Entrepreneurship

Key Resources, Key Activities & Cost Structure

Sebelum memulai materi tentang Key Resources, Key Activities & Costs, silahkan membaca artikel tentang perjalanan bisnis Kodak dan Fujifilm. Artikel ini sebagai pengantar terkait penting-nya Key Activities dan Key Resources untuk membuat bisnis bertahan dan berkembang.

KODAK: Mencoba Bangkit di Tengah Perang Teknologi dan Inovasi

Pada materi Key Resources, Key Activities & Costs dibahas tentang:

  1. Key Activities
  2. Key Resources
  3. Cost Structure

KEY ACTIVITIES

Blok Key Activities adalah bagian dari model bisnis yang menyatakan kegiatan-kegiatan penting yang harus dilakukan perusahaan agar bisnisnya berjalan. Key Activities ini dapat berupa kegiatan untuk menciptakan dan menyampaikan Value Proposition ke customer, menjangkau pasar, mempertahankan Customer Relationship dan menciptakan pendapatan. Beberapa contoh Key Activities misalnya pada perusahaan software Microsoft adalah mengembangkan software; bagi Dell yang memproduksi PC adalah manajemen supply-chain; bagi perusahaan konsultan adalah melakukan pemecahan masalah klien.

Beberapa pertanyaan berikut perlu dijawab dalam menyusun Key Activities:

  1. Apa sajakah Key Activities yang diperlukan Value Proposition kita?
  2. Apa sajakah Key Activities yang diperlukan Distribution Channel kita?
  3. Apa sajakah Key Activities yang diperlukan Customer Relationships kita?
  4. Apa sajakah Key Activities yang diperlukan Revenue Stream kita?

Beberapa Key Activities dapat dikategorikan sebagai berikut.

  1. Produksi
    Key Activities pada kategori ini terkait dengan perancangan, pembuatan hingga penyampaian produk dalam jumlah besar. Aktivitas melakukan produksi menjadi aktivitas utama dalam model bisnis perusahaan pabrikan.
  2. Pemecahan Masalah
    Key Activities berupa pemecahan masalah ini terkait dengan penawaran solusi baru untuk masalah-masalah customer. Kegiatan konsultan, rumah sakit dan perusahaan jasa lainnya adalah contohnya. Model bisnis organisasi dengan Key Activies pemecahan masalah membutuhkan aktivitas-aktivitas seperti manajemen pengetahuan dan pelatihan berkelanjutan.
  3. Platform / Jaringan
    Pada kategori ini, platform sebagai Key Resoruces, sehingga aktivitas didominasi hal-hal terkait pengembangan platform dan jaringan. Contohnya adalah bisnis Amazon yang mengharuskan perusahaan untuk terus menerus mengembangkan dan mempertahankan platform jual-belinya, yaitu website Amazon.com. Model bisnis Microsoft memerlukan pengelolaan hubungan antara software vendor lain dan platform sistem informasi Windows yang dimiliki Microsoft. Key Activities pada kategori ini terkait dengan manajemen platform, ketentuan layanan dan mempromosikan platform itu sendiri.

KEY RESOURCES

Pada blok Key Resources dalam sebuah model bisnis, digambarkan aset-aset terpenting yang diperlukan agar sebuah bisnis dapat berfungsi. Dalam merancang model bisnis, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada bagian Key Resources, yaitu:

  1. Key Resources apakah yang dibutuhkan Value Proposition?
  2. Key Resources apakah yang dibutuhkan Distribution Channel?
  3. Key Resources apakah yang dibutuhkan Customer Relationships?
  4. Key Resources apakah yang dibutuhkan Revenue Stream?

Key Resources sendiri dapat dibagi menjadi beberapa kategori sebagai berikut.

1. Fisik

Terdapat dua jenis Resources fisik:

  1. Fasilitas perusahaan: kantor, ruangan, lokasi perusahaan
  2. Produk / layanan: pasokan silikon atau bijih besi, atau ruang gudang seluas ribuan meter.

Kategori ini termasuk dalam bentuk fisik seperti fasilitas pabrik, bangunan, kendaraan, mesin, sistem, point of sale dan jaringan distribusi. Perusahaan ritel seperti Indomaret sangat mengandalkan Resources fisik ini, contohnya adalah jaringan pertokoan dan infrastruktur logistiknya. Contoh lain Amazon.com, memiliki infrastruktur IT, gudang dan logistik yang luas jangkauannya.

2. Intelektual

Kekayaan intelektual memberi Anda hak untuk menghentikan orang lain menggunakan kreativitas Anda. Aset yang dapat Anda lindungi dapat mencakup “core technology” Anda, seperti source code, desain perangkat keras, arsitektur, proses, dan rumus. Atau bisa juga merek, logo atau nama domain Anda. Anda dapat melindungi proses bisnis, pengetahuan, informasi customer, dan roadmap produk. Perlindungan juga tersedia untuk konten seperti musik, buku, dan film. Beberapa dari aset ini dilindungi secara otomatis. Untuk beberapa aset lainnya terkadang wajib melalui proses pendaftaran, aplikasi atau ujian untuk mendapatkan perlindungan penuh.

Resources intelektual contohnya adalah merek, pengetahuan yang dilindungi, paten dan hak cipta, kemitraan dan database customer. Resources ini sulit dikembangkan, tetapi jika berhasil, dapat memberikan nilai yang sangat berarti. Perusahaan seperti Nike dan Sony sangat mengandalkan brand-nya sebagai Key Resources. Microsoft sangat bergantung pada software dan hak milik intelektual.

Beberapa contoh Kekayaan Intelektual dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Jenis Kekayaan IntelektualApa yang DilindungiContoh
Trademark (Merek Dagang)Branding (contoh: Nike swossh)mark / cap, logo, slogan
CopyrightKarya kreatif dan penulis; ekspresi (bukan ide)software, lagu, film, konten situs web
Trade Secret (Rahasia Dagang)Rahasia dengan nilai ekonomi (yaitu resep Coke)non-public technology customer lists, formula
Contract, Non Disclosure Agreement (Perjanjian Larangan Pengungkapan Informasi Rahasia)Seperti didefinisikan dalam kontrakTeknologi, informasi bisnis
PatentPenemuanTeknologi baru

Penjelasan jenis Kekayaan Intelektual

  1. Trademark (melindungi branding dan mark)
    Merek dagang memberi Anda hak untuk mencegah orang lain menggunakan merek dan logo yang “mirip sehingga membingungkan”. Perlindungan merek dagang berlaku selama Anda menggunakan merek tersebut. Semakin banyak Anda menggunakan tanda tersebut, semakin kuat perlindungan Anda. Pendaftaran merek dagang bersifat opsional, tetapi memiliki keuntungan signifikan jika disetujui. Dilakukan berbasis wilayah negara.
  2. Copyright (melindungi karya kreatif dari si penulis)
    Hak cipta memberikan hak untuk mencegah orang lain menyalin, mendistribusikan, atau membuat turunan dari karya Anda. Hak cipta melindungi “ekspresi” ide tetapi tidak melindungi ide yang mendasarinya. Ini lebih dari sekedar teknologi: lagu, buku, film, foto, dll. Perlindungan hak cipta berlangsung praktis selamanya. Hak cipta tidak menghalangi perkembangan independen. Pendaftaran hak cipta bersifat opsional, tetapi diperlukan untuk menuntut pelanggaran.
  3. Trade Secret
    Trace Secret merupakan informasi yang dirahasiakan dan memiliki nilai ekonomi bagi bisnis. Contohnya adalah resep kue, daftar customer, roadmap produk. Trade Secret ini tidak perlu didaftarkan dan bisa bertahan selama Anda mengambil langkah-langkah yang wajar untuk menjaga kerahasiaan.
  4. Contract, Non Disclosure Agreement
    Kontrak adalah perjanjian hukum mengikat yang dapat diberlakukan di pengadilan. Tidak ada proses pendaftaran kontrak. Anda memiliki perlindungan apa pun yang didefinisikan dalam kontrak (misalnya, perjanjian kerahasiaan memberi Anda hak tertentu untuk melindungi informasi rahasia Anda). Perlindungan berlangsung selama jangka waktu yang ditentukan dalam kontrak.
  5. Patent
    Pemerintah memberikan monopoli untuk mencegah orang lain membuat, menggunakan atau menjual penemuan Anda, meskipun pelanggaran yang dilakukan pihak lain tersebut tidak disengaja.

    Hal-hal yang dapat dipatenkan misalnya: sirkuit, hardware, software, algoritma terapan, rumus, desain, User Interface, aplikasi, sistem, (terkadang) proses bisnis.

    Pendaftaran paten di Indonesia diatur oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI. Informasi dan layanannya dapat diakses pada link: https://www.dgip.go.id/tarif-paten dan https://dgip.go.id/prosedur-diagram-alir-permohonan-paten.

3. Manusia

Resources berupa manusia dengan keahlian tertentu menjadi aset penting, terutama pada industri kreatif dan padat pengetahuan. Perusahaan farmasi misalnya sangat bergantung pada ilmuwan berpengalaman dan jumlah tenaga penjualan yang besar dan terlatih. Sumber daya manusia dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

  • Personal advice (mentor, guru, pelatih)
    Mentor, guru, pelatih memajukan karier pribadi Anda. Jika Anda ingin mempelajari satu pelajaran tertentu, carilah seorang guru. Jika Anda ingin mengasah keterampilan tertentu atau mencapai tujuan yang tepat, sewalah seorang pelatih. Jika Anda ingin menjadi lebih pintar dan lebih baik dalam karier Anda, temukan seseorang yang cukup peduli pada Anda untuk menjadi seorang mentor.
  • Penasehat Perusahaan
    Penasihat adalah orang yang Anda butuhkan untuk membantu memajukan kesuksesan perusahaan Anda. Pendiri dikatakan gagal ketika mereka percaya bahwa visi mereka adalah fakta. Mendengarkan nasihat dari orang berpengalaman dapat membantu Anda memilah-milah apakah penglihatan Anda adalah halusinasi. Mendapatkan dewan penasihat sangat penting dan itu merupakan langkah eksplisit dalam proses Customer Development.
  • Karyawan Berkualitas
    Identifikasi apa yang dibutuhkan sumber daya manusia sekarang dan apa yang akan dibutuhkan dua atau tiga tahun kemudian untuk memastikan bahwa pertumbuhannya tidak akan dibatasi. Akankah perusahaan Anda membutuhkan lusinan insinyur atau pembuat kode program atau desainer khusus seiring pertumbuhannya? Jika ya, di mana dan bagaimana Anda akan menemukannya? Apakah kota atau lokasi Anda merupakan magnet bagi bakat kelas dunia? Apakah Anda kekurangan orang-orang berbakat?

4. Finansial

Beberapa model bisnis membutuhkan sumber daya finansial atau jaminan finansial seperti uang tunai atau kredit untuk merekrut karyawan andalan. Contohnya adalah sebuah pabrik telekom Ericsson yang menjadikan sumber daya finansial dalam model bisnisnya. Ericsson memindah dana dari perbankan kemudian menggunakannya untuk memodali vendor memenuhi kebutuhan customer-nya. Tujuan memodali ini adalah untuk memastikan pesanan diberikan kepada Ericsson, bukan pesaingnya.

Sumber daya finansial dapat diperoleh dari:

  1. Teman dan keluarga
  2. Crowdfunding
  3. Angel investor
  4. Venture capital
  5. Corporate partner
  6. Lainnya: hibah pemerintah

COST STRUCTURE

Cost Structure pada sebuah model bisnis menggambarkan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis. Pada blok ini dijelaskan biaya-biaya terpenting, bisa mencakup biaya untuk menciptakan dan memberi Value Proposition, mempertahankan Customer Relationships dan menghasilkan perdapatan. Perhitungan biaya relatif lebih mudah setelah Key Resources, Key Activities dan Key Partners ditentukan.

Terdapat beberapa pertanyaan yang perlu dijawab dalam menentukan Cost Structure pada sebuah model bisnis, yaitu:

  1. Cost terpenting apakah yang ada dalam model bisnis?
  2. Key Resources apakah yang paling mahal?
  3. Key Activities apakah yang paling mahal?

Cost Structure pada model bisnis dibedakan menjadi dua kelas, yaitu:

  1. Cost-Driven (Terpacu-Biaya)
    Model bisnis ini berfokus pada meminimalkan biaya dengan tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan Cost Structure seramping mungkin. Oleh karena itu, digunakan Value Proposition dengan harga rendah, otomatisasi maksimum dan outsourcing secara ekstensif (menjangkau secara luas). Maskapai penerbangan berbiaya murah seperti AirAsia misalnya merupakan contoh untuk model bisnis cost-driven.
  2. Value-Driven (Terpacu-Nilai)
    Jika ada perusahaan yang berusaha meminimalkan biaya, maka terdapat pula perusahaan yang tidak terlalu memperdulikan implikasi biaya tetapi berfokus pada penciptaan nilai. Value Proposition yang premium dan layanan pribadi tingkat tinggi biasanya menjadi ciri model bisnis value-driven ini. Contohnya adalah hotel mewah dengan fasilitas berlimpah.

Beberapa karakteristik dari Cost Structure adalah sebagai berikut.

  1. Biaya Tetap (Fixed Costs)
    Yang dimaksud dengan Biaya Tetap adalah biaya-biaya yang tetap sama meskipun volume barang atau jasa yang dihasilkan berbeda-beda. Contohnya: gaji, biaya sewa dan fasilitas-fasilitas fisik. Beberapa bisnis seperti perusahaan pabrikan memiliki proporsi Biaya Tetap yang tinggi.
  2. Biaya Variabel (Variable Costs)
    Pada Biaya Variabel, biaya bervariasi secara proporsional dengan volume barang atau jasa yang dihasilkan. Contohnya bisnis penyelenggaraan festival musik, memiliki proporsi biaya variabel yang tinggi.
  3. Skala Ekonomi (Economies of Scale)
    Skala Ekonomi adalah keunggulan biaya yang dinikmati sebuah bisnis ketika produksinya berkembang. Misalnya perusahaan yang lebih besar mendapat manfaat dari rata-rata harga beli yang rendah karena mereka membeli barang dalam jumlah besar. Hal ini menyebabkan turunnya biaya produksi per unit karena jumlah barang yang diproduksi lebih besar.
  4. Lingkup Ekonomi (Economies of Scope)
    Lingkup Ekonomi adalah keunggulan biaya yang dinikmatai karena lingkup operasional yang lebih besar. Misalnya adalah aktivitas pemasaran atau Distribution Channel yang sama dapat digunakan untuk beberapa produk sekaligus.

REFERENSI

  • S. Blank and B. Dorf, The Startup Owner’s Manual: The Step-by-Step Guide for Building a Great Company, California: K & S Ranch, Inc, 2012.
  • Osterwalder and Y. Pigneur, Business Model Generation, New Jersey: John Wiley & Sons, Inc, 2010.
  • NSF I-Corps, The Lean LaunchPad, Lecture 8 Resources and Financing. Steve Blank.
  • The Lean LaunchPad, Lecture 7: Resources, Activities and Costs, Steve Blank.
  • Photo by César Abner Martínez Aguilar on Unsplash


Hits: 24063