No startup business plan survives first contact with customers.

Steve Blank

Pada materi Business Model & Customer Development dibahas tentang:

  1. Perusahaan & Startup
  2. Model Bisnis
  3. Sembilan Blok Business Model Canvas
  4. Customer Development
  5. Studi kasus: Amazon

PERUSAHAAN & STARTUP

Apakah sebuah perusahaan?
Perusahaan adalah sebuah organisasi bisnis yang menjual produk atau jasa dengan imbalan pendapatan dan keuntungan.

Apakah sebuah startup?
Organisasi temporer yang dirancang untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable. Sebuah startup bukanlah versi kecil dari sebuah perusahaan yang besar. Perusahaan menjalankan model bisnis di mana customer, masalah-masalah mereka dan fitur-fitur produk yang diperlukan semuanya “diketahui”. Model bisnis startup adalah kanvas yang dipenuhi dengan ide-ide dan tebakan-tebakan, tetapi belum ada customer-nya dan pengetahuan tentang customer juga masih minim. Pencarian model bisnis untuk startup membutuhkan aturan, roadmap, sekumpulan keterampilan dan tools yang sangat berbeda untuk meminimalkan risiko dan mengoptimalkan peluang untuk sukses.

Semua tentang startup adalah TIDAK DIKETAHUI (unknown). Untuk menemukan jalan membangun startup yang unggul, entrepreneur harus mencoba hal baru, yaitu:

  • Gabungkan agile engineering dan customer development untuk membangun, menguji dan mencari sebuah model bisnis secara iteratif, mengubah dari yang tidak diketahui menjadi yang diketahui.
  • Kenali “visi” startup sebagai serangkaian hipotesis yang belum teruji yang membutuhkan “customer proof (pembuktian customer)”. Uji wawasan tanpa henti, lakukan perbaikan dalam beberapa hari atau minggu, tidak dalam beberapa bulan atau tahun, untuk menghemat uang dan menghilangkan waktu yang terbuang percuma untuk membuat fitur dan produk yang tidak diinginkan customer.

Lalu, bagaimanakah sebuah perusahaan diorganisir?
Perusahaan diorganisir berdasarkan model bisnis. Model bisnis menggambarkan semua bagian perusahaan yang diperlukan untuk menghasilkan uang. Model bisnis adalah bagaimana perusahaan menciptakan nilai untuk dirinya sendiri sambil memberikan produk atau layanan untuk customer.

Jika sebuah perusahaan diorganisir berdasarkan model bisnis, bagaimana dengan teknologi yang ditawarkan?
Teknologi yang Anda miliki adalah salah satu dari banyak bagian penting yang diperlukan untuk membangun perusahaan. Teknologi adalah bagian dari “value proposition”. Customer tidak peduli dengan teknologi Anda, mereka berfokus pada mencoba memecahkan masalah yang dihadapi.


MODEL BISNIS

Model bisnis menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai (value). Bagian-bagian yang membentuk model bisnis dapat digambarkan dalam sebuah kanvas yang disebut Business Model Canvas. Business Model Canvas (BMC) digunakan untuk mendeskripsikan, memberi tantangan, mendesain dan menemukan model bisnis secara lebih sistematis. BMC terdiri dari sembilan blok, yaitu:

  1. Customer Segment
  2. Value Proposition
  3. Channels
  4. Customer Relationships
  5. Revenue Streams
  6. Key Resources
  7. Key Activities
  8. Key Partners
  9. Cost Structures

Pengggunaan bahasa bersama seperti Business Model Canvas ini sangat ampuh untuk membuat tim fokus dalam merancang model bisnis.

Alih-alih banyak berbicara tanpa arah yang jelas, tim dapat bekerja terstruktur untuk membahas dan membuat model bisnis dengan menggunakan kanvas yang sudah dipetakan dalam 9 blok.


Blok-blok pada Business Model Canvas dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu:

  • Customer Interface: Customer Segments, Channels, Customer Relationships
  • Offering: Value Proposition
  • Infrastructure: Key Resources, Key Activities, Key Partners
  • Financial: Revenue Streams, Cost Structure




Business Model Canvas mengulas terntang Desirability (apakah customer menginginkan produk Anda?), Feasibility (Dapatkah kita membuatnya?) dan Viability (pengecekan rasionalitas).


9 BLOK BUSINESS MODEL CANVAS

Mengacu pada Business Model Canvas yang dirancang oleh Alexander Osterwalder & Yves Pigneur dalam buku berjudul Business Model Generation, setiap blok kanvas diisi mengikuti petunjuk sebagai berikut.


1. Customer Segment

Sebuah organisasi melayani satu atau beberapa Customer Segment.

Customer atau user mana yang Anda layani? Pekerjaan apa yang benar-benar ingin mereka selesaikan?


2. Value Proposition

Bagian ini berusaha memecahkan masalah customer dan memenuhi kebutuhan customer dengan tawaran value proposition.

Apa yang Anda tawarkan kepada customer? Apakah yang dilakukan untuk customer? Apakah mereka peduli?


3. Channels

Value Proposition disampaikan kepada pelangan melalui Channel komunikasi, distribusi dan penjualan.

Bagaimana setiap Customer Segment ingin dijangkau? Melalui titik interaksi yang mana?


4. Customer Relationships

Customer Relationships dibuat dan dipelihara untuk setiap Customer Segment.

Hubungan apa yang Anda bangun dengan setiap Customer Segment? Pribadi? Otomatis? Acquisitive? Retentive?


5. Revenue Streams

Revenue Sterams dihasilkan dari Value Proposition yang berhasil ditawarkan kepada customer.

Untuk apa customer benar-benar bersedia membayar? Apakah Anda menghasilkan pendapatan transaksional atau berulang?


6. Key Resources

Key Resources adalah aset yang diperlukan untuk menawarkan dan memberikan Value Proposition kepada customer…

Sumberdaya utama apa yang mendukung model bisnis Anda? Aset mana yang penting?


7. Key Activities

…dengan melakukan sejumlah aktivitas utama.

Aktivitas apa yang perlu Anda lakukan agar dapat bekerja dengan baik dalam model bisnis Anda? Apa yang krusial?


8. Key Partners

Beberapa aktivitas dialihdayakan (outsource) dan beberapa sumberdaya diperoleh di luar perusahaan.

Mitra (partners) dan supplier mana yang memanfaatkan model Anda? Siapa yang perlu Anda andalkan?


9. Cost Structure

Elemen model bisnis menghasilkan struktur biaya.

Bagaimana struktur biaya yang dihasilkan? Elemen kunci apa yang menggerakkan biaya Anda?

9 Blok Business Model Canvas secara utuh dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Template ini akan menjadi template acuan kerja Anda.


Dalam pengisian model bisnis menggunakan 9 blok Business Model Canvas (BMC), kita harus menyadari bahwa semua isian dalam blok BMC adalah HIPOTESIS.

Isi dari BMC adalah sekumpulan tebakan-tebakan yang perlu diuji dan dibuktikan kebenarannya. Terdapat sebuah proses yang disebut Customer Development yang digunakan dalam proses pencarian model hingga eksekusi bisnis.


CUSTOMER DEVELOPMENT

Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk. Proses Customer Development dimulai dari proses pencarian (Customer Discovery, Customer Validation) hingga eksekusi bisnis (Customer Creation, Company Building).

Model Customer Development yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini membagi semua aktivitas yang berhubungan dengan customer dari perusahaan tahap awal menjadi empat langkah yang mudah dipahami.

Dua langkah pertama dari proses ini mengurai “pencarian” untuk model bisnis. Langkah ketiga dan keempat “menjalankan” model bisnis yang telah dikembangkan, diuji dan dibuktikan dalam langkah satu dan dua. Penjelasan langkah-langkah ini adalah:

  • Customer Discovery pertama-tama menangkap visi pada founder dan mengubahkan menjadi serangkaian hipotesis model bisnis. Kemudian mengembangkan rencana untuk menguji reaksi customer terhadap hipotesis tersebut dan mengubahkan menjadi fakta. Hipotesis-hipotesis dapat disusun menggunakan Business Model Canvas. Pemahaman tentang masalah customer dan solusi yang Anda usulkan dapat dirancang dalam bentuk Minimum Viable Product (MVP).
  • Customer Validation menguji apakah model bisnis yang dihasilkan repeatable dan scalable. Jika tidak, Anda kembali ke Customer Discovery, yang disebut dengan PIVOT.
  • Customer Creation adalah awal dari eksekusi: membangun permintaan customer akhir dan mendorongnya ke channel penjualan untuk meningkatkan skala bisnis.
  • Company Building mengubah organisasi dari startup menjadi perusahaan yang berfokus pada pelaksanaan model yang divalidasi.

1. Customer Development: Menguji Masalah, Lalu Solusinya

Proses Customer Development dimulai tidak langsung membahas solusi tetapi menguji masalah. Setelah mengetahui masalah di lapangan, lalu tim mengagas dan menguji solusi. Proses ini dilakukan dengan langkah-langkah:

  1. Posting Business Model Canvas di dinding
    Buatlah satu Business Model Canvas yang baru, buat isian kanvas terlihat dan mulai membuat hipotesis dengan mengisi setiap blok kanvas.
  2. Keluar dari ruang kerja (get out of the building)
    Berbicara dengan customer, partner dan vendor. Rancang eksperimen, lakukan pengujian dan dapatkan data.
  3. Uji tebakan-tebakan Anda dan cari wawasan customer
    Setelah melakukan pengujian dan hasilnya, tandai kanvas Anda yang lama, catat perubahan atau hipotesis yang tidak sesuai, tetapi jangan membuang pembelajaran Anda.
  4. Mulai membuat kanvas yang baru
    Kembali membuat Business Model Canvas yang baru, mulai merancang hipotesis dalam blok kanvas, lakukan eksperimen dan pengujian yang baru. Kembali ke luar dari ruang kerja Anda dalm berbicara dengan customer.

2. Customer Development: Minimum Viable Product

Kita harus menyadari bahwa customer tidak selalu memiliki masukan atau gambaran produk apa yang mereka inginkan. Namun, hal ini menyebabkan banyak produk yang dibuat tidak memuaskan KEINGINAN dan KEBUTUHAN customer. Kondisi ini membuang waktu, energi manusia, material dan sumberdaya.

Masalah ini diatasi dengan mengembangkan fitur inti produk dalam bentuk Minimum Viable Product (MVP), dilakukan secara bertahap (incremental) dan iteratif dengan metode agile engineering. MVP membantu tim untuk memfokuskan diri pada fitur yang penting dan sangat dibutuhkan. Tujuan membuat MVP bukan untuk mengumpulkan permintaan fitur untuk mengubah produk atau membuat sekumpulan fitur yang lebih besar. Namun, sebaliknya bertujuan untuk menunjukkan MVP di depan customer untuk mengetahui apakah tim sudah memahami masalah customer untuk dapat menentukan elemen-elemen penting dari solusi. Solusi ini diperbaiki secara iteratif.

Secara sederhana, tahapan membuat MVP adalah:

  1. Bangunlah fitur minimum untuk mendapatkan feedback.
  2. Dapatkan feedback dari customer secara cepat dan iteratif.
  3. Saat Anda mendapatkan lebih banyak feedback, Anda dapat menambahkan lebih banyak fitur.

3. Customer Development: The Pivot

Dalam mengembangkan model bisnis, Anda membuat asumsi tentang siapa customer Anda, masalah apa yang perlu Anda selesaikan, fitur apa yang dibuat untuk menyelesaikan masalah itu, berapa banyak customer akan membayar untuk menyelesaikan masalahnya, dll. Pada prakteknya, kesalahpahaman atau membuat asumsi yang salah tentang model bisnis sering terjadi dan merupakan bagian normal dalam proses pengembangan startup. Apa yang Anda lakukan ketika hipotesis tidak sesuai dengan kenyataan?

PIVOT adalah tindakan untuk merespon kesalahan ini. Pivot adalah perubahan besar secara substantif pada salah satu atau beberapa hipotesis dari sembilan hipotesis model bisnis. Pivot didasarkan dari pembelajaran atas feedback yang diberikan customer. PIVOT dilakukan dari tahap Customer Valudation kembali ke Customer Discovery. Pivot berbeda dengan ITERASI. Iterasi adalah perubahan minor pada model bisnis, sedangkan pivot adalah perubahan substansi yang besar.


Studi kasus: Amazon Business Model


Referensi

  • S. Blank and B. Dorf, The Startup Owner’s Manual: The Step-by-Step Guide for Building a Great Company, California: K & S Ranch, Inc, 2012.
  • Osterwalder and Y. Pigneur, Business Model Generation, New Jersey: John Wiley & Sons, Inc, 2010.
  • Business Model and Customer Development. Steve Blank.
  • Visual Business Modeling. Jan Schmiedgen.
  • NSF I-Corps, The Lean LaunchPad, Lecture 1 Business Models and Customer Development. Steve Blank.
  • The Lean LaunchPad, Lecture 1: Business Models and Customer Development, Steve Blank.
  • Feature Image: Photo by Daria Nepriakhina on Unsplash


30 thoughts on “Business Model & Customer Development

  1. Ringkasan:
    Model bisnis menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai (value). Bagian-bagian yang membentuk model bisnis dapat digambarkan dalam sebuah kanvas yang disebut Business Model Canvas. Business Model Canvas (BMC) digunakan untuk mendeskripsikan, memberi tantangan, mendesain dan menemukan model bisnis secara lebih sistematis. BMC terdiri dari 9 blok, yaitu:
    1. Customer Segment
    2. Value Proposition
    3. Channels
    4. Customer Relationships
    5. Revenue Streams
    6. Key Resources
    7. Key Activities
    8. Key Partners
    9. Cost Structures
    Customer Development
    Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk. Proses Customer Development dimulai dari proses pencarian hingga eksekusi bisnis.
    The Pivot
    Apa yang Anda lakukan ketika hipotesis tidak sesuai dengan kenyataan? Anda perlu melakukan PIVOT. Pivot adalah hasil dari pengujian hipotesis dan eksperimen. Pivot adalah perubahan substantif terhadap satu atau lebih dari komponen model bisnis. Berbeda dengan ITERASI. Iterasi adalah perubahan minor.

  2. Selamat pagi bu. Terimakasih telah menjelaskan materi Business Model & Customer Development sehingga saya memperoleh ringkasan dan rangkuman seperti yang saya tuliskan berikut.

    #Ringkasan
    • Perusahaan adalah sebuah organisasi bisnis yang menjual produk atau jasa dengan imbalan pendapatan dan keuntungan.
    • Model bisnis perusahaan dijalankan dengan di mana customer, masalah-masalah mereka dan fitur-fitur produk yang diperlukan semuanya “diketahui”.
    • Startup adalah organisasi temporer yang dirancang untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable.
    • Model bisnis startup adalah kanvas yang dipenuhi dengan ide-ide dan tebakan-tebakan, tetapi belum ada customer-nya dan pengetahuan tentang customer juga masih minim.
    • Model bisnis menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai (value).
    • Business Model Canvas (BMC) adalah alat yang digunakan untuk mendeskripsikan, memberi tantangan, mendesain dan menemukan model bisnis secara lebih sistematis.
    • Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk.

    #Rangkuman
    Perusahaan dan startup merupakan dua organisasi yang memiliki model bisnis yang berbeda atau bisa dikatakan berkebalikan. Perusahaan dijalankan berdasarkan model bisnis di mana customer, masalah-masalah mereka dan fitur-fitur produk yang diperlukan semuanya “diketahui”. Sementara startup, kanvas yang dipenuhi dengan ide-ide dan tebakan-tebakan, tetapi belum ada customer-nya dan pengetahuan tentang customer juga masih minim.

    Business Model Canvas (BMC) adalah alat/kanvas berisi model bisnis yang digunakan untuk mendeskripsikan, memberi tantangan, mendesain dan menemukan model bisnis secara lebih sistematis, yang terdiri dari: Customer Segment, Value Proposition, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partners, dan Cost Structures.

    Customer Development adalah proses pencarian yang dimulai dari (Customer Discovery, Customer Validation) hingga eksekusi bisnis (Customer Creation, Company Building) untuk mendapatkan wawasan tentang masalah customer yang ada di lapangan agar kita/tim dapat menggagas solusi yang bisa kita usulkan sesuai masalah dalam bentuk Minimum Viable Product (MVP). MVP ini bertujuan agar mendapatkan feedback dari customer secara cepat dan iteratif. Jika model bisnis yang dihasilkan dari feedback belum repeatable dan scalable, maka kita kembali menguji masalah customer. Proses ini disebut dengan pivot.

  3. Perusahaan menjalankan model bisnis dimana customer, masalah-masalah mereka dan fitur-fitur produk yang diperlukan semuanya diketahui. Untuk menemukan jalan membangun startup yang unggul, entepreuner harus mencoba hal baru, yaitu menggabungkan agile engineering dan customer development untuk mengubah dari yang tidak diketahui menjadi yang diketahui dan melakukan perbaikan dalam beberapa hari/minggu untuk membuat produk sesuai keinginan customer.
    Bagian-bagian yang membentuk model bisnis yang digambarkan dalam sebuah kanvas disebut Business Model Canvas (BMC) yang terdiri dari 9 blok, yaitu : Customer Segment, Value Preposition, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partners, Cost Structures.
    Business Model Canvas ini sangat ampuh untuk membuat tim fokus dalam merancang model bisnis tanpa banyak bicara tanpa arah yang jelas. 9 blok pada BMC dibagi menjadi 4 kategori yaitu : Customer Interface, Offering, Infrastructure dan Financial.

  4. Ringkasan
    1. Perusahaan & Startup
    2. Model Bisnis
    3. Sembilan Blok Business Model Canvas
    4. Customer Development

    Rangkuman
    Perusahaan adalah sebuah organisasi bisnis yang menjual produk atau jasa dengan imbalan pendapatan dan keuntungan. Perusahaan diorganisir berdasarkan model bisnis. Model bisnis adalah bagaimana perusahaan menciptakan nilai untuk dirinya sendiri sambil memberikan produk atau layanan untuk customer.Bagian-bagian yang membentuk model bisnis dapat digambarkan dalam sebuah kanvas yang disebut Business Model Canvas. Business Model Canvas memiliki Sembilan blok yaitu Customer Segment, Value Proposition, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partners, Cost Structure. Business Model Canvas mengulas tentang Desirability (apakah customer menginginkan produk Anda?), Feasibility (Dapatkah kita membuatnya?) dan Viability (pengecekan rasionalitas). Isi dari BMC adalah sekumpulan tebakan-tebakan yang perlu diuji dan dibuktikan kebenarannya. Terdapat sebuah proses yang disebut Customer Development yang digunakan dalam proses pencarian model hingga eksekusi bisnis.

  5. Perusahaan adalah sebuah organisasi bisnis yang menjual produk atau jasa dengan imbalan pendapatan dan keuntungan.
    Perusahaan menjalankan model bisnis dimana customer, masalah-masalah mereka dan fitur-fitur produk yang diperlukan semuanya “diketahui”.

    Startup merupakan organisasi temporer yang dirancang untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable.
    Model bisnis startup adalah kanvas yang dipenuhi dengan ide-ide dan tbakan-tebakan, tetapi belum ada customer-nya dan pengetahuan tentang customer juga masih minim.

    Model Bisnis
    Model bisnis menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai yang dapat digambarkan dalam sebuah kanvas yang disebut Business Model Canvas yang terdiri dari sembilan blok, yaitu:
    1. Customer segment
    2. Value Proposition
    3. Channels
    4. Customer Relatioonships
    5. Revenue Streams
    6. Key Resources
    7. Key Activities
    8. Key Partners
    9. Cost Strutures

    Customer Development
    Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk. Proses Customer Development dimulai dari proses pencarian (Customer Discovery, Customer Validation) hingga eksekusi bisnis (Customer Creation, Company Building).

  6. -Startup adalah sebuah organisasi yang melakukan berbagai kegiatan secara repeatable dan scalable yang bertujuan untuk mendapatkan model bisnis.
    isi dari model bisnis startup adalah ide-ide dan tebakan-tebakan, karna customer nya belum ada dan pengetahuan tentang customer juga masih minim.

    sebagai calon entrepreneur yang baik, disarankan untuk mencoba cara dibawah ini untuk memabangun startup yang unggul :
    – Dengan membangun, kemudian menguji langsung model bisnis, lakukan secara iteratif sampai data yang tadinya tidak diketahui menjadi diketahui
    – lakukan perbaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, seperti dalam hitungan hari atau minggu supaya lebih efisien.

    BMC adalah sebuah kanvas yang berguna untuk menggambarkan bagian-bagian yang membentuk Bisnis model, yang menjelaskan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai.
    Dengan adanya BMC maka tim akan dapat bekerja secara struktur, karena arahnya sudah sangat jelas yang dipetakan dalam 9 blok yaitu :
    1. Customer segment
    bagian ini berisi tentang jawaban pertanyaan : untuk siapa kita membuat nilai ?, pekerjaan apa yang ingin mereka selesaikan ?
    2. value proposition
    bagian ini menjelaskan tentang nilai yang kita berikan kepada permasalahan customer kita dengan menjawab bagian customer segment
    3. channel
    bagian ini adalah menjelaskan tentang bagaimana interaksi(interaksi yang digunakan) yang dibutuhkan agar value yang dirancang adalah benar-benar yang diinginkan.
    4. Customer Relationalships
    bagian ini adalah berisi tentang hubungan yang diberikan kepada customer untuk tetap bisa saling terhubung.
    5. Revenue Streams
    Revenue Sterams dihasilkan dari Value Proposition yang berhasil ditawarkan kepada customer.
    6. Key Resources
    Key resources yang dibutuhkan value proposition, distribusi channel, customer relationalship, dan revenue stream. Tipe-tipe resources adalah : fisik, intelektual(copyright, data), Human, Finansial
    7. Key Activities
    aktivitas yang dilakukan agar membuat bisnis model dapat berjalan dengan baik. Dapat dikategorikan menjadi : production, Problem solving, platform/network
    8. Key Partners
    partners yand dibutuhkan yang membantu mendorong supaya Bisnis Model dapat berjalan menjadi lebih baik
    9. Cost Structures
    berisi tentang biaya-biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis model

    Customer development
    adalah Proses untuk mendapatkan informasi tentang customer
    proses Customer Development dimulai dari proses pencarian (Customer Discovery, Customer Validation) hingga eksekusi bisnis (Customer Creation, Company Building).
    Penjelasan proses Customer Development :
    – Customer Discovery -> mengubah visi menjadi model bisnis
    – Customer Validation -> menguji apakah model bisnis yang dihasilkan repeatable dan scalable.
    – Customer Creation -> membangun permintaan customer akhir dan mendorongnya ke channel penjualan untuk meningkatkan skala bisnis.
    – Company Building -> berubah menjadi perusahaan yang berfokus pada model yang divalidasi

  7. -Perusahaan adalah sebuah organisasi bisnis yang menjual produk atau jasa dengan imbalan pendapatan dan keuntungan. Perusahaan menjalankan model bisnis di mana customer, masalah-masalah mereka dan fitur-fitur produk yang diperlukan semuanya “diketahui”. Perusahaan diorganisir berdasarkan model bisnis. Model bisnis menggambarkan semua bagian perusahaan yang diperlukan untuk menghasilkan uang.

    -Startup adalah Organisasi temporer yang dirancang untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable. Model bisnis startup adalah kanvas yang dipenuhi dengan ide-ide dan tebakan-tebakan, tetapi belum ada customer-nya dan pengetahuan tentang customer juga masih minim.

    -Model bisnis menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai (value). Bagian-bagian yang membentuk model bisnis dapat digambarkan dalam sebuah kanvas yang disebut Business Model Canvas. Business Model Canvas (BMC) digunakan untuk mendeskripsikan, memberi tantangan, mendesain dan menemukan model bisnis secara lebih sistematis. BMC terdiri dari sembilan blok, yaitu: Customer Segment,Value Proposition, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partners, Cost Structures.

    Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk. Proses Customer Development dimulai dari proses pencarian (Customer Discovery, Customer Validation) hingga eksekusi bisnis (Customer Creation, Company Building). Proses Customer Development dimulai tidak langsung membahas solusi tetapi menguji masalah. Setelah mengetahui masalah di lapangan, lalu tim mengagas dan menguji solusi. Kita harus menyadari bahwa customer tidak selalu memiliki masukan atau gambaran produk apa yang mereka inginkan. Namun, hal ini menyebabkan banyak produk yang dibuat tidak memuaskan KEINGINAN dan KEBUTUHAN customer. Kondisi ini membuang waktu, energi manusia, material dan sumberdaya.

    MVP(Minimum Viable Product) membantu tim untuk memfokuskan diri pada fitur yang penting dan sangat dibutuhkan. Tujuan membuat MVP bukan untuk mengumpulkan permintaan fitur untuk mengubah produk atau membuat sekumpulan fitur yang lebih besar. Namun, sebaliknya bertujuan untuk menunjukkan MVP di depan customer untuk mengetahui apakah tim sudah memahami masalah customer untuk dapat menentukan elemen-elemen penting dari solusi. Solusi ini diperbaiki secara iteratif.

    Dalam mengembangkan model bisnis, Kita membuat asumsi tentang siapa customer Kita, masalah apa yang perlu Kita selesaikan, fitur apa yang dibuat untuk menyelesaikan masalah itu, berapa banyak customer akan membayar untuk menyelesaikan masalahnya, dll.

  8. Business Model
    Model bisnis menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai (value) dimana bagian-bagian yang memebentuk model bisnis digambarkan dalam kanvas yang disebut Bussines Canvas Model (BMC).
    BMC terdiri dari sembilan blok, yaitu:
    1. Customer Segment
    2. Value Proposition
    3. Channels
    4. Customer Relationships
    5. Revenue Streams
    6. Key Resources
    7. Key Activities
    8. Key Partners
    9. Cost Structures
    Blok-blok Business Model Canvas dibagi menjadi empat kategori, yaitu:
    1. Customer Interface : Customer Segments, Channels, Customer Relationships
    2. Offering: Value Proposition
    3. Infrastructure: Key Resources, Key Activities, Key Partners
    4. Financial: Revenue Streams, Cost Structure
    BMC juga mengulas mengenai Desirability (apakah customer menginginkan produk anda?), Feasibility (Dapatkah kita membuatnya?) dan Viability (pengecekan rasionalitas).
    Customer Development
    Adalah proses mendapatkan wawasan customer untuk digunakan membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk.
    Proses Customer Development:
    1. Pencarian : Customer Discovery, Customer Validation
    2. Eksekusi Bisnis : Customer Creation, Company Building

  9. Model bisnis menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai (value). Bagian-bagian yang membentuk model bisnis dapat digambarkan dalam sebuah kanvas yang disebut Business Model Canvas. Business Model Canvas (BMC) digunakan untuk mendeskripsikan, memberi tantangan, mendesain dan menemukan model bisnis secara lebih sistematis. BMC terdiri dari sembilan blok, yaitu:
    1. Customer Segment
    2. Value Proposition
    3. Channels
    4. Customer Relationships
    5. Revenue Streams
    6. Key Resources
    7. Key Activities
    8. Key Partners
    9. Cost Structures
    Isi dari semua isian dalam blok BMC adalah HIPOTESIS yang perlu diuji dan dibuktikan kebenarannya.
    Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk. Proses Customer Development dimulai dari proses pencarian (Customer Discovery, Customer Validation) hingga eksekusi bisnis (Customer Creation,Company Building). Model Customer Development tujuannya untuk membagi semua aktivitas yang berhubungan dengan customer dari perusahaan tahap awal menjadi empat langkah yang mudah dipahami.

  10. *Ringkasan
    Perusahaan adalah sebuah organisasi bisnis yang menjual produk atau jasa dengan imbalan pendapatan dan keuntungan.
    Startup adalah sebuah organisasi temporer yang dirancang untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable.
    Business Model Canvas (BMC) terdapat sembilan blok, yaitu:
    1. Customer Segment(CS)
    Menyelesaikan pekerjaan customer
    2. Value Proposition(VP)
    Memecahkan masalah customer dan kebutuhan customer.
    3. Channels
    VP disampaikan kepada pelangan melalui Channel komunikasi.
    4. Customer Relationships(CR)
    CR dibuat untuk setiap CS.
    5. Revenue Streams(RS)
    RS dihasilkan dari VP yang berhasil ditawarkan kepada customer.
    6. Key Resources(KR)
    KR adalah aset yang diperlukan untuk menawarkan dan memberikan VP kepada customer
    7. Key Activities(KA)
    Aktivitas apa yang perlu Anda lakukan agar dapat bekerja dengan baik dalam model bisnis Anda?
    8. Key Partners(KP)
    Beberapa aktivitas dialihdayakan dan sumberdaya diperoleh di luar perusahaan.
    9. Cost Structures
    Elemen model bisnis menghasilkan struktur biaya.
    Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer untuk mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk.

    *Rangkuman 
    Jika ingin membangun sebuah startup yang baru kita harus mencoba beberapa hal baru yaitu:
    1. Menggabungkan agile engineering dan customer development.
    2. Kenali “visi” startup.
    MODEL BISNIS
    BMC terdapat sembilan blok, yaitu:
    1. Customer Segment
    2. Value Proposition
    3. Channels
    4. Customer Relationships
    5. Revenue Streams
    6. Key Resources
    7. Key Activities
    8. Key Partners
    9. Cost Structures
    Blok-blok pada Business Model Canvas, yaitu:
    • Customer Interface: Customer Segments, Channels, Customer Relationships
    • Offering: Value Proposition
    • Infrastructure: Key Resources, Key Activities, Key Partners
    • Financial: Revenue Streams, Cost Structure
    CUSTOMER DEVELOPMENT
    Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk. Proses Customer Development dimulai dari proses pencarian (Customer Discovery, Customer Validation) hingga eksekusi bisnis (Customer Creation, Company Building).
    1. Customer Development: Menguji Masalah, Lalu Solusinya
    2. Customer Development: Minimum Viable Product
    3. Customer Development: The Pivot

  11. Business Model dan Customer Development membahas 5 point penting yaitu
    Perusahaan & Startup, model bisnis, 9 blok canvas, customer development dan studi kasus
    Perusahaan merupakan organisasi bisnis yang menjual produk atau jasa dengan imbalan pendapatan dan keuntungan sementara Startup adalah Organisasi temporer yang dirancang untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable. Model bisnis startup adalah kanvas yang dipenuhi dengan ide-ide dan tebakan-tebakan, tetapi belum ada customer-nya dan pengetahuan tentang customer juga masih minim.
    Model Bisnis ini menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai (value) yang digambarkan dalam Business Model Canvas. Business Model Canvas (BMC) yang terdiri dari 9 blok Customer Segment yaitu:
    • Value Proposition
    • Channels
    • Customer Relationships
    • Revenue Streams
    • Key Resources
    • Key Activities
    • Key Partners
    • Cost Structures
    Selanjutnya yaitu Customer Development : Proses Customer Development dimulai dari proses pencarian (Customer Discovery, Customer Validation) hingga eksekusi bisnis (Customer Creation, Company Building) salah satu contoh Studi kasus: Amazon

  12. Business Model & Customer Development
    Startup adalah organisasi temporer yang dirancang untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable. model bisnis startup adalah kanvas yang dipenuhi dengan ide-ide dan tebakan-tebakan. untuk membuat startup yang unggul harus mencoba hal baru dengan menggunakan prinsip agile engineering dan customer development, mengenali visi startup, menguji wawasan tanpa henti,melakukan perbaikan dengan waktu yang singkat. Hal ini di lakukan agar menghemat uang dan menghilangkan waktu yang terbuang.Customer tidak peduli dengan teknologi, mereka berfokus pada pemecahan masalah yang dihadapi.
    Model bisnis sangat penting digunakan pada startup karena dapat menciptakan, memberikan dan menangkap nilai(value). Business Model Canvas (BMC) salah satu bentuk model bisnis karena dapat mendeskripsikan, memberi tantangan, mendesai dan menemukan model bisnis secara sistematis. terdapat 9 blok dalam BMC yaitu :
    a. Customer Segment
    Menjelaskan tentang cutomer atau user yang dilayani dan Masalah yang ingin diselesaikan
    b. Value Preposition
    Menjelaskan tentang Hal atau produk yang ditawarkan pada cutomer dan “Mengetahui cutomer peduli dengan yang ditawarkan
    c. Channels
    Menjelaskan tentang Hal seperti apa yang diinginkan cutomer untuk dijangkau
    d. Customer Relationship
    Menjelaskan tentang hubungan perusahaan dengan pelanggan
    e. Revenue Streams
    Menjelaskan tentang komponen yang berisi bagaimana perusahaan mendapat uang
    f. Key Resources
    Menjelaskan tentang aset yang diperlukan untuk menawarkan dan memberikan value prepostion pada customer
    g. Key Activities
    Menjelaskan tentang aktivitas yang perlu dilakukan agara dapat bekerja dengan baik dalam model bisnis
    h. Key Partners
    Menjelaskan tentang pihak-pihak eksternal yang dibutuhkan dalam menjalankan key activities
    i. Cost Structures
    cost struktur menjelaskan tentang biaya yang dikeluarkan ketika mengeksekusi business model.

    Customer Development
    Proses untuk mendapatkan wawasan customer digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk.
    terdapat empat langkah yaitu:
    a. Customer Discovery –> Menangkap visi pada founder dan mengubahnya menjadi serangkaian hipotesis model bisnis. pemahaman tentang masalah customer dan solusi yang di usulkan dapat dirancang dalam bentuk minimum viable product (MVP).
    b. Customer Validation–> Menguji model bisnis repeatable dan scalable, jika tidak maka kembali ke customer discovery
    c. Customer Creation –> Membangun permintaan customer akhir dan mendorongnya ke channel penjualan.
    d. Company building –> Mengubah organisasi dari startup menjadi organisasi yang berfokus pada pelaksanaan model yang divalidasi.

    1. Customer Development (Menguji masalah lalu solusinya)
    2. Customer Development (Minimum viable product)
    Memfokuskan diri pada fitur yang penting dan sangat dibutuhkan.
    3. Customer (The piot)
    Pivot perubahan besar secara substantif pada satu atau beberapa hipotesis dan dilakukan dari tahap customer valudation kembali ke customer discovery.

  13. Ringkasan Business Model & Customer Development

    PERUSAHAAN & STARTUP
    Apakah sebuah perusahaan?
    Perusahaan adalah sebuah organisasi bisnis yang menjual produk atau jasa dengan imbalan pendapatan dan keuntungan.
    Apakah sebuah startup?
    Organisasi temporer yang dirancang untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable
    MODEL BISNIS
    Model bisnis menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai (value)
    Business Model Canvas (BMC) digunakan untuk mendeskripsikan, memberi tantangan, mendesain dan menemukan model bisnis secara lebih sistematis. BMC terdiri dari sembilan blok, yaitu:
    1. Customer Segment
    2. Value Proposition
    3. Channels
    4. Customer Relationships
    5. Revenue Streams
    6. Key Resources
    7. Key Activities
    8. Key Partners
    9. Cost Structures
    CUSTOMER DEVELOPMENT
    Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk.

  14. Bagian-bagian yang membentuk model bisnis dapat digambarkan dalam sebuah kanvas yang disebut Business Model Canvas yaitu: Customer Segment, Value Proposition, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partners dan Cost Structure. Model bisnis menggambarkan semua bagian perusahaan yang diperlukan untuk menghasilkan uang. Isi dari BMC adalah sekumpulan tebakan-tebakan yang perlu diuji dan dibuktikan kebenarannya. Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk. Dua langkah pertama dari proses ini mengurai “pencarian” untuk model bisnis. Customer Discovery pertama-tama menangkap visi pada founder dan mengubahkan menjadi serangkaian hipotesis model bisnis. Pemahaman tentang masalah customer dan solusi yang Anda usulkan dapat dirancang dalam bentuk Minimum Viable Product (MVP). Customer Validation menguji apakah model bisnis yang dihasilkan repeatable dan scalable.1. Customer Development: Menguji Masalah, Lalu Solusinya. 2. Customer Development: Minimum Viable Product.3. Customer Development: The Pivot.

  15. Terima kasih bu, yang saya dapat dari materi ini adalah: Model bisnis menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai. Business Model Canvas (BMC) digunakan untuk mendeskripsikan, memberi tantangan, mendesain dan menemukan model bisnis secara lebih sistematisBMC terdiri dari sembilan blok, yaitu: Customer Segment,Value, Proposition, Channels,Customer Relationships,Revenue Streams,Key Resources,Key Activities,Key Partners,Cost Structures. Blok-blok pada Business Model Canvas dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu:1. Customer Interface: Customer Segments, Channels, Customer Relationships, 2. Offering: Value Proposition,3. Infrastructure: Key Resources, Key Activities, Key Partners,4. Financial: Revenue Streams, Cost Structure. Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk. Proses Customer Development dimulai dari proses pencarian (Customer Discovery, Customer Validation) hingga eksekusi bisnis (Customer Creation, Company Building).

  16. Apriyanti Sijabat / 11417004
    Model bisnis menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai (value). Bagian-bagian yang membentuk model bisnis dapat digambarkan dalam sebuah kanvas yang disebut Business Model Canvas. Business Model Canvas (BMC) digunakan untuk mendeskripsikan, memberi tantangan, mendesain dan menemukan model bisnis secara lebih sistematis.
    BMC terdiri dari 9 blok, yaitu:
    1. Customer Segment
    2. Value Proposition
    3. Channels
    4. Customer Relationships
    5. Revenue Streams
    6. Key Resources
    7. Key Activities
    8. Key Partners
    9. Cost Structures
    Blok-blok pada Business Model Canvas dibagi menjadi empat kategori, yaitu:
    • Customer Interface: Customer Segments, Channels, Customer Relationships
    • Offering: Value Proposition
    • Infrastructure: Key Resources, Key Activities, Key Partners
    • Financial: Revenue Streams, Cost Structure
    Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk. Proses Customer Development dimulai dari proses pencarian (Customer Discovery, Customer Validation) hingga eksekusi bisnis (Customer Creation, Company Building).

  17. Model bisnis startup merupakan kanvas yang dipenuhi dengan ide dan jebakan, namun pada model bisnis tersebut belum terdapat customer, sehingga pengetahuan mengenai customernya masih minim.
    Dalam menemukan jalan membangun startupyang unggul, entrepreneur harus mencoba hal baru, yaitu:
    1. Menggabungkan agile engineering dan customer development.
    2. Melakukan perbaikan sesuai dengan fitur dan produk yang tidak diinginkan customer.
    Customer hanya memperdulikan masalah apa yang merwka hadapi untuk dipecahkan, tidak memperdulikan teknologi yang dibangun.

    Bagian-bagian yang membentuk model bisnis digambarkan melalui Business Model Canvas(BMC), dimana BMC tdd 9 blok: customer segment, value proposition, channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partners, cost structures.
    Dalam blok BMC dibagi menjadi 4 kategori:
    1. Customer interface: segment, channels, customer relationships.
    2. Offering: value proposition
    3. Infrastructure: key resources, key activities, key partners
    4. Financial: revenue streams, cost structures.

  18. Model bisnis menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai (value). Bagian-bagian yang membentuk model bisnis dapat digambarkan dalam sebuah kanvas yang disebut Business Model Canvas. Business Model Canvas (BMC) digunakan untuk mendeskripsikan, memberi tantangan, mendesain dan menemukan model bisnis secara lebih sistematis.
    BMC terdiri dari 9 blok, yaitu:
    1. Customer Segment
    2. Value Proposition
    3. Channels
    4. Customer Relationships
    5. Revenue Streams
    6. Key Resources
    7. Key Activities
    8. Key Partners
    9. Cost Structures
    Blok-blok pada Business Model Canvas dibagi menjadi empat kategori, yaitu:
    • Customer Interface: Customer Segments, Channels, Customer Relationships
    • Offering: Value Proposition
    • Infrastructure: Key Resources, Key Activities, Key Partners
    • Financial: Revenue Streams, Cost Structure
    Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk. Proses Customer Development dimulai dari proses pencarian (Customer Discovery, Customer Validation) hingga eksekusi bisnis (Customer Creation, Company Building).

  19. Perusahaan dan startup adalah sebuah organisasi bisnis yang menjual produk atau jasa dengan imbalan pendapatan dan keuntungan. Model bisnis startup adalah kanvas yang dipenuhi dengan ide-ide dan tebakan tebakan, tetapi belum ada customernya dan pengetahuan tentang customer juga masih minim.Semua tentang startup adalah TIDAK DIKETAHUI. Model bisnis menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai (value), terdapat 4 kategori dalam BMC yaitu
    Customer interface: Custumer segment, cahnnels, customer Relationships
    Offering: value preposition
    Infrastructure: key resources, key activities, key partners
    Financial: revenue streams, cost structures.
    Customer development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide ide dalam mengembangkan produk. Dalam customer development dimulai dari proses pencarian hingga eksekusi bisnis

  20. Ringkasan
    1. Perusahaan & Startup
    2. Pemodelan Bisnis
    3. Sembilan Blok Business Model Canvas
    4. Customer Development

    Rangkuman
    Perusahan merupakan oraganisasi bisnis yang memberikan jasa/ layanan ataupun penjualan produk untuk mendapatkan keuntungan. Perusahaan berjalan dengan pemodelan bisnis.
    Model bisnis merupakan bagaimana perusahaan menciptakan nilai untuk dirinya sendiri sambil memberikan produk atau layanan untuk customer.Business Model Canvas digunakan untuk membentuk model bisnis yang digunakan perusahaan untuk menggabarkan model bisnis perusahaan.

  21. Startup adalah organisasi temporer yang dirancang untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable. Model bisnis startup adalah kanvas yang dipenuhi dengan ide-ide dan tebakan-tebakan, tetapi belum ada customer-nya dan pengetahuan tentang customer juga masih minim.
    Business model canvas (bmc) dari sembilan blok, yaitu: customer segmen, value proposition, channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partners, cost structures
    Blok-blok pada business model canvas dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu: customer interface, offering, infrastructure dan financial.
    Customer development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk ide-ide dalam pengembangan produk dibagi menjadi empat langkah yang mudah dipahami, yaitu : dua langkah pertama dari proses ini mengurai “pencarian” untuk model bisnis. Langkah ketiga dan keempat “menjalankan” model bisnis yang telah dikembangkan, diuji dan dibuktikan dalam langkah satu dan dua.
    1. Customer development: menguji masalah, lalu solusinya
    2. Customer development: minimum viable product
    3. Customer development: the pivot

  22. Perusahaan dan Startup
    – Perusahaan adalah organisasi bisnis yang menjual produk atau jasa dengan imbalan pendapatan dan keuntungan
    – Startup adalah organisasi temporer yang dirancang untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable
    – Perbedaan organisasi dan startup
    => Perusahaan menjalankan model bisnis di mana customer, masalah-masalah mereka dan fitur-fitur produk yang diperlukan semuanya “diketahui”, artinya perusahaan menggunakan dan memanfaatkan model bisnis valid dan yang sudah ada.
    => Sedangkan Startup, adalah sebuah organisasi temporer yang model bisnisnya adalah kanvas yang dipenuhi dengan ide-ide dan tebakan-tebakan, tetapi belum ada customer-nya dan pengetahuan tentang customer juga masih minim. Artinya model bisnisnya masih perlu pengujian lagi dan waktu tertentu untuk memastikan validitas modelnya.

    Model Bisnis
    – Model bisnis menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai (value). Bagian-bagian yang membentuk model bisnis dapat digambarkan dalam sebuah kanvas yang disebut Business Model Canvas.
    – Dalam sebuah startup, terdapat Bussines Model Canvas untuk memetakan model bisnis startup secara sistematis. Terbagi menjadi 9 bagian/blok, yaitu :
    => Customer segement: Menjelaskan customernya siapa, dan pekerjaan siapa yang akan dibantu untuk diselesaikan.
    => Value preposition: Pemecahan masalah customer dan pemenuhan kebutuhan customer, sehingga membentuk value preposition, yang bisa ditawarkan ke customer.
    => Channels: Value Preposition harus bisa disampaikan dan didistribusikan kepada customer melalui jalur yang tepat, dan hal tersebut dibahas dan ditentukan dalam bagian channels.
    => Customer Relationship : Menjelaskan hubungan seperti apa yang bisa kita bangun dan jaga terhadap customer.
    => Revenue Stream: Hal apa saja yang mampu membuat customer mau rela membayar kita. Revenue stream dihasilkan dari value preposition yang berhasil di tawarkan kepada customer.
    => Key Resource: Menjelaskan resource yang dibutuhkan untuk bisa tetap memenuhi segmen yang sudah ditentukan sebelumnya (Channel, Key value, Customer Relationship, Revenue Stream/model pendapatan).
    => Key Activities: Aktivitas utama yang nantinya kita lakukan dalam menjalankan model bisnis .
    => Key Partner: Key Activites yang tadi ditentukan yang dapat kita alihdayakan kepada organisasi lain untuk dikerjakan dengan bentukan kerja sama, sehingga organisasi tersebut dapat dikatan sebagai partner.
    => Cost Structure: Setelah segment-segment sebelumnya terpenuhi, bagian inilah yang menentukan struktur/model dari segala biaya yang ada dalam model bisnis.

    Customer Development
    – BMC (Bussines model canvas) adalah hipotesis kita, artinya segala data dan informasi di dalam BMC bukan merupakan fakta dan masih perlu validasi/pengujian.
    – Setelah BMC dibuat, kita lakukan pembuktian dan penentuan fakta, dan mengerjakan hal tersebut dengan menggunakan Customer Development
    – Customer development terdiri dari:
    => Customer Discovery, Menangkap visi dari founder dan mengubah menjadi serangkaian hipotesis model bisnis. Kemudian mengembangkan rencana untuk menguji reaksi customer terhadap hipotesis yang ada dan mengubahkanya menjadi fakta.
    => customer validation, menguji apakah model bisnis yang dihasilkan repeatable dan scalable. Jika tidak, anda Kembali ke Customer validation
    => Customer Creation, adalah awal dari eksekusi. Membangun permintaan customer akhir dan mendorongnya ke channel penjualan untuk meningkatkan skala bisnis.
    => company building, mengubah organisasi dari startup menjadi perusahaan yang berfokus pada pelaksanaan model yang divalidasi.

  23. Business Model Canvas (BMC) digunakan untuk mendeskripsikan, memberi tantangan, mendesain dan menemukan model bisnis secara lebih sistematis yang terdiri sembilan blok dan dibagi menjadi empat kategori yaitu:
    1.Customer Interface: Customer Segments, Channels, Customer Relationships
    2.Offering: Value Proposition
    3.Infrastructure: Key Resources, Key Activities, Key Partners
    4.Financial: Revenue Streams, Cost Structure
    Isi dari BMC merupakan sekumpulan tebakan-tebakan yang perlu diuji dan dibuktikan kebenarannya, hal tersebut dilakukan menggunakan Customer Development. Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk. Proses Customer Development dibagi menjadi dua, yaitu:
    1.Pencarian:Customer Discovery,Customer Validation
    2.Eksekusi:Customer Creation, Company Building

  24. Model bisnis menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai (value). Bagian-bagian pembentuk model bisnis digambarkan dalam Business Model Canvas (BMC). BMC digunakan untuk mendeskripsikan, memberi tantangan, mendesain dan menemukan model bisnis secara lebih sistematis. BMC terdiri dari sembilan blok, yaitu: Customer Segment, Value Proposition, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partners, Cost Structures. Isi dari BMC adalah sekumpulan tebakan-tebakan yang perlu diuji dan dibuktikan kebenarannya.

    Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk. Proses Customer Development dimulai dari proses pencarian (Customer Discovery, Customer Validation) hingga eksekusi bisnis (Customer Creation, Company Building).

    Proses Customer Development tidak langsung membahas solusi tetapi menguji masalah. Setelah mengetahui masalahnya, tim akan mengagas dan menguji solusi. Terkadang customer tidak selalu memiliki gambaran produk yang diinginkan. Masalah ini dapat diatasi dengan Minimum Viable Product (MVP). Tujuan membuat MVP adalah untuk mengetahui apakah tim sudah memahami masalah customer untuk dapat menentukan solusi. Dalam mengembangkan model bisnis, kesalahpahaman tentang model bisnis sering terjadi. Apabila hipotesis tidak sesuai dengan kenyataan maka perlu dilakukan pivot. Pivot adalah perubahan besar secara substantif pada salah satu atau beberapa hipotesis dari sembilan hipotesis model bisnis. Pivot didasarkan dari pembelajaran atas feedback yang diberikan customer.

  25. Pada materi Business Model & Customer Development dijelaskan Perbedaan antara Perusahaan dan Startup yaitu dimana, perusahaan merupakan sebuah organisasi bisnis yg menjual produk atau jasa sedangkan startup adalah sebuah organisasi temporer yang dirancang untuk mencari model bisnis. Perlu kita ketahui bersama bahwa perusahaan diorganisir berdasarkan model bisnis, yang dimana model bisnis menggambarkan semua bagian perusahaan yang diperlukan untuk menghasilkan uang.
    Model bisnis menjelaskan bahwa bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap value. Bagian yang membentuk model bisnis dapat di gambarkan melalui sebuah kanvas yang disebut Business Canvas Model, yang dimana BMC memiliki 9 blok yaitu :
    – Customer segment , elemen pertama yang harus dimiliki dalam memulai model bisnis untuk menentukan segmen pelanggan mana dan target bisnis
    – Value proposition ,keunggulan produk
    – Channels, saluran bagaimana produk agar sampai ke konsumen
    – Revenue Streams, Sumber pendapatan
    – Key Resource, sumber daya
    – Customer relationship , Hubungan antara perusahaan dan konsumen
    – Key Activities, Aktivitas yang dijalankan
    – Key Partnership, Kerjasama
    – Cost Structure , Struktur biaya
    Isi dari BMC perlu diuji dan dibuktikan kebenarannya. Sehingga terdapat sebuah proses yaitu Customer Development yang digunakan dalam pencarian model hingga eksekusi bisnis. Customer Development merupakan proses untuk mendapatkan informasi dari customer untuk digunakan dalam pengembangan produk. Proses Customer development dimulai dari proses pencarian (Customer discovery,Customer validation ) hingga ekseskusi bisnis (Customer Creation, Customer Building).

  26. Perusahaan adalah sebuah organisasi bisnis yang menjual produk atau jasa dengan imbalan pendapatan dan keuntungan.

    Organisasi temporer yang dirancang untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable. Sebuah startup bukanlah versi kecil dari sebuah perusahaan yang besar. Perusahaan menjalankan model bisnis di mana customer, masalah-masalah mereka dan fitur-fitur produk yang diperlukan semuanya “diketahui”. Model bisnis startup adalah kanvas yang dipenuhi dengan ide-ide dan tebakan-tebakan, tetapi belum ada customer-nya dan pengetahuan tentang customer juga masih minim. Pencarian model bisnis untuk startup membutuhkan aturan, roadmap, sekumpulan keterampilan dan tools yang sangat berbeda untuk meminimalkan risiko dan mengoptimalkan peluang untuk sukses.

    – Model Bisnis menjelaskan bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan dan menerima sebuah value. Bagian – bagian yang membentuk model bisnis dapat di gambarkan ke dalam sebuah canvas yang disebut dengan Business Model Canvas.
    – 9 Blok atau bagian pada Bisnis Model Canva untuk memetakan model bisnis startup secata sistematis, yaitu :
     Customer segement: Menjelaskan customernya siapa, dan pekerjaan siapa yang akan dibantu untuk diselesaikan.
     Value preposition: Pemecahan masalah customer dan pemenuhan kebutuhan customer, sehingga membentuk value preposition, yang bisa ditawarkan ke customer.
     Channels: Value Preposition harus bisa disampaikan dan didistribusikan kepada customer melalui jalur yang tepat, dan hal tersebut dibahas dan ditentukan dalam bagian channels.
     Customer Relationship : Menjelaskan hubungan seperti apa yang bisa kita bangun dan jaga terhadap customer.
     Revenue Stream: Hal apa saja yang mampu membuat customer mau rela membayar kita. Revenue stream dihasilkan dari value preposition yang berhasil di tawarkan kepada customer.
     Key Resource: Menjelaskan resource yang dibutuhkan untuk bisa tetap memenuhi segmen yang sudah ditentukan sebelumnya (Channel, Key value, Customer Relationship, Revenue Stream/model pendapatan).
     Key Activities: Aktivitas utama yang nantinya kita lakukan dalam menjalankan model bisnis .
     Key Partner: Key Activites yang tadi ditentukan yang dapat kita alihdayakan kepada organisasi lain untuk dikerjakan dengan bentukan kerja sama, sehingga organisasi tersebut dapat dikatan sebagai partner.
     Cost Structure: Setelah segment-segment sebelumnya terpenuhi, bagian inilah yang menentukan struktur/model dari segala biaya yang ada dalam model bisnis.

    – BMC berisi tentang hipotesis kita yang artinya segala data yang terdapat di dalam BMC bukan merupakan fakta dan masih perlu di validasi/pengujian.
    – Setelah BMC dibuat, maka akan dilakukan pembuktian dan penentuan fakta, dan mengerjakan hal tersebut dengan menggunakan Customer Development.
    – Customer Development terdiri dari :
     Customer Discovery, Menangkap visi dari founder dan mengubah menjadi serangkaian hipotesis model bisnis. Kemudian mengembangkan rencana untuk menguji reaksi customer terhadap hipotesis yang ada dan mengubahkanya menjadi fakta.
     customer validation, menguji apakah model bisnis yang dihasilkan repeatable dan scalable. Jika tidak, anda Kembali ke Customer validation
     Customer Creation, adalah awal dari eksekusi. Membangun permintaan customer akhir dan mendorongnya ke channel penjualan untuk meningkatkan skala bisnis.
     company building, mengubah organisasi dari startup menjadi perusahaan yang berfokus pada pelaksanaan model yang divalidasi.

  27. Ringkasan:
    1. Perusahaan dan startup
    2. Model bisnis menjelaskan alasan bagaimana sebuah organisasi menciptakan nilai
    3. Terdapat 9 blok business model canvas
    4. Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer untuk meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk
    5. Studi kasus: Amazon Business Model

    Rangkuman:
    Perusahaan adalah sebuah organisasi bisnis yang menjual produk atau jasa dengan imbalan keuntungan dan startup merupakan organisasi temporer yang dirancang untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable. Model bisnis di gambarkan dalam sebuah kanvas yang disebut BMC yang terdiri dari sembilan blok yaitu customer segment, value proposition, channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partners, cost structures. Terdapat Customer Development yang merupakan proses mendapatkan wawasan customer yang prosesnya dimulai dari pencarian model (Customer Discovery, Customer Validation) hingga eksekusi bisnis (Customer Creation, Company Building).

  28. Perusahaan adalah sebuah organisasi bisnis yang menjual produk atau jasa dengan imbalan pendapatan dan keuntungan.
    Startup adalah sebuah organisasi temporer yang dirancang untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable.
    Jika membangun sebuah startup yang baru kita harus mencoba beberapa hal baru yaitu:
    1. Menggabungkan agile engineering dan customer development.
    2. Kenali “visi” startup.
    Blok-blok pada Business Model Canvas, yaitu:
    • Customer Interface: Customer Segments, Channels, Customer Relationships
    • Offering: Value Proposition
    • Infrastructure: Key Resources, Key Activities, Key Partners
    • Financial: Revenue Streams, Cost Structure
    MODEL BISNIS
    BMC terdapat sembilan blok, yaitu:
    1. Customer Segment(CS)
    mencakup si penjual barang dan pembeli sesuai dengan kebutuhan.
    2. Value Proposition(VP)
    memecahkan masalah customer dan memenuhi kebutuhan customer dengan tawaran value proposition.
    contohnya keunggulan yang kita miliki dari produk lain
    3. Channels
    VP disampaikan kepada pelangan melalui Channel komunikasi.
    contohnya mempromosikan produk melalui wa, brosur atau yang lainnya
    4. Customer Relationships(CR)
    CR dibuat untuk setiap CS.
    contohnya mengirimkan melalui newsletter atau layanan sejenisnya
    5. Revenue Streams(RS)
    RS dihasilkan dari VP yang berhasil ditawarkan kepada customer.
    6. Key Resources(KR)
    KR adalah aset yang diperlukan untuk menawarkan dan memberikan VP kepada customer
    7. Key Activities(KA)
    Aktivitas apa yang perlu Anda lakukan agar dapat bekerja dengan baik dalam model bisnis Anda?
    8. Key Partners(KP)
    Beberapa aktivitas dialihdayakan dan sumberdaya diperoleh di luar perusahaan.
    9. Cost Structures
    Elemen model bisnis menghasilkan struktur biaya.
    Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer untuk mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk.
    CUSTOMER DEVELOPMENT
    Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk. Proses Customer Development dimulai dari proses pencarian (Customer Discovery, Customer Validation) hingga eksekusi bisnis (Customer Creation, Company Building).
    1. Customer Development: Menguji Masalah, Lalu Solusinya
    Proses Customer Development dimulai tidak langsung membahas solusi tetapi menguji masalah.
    2. Customer Development: Minimum Viable Product
    MVP membantu tim untuk memfokuskan diri pada fitur yang penting dan sangat dibutuhkan. Tujuan membuat MVP bukan untuk mengumpulkan permintaan fitur untuk mengubah produk atau membuat sekumpulan fitur yang lebih besar.
    3. Customer Development: The Pivot
    PIVOT adalah tindakan untuk merespon kesalahan ini. Pivot adalah perubahan besar secara substantif pada salah satu atau beberapa hipotesis dari sembilan hipotesis model bisnis.

  29. Model Bisnis

    9 Blok yang menggambarkan model bisnis dalam sebuah canvas (BMC):
    – Customer Segmen
    – Value Proposition
    – Channels
    – Customer Relationships
    – Revenue Streams
    – Key Resources
    – Key Activities
    – Key Partners
    – Cost Structures.

    4 Kategori BMC:
    – Customer Interface
    – Offering
    – Infrastructure
    – Financial

    Customer Development
    Proses pengoptimalam mutu produk melalui pengembangan yang dilakukan dengan cara mendapatkan wawasan customer yang dibagi menjadi 3 proses:
    – Customer discovery
    – Customer validation
    – Customer reation, building company

    Model bisnis startup adalah kanvas yang dipenuhi dengan ide-ide dan tebakan-tebakan, tetapi belum ada customer-nya dan pengetahuan tentang customer juga masih minim, oleh sebab itu perusahaan menerapkan sebuah model bisnis (BMC) untuk menciptakan nilai untuk dirinya sendiri sambil memberikan produk atau layanan untuk customer.
    Selain penerapan bisnis model dalam perusahaan, pengetahuan dari segi customer juga ditinjau untuk pengoptimalan ide dalam pengembangan produk.

  30. Ringkasan : Perusahaan diorganisir berdasarkan model bisnis. Model bisnis adalah bagaimana perusahaan menciptakan nilai untuk dirinya sendiri sambil memberikan produk atau layanan untuk customer. 9 blok BMC yaitu Customer Segment, Value Proposition, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partners, Cost Structure.
    Customer Development adalah proses mendapatkan wawasan customer yang dapat digunakan untuk membuat, meninjau dan mengoptimalkan ide-ide dalam pengembangan produk
    Proses Customer Development dimulai tidak langsung membahas solusi tetapi menguji masalah.
    Kita harus menyadari bahwa customer tidak selalu memiliki masukan atau gambaran produk apa yang mereka inginkan
    Dalam mengembangkan model bisnis, Anda membuat asumsi tentang siapa customer Anda, masalah apa yang perlu Anda selesaikan, fitur apa yang dibuat untuk menyelesaikan masalah itu

    Rangkuman : PERUSAHAAN & STARTUP
    Model bisnis startup adalah kanvas yang dipenuhi dengan ide-ide dan tebakan-tebakan, tetapi belum ada customer-nya dan pengetahuan tentang customer juga masih minim
    MODEL BISNIS
    9 BLOK BUSINESS MODEL CANVAS
    CUSTOMER DEVELOPMENT

Comments are closed.