Pengantar

Heuristic, atau usability guidelines, adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.

Terdapat banyak pilihan guideline yang bisa digunakan, bahkan terkadang setiap peneliti usability memiliki heuristic-nya sendiri. Sebagian besar guideline ini pun tumpang tindih, beberapa yang mungkin sudah sangat familiar adalah:

  • 10 Usability Heuristics (Jakob Nielsen)
  • Aturan Norman dari Design of Everyday Things (Donald Norman)
  • Prinsip Tognazzini (Bruce Tognazzini)
  • 8 Golden Rules (Ben Sheneiderman)

Heuristic dapat digunakan dalam dua cara, yaitu:

  1. Pada waktu desain, untuk membantu Anda memilih dari berbagai alternatif desain;
  2. Pada waktu Heuristic Evaluation, untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface.

Untuk membantu menghubungkan Heuristic dengan prinsip-prinsip Usability yang sebelumnya telah Anda pelajari (yaitu: Learnability (L), Efficiency (E) dan Safety (S)), mari melihat contoh keterkaitannya pada beberapa guideline.


Pada 10 Heuristics oleh Jakob Nielsen:

  1. Match the real world (L)
  2. Consistency & standards (L)
  3. Help & documentation (L)
  4. User control & freedom (S)
  5. Visibility of system status (S)
  6. Flexibility & efficiency (E)
  7. Error prevention (S)
  8. Recognition, not recall (S)
  9. Error reporting, diagnosis, and recovery (S)
  10. Aesthetic & minimalist design
10 Usability Heuristics

Pedoman desain yang diusulkan oleh Don Norman:

  1. Affordances
  2. Natural mapping
  3. Visibility
  4. Feedback

16 prinsip dari Bruce Tognazzini:

  1. Anticipation
  2. Autonomy
  3. Color blindness
  4. Consistency
  5. Defaults
  6. Efficiency
  7. Explorable interfaces
  8. Fitts’ Law
  9. Human interface objects
  10. Latency reduction
  11. Learnability
  12. Metaphors
  13. Protect users’ work
  14. Readability
  15. Track state
  16. Visible navigation

8 Golden Rules oleh Ben Shneiderman untuk desain UI:

  1. Consistency
  2. Shortcuts
  3. Feedback
  4. Dialog closure
  5. Simple error handling
  6. Reversible actions
  7. Put user in control
  8. Reduce short-term memory load

Definisi Heuristic Evaluation

Heuristic Evaluation adalah proses pemeriksaan usability yang awalnya ditemukan oleh Jakob Nielsen. Pemeriksaan atau inspeksi pada Heuristic Evaluation dilakukan oleh pakar usability (usability expert) — seseorang yang mengetahui dan memahami Heuristic dan telah memikirkan serta menggunakan banyak interface. Sederhananya, Heuristic Evaluation adalah aktivitas menemukan masalah usability melalui inspeksi.

Langkah-langkah sederhana Heuristic Evaluation adalah:

  1. Evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh
  2. Menilai antarmuka berdasarkan Heuristic, dan
  3. Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen Interface yang menyimpang dari Usability Heuristics.

Cara Melakukan Heuristic Evaluation

Heuristic Evaluation dilihat dari perspektif evaluator.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Heuristic Evaluation adalah:

  1. Evaluasi Anda harus berdasarkan pada Usability Guidelines yang diketahui. Anda harus menyatakan setiap masalah yang didata dengan mengacu pada sebuah Heuristic, dan menjelaskan bagaimana Heuristic dilanggar. Praktik ini membantu Anda fokus pada Usability dan bukan pada properti lain sistem, seperti fungsionalitas atau keamanannya. Hal ini juga menghilangkan beberapa kesubyektifan dalam inspeksi. Pernyataan yang Anda sampaikan harus merupakan kalimat yang jelas maksudnya dan menyangkut Usability desain yang sedang Anda inspeksi. Anda tidak boleh hanya mengatakan, misalnya “warna kuning tersebut jelek”, tetapi harus menyatakan mengapa masalah warna merupakan masalah Usability pada desain yang sedang Anda periksa. Pernyataan yang lebih tepat misalnya: “Terlalu banyak pilihan pada Homepage website” (prinsip: Desain estetis dan minimalis), dibandingkan pernyataan (dan tidak boleh menyatakan seperti ini): “Saya tidak suka warnanya”.
  2. Sebutkan setiap masalah yang Anda temukan. Jika sebuah button memiliki beberapa masalah, seperti penempatan yang tidak konsisten, kombinasi warna yang buruk, information scent yang buruk, maka masing-masing masalah tersebut harus dicantumkan secara terpisah.
  3. Periksa interface setidaknya dua kali. Pertama kali, Anda akan mendapatkan gambaran umum dan feel terhadap sistem. Kedua kalinya, Anda harus fokus dengan hati-hati pada masing-masing elemen interface, satu per satu.
  4. Jangan membatasi diri Anda hanya pada 10 Usability Heuristics Jakob Nielsen. Terdapat banyak prinsip-prinsip Usability yang berfungsi sama baiknya, seperti affordance, visibility, pedoman warna, aturan desain grafis, dll, dan ini dapat Anda tambahkan sesuai kebutuhan.

Contoh Evaluasi

Berikut ini adalah screenshot dari sebuah halaman website. Dapatkah Anda menemukan masalah usability pada halaman website tersebut?

Beberapa masalah Usability dalam website belanja di atas adalah:

  • Icon keranjang belanja (shopping cart) tidak berimbang dengan background putih dengan whitespace yang terlalu luas (Graphic Design)
  • Hal baik: User disambut dengan panggilan nama (Feedback)
  • Warna merah digunakan untuk pesan bantuan dan pesan kesalahan (Consistency, Match the Real World)
  • “There is a problem with your order”, tetapi tidak ada penjelasan atau saran untuk penyelesaian (Error Reporting)
  • ExtPrice dan UnitPrice adalah label yang aneh (Match the Real World)
  • Tombol Remove Hardware tidak konsisten dengan checkbox Remove (Consistency)
  • “Click here” tidak penting (Simplicity)
  • Tidak ada tombol “Continue shopping” (User Control & Freedom)
  • Recalculate sangat dengan posisinya dengan Clear Cart (Error Prevention)
  • Tombol “Check out” tidak terlihat seperti tombol lain (Consistency, Internal & External)
  • Menggunakan “Cart Title” dan “Cart Name” untuk konsep yang sama (Consistency)
  • Harus mengingat dan mengetik judul keranjang untuk loading (Recognition not Recall, Error Prevention, Efficiency)

Heuristic Evaluation bukan User Testing

Heuristic Evaluation hanya satu cara untuk mengevaluasi User Interface. User Testing — melihat user berinteraksi dengan Interface — adalah hal yang lain. User Testing adalah standard untuk evaluasi Usability. Interface memiliki masalah Usability hanya jika user yang nyata memiliki masalah yang nyata dengannya, dan satu-satunya cara pasti untuk mengetahuinya adalah dengan cara melihat user berinteraksi dengan Interface.

Alasan utama mengapa Heuristic Evaluation berbeda dengan User Testing adalah evaluator bukanlah user. Evaluator mungkin lebih mendekati user biasa (tetapi bukan user Anda) dan evaluator Heuristic yang baik akan mencoba berpikir seperti user biasa. Seorang evaluator tahu lebih banyak tentang User Interface dan tentang Usability, sehingga tidak tepat disamakan dengan user.

User Testing bertujuan menemukan masalah Usability dengan pengamatan terhadap interaksi antara user dengan Interface. Heuristic Evaluation bertujuan menemukan masalah Usability dengan pemeriksaan Interface oleh ahli yang memiliki pengalaman pada Usability dan User Interface.

Jadi Heuristic Evaluation tidak sama dengan user testing.

Heuristic Evaluation mungkin menemukan masalah yang terlewat/ dilewatkan saat User Testing. Misalnya, evaluator Heuristic dapat dengan mudah mendeteksi masalah seperti font style yang tidak konsisten, misalnya font sans-serif di satu bagian Interface dan font serif di bagian lain. Contoh lainnya: beradaptasi dengan hal yang tidak konsisten akan sedikit memperlambat user, hal ini dapat terungkap melalui User Testing yang menyeluruh/ luas/ lengkap.


Petunjuk untuk Heuristic Evaluation yang Lebih Baik

Beberapa petunjuk agar Heuristic Evaluation dilakukan dengan lebih baik:

  1. Gunakan lebih dari satu evaluator.
    Studi Heuristic Evaluation telah menunjukkan bahwa tidak ada evaluator tunggal yang dapat menemukan semua masalah Usability, dan beberapa masalah Usability paling sulit ditemukan oleh evaluator yang menemukan beberapa (tidak banyak) masalah secara keseluruhan. Semakin banyak evaluator sebenarnya lebih baik, tetapi dengan hasil yang semakin berkurang: setiap penambahan evaluator menemukan lebih sedikit masalah baru. Jakob Nielsen merekomendasikan 3-5 evaluator, sebagai jumlah orang yang bisa menguntungkan secara biaya.
  2. Alternatif dengan melakukan User Testing.
    Salah satu cara untuk mendapatkan hasil maksimal dari Heuristic Evaluation adalah dengan bergantian melakukan User Testing dalam fase berikutnya pada siklus desain iteratif. Setiap metode menemukan masalah yang berbeda dalam satu interface, dan Heuristic Evaluation hampir selalu lebih murah daripada User Testing. Heuristic Evaluation sangat berguna dalam siklus desain iteratif yang ketat, ketika prototipe berbentuk kasar dan low-fidelity dan murah, rapid iteration adalah keharusan.
  3. Tidak masalah untuk membantu evaluator ketika mereka terjebak dalam interface yang membingungkan.
    Selama masalah Usability yang menyebabkan kebingungan telah dicatat, seorang observer dapat membantu evaluator untuk melepaskan diri dan melanjutkan evaluasi pada sisa Interface untuk menghemat waktu yang berharga.

Proses Evaluasi Formal

Proses evaluasi dalam Heuristic Evaluation yang formal adalah:

  • Training
  • Evaluasi
  • Severity Rating (Pemeringkatan Permasalahan)
  • Tanya jawab (Debriefing)

TRAINING
Pertemuan training menyatukan tim desain dengan seluruh evaluator, dan membawa evaluator dengan cepat mengetahui apa yang perlu diketahuinya tentang aplikasi, domainnya, user target dan skenario penggunaannya.

EVALUASI
Evaluator kemudian mengevaluasi interface secara terpisah. Evaluator dapat bekerja sendiri, menuliskan pengamatan mereka sendiri, atau mereka dapat diamati oleh anggota tim desain, yang mencatat pengamatan mereka (dan membantu mereka melalui bagian-bagian yang sulit pada interface). Pada tahap ini, evaluator hanya fokus pada menghasilkan/ menemukan masalah, bukan pada seberapa penting masalah itu dan bagaimana menyelesaikannya. Waktu yang dibutuhkan adalah 1-2 jam per evaluator.

SEVERITY RATING
Semua masalah yang ditemukan oleh semua evaluator dikompilasi menjadi satu daftar dan evaluator menilai tingkat kesalahan (severity rating) baik secara mandiri atau dalam pertemuan bersama. Karena penelitian telah menemukan bahwa severity rating dari evaluator secara independen cenderung memiliki perbedaan yang besar, yang terbaik adalah mengumpulkan severity rating dari beberapa evaluator dan mengambil mean (rataan) untuk mendapatkan perkiraan yang lebih baik.

TANYA JAWAB (DEBRIEFING)
Tim desain dan evaluator bertemu lagi untuk membahas hasil kerja. Pertemuan ini menawarkan forum untuk melakukan brainstorming terhadap solusi yang memungkinkan, dengan fokus pada masalah usability yang paling parah (prioritas tertinggi).


Severity Ratings

Severity rating adalah satu skala yang dapat Anda gunakan untuk menilai tingkat keparahan masalah usability yang ditemukan oleh Heuristic Evaluation. Faktor kontribusi masalah mencakup:

  • Frekuensi terjadi: umum atau jarang
  • Berdampak pada pengguna: mudah atau sulit diatasi
  • Persistensi (kegigihan): apakah perlu diatasi sekali atau berulang kali

Masalah yang mendapat skor tertinggi pada beberapa faktor harus dinilai lebih berat dari masalah lain.

Beberapa severity scale yang dapat digunakan untuk setiap faktor di atas adalah:

  • Cosmetic (Kosmetik): tidak harus diperbaiki
  • Minor (Minor): perlu diperbaiki dengan prioritas rendah
  • Major (Mayor): perlu diperbaiki dengan prioritas tinggi
  • Catastrophic (Bencana): sangat penting untuk diperbaiki

Mengevaluasi Prototipe

Heuristic Evaluation dapat diterapkan pada interface dalam berbagai bentuk kesiapan, termasuk:

  • Implementasi yang belum stabil
  • Paper prototype dan
  • Sketsa

Anda perlu mengetahui bahwa evaluasi terhadap interface yang belum lengkap memiliki keterbatasan. Pada sketsa atau paper protoype misalnya, Anda tidak dapat mengevaluasi interaksi, karena sifatnya masih statis. Selain itu, bentuk dari elemen-elemen desain pada sketsa atau paper protoype mungkin belum persis seperti obyek sebenarnya. Contohnya button, pada sketsa bisa jadi masih berbentuk kotak segi empat. Anda mungkin akan sulit mengenalinya sebagai button, atau membedakan antara button dengan label karena bentuk yang mirip. Kondisi ini membuat Anda harus bekerja ekstra untuk menemukan masalah usability-nya. Namun, pelaksanaan Heuristic Evaluation pada prototipe desain atau implementasi yang belum stabil bisa dimungkinkan.


Menulis Hasil Heuristic Evaluation yang Baik

Beberapa tips untuk menulis hasil Heuristic Evaluation yang baik adalah:

  1. Ingat audiens Anda.
    Audiens Anda adalah developer, Anda berkomunikasi dengan mereka. Jangan berharap mereka menjadi ahli dalam usability dan jangan terlalu keras menuliskan catatan evaluasi.
  2. Sertakan komentar positif.
    Meskipun tujuan utama Heuristic Evaluation adalah untuk mengindetifikasi masalah, komentar positif juga berharga. Jika beberapa bagian desain adalah baik untuk alasan usability, Anda ingin memastikan bahwa aspek tersebut tidak hilang di iterasi berikutnya, Anda bisa menuliskan, seperti: “Baik: Icon toolbar sederhana, dengan kontras yang baik dan sedikit kombinasi warna (Minimalist Design)”.
  3. Jadilah bijaksana dalam menuliskan pernyataan.
    Contoh yang tidak baik: Tidak: “penyusunan menu berantakan total”.
    Pernyataan yang lebih baik: “menu tidak disusun berdasarkan fungsi”.
  4. Pernyataan evaluasi ditulis dengan lebih spesifik.
    Contoh yang tidak baik: “teks tidak dapat dibaca”.
    Contoh pernyataan yang lebih baik: “teks terlalu kecil dan memiliki kontras yang buruk (teks hitam dengan background hijau gelap)”.

Format Laporan Heuristic Evaluation

Beberapa hal yang dituliskan dalam laporan hasil Heuristic Evaluation adalah:

  • Masalah
  • Heuristic
  • Deskripsi
  • Severity
  • Rekomendasi (jika ada)
  • Screenshot (jika membantu)

Contoh cara menuliskan hasil:

12. Severe:
User dapat menutup jendela tanpa menyimpan data (error prevention),

Jika user membuat perubahan tanpa menyimpan, dan kemudian menutup window menggunakan tombol Close, bukan File >> Exit, tidak ada confirmation dialog yang muncul.

Rekomendasi: tampilkan confirmation dialog atau simpan secara otomatis.


Template Heuristic Evaluation dapat di-download pada link di bawah ini:



REFERENSI

Miller, R, Mueller, S. Heuristic Evaluation. http://web.mit.edu/6.813/www/sp18/classes/17-heuristic-evaluation/

Feature Image: Photo by Daniel Korpai on Unsplash



70 thoughts on “Heuristic Evaluation

  1. Heuristic Evaluation adalah proses untuk menguji atau mengevaluasi masalah usability. Heuristic evaluation dilakukan oleh orang yang ahli dan memiliki banyak pengetahuan tentang interface.
    Caram melakukan heuristic evaluation :
    1. Evaluasi harus berdasarkan usability guidelines, yaitu menyatakan masalah yang ditemukan dengan menjelaskan heuristic apa yang telah dilanggar.
    2. Menyatakan setiap masalah yang ditemukan.
    3. Memeriksa interface sebanyak 2 kali, pertama untuk mendapkan gambaran uumum sistem dan kedua untuk fokus pada elemen interface.
    4. Jangan membatasi evaluasi hanya berdasarkan 10 heuristic Jacob Nielsen, anda juga dapat mengevaluasi berdasarkan pedoman warna, desain, dll.
    Heuristic evaluation juga memiliki severity rating untuk mengukur tingkat masalah usability mulai dari tingkat yang tidak harus diperbaiki hingga masalah yang harus diperbaiki.

  2. Nama : Oriza Sitanggang
    NIM : 11419018

    Heuristic Evaluation adalah sebuah metode yang digunakan untuk melakukan evaluasi dalam sisi usability user interface (UI).
    Langkah-langkah sederhana Heuristic Evaluation adalah :
    1.Secara menyeluruh evaluator memeriksa User Inteface
    2. Menilai antarmuka berdasarkan Heuristic
    3. Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan.
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Heuristik Evaluation :
    1. Evaluasi harus berdasarkan pedoman usability artinya masalah yang ditemukan, yang mengacu pada heuristik harus dinyatakan dan harus dijelaskan bagaimana heuristik itu dilanggar.
    2. Masalah yang ditemukan harus disebutkan.
    3. Memeriksa interface minimal 2 kali artinya pada pemeriksaan yang pertama akan didapat gambaran umum dan feel system dan untuk pemeriksaan yang kedua kalinya fokus pada masing-masing elemen interface satu per satu.
    4. Tidak membatasi diri pada 10 prinsip Jakon Nielsen.

  3. Nama : Hepniwer Nur Aisah Purba
    NIM : 11419019

    Heuristic evaluation merupakan prinsip atau cara yang digunakan untuk mengevaluasi interaksi dan antarmuka sebuah sistem atau aplikasi. Heuristic evaluation ini dilakukan oleh seseorang yang sudah memiliki banyak pengetahuan tentang interface.Heuristic membantu memecahkan dan memahami masalah serta untuk menemukan solusi dari masalah tersebut.
    Untuk melakukan Heuristic Evaluation ini akan lebih baik jika dilakukan oleh lebih dari satu evaluator, karena jika evaluator A terjebak dalam interface yang membingungkan, maka evaluator lain bisa membantu.
    Cara melakukan Heuristic Evaluation :
    1. Evaluasi harus berdasarkan Usability Guidelines.Kita harus menyatakan masalah yang telah kita temukan dengan mengacu pada sebuah Heuristic,artinya kita harus menjelaskan bagian Heuristic mana yang telah dilanggar.
    2. Menyebutkan setiap masalah yang ditemukan.
    3. Memeriksa interface setidaknya 2 kali, dimana yang pertama untuk menemukan gambaran umum pada sistem dan yang kedua untuk fokus dan hati-hati pada setiap elemen interface.
    4. Jangan melakukan evaluasi hanya berdasarkan prinsip 10 Usability Heuristics Jacob Nielsen,namun lakukan juga dengan prinsip usability lainnya seperti, Affordance,Visibility, dls.

  4. Nama : Meyliza Veronica Siregar
    NIM : 11419058

    Heuristic evaluation adalah proses pemeriksaan dan evaluasi yang dilakukan terhadap user interface yang dibangun.
    Langkah-langkah pemeriksaan dan evaluasi :
    1. Memeriksa user interface secara menyeluruh
    2. Menilai interface berdasarkan heuristic
    3. Membuat daftar masalah usability yang ditemukan.
    Cara Melakukan Heuristic Evaluation
    -Melakukan evaluasi harus berdasarkan pedoman usability, kita harus menyatakan setiap masalah yang telah ditemukan dan mengacu pada Heuristic.
    -Menyebutkan setiap masalah yang ditemukan Kita harus menyebutkan masalah-masalah yang ditemukan secara spesifik.
    -Memeriksa interface paling sedikit dua kali. Yang pertama untuk mendapat gambaran umum system. Yang kedua untuk memeriksa kembali setiap elemen interface secara lebih hati-hati.
    -Evaluasi dilakukan tidak hanya berpedoman pada 10 prinsip Nielsen. Kita dapat melakukan evaluasi berdasarkan prinsip-prinsip usability lainnya.

  5. Heuristic evaluation adalah proses pemeriksaan usubility yang dilakukan oleh pakar usubility.
    Langkah-langkah sederhana heuristic evaluation adalah :
    1. Memeriksa user interface secara menyeluruh.
    2. Menilai interface berdasarkan heuristic .
    3. Membuat daftar masalah usability yang ditemukan.

    Ada beberapa model prinsip Heuristic Evaluation yang dibuat para ahli yaitu:
    1. 8 golden rules untuk desain UI oleh Ben Sheneiderman.
    2. Aturan Norman dari Design of Everyday Things oleh Donald Norman
    .
    3. 10 prinsip usability heuristic dari Jakob Nielsen
    .
    4. Prinsip Toggazzini oleh Bruce Toggazzini
    .

    Heuristic Evaluation tidak sama dengan user testing karena evaluator bukanlah user dan evaluator heuristic yang baik akan mencoba berpikir seperti user biasa.

  6. Nama : Mikhael Hutapea
    NIM: 11419037

    Heuristic evaluation merupakan aturan atau pedoman yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif
    Terdapat banyak pedoman yang digunakan dalam proses heuristic evaluation, diantaranya
    1. 10 prinsip Nielsen
    2. Aturan Norman dari Design of Everyday Things
    3. Prinsip Tognazzini
    4. 8 golden rules Sheneiderman.

    Akan tetapi dalam pelaksanaannya, peneliti memiliki heuristicnya sendiri.
    Heuristic evaluation adalah metode inspeksi dan dilakukan oleh pakar usability.
    Cara dalam melakukan heuristic evaluation:
    1. Evaluasi Anda harus berdasarkan pada pedoman usability yang diketahui
    2. Sebutkan setiapmasalah yang ditemukan
    3. Periksa interface sebanyak 2 kali
    4. Jangan membatasi diri anda pada 10 prinsip Nielsen

    Dalam menulis heuristic evaluation yang baik, perlu di perhatikan hal hal berikut:
    1. Mengetahui siapa audiens anda
    2. Sertakan komentar positif
    3. Bijaksana
    4. Lebih spesifik.

  7. Nama : Gahasa Timothius B.P Purba
    NIM : 11419048
    Prodi : 42TRPL2

    Heuristic atau usability guidelines adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.
    Terdapat banyak pilihan guidelines yang bisa digunakan, beberapa yang sudah sangat familiar adalah :
    1. 10 Prinsip Usability oleh Jacob Nielsen
    2. Pedoman Desain Oleh Don Norman
    3. Prinsip Desain Interaksi Oleh Bruce Tognazzini
    4. 8 Golden Rules oleh Ben Scheneiderman
    Sebagian besar guidelines ini juga tumpang tindih.
    Dalam perkuliahan, yang menjadi acuan untuk melakukan Heuristic evaluation adalah 10 prinsip usability yang digagas oleh Jacob Nielsen.

    Heuristic evaluation adalah proses pemeriksaan usability yang awalnya ditemukan oleh Jacob Nielsen.
    Heuristic evaluation adalah aktivitas menemukan masalah usability melalui konsep inspeksi.
    Pemeriksaan atau inspeksi pada heuristic evaluation dilakukan oleh pakar usability atau disebut dengan Usability Expert.

    Langkah Sederhana Heuristic Evaluation :
    1. Evaluator memeriksa user interface secara menyeluruh
    2. Menilai user interface berdasarkan heuristik atau usability guidelines
    3. Membuat daftar masalah heuristic yang ditemukan yaitu masing masing masalah interface yang menyimpang dari usability heuristics.
    Heuristic evaluation itu berbeda dengan user testing, heuristic evaluation adalah salah satu cara untuk mengevaluasi user interface, sedangkan user testing yaitu melihat user berinteraksi dengan interface adalah cara yang lain.
    Interface memiliki maslah usaability hanya jika user yang nyata memiliki masalah yang nyata dengannya. Jadi bisa dinyatakan bahwa user testing itu adalah pengujian yang dilakukan oleh usser terhadap aplikasi dengan car aberinteraksi langsung dengan apalikasi.
    Pada prinsipnya, Evaluator bukanlah user, tetapi akan sangat baik apabila evaluator berpikir seperti user.
    Seorang evaluator tahu lebih banyak tentang user interface dan usability sehingga tidak tepat apabila disamakan dengan user biasa.
    Heuristic evaluation harus dilihat dari perspektif evaluator bukan user yang menggunakan aplikasi.

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Heuristic Evaluation ini adalah :
    1. Evaluasi harus dilakukan berdasarkan pada usability guidelines yang diketahui
    2. Pernyataan yang disampaikan harus merupakan kalimat yang jelas maksudnya dan menyangkut usability design yang sedang anda inspeksi
    3. Sebutkan setiap masalah yang anda temukan
    4. Periksa interface setidaknya dua kali
    5. Jangan membatasi diri anda pada 10 prinsip Jacob Nielsen

    Petunjuk untuk Heuristic Evaluation yang lebih baik :
    1. Gunakan lebih dari satu evaluator
    2. Alternatif dengan melakukan user testing
    3. Tidak masalah membantu evaluator ketika mereka terjebak dalam interface yang membingungkan, berbeda dengan user testing, dimana observer tidak boleh membantu user menemukan solusi ketika berhadapan dengan masalah, karena masalah tersebutlah yang menjadi temuan dalam user testing

    Proses Evaluasi Formal :
    1. Training
    2. Evaluasi
    3. Severity Rating
    4. Tanya Jawab

  8. Nama : Berliana Laurenza Simamora
    NIM : 11419016

    HEURISTIC EVALUATION
    Heuristic merupakan aturan yang menguraikan prinsip UI yang efektif.
    Heuristic evaluation adalah metode penilaian suatu produk untuk menemukan masalah usability.
    Guideline Prinsip Heuristic Evaluation menurut para ahli:
    • 10 prinsip Nielsen
    • Aturan Norman dari Design of Everyday Things
    • Prinsip Tognazzini
    • 8 Golden Rules Sheneiderman
    Usability Guidelines atau Heuristic dapat digunakan dalam 2 cara:
    • Pada waktu desain
    • Pada waktu heuristic evaluation
    Langkah-langkah dalam melakukan Heuristic evaluation antara lain:
    1. Evaluator memeriksa user interface
    2. Menilai UI berdasarkan heuristik, dan
    3. Membuat daftar masalah usability yang ditemukan

    Heuristic Evaluation tidak sama dengan user testing. Alasannya, karena evaluator bukanlah user dan evaluator Heuristic yang baik akan mencoba berpikr seperti user biasa.

    Petunjuk Heuristic evaluation yang baik
    1.Gunakan lebih dari satu evaluator
    2. Alternatif dengan melakukan user testing
    3. Tidak masalah untuk membantu evaluator ketika mereka terjebak dalam interface yang membingungkan.

  9. Nama: Evelin Sinurat
    NIM: 11419056
    Kelas: 42 TRPL 2
    Email: evelinsinurat23@gmail.com

    Heuristic adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.
    Heuristic digunakan dalam 2 cara:
    1. Pada saat desain (memilih alternatif desain).
    2. Pada saat heuristic evaluation (menemukan masalah dalam interface).

    Langkah-langkah sederhana melakukan Heuristic Evaluation:
    1. Evaluator secara menyeluruh memeriksa user interface.
    2. Membuat daftar masalah yang ditemukan /elemen yang tidak sesuai dari usability heuristics.
    3. Nilai antarmuka berdasarkan dari heuristic.

    Cara melakukan Heuristic Evaluation:
    1. Didalam evaluasi harus berdasarkan kepada pedoman usability.
    2. Menyebutkan semua masalah yang ditemukan.
    3. Memeriksa interface setidaknya dua kali
    a. Pertama = mendapatkan gambaran umum dari sistem.
    b. Kedua = fokus kepada setiap elemen masing-masing interface.

    Beberapa pedoman yang dapat digunakan, yaitu:
    1. 10 prinsip Nielsen.
    2. Aturan Norman dari Design of Everyday Things.
    3. Prinsip Tognazzini.
    4. 8 golden rules Sheneiderman.

    Hasil Heuristic Evaluation yang baik yaitu dituliskan dengan bijaksana dalam menulis pernyataan, evaluasi dengan spesifik, serta menyertakan komentar dengan positif.

    Terimakasih bu.

  10. Nama : Maristella Sitanggang
    NIM : 11419064
    Kelas : 42TRPL 2

    Heuristic Evaluation adalah proses pemeriksaan usability yang awalnya ditemukan oleh Jacob Nielsen. Tujuan melakukan Heuristic Evaluation adalah menemukan masalah Usability melalui konsep inspeksi.
    Langkah-langkah sederhana Heuristic Evaluation:
    1. Evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh
    2. Menilai antarmuka berdasarkan Heuristic
    3. Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen interface yang menyimpang dari Usability Heuristic

    User testing adalah standart untuk evaluasi Usability. Alasan utama mengapa Heuristic Evaluation berbeda dengan User Tersting adalah evaluator bukanlah user. Evaluator mungkin lebih mendekati user biasa (tetapi bukan user anda) dan evaluator Heuristic yang baik akan mencoba berpikir seperti user biasa. Seorang evaluator tahu lebih banyak tentang User Interface dan tentang Usability. User Testing bertujuan menemukan masalah Usability dengan pengamatan terhadap interaksi.

    Petunjuk untuk Heuristic Evaluation yang lebih baik:
    1. Gunakan lebih dari satu evaluator
    2. Akternatif dengan melakukan User Testing
    3. Tidak masalah untuk membantu evaluator ketika mereka terjebak dalam interface yang membingungkan

  11. Nama : agus rokyanto silaban
    NIM : 11419045
    Kelas : 42TRPL2

    Heuristic adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.

    Heuristics
    > 10 jacob nielsen usability heuristic
    > Tognazzini principles
    > Don norman principles of interaction design
    > Sheneiderman 8 golden rules

    Heuristic digunakan dalam 2 cara:
    1. Pada waktu desain, untuk membantu memilih dari berbagai alternatif desain
    2. Pada waktu heuristic evaluation, untuk menemukan dan memperbaiki masalah dalam interface

    Langkah-langkah sederhana melakukan Heuristic Evaluation:
    1. Evaluator secara menyeluruh memeriksa user interface
    2. Menilai user interface berdasarkan heuristic
    3. Membuat daftar masalah usability yang ditemukan

    Heuristic Evaluation bukan user testing
    Heuristic Evaluation mengevaluasi user interface oleh pakar usability yang memiliki pengetahuan lebih banyak tentang user interface dan usability, juga menemukan masalah yang mungkjin terlewat saat user testing
    User testing dilakukan oleh user yang belum tentu ahli dalam user interface dan usability

    Hasil Heuristic Evaluation yang baik yaitu dituliskan dengan bijaksana dalam menulis pernyataan, evaluasi dengan spesifik, serta menyertakan komentar dengan positif.

  12. Nama : Clarita Butarbutar
    NIM : 11419067

    Heuristic evaluation adalah Proses peninjauan masalah yang terdapat dalam suatu user interface berdasarkan pedoman usability yang efektif. Pedoman usability yang efektif dapat kita temukan pada 10 prinisp Nielsen, aturan desain dari Don Norman, prinsip tognazzini dan lain-lainnya. Pedoman usability dari beberapa peneliti usability dapat kita gabungkan dalam melakukan peninjauan suatu UI.
    Pada saat proses peninjauan, yang dilakukan evaluator adalah :
    • evaluator menemukan elemen dalam suatu interface yang menyimpang dari pedoman usability dan juga menemukan elemen yang menerapkan pedoman usability yang disertakan dengan komentar yang positif.
    • Setelah semua masalah ditemukan, evaluator akan mendeskripsikan setiap masalah dengan spesifik dan bijak,
    • Lalu membuat daftar masalah yang diurutkan dari tingkat masalah yang diharus diperbaiki (catastropic) sampai masalah yang tidak harus diperbaiki (cosmetic).
    • Evaluator juga memberikan rekomendasi dari masalah yang ditemukan.

  13. Nama : Ivanowsky Fernandes Habeahan
    NIM : 11419030
    Kelas : 42 TRPL 1

    Heuristic Evaluation adalah proses pemeriksaan usability (yang awalnya ditemukan oleh Jacob Nielsen) dengan menggunakan metode inspeksi yang dilakukan oleh pakar usability dengan tujuan untuk menemukan masalah usability.

    Usability Guidelines adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif yang digunakan sebagai acuan untuk mengevaluasi User Interface.

    Pilihan Guidelines :
    1. 10 prinsip Nielsen
    2. Aturan Norman dari Design of Everyday Things
    3. Prinsip Tognazzini
    4. 8 Golden Rules Sheneiderman
    Pilihan-pilihan guidelines ini bisa dikatakan tumpang tindih atau di satu pilihan ada yang sama dengan di pilihan guidelines lainnya.

    Cara melakukan Usability Guidelines :
    1. Pada waktu desain -> Membantu memilih dari berbagai alternatif desain.
    2. Pada waktu Heuristic Evaluation -> Menemukan atau mendengarkan masalah yang terjadi di User Interface.

    Langkah-Langkah melakukan Usability Guidelines :
    1. Evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh
    2. Menilai User Interface berdasarkan heuristik
    3. Membuat daftar masalah usability yang ditemukan

    Severity Ratings
    -> Skala untuk menilai tingkat keparahan masalah usability.

    Beberapa tips untuk menulis hasil heuristic evaluation yang baik :
    1. Audience adalah developer, jangan berharap developer ahli dalam usability. Menyesuaikan bahasa yang cukup umum dimengerti oleh para developer.
    2. Sertakan komentar positif.
    3. Jadilah bijaksana dalam menuliskan pernyataan.
    4. Pernyataan evaluasi ditulis lebih spesifik.

  14. Nama : Revi Angeli Siahaan
    NIM : 11419054

    Heuristic Evaluation adalah aturan yang digunakan untuk melakukan evaluasi dengan prinsip usability user interface (UI) sehingga dapat mengidentifikasi masalah- masalah pada perangkat lunak. Ada beberapa model prinsip Heuristic Evaluation yang dibuat para ahli yaitu:
    – 10 prinsip usability heuristic dari Jakob Nielsen
    – Aturan Norman dari Design of Everyday Things oleh Donald Norman
    – Prinsip Toggazzini oleh Bruce Toggazzini
    – 8 golden rules untuk desain UI oleh Ben Sheneiderman.
    Langkah- langkah sederhana untuk melakukan Heuristic Evaluation adalah :
    – Evaluator memeriksa UI secara keseluruhan
    – Melakukan penilaian berdasarkan Heuristic
    – Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan.
    Heuristic Evaluation tidak sama dengan user testing karena evaluator bukanlah user dan evaluator heuristic yang baik akan mencoba berpikir seperti user biasa.

  15. Nama : Ervina Sipahutar
    NIM : 11419066
    Kelas : 42 TRPL 2

    Heuristic atau Usability Guidelines merupakan aturan yang memilah-milah prinsip-prinsip user interface yang efektif. Heuristic dapat menjadi acuan saat proses desain untuk membantu kita dalam memilih berbagai alternatif desain. Juga dapat membantu untuk mengoreksi masalah interface saat Proses Heuristic Evaluation. Adapun guideline yang familiar digunakan, yaitu: 10 Usability Heuristics (Jakob Nielsen), Aturan Norman dari Design of Everyday Things (Donald Norman), Prinsip Tognazzini (Bruce Tognazzini), 8 Golden Rules (Ben Sheneiderman). Heuristic Evaluation merupakan aktivitas menemukan masalah Usability melalui inspeksi. Untuk melakukannya, pertama sekali evaluator memeriksa User Interface secara keseluruhan. Selanjutnya User Interface dinilai berdasarkan Heuristic. Dan yang terakhir membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen Interface yang menyimpang dari Usability Heuristics. Heuristic Evaluation bukan merupakan User Testing dikarenakan evaluator bukanlah user. Evaluator lebih memahami masalah User Interface dan Usability. Hasil Heuristic Evaluation yang baik dituliskan dengan memperhatikan audiens, menyertakan komentar positif, bijaksana dalam menulis pernyataan, dan evaluasi ditulis dengan spesifik.

  16. Nama : Naldo Tua Samosir
    NIM : 11419024
    Kelas : 42 TRPL 1

    Heuristic atau usability guidelines adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif. Heuristic dapat digunakan dalam dua cara, yaitu:
    1. Pada waktu desain, untuk membantu memilih dari berbagai alternatif desain
    2. Pada waktu Heuristic Evaluation, untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface.
    Terdapat banyak pilihan guideline yang bisa digunakan, namun beberapa yang sering digunakan ialah 10 Usability Heuristics (Jakob Nielsen), Aturan Norman dari Design of Everyday Things (Donald Norman), rinsip Tognazzini (Bruce Tognazzini), 8 Golden Rules (Ben Sheneiderman).
    Langkah-langkah sederhana Heuristic Evaluation yaitu: Evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh, evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh, membuat daftar masalah heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen interface yang menyimpang dari usability heuristic.
    Proses evaluasi dalam Heuristic Evaluation yang formal adalah training, evaluasi, severity rating ,tanya jawab. Beberapa tips untuk menulis hasil evauasi yang baik adalah menyertakan audiens, menyertakan komentar positif, bijaksana dalam menuliskan pernyataan, dan evaluasi ditulis secara spesifik.

  17. Nama : Nazir Manahan Manurung
    NIM : 11419020
    Kelas : 42 TRPL1

    heuristic evaluation adalah proses pemeriksaan usability terhadap user interface.

    Heuristic dapat digunakan dalam 2 cara, yakni:
    1.Pada waktu desain(memilih alternatif desain)
    2.Pada waktu heuristic evaluation(menemukan dan membenarkan masalah dalam interface)

    Langkah-langkah sederhana heuristic evaluation adalah:
    1.Evaluator memeriksa user interface secara menyuluruh
    2.Menilai antarmuka berdasarkan heuristic, dan
    3. Membuat daftar masalah heuristic yang ditemukan.

    Heuristic Evaluation berbeda dengan user testing yakni karena evaluator bukanlah user, evaluator mungkin lebih mendekati user biasa dan evaluator heuristic yang baik akan mencoba berpikir seperti user biasa.

    Jadi, heuristic evaluation tidak sama dengan user testing.

  18. Nama : Fretty L M Silalahi
    NIM:11419057
    kelas: 42 TRPL 2

    Heuristic, atau usability guidelines, adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.
    Langkah sederhana Heuristic Evaluation:

    1.Evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh
    2.Menilai antarmuka berdasarkan Heuristic
    3.Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Heuristic Evaluation ini adalah :
    1. Evaluasi harus dilakukan berdasarkan pada usability guidelines yang diketahui
    2. Pernyataan yang disampaikan harus merupakan kalimat yang jelas maksudnya dan menyangkut usability design yang sedang anda inspeksi
    3. Sebutkan setiap masalah yang anda temukan
    4. Periksa interface setidaknya dua kali
    5. Jangan membatasi diri anda pada 10 prinsip Jacob Nielsen

    Beberapa petunjuk agar Heuristic Evaluation:
    1.Gunakan lebih dari satu evaluator.
    2.Alternatif dengan melakukan User Testing.
    3.Tidak masalah untuk membantu evaluator ketika terjebak dalam interface yang membingungkan.

    Proses evaluasi Heuristic Evaluation yang formal :
    1.Training
    2.Evaluasi
    3.Severity Rating
    4.Tanya jawab

  19. Nama : Irvandi Pransena Hutapea
    NIM : 11419008
    Kelas : 42 TRPL 1

    Heuristic Evaluation adalah sebuah aturan dalam menguraikan prinsip prinsip UI yang efektif. Awalnya Heuristic Evaluation adalah proses pemeriksaan usabi;ity yang ditemukan Jacob Nelson.
    Langkah-langkah sederhana Heuristic Evaluation adalah:

    1. Evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh
    2. Menilai antarmuka berdasarkan Heuristic, dan
    3. Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen 4. Interface yang menyimpang dari Usability Heuristics.

    Terdapat 10 prinsip Heuristics Menurut Jakob Nielsen:

    1. Match the real world (L)
    2. Consistency & standards (L)
    3. Help & documentation (L)
    4. User control & freedom (S)
    5. Visibility of system status (S)
    6. Flexibility & efficiency (E)
    7. Error prevention (S)
    8. Recognition, not recall (S)
    9. Error reporting, diagnosis, and recovery (S)
    10. Aesthetic & minimalist design

  20. Nama : Mei Pane
    NIM : 11419006

    Heuristic evaluation merupakan aturan atau pedoman yang dilakukan oleh pakar usability dalam proses pemeriksaan usability dengan efektif.
    Dalam melakukan heuristic evaluation, ada beberapa pedoman usability yang dapat di terapkan dengan efektif yaitu 10 prinsip Nielsen, aturan Norman,prinsip Tonazzini, 8 Golden Rules Sheneiderman.

    Ada tiga langkah sederhana Heuristic evaluation yaitu:
    1. Pemeriksaan user interface secara menyeluruh oleh evaluator
    2. Melakukan penilaian user interface berdasarkan heuristic
    3. Membuat daftar masalah dari usability yang ditemukan

    Untuk melakukan heuristic, ada 4 cara mudah yang dilakukan yaitu:
    1. Evaluasi harus dilakukan berdasarkan aturan dari usability yang dipahami.
    2. Menyebutkan segala masalah yang ditemukan.
    3. Memeriksa user interface minimal dua kali
    4. Jangan hanya berpatokan pada 10 prinsip Nielsen

    Setelah melakukan heuristic, kita dapat menuliskannya hasilnya dengan baik. Selalu ingat siapa saja yang jadi audiens, menyebutkan komentar yang positif, menjadi bijaksana dan spesifik.

  21. Nama :Daniel Naibaho
    Nim:11419047

    Heuristik adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.
    Terdapat banyak pedoman untuk dipilih, bahkan terkadang setiap peneliti usability memiliki heuristiknya sendiri.
    Namun, sebagian besar pedoman ini tumpang tindih, seperti:
    • 10 prinsip Nielsen
    • Aturan Norman dari Design of Everyday Things
    • Prinsip Tognazzini
    • 8 golden rules Sheneiderman
    Heuristic dapat digunakan dalam 2 cara:
    • Pada waktu desain
    • Pada waktu heuristic evaluation

    Heuristic Evaluation adalah aktivitas menemukan masalah usability melalui inspeksi
    Langkah-langkah sederhana Heuristic Evaluation adalah:
    1.Evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh
    2.Menilai antarmuka berdasarkan Heuristic, dan
    3.Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen Interface yang menyimpang dari Usability Heuristics.

    Cara melakukan Heuristic Evaluation:
    1. Dalam evaluasi harus berdasarkan pada pedoman usability.
    2. Menyebutkan semua masalah yang ditemukan.
    3. Melakukan pemeriksaan interface setidaknya dua kali
    4. Jangan membatasi diri Anda pada 10 prinsip Nielsen

    Heuristic Evaluation berbeda dengan user testing karena evaluator juga bukan user, evaluator mungkin lebih mendekati user biasa dan . Seorang evaluator tahu lebih banyak tentang User Interface dan tentang Usability, sehingga tidak tepat disamakan dengan user

    Proses evaluasi formal :
    1.Training
    2.Evaluasi
    3.Severity Rating (Pemeringkatan Masalah)
    4.Tanya jawab

  22. Nama: Santo L Harianja
    Nim : 11419027

    Heuristic Evaluation
    Heuristic adalah adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.
    Heuristic dapat digunakan dalam dua cara, yaitu:
    1. Pada waktu desain, untuk membantu dalam memilih berbagai alternatif desain
    2 untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface.

    Langkah-langkah sederhana Heuristic Evaluation adalah:

    1.Evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh
    2.Menilai antarmuka berdasarkan Heuristic,
    3. Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan.

    Cara Melakukan Heuristic Evaluation:
    1. Anda harus menyatakan setiap masalah yang didata dengan mengacu pada sebuah Heuristic, dan menjelaskan bagaimana Heuristic dilanggar.
    2.Sebutkan setiap masalah yang Anda temukan.
    3.Periksa interface setidaknya dua kali
    4.Jangan membatasi diri Anda hanya pada 10 Usability Heuristics Jakob Nielsen.

  23. Nama:Thumphak Adhitio Aritonang
    NIM:11419035
    Kelas:42 TRPL 1

    Heuristic Evaluation adalah aktivitas menemukan masalah usability melalui inspeksi Dengan tujuan untuk menemukan masalah usability dan membantu menyelesaikannya.
    Langkah-langkah sederhana Heuristic Evaluation adalah:
    1.Evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh
    3.Menilai antarmuka berdasarkan Heuristic, dan
    4.Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen 5.Interface yang menyimpang dari Usability Heuristics.
    Dalam melakukan proses Evaluasi Evaluator-evaluator(Para pakar Usability) memiliki acuan atau deadline yaitu:
    1.10 Usability Heuristics (Jakob Nielsen)
    2.Aturan Norman dari Design of Everyday Things (Donald Norman)
    3.Prinsip Tognazzini (Bruce Tognazzini)
    4.8 Golden Rules (Ben Sheneiderman)
    Heuristic Dapat digunakan dalam 2 cara yaitu:
    1.Pada waktu desain.
    2.Pada waktu heurstic Evaluation.
    Langkah-langkah Sederhana dalam melakukan heuristic Evaluation
    1.Evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh
    2.Menilai antarmuka berdasarkan Heuristic, dan
    3.Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen Interface yang menyimpang dari Usability Heuristics
    Tahapan Formal dalam melakukan Evaluasi:
    1.Training
    2.Evaluasi
    3.Severity rating
    4.Tanya Jawab

    Penulisan Hasil Heuristic Yang baik
    1.Ingat Audiance.Aduance bukanlah developer yang mengerti bahasa-bahasa developer.Jadi gunakanlah bahsa yang mudah dimngerti dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
    2.Serakan komentar positif.Hal ini bertujuan suapaya evaluasi tidak menghilangkan hal-hal baik yang sudah di temukan pada Sistem yang sedang di evaluasi.
    3.Jadilah Bijaksana.Hal ini berkaitan dengan tata cara menyampaikan komentar kita harus bijak dalam membentuk bahasa dalam komentar.
    4.Pernyataan evaluasi ditulis dengan lebih spesifik

  24. Nama : Edwin Immanuel Damanik
    NIM : 11419011
    Kelas : 42 TRPL 1

    Heuristic evaluation atau usability guidelines adalah aturan yang menggunakan prinsip user interface (UI) yang efektif.

    Ada beberapa model Heuristic Evaluation yang dikemukakan oleh beberapa para ahli :
    1. 10 Prinsip Usability (Jakob Nielsen)
    2. Pedoman Desain (Don Norman)
    3. Prinsip Desain Interaksi (Bruce Tognazzini)
    4. 8 Golden Rules Ben Shneiderman)

    Heuristic dapat dilakukan dengan 2 cara :
    1. Pada waktu desain
    2. Pada waktu Heuristic Evaluation

    Heuristic evaluation adalah aktivitas menemukan masalah usability melalui konsep inspeksi
    Langkah langkah dalam heuristic evaluation :
    1. Evaluator memeriksa user interface suatu sistem secara menyeluruh.
    2. Menilai antar muka atau user interface berdasarkan prinsip Heuristic.
    3. Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen Interface yang menyimpang dari Usability Heuristics.

    Cara melakukan Heuristic Evaluation :
    1. Evaluasi anda harus berdasarkan pada Usability Guidelines yang diketahui.
    2. Sebutkan setiap masalah yang anda temukan.
    3. Periksa interface setidaknya 2 kali.
    4. Jangan membatasi diri anda hanya pada 10 usability heuristic Jakob Nielsen

    Petunjuk untuk Heuristic Evaluation yang lebih baik :
    1. Gunakan lebih dari satu evaluator
    2. Alternatif dengan melakukan User Testing
    3. Tidak masalah untuk membantu evaluator ketika mereka terjebak dalam interface yang membingungkan

  25. Heuristic evaluation adalah proses pemeriksaan usability terhadap user interface.
    Langkah-langkah sederhana heuristic evaluation adalah :
    1. Memeriksa user interface secara menyeluruh
    2. Menilai interface berdasarkan heuristic
    3. Membuat daftar masalah usability yang ditemukan.

    Heuristic evaluation berbeda dengan user testing. Heuristic evaluation dilakukan dengan mengevaluasi user interface oleh pakar usability. Sedangkan User testing dilakukan dengan melihat cara user berinteraksi dengan interface.
    Cara dalam melakukan heuristic evaluation :
    1. Evaluasi dilakukan berdasarkan usability guidelines yang dipahami.
    2. Menyertakan semua masalah yang ditemukan secara terpisah.
    3. Memeriksa interface setidaknya dua kali.
    4. Tidak hanya berpatokan pada satu prinsip heuristic.

  26. Nama : Dwiky Sitorus
    NIM : 11419004
    Kelas : 42TRPL1

    Heuristic evaluation adalah proses pemeriksaan usability terhadap user interface. Heuristic evaluation dilakukan oleh pakar usability. Langkah-langkah sederhana heuristic evaluation adalah :
    1. Memeriksa user interface secara menyeluruh
    2. Menilai interface berdasarkan heuristic
    3. Membuat daftar masalah usability yang ditemukan.

    Heuristic evaluation berbeda dengan user testing. Heuristic evaluation dilakukan dengan mengevaluasi user interface oleh pakar usability. Sedangkan User testing dilakukan dengan melihat cara user berinteraksi dengan interface.
    Cara dalam melakukan heuristic evaluation :
    1. Evaluasi dilakukan berdasarkan usability guidelines yang dipahami.
    2. Menyertakan semua masalah yang ditemukan secara terpisah.
    3. Memeriksa interface setidaknya dua kali.
    4. Tidak hanya berpatokan pada satu prinsip heuristic.

  27. Nama : Lastri Rohani Nababan
    NIM : 11419060
    Kelas : 42 TRPL 2

    Heuristic atau usability guidelines adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.
    Pemeriksaan atau inspeksi pada heuristic evaluation dilakukan oleh pakar usability atau disebut dengan Usability Expert.

    Langkah-langkah sederhana heuristic evaluation adalah :
    1. Memeriksa user interface secara menyeluruh
    2. Menilai interface berdasarkan heuristic
    3. Membuat daftar masalah usability yang ditemukan.

    Heuristic evaluation itu berbeda dengan user testing, heuristic evaluation adalah salah satu cara untuk mengevaluasi user interface, sedangkan user testing yaitu melihat user berinteraksi dengan interface adalah cara yang lain.
    Heuristic Evaluation bukan lah, karena heuristic evaluation untuk mengevaluasi user interface oleh pakar usability.

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Heuristic Evaluation ini adalah :
    1. Evaluasi dilakukan berdasarkan pada usability guidelines yang dimengerti
    2. Evaluasi yang disampaikan harus menggunakan bahasa yang jelas dan menyangkut usability design yang sedang diamati.
    3.Menjelaskan setiap masalah yang ditemukan dan setelah itu, periksa interface setidaknya dua kali
    4. Tidak berpedoman hanya pada 10 prinsip Jacob Nielsen

  28. Nama : Ares J. M. Pardosi
    NIM : 11419062
    Kelas : 42TRPL2

    HEURISTIC EVALUATION

    Heuristic atau pedoman usability adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.
    Heuristic dapat dilakukan dalam 2 cara :
    – Pada waktu desain ( untuk membantu kita dalam memilih berbagai alternative desain)
    – Pada waktu heuristic evaluation ( unutk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface)
    Heuristic evaluation adalah metode penilaian suatu produk untuk menemukan masalah usability.heuristic eveluatio adalah metode inspeksi, hal ini dilakuakn oleh pakar usability atau seorang yang menetahui dan memahami heuristic dan telah memikirkan serta mengguakan banyak interface.

    Cara melakukan heuristic evaluation adalah sebagai berikut :
    1. Evaluator memeriksa user interface
    2. Menilai UI berdasarkan heuristik, dan
    3. Membuat daftar masalah usability yang ditemukan

    Petunjuk untuk Heuristic Evaluation yang lebih baik yaitu :
    1. Gunakan lebih dari satu evaluator
    2. Akternatif dengan melakukan User Testing
    3. Tidak masalah untuk membantu evaluator ketika mereka terjebak dalam interface yang membingungkan

    Cara menulis heuristic evaluation yang baik antara lain :
    – kita harus mengingat audiens, dimana kita mencoba berkomunikasi dengan developer.
    – Dalam menulis heuristic evaluation, kita harus menyertakan komentar positif
    – Jadilah bijaksana
    – Lebih spesifik

  29. Nama : Tantri H.Silaen
    NIM : 11419059
    Kelas : 42 TRPL 2

    Heuristic, atau usability guidelines, adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.Dengan tujuan untuk menemukan masalah usability dengan inspeksi.Pemeriksaan atau inspeksi pada Heuristic Evaluation dilakukan oleh pakar usability (usability expert) — seseorang yang mengetahui dan memahami Heuristic dan telah memikirkan serta menggunakan banyak interface.

    Berikut langkah-langkah sederhana Heuristic Evaluation adalah:
    1.Evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh
    2.Menilai antarmuka berdasarkan Heuristic, dan
    3.Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen Interface yang menyimpang dari Usability Heuristics.

    Terdapat beberapa guidlene yang dapat digunakan seperti:
    1.10 Usability Heuristics (Jakob Nielsen)
    2.Aturan Norman dari Design of Everyday Things (Donald Norman)
    3.Prinsip Tognazzini (Bruce Tognazzini)
    4.8 Golden Rules (Ben Sheneiderman)

    Terdapat 10 poin prinsip heuristic oleh Jacob Nielsen:
    1.Match the real world (L)
    2.Consistency & standards (L)
    3.Help & documentation (L)
    4.User control & freedom (S)
    5.Visibility of system status (S)
    6.Flexibility & efficiency (E)
    7.Error prevention (S)
    8.Recognition, not recall (S)
    9.Error reporting, diagnosis, and recovery (S)
    10.Aesthetic & minimalist design

  30. Nama : John Ryan Siallagan
    NIM : 11419013
    Kelas : 42TRPL1

    Heuristic Evaluation, adalah kegiatan evaluasi user interface (UI), yang dapat membantu dalam identifikasi masalah-masalah yang terdapat pada usability UI sebuah perangkat lunak.

    Heuristic dapt digunakan dalam cara, pada saat desain atau pada saat heuristic evaluation.

    Perbedaan Heuristic Evaluation dengan user testing terletak pada evaluator bukanlah, evaluator mungkin lebih mendekati user biasa dan evaluator heuristic yang baik akan mencoba berpikir seperti user biasa.

    Model prinsip Heuristic Evaluation yang dapat digunakan yaitu:
    – 10 prinsip usability heuristic dari Jakob Nielsen
    – 8 golden rules untuk desain UI oleh Ben Sheneiderman
    – Aturan Norman dari Design of Everyday Things oleh Donald Norman
    – Prinsip Toggazzini oleh Bruce Toggazzini

    Petunjuk agar Heuristic evaluation dapat dilakukan dengan baik yaitu:
    – Gunakan lebih dari satu evaluator
    – Alternatif dengan melakukan user testing
    – Tidak masalah untuk membantu evaluator ketika mereka terjebak dalam interface yang membingungkan.

    Proses dalam melakukan Heuristic Evaluation yaitu:
    – Mendefinisikan Masalah
    – Kenali kepentingan User
    – Tentukan Heuristics yang digunakan
    – Menyusun Tahapan Evaluasi
    – Meringkas dan menganalisa hasil evaluasi

  31. Nama : Febryanti Melati
    NIM : 11419061
    Kelas : 42TRPL2

    Heuristic atau usability guidelines adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.
    Pemeriksaan atau inspeksi pada heuristic evaluation dilakukan oleh pakar usability atau disebut dengan Usability Expert.

    Langkah-langkah sederhana heuristic evaluation adalah :
    1. Memeriksa user interface secara menyeluruh
    2. Menilai interface berdasarkan heuristic
    3. Membuat daftar masalah usability yang ditemukan.

    Heuristic evaluation itu berbeda dengan user testing, heuristic evaluation adalah salah satu cara untuk mengevaluasi user interface, sedangkan user testing yaitu melihat user berinteraksi dengan interface adalah cara yang lain.

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Heuristic Evaluation ini adalah :
    1. Evaluasi dilakukan berdasarkan pada usability guidelines yang dimengerti
    2. Evaluasi yang disampaikan harus merupakan bahasa yang jelas dan menyangkut usability design yang sedang diamati.
    3. Jelaskan setiap masalah yang ditemukan periksa interface setidaknya dua kali
    4. Jangan berpedoman hanya pada 10 prinsip Jacob Nielsen

  32. Nama : Hotnida Siagian
    NIM : 11419023
    Kelas : 42TRPL1

    Heuristic Evaluation (evaluasi heuristik) adalah metode penilaian kegunaan suatu produk digital yang bertujuan untuk memperbagus user experience. Proses ini dilakukan oleh ahli/evaluator UI/UX dengan upaya mendeteksi masalah yang ada pada fungsionalitas produk.
    Heuristic Evaluation dapat dilakukan pada tahap apapun sepanjang proses desain interface.
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Heuristic Evaluation adalah :
    1. Evaluasi dilakukan berdasarkan pada usability guidelines yang dimengerti
    2. Evaluasi yang disampaikan harus merupakan bahasa yang jelas dan menyangkut usability design yang sedang diamati.
    3. Jelaskan setiap masalah yang ditemukan periksa interface setidaknya dua kali
    4. Jangan berpedoman hanya pada 10 prinsip Jacob Nielsen
    Proses Heuristic Evaluation :
    -Mendefinisikan Masalah
    -Kenali kepentingan User
    -Tentukan Heuristics yang digunakan
    -Menyusun Tahapan Evaluasi
    -Meringkas dan menganalisa hasil evaluasi
    Ada beberapa model prinsip Heuristic Evaluation yang dibuat para ahli yaitu:
    1. 8 golden rules untuk desain UI oleh Ben Sheneiderman.
    2. Aturan Norman dari Design of Everyday Things oleh Donald Norman .
    3. 10 prinsip usability heuristic dari Jakob Nielsen .
    4. Prinsip Toggazzini oleh Bruce Toggazzini .

  33. Nama : Arijona Purba
    NIM : 11419034
    Kelas : 42TRPL1

    Heuristic Evaluation (evaluasi heuristik) adalah metode penilaian kegunaan suatu produk digital yang bertujuan untuk memperbagus user experience.Proses ini dilakukan oleh ahli/evaluator UI/UX dengan upaya mendeteksi masalah yang ada pada fungsionalitas produk.

    10 Heuristics oleh Jakob Nielsen:

    1. Match the real world
    2. Consistency & standards
    3. Help & documentation
    4. User control & freedom
    5. Visibility of system status
    6. Flexibility & efficiency
    7. Error prevention
    8. Recognition, not recall
    9. Error reporting, diagnosis, and recovery
    10. Aesthetic & minimalist design

    Langkah langkah dalam melakukan heuristic evaluation
    1. Kenali Kepentingan User
    Tujuan utama dari proses ini adalah membuat produk yang ramah digunakan oleh user.
    2. Tentukan Heuristics yang Digunakan
    Jabarkan prinsip-prinsip desain yang akan menjadi tolak ukur bagi para evaluator.
    3. Definisikan Batasan Masalah
    Lakukan evaluasi sesuai kebutuhan atau masalah yang ada.
    4. Susun Tahapan Evaluasi
    Bersama para evaluator, diskusikan bagaimana dan sejauh apa produk akan ditinjau.
    5. Ringkaskan dan Analisa Hasil
    Di akhir proses, masing-masing evaluator akan menyerahkan observasi yang sudah dilakukan secara individu

  34. Nama: Anjelina Sihombing
    NIM : 11419063
    Kelas : 41 TRPL 2

    Heuristic atau usability guidelines adalah aturan yang menggunakan prinsip prinsip user interface yang efektif.

    Heuristic dapat digunakan dalam 2 cara yaitu:
    1. Pada waktu desain, untuk memilih dari bagian alternatif desain
    2. Pada waktu heuristic evaluation, untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface

    Cara melakukan heuristic evaluation
    1. evaluator memeriksa user interface
    2. menilai user interface berdasarkan heuristic
    3. Membuat daftar masalah usability yang di temukan.

    Format laporan yang disarankan
    – masalah
    -heuristic
    -deskripsi
    -severity
    -rekomendasi (jika ada)
    – screenshot (jika membantu)

  35. Nama : Jerry Andrianto Pangaribuan
    NIM : 11419046
    Kelas : 42TRPL2

    Heuristic Evaluation adalah sebuah metode yang digunakan untuk melakukan evaluasi dalam sisi usability user interface atau antar muka perangkat lunak. Sehingga dapat membantu mengidentifikasi masalah-masalah yang terdapat pada usability UI sebuah perangkat lunak.

    Terdapat beberapa model prinsip Heuristic Evaluation yang digunakan para ahli.
    1. 10 Usability Heuristic – Jacob Nielsen
    2. Aturan Norman dari Design of Everyday Things – Donald Norman
    3. Prinsip Tognazzini – Bruce Tognazzini
    4. 8 Golden Rules – Ben Sheneiderman

    Berikut adalah Langkah-langkah sederhana Heuristic Evaluation.
    1. Evaluator memeriksa user interface suatu sistem secara menyeluruh.
    2.Menilai antar muka atau user interface berdasarkan prinsip Heuristic.
    3.Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen Interface yang menyimpang dari Usability Heuristics.

  36. Nama : Riris Lasmarito Malau
    Nim : 11419022
    Kelas : 42 TRPL 1

    Heuristic, atau usability guidelines adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.
    Heuristic dapat digunakan dalam dua cara, yaitu:
    1. Pada waktu desain, untuk membantu dalam memilih dari berbagai alternatif desain.
    2. Pada waktu Heuristic Evaluation, membantu untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface.

    Langkah-langkah sederhana Heuristic Evaluation adalah:
    1. Evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh.
    2. Menilai antarmuka berdasarkan Heuristic dan
    3. Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen Interface yang menyimpang dari Usability Heuristics.

    petunjuk yang dapat kita lakukan agar Heuristic Evaluation dilakukan denga baik:
    1. Gunakan lebih dari satu evaluator.
    Jakob Nielsen merekomendasikan 3-5 evaluator, sebagai jumlah orang yang bisa menguntungkan secara biaya.
    2. Alternatif dengan melakukan User Testing.
    Untuk mendapatkan hasil maksimal dari Heuristic Evaluatio adalah dengan bergantian melakukan User Testing dalam fase berikutnya pada siklus desain iterative.
    3. Tidak maslah untuk membantu evaluator ketika mereka terjebak dalam interface yang membingungkan.

  37. Nama : Yonatan A.P.L Tobing
    Kelas : 42 TRPL-2
    NIM : 11419038

    Heuristic evaluation atau usability guidelines adalah aturan yang menggunakan prinsip user interface (UI) yang efektif.
    Heuristic bisa digunakan dengan 2 cara :
    1. Pada waktu desain
    2. Pada waktu heuristic evaluation

    Model-model Heuristic Evaluation yang dikemukakan oleh beberapa para ahli :
    1. 10 Prinsip Usability Jakob Nielsen
    2. Pedoman Desain Don Norman
    3. Prinsip Desain Interaksi Bruce Tognazzini
    4. 8 Golden Rules Ben Shneiderman

    Berikut adalah Langkah-langkah sederhana Heuristic Evaluation:
    1. Evaluator memeriksa user interface suatu sistem secara menyeluruh.
    2.Menilai antar muka atau user interface berdasarkan prinsip Heuristic.
    3.Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen Interface yang menyimpang dari Usability Heuristics.

    Proses Evaluasi Formal :
    – Training
    – Evaluasi
    – Severity Rating
    – Tanya Jawab

  38. Nama : Zico Andreas Aritonang
    Kelas : 42TRPL2
    NIM : 11419049

    Heuristic adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.
    Heuristic Evaluation bukan(tidak sama) user Testing
    Heuristic Evaluation dilakukan oleh evaluator dan berbeda dengan user biasa. Sedangkan user testing langsung dilakukan oleh user sebenarnya yang berinteraksi dengan antarmuka.

    4 guideline usability heuristic :
    1. 10 Usability Heuristics (Jakob Nielsen)
    2. Aturan Norman dari Design of Everyday Things (Donald Norman)
    3. Prinsip Tognazzini (Bruce Tognazzini)
    4. 8 Golden Rules (Ben Sheneiderman)

    Heuristic dapat digunakan dalam dua cara, yaitu:

    1. Pada waktu desain, untuk membantu Anda memilih dari berbagai alternatif desain;
    2. Pada waktu Heuristic Evaluation, untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface.

    Langkah-langkah melakukan Heuristic Evaluation:
    1. Evaluator memeriksa user interface
    2. Menilai user interface berdasarkan heuristic
    3. Membuat daftar masalah heuristic yang ditemukan

  39. Nama : Yohana Sihombing
    Nim : 11419055
    Kelas : 42 TRPL 2

    1.Heuristic atau Usability Guidelines
    Adalah aturan menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif yang akan digunakan sebagai acuan untuk mengevaluasi design interface.Tujuan untuk mengetahui kualitas user interface yang dibangun apakah sudah memenuhi prinsip pedoman usability jika kualitasnya belum baik maka akan dilakukan perbaikan kembali

    2.Defenisi Heuristic Evaluation
    Proses pemeriksaan usability yang ditemukan oleh Jacob Nilsen,sederhananya aktivitas menemukan masalah-masalah usability melalui konsep inspeksi.

    Heuristic Evaluation tidak sama dengan user testing

    3.Cara melakukan Heuristic Evaluation
    -Heuristic harus dilakukan berdasarkan pada pedoman usability yang diketahui
    -Menyebutkan setiap masalah yang ditemukan
    -Periksa interface setidaknya 2 kali
    -Jangan membatasi diri pada prinsip Nilsen

    4.Petunjuk untuk Heuristic Evaluation yang lebih baik
    -Gunakan lebih dari 1 evaluator
    -Lengkapi pengujian dengan membantu alternatif yaitu melakukan user testing
    -Tidak masalah untuk membantu evaluator ketika mereka terjebak dalam intercase yang membingungkan

    5.Proses Evaluasi Formal
    -Training
    -Evaluasi
    -Severity Rating
    -Tanya Jawab

    6.Menulis Heuristic Evaluation yang baik
    -Ingat audience
    -Sertakan komentar positif
    -Bijaksana dalam menuliskan pernyataan
    -Pernyataan evaluasi ditulis lebih spesifik

    7.Format Laporan Heuristic
    -Masalah yang ditemukan
    -Masalah termasuk dalam Heuristic yang mana
    -Deskripsi
    -Tingkat masalah
    -Rekomendasi
    -Screenshoot

    Terimakasih bu

  40. Nama : Lilis Marito Pardosi
    NIM : 11419015
    Kelas : 42TRPL1

    Heuristic Evaluation adalah proses pemeriksaan usability yang awalnya ditemukan oleh Jacob Nielsen. Heuristic atau usability guidelines ini merupakan aturan yang menguraikan prinsip – prinsip user interface yang efektif dan tujuan melakukan Heuristic Evaluation ialah untuk menemukan masalah Usability melalui konsep inspeksi. Langkah-langkah sederhana Heuristic Evaluation:
    1. Evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh
    2. Menilai antarmuka berdasarkan Heuristic
    3. Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen interface yang menyimpang dari Usability Heuristic.
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Heuristic Evaluation ini adalah :
    1. Evaluasi harus dilakukan berdasarkan pada usability guidelines yang diketahui
    2. Pernyataan yang disampaikan harus merupakan kalimat yang jelas maksudnya dan menyangkut usability design yang sedang anda inspeksi
    3. Sebutkan setiap masalah yang anda temukan
    4. Periksa interface setidaknya dua kali
    5. Jangan membatasi diri anda pada 10 prinsip Jacob Nielsen.
    Heuristic Evaluation tidak sama dengan user testing karena evaluator bukanlah user dan evaluator heuristic yang baik akan mencoba berpikir seperti user biasa.

  41. Nama : Andree Panjaitan
    NIM : 11419014
    Kelas : 42TRPL 1

    Heuristic dapat digunakan dalam dua cara, yaitu:
    1. Pada waktu desain, untuk membantu Anda memilih dari berbagai alternatif desain;
    2. Pada waktu Heuristic Evaluation, untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface.

    Ada 4 Guideliness yang familiar digunakan yaitu:
    1. 10 Usability Heuristics oleh Jakob Nielsen,
    2. Pedoman desain oleh Norman,
    3. Prinsip Bruce Tognazzini,
    4. 8 Golden Rules Ben Sheneiderman

    Heuristic evaluation tidak sama dengan user testing.
    Heuristic Evaluation dilakukan oleh evaluator dan berbeda dengan user biasa. Sedangkan user testing langsung dilakukan oleh user sebenarnya yang berinteraksi dengan antarmuka.

    10 Heuristics oleh Jakob Nielsen:
    1. Match the real world
    2. Consistency & standards
    3. Help & documentation
    4. User control & freedom
    5. Visibility of system status
    6. Flexibility & efficiency
    7. Error prevention
    8. Recognition, not recall
    9. Error reporting, diagnosis, and recovery
    10. Aesthetic & minimalist design

  42. Nama : Daniel A.C Simamora
    Nim : 11419001

    Heuristic (usability guidelines) adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip
    user interface yang efektif
    Terdapat banyak pilihan guideline yang bisa digunakan, bahkan terkadang setiap
    peneliti usability memiliki heuristic-nya sendiri diantaranya :
    *10 Usability Heuristics (Jakob Nielsen)
    *Aturan Norman dari Design of Everyday Things (Donald Norman)
    *Prinsip Tognazzini (Bruce Tognazzini)
    *8 Golden Rules (Ben Sheneiderman)
    Heuristic dapat digunakan dalam dua cara, yaitu:
    1.Pada waktu desain, untuk membantu Anda memilih dari berbagai alternatif desain;
    2.Pada waktu Heuristic Evaluation, untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam
    interface.
    Langkah-langkah sederhana Heuristic Evaluation adalah:
    1.Evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh
    2.Menilai antarmuka berdasarkan Heuristic, dan
    3.Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing
    elemen Interface yang menyimpang dari Usability Heuristics.
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Heuristic Evaluation adalah:
    1.Evaluasi Anda harus berdasarkan pada Usability Guidelines yang diketahui
    2.Sebutkan setiap masalah yang Anda temukan
    3.Periksa interface setidaknya dua kali
    4.Jangan membatasi diri Anda hanya pada 10 Usability Heuristics Jakob Nielsen

  43. nama : cyntia evelin simamora
    nim : 11419065
    kelas : D42TRPL2

    Heuristic atau peddoman usability merupakan aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif. Dimana prinsip-prinsip itu akan menjadi pedoman untuk mengacu evaluasi user interface.

    method-method heuristic diantaranya,

    1. 10 prinsip Nielsen
    2. Aturan Norman dari Design of Everyday Things
    3. Prinsip Tognazzini
    4. 8 golden rules Sheneiderman.

    Cara melakukan Heuristic Evaluation:
    1. Dalam evaluasi harus berdasarkan pada pedoman usability.
    2. Menyebutkan semua masalah yang ditemukan.
    3. Melakukan pemeriksaan interface setidaknya dua kali
    4. Jangan membatasi diri Anda pada 10 prinsip Nielsen

  44. Nama : Daniel A.C Simamora
    Nim : 11419001

    Heuristic (usability guidelines) adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif Terdapat banyak pilihan guideline yang bisa digunakan, bahkan terkadang setiap.
    peneliti usability memiliki heuristic-nya sendiri diantaranya :
    *10 Usability Heuristics (Jakob Nielsen)
    *Aturan Norman dari Design of Everyday Things (Donald Norman)
    *Prinsip Tognazzini (Bruce Tognazzini)
    *8 Golden Rules (Ben Sheneiderman)
    Heuristic dapat digunakan dalam dua cara, yaitu:
    1.Pada waktu desain, untuk membantu Anda memilih dari berbagai alternatif desain
    2.Pada waktu Heuristic Evaluation, untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface.
    Langkah-langkah sederhana Heuristic Evaluation adalah:
    1.Evaluator memeriksa User Interface secara menyeluruh
    2.Menilai antarmuka berdasarkan Heuristic, dan
    3.Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen Interface yang menyimpang dari Usability Heuristics.
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Heuristic Evaluation adalah:
    1.Evaluasi Anda harus berdasarkan pada Usability Guidelines yang diketahui
    2.Sebutkan setiap masalah yang Anda temukan
    3.Periksa interface setidaknya dua kali
    4.Jangan membatasi diri Anda hanya pada 10 Usability Heuristics Jakob Nielsen

  45. Nama : Darwin Sibarani
    NIM : 11419029
    Kelas : 42TRPL1

    Heuristic evaluation adalah proses pemeriksaan usability yang awalnya ditemukan oleh Jakob Nielsen.
    Heuristic bisa digunakan dengan 2 cara :
    1. Pada waktu desain
    2. Pada waktu heuristic evaluation

    Ada beberapa model Heuristic Evaluation yang dikemukakan oleh beberapa para ahli :
    1. 10 Prinsip Usability Jakob Nielsen
    2. Pedoman Desain Don Norman
    3. Prinsip Desain Interaksi Bruce Tognazzini
    4. 8 Golden Rules Ben Shneiderman

    Heuristic evaluation adalah aktivitas menemukan masalah usability melalui konsep inspeksi
    Langkah langkah dalam heuristic evaluation :
    1. Evaluator memeriksa user interface suatu sistem secara menyeluruh.
    2. Menilai antar muka atau user interface berdasarkan prinsip Heuristic.
    3. Membuat daftar masalah Heuristic yang ditemukan, yaitu masing-masing elemen Interface yang menyimpang dari Usability Heuristics.

  46. Nama : Samuel Halomoan Manalu
    NIM : 11419041
    Kelas : 42TRPL2

    Heuristic adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.
    Heuristic Evaluation bukan User Testing

    4 Usability GuideLines
    1. 10 Prinsip Usability Heuristics (Jakob Nielsen)
    2. Aturan Norman dari Design of Everyday Things (Donald Norman)
    3. Prinsip Tognazzini (Bruce Tognazzini)
    4. 8 Golden Rules (Ben Sheneiderman)

    Heuristic dapat digunakan dalam dua cara, yaitu:

    1. Pada waktu desain
    2. Pada waktu Heuristic Evaluation, untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface.

    Langkah-langkah melakukan Heuristic Evaluation:

    1. Evaluator memeriksa user interface
    2. Menilai user interface berdasarkan heuristic
    3. Membuat daftar masalah heuristic yang ditemukan

    Hasil Heuristic Evaluation dituangkan di dalam sebuah laporan yang tujuannya merepresentasikan detail masalah di dalam produk yang ditemukan dan bagaimana hal tersebut akan ditangani.

  47. 11419005 Michael Joseph Christian Situmorang says:

    Heuristic Evaluation adalah proses untuk mengoreksi user interface agar sesuai dengan kaidah usability yang berlaku.

    Pedoman desain yang diusulkan oleh Don Norman, yaitu:
    -Affordances
    -Natural mapping
    -Visibility
    -Feedback

    Ada 4 proses evaluasi formal, yaitu:
    -Training
    -Evaluasi
    -Severity Rating (Pemeringkatan Permasalahan)
    -Tanya jawab (Debriefing)

    16 prinsip dari Bruce Tognazzini: Anticipation, Autonomy Color blindness, Consistency, Defaults, Efficiency, Explorable interfaces, Fitts’ Law, Human interface objects, Latency reduction, Learnability, Metaphors, Protect users’ work, Readability, Track state, Visible navigation.

    1. 11419005 Michael Joseph Christian Situmorang says:

      Nama: Michael Situmorang
      NIM: 11419005

  48. SAHAT HUTAURUK
    11419010/42TRPL1

    *Heuristic adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.

    *Model prinsip Heuristic Evaluation
    –10 jacob nielsen usability heuristic
    –Tognazzini principles
    –Don norman principles of interaction design
    –Sheneiderman 8 golden rules
    *Heuristic digunakan dalam 2 cara:

    –Pada waktu desain, untuk membantu memilih dari berbagai alternatif desain
    –Pada waktu heuristic evaluation, untuk menemukan dan memperbaiki masalah dalam interface

    *Langkah-langkah melakukan Heuristic Evaluation:
    –Evaluator secara menyeluruh memeriksa user interface
    –Menilai user interface berdasarkan heuristic
    –Membuat daftar masalah usability yang ditemukan

    *Heuristic evaluation berbeda dengan user testing.
    Heuristic evaluation dilakukan dengan mengevaluasi user interface oleh pakar usability, sedangkan User testing dilakukan dengan melihat cara user berinteraksi dengan interface.

  49. Nama : Denny Abraham Sinaga
    NIM : 11419036
    Kelas : 42TRPL2

    Heuristic evaluation adalah metode inspeksi untuk mengidentifikasi masalah dan mengevaluasi setiap produk yang berhubungan dengan user interface yang bertujuan meningkatkan usability dari suatu produk dengan mengikuti pedoman yang ada.

    Heuristic dapat dilakukan pada masa desain dan masa heuristic evaluation yang dimana heuristic dihubungkan dengan prinsip-prinsip Usability untuk mendefinisikan kriteria evaluasi.

    Ada 4 Guideliness yang familiar digunakan yaitu:
    1. 10 Usability Heuristics oleh Jakob Nielsen,
    2. Pedoman desain oleh Norman,
    3. Prinsip Bruce Tognazzini,
    4. 8 Golden Rules Ben Sheneiderman

    Heuristic evaluation tidak sama dengan user testing.
    Heuristic Evaluation dilakukan oleh evaluator dan berbeda dengan user biasa. Sedangkan user testing langsung dilakukan oleh user sebenarnya yang berinteraksi dengan antarmuka.

    Letak perbedaan mereka adalah dalam kompetensi keilmuan yang dimiliki masing-masing. Perbedaan lainnya adalah evaluator dalam heuristic evaluation hanya dapat memprediksi kemungkinan masalah yang ada dalam sebuah interface sedangkan dalam user testing interface itu bermasalah jika user memiliki dan mengalami masalah dengan interface melalui interaksi antar keduanya.

    Langkah-langkah melakukan Heuristic Evaluation:
    1. Evaluator memeriksa user interface
    2. Menilai user interface berdasarkan heuristic
    3. Membuat daftar masalah heuristic yang ditemukan

    Hasil Heuristic Evaluation dituangkan di dalam sebuah laporan yang tujuannya merepresentasikan detail masalah di dalam produk yang ditemukan dan bagaimana hal tersebut akan ditangani.

  50. Nama : Sarah O.Y Simorangkir
    NIM : 11419017
    KELAS: 42TRPL1

    Heuristic evaluation adalah metode yang digunakan untuk evaluasi pada aspek usability user interface. hal ini bisa dilakukan untuk mengidentiikasi masalah yang perlu diperbaiki pada aplikasi.
    Terdapat pilihan yang dapat digunakan adalah :
    1. 10 Prinsip Usability oleh Jacob Nielsen= yang diterapkan pada perkuliahan
    2. Pedoman Desain Oleh Don Norman
    3. Prinsip Desain Interaksi Oleh Bruce Tognazzini
    4. 8 Golden Rules oleh Ben Scheneiderman

    Langkah dalam melakukan evaluasi adalah sebagai berikut :
    -Evaluator memeriksa setiap UI secara menyeluruh
    -menyesuaikan UI pada setiap aspek heuristic evaluation
    -menemukan temuan-temuan negatif, dan memberikan rekomendasi solusi

    dalam melakukan evaluasi:
    1. menggunakan lebih dari satu evaluator, bisa juga alternatif menggunakan user testing
    2. evaluator dapat dibantu ketika terjebak dalam UI yang membingungkan.

    Langkah evaluasi:
    1. Training
    2. Evaluasi
    3. Severity Rating
    4. Tanya Jawab

  51. Nama : Kevin Johanes Pakpahan
    NIM : 11419045
    Kelas : 42 TRPL 2

    Heuristic evaluation merupakan prinsip atau cara yang digunakan untuk mengevaluasi interaksi dan antarmuka sebuah sistem atau aplikasi.
    Adapun method method heuristic diantaranya,
    1. 10 prinsip Nielsen
    2. Aturan Norman dari Design of Everyday Things
    3. Prinsip Tognazzini
    4. 8 golden rules Sheneiderman.

    Heuristic evaluation berbeda dengan user testing. Heuristic evaluation dilakukan dengan mengevaluasi user interface oleh pakar usability.Langkah Sederhana Heuristic Evaluation :
    1. Evaluator memeriksa user interface secara menyeluruh
    2. Menilai user interface berdasarkan heuristik atau usability guidelines
    3. Membuat daftar masalah dari usability yang ditemukan

  52. Nama : Nathan F L Tobing
    Kelas : 42TRPL1
    NIM : 11419003

    Heuristic merupakan aturan yang menguraikan prinsip – prinsip user interface yang efektif.

    Heuristic Evaluation bukan User Testing

    Heuristic dapat dilakukan dengan dua cara :

    1. Pada waktu desain

    2. Pada waktu Heuristic Evaluation, untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface.

    4 Usability Guideliness :

    1. 10 Prinsip Usability Heuristics – Jakob Nielsen

    2. Aturan Norman dari Design of Everyday Things – Donald Norman

    3. Prinsip Tognazzini – Bruce Tognazzini

    4. 8 Golden Rules – Ben Sheneiderman

    Langkah – langkah melakukan Heuristic Evaluation:

    1. Evaluator memeriksa user interface

    2. Menilai user interface berdasarkan heuristic

    3. Membuat daftar masalah heuristic yang ditemukan

  53. Nama : Daniel A.C Simamora
    Nim : 11419001
    Kelas : 42 TRPL 1

    Heuristic (usability guidelines) adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip
    user interface yang efektif

    Terdapat banyak pilihan guideline yang bisa digunakan, bahkan terkadang setiap
    peneliti usability memiliki heuristic-nya sendiri diantaranya :
    *10 Usability Heuristics (Jakob Nielsen)
    *Aturan Norman dari Design of Everyday Things
    *Prinsip Tognazzini
    *8 Golden Rules Sheneiderman

    Usability Guidelines atau heuristic dapat digunakan dalam 2 cara:
    *Pada waktu desain
    Tujuan => Membantu untuk memilih berbagai alternatif desain
    *Pada waktu heuristic evaluation
    Tujuan => menemukan atau membenarkan masalah yang terjadi di user interface yang dirancang

    Langkah sederhana Heuristic Evaluation
    1.Evaluator memeriksa user interface
    2.menilai user interface berdasarkan heuristic
    3.membuat daftar masalah usability yang ditemukan

  54. Nama : Daniel Napitupulu
    NIM : 11419044

    Heuristic evaluation adalah proses pemeriksaan usubility yang dilakukan oleh pakar usubility.
    Langkah-langkah sederhana heuristic evaluation adalah :
    1. Memeriksa user interface secara menyeluruh.
    2. Menilai interface berdasarkan heuristic .
    3. Membuat daftar masalah usability yang ditemukan.

    Model prinsip Heuristic Evaluation yang dibuat para ahli yaitu:
    1. 8 golden rules( desain UI )oleh Ben Sheneiderman.
    2. Aturan Norman (Design of Everyday Things ) oleh Donald Norman.
    3. 10 prinsip usability heuristic dari Jakob Nielsen.
    4. Prinsip Toggazzini oleh Bruce Toggazzini.

  55. Nama : Timothy
    Kelas : 42TRPL2
    NIM : 11419053
    Heuristic Evaluation
    Definisi : Aturan yang menguraikan prinsip prinsip user interface yang efektif
    Tujuan : Untuk mengetahui kualitas User Interface yang dibangun ,apakah sudah
    memenuhi konsep Heuristic.

    Usability Guidelines atau Heuristic dapat digunakan dalam 2 Cara:
    -Pada Waktu Desain(Membantu dalam memilih alternatif desain)
    -Heuristic Evaluation(Menemukan atau membenarkan masalah yang terjadi di user interface yang dirancang)

    Langkah sederhana Heuristic Evaluation :
    -Evaluation memeriksa User Interface
    -Menilai User Interface berdasarkan heuristic
    -Membuat daftar masalah Usability yang ditemukan

    Perbedaan Heuristic Evaluation dan User Testing:
    *Heuristic Evaluation(Cara untuk mengevaluasi User Interface)
    *User Testing(Melihat User berinteraksi dengan Interface)

    Cara melakukan Heuristic Evaluation:
    -Evaluasi harus berdasarkan pada pedoman Usability yang diketahui
    -Menyebutkan setiap masalah yang diketahui
    -Memeriksa interface setidaknya 2 kali
    -Jangan membatasi diri pada prinsip Nielsen

    Petunjuk Heuristic Evaluation yang baik
    -Gunakan lebih dari 1 Evaluator
    -Lengkapi pengujian dengan membuat alternatif dengan melakukan User testing

  56. Nama : Jovan Imanuel Sigalingging
    Kelas : 42 TRPL 1
    NIM : 11419021

    Heuristic adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.
    Heuristic Evaluation bukan(tidak sama) user Testing
    Heuristic Evaluation dilakukan oleh evaluator dan berbeda dengan user biasa. Sedangkan user testing langsung dilakukan oleh user sebenarnya yang berinteraksi dengan antarmuka.

    4 guideline usability heuristic :
    • 10 Usability Heuristics (Jakob Nielsen)
    • Aturan Norman dari Design of Everyday Things (Donald Norman)
    • Prinsip Tognazzini (Bruce Tognazzini)
    • 8 Golden Rules (Ben Sheneiderman)

    Heuristic dapat digunakan dalam dua cara, yaitu:

    • Pada waktu desain, untuk membantu Anda memilih dari berbagai alternatif desain;
    • Pada waktu Heuristic Evaluation, untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface.

    Langkah-langkah melakukan Heuristic Evaluation:
    • Evaluator memeriksa user interface
    • Menilai user interface berdasarkan heuristic
    • Membuat daftar masalah heuristic yang ditemukan

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Heuristic Evaluation ini adalah :
    • Evaluasi dilakukan berdasarkan pada usability guidelines yang dimengerti
    • Evaluasi yang disampaikan harus merupakan bahasa yang jelas dan menyangkut usability design yang sedang diamati.
    • Jelaskan setiap masalah yang ditemukan periksa interface setidaknya dua kali
    • Jangan berpedoman hanya pada 10 prinsip Jacob Nielsen

  57. Nama : Jovan Imanuel Sigalingging
    Kelas : 42 TRPL 1
    NIM : 11419021

    Heuristic adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.
    Heuristic Evaluation bukan(tidak sama) user Testing
    Heuristic Evaluation dilakukan oleh evaluator dan berbeda dengan user biasa. Sedangkan user testing langsung dilakukan oleh user sebenarnya yang berinteraksi dengan antarmuka.

    4 guideline usability heuristic :
    • 10 Usability Heuristics (Jakob Nielsen)
    • Aturan Norman dari Design of Everyday Things (Donald Norman)
    • Prinsip Tognazzini (Bruce Tognazzini)
    • 8 Golden Rules (Ben Sheneiderman)

    Heuristic dapat digunakan dalam dua cara, yaitu:

    • Pada waktu desain, untuk membantu Anda memilih dari berbagai alternatif desain;
    • Pada waktu Heuristic Evaluation, untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface.

    Langkah-langkah melakukan Heuristic Evaluation:
    • Evaluator memeriksa user interface
    • Menilai user interface berdasarkan heuristic
    • Membuat daftar masalah heuristic yang ditemukan

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Heuristic Evaluation ini adalah :
    • Evaluasi dilakukan berdasarkan pada usability guidelines yang dimengerti
    • Evaluasi yang disampaikan harus merupakan bahasa yang jelas dan menyangkut usability design yang sedang diamati.
    • Jelaskan setiap masalah yang ditemukan periksa interface setidaknya dua kali
    • Jangan berpedoman hanya pada 10 prinsip Jacob Nielsen

  58. Nama : Kevin Tambunan
    NIM : 11419033

    Heuristic evaluation adalah proses evaluasi yang dilakukan oleh ” Expert ” terhadap user interface yang dibangun dan Heuristic evaluation bukanlah user testing.

    4 guideline usability heuristic :
    1. 10 Usability Heuristics (Jakob Nielsen)
    2. Aturan Norman dari Design of Everyday Things (Donald Norman)
    3. Prinsip Tognazzini (Bruce Tognazzini)
    4. 8 Golden Rules (Ben Sheneiderman)
    Tapi dalam melakukan Heuristic evaluation nilai dari 4 guideline usability ada yang sama sehingga yang digunakan tidak ke 4 guideline tersebut.

    Langkah-langkah evaluasi Heuristic Evaluation:
    1. Memeriksa user interface secara menyeluruh
    2. Menilai interface berdasarkan heuristic
    3. Membuat daftar masalah usability yang ditemukan.

  59. Sarah Susanty Olyvia Tampubolon (11419007) says:

    Nama : Sarah Susanty Olyvia Tampubolon
    NIM : 11419007
    Kelas : 42TRPL 1

    Heuristic dapat digunakan dalam dua cara, yaitu :
    1. Pada waktu desain, untuk membantu Anda memilih dari berbagai alternatif desain;
    2. Pada waktu Heuristic Evaluation, untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface.

    4 Guideliness yang familiar digunakan yaitu :
    1. 10 Usability Heuristics oleh Jakob Nielsen,
    2. Pedoman desain oleh Norman,
    3. Prinsip Bruce Tognazzini,
    4. 8 Golden Rules Ben Sheneiderman

    Heuristic evaluation tidak sama dengan user testing.
    Heuristic Evaluation dilakukan oleh evaluator dan berbeda dengan user biasa. Sedangkan user testing langsung dilakukan oleh user sebenarnya yang berinteraksi dengan antarmuka.

    10 Heuristics oleh Jakob Nielsen:
    1) Match the real world
    2) Consistency & standards
    3) Help & documentation
    4) User control & freedom
    5) Visibility of system status
    6) Flexibility & efficiency
    7) Error prevention
    8) Recognition, not recall
    9) Error reporting, diagnosis, and recovery
    10) Aesthetic & minimalist design

  60. Nama : Edwin G Hutagalung
    NIM : 11419009
    Kelas : 42TRPL1

    Heuristic evaluation atau usability guidelines adalah aturan yang menggunakan prinsip user interface (UI) yang efektif.
    Heuristic bisa digunakan dengan 2 cara :
    1. Pada desain
    2. Pada heuristic evaluation

    Ada beberapa model Heuristic Evaluation salah satunya dikemukakan oleh Jakob Nielsen ada 10:

    1. Match the real world
    2. Consistency & standards
    3. Help & documentation
    4. User control & freedom
    5. Visibility of system status
    6. Flexibility & efficiency
    7. Error prevention
    8. Recognition, not recall
    9. Error reporting, diagnosis, and recovery
    10. Aesthetic & minimalist design

    Heuristic evaluation adalah aktivitas menemukan masalah usability melalui konsep inspeksi
    Langkah sederhana dalam Heuristic Evaluation :
    -Evaluation memeriksa bagian pada User Interface
    -Menilai User Interface berdasarkan heuristic
    -Menyusun daftar masalah Usability yang ditemukan dalam percobaan

  61. Nama : Michael Binsar Tua Sinaga
    NIM : 11419012
    Kelas : 42 TRPL 1

    Heuristic evaluation adalah proses pemeriksaan usability yang awalnya ditemukan oleh Jakob Nielsen.

    Heuristic dapat digunakan dalam 2 cara :
    1. Pada waktu desain -> untuk memilih dari bagian alternatif desain
    2. Pada waktu heuristic evaluation -> untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface

    4 guideline usability heuristic :
    1. 10 Usability Heuristics (Jakob Nielsen)
    2. Aturan Norman dari Design of Everyday Things (Donald Norman)
    3. Prinsip Tognazzini (Bruce Tognazzini)
    4. 8 Golden Rules (Ben Sheneiderman)

    Langkah-langkah evaluasi Heuristic Evaluation:
    1. Memeriksa user interface secara menyeluruh
    2. Menilai interface berdasarkan heuristic
    3. Membuat daftar masalah usability yang ditemukan

  62. Heuristic Evaluation (evaluasi heuristik) adalah metode penilaian kegunaan suatu produk digital yang bertujuan untuk memperbagus user experience.

    Step 1: Definisikan Batasan Masalah
    Lakukan evaluasi sesuai kebutuhan atau masalah yang ada. Apakah produk ini membutuhkan analisa menyeluruh? Jika waktu yang tersedia cukup singkat, fokus dari evaluasi tentu harus dibataskan pada beberapa masalah kegunaan (contohnya registrasi, checkout, dsb.)

    Step 2: Kenali Kepentingan User
    Tujuan utama dari proses ini adalah membuat produk yang ramah digunakan oleh user. Untuk itu, tujuan user harus dikenali — apa saja yang akan seorang user harapkan dari produk ini?
    Salah satu cara mengetahui kebutuhan user adalah dengan melakukan interview atau riset terhadap user. Pertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi seorang user, contohnya demografis dan usia. Tanpa User Research, kita hanya akan bisa berasumsi bahwa produk sudah memenuhi kebutuhan user yang sesungguhnya.

    Step 3: Tentukan Heuristics yang Digunakan
    Jabarkan prinsip-prinsip desain yang akan menjadi tolak ukur bagi para evaluator. Kesepuluh prinsip heuristics yang ditentukan oleh Nielsen dapat ditemukan di sini. Ini akan menjadi penting karena para evaluator akan melakukan penilaian secara mandiri satu sama lain.

    Step 4: Susun Tahapan Evaluasi
    Bersama para evaluator, diskusikan bagaimana dan sejauh apa produk akan ditinjau. Masalah-masalah yang dilaporkan nantinya akan diukur dengan skala severity (keparahan). Tingkat keseriusan masalah akan dinilai angka 0 sampai 4 (tidak bermasalah s/d sangat parah). Nantinya, nilai severity akan digunakan team desain untuk menyusun backlog, atau daftar tugas yang harus diselesaikan.

    Step 5: Ringkaskan dan Analisa Hasil
    Di akhir proses, masing-masing evaluator akan menyerahkan observasi yang sudah dilakukan secara individu. Kumpulkan team desain agar hasil dapat dianalisa secara bersama. Bahas dan utarakan saran dan kritik yang membangun.

  63. Mario Wira Pratama Purba
    11419050
    42TRPL2

    ¬Heuristic merupakan aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif.

    ¬Memiliki pilihan guidelines yang dapat digunakan, yaitu:
    1. 10 Prinsip Usability oleh Jacob Nielsen
    (Acuan dalam perkuliahan)
    2. Pedoman Desain Oleh (Don Norman
    )
    3. Prinsip Desain Interaksi Oleh (Bruce Tognazzini)
    4. 8 Golden Rules oleh (Ben Scheneiderman)

    ¬Langkah-langkah sederhana heuristic evaluation Sebagai berikut:

    1.Evaluator memeriksa UI secara menyuluruh
    2.Menilai antarmuka menurut heuristic, dan
    3. Membuat daftar masalah heuristic yang telah ditemukan.

  64. Nama : Danuri Nainggolan
    Kelas : 42TRPL2
    NIIM : 11419043

    Heuristic adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip user interface yang efektif, sehingga dapat membantu mengidentifikasi masalah-masalah yang terdapat pada usability UI sebuah perangkat lunak Heuristic evaluation merupakan prinsip atau cara yang digunakan untuk mengevaluasi interaksi dan antarmuka sebuah sistem atau aplikasi. Adapun method method heuristic diantaranya,

    1. 10 prinsip Nielsen
    2. Aturan Norman dari Design of Everyday Things
    3. Prinsip Tognazzini
    4. 8 golden rules Sheneiderman.

    Heuristic evaluation berbeda dilakukan dengan mengevaluasi user interface oleh pakar usability dengan user testing. Langkah Sederhana Heuristic Evaluation :
    1. Evaluator memeriksa user interface secara menyeluruh
    2. Menilai user interface berdasarkan heuristik atau usability guidelines
    3. Membuat daftar masalah dari usability yang ditemukan

  65. Nama : Martuani Sitohang
    Kelas : 42 TRPL 2
    NIM : 11419051

    Heuristic evaluation adalahmetode penilaian kegunaan suatu produk digital yang bertujuan untuk memperbagus user experience. Proses ini dilakukan oleh ahli/evaluator UI/UX dengan upaya mendeteksi masalah yang ada pada fungsionalitas produk.

    Ada 4 guideline usability heuristic :
    1. 10 Usability Heuristics (Jakob Nielsen)
    2. Aturan Norman dari Design of Everyday Things (Donald Norman)
    3. Prinsip Tognazzini (Bruce Tognazzini)
    4. 8 Golden Rules (Ben Sheneiderman)

    Heuristic dapat digunakan dalam dua cara, yaitu:
    1. Pada waktu desain, untuk membantu Anda memilih dari berbagai alternatif desain;.
    2. Pada waktu Heuristic Evaluation, untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface.

    Langkah-langkah dalam melakukan Heuristic Evaluation:
    1. Evaluator memeriksa user interface
    2. Menilai user interface berdasarkan heuristic
    3. Membuat daftar masalah heuristic yang ditemukan

  66. Nama : Josua Simbolon
    Kelas : D4TRPL-1
    Nim : 11419032

    Heuristic evaluation adalah proses di mana para ahli menggunakan aturan praktis untuk mengukur kegunaanantarmuka pengguna dalam penelusuran independen dan melaporkan masalah.
    Heuristic dapat digunakan dalam dua cara, yaitu:

    1.Pada waktu desain, untuk membantu Anda memilih dari berbagai alternatif desain;

    2.Pada waktu Heuristic Evaluation, untuk menemukan dan membenarkan masalah dalam interface.
    Terdapat Model Heuristic Evalution yang ditemukan para ahli :

    1. 10 Prinsip Usability oleh Jacob Nielsen
    (Acuan dalam perkuliahan)
    2. Pedoman Desain Oleh Don Norman
    3. Prinsip Desain Interaksi Oleh Bruce Tognazzini
    4. 8 Golden Rules oleh Ben Scheneiderman

    Petunjuk untuk Heuristic Evaluation yang lebih baik yaitu :
    1. Gunakan lebih dari satu evaluator
    2. Akternatif dengan melakukan User Testing
    3. Tidak masalah untuk membantu evaluator ketika mereka terjebak dalam interface yang membingungkan

    Proses Proses Evaluasi Formal :
    1. Training
    2. Evaluasi
    3. Severity Rating
    4. Tanya Jawab

    Cara melakukan heuristic evaluation adalah sebagai berikut :
    1. Evaluator memeriksa user interface
    2. Menilai UI berdasarkan heuristik, dan
    3. Membuat daftar masalah usability yang ditemukan

  67. Nama : Jerikho Silaban
    Nim : 11419052
    Kelas : D4TRPL2

    Heuristic evaluation adalah proses di mana para ahli menggunakan aturan praktis untuk mengukur kegunaanantarmuka pengguna dalam penelusuran independen dan melaporkan masalah.

    Langkah sederhana Heuristic Evaluation :
    1. Evaluation memeriksa User Interface
    2. Menilai User Interface berdasarkan heuristic
    3. Membuat daftar masalah Usability yang ditemukan

    Perbedaan Heuristic Evaluation dan User Testing:
    1. Heuristic Evaluation(Cara untuk mengevaluasi User Interface)
    2. User Testing(Melihat User berinteraksi dengan Interface)

    Petunjuk untuk Heuristic Evaluation yang lebih baik yaitu :
    1. Gunakan lebih dari satu evaluator
    2. Akternatif dengan melakukan User Testing
    3. Tidak masalah untuk membantu evaluator ketika mereka terjebak dalam interface yang membingungkan

    Proses Proses Evaluasi Formal :
    1. Training
    2. Evaluasi
    3. Severity Rating
    4. Tanya Jawab

  68. Nama : Timothy J F Henan
    Nim : 11419028
    Kelas : 42 TRPL 1

    Heuristic (usability guidelines) adalah aturan yang menguraikan prinsip-prinsip
    user interface yang efektif

    Terdapat banyak pilihan guideline yang bisa digunakan, bahkan terkadang setiap
    peneliti usability memiliki heuristic-nya sendiri diantaranya :
    *10 Usability Heuristics (Jakob Nielsen)
    *Aturan Norman dari Design of Everyday Things
    *Prinsip Tognazzini
    *8 Golden Rules Sheneiderman

    Usability Guidelines atau heuristic dapat digunakan dalam 2 cara:
    *Pada waktu desain
    Tujuan => Membantu untuk memilih berbagai alternatif desain
    *Pada waktu heuristic evaluation
    Tujuan => menemukan atau membenarkan masalah yang terjadi di user interface yang dirancang

    Langkah sederhana Heuristic Evaluation
    1.Evaluator memeriksa user interface
    2.menilai user interface berdasarkan heuristic
    3.membuat daftar masalah usability yang ditemukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *