengan kebebasan
    kemauan dan perasaan.

    Tekanan pada user:
    – Menunjukkan kecemasan
    – Merasa seperti tes kecerdasan
    – Membandingkan diri dengan orang lain
    – Merasa bodoh di depan observer
    – Bersaing dengan orang lain

    Cara memperlakukan user dengan hormat:
    – Time: Jangan sia-siakan waktu
    – Comfort: membuat user merasa nyaman
    – Informed consent: beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    – Privacy: menjaga privasi user
    – Control: User dapat berhenti kapan saja

    Peran dalam Formative Evaluation :
    1.user
    2.fasilitator
    3.observer.

  29. Oriza Sitanggang_11419018
    User Testing adalah pengujian atau evaluasi yang dilakukan user pada desain user interface atau pada aplikasi yang dibangun.
    Jenis Tes oleh User :
    1. Formative Evaluation bertujuan untuk menemukan masalah untuk iterasi desain berikutnya, menguji prototipe, melakukan tugas tugas yang telah ditentukan di Lab, Observasi dilakukan secara kualitatif
    2. Field Study dilakukan pada saat desain sudah selesai diimplementasikan dan sudah bisa dijalankan.
    3. Controlled Experiment bertujuan untuk mengujji hipotesis, dilakukan dalam lingkungan web terkontrol dengan tugas tertentu.

    Aturan Dasar User Testing :
    Menghormati user dengan memandang user sebagai orang yang cerdas dengan kebebasan, kemauan dan perasaan.Dengan aturan :
    1. Time : Tidak menyia-nyiakan waktu
    2. Comfort : Membuat User Nyaman
    3. Informed Consent : Memberitahu semua informasi kepada user yang harus diketahui
    4. Privacy : Merahasiakan privasi user
    5. Control : User dapat berhenti kapan saja

  30. Nama : Lilis Marito Pardosi
    NIM : 11419015
    Kelas : 42 TRPL 1

    User testing adalah pengujian atau evaluasi terhadap aplikasi atau user interface yang dilakukan bersama dengan user.
    Jenis tes oleh user:
    1. Evaluasi formatif (formatif evaluation)
    2. Studi Lapangan (Field Study)
    3. Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment)

    Tekanan pada user yaitu menunjukkan kecemasan, merasa tidak cerdas ketika menemukan masalah, membandingkan diri dengan orang lain, merasa bodoh di depan observer dan bersaing dengan orang lain.

    Aturan paling dasar dalam user testing adalah menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan
    5 cara dalam menghormati user
    1. Time = jangan sia-siakan waktu.
    2. Comfort = berikan kenyamanan kepada user
    3. Informed Consent = beritahu user semua informasi yang harus diketahui.
    4. Privacy = jaga privasi user
    5. Control = userdapat berhenti kapan saja user mau.
    Memperlakukan user dengan hormat dilakukan ketika sebelum tes, saat tes, dan setelah tes.

    Role dalam user testing
    1. User = yang menggunakan UI
    2. Fasilitator = pemimpin user testing
    3. Observer = mengamati dan mencatat hasil pengamatan.

  31. Nama : Lilis Marito Pardosi
    NIM : 11419015
    Kelas : 42 TRPL 1

    User testing adalah pengujian atau evaluasi terhadap aplikasi atau user interface yang dilakukan bersama dengan user.
    Jenis tes oleh user:
    1. Evaluasi formatif (formatif evaluation)
    2. Studi Lapangan (Field Study)
    3. Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment)

    Tekanan pada user yaitu menunjukkan kecemasan, merasa tidak cerdas ketika menemukan masalah, membandingkan diri dengan orang lain, merasa bodoh di depan observer dan bersaing dengan orang lain.

    Aturan paling dasar dalam user testing adalah menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan
    5 cara dalam menghormati user
    1. Time = jangan sia-siakan waktu.
    2. Comfort = berikan kenyamanan kepada user
    3. Informed Consent = beritahu user semua informasi yang harus diketahui.
    4. Privacy = jaga privasi user
    5. Control = userdapat berhenti kapan saja user mau.
    Memperlakukan user dengan hormat dilakukan ketika sebelum tes, saat tes, dan setelah tes.

    Role dalam user testing
    1. User = yang menggunakan UI
    2. Fasilitator = pemimpin user testing
    3. Observer = mengamati dan mencatat hasil pengamatan.

  32. Nama : Berliana Laurenza Simamora
    NIM : 11419016
    Kelas : 42 TRPL 1

    USER TESTING
    Heuristic evaluation secara sederhana adalah evaluasi tanpa user.
    User testing adalah pengujian atau evaluasi yang dilakukan bersama dengan user.
    User testing bukan berarti user yang dites, tapi user testing adalah pengujian yang dilakukan oleh user terhadap desain user interface atau terhadap aplikasi yang anda bangun.

    Jenis Tes oleh User
    • Evaluasi formatif (formative evaluation)
    • Studi lapangan (field study)
    • Eksperimen terkontrol (controlled experiment)

    Tekanan pada User
    o Menunjukkan kecemasan
    o Merasa seperti tes kecerdasan
    o Membandingkan diri dengan orang lain
    o Merasa bodoh di depan observer
    o Bersaing dengan orang lain

    Aturan dasar user testing yaitu menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan, kemauan dan perasaan.

    5 cara menunjukkan rasa hormat kepada user:
     Time: Jangan sia-siakan waktu dari user.
     Comfort: membuat user merasa nyaman.
     Informed consent: beritahu user semua informasi yang harus diketahui.
     Privacy: menjaga privasi user.
     Control: user dapat berhenti kapan saja.

    Memperlakukan user dengan hormat dilakukan saat:
    • Sebelum tes
    • Saat tes
    • Setelah tes

    Langkah-Langkah Dasar Formative Evaluation
    o Temukan beberapa user.
    o Beri beberapa tugas untuk user.
    o Lihat bagaimana user melakukan tugas-tugas tersebut.

    Peran dalam Formative Evaluation
     User
     Fasilitator
     Observer

  33. Nama : Daniel naibaho
    NIM : 11419047
    Kelas : 42TRPL2

    User Testing adalah Pengujian yang dilakukan oleh user terhadap desain UI yang dibangun dan menjadi evaluasi bagi development.
    Jenis tes user yaitu:
    -Evaluasi Formatif (Formative Evaluation)
    -Studi Lapangan (Field Study)
    -Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment)

    Aturan Dasar User Testing yaitu kita harus dapat memastikan bahwa user ketika melakukan pengujian UI tidak dalam kondisi tertekan dan harus menghormati user sebagai orang cerdas
    dengan kebebasan kemauan dan perasaan.

    Beberapa tekanan yang muncul :
    1. Menunjukkan Kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

    Cara menghormati user:
    1.Time
    2.Comfort
    3.Informed consent
    4.Privacy
    5.Control

    Peran/Role dalam Formative Evaluation :
    -User
    -Fasilitator
    -Observer

  34. Nama : Jerry Andrianto Pangaribuan
    NIM : 11419046
    Kelas : 42TRPL2

    User Testing adalah proses user melakukan pengujian terhadap aplikasi yang dibangun.

    Terdapat 3 jenis tes yang dilakukan oleh user.
    1. Evaluasi Informatif
    – Menemukan masalah untuk iterasi desain berikutnya
    – Mengevaluasi prototype

    2. Studi lapangan
    – Menemukan masalah dalam konteks (keadaan/suasana tertentu)
    – Mengevaluasi implementasi yang sudah bisa dijalankan

    3. Eksperimen terkontrol
    – Menguji hipotesis
    – Mengevaluasi implementasi yang sudah bisa dijalankan
    – Dalam lingkungan web terkontrol, dengan tugas yang ditentukan

    ada beberapa tekanan pada user pada saat melakukan user testing
    1. Menunjukkan kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh didepan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

    Ada 3 peran dalam formatif evaluation, yaitu :
    1. User
    Tugas User yaitu:
    – menggunakan desain interface
    – Think aloud
    – Interaksi konstruktif

    2. Fasilitator
    – Pemimpin User Testing
    – Melakukan pengarahan, mendeskripsikan tugas-tugas user
    – sebagai suara team development

    3. Observer
    – Mengamati dan mencatat hasil pengamatan

  35. Nama : Martuani Sitohang
    NIM : 11419051
    Kelas : 42 TRPL 2

    Heuristic evaluation adalah pengujian tanpa user, sedangkan user testing adalah pengujian yang dilakukan dengan user.

    User testing adalah pengujian yang dilakukan oleh user terhadap desain UI yang dibangun pada sistem.

    Jenis user testing :
    1. Formative Evaluation
    2. Field Study
    3. Controlled Experiment

    Aturan dasar User Testing
    Aturan dasarnya pada saat melakukan user testing, saat user melakukan pengujian user tidak dalam kondisi yang tertekan.

    Cara memperlakukan user saat user testing supaya tidak dalam posisi tertekan :
    1.Time : jangan sia-siakan waktu
    2.Comfort : membuat user nyaman
    3.Informed Consent : memberitahu user semua informasi yang penting
    4.Privacy : menjaga privasi user
    5.Control : user dapat berhenti kapan saja

    3 peran dalam formatif evaluation :
    1. User
    2. Fasilitator
    3. Observer

  36. Nama : Yonatan A.P.L Tobing
    NIM : 11419038
    Kelas : 42 TRPL-2

    Perbedaan antara Heuristic evaluation dengan User Testing
    Heuristic Evaluation evaluasi atau test system oleh Expert dengan Nilai-nilai pengujian yang sudah ada.
    Sedangkan User Testing adalah evaluasi atau testing bersama dengan user

    Pengertian User testing
    User Testing adalah Pengujian yang dilakukan oleh user terhadap desain User Interface yang dibangun ataupun pengujian pada system, bukan pengujian terhadap user.

    Jenis user testing:
    – Evaluasi formatif (formative evaluation)
    – Studi lapangan (field study)
    – Eksperimen terkontrol (controlled experiment)

    Kecemasan yang kemungkinan akan muncul (yang dirasakan User) ketika melakukan user testing
    1. Menunjukkan Kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

    Cara memperlakukan user saat User testing (Untuk Menghidari kecemasan User)
    – Time : Jangan sia-siakan waktu
    – Comfort : membuat user merasa nyaman
    – Informed consent : beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    – Privacy : menjaga privasi user
    – Control : user dapat berhenti kapan saja

    Peran dalam formative evaluation :
    1. User
    2. Fasilitator
    3. Observer

  37. Nama : Naldo Tua Samosir
    NIM : 11419024
    Kelas : 42 TRPL 1

    User testing dalah pengujian atau evaluasi yang dilakukan bersama dengan user. Artinya, user melakukan pengujian terhadap apa yang development bangun.
    Jenis Tes oleh user yaitu:
    1. Evaluasi Formatif (Formative Evaluation)
    2. Studi Lapangan (Field Study)
    3. Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment).

    Aturan dasar user testing
    Ketika user melakukan pengujian terhadap interface, user tidak boleh dalam keadaan tertekan.
    Tekanan pada user:
    1. Menunjukkan kecemasan
    2. Merasa tidak cerdas ketika menemukan masalah
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5.Bersaing dengan orang lain.
    Development juga harus menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan.

    Memperlakukan user dengan hormat:
    1. Time : Jangan sia-siakan waktu
    2. Comfort : Membuat user merasa nyaman
    3. Informed Consent : Beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    4. Privacy: Menjaga privasi user
    5. Control : User dapat berhenti kapan saja user mau.

    Role dalam user testing
    1. User = yang menggunakan UI
    2. Fasilitator = pemimpin user testing
    3. Observer = mengamati dan mencatat hasil pengamatan.

  38. Nama : Hilman Sijabat
    NIM : 11419025
    Kelas : 42 TRPL 1

    Perbedaan Heuristic Evaluation dengan User Testing terdapat pada peran usernya sendiri. Heuristic Evaluation melakukan evaluasi tanpa user, sedangkan User Testing melakukan evaluasi bersama dengan user.

    Terdapat 3 jenis test yang dilakukan oleh user, yaitu :
    1. Evaluasi formatif
    2. Studi lapangan
    3. Eksperimen terkontrol

    Beberapa tekanan pada User :
    1. Menunjukkan kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

    Memperlakukan user dengan hormat dilakukan pada saat sebelum test, ketika test, dan setelah test.
    1.Time -> Jangan sia-siakan waktu
    2.Comfort -> Membuat user merasa nyaman
    3.Informed consent -> Beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    4.Privacy -> Menjaga privasi user
    5.Control -> User dapat berhenti kapan saja

    3 peran dalam Formatif Evaluation, yaitu :
    1. User
    2. Fasilitator
    3. Observer

  39. Nama : Malino Win Crisnando Sihotang
    NIM : 11419039
    Kelas : 42TRPL2

    User Testing

    A. Jenis Tes Oleh User

    – Evaluasi Formatif
    – Study Lapangan
    – Eksperimen Terkontrol

    B. Aturan Dasar User Testing

    Menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan

    1. Tekanan Pada User

    – Menunjukkan Kecemasan
    – Merasa seperti tes Kecerdasan
    – Membandingkan diri dengan orang lain
    – Merasa bodoh di depan observer
    – Bersaing dengan orang lain

    2. Perlakukan user dengan hormat

    – Time : Jangan sia-siakan waktu
    – Comfort : Membuat user merasa nyaman
    – Informed Consest : Beritahu User Semua informasi yang harus diketahui
    – Privacy : Menjaga privasi user
    – Control : User dapat berhenti kapan saja

    3. Perlakuan User dengan Hormat

    ~ Memperlakukan user dengan hormat dilakukan saat :
    1. Sebelum Tes
    2. Saat Tes
    3. Setelah Tes

    Langkah-langkah Dasar untuk melakukan user testing
    1. User
    2. Fasilitator
    3.Interaksi Konstruktif

    1. User

    – Menggunakan desain interface
    – Think Aloud
    – Interaksi Konstruktif

    2. Fasilitator

    – Pemimpin user testing
    – melakukan pengarahan, memberikan tugas kepada user, Mengajak user untuk Think Aloud
    – Sebagai suara tim development

    3. Observer

    – Mengamati dan mencatat hasil pengamatan
    NB : Fokus Utama pada insiden Kritis

  40. Nama : Maristella Sitanggang
    NIM : 11419064
    Kelas : 42TRPL 2

    Perbedaan Heuristic Evaluation dengan User Testing
    Heuristic Evaluation melakukan evaluasi/pengujian tanpa user, sedangkan User Testing melakukan evaluasi/pengujian bersama user.

    Jenis tes oleh user terhadap aplikasi:
    1. Formatif evaluation
    – Menemukan masalah Usability yang akan diperbaiki di iterasi berikutnya.
    – Formatif evaluation tidak memerlukan implementasi yang sudah jadi secara keseluruhan.

    2. Studi Lapangan
    – Dilakukan ketika sebuah desain sudah selesai diimplementasikan.
    – Perbedaan field study dengan formatif evaluation field study dilakukan ditempat yang nyata atau lapangan .

    3. Eksperimen terkontrol
    – Biasanya menguji hipotesis.
    – Aspeknya mengevaluasi implementasi yang sudah dijalankan.
    – Observasinya secara kuantitatif

    Tekanan pada user :
    – Menunjukkan kecemasan
    – Merasa seperti tes kecerdasan
    – Membandingkan diri dengan orang lain
    – Merasa bodoh di depan observer
    – Bersaing dengan orang lain

    Hal yang dilakukan untuk memperlakukan user dengan hormat
    – Time: Jangan sia-siakan waktu
    – Comfort: Membuat user merasa nyaman
    – Informed consent: Beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    – Privacy: Menjaga privasi user
    – Control: User dapat berhenti kapan saja

  41. Nama : Jerikho Silaban
    NIM : 114190512
    Kelas : 42 TRPL 2

    User testing adalah proses dimana kita melakukan pengujian aplikasi kepada user. Proses ini memberi banyak feedback untuk kita dalam melakukan perbaikan dan penyesuaian selanjutnya.

    Jenis user testing :
    1. Formative Evaluation
    2. Field Study
    3. Controlled Experiment

    Aturan dasar User testing :
    Aturan dasarnya pada saat melakukan user testing, saat user melakukan pengujian user tidak dalam kondisi yang tertekan.

    Cara yang benar memperlakukan user saat user testing :
    1.Time, jangan sia-siakan waktu
    2.Comfort, membuat user nyaman
    3.Informed Consent, memberitahu user semua informasi yang penting
    4.Privacy, menjaga privasi user
    5.Control, user dapat berhenti kapan saja

    3 peran dalam formatif evaluation :
    1. User
    2. Fasilitator
    3. Observer

  42. Nama : Agus Rokyanto S
    NIM : 11419045
    Kelas : 42TRPL2

    User Testing : pengujian yang dilakukan oleh user yang berorientasi pada desain interface dan menghasilkan sebuah evaluasi yang berfungsi untuk pengembangannya

    Formative Evaluation :
    > dapat dilakukan pada prototype maupun hasil implementasi
    > menemukan masalah usability pada tugas yang belum ditentukan untuk desain desain berikutnya

    Field Study :
    > dilakukan pada hasil implementasi di kondisi tertentu
    > mencari masalah pada tugas yang nyata untuk desain desain berikutnya

    Controlled Experiment :
    > dilakukan sesuai dengan hipotesis atau sudah direncanakan pada apa saja akan dilakukan user testing
    > hanya dilakukan dilakukan pada hasil implementasi itupun dilakukan pada bagian yang sudah ditentukan
    > hasil evaluasi bersifat kuantitatif seperti waktu, kepuasan, dan kesalahan.

    lakukan user testing dengan baik sesuai dengan prinsip :
    1. Time : efisienkan waktu
    2. Comfort : memberikan kenyamanan pada user
    3. Informed Consent : memberikan informasi yang harus diketahui oleh user
    4. Privacy : penjagaan privasi user
    5. Control : user bebas menyelesaikan/meminta rehat test kapan saja

  43. SAHAT HUTAURUK
    11419010 / 42TRPL1

    Pengertian User testing
    User Testing adalah pengujian yang dilakukan user terhadap design UI yang dibangun ataupun pengujian pada system, bukan pengujian terhadap user.

    Aturan dasar User Testing :
    hormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan.

    Jenis user testing :
    — Evaluasi formatif
    — Studi lapangan
    — Eksperimen terkontrol

    Tekanan pada user ketika melakukan user testing :
    — Menunjukkan Kecemasan
    — Merasa seperti tes kecerdasan
    — Membandingkan diri dengan orang lain
    — Merasa bodoh di depan observer
    — Bersaing dengan orang lain

    Cara memperlakukan user dengan hormat :
    — Time -> jangan sia-siakan waktu
    — Comfort -> buat user merasa nyaman
    — Informed consent -> beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    — Privacy -> menjaga privasi user
    — Control -> user dapat berhenti kapan saja

    Peran dalam Formative Evaluation :
    — User
    — Fasilitator
    — Observer

  44. Nama : Jovan Imanuel Sigalingging

    NIM : 11419021
    Kelas : 42TRPL1

    Pengertian User testing
    User Testing adalah pengujian yang dilakukan oleh user terhadap design UI yang dibangun / pengujian pada system,
    bukan pengujian yang dilakukan terhadap user.

    Aturan dasar User Testing :
    Hormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan.

    Jenis user testing :
    1. Evaluasi formatif
    2. Studi lapangan
    3. Eksperimen terkontrol

    Tekanan yang dirasakan atau muncul kepada user ketika melakukan user testing :
    1. Menunjukkan Kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

    Cara memperlakukan user dengan hormat :
    1. Time : jangan sia-siakan waktu user
    2. Comfort : buat user merasa senyaman mungkin
    3. nformed consent : beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    4. Privacy : menjaga privasi user
    5. Control : user dapat berhenti kapan saja sesuai kemauan

    Peran dalam Formative Evaluation :
    1. User
    2. Fasilitator
    3. Observer

  45. Nama : Kevin Johanes Pakpahan
    NIM : 11419042
    Kelas : 42 TRPL 2

    I. Jenis Tes Oleh User

    -) Evaluasi Formatif
    – ) Study Lapangan
    -) Eksperimen Terkontrol

    II. Aturan Dasar User Testing

    Menghargai user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan

    A. Tekanan Pada User

    a. Menunjukkan Kecemasan
    b. Merasa seperti tes Kecerdasan
    c. Membandingkan diri dengan orang lain
    d. Merasa bodoh di depan observer
    e. Bersaing dengan orang lain

    B. Perlakukan user dengan hormat

    a. Time : Jangan sia-siakan waktu
    b. Comfort : Membuat user merasa nyaman
    c. Informed Consest : Beritahu User Semua informasi yang harus diketahui
    d. Privacy : Menjaga privasi user
    e. Control : User dapat berhenti kapan saja

    C. Perlakuan User dengan Hormat

    1. Memperlakukan user dengan hormat dilakukan saat :

    a. Sebelum Tes
    b. Saat Tes
    c. Setelah Tes

    2. Langkah-langkah Dasar untuk melakukan user testing

    a. User
    b. Fasilitator
    c. Interaksi Konstruktif

    Adapun aspek aspek yang diperhatikan pada langkah-langkah dasar tersebut yaitu ,

    A. User

    a. Menggunakan desain interface
    b. Think Aloud
    c. Interaksi Konstruktif

    B. Fasilitator

    a. Pemimpin user testing
    b. melakukan pengarahan, memberikan tugas kepada user, Mengajak user untuk Think Aloud
    c. Sebagai suara tim development

    C. Observer

    a. Mengamati dan mencatat hasil pengamatan

    perlu diperhatikan bahwa insiden kritis sangat penting.

  46. Nama : Samuel Halomoan Manalu
    NIM : 11419041

    User Testing adalah pengujian yang dilakukan oleh user terhadap apikasi yang dibangun.
    Jenis Tes oleh user yaitu:

    1. Evaluasi Formatif (Formative Evaluation)
    2. Studi Lapangan (Field Study)
    3. Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment).

    Aturan dasar user testing. Ketika user melakukan pengujian terhadap interface, user tidak boleh dalam keadaan tertekan, artinya user sebagai orang cerdas melakukan pengujian dengan kebebasan kemauan dan perasaan.

    -Tekanan pada user:
    1. Menunjukkan kecemasan
    2. Merasa tidak cerdas ketika menemukan masalah
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5.Bersaing dengan orang lain.
    Development juga harus menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan.

    -Memperlakukan user dengan hormat:
    1. Time : Jangan sia-siakan waktu
    2. Comfort : Membuat user merasa nyaman
    3. Informed Consent : Beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    4. Privacy: Menjaga privasi user
    5. Control : User dapat berhenti kapan saja user mau.

    -Role dalam user testing
    1. User = yang menggunakan UI.
    2. Fasilitator = pemimpin user testing .
    3. Observer = mengamati dan mencatat hasil pengamatan.

  47. Nama : Mario Wira Pratama Purba
    Kelas : 42 TRPL 2
    NIM : 11419050

    User testing
    Merupakan pengujian yang dilakukan bersama dengan user terhadap desain UI pada software yang dibangun oleh developer.

    Perbedaan User Testing dan Heuristic Evaluation,yaitu:
    User Testing adalah evaluasi atau testing dengar user sedangkan
    Heuristic Evaluation adalah evaluasi atau testing tanpa user

    Jenis user testing :
    1. Formative Evaluation
    2. Field Study
    3. Controlled Experiment

    cara untuk memperlakukan user dengan baik yaitu:
    ¬Time : Tidak membuang waktu user
    ¬Comfort : Membuat user nyaman dan aman
    ¬Informed Consent : Memberikan informasi kepada user yang perlu diketahui oleh user
    ¬Privacy : User tetap terjaga privasi
    ¬Control : User dapat berhenti kapanpun .

    Peran dalam Formative Evaluation, yaitu :
    1. User
    2. Fasilitator
    3. Observer

  48. Nama : Edwin Immanuel Damanik
    NIM : 11419011
    Kelas : 42TRPL1

    User testing adalah pengujian yang dilakukan oleh user terhadap desain user interface atau terhadap aplikasi yang dibangun.

    Jenis Tes yang dilakukan oleh user :
    1. Formative Evaluation,
    2. Field Study,
    3, Controlled Experiment.

    Aturan Dasar User Testing :
    Menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan

    Cara memperlakukan user saat testing :
    * Time : Agar tidak menyia nyiakan waktu
    * Comfort : Berikan kenyamanan pada user
    * Informed consent : Memberikan informasi yang detail kepada user agar diketahui
    * Privacy : Menjaga privasi user
    * Control : User dapat berhenti kapan saja.

    Peran dalam formative evaluation :
    1. User
    2. Fasilitator
    3. Observer

  49. Nama : Riris Lasmarito Malau
    Nim : 11419022
    Kelas : 42 TRPL 1

    User testing adalah pengujian yang dilakukan oleh user terhadap
    Desain/User Interface atau aplikasi yang anda bangun.

    Beberapa jenis tes yang dilakukan oleh user terhadap aplikasi:
    1. Evaluasi Formatif (Formative Evaluation): tujuannya adalah menemukan masalah usability
    2. Studi Lapangan (Field Study): dilakukan ketika sebuah desain/produk sudah selesai diimplementasi dan
    sudah bisa dijalankan.
    3. Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment): menguji hipotesis atau mengukur,
    Misalnya apakah user interface X lebih cepat dari user interface Y

    Aturan Dasar User Testing:
    Menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan
    Cara memperlakukan user saat testing:
    1. Time: Agar tidak menyia nyiakan waktu
    2. Comfort: Berikan kenyamanan pada user
    3. Informed consent: Memberikan informasi yang detail kepada user agar diketahui
    4. Privacy: Menjaga privasi user
    5. Control: User dapat berhenti kapan saja

  50. Nama : Gahasa Timothius B.P Purba
    NIM : 11419048
    Prodi : 42TRPL2

    Perbedaan :
    Heuristic Evaluation secara sederhana adalah evaluasi atau testing tanpa user
    Sedangkan User Testing adalah evaluasi atau testing bersama dengan user

    Aturan Dasar:
    Kita harus dapat memastikan bahwa user ketika melakukan pengujian menguji interface yang kita buat tidak dalm kondisi tertekan
    Beberapa tekanan yang muncul :
    1. Menunjukkan Kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

    Kita harus menghormati user sebagai orang yang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan
    Time : Jangan siasiakan waktu
    Comfort : Membuat user merasa nyaman
    Informed consent : Beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    Privacy : Menjaga privasi user
    Control : User dapat berhenti kapan saja

    Peran/Role Dalam Formative Evaluation :
    1. User
    2. Fasilitator
    3. Observer

  51. Nama : Denny Abraham Sinaga
    NIM : 11419036
    Kelas: 42TRPL2

    User testing adalah kegiatan yang menempatkan user sebagai pemeran utama dalam pengujian suatu produk yang dimana kegiatan ini fokusnya pada aplikasi yang menjadi target uji dan bukan seorang user.

    Dalam user testing ada 3 jenis tes :
    1. Formative Evaluation : jenis evaluasi untuk menemukan masalah usability sehingga dapat diperbaiki pada iterasi desain berikutnya dan juga dapat diimplementasikan tanpa harus ada prototipe utuh atau setidaknya apabila implementasi(web) sudah dapat dijalankan; bersifat kualitatif.

    Peran yang terdapat pada Formative Evaluation :
    – User : sebagai pengguna desain interface.
    – Fasilitator : pemimpin user testing sekaligus “teman” user selama pengujian.
    – Observer : seorang pengamat tindakan user dalam menggunakan desain interface.

    2. Field study : jenis evaluasi yang konteksnya adalah user nyata dengan tugas yang nyata. Pengujian ini dilakukan ketika produk sudah diimplementasikan dan dapat dijalankan; bersifat kualitatif.

    3. Controlled Experiment : jenis evaluasi yang dilakukan dengan menguji dan membandingkan 2 hipotesis yang berbeda dan bersifat kuantitatif.

    Dalam user testing user ditetapkan sebagai orang yang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan.

    User diperlakukan berdasarkan aturan dasar user testing dalam 3 sesi yaitu sebelum tes, saat tes, dan setelah tes. Hal yang perlu diperhatikan adalah waktu, kenyamanan, privasi, informasi, dan kontrol pada user.

  52. Nama : Zico Andreas Aritonang
    NIM : 11419049
    Kelas : 42TRPL2

    User Testing adalah Pengujian yang dilakukan oleh user terhadap desain User Interface yang dibangun dan
    menjadi evaluasi bagi development.

    Jenis tes oleh user ada 3 yaitu:
    1. Evaluasi Formatif (Formative Evaluation)
    2. Studi Lapangan (Field Study)
    3. Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment)

    Aturan dasar dari user testing adalah kita harus memastikan bahwa user ketika melakukan pengujian desau UI yang dibuat dalma keadaan tidak tertekan, dan juga kita harus menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan.
    Tekanan pada user :
    1. Menunjukkan kecemasan
    2. Merasa tidak cerdas ketika menemukan masalah
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain.

    Cara memperlakukan user saat testing :
    Time : Agar tidak menyia nyiakan waktu
    Comfort : Berikan kenyamanan pada user
    Informed consent : Memberikan informasi yang detail kepada user agar diketahui
    Privacy : Menjaga privasi user
    Control : User dapat berhenti kapan saja

  53. Nama : Nathan F L Tobing
    NIM : 11419003
    Kelas : 42 TRPL 1

    Heuristic Evaluation adalah evaluasi atau testing tanpa ada user
    User Testing adalah evaluasi atau testing bersama user

    Aturan Dasar : User dihormati dengan dianggap cerdas, diberi kebebasan dan tidak merasa tertekan
    Tekanan dapat berupa :
    1. Menunjukkan Kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

    Faktor faktor dalam user testing terhadap user

    1. Time
    2. Comfort
    3. Informed consent
    4. Privacy
    5. Control

  54. Nama : Edwin G Hutagalung
    NIM : 11419009
    Kelas : 42 TRPL 1

    User Testing adalah proses mendapatkan pengguna akhir dan pelanggan untuk menguji dan mengevaluasi suatu produk.

    Jenis Tes oleh user yaitu:
    1. Formative Evaluation
    2. Field Study
    3. Controlled Eksperiment.

    Aturan Dasar User Testing :
    Menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan(tidak ada faktor paksaan).

    Cara memperlakukan user saat testing :
    1. Time
    2. Comfort
    3. Informed consent
    4. Privacy
    5. Control

    Peran dalam Formative Evaluation, yaitu :
    1. User. Bertugas sebagai menggunakan user interface
    2. Fasilitator. Bertugas sebagai memimpin user testing
    3. Observer. Bertugas dalam mengamati dan mencatat pengamatan

  55. Nama : Andree Panjaitan
    NIM : 11419014
    Kelas : 42TRPL1

    Perbedaan Heuristic Evaluation dengan User Testing terdapat pada peran usernya sendiri. Heuristic Evaluation melakukan evaluasi tanpa user, sedangkan User Testing melakukan evaluasi bersama dengan user.

    Jenis tes oleh user terhadap aplikasi:
    1.formatif evaluation
    Menemukan masalah Usability yang akan diperbaiki di iterasi berikutnya.
    Formatif evaluation tidak memerlukan implementasi yang sudah jadi secara keseluruhan. evaluaisi ini biasanya dilakukan di Lab dengan tugas tuga syang sudah ditentukan.

    2.Studi Lapangan
    Dilakukan ketika sebuah desain sudah selesai diimplementasikan.Perbedaan field study dengan formatif evaluation field study dilakukan ditempat yang nyata atau lapangan .

    3.Eksperimen terkontrol
    Biasanya menguji hipotesis. Aspeknya mengevaluasi implementasi yang sudah dijalankan. Observasinya secara kuantitatif

    Beberapa tekanan pada user :
    1. Menunjukkan kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

    Memperlakukan user dengan hormat dilakukan pada saat sebelum test, ketika test, dan setelah test.
    1.Time
    Jangan sia-siakan waktu
    2.Comfort
    Membuat user merasa nyaman
    3.Informed consent
    Beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    4.Privacy
    Menjaga privasi user
    5.Control
    User dapat berhenti kapan saja

    Ada 3 peran/role dalam formatif evaluation
    1.User
    2.Fasilitator
    3.Observer

  56. Nama : Kevin Yoyada Tambunan
    NIM : 11419033
    Kelas : 42TRPL 1

    Perbedaan antara Heuristic evaluation dengan User Testing
    Heuristic Evaluation evaluasi atau test system oleh Expert dengan Nilai-nilai pengujian yang sudah ada.
    Sedangkan User Testing adalah evaluasi atau testing bersama dengan user

    Pengertian User testing
    User Testing adalah Pengujian yang dilakukan oleh user terhadap desain User Interface yang dibangun ataupun pengujian pada system, bukan pengujian terhadap user.

    Jenis user testing:
    – Evaluasi formatif (formative evaluation)
    – Studi lapangan (field study)
    – Eksperimen terkontrol (controlled experiment)

    Kecemasan yang kemungkinan akan muncul (yang dirasakan User) ketika melakukan user testing
    1. Menunjukkan Kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

    Cara memperlakukan user saat User testing (Untuk Menghidari kecemasan User)
    – Time : Jangan sia-siakan waktu
    – Comfort : membuat user merasa nyaman
    – Informed consent : beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    – Privacy : menjaga privasi user
    – Control : user dapat berhenti kapan saja

  57. Nama : Yohana Sihombing
    NIM : 11419055
    Kelas : 42 TRPL-2

    Defenisi User Testing
    Pengujian dilakukan oleh user terhadap desain user interface terhadap aplikasi yang dibangun

    Jenis tes oleh user:
    -Evaluasi formatif (formative evaluation)
    -Studi lapangan (Field study)
    -Eksperimen terkontrol (Controlled Experiment)

    Aturan Dasar User Testing
    Menghormati user sebagai orang yang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan
    -Time (Jangan sia-siakan waktu)
    -Comfort ( Membuat user merasa nyaman)
    -Informed consent (Beritahu user semua informasi yang harus diketahui)
    -Privacy (Menjaga privasi user)
    -Control (User dapat berhenti kapan saja)

    Formative Evaluation
    Ada 3 peran dalam formative evaluation
    1.User
    2.Vasilitator
    3.Observer

    Terimakasih

  58. Nama : John Ryan Siallagan
    NIM : 11419013
    Kelas : 42TRPL1

    User testing merupakan pengujian produk(aplikasi, website, dll..) kepada user.

    3 Jenis tes yang dilakukan oleh user :
    – Evaluasi Formatif (Formative Evaluation)
    – Studi Lapangan (Field Study)
    – Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment)

    Beberapa tekanan yang dihadap user:
    – Menunjukkan kecemasan
    – Merasa seperti tes kecerdasan
    – Membandingkan diri dengan orang lain
    – Merasa bodoh di depan observer
    – Bersaing dengan orang lain

    Aturan dasar user testing adalah pada saat user melakukan pengujian terhadap interface, user tidak boleh dalam keadaan tertekan.

    5 hal dasar agara dapat menghormati user selama proses user testing
    – Time : Jangan sia-siakan waktu
    – Comfort : Membuat user merasa nyaman
    – Informed Consest : Beritahu User Semua informasi yang harus diketahui
    – Privacy : Menjaga privasi user
    – Control : User dapat berhenti kapan saja

    Memperlakukan user dengan hormat dilakukan saat :
    – Sebelum Tes
    – Saat Tes
    – Setelah Tes

    Langkah-langkah Dasar untuk melakukan user testing
    – User
    – Fasilitator
    – Interaksi Konstruktif

    Peran dalam formative evaluation:
    – User => Pengguna UI
    – Fasilitator => Pemimpin sebuah testing
    – Observer => Pengamat, menghindarkan UI dari kecacatan

  59. Nama : Danuri Nainggolan
    NIM : 11419043
    Kelas : 42TRPL2

    User testing adalah pengujian yang dilakukan user terhadap desain UI yang dibangun, bukan user yang diuji.

    Jenis tes oleh user:
    – Evaluasi formatif (formative evaluation)
    – Studi lapangan (field study)
    – Eksperimen terkontrol (controlled experiment)

    Aturan dasar user testing ialah kita harus memastikan user tidak dalam keadaan tertekan ketika melakukan pengujian dan menghormati user sebagai orang yang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan.

    Tekanan yang terjadi pada user:
    – Menunjukkan kecemasan
    – Merasa seperti tes kecerdasan
    – Membandingkan diri dengan orang lain
    – Merasa bodoh di depan observer
    – Bersaing dengan orang lain

    Cara memperlakukan user dengan hormat:
    – Time: Jangan sia-siakan waktu
    – Comfort: membuat user merasa nyaman
    – Informed consent: beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    – Privacy: menjaga privasi user o Control: user dapat berhenti kapan saja

    Peran dalam Formative Evaluation : user, fasilitator, dan observer.

  60. Nama : Suryanto Ray S Panjaitan
    NIM : 11419031
    Kelas : 42 TRPL 1

    User Testing adalah Pengujian yang dilakukan oleh user terhadap desain User Interface yang dibangun dan menjadi evaluasi bagi development.
    Jenis tes oleh user ada 3 yaitu:
    1. Evaluasi Formatif (Formative Evaluation)
    2. Studi Lapangan (Field Study)
    3. Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment)

    Aturan Dasar User Testing :
    Menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan
    Cara memperlakukan user saat testing :
    1. Time : Agar tidak menyia nyiakan waktu
    2. Comfort : Berikan kenyamanan pada user
    3. Informed consent : Memberikan informasi yang detail kepada user agar diketahui
    4. Privacy : Menjaga privasi user
    5. Control : User dapat berhenti kapan saja

    Kecemasan yang kemungkinan akan muncul (yang dirasakan User) ketika melakukan user testing
    1. Menunjukkan Kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

  61. Nama : Dwiky F.N. Sitorus
    NIM : 11419004
    Kelas : 42 TROL 1

    User testing adalah pengujian yang dilakukan bersama dengan user terhadap desain UI pada software yang dibangun oleh developer.

    Jenis tes yang dilakukan oleh user pada user testing:
    1. Evaluasi formatif (formatif evaluation) -> menemukan masalah usability,.
    2. Studi Lapangan (Field Study) -> dilakukan setelah produk di implementasikan.
    3. Eksperimen Terkontrol (Controlled Eksperiment) -> menguji hipotesis, contohnya menguji ke software lain.

    Beberapa tekanan terhadap user :
    1. Menunjukkan kecemasan
    2. Merasa seperti tes kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengan orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain

    Aturan paling dasar dalam user testing adalah menghormati user sebagai orang cerdas dengan kebebasan,kemauan dan perasaan .
    Berikut ada 5 cara dalam menghormati user yakni:
    1. Time = jangan sia-siakan waktu.
    2. Comfort = berikan kenyamanan kepada user
    3. Informed Consent = memberitahu user semua informasi yang harus diketahui.
    4. Privacy = menjaga privasi user
    5. Control = user dapat berhenti kapan saja user mau.
    Memperlakukan user dengan hormat dilakukan ketika sebelum tes, saat tes, hingga setelah tes.
    Peran dalam Formative Evaluation : user, fasilitator, dan observer.

  62. Nama : Cyntia velin simamora
    NIM : 11419065
    Kelas : 42TRPL2

    User Testing merupakan Pengujian yang dilakukan oleh user terhadap desain User Interface yang dibangun dan menjadi evaluasi bagi development.

    3 Jenis tes oleh user:
    – Evaluasi formatif (formative evaluation)
    – Studi lapangan (field study)
    – Eksperimen terkontrol (controlled experiment)

    Aturan dasar user testing ialah kita harus memastikan user tidak dalam keadaan tertekan ketika melakukan pengujian dan menghormati user sebagai orang yang cerdas dengan kebebasan kemauan dan perasaan.

    Cara memperlakukan user dengan hormat:
    1. Time : Jangan sia-siakan waktu
    2. Comfort : Membuat user merasa nyaman
    3. Informed Consent : Beritahu user semua informasi yang harus diketahui
    4. Privacy: Menjaga privasi user
    5. Control : User dapat berhenti kapan saja user mau.

  63. Nama : Irvandi Pransena Hutapea
    NIM : 11419008
    Kelas : 42 TRPL 1

    User Testing

    1. Definisi User Testing
    User testing bukanlah pengujian terhadap user, tetapi user melakukan pengujian terhadap produk, dalam hal ini aplikasi, yang Anda bangun. Terdapat beberapa jenis test yang dilakukan oleh user, yaitu:

    A. Evaluasi formatif (formative evaluation)
    Tujuan formative evaluation adalah menemukan masalah usability untuk kemudian memperbaikinya dalam iterasi desain berikutnya. Formative evaluation tidak memerlukan hasil implementasi yang sudah
    sepenuhnya bekerja/berfungsi, tetapi dapat dilakukan pada berbagai prototipe
    B. Studi lapangan (field study)
    Sebuah field study dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan pada formative evaluation, dengan benar-benar menerapkan implementasi yang sudah berjalan untuk user nyata,
    dan kemudian pergi ke lingkungan nyata dari user dan meng-observasi bagaimana mereka melakukannya.
    C. Eksperimen terkontrol (controlled experiment)
    Tujuan controlled experiment adalah untuk menguji hipotesis yang terukur tentang satu atau lebih interface.
    Perbandingan ketiga jenis test dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
    2. Aturan Dasar User Testing
    Saat melaksanakan user testing, Anda harus dapat memastikan bahwa user yang melakukan
    test tidak berada dalam tekanan. Ada beberapa contoh tekanan yang sering terjadi saat user melakukan pengujian, misalnya:

    A. Menunjukkan kecemasan
    B. Merasa seperti test kecerdasan
    C. Membandingkan diri dengang orang lain
    D. Merasa bodoh di depan observer
    E. Bersaing dengan orang lain
    Anda harus bisa memperlakukan user dengar hormat. Perlakuan ini dapat dilaksanakan dengan 5 cara, yaitu:

    1. Time: Pengaturan waktu jangan sia-siakan waktu user
    2. Comfort: Buatlah user merasa nyaman sepanjang pelaksanaan user teting
    3. Informed consent: User harus diberi tahu semua informasi yang harus diketahuinya
    4. Privacy: Privasi user harus dirahasiakan
    5. Control: User berhak untuk berhenti kapan saja sepanjang pelaksanaan user testing.
    3. Formative Evaluation
    Formative evaluation adalah evaluasi yang dapat dilakukan sepanjang pengembangan aplikasi, tidak harus saat produk sudah selesai dibangun.
    Jadi, Anda dapat menguji prototipe atau hasil implementasi yang sudah selesai. Tujuan dari formative evaluation adalah menemukan masalah terkait
    usability untuk iterasi desain berikutnya. Evaluasi ini adalah salah satu bentuk test yang dilakukan bersama dengan user.

    LANGKAH-LANGKAH DASAR FORMATIVE EVALUATION
    Langkah-langkah untuk melakukan formative evaluation adalah:

    A. Temukan beberapa user, yang harus mewakili kelas target user
    B. Beri beberapa tugas untuk setiap user dan harus mewakili tugas-tugas penting
    C. Lihat bagaimana user melakukan tugas-tugas tersebut.
    D. PERAN DALAM FORMATIVE EVALUATION
    Peran-peran yang perlu ada saat pelaksanaan formative evaluation adalah:

    A. User
    B. Fasilitator
    C. Observer

  64. 11419005 Michael Joseph Christian Situmorang says:

    Nama : Michael Situmorang
    NIM : 11419005
    Kelas: 42TRPL1

    User testing bukan pengujian terhadap user, tetapi user melakukan yang pengujian terhadap produk yang Anda bangun.

    Berikut tes yang harus dilakukan user:
    1. Evaluasi formatif (formative evaluation)=>menemukan masalah usability untuk kemudian memperbaikinya dalam iterasi desain berikutnya
    2. Studi lapangan (field study)=>menjawab pertanyaan dari formatif evaluation
    3. Eksperimen terkontrol (controlled experiment)=>untuk menguji hipotesis yang terukur tentang satu atau lebih interface.

    User juga bisa tertekan loh, seperti:
    1. Menunjukkan kecemasan
    2. Merasa seperti test kecerdasan
    3. Membandingkan diri dengang orang lain
    4. Merasa bodoh di depan observer
    5. Bersaing dengan orang lain
    dan hal ini WAJAR terjadi.

Comments are closed.